Anda di halaman 1dari 29

1. Apakah defenisi dari Taaruf ?

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap
muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan
penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk
mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal
menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah
taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling
mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat
berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh asulullah S!"
bagi pasangan yang ingin nikah. #erbedaan hakiki antara pacaran dengan ta$aruf adalah dari
segi tujuan dan manfaat. %ika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, &ina, dan
maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
2. Apakah Perbedaan Pacaran dan Taaruf ?
'alam pacaran, mengenal dan mengetahui hal(hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan
cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. )barat seorang yang ingin
membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau
mengelus motor itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin
atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan
motor itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir motor yang ahli memeriksa mesin, sistem
kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok,
maka barulah dia melakukan tawar(menawar. *etika melakukan taaruf, seseorang baik pihak
pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan
buruk dan baik, sifat dan lainnya. *edua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya.
*arena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. +amun secara teknis, untuk melakukan
pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi motor itu sendiri.
3. Ada Suatu Pertanyaan Seperti ini ?
a. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat ,wanita- yang hendak dinikahi dengan
tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing(masing.
/0 12 34 56 72 82 /4 96 :4;6 <454 /0 => ?> @A4 B6 C4 ..
D*atakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan
mereka hingga firman(+ya( 'an katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka
menjaga pandangan serta kemaluan mereka .E
'alam Shahih Fuslim dari %abir bin !bdillah radhiyallahu Ganhuma dia berkataH
I4 74 A4 B4 J6 7> K6 L HM4 @N484 OP > Q4R6 :4S6L 7> 96 T4 /6 U4 V4 W0X4 54 Y> Z6 W4U4 [2 L \0 WK4 [> L M4 ]6 X2 ?4 ^2 S6Q4X4
D!ku bertanya kepada asulullah Shallallahu Galaihi wa sallam tentang pandangan yg tiba(
tiba . mk beliau bersabdaH G#alingkan pandanganmu$.E
!dapun suara dan ucapan wanita pada asal bukanlah aurat yg terlarang. +amun tidak boleh
bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tdk boleh
melembutkan suara. 'emikian juga dengan isi pembicaraan tidak boleh berupa perkara(
perkara yg membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. *arena bila demikian maka
suara dan ucapan menjadi aurat dan fitnah yg terlarang. !llah Subhanahu wa Ta$ala
berfirmanH
@8_ 56 72 `6 a4 b_ ]6 c4 /4 W6c254 de 74 a4 Y> f>W6c4 g8> hi> S0L j4 k4 l6 Z484 M> ]6 N4S 6@B> /4 `6 m4 n6 o4 p4 84
DFaka janganlah kalian berbicara dgn suara yg lembut sehingga lelaki yg memiliki penyakit
dlm kalbu menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yg ma$ruf / baik .E
!dalah para wanita datang menemui asulullah Shallallahu Galaihi wa sallam dan di sekitar
beliau hadir para shahabat lalu wanita itu berbicara kepada asulullah Shallallahu Galaihi wa
sallam menyampaikan kepentingan dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tdk
berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.
4. Proses Taaruf
qalu bagaimana proses taaruf yang syar$i sehingga menuju pernikahan yang barokah.

rang pertama yaitu tidak boleh menunggu, misalnya jarak antara taaruf dengan pernikahan
selama satu tahun. Si akhawat diminta menunggu selama satu tahun karena ikhwannya harus
bekerja terlebih dahulu atau harus menyelesaikan kuliah dulu. sal ini jelas mend&olimi
akhwat karena harus menunggu, dan juga apa ada jaminan bahwa saat proses menunggu itu
tidak ada setan yang mengganggu..

rang kedua adalah tidak boleh malu(malu, jadi kalau memang sudah siap untuk menikah
sebaiknya segera untuk mengajukan diri untuk bertaaruf. !pabila malu(malu maka proses
Ta$aruf akan tidak terjadi atau tidak akan lancar dalam prosesnya, nah jadi repot sendiri kita.

*emudian yang ketiga dapat melalui jalur mana saja. Faksudnya adalah kita bisa meminta
bantuan siapa saja untuk mencarikan calon pendamping kita, mulai dari orang tua, murobbi,
saudara, kawan atau orang(orang yang dapat kita percaya.
ttika selama bertaaruf yaitu jangan terburu(buru menjatuhkan cinta. Fisalnya ketika kita
mendapatkan satu biodata calon pasangan tanpa mengenal lebih dalam, tiba(tiba sudah yakin
dengan pilihan itu. !langkah baiknya jika mengenal lebih dalam mulai dari kepribadian,
fisik, dan juga latar belakang keluarganya, sehingga nanti tidak seperti membeli kucing dalam
karung. !kan tetapi tidak terburu(buru dalam menjatuhkan cita itu juga tidak boleh terlalu
lama dan bertele(tele. Sebaiknya menanyakan hal yang penting dan to the point. sal ini juga
untuk menghindari godaan setan yang lebih dahsyat lagi.

