Anda di halaman 1dari 11

Arida

Penilaian yang bersifat subyektif Perhitungan-perhitungan yang tidak selalu dapat dikualifikasikan Kenyataan bahwa kegiatan organisasi selalu bergerak dalam kondisi dinamis yang pada dirinya mengandung ketidakpastian (uncertainity) Adanya faktor-faktor yang berada di luar kemampuan organisasi untuk mengendalikannya, meskipun para perumus strategi selalu saja dapat memanfaatkan analisis yang obyektif, rasional dan sudah baku.

Cost

advantage:

Menghasilkan

layanan dg manfaat yg lebih dibandingkan kompetitor, dg biaya lebih rendah

Differentiation
Layanan

advantage:

yg memberikan value terbaik bagi penggunanya, sekaligus keuntungan yg maksimal bagi RS

Diharapkan RS akan menjadi: Produktif Akuntabel Bermutu


Harus dipikirkan sbb: Keunggulan kompetitif Pendapatan Insentif

Rantai Nilai di RS ( Porter dlm Swayne et.al; Strategic Management of Health Care Organization, 2006 Pra pelayanan/ Konsumsi produk: promosi, preventif Proses pelayanan/ Konsumsi produk Pasca pelayanan/ Konsumsi produk Nilai yg didapat oleh pasien

Aktifitas pelayanan Aktifitas pendukung

Budaya Organisasi Asumsi bersama, Nilai-nilai bersama Struktur Organisasi Fungsi, Devisi, Matriks Sumber Daya Strategis Keuangan, SDM, Informasi Teknologi, dll

Cakupan pelayanan klinik di RS

Pra Pelayanan Pelayanan perparkiran, registrasi (datang langsung, via telp), riset pemasaran, dsb

Proses Pelayanan poliklinik, day care, pelayanan RI spesialistik, dan sub spesialistik, pelayanan penunjang medis

Pasca Pelayanan Billing pasien, evaluasi efektifitas pengobatan, follow up pasien dg tlp ke rumah pasien

SDM
Peralatan

Sumber

daya keuangan Manajemen Ciri khas organisasi yg sulit ditiru pesaing

1)

Ancaman pendatang baru,

yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi, kebijakan pemerintah dan switching cost.

2)

Kekuatan tawar-menawar pemasok,

yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah.

3)

Kekuatan tawar-menawar pembeli,

yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching cost.

4)

Ancaman produk subtitusi,

yang ditentukan oleh harga produk subtitusi, switching cost, dan kualitas produk.

5)

Persaingan di dalam industri,

yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan.

Kekuatan

pesaing Peluang yg diambil pesaing