Anda di halaman 1dari 10

DERMATITIS NUMULARIS Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang merupakan respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan

atau faktor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi yang polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal. Tanda polimorfik tidak selalu timbul bersamaan, bahkan mungkin hanya beberapa (oligomorfk). Dermatitis cenderung residif dan menjadi kronis. Dermatitis numular merupakan suatu peradangan dengan lesi yang menetap, dengan keluhan gatal, yang ditandai dengan lesi berbentuk uang logam, sirkular atau lesi oval berbatas tegas, umumnya ditemukan pada daerah tangan dan kaki. Lesi awal berupa papul disertai vesikel yang biasanya mudah pecah sehingga basah (oo ing). !ama lain dari dermatitis nummular adalah ek em diskoid, ek em numular, nummular eczematous dermatitis. Terdapat beberapa klasifikasi dermatitis berdasarkan lokasi kelainan, penyebab, usia, faktor konstitusi.

EPIDEMIOLOGI "ngka kejadian dermatitis numular pada usia dewasa lebih sering terjadi pada laki#laki dibandingkan wanita, onsetn puncaknya ya pada usia antara $$ dan %$ tahun. &ada wanita onset puncaknya pada usia '$ ( )$ tahun. &enyakit ini jarang terjadi pada anak#anak dibawah usia ' tahun, hanya sekitar * dari +%% anak yang menderita dermatitis numular dan frekuensinya cenderung meningkat sesuai dengan peningkatan umur.

ETIOLOGI &enyebab dermatitis numularis sampai saat ini belum diketahui. !amun demikian banyak faktor predisposisi, baik predisposisi primer maupun sebagai predisposisi sekunder telah diketahui sebagai agen etiologi. ,taphylokokkus dan mikrokokus diketahui sebagai penyebab langsung melalui mekanisme hipersensitivitas. namun demikian, perannya secara patologis belum juga diketahui. Dalam beberapa kasus, adanya tekanan emosional, trauma lokal seperti gigitan serangga dan kontak dengan bahan kimia mungkin dapat mempengaruhi timbulnya dermatitis numular, tetapi bukan merupakan penyebab utama. &enyakit ini umumnya cenderung

meningkat pada musim dingin, juga dihubungkan dengan kondisi kulit yang kering dan frekuensi mandi yang sering dalam sehari akan memperburuk kondisi penyakit ini. PATOFISIOLOGI Dermatitis numular merupakan suatu kondisi yang terbatas pada epidermis dan dermis saja. -anya sedikit diketahui patofisiologi dari penyakit ini, tetapi sering bersamaan dengan kondisi kulit yang kering. "danya fissura pada permukaan kulit yang kering dan gatal dapat menyebabkan masuknya alergen dan mempengaruhi terjadinya peradangan pada kulit. ,uatu penelitian menunjukkan dermatitis numularis meningkat pada pasien dengan usia yang lebih tua terutama yang sangat sensitif dengan bahan#bahan pencetus alergi. Barrier pada kulit yang lemah pada kasus ini menyebabkan peningkatan untuk terjadinya dermatitis kontak alergi oleh bahan#bahan yang mengandung metal. .arena pada dermatitis numular terdapat sensasi gatal, telah dilakukan penelitian mengenai peran mast cell pada proses penyakit ini dan ditemukan adanya peningkatan jumlah mast cell pada area lesi dibandingkan area yang tidak mengalami lesi pada pasien yang menderita dermatitis numularis. ,uatu penelitian juga mengidentifikasi adanya peran neurogenik yang menyebabkan inflamasi pada dermatitis numular dan dermatitis atopik dengan mencari hubungan antara mast cell dengan saraf sensoris dan mengidentifikasi distribusi neuropeptida pada epidermis dan dermis dari pasien dengan dermatitis numular. &eneliti mengemukakan hipotesa bahwa pelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya dari mast cell yang kemudian berinteraksi dengan neural C-fibers dapat menimbulkan gatal. &ara peneliti juga mengemukakan bahwa kontak dermal antara mast cell dan saraf, meningkat pada daerah lesi maupun non lesi pada penderita dermatitis numular. ,ubstansi & dan kalsitonin terikat rantai peptide meningkat pada daerah lesi dibandingkan pada non lesi pada penderita dermatitis numular. !europeptida ini dapat menstimulasi pelepasan sitokin lain sehingga memicu timbulnya inflamasi. &enelitian lain telah menunjukkan bahwa adanya mast cell pada dermis dari pasien dermatitis numular menurunkan aktivitas en im chymase, mengakibatkan menurunnya kemampuan menguraikan neuropeptida dan protein. Disregulasi ini dapat menyebabkan menurunnya kemampuan en im untuk menekan proses inflamasi.

