Anda di halaman 1dari 9

Gastro Enteritis Akut (GEA) oleh karena infeksi

Dokter Muda: I Putu Ananta W. S. (070200 !2") Pe#$i#$in%: dr. A. A. &uli Ga'atri( S). PD

DE*I+ISI Gastro Enteritis disebut juga dengan istilah diare adalah keadaan dimana pasien mengalami buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam !efinisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari " kali per hari #uang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah !iare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba$tiba dan berlangsung kurang dari %4 hari, sedang diare kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari %4 hari !iare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi !ari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi !iare infeksi dapat disebabkan &irus, #akteri, dan 'arasit EPIDEMI,-,GI !iare akut merupakan masalah umum ditemukan diseluruh dunia !i (merika )erikat keluhan diare menempati peringkat ketiga dari daftar keluhan pasien pada ruang praktek dokter, sementara di beberapa rumah sakit di *ndonesia data menunjukkan diare akut karena infeksi terdapat peringkat pertama s/d ke empat pasien de+asa yang datang berobat ke rumah sakit !i negara maju diperkirakan insiden sekitar 0,,$2 episode/orang/tahun sedangkan di negara berkembang lebih dari itu !i -)( dengan penduduk sekitar 200 juta diperkirakan .. juta episode diare akut pada de+asa terjadi setiap tahunnya , /01 memperkirakan ada sekitar 4 miliar kasus diare akut setiap tahun dengan mortalitas "$4 juta pertahun #eberapa faktor epidemiologis penting dipandang untuk mendekati pasien diare akut yang disebabkan oleh infeksi 2akanan atau minuman terkontaminasi, berpergian, penggunaan antibiotik, 0*& positif atau (*!), merupakan petunjuk penting dalam mengidentifikasi pasien beresiko tinggi untuk diare infeksi

PA.,*ISI,-,GI !iare akut infeksi diklasifikasikan secara klinis dan patofisiologis menjadi ( !iare *nflamasi !iare *nflamasi disebabkan in3asi bakteri dan sitotoksin di kolon dengan manifestasi sindroma disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah Gejala klinis yang menyertai keluhan abdomen seperti mulas sampai nyeri seperti kolik, mual, muntah, demam, tenesmus, serta gejala dan tanda dehidrasi mikroskopis didapati sel leukosit polimorfonuklear # !iare non *nflamasi !iare non inflamasi, diare disebabkan oleh enterotoksin yang mengakibatkan diare cair dengan 3olume yang besar tanpa lendir dan darah 4eluhan abdomen biasanya minimal atau tidak ada sama sekali, namun gejala dan tanda dehidrasi cepat timbul, terutama pada kasus yang tidak mendapat cairan pengganti 'ada pemeriksaan tinja secara rutin tidak ditemukan leukosit 2ekanisme terjadinya diare5 !iare 1smotik !iare osmotik terjadi bila ada bahan yang tidak dapat diserap meningkatkan osmolaritas dalam lumen yang menarik air dari plasma sehingga terjadi diare 6ontohnya adalah malabsorbsi karbohidrat akibat defisiensi laktase atau akibat garam magnesium !iare )ekretorik !iare sekretorik bila terjadi gangguan transport elektrolit baik absorbsi yang berkurang ataupun sekresi yang meningkat 0al ini dapat terjadi akibat toksin yang dikeluarkan bakteri misalnya toksin kolera atau pengaruh garam empedu, asam lemak rantai pendek, atau laksantif non osmotik #eberapa hormon intestinal seperti gastrin vasoactive intestinal polypeptide (VIP) juga dapat menyebabkan diare sekretorik !iare Eksudatif !iare eksudatif, inflamasi akan mengakibatkan kerusakan mukosa baik usus halus maupun usus besar *nflamasi dan eksudasi dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau 'ada pemeriksaan tinja rutin secara makroskopis ditemukan lendir dan/atau darah, serta

