Anda di halaman 1dari 20

KARSINOMA TONSIL

ESTI ISTIKOMAH 07310089

PENDAHULUAN
Kanker merupakan penyakit dengan karakteristik adanya gangguan atau kegagalan mekanisme pengaturan multiplikasi pada organisme multiseluler sehingga terjadi perubahan perilaku sel yang tidak terkontrol. Perubahan tersebut disebabkan adanya perubahan atau transformasi genetik, terutama pada gen-gen yang mengatur pertumbuhan, yaitu protoonkogen dan gen penekan tumor Di Indonesia pembagian tumor ganas yang sering terdapat ialah tumor-tumor ganas :Nasofaring 71 %,hidung dan sinus 10,7 %,laring 10,1%,telinga 2,16 %, esofagus 1,42 %, tonsil 1,97 %, rongga mulut 1,41%.

ANATOMI
Tonsil terletak diantara cekungan palatoglossal dan palatopharyngeal Di bagi menjadi 3 bagian : tonsil palatina tonsil faringeal (adenoid) tonsil lingual Tonsil mendapat pendarahan dari cabang-cabang arteri karotis eksterna, yaitu :[2,7] 1) arteri maksilaris eksterna (arteri fasialis) dengan cabangnya arteri tonsilaris dan arteri palatina asenden 2) arteri maksilaris interna dengan cabangnya arteri palatina desenden 3) arteri lingualis dengan cabangnya arteri lingualis

Tonsil Palatina
Tonsil palatina adalah suatu massa jaringan limfoid yang terletak di dalam fosa tonsil pada kedua sudut orofaring, dan dibatasi oleh pilar anterior (otot palatoglosus) dan pilar posterior (otot palatofaringeus). Tonsil berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm Permukaan tonsil palatina ditutupi epitel berlapis gepeng yang juga melapisi invaginasi atau kripti tonsila

Tonsil Faringeal (Adenoid)


Adenoid merupakan masa limfoid yang berlobus dan terdiri dari jaringan limfoid yang sama dengan yang terdapat pada tonsil. Lobus atau segmen tersebut tersusun teratur seperti suatu segmen terpisah dari sebuah ceruk dengan celah atau kantong diantaranya. Lobus ini tersusun mengelilingi daerah yang lebih rendah di bagian tengah, dikenal sebagai bursa faringeus. Adenoid tidak mempunyai kriptus. Adenoid terletak di dinding belakang nasofaring.

Tonsil Lingual
Tonsil lingual terletak di dasar lidah dan dibagi menjadi dua oleh ligamentum glosoepiglotika. Di garis tengah, di sebelah anterior massa ini terdapat foramen sekum pada apeks, yaitu sudut yang terbentuk oleh papilla sirkumvalata

DEFINISI
Kanker merupakan penyakit dengan karakteristik adanya gangguan atau kegagalan mekanisme pengaturan multiplikasi pada organisme multiseluler sehingga terjadi perubahan perilaku sel yang tidak terkontrol. Perubahan tersebut disebabkan adanya perubahan atau transformasi genetik, terutama pada gen-gen yang mengatur pertumbuhan, yaitu protoonkogen dan gen penekan tumor Tumor tonsil adalah neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya pada daerah tonsil

ETIOLOGI
Perokok Aktivasi glutation S-transferase (GTS) menjadi rusak sehingga mengurangi kapasitas detoksikasi karsinogen tembakau .Merokok, panas yang ditimbulkan , kandungan bahan, dan pupa merupakan faktor yang mengiritasi .semakin tinggi kandungan nya maka resiko menjadi meningkat. Peminum alkohol Alkohol mengandung karsinogen atau prokarsinogen , termasuk kontaminan dari nitrosamin dan uretan selain etanol. Etanol di metabolisme oleh alkohol

Pemakaian sirih Menyebabkan iritasi dari kontak langsung bahan karsinogen dengan membran mukosa.[1,3,9] Iritasi lokal Iritasi yang berulang pada daerah tonsil dapat meningkatkan resiko terkena karsinoma tonsil di karenakan infeksi yang terus menerus di daerah tersebut. Suka minum Panas Kebiasaan ini dapat menyebabkan iritasi membran mukosa. Infeksi Kebanyakan penyebab infeksi ini di sebabkan oleh candida albicans dan virus.

Higienis mulut yang kurang di jaga Dengan minimnya higine mulut maka akan menyebabkan resiko infeksi yang lebih tinggi karena kuman atau bakteri yang ada di sana,keadaan gigi geligi yang rusak juga dapat menyebabkan faktor resiko karena gigi geligi yang rusak dapat menjadi sumber infeksi. Defisiensi nutrisi dan besi Kurangnya diet buah dan sayuran dapat menyebabkan karsinoma tonsil karena pada buah dan sayuran di dapatkan antioksidan yang mengikat molekul berbahaya penyebab mutasi gen sehingga mencegah terjadinya kanker. Paparan radiasi Dengan adanya paparan radiasi dapat menyebabkan mutasi gen sehingga lebih meningkatkan resiko terkena karsinoma tonsil. Adanya pengaruh virus E pstein barr (EBV) dan HVP (Human Papiloma Virus).

