Anda di halaman 1dari 5

TUGAS SEJARAH LISAN

Laporan Wawancara Sejarah Perang Palagan Ambarawa di Magelang

Disusun oleh :

Adib Wahyu Kuncoro Dwiko Satriyo UYS Krisna Adi Dharma

(01) (05) (11)

SMA Negeri 1 Sukoharjo


BIODATA NARASUMBER

Nama

: Rinirih

Tempat/ tanggal lahir : Magelang, 3 November 1938 Alamat : Jl.Veteran no.51 (Desa Jetis Dukuh Madyorejo)

Peran dalam peristiwa : Saksi sejarah Palagan Ambarawa

TRANSKRIPSI WAWANCARA Nb : X : Pewawancara Y : Narasumber X:Assalamualaikum wr.wb Y: Waalaikumsalam wr.wb X:Sebelumnya perkenalkan nama saya Adib, dan ini teman saya Dwiko dan Krisna, kami disini ingin meminta kesediaan waktu Anda untuk kami wawancarai tentang seputar peristiwa sejarah yang pernah Anda alami. Y:Iya, silakan tidak masalah X: Untuk yang pertama peristiwa sejarah apa yang pernah anda alami? Y: Sebenarnya ada banyak peristiwa sejarah yang saya alami tapi yang masih saya ingat dan terkesan sampai sekarang itu saat peristiwa Palagan Ambarawa. X: Sekitar tahun berapa peristiwa itu terjadi? Y:Yaa, waktu itu saat setelah kemerdekaan, tidak lama kok setelah merdeka selisih beberapa bulan saja peristiwa itu terjadi, masih tahun 1945 yang pasti. X:Menurut anda siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Y: Yang terlibat ya rakyat magelang lah, waktu itukan ada pasukan belanda yang bernama NICA yang datang ke magelang untuk membebaskan tawanan perangnya, tidak hanya membebaskan mereka juga mempersenjatainya. Nah karena itu rakyat magelang tidak terima dan terjadi pertempuran. Jadi yang terlibat itu rakyat di magelang dan tentara sekutu (NICA) X:Dapatkah nenek menjelaskan kronologi peristiwa tersebut? Y:Ya, waktu itu sekitar setelah kemerdekaan, tentara Sekutu datang ke Magelang. Awalnya disambut baik oleh masyarakat Magelang dan Bupati Magelang. Tapi, ternyata tentara sekutu

datang bersama tentara Belanda. Tentara Belanda membebaskan kawannya yang ditahan di penjara di magelang. Tindakan itu membuat tentara Indonesia marah. Di Magelang, tentara sekutu mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat. Tindakan itu dibalas oleh tentara Indonesia dengan mengepung tentara sekutu. Keadaan saat itu sangat mencekam. Pagi-pagi sebelum terjadi baku tembak, para pemuda yang meminggul senapan membangunkan para warga agar mengungsi ke desa-desa. Tapi Presiden Sukarno datang mengendalikan situasi. Tapi sekutu diam-diam pergi ke bentengnya yang ada di kota Ambarawa. Lalu, tentara Indonesia mengejarnya. Akhirnya terjadi baku tembak antara tentara sekutu dengan tentara Indonesia. Akibatnya, letkol Isdiman gugur. Karena gugurnya letkol Isdiman, Kolonel Sudirman langsung memimpin pertempuran itu. Setelah bertempur selama 4 hari. Tentara sekutu berhasil dipukul mundur ke kota Semarang. X: Bagaimana keadaan kota magelang waktu itu? Y: Wah waktu itu keadaannya sangat mencekam sekali, yang ada itu hanya ada perasaan was-was waktu itu karena serangan dari sekutu bisa terjadi kapan saja. Keadaan kotanya yaa kayak gitulah kamu bisa mbayangin sendiri kalau lagi perang itu seperti apa. Waktu itu tentara dari indonesia tidak ada yang nggagas rumah atau bangunan atau apalah yang penting berjuang terus dan menang. Kalau boleh dikatakan semangatnya tentara indonesia itu memang luarbiasa, mereka itu berjuang demi satu tujuan jadi nggak ada tujuan yang nekoneko selain itu. X: Menurut anda apa yang melatar belakangi peristiwa tersebut? Y:Yaa seperti yang saya bilang di awal tadi, Awalnya kedatangan sekutu disambut baik oleh masyarakat Magelang dan Bupati Magelang. Tapi, ternyata tentara sekutu datang bersama tentara Belanda. Tentara Belanda membebaskan kawannya yang ditahan di penjara di magelang. Tidak hanya itu mereka juga mempersenjatai para tawanan dan melucuti senjata Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Nah itulah yang melatar belakangi peristiwa tersebut, wajarkan kalau tentara indonesia marah dan membalasnya? Masak harus diam saja hahha.. X:Apa yang mengakhiri peristiwa tersebut? Y: Yaa.. yang mengakhirinya waktu itukan saat gempuran dari pasukan yang dipimpin Jenderal Soedirman, beliaukan terkenal dengan teknik perang gerilnya. Saat itu beliau memakai taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya juga terputus. Dan setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dipukul mundur ke Semarang. X: Bagaimana kesan Anda terhadap peristiwa tersebut? Y:Sangat berkesan, sangat berkesan, karena tidak semua orang bisa menyaksikan langsung peristiwa sejarah tersebut dan saya termasuk orang yang beruntung karena masih bisa selamat dari sekian banyak peristiwa sejarah yang saya alami, ini mungkin pengalaman yang sangat

berharga buat saya yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan, jadi setiap peristiwa sejarah yang saya alami itu sangat berkesan. X:Ok, Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk kami wawancarai, sekian dari kami wassalamualaikum wr.wb Y:Ohh tidak masalah, Iya sama-sama waalaikumsalam wr.wb

Lampiran