bersifat non infeksi seperti gluten sensitive enteropathy, inflamatory bowel disease (IBD) atau akibat radiasi !iare gangguan motilitas Gangguan motilitas yang mengakibatkan +aktu tansit usus menjadi lebih cepat 0al ini terjadi pada keadaan tirotoksikosis, sindroma usus iritabel atau diabetes melitus !iare dapat terjadi akibat lebih dari satu mekanisme 'ada infeksi bakteri paling tidak ada dua mekanisme yang bekerja peningkatan sekresi usus dan penurunan absorbsi di usus DIAG+,SIS Manifestasi /linik !iare akut karena infeksi dapat disertai keadaan muntah$muntah dan/atau demam, tenesmus, hematochezia, nyeri perut atau kejang perut !iare yang berlangsung beberapa +aktu tanpa penanggulangan medis yang adekuat dapat menyebabkan kematian karena kekurangan cairan di badan yang mengakibatkan renjatan hipo3olemik atau karena gangguan biokimia+i berupa asidosis metabolik yang lanjut 4arena kehilangan cairan seseorang merasa haus, berat badan berkurang, mata menjadi cekung, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun serta suara menjadi serak 4eluhan dan gejala ini disebabkan deplesi air yang isotonik 4arena kehilangan bikarbonas, perbandingan bikarbonas berkurang, yang mengakibatkan penurunan p0 darah 'enurunan ini akan merangsang pusat pernapasan sehingga frek+ensi nafas lebih cepat dan lebih dalam (kussmaul) 7eaksi ini adalah usaha tubuh untuk mengeluarkan asam karbonas agar p0 dapat naik kembali normal 'ada keadaan asidosis metabolik yang tidak dikompensasi, bikarbonat standard juga rendah, p612 normal dan base e cess sangat negatif Gangguan kardio3askular pada hipo3olemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tanda$tanda denyut nadi yang cepat, tekanan darah menurun sampai tidak terukur 'asien mulai gelisah, muka pucat, ujung$ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis 4arena kehilangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung 'enurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun dan akan timbul anuria #ila keadaan ini tidak segera diatasi akan timbul penyulit berupa nekrosis tubulus ginjal akut, yang berarti pada saat tersebut kita menghadapi gagal ginjal akut

#ila keadaan asidosis metabolik menjadi lebih berat, akan terjadi kepincangan pembagian darah dengan pemusatan yang lebih banyak dalam sirkulasi paru$paru 1bser3asi ini penting karena dapat menyebabkan edema paru pada pasien yang menerima rehidrasi cairan intra3ena tanpa alkali Pe#eriksaan -a$oratoriu# E3aluasi laboratorium pasien tersangka diare infeksi dimulai dari pemeriksaan feses adanya leukosit 4otoran biasanya tidak mengandung leukosit, jika ada itu dianggap sebagai penanda inflamasi kolon baik infeksi maupun non infeksi 4arena netrofil akan berubah, sampel harus diperiksa sesegera mungkin )ensitifitas lekosit feses terhadap inflamasi patogen (!almonella, !higella dan "ampylobacter) yang dideteksi dengan kultur feses ber3ariasi dari 4,8 $ .,8 tergantung dari jenis patogennya 'enanda yang lebih stabil untuk inflamasi intestinal adalah laktoferin 9aktoferin adalah glikoprotein bersalut besi yang dilepaskan netrofil, keberadaannya dalam feses menunjukkan inflamasi kolon 'ositip palsu dapat terjadi pada bayi yang minum ()* 'ada suatu studi, laktoferin feses, dideteksi dengan menggunakan uji agglutinasi lateks yang tersedia secara komersial, sensitifitas :" ; ." 8 dan spesifisitas <% ; %00 8 terhadap pasien dengan !almonella,"ampiloba#ter, atau !higella spp, yang dideteksi dengan biakan kotoran #iakan kotoran harus dilakukan setiap pasien tersangka atau menderita diare inflammasi berdasarkan klinis dan epidemiologis, test lekosit feses atau latoferin positip, atau keduanya 'asien dengan diare berdarah yang nyata harus dilakukan kultur feses untuk E0E6 1%,= 5 0= 'asien dengan diare berat, demam, nyeri abdomen, atau kehilangan cairan harus diperiksa kimia darah, natrium, kalium, klorida, ureum, kreatinin, analisa gas darah dan pemeriksaan darah lengkap 'emeriksaan radiologis seperti sigmoidoskopi, kolonoskopi dan lainnya biasanya tidak membantu untuk e3aluasi diare akut infeksi E>*191G* Etiologi !iare (kut oleh karena *nfeksi #akteri dapat dibagi menjadi a *nfeksi ?on$*n3asif )tafilococcus aureus &ibrio cholera