#roses taaruf dikatakan selesai jika sudah mendapatan tiga hal yaitu
u. Tentang budaya keluarga,
v. proyeksi masa depan dan
w. xisi hidup dari masing masing.
+ah jika ketiga hal ini sudak didapatkan maka proses taaruf selesai, dan berlanjut ke tingkat
berikutnya apakan dilanjutkan atau tidak. %ika iya maka segera untuk ditindak lajuti bersama
dengan pihak keluarga kedua belah pihak kalau istilah jawanya Drembug tuwoE. 'an ingat
pada saat proses menunggu datangnya hari bahagia itu godaan setan akan bertumpuk(tumpuk,
akan ada saja yang menggoda kita melalui berbagai macam hal. %adi untuk menghindari itu
perbanyak d&ikir mengingat !llah, dan memperbaiki hubungan dengan !llah. *arena dengan
itu maka !llah akan senantiasa melindungi hati kita, pikiran kita dan tindakan kita dari hal(
hal yang dilarang.
5. Kesipu!an
'engan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam )slam
untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Fenjadi jelas pula bahwa tidak boleh
mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi
istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. *arena
saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang
mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. 'emikian pula halnya
berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya
dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing(masing, karena perbuatan seperti ini
juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah.

"allahul musta$an

,!llah(lah tempat meminta pertolongan-.
!dapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar
adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang
mengenalnya, baik tentang biografi ,riwayat hidup-, karakter, sifat, atau hal lainnya yang
dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta
keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau
yang lainnya. 'an pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif
mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam
kategori ghibah yang tercela. sal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari
ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. 'emikian pula sebaliknya dengan pihak
wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya,
dapat menempuh cara yang sama.
'alil yang menunjukkan hal ini adalah hadits yathimah bintu zais ketika dilamar oleh
Fu$awiyah bin !bi Sufyan dan !bu %ahm, lalu dia minta nasehat kepada asulullah
Shallallahu Galaihi wa sallam maka beliau bersabdaH
D!dapun !bu %ahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari
pundaknya . !dapun Fu$awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta.
Fenikahlah dengan {samah bin |aid.E ,s. Fuslim-
#ara ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang
dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. !kan tetapi tentunya tanpa khalwat dan
dari balik hijab.

!sy(Syaikh )bnu {tsaimin dalam !sy(Syarhul Fumti$ ,uw}(uv~/ cetakan 'arul !tsar-
berkataH DBolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat
tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut.
%ika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan
menjauh dari fitnah.E
#erkara ini diistilahkan dengan ta$aruf. !dapun terkait dengan hal(hal yang lebih spesifik
yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan na&hor, yaitu melihat
wanita yang hendak dilamar. +a&hor memiliki aturan(aturan dan persyaratan(persyaratan
yang membutuhkan pembahasan khusus .

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap
muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan
penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk
mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal
menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah (
taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling
mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat
berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh asulullah S!"
bagi pasangan yang ingin nikah. #erbedaan hakiki antara pacaran dengan ta$aruf adalah dari
segi tujuan dan manfaat. %ika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, &ina, dan
maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
Perbedaan taaruf den"an pacaran
'alam pacaran, mengenal dan mengetahui hal(hal tertentu calon pasangan dilakukan
dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. )barat seorang
yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang
atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan
mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan
kelebihan mobil itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem
kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok,
maka barulah dia melakukan tawar(menawar. *etika melakukan taaruf, seseorang baik pihak
pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan
buruk dan baik, sifat dan lainnya. *edua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya.
*arena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. +amun secara teknis, untuk melakukan
pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri.
Proses taaruf
'alam upaya ta$aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan
apa saja yang kira(kira terkait dengan kepentingan masing(masing nanti selama mengarungi
kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh
dilakukan cuma berdua saja. sarus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau
keluarganya. %adi, taaruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang
bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.
Tu#uan taaruf
Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap
calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global,
melainkan juga termasuk hal(hal kecil yang menurut masing(masing pihak cukup penting.
Fisalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya
dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi(curi pandang atau ngintip fotonya.
%ustru )slam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya
secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau xideo.
*arena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk
dilihat. *husus dalam kasus taaruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik(
melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. #eriksalah apakah ada jerawat
numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan
calon istrinya. %uga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. *arena telapak
tangan wanita bukanlah termasuk aurat.
$anfaat Taaruf
Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan
sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain(lainnya. sanya semua itu harus
dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat )slam. Finimal harus ditemani
orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan
untuk pergi jalan(jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge(date dan seterusnya dengan
menggunakan alasan taaruf. %anganlah ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi
khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami(istri ini.
SEMOGA BERMANFAATnote H semua kembali pada indixidu mana yang mau di pilih , mau
taaruf atau melalui proses pacaran... yang terpenting niatnya baik dan tulus, bisa
mempertanggungjawabkan jalan apa yang di pilihnya kepada !qq!s dan tidak melanggar
norma norma.
%&K&$ PA'A(A) $*)&(&T +S,A$ -pen#e!asan
en"enai sebab diharakannya pacaran.
#osted on %une u~, v}uu by Situs islamH www.almanhaj.or.id , www.alsofwah.or.id ,
www.muslim.or.id
)stilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak
sama buat setiap orang. 'an sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. *arena itu kami
tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.

). Tujuan #acaran

!da beragam tujuan orang berpacaran. !da yang sekedar iseng, atau mencari teman bicara,
atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. 'an bahkan ada juga yang memang
menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang
pernikahan.

+amun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. Banyak
diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari
sisi kedewasaan, usia, kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah
tangga, mereka sangat belum siap.

Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa penjajakan,
media perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua itu
dilakukan karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. 'engan tujuan itu,
sebagian norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. #aling tidak dengan cara
membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. Faka istilah apel
malam minggu menjadi fenomena yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang
normal.

)). !pa rang 'ilakukan Saat #acaran .

qepas dari tujuan, secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal(hal yang diluar
dugaan. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan
mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada lexel yang sangat jauh. Bukan sekedar
kencan, jalan(jalan dan berduaan, tetapi data menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota
tubuh dan bersetubuh secara langsung sudah merupakan hal yang biasa terjadi.

Sehingga kita juga sering mendengar istilah Dchek(inE, yang awalnya adalah istilah dalam
dunia perhotelan untuk menginap. +amun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali
berfungsi sebagai tempat untuk ber&ina pasangan pelajar dan mahasiswa, juga pasanga(
pasangan tidak syah lainnya. Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan
tersendiri buat beberapa hotel dengan memberi kesempatan chek(in secara short time, yaitu
kamar yang disewakan secara jam(jaman untuk ruangan ber&ina bagi para pasangan di luar
nikah.

#ihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang melakukan
chek(in itu suami istri atau bulan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.

Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga sering
dilakukan di dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. Faka
para pelajar dan mahasiswa bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di
dalam rumah mereka sendiri tanpa kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota
keluarga lainnya.

'ata menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh pasangan
mahasiswa dan orang dewasa, namun anak(anak pelajar menengah atas ,SqT!- dan
menengah pertama ,SqT#- juga terbiasa melakukannya. #ola budaya yang permisif ,serba
boleh- telah menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan ber&ina. 'an
terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah` dan aborsi ilegal.

yakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. Faka jelaslah bahwa
praktek pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku &ina yang oleh sistem
hukum di negeri ini sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan
penjajah, &ina adalah hak asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang
ber&ina, tidak bisa dituntut secara hukum. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman
dari !llah berupa !)'S, para pelakunya justru akan diberi simpati.

))). #acaran 'alam #andangan )slam

a. )slam Fengakui asa inta

)slam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. *etika seseorang memiliki
rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah rang *uasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita
,lawan jenis- dan lain(lainnya.

`'ijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa(apa yang diingini, yaituH wanita(wanita,
anak(anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang(binatang ternak
dan sawah ladang. )tulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi !llah(lah tempat kembali
yang baik .`,zS. !li )mran Hu-.

*husus kepada wanita, )slam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan
perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah
penuh dengan tanggung(jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi
kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

asulullah S!" bersabda,`rang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling
baik terhadap pasangannya ,istrinya-. 'an aku adalah orang yang paling baik terhadap
istriku`.

b. inta *epada qain %enis sanya !da 'alam "ujud )katan yormal

+amun dalam konsep )slam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di
antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan
sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.

Sebab cinta dalam pandangan )slam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin
sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. !tau janji muluk(muluk
lewat SFS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan
tanggung(jawab yang disaksikan oleh orang banyak.

Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan
kepada ayah kandung wanita itu. Faka seorang laki(laki yang bertanggung(jawab akan
berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi
pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan
`pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas
bahunya.

'engan ikatan itu, jadilah seorang laki(laki itu `laki(laki sejati`. *arena dia telah menjadi
suami dari seorang wanita. 'an hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang
laki(laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki(laki iseng tanpa nyali.
Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi Dthe real manE.

'alam )slam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak(
kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks.
Sedangkan di luar nikah, )slam tidak pernah membenarkan semua itu. !khla ini sebenarnya
bukan hanya monopoli agama )slam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan
per&inaan. !palagi agama *risten yang dulunya adalah agama )slam juga, namun karena
terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah
terdengar kejelasan agama ini mengharamkan &ina dan perbuatan yang menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang )slam yang melakukan praktek
pacaran dengan pegang(pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah
terlalu jauh dari agama. *arena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat )slam yang
nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang
benar(benar telah dilanda degradasi agama.

Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini.
Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda(pemudi )slam,
tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral
ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. #acaran Bukan inta

Felihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit
untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain.
Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan
bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SFS, chatting
dan diteruskan dengan janji bertemu langsung.

Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah
kencan dan bersenang(senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui.
%uga tidak ada ikatan tanggung(jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang
kesetiaan dan seterusnya.

#adahal cinta itu adalah memiliki, tanggung(jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan.
'alam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa
pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

d. #acaran Bukanlah #enjajakan / #erkenalan

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan,
atau perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan
yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya
atas data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

'alam format mencari pasangan hidup, )slam telah memberikan panduan yang jelas tentang
apa saja yang perlu diperhitungkan. Fisalnya sabda asulullah S!" tentang kriteria yang
terkenal itu.

'ari !bi surairah ra bahwa asulullah S!" berdabda,`"anita itu dinikahi karena hal H u
hartanya, v keturunannya, w kecantikannya dan agamanya. Faka perhatikanlah
agamanya kamu akan selamat. ,s. Bukhari *itabun +ikah Bab !l(!kfa` fiddin nomor
}}, Fuslim *itabur(adha` Bab )stihbabu +ikah &atid(diin nomor vu-

Selain keempat kriteria itu, )slam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup
untuk mengetahui hal(hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh
yang bersangkutan. Faka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi
sangat penting.