PATOFISIOLOGI
Pada tahap awal terjadi inisiasi karena ada inisiator yang memulai pertumbuhan sel yang abnormal.Inisiator ini di bawa oleh zat karsinogenik bersamaan dengan atau setelah inisiasi terjadi proses promosi yang di picu oleh promotor sehingga terbentuk sel yang polimorfis dan anaplastik.selanjutnya terjadi progresin yang di tandai dengan invasi sel-sel ganas ke membran basalis. Faktor utama yang menyebabkan inisiasi keganasan adalah akibat ketidak mampuan DNA untuk memperbaiki sistem yang mendeteksi adanya transformasi sel akibat paparan onkogen

HISTOPATOLOGI
Asal dari struktur epithelia dan struktur limfoid, kebanyakan berupa karsinoma sel skuamosa. Karsinoma sel skuamosa timbul sebagai lesi ulseratif dengan ujung yang nekrotik , biasanya di kelilingi oleh reaksi radang.Jika tumor tetap sebagai lesi ulseratif, seringkali di kelilingi oleh daerah leukoplakia jenis pra maligna pada awalnya tumor menyebar sepanjang permukaan mukosa, akhirnya meluas ke dalam jaringan lunak di bawahnya

Klasifikasi pembesaran tonsil


Derajat 0 Tidak ada tonsil Derajat 1 Tonsil berada di belakang pilar tonsil (yaitu struktur lunak yang menyokong palatum lunak) Derajat 2 Tonsil berada diantara pilar dan uvula Derajat 3 Tonsil menyentuh uvula Derajat 4 Satu atau kedua tonsil melebar hingga ke garis tengah orofaring

GEJALA KLINIS
Gejala awal a.Gangguan menelan yaitu rasa tidak enak,atau sakit atau persaan menusuk b.Kadang terdapat darah pada air liur c.Nyeri menjalar pada telinga (otalgia) karena nyeri alih (refered pain) d.Unilateral tetapi bisa juga bilateral e.Merasa seperti ada benda asing f.Rasa nyeri di lidah dan gangguan gerakan lidah Gejala lanjut a.Trismus b.Hipersalivasi c.Foetor ex ore (nafas berbau)

Biopsi Keganasan tonsil perlu diagnostik pasti dari patologi anatomi untuk memastikan hal tersebut.Biopsi di lakukan pada massa tumor Laboratorium Di sini di lakukan pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati agar dapat kita ketahui kemungkinan riwayat meminum alkohol Radiologi CT scan leher dengan atau tanpa kontras untuk menilai metastasis luas tumor CT scan Thorax untuk menilai metastasis khususnya ke daerah paru MRI untuk melakukan penilain ukuran tumor dan invasi jaringan lunak

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Panendoskopi Merupakan tindakan operasi endoskopi untuk memastikan diagnosa dan staging dan mengetahui adanya synchronous primary tumor, meliputi laringoskopi indirek, esofagoskopi dan trakeobronkoskopi. Tes Human papiloma virus (HVP) NCCN guidine merekomendasikan tes HVP untuk menilai prognosis pemeriksaan di lakukan menggunakan metode quantitative reverse transcriptase PCR. Test E pstein barr virus (EBV) Pemeriksaan serologi igA anti EA (early antigen) dan IgA anti VCA (capsid antigen) untuk virus E-B.

Penatalaksanaan
Stadium I dan II Di lakukan operasi ekstirpasi tumor dan diteruskan dengan radiasi. Penyinaran sinar yang di pakai di sini adalah sinar radiasi dan juga sinar infra merah.penyinaran di pergunakan untuk mematikan sel sel kanker tonsil yang ada dalam tubuh.sinar radiasi yang di pancarkan dari mesin menembus kulit dan langsung mengenai sel kanker yang ada di leher dan juga di rahang,setelah itu di lakuka penyinaran dengan infra red untuk memanaskan daerah leher dan kanker tonsil agar peredaran darah menjadi lancar. [8] Stadium III dan IV Jika masih operable di lakukan operasi yang di ikuti dengan kemoterapi dan radiasi Operasi yang di lakukan berupa reseksi tumor dan jika perlu dapat di kombinasikan dengan di seksi leher radikal.[8]

PROGNOSIS
Prognosis tergantung pada stadium tumor saat di diagnosis , semakin lanjut stadiumnya maka semakin jelek prognosisnya.Jika tumor sudah masuk ke dalam jaringan, prognosis menjadi lebih jelek dan pada terapi sering harus di ikuti dengan di seksi leher.

Anda mungkin juga menyukai