Escherichia coli 'atogen 6lostridium perfringens #acillus cereus b *nfeksi *n3asif )higella )almonella nontyphoid )almonella typhi 6ampylobacter !ll PE+A.A-A/SA+AA+ a. Pen%%antian 0airan dan Elektrolit (spek paling penting dari terapi diare adalah untuk menjaga hidrasi yang adekuat dan keseimbangan elektrolit selama episode akut *ni dilakukan dengan rehidrasi oral, dimana harus dilakukan pada semua pasien kecuali yang tidak dapat minum atau yang terkena diare hebat yang memerlukan hidrasi inta3ena yang membahayakan ji+a *dealnya, cairan rehidrasi oral harus terdiri dari ",, g ?atrium klorida, dan 2,, g ?atrium bikarbonat, %,, g kalium klorida, dan 20 g glukosa per liter air 6airan seperti itu tersedia secara komersial dalam paket$paket yang mudah disiapkan dengan mencampurkan dengan air @ika sediaan secara komersial tidak ada, cairan rehidrasi oral pengganti dapat dibuat dengan menambahkan A sendok teh garam, A sendok teh baking soda, dan 2 ; 4 sendok makan gula per liter air !ua pisang atau % cangkir jus jeruk diberikan untuk mengganti kalium 'asien harus minum cairan tersebut sebanyak mungkin sejak mereka merasa haus pertama kalinya @ika terapi intra 3ena diperlukan, cairan normotonik seperti cairan saline normal atau laktat 7inger harus diberikan dengan suplementasi kalium sebagaimana panduan kimia darah )tatus hidrasi harus dimonitor dengan baik dengan memperhatikan tanda$tanda 3ital, pernapasan, dan urin, dan penyesuaian infus jika diperlukan 'emberian harus diubah ke cairan rehidrasi oral sesegera mungkin

@umlah cairan yang hendak diberikan sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan 4ehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan memakai cara 5 1D )las#a, dengan memakai rumus 5 4ebutuhan cairan B #! 'lasma ; %,02, C #erat badan (4g) C 4 ml 0,00% Metode Pierce berdasarkan keadaan klinis 5 $ !ehidrasi ringan, kebutuhan cairan ,8 C 4g## $ !ehidrasi sedang, kebutuhan cairan :8 C 4g## $ !ehidrasi berat, kebutuhan cairan %08 C 4g## Metode Daldi'ono berdasarkan keadaan klinis yang diberi penilaian/skor (tabel %)

4ebutuhan cairan B )kor C %08 C 4g## C % liter %, Goldbeger (%.:0) mengemukakan beberapa cara menghitung kebutuhan cairan 5 6ara * 5 $ @ika ada rasa haus dan tidak ada tanda$tanda klinis dehidrasi lainnya, maka kehilangan cairan kira$kira 28 dari berat badan pada +aktu itu