)nilah proses yang dikenal dalam )slam sebagai ta`aruf. %auh lebih bermanfaat dan objektif
ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah
menampilkan sisi(sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang
terbaik, bermake(up, berparfum dan mencari tempat(tempat yang indah dalam kencan.
#adahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.

)stri tidak selalu dalam kondisi bermake(up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih
sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak(acakan. Bahkan
rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat(tempat indah mereka dulu kunjungi
sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari(hari biasa yang kondisinya jauh
dari suasana romantis saat pacaran.

Faka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari(
hari mereka. 'engan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya
bisa dikatakan sebuah penyesatan dan pengelabuhan.

'an tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera
mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. #adahal mereka pacaran
bertahun(tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. #acaran bukanlah
perkenalan melainkan ajang kencan saja.
Diperbolehkan melakukan taaruf terhadap orang yang dikhitbah dalam dua hal saja:
1. dengan mempertemukan perempuan untuk meyakinkan orang yang mengkhitbah
dengan meilhatnya dan mengkabarkan sifat-sifatnya. sebagaiman dalam sebuah hadist
yang di riwayatkan oleh anas
H = + ~ ~ +-= - ~~
+- , == ~~= -= = +- ` - .- `~ H uuw/w . =` H uu}/ )(
-gigi yang terlihat diantara mulut yaitu gigi yang berada diantara gigi-gigi dan geraham
=
yaitu untuk mengetahui bau mulut
- urat syaraf yang tebal yang mengelilingi tumit =
yaitu untuk melihat keindahan dua kakinya
demikian pula hal dengan perempuan untuk melakukan hal yang serupa yaitu melihat orang
yang mengkhitbahnya
. melihat se!ara langsung untuk melihat ke!antikan dan kesuburannya yaitu dengan
melihat wajahnya" telapak tangan dan tinggi badan maka wajah menunjukan ke!antikannya
telapak tangan menunjukan keseburan dan kekurusannya.
sebagaimana syariat telah memeperbolehkan tentang bolehnya laki-laki melihat wanita yang
mau di khitbahnya.
= H ~ -== ~= ~ ' _=- =-- +- -~- +=
.- = H --== -= -- '-=- + -= -- +- ~ += +-=- , - ~~= ~~
= -` == = - .- `~ H uuv/w ( uuw ).
~~ = ~~= H H ~ -== ~= ` _-= =-- +- ~
~ =-- + -= = - ` - , - ~~= ~- ~~= - . =` H uu}/ ).
fi#hul islamy wa adillatuhu" wahbah $uhaili %&-' darrul fikr
Khitbah : Pinangan dalam Hukum Islam
I. Pengantar
Dalam UU Perkawinan sama sekali tidak membicarakan peminangan. Hal ini
mungkin disebabkan peminangan itu tidak mempunyai hubungan yang mengikat dengan
perkawinan. KH mengatur peminangan itu dalam pasal 1, 11, 12, dan 13. keseluruhan
pasal yang mengatur peminangan ini keseluruhannya berasal dari fqh madzhab, terutama
madzhab Syafi'ie. Namun hal-hal yang dibicarakan dalam kitab-kitab fiqh tentang
peminangan seperti hukum perkawinan yang di lakukan setelah berlangsungnya
peminangan yang tidak menurut ketentuan, tidak diatur dalam KH .
Kami akan menjelaskan pengertian pinangan, hukum peminagan , Syarat-Syarat
Khitbah, Pembatalan Tali Pertunangan , akibat hukum pinangan.
II. Pembahasan
A. Pengertian Khitbah
Pinangan (meminang/melamar) atau khitbah dalam bahasa Arab, merupakan pintu
gerbang menuju pernikahan. Khitbah menurut bahasa, adat dan syara, bukanlah
perkawinan. a hanya merupakan mukaddimah (pendahuluan) bagi perkawinan dan
pengantar kesana. Khitbah merupakan proses meminta persetujuan pihak wanita untuk
menjadi istri kepada pihak lelaki atau permohonan laki-laki terhadap wanita untuk dijadikan
bakal/calon istri.
Seluruh kitab/kamus membedakan antara kata-kata khitbah (melamar) dan zawaj
(kawin/menikah), adat/kebiasaan juga membedakan antara lelaki yang sudah meminang
(bertunangan) dengan yang sudah menikah dan syariat pun membedakan secara jelas
antara kedua istilah tersebut. Karena itu, khitbah tidak lebih dari sekedar mengumumkan
keinginan untuk menikah dengan wanita tertentu, sedangkan zawaj (pernikahan) merupakan