GEJALA KLINIS /ejala ( gejala yang umum pada dermatitis numularis, antara lain0 Timbul rasa gatal Luka kulit yang antara lain makula, papul, vesikel, atau tambalan 0 1entuk numular (seperti koin). Terutama pada tangan dan kaki. 2mumnya menyebar. Lembab dengan permukaan yang keras.

.ulit bersisik atau ekskoriasi. .ulit yang kemerahan atau inflamasi.

,ecara umum, ada 3 bentuk klinis dermatitis nummular yang dapat dibedakan, yaitu4 '. Dermatitis numular pada tangan dan lengan. .elainannya terdapat pada punggung tangan serta di bagian sisi atau punggung jari#jari tangan. ,ering dijumpai sebagai plak tunggal yang terjadi pada sisi reaksi luka bakar, kimia atau iritan. Lesi ini jarang meluas.

).

Dermatitis numular pada tungkai dan badan. 1entuk ini merupakan bentuk yang lebih sering dijumpai. &ada sebagian kasus, kelainan

sering didahului oleh trauma lokal ataupun gigitan serangga. 2mumnya kelainan bersifat akut, persisten dan eksudatif. Dalam perkembangannya, kelainan dapat sangat edematous dan berkrusta, cepat meluas disertai papul#papul dan vesikel yang tersebar. &ada Dermatitis numular juga sering dijumpai penyembuhan pada bagian tengah lesi, tetapi secara klinis berbeda dari bentuk lesi tinea. &ada kelainan ini bagian tepi lebih vesikuler dengan batas relatif kurang tegas. Lesi permulaan biasanya timbul di tungkai bawah kemudian menyebar ke kaki yang lain, lengan dan sering ke badan.

3.

Dermatitis numular bentuk kering. 1entuk ini jarang dijumpai dan berbeda dari dermatitis numular umumnya karena di sini

dijumpai lesi diskoid berskuama ringan dan multipel pada tungkai atas dan bawah serta beberapa papul dan vesikel kecil di bagian tepinya di atas dasar eritematus pada telapak tangan dan telapak kaki. /atal minimal yang berbeda sekali dengan bentuk dermatitis numular lainnya. 5enetap bertahun#tahun dengan fluktuasi atau remisi yang sulit diobati.

/ambar ) 0 Lesi yang khas berbentuk koin pada dermatitis numularis.

DIAGNOSIS Dermatitis numular dapat didiagnosis berdasarkan anamnesis dan gejala klinis. Tingkat gatal dan terjadinya likenifikasi akan membedakannya dari neurodermatitis. Distribusi lesi biasanya pada kedua lutut, kedua siku dan kulit kepala. &ada psoriasis, lesinya kering, skuamanya lebih tebal dan iritasinya lebih ringan, patch test dan prick test akan membantu mengidentifikasikan penderita dengan dermatitis kontak.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

&ada

pemeriksaan

laboratorium,

tidak

ada

penemuan

yang

spesifik.

2ntuk

membedakannya dengan penyakit lain, seperti dermatitis karena kontak diperlukan patch test dan prick test untuk mengidentifikasikan bahan kontak. &emeriksaan .6- untuk membedakan tinea dengan dermatitis numular yang mempunyai gambaran penyembuhan di tengah. 7ika ada kondisi lain yang sangat mirip dengan penyakit ini sehingga sulit untuk menentukan diagnosisnya (contohnya pada tinea, psoriasis) dapat dilakukan biopsi. /ambaran histopatologi yang ditemukan pada lesi akut adalah spongiosis, vesikel intradermal, serbukan sel radang, limfosit dan makrofag di sekitar pembuluh darah. &ada lesi kronis ditemukan akantosis teratur, hipergranulosis, dan hyperkeratosis dan spongiosis ringan. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding dari dermatitis numularis antara lain 0 '. Dermatitis atopik 5erupakan peradangan kulit yang kronis dan residif, disertai gatal, umumnya terjadi pada masa bayi dan anak#anak, sering berhubungan dengan peningkatan kadar 8g9 dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita. 2mumnya pada pasien dengan lesi pada tangan. Patch test dan prick test dapat membantu jika terdapat riwayat dermatitis atopik.

/ambar ). 1entuk lesi dermatitis atopik persisten pada daerah telapak tangan dan daerah dada.

).

Dermatofitosis

5erupakan penyakit jamur yang menyerang kulit, yakni pada jaringan yang mengandung kuku yang at tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan disebabkan oleh dermatofita. &ada dermatosis dapat bagian tengah agak menyembuh, tetapi secara

terlihat sebagai tinea dengan pinggir aktif,

klinis berbeda dari bentuk lesi tinea. &ada dermatitis numularis bagian tepilebih vesikuler dengan batas relatif kurang tegas dibandingkan tinea. &ada tinea, dapat dicari hifa dari sediaan langsung untuk menegakkan diagnosis.