$ #ila disertai mulut kering, oliguri, maka defisit cairan sekitar <8 dari berat badan saat itu $ #ila ada tanda$tanda diatas disertai kelemahan fisik yang jelas, perubahan mental seperti bingung atau delirium, maka defisit cairan sekitar = $%48 atau sekitar ",, ; = liter pada orang de+asa dengan berat badan ,0 4g 6ara ** 5 @ika penderita dapat ditimbang tiap hari, maka kehilangan berat badan 4 4g pada fase akut sama dengan defisit air sebanyak 4 liter 6ara *** 5 !engan menggunakan rumus 5 ?a2 C #/2 B ?a% C #/%, dimana 5 ?a% B 4adar ?atrium plasma normalD #/ % B &olume air badan normal, biasanya <08 dari berat badan untuk pria dan ,08 untuk +anita D ?a2 B 4adar natrium plasma sekarang D #/2 B 3olume air badan sekarang $. Anti 1iotik 'emberian antibotik secara empiris jarang diindikasikan pada diare akut infeksi, karena 408 kasus diare infeksi sembuh kurang dari " hari tanpa pemberian anti biotik 'emberian antibiotik di indikasikan pada 5 'asien dengan gejala dan tanda diare infeksi seperti demam, feses berdarah,, leukosit pada feses, mengurangi ekskresi dan kontaminasi lingkungan, persisten atau penyelamatan ji+a pada diare infeksi, diare pada pelancong, dan pasien immunocompromised 'emberian antibiotik secara empiris dapat dilakukan (tabel 2), tetapi terapi antibiotik spesifik diberikan berdasarkan kultur dan resistensi kuman

2. Anti Diare /elo#)ok antisekresi selektif >erobosan terbaru dalam milenium ini adalah mulai tersedianya secara luas racecadotril yang bermanfaat sekali sebagai penghambat enEim en#ephalinase sehingga enkephalin dapat bekerja kembali secara normal 'erbaikan fungsi akan menormalkan sekresi dari elektrolit sehingga keseimbangan cairan dapat dikembalikan secara normal !i *ndonesia saat ini tersedia di ba+ah nama hidrasec sebagai generasi pertama jenis obat baru anti diare yang dapat pula digunakan lebih aman pada anak /elo#)ok o)iat !alam kelompok ini tergolong kodein fosfat, loperamid 06l serta kombinasi difenoksilat dan atropin sulfat (lomotil) 'enggunaan kodein adalah %,$<0mg "F sehari, loperamid 2 ; 4 mg/ " ; 4F sehari dan lomotil ,mg " ; 4 F sehari Efek kelompok obat tersebut meliputi penghambatan propulsi, peningkatan absorbsi cairan sehingga dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frek+ensi diare #ila diberikan dengan cara yang benar obat ini cukup aman dan dapat mengurangi frek+ensi defekasi sampai :08 #ila diare akut dengan gejala demam dan sindrom disentri obat ini tidak dianjurkan /elo#)ok a$sor$ent (rang aktif, attapulgit aktif, bismut subsalisilat, pektin, kaolin, atau smektit diberikan atas dasar argumentasi bah+a Eat ini dapat menyeap bahan infeksius

atau toksin$toksin 2elalui efek tersebut maka sel mukosa usus terhindar kontak langsung dengan Eat$Eat yang dapat merangsang sekresi elektrolit 3at 4idrofilik Ekstrak tumbuh$tumbuhan yang berasal dari Plantago oveta, Psyllium, $araya (!trerculia), Ispraghulla, "optidis dan "atechu dapat membentuk kolloid dengan cairan dalam lumen usus dan akan mengurangi frek+ensi dan konsistensi feses tetapi tidak dapat mengurangi kehilangan cairan dan elektrolit 'emakaiannya adalah ,$%0 cc/ 2F sehari dilarutkan dalam air atau diberikan dalam bentuk kapsul atau tablet Pro$iotik 4elompok probiotik yang terdiri dari %actobacillus dan Bifidobacteria atau !accharomyces boulardii, bila mengalami peningkatan jumlahnya di saluran cerna akan memiliki efek yang positif karena berkompetisi untuk nutrisi dan reseptor saluran cerna )yarat penggunaan dan keberhasilan mengurangi/menghilangkan diare harus diberikan dalam jumlah yang adekuat