Anda di halaman 1dari 16

OBAT GENERIK

Disampaikan dalam Pembekalan Kampanye Informasi Obat (KIO) 13 Maret, 2014

DEFINISI OBAT GENERIK


Obat yang telah habis masa patennya sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti.
OBAT GENERIK BERMEREK DAGANG
Kandungan zat aktif itu diberi nama (merek) Pabrik A: Yusimox, Pabrik B: Moxigra, Kandungan: Amoxicillin

OBAT GENERIK BERLOGO


Dipasarkan dengan nama kandungan zat aktifnya

ZAT AKTIF
Zat aktif (komponen utama obat) antara obat generik (baik berlogo maupun bermerek dagang) PERSIS SAMA DENGAN OBAT PATEN

CARA PEMBUATAN
Dengan mengkopi obat produksi luar negeri, perusahaan farmasi harus menyesuaikan formula obat generik yang sedang dibuat dengan produk innovator (penemu obat) tsb. Dilakukan uji bioekivalensi (bisa menghabiskan 400-500 juta/per item produk) Produk obat generik memang murah TETAPI KUALITASNYA SAMA DAN DIPRODUKSI DENGAN PROSES YANG SAMA

PERBANDINGAN BIAYA PRODUKSI

GAMBARAN HARGA

OBAT GENERIK BERLOGO


Merupakan program pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan:
Memberikan alternatif obat bagi masyarakat dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup. Mutunya sesuai standar dan diawasi secara ketat oleh pemerintah Awalnya OGB hanya diproduksi oleh beberapa industri farmasi BUMN untuk memenuhi kebutuhan obat institusi kesehatan pemerintah kemudian berkembang ke sektor swasta Mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih

Logo ini menunjukkan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan. Garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL


Dengan diberlakukannya JKN, permintaan obat generik akan meningkat pesat khususnya pada pembiayaan pengobatan menggunakan sistem paket Indonesia-Case Based Groups (INA-CBGs). Penyakit-penyakit kronis yang membutuhkan obat seumur hidup, seperti diabetes atau hipertensi sangat rugi jika pasien menggunakan obat bermerek, sementara OGB hadir dgn harga yang lebih murah.

Tampilan kemasan OGB berupa botol-botol besar yang berisi obat dalam jumlah besar seharusnya sudah ditiadakan.
Kemasannya pun perlu dibuat lebih menarik, kalaupun ada kemasan dalam botol,maka perlu dibuat dalam botol kecil dijualnya masih di dalam botol. Perbaikan kemasan tidak akan signifikan mempengaruhi peningkatan biaya produksi OGB. Karena permintaan OGB yg meningkat (saat diberlakukannya JKN) membuat biaya produksi semakin efisien sehingga menutup biaya perbaikan kemasan.

THANK YOU