/ambar 3. 1entuk lesi tinea korporis 3. &itiriasis rosea 5erupakan peradangan yang ringan dengan penyebab yang belum diketahui. 1anyak diderita oleh wanita yang berusia antara '$ dan +: tahun terutama pada musim semi dan musim gugur. /ambaran klinisnya bisa menyerupai dermatitis numular. Tetapi umumnya terdapat sebuah lesi yang besar yang mendahului terjadinya lesi yang lain. Lesi tambahan cenderung mengikuti garis kulit dengan distribusi pohon cemara dan biasanya disertai dengan rasa gatal yang ringan. Lesi#lesi tunggal berwarna merah muda terang dengan skuama halus. 1isa juga lebih eritematus. &itiriasis rosea berakhir antara 3#; minggu dengan penyembuhan spontan.

/ambar +. 1entuk lesi pada pitiriasis rosea dengan lesi awalnya lebih besar dan mengikuti garis kulit yang berbentuk seperti pohon cemara.

+.

&soriasis &soriasis adalah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik dan residif, ditandai

dengan adanya bercak#bercak eritema berbatas tegas, dengan skuama yang kasar, berlapis, dan transparan. Disertai fenomena tetesan lilin, auspit , dan koebner.

/ambar $. &soriasis TATALAKSANA &enatalaksanaa pada dermatitis disusahakan menemukan penyebab atau faktor yang memprovokasi terjadinya dermatitis. Diantaranya0. '. 5elindungi kulit dari trauma. .arena pada jenis ini biasanya berawal dari trauma kulit minor. 7ika ada trauma pada tangan, gunakan sarung tangan supaya tidak teriritasi. 2. Emollients. 9mollients merupakan pelembab. Digunakan untuk mengurangi kekeringan pada kulit. <ontoh emollients yang sering digunakan antara lain 4 aqueous cream, gliserine dan cetomacrogol cream, ool fat lotions.

Pengobatan topikal: '. 6bat "ntiinflamasi. Diberikan untuk menghilangkan peradangan pada kulit dan mengurangi iritasi kulit. 5isalnya dengan pemberian preparat ter, glukokortikoid, takrolimus, atau pimekrolimus. ., topikal yang diberikan contohnya triamcinolone :,:)$#:,'=. Pengobatan Si te!ik '. ). "ntibiotik 2ntuk mengobati jika terjadi infeksi sekunder. "ntihistamin oral. Digunakan untuk mengurangi gatal. 1iasa digunakan antihistamin golongan -', misalnya hidroksisin -<l. 3. ,teroid sistemik. Digunakan untuk kasus#kasus dermatitis numular yang berat, hanya dierikan dalam jangka waktu pendek, diberikan prednilson dengan dosis oral +:#%: mg + kali per hari dengan dosis yang diturunkan secara perlahan#lahan. -anya berguna dalam beberapa minggu, dermatitis yang belum sembuh sempurna, dapat ditangani dengan pemberian krim steroid dan emolilients. PROGNOSIS &asien perlu untuk diberitahukan tentang perkembangan atau perjalanan penyakit dari dermatitis numular yang cenderung sering berulang. 5encegah atau menghindari dari faktor# faktor yang memperburuk atau meningkatkan frekuensi untuk cenderung berulang dengan menggunakan pelembab pada kulit akan sangat membantu mencegah penyakit ini. Dari data pengamatan, didapatkan ))= sembuh, )$= pernah sembuh beberapa minggu hingga tahun, dan $3= tidak bebas lesi tanpa pengobatan.

Da"ta# P$ taka '. )::?. ). 7ames @D, 1erger T/, 9lston D5. "ndrewsA Diseases of the ,kin <linical Dermatology. 9leventh 9dition. &hiladelphia0 ,aunders 9lsevier4 ):''. 3. 1udimulja 2. 5ikosis. Dalam 1uku "jar 8lmu &enyakit .ulit dan .elamin. 9disi .elima. 7akarta0 1alai &enerbit >akultas .edokteran 2niversitas 8ndonesia4 )::?. +. Djuanda ". Dermatosis 9ritroskuamosa. Dalam 1uku "jar 8lmu &enyakit .ulit dan .elamin. 9disi .elima. 7akarta0 1alai &enerbit >akultas .edokteran 2niversitas 8ndonesia4 )::?. Djuanda ,, ,ularsito ,". Dermatitis. Dalam 1uku "jar 8lmu &enyakit .ulit dan .elamin. 9disi .elima. 7akarta0 1alai &enerbit >akultas .edokteran 2niversitas 8ndonesia4