Anda di halaman 1dari 5

RESUME JURNAL

Citation: Elrita Tawaang, Mulyadi, Henry Palandeng. Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Sedang-Berat Di Ruang Irina C Blu Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. ejournal keperawatan (eKp) Volume 1. Nomor 1. Agustus 2013

Variable: Varibel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu Teknik Relaksasi Napas Dalam dan variabel terikat yaitu Penurunan Tekanan Darah

Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sedang-berat

Study Desingn: Jurnal ini menggunakan disain penelitian Quasi-eksperimen dengan rancangan Non- Equivalent Control Group. Pada desain penelitian ini dilakukan observasi pertama (pretest) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kemudian kelompok yang mendapatkan perlakuan diikuti dengan pengukuran kedua (posttest), dan hasil pengukuran ini akan dibandingkan dengan hasil pengukuran pada kelompok pembanding (kontrol) yang tidak menerima perlakuan.

Time and Setting: Penelitian ini di laksanakan di Ruangan Irina C BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou. Manado, di laksanakan padatanggal 14 -21 Juni tahun 2013.

Sample: Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien hipertensi sedang-berat di Ruangan Irina C BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou. Manado.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling yang meliputi subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, Namun dalam jurnal tersebut tidak menjelaskan secara detail tentan kriteria iklusi dan eklusi Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 15 untuk kelompok ekperimen dan 15 untuk kelompok kontrol, jadi jumlah sapel sebanyak 30 sampel

Instruments: Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, sphygnomanometer clock dan stetoskop untuk dewasa.

Procedure: Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan melalui tahap: Prosedur pengumpulan Administratif, prosedur kelompok eksperimen, prosedur kelompok kontrol.

Data Analysis: Jurnal penelitian ini menggunakan prosedur analisis data yaitu melalui tahap, Editing, Coding, Entry, serta analisa data menggunakan Univariat dan Bivariat menggunakan Menggunakan Uji Wilcoxon untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Results: 1. Hasil karakteristik responden berdasarkan umur diantaranya umur responden 40-60 tahun keatas (53,3%) dan (46,7%) pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menderita hipertensi sedang-berat 2. Hasil karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagain besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 60%. 3. Hasil karakteristik responden berdasarkan pekerjaan sebagain besar pada kelompok eksperimen 60% responden yang bekerja dan pada kelompok kontrol

responden yang bekerja sebanyak 46,7% responden, dengan jenis pekerjaan sebagai PNS, Swasta, Petani Buruh/tukang dan lain sebagainya 4. Hasil Tekanan Darah Pre-Test pada kelompok eksperimen sebelum diberikan teknik relaksasi napas dalam sebesar 53,3% responden yang memiliki tekanan darah sistolik 160 mmHg dan sebanyak 93,3% responden dengan diastoliknya 100 mmHg. Sedangkan hasil tekanan darah pre tes hari ke dua pada kelompok eksperimen sebelum diberikan teknik relaksasi napas dalam sebesar 46,7% memiliki tekanan darah sistolik 150 mmHg dan sebanyak 46,7 responden yang diastoliknya 90 mmHg. 5. Hasil Tekanan Darah Pre-Test pada kelompok kontrol, tekanan darah awal sebesar 86,7% dan 73,3% responden yang memiliki tekanan darah sistolik 160 mmHg, dan diastolik 100 mmHg. Sedangkan tekanan darah pre tes hari ke dua pada kelompok kontrol sebesar 60,0% dan 53,3% responden yang tekanan darah sistolikknya 150 mmHg dan diastoliknya 90 mmHg. 6. Hasil Tekanan Darah post-test pada kelompok eksperimen setelah diberikan teknik relaksasi napas dalam untuk hari pertama dan hari ke dua sebesar 53,3% responden yang memiliki tekanan darah sistolik 150 mmHg, kemudian untuk tekanan darah diastolik hari pertama sebanyak 80,00% responden yang tekanan darah 90 mmHg. Dan hari ke dua sebanyak 46,7% responden dengan diastoliknya 80-90 mmHg. 7. Hasil Tekanan Darah Post-Test pada Kelompok Kontrol setelah 15 menit pengukuran tekanan darah awal sebanyak 86,7% dan 73,3% responden yang memiliki tekanan darah sistolik 160 mmHg, dan diastolik 100 mmHg. Untuk hari ke-2 sebanyak 60,0% dan 53,3% responden dengan tekanan darah sistolikknya 150 mmHg dan diastoliknya 90 mmHg. 8. Terdapat pengaruh pada tekanan darah kelompok eksperimen dengan melakukan teknik relaksasi napas dalam yaitu nilai P. Value 0,000 dimana (<=0,05), 9. Tidak terdapat pengaruh pada tekanan darah kelompok kelompok kontrol engan P.Value 1,000 dimana (>= 0,05).

Discussion: Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal dalam jangka waktu yang lama. Hipertensi mengakibatkan kerugian yang berlebihan, mengakibatkan otot jantung

membengkak, lalu melemah, dan mengalami kegagalan untuk memompa secara efektif, bila naiknya tekanan darah berlangsung secara mendadak, maka dinding pembuluh darah bisa pecah (Sitorus, 2005). Terapi relaksasi teknik pernapasan diafragma ini sangat baik untuk di lakukan setiap hari oleh penderita tekanan darah tinggi, agar membantu relaksasi otot tubuh terutama otot pembuluh darah sehingga mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri. Pernapasan diafragma sampai saat ini menjadi metode relaksasi yang mudah dalam pelaksanaanya. Terapi relaksasi teknik pernapasan diafragma ini sangat baik untuk di lakukan setiap hari oleh penderita tekanan darah tinggi, agar membantu relaksasi otot tubuh terutama otot pembuluh darah sehingga mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri (Heryanto, 2004). Menurut Evelyn (2011) Tekanan darah sistolik dihasilkan oleh otot jantung yang mendorong isi ventrikel masuk kedalam arteri yang telah teregang. Selama diastolik arteri masih tetap menggembung karena tahanan perifer dari arteriolearteriole menghalangi semua darah mengalir kedalam jaringan.Demikianlah maka tekanan darah sebagian tergantung kepada kekuatan dan volume dalam dinding arteriole. Kontraksi ini dipertahankan oleh saraf vasokontriktor, dan dikendalikan oleh pusat vasomotorik dalam media oblongata.Tekanan darah mengalami sedikit perubahan bersamaan bersamaan dengan perubahan-perubahan gerak yang fisiologik, seperti sewaktu latihan jasmani, waktu adanya perubahan mental karena kecemasan dan emosi

Conclusion:

Ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sedang-berat di Ruangan Irina C BLU. RSUP. Prof. Dr.R.D. Kandou. Manado

Limitation of The Study: Jurnal tersebut tidak mencantumkan secara lengkap tentang keterbatasan penelitian yang telah dilakukan, namun dilihat dari hasil penelitian yang di sajikan bahwa perlunya penelitian lebih lanjut dan bertahap tentang beberapa intervensi yang dapat di berikan kepada pasien hipertensi yaitu teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sedang-berat.

Relevance to the case: Penelitian ini dapat mendukung pada kasus pasien Tn S yaitu diagnosa medis SVT dengan riwayat Hipertensi, dimana dapat mendukung diangnosa Penurunan curah

keperawatan yang diangkat sebagai perioritas utama yaitu

jantung yang salah satu intervensi keperawatan yaitu dengan tehnik relaksasi nafas dalam pada pasien dan akan di bahas di bawah ini.