aqad yang mengikat dan perjanjian yang kuat yang mempunyai batas-batas, syarat-syarat,
hak-hak, dan akibat-akibat tertentu.
Pinangan yang kemudian berlanjut dangan pertunangan yang kita temukan dalam
masyarakat saat ini hanyalah merupakan budaya atau tradisi saja yang intinya adalah
khitbah itu sendiri, walaupun disertai dengan ritual-ritual seperti tukar cincin, selamatan dll.
Ada satu hal penting yang perlu kita catat, anggapan masyarakat bahwa pertunangan itu
adalah tanda pasti menuju pernikahan, hingga mereka mengira dengan melaksanakan ritual
itu, mereka sudah menjadi mahram, adalah keliru. Pertunangan (khitbah) belum tentu
berakhir dengan pernikahan. leh karenanya baik pihak laki-laki maupun wanita harus tetap
menjaga batasan-batasan yang telah ditentukan oleh syariat.
Namun asa khitbah bukan lagi saat untuk memilih. engkhitbah sudah jadi
komitmen untuk meneruskannya ke jenjang pernikahan. adi shalat istiharah sebaiknya
dilakukan sebelum khitbah. Khitbah dilaksanakan saat keyakinan sudah bulat, masing-
masing keluarga juga sudah saling mengenal dan dekat, sehingga peluang untuk dibatalkan
akan sangat kecil, kecuali ada takdir Allah yang menghendaki lain.
Khitbah, meski bagaimanapun dilakukan berbagai upacara, hal itu tak lebih hanya
untuk menguatkan dan memantapkannya saja. Dan khitbah bagaimanapun keadaannya
tidak akan dapat memberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanya dapat
menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits
-`~ = ~ - -`~ = - -`~ = ~ - ~ ~ - - - +
-- - = ~ - ` = -- ` -- . = = ` - = = - -= = = ` '~ - ~ ` = + -=
'- - +
Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rosulullah saw bersabda "Tidak boleh salah seorang
diantara kamu meminang pinangan saudaranya" (Muttaa! "alaih#
Karena itu, yang penting dan harus diperhatikan di sini bahwa wanita yang telah
dipinang atau dilamar tetap merupakan orang asing (bukan mahram) bagi si pelamar
sehingga terselenggara perkawinan (akad nikah) dengannya. Tidak boleh si wanita diajak
hidup serumah (rumah tangga) kecuali setelah dilaksanakan akad nikah yang benar
menurut syara, dan rukun asasi dalam akad ini ialah ijab dan kabul. Selama akad nikah -
dengan ijab dan kabul - ini belum terlaksana, maka perkawinan itu belum terwujud dan
belum terjadi, baik menurut adat, syara, maupun undang-undang. anita tunangannya
tetap sebagai orang asing bagi si peminang (pelamar) yang tidak halal bagi mereka untuk
berduaan.
Hukum Tukar Cincin
*ategoriH yih dan Fuamalah
uw *omentar // 'esember v}uu
Bismillah Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nai kita Muhammad, kelua!"a dan
sahaatn#a$
yenomena tukar cincin sudah biasa kita saksikan di saat(saat pernikahan, saat tunangan atau
lamaran. +amun sebagian besar yang melakukan ceremonial tersebut tidak mengetahui
bagaiamana )slam menghukumi hal ini. Barangkali pula mereka tidak mengetahui apa hukum
mengenakan emas bagi pria. Bahkan ada ulama yang menyatakan bahwa tukar cincin bisa
mengandung keyakinan syirik. !gar menghilangkan penasaran !nda, simak dalam tulisan
berikut ini.
/en"arkan Sabda )abiu shallallahu alaihi wa sallam
%ai ikhwah ketahuilah bahwa emas berupa gelang, cincin dan galung haram bagi seorang
pria.
Tentu saja kita mengatakan haram bukan hanya asal(asalan. +amun tentu ada dalilnya. 'an
kita diperintahkan untuk taat pada asul shallallahu &alaihi wa sallam jika lisan beliau
melarang sesuatu. 'alilnya adalah hadits berikut ini,
> @T4>> 72 <7> ;4 S6L54 2 =4 i0 SL 0 > C2 M4 @c4 V4 W0X4 54 Y> Z6 W4U4 [02 L \W0K4 [0> L M4 ]X2 ?4 0 C4 \X4 ]a2 gB>C4 /6 U4
@=4 ?> ]2 2 \W4U4 4 7 2 54 g>a0 C2
D'ari !bu Fusa, asulullah shallallahu &alaihi wa sallam bersabda, GEmas dan sut!a
dihalalkan a"i pa!a wanita da!i ummatku, namun diha!amkan a"i pa!a p!ia'.E ,s. !n
+asai no. u dan !hmad /w~v. Syaikh !l !lbani mengatakan bahwa hadits ini shahih-.
)ni dalil umum mengenai larangan perhiasan emas bagi pria.
Sedangkan mengenai larangan secara khusus mengenai cincin emas sendiri terjadi ijma$
,kesepakatan- para ulama dalam hal ini akan haramnya. sal ini berdasarkan hadits riwayat !l
Bukhari dan selainnya,
> =4 i0 SL V> o4@4 /6 U4 \14 T4
DNai shallallahu &alaihi wa sallam mela!an" cincin emas (a"i laki)laki*E. ,s. Bukhari
no. w dan Fuslim no. v}~-. Sudah dimaklumi bahwa asal larangan adalah haram.
Selain itu, asulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertemu seorang lelaki yang
memakai cincin emas di tangannya. Beliau mencabut cincin tersebut lalu melemparnya,
kemudian bersabda,
> > <4 \8> @14 W2`4 R6 Z484 ? @T4 /6 a> P 74 k6 34 \S4> V6 2 2 4 C4 2 k> `6 <4
DSeseo!an" da!i kalian telah sen"a+a men"amil a!a api ne!aka den"an meletakkan
(cincin emas semacam itu* di tan"ann#a$E qalu ada yang mengatakan lelaki tadi setelah
asulullah shallallahu &alaihi wa sallam pergi, DAmillah dan manfaatkanlah cincin
te!seut$E )a berkata, DTidak, demi !llah. Saya tidak akan mengambil cincin itu lagi
selamanya karena asulullah shallallahu &alaihi wa sallam telah membuangnya.E ,s.
Fuslim no. v}~}, dari hadits G!bdullah bin G!bbas-.
)mam +awawi !ahimahullah ketika menjelaskan hadits ini berkata, DSeandainya si pemilik
emas tadi mengambil emas itu lagi, tidaklah haram baginya. )a boleh memanfaatkannya
untuk dijual dan tindakan yang lain. !kan tetapi, ia bersikap wa!o' ,hati(hati- untuk
mengambilnya, padahal ia bisa saja menyedekahkan emas tadi kepada yang membutuhkan
karena +abi shallallahu &alaihi wa sallam tidaklah melarang seluruh pemanfaatan emas.
rang beliau larang adalah emas tersebut dikenakan. +amun untuk pemanfaatan lainnya,
dibolehkan.E ,S#a!h Shahih Muslim, uH -
)mam +awawi !ahimahullah berkata dalam S#a!h Shahih Muslim ,uH wv-, Dtmas itu haram
bagi laki(laki berdasarkan ijma$ ,kesepakatan- para ulama.E 'alam kitab yang sama ,uH -,
)mam +awawi juga berkata, D#ara ulama kaum muslimin sepakat bahwa cincin emas halal
bagi wanita. Sebaliknya mereka juga sepakat bahwa cincin emas haram bagi pria.E
Bagaimana cincin emas bagi wanita. Sudah dijelaskan dalam dalil di atas akan kebolehannya
bagi wanita. 'alam !l Fajmu$, )mam +awawi !ahimahullah berkata, D'ibolehkan bagi para
wanita yang telah menikah dan selainnya untuk mengenakan cincin perak sebagaimana
dibolehkan cincin emas bagi mereka. sal ini termasuk perkara yang disepakati oleh para
ulama dan tidak ada khilaf di dalamnya.E ,Al Ma+mu', H -
!pa hukum pria gunakan logam mulia lain selain emas. #erlu diketahui bahwa menggunakan
perak tidaklah masalah bagi pria, bahkan hal ini disepakati ,menjadi ijma$- para ulama ,qihat
Al Mawsu'ah Al Fi,hi##ah, wvH u-. rang jadi rujukan mereka adalah hadits dari !nas bin
Falik !adhi#allahu &anhu, ia berkata,
4 52 74 N6 <4 b4 V6 12 T0> Y2 S4 4 ZN> 84 4 26 <4 6 C4 4 L?4 C4 56 C4 @B_@4> VWX5 YZWU [L \WK \ f>0SL 4 44
Y> > @Z4B4 \S4> 72 92 T6 C4 \TQ44 . [0> L M2 ]X2 ?4 e k0 ;4 a2 Y2 2 N6 T4 m0 8> /6 a> @k_ o4@4 i4 n4 o0@84 . @a_ ]2n6 a4 b0 > @B_@4>
> > <4 \8>
DNai shallallahu &alaihi wa sallam pe!nah menulis atau in"in menulis$ Ada #an"
men"atakan padan#a, me!eka tidak memaca kita kecuali dicap$ -emudian eliau
men"amil cincin da!i pe!ak #an" te!uki! nama &Muhammad Rasulullah'$ Seakan)akan sa#a
melihat putihn#a tan"an eliau.E ,s. Bukhari no. dan Fuslim no. v}~v-. 'alam Al
Munta,a S#a!h Muwatha' ,vH ~}-, disebutkan bahwa perak bagi pria dibolehkan dalam tiga
penggunaan, yaitu pedang, cincin dan mushaf.
Sedangkan untuk logam lainnya, tidaklah masalah bagi pria. Syaikh 'r. Shalih !l yau&an
guru kami( berkata, Dqelaki diharamkan memakai cincin emas. Sedangkan cincin perak, atau
logam semacamnya, walaupun sama(sama logam mulia, hukumnya boleh memakainya
karena yang diharamkan adalah emas. 'an tidak boleh pula memakai cincin dari campuran
emas, tidak boleh memakai kacamata, pena, jam tangan yang ada campuran emas(nya.
)ntinya, lelaki tidak diperbolehkan berhias dengan emas secara mutlak.E ,Munta,a Fatawa Al
Fau.an, jilid fatwa no. }-
Pandan"an &!aa $en"enai %uku Tukar 'incin
%ika tukar cincin dengan emas, maka masalahnya adalah cincin emas haram bagi pria, tidak
bagi wanita. %ika ada yang bertukar cincin dengan logam selain emas ,walau jarang
ditemukan-, apa tidak masalah. %awabannya, tetap bermasalah dan dikritik oleh para ulama.
Syaikh Sholeh !l Funajjid hafi.hohullah dalam website !l )slam Sual wal %awab berkata,
Dincin kawin bukanlah tradisi kaum muslimin. %ika diyakini cincin kawin tersebut punya
sebab yang dapat mengikat ikatan cinta antara suami istri, dan jika cincin tersebut dilepas
dapat mengganggu hubungan keduanya, maka hal ini bisa dinyatakan S0+(+K dan masuk
dalam keyakinan jahiliyah. 'itambah lagi bahwa emas itu haram bagi pria, maka cincin
kawin tidaklah diperbolehkan sama sekali. *ami dapat rinci alasannyaH
1. (arena !in!in kawin tidak ada kebaikan sama sekali dan hanya merupakan tradisi
yang diimpor oleh kaum muslimin dari orang kafir.
. )ika yang mengenakan !in!in kawin tersebut menganggap bahwa !in!in itu bisa
berpengaruh dalam langgengnya pernikahan" maka hal ini bisa masuk dalam
kesyirikan (karena menyandarkan sebab pada sesuatu yang bukan sebab sama
sekali" pen). Laa hawla quwwat illa billah" tidak ada daya dan upaya untuk berlindung
dari kesyirikan ke!uali dengan pertolongan *llah. Demikian faedah yang kami
peroleh dari fatwa +yaikh +halih *l ,au$an.- (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no.
21441)
Syaikh Fuhammad bin Shalih !l G{tsaimin !ahimahullah ditanya mengenai hukum cincin
pernikahan. Beliau !ahimahullah menjawab, Dincin nikah yang biasa digunakan adalah
emas. #adahal emas sama sekali tidak punya pengaruh bagi yang mengenakannya. Sebagian
orang yang mengenai cincin pernikahan ini terkadang membuat ukiran di emas tersebut dan
diserahkan pada istrinya. Begitu pula si istri diukir namanya di cincin dan akan diberi pada
suaminya. *eyakinan mereka adalah bahwa tukar cincin semacam ini akan lebih merekat
ikatan cinta di antara pasutri. 'alam kondisi seperti ini, cincin pernikahan bisa jadi hara
karena cincin menjadi sandaran hati padahal tidak disetujui secara syar$i maupun terbukti dari
segi keilmiahan. Begitu pula tidak boleh menggunakan cincin nikah yang dikenakan oleh
pasangan yang baru dilamar. *arena jika belum ada akad nikah, si wanita belumlah menjadi
istri dan belumlah halal. "anita tersebut bisa halal bagi si pria jika benar(benar telah terjadi
akad.E ,Al Fatawa Al /ami'ah lil Ma!)ah Al Muslimah, wH ~u(~u-
Sifat Seoran" $us!i1 $enden"ar dan Patuh2 Samina wa Athana
!llah Ta'ala berfirman,
@4` 6 4 C454 @4`6 k> X4 L]S2]N2<4 6 C4 V6 12 4Z6 B4 V4 2 ;6 Z4S> Y> S>]X2 ?4 54 [0> L \S4> L]U2 2 L4 > /4 Z>a> 6 k2 S6L M4 ]6 c4 4 @4 @k4 T0>
4 ];2 W>:6 k2 S6L V2 =2 4 >S45C254
DSesun""uhn#a +awaan o!an)o!an" mukmin, ila me!eka dipan""il kepada Allah dan !asul)
N#a a"a! !asul men"hukum (men"adili* di anta!a me!eka ialah ucapan$ 0-ami menden"a!,
dan kami patuh1$ 2an me!eka itulah o!an")o!an" #an" e!untun".E ,zS. !n +uurH u-.
)nilah sifat orang muslim dan beriman. Bukan hanya firman !llah yang ia ikuti, namun juga
kata asulnya shallallahu &alaihi wa sallam.
#erhatikan dan renungkan pula ayat(ayat berikut ini.
/4 <7> 8> @4 S6L ;> <2 b4 [04 L 0 >84 L]6 S0]4 o4 6 >84 M4 ]X2 70 SL54 [04 L L]`2 Z> C4 6 c2
D-atakanlah3 0Ta'atilah Allah dan Rasul)N#a4 +ika kamu e!palin", maka sesun""uhn#a
Allah tidak men#ukai o!an")o!an" kafi!.E ,zS. !li )mronH wv-. !yat ini menunjukkan dengan
jelas kita harus menaati asul.
Ve ZS>C4 e Li4 U4 V6 12 f4ZA> <2 56 C4 e 46 8> V6 12 f4ZA> o2 6 C4 > 7> a6 C4 /6 U4 4 ]:2S>@n4 <2 /4 <i> S0L ?> i4 ;6 Z 4W684
DMaka hendaklah o!an")o!an" #an" men#alahi pe!intah)N#a takut akan ditimpa coaan
atau ditimpa a.a #an" pedih.E ,zS. !n +urH w-. !yat ini menunjukkan bahwa siapa saja
yang menyelisihi perintah asul akan mendapat ancaman. sal ini menunjukkan bahwa
perintah beliau pun harus tetap diikuti.
enungkan pula sabda +abimu shallallahu &alaihi wa sallam,
Li4 14 B> V6 2 Z6 W4U4 M2 ]N2<4 Y> >4 <?> C4 \W4U4 2 @`4 f6 4 e 32 ?4 2 > ]<2 b4 C4 Y2 `4 a4 Y2 W46 a> 54 4 @4> S6L ^2 Zo>5C2 \T> b4 C4
V6 2 S4 ;> <4 b4 b4 C4 2 ]a2 7 ;4 84 L74 4 /6 a> Y> Z8> V6 o26 34 54 @a4 54 2 ]W> Q484 M p4 4 /6 a> Y> Z8> V6 o26 34 54 @k4 84 > 76 N2S6L
@1 4 6 U4 \4 >-6 46 <4 6 C4 b0 > => @`4 a2 2 l 4 N4 S2 b4 54 j> f20 SL /4 a> @T4 > 2 b4 54 \ W>=6 4 L ?> @k4 ;> S6L V2 ;6 S4
2 L74 c> > 6 k> B> V6 12 f4N>`6 <2 6 C4 Y2 W484 2 572 N6 <4 V6 S4 6 >84 2 572 N6 <4 6 C4 V6 1> Z6 W4`4 84 ]6 N4B> M4 4 T4 /6 a4 54 @14 f2> @K 4
D-etahuilah, sesun""uhn#a aku die!i Al )5u!'an dan #an" semisal e!saman#a (As
Sunnah*$ 6alu ada seo!an" laki)laki #an" dalam keadaan keken#an"an duduk di atas
ku!sin#a e!kata, 0%endaklah kalian e!pe"an" te"uh den"an Al)5u!'an7 Apa #an" kalian
dapatkan dalam Al)5u!'an da!i pe!ka!a halal maka halalkanlah$ 2an apa #an" kalian
dapatkan dalam Al)5u!'an da!i pe!ka!a ha!am maka ha!amkanlah$ -etahuilah7 Tidak
dihalalkan a"i kalian da"in" keledai +inak, da"in" inatan" uas #an" e!ta!in" dan
a!an" temuan milik o!an" kafi! mu'ahid (kafi! dalam +an+i pe!lindun"an pen"uasa 8slam,
dan a!an" temuan milik muslim leih utama* kecuali pemilikn#a tidak memutuhkann#a$
2an a!an"siapa sin""ah pada suatu kaum hendaklah me!eka men#ediakan tempat, +ika
tidak meme!ikan tempat hendaklah meme!ikan pe!lakukan sesuai den"an sikap +amuan
me!eka$E ,s. !bu 'aud no. }. Syaikh !l !lbani mengatakan bahwa hadits ini shahih-.
#erhatikan baik(baik kalimat yang kami garis bawahi dalam hadits di atas. Seakan(akan apa
yang dulu +abi shallallahu &alaihi wa sallam sampaikan benar(benar terjadi saat ini.
Ternyata saat ini sebagian umat )slam hanya mau mengambil apa yang telah disebutkan
dalam !l zur$an saja. Sehingga karena anjing tidak disebut dalam !l zur$an kalau itu haram,
maka mereka pun tidak mengharamkannya. Begitu pula emas, jika tidak ditemukan
pelarangannya dalam !l zur$an, ia pun tidak mau mengharamkannya. Sungguh inilah bukti
nubuwah +abi Fuhammad shallallahu &alaihi wa sallam.
)bnu G!bdil Barr !ahimahullah mengatakan, D!llah Ta'ala telah memerintahkan kita untuk
menataati asul(+ya shallallahu &alaihi wa sallam dan diperintahkan untuk mengikuti
petunjuk beliau secara mutlak dan dalam perintah tersebut tidak dikaitkan dengan syarat apa
pun. leh karena itu mengikuti beliau sama halnya dengan mengikuti !l zur$an. Sehingga
tidak boleh dikatakan, kita mau mengikuti +abi shallallahu &alaihi wa sallam asalkan
bersesuaian dengan !l zur$an. Sungguh perkataan semacam ini adalah perkataan orang yang
menyimpang.E ,/aami' Ba#anil &8lmi wa Fadhlih, vH u~}(u~u dinukil dari Ma'alim 9shul
Fi,h, hal. uv-. %adi sungguh aneh jika ada yang masih ngotot membela perhiasan emas itu
halal bagi pria dikarenakan dalam !l zur$an tidak disebutkan larangannya.
#enjelasan di atas berarti jika asul kita shallallahu &alaihi wa sallam( melarang pria
berhias dengan emas, kita pun harus mendengar dan taat artinya kita menjauhi dan
meninggalkannya. *arena ingatlah,
L52 416 o4 2 ]`2 Zl> o2 6 >54
D2an +ika kamu taat kepadan#a, nisca#a kamu mendapat petun+uk.E ,zS. !n +uurH -.
!rtinya, jika mentaati asulullah shallallahu &alaihi wa sallam, kita akan mendapat petunjuk
kepada shi!athal musta,im, yakni jalan yang lurus.
'emikian tulisan sederhana yang kami sajikan. Foga menambah hasanah ilmiah para
pembaca. Begitu pula kami memohon pada !llah semoga ilmu ini menjadi ilmu yang
bermafaat bagi kita semua dan bisa diamalkan. 'an lebih baik disebar dan dishare kepada
kaum muslimin lainnya apalagi yang belum mengetahui akan hukum masalah ini.
Segala puji bagi !llah yang dengan nikmat(+ya segala kebaikan menjadi sempurna. sanya
!llah yang memberi petunjuk, kita selaku manusia tidak bisa memberikan petunjuk hidayah
kepada orang yang kita cintai sekalipun. 8nnaka laa tahdii man ahata$ Tu"as kita han#alah
meme!i nasehat dan we+an"an, hida#ah di tan"an Allah$

'ari artikel sukum Tukar incin Fuslim.r.)d by null
1. .a!aran
+ebelum melangsungkan pernikahan" sebagian besar orang biasanya /berpa!aran
terlebih dahulu. 0al ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan indi1idu atau
masa penjajagan atau dianggap sebagai perwujudan rasa !inta kasih terhadap
lawan jenisnya.
Dengan adanya anggapan seperti ini" maka akan melahirkan konsensus di
masyarakat bahwa masa pa!aran adalah hal yang lumrah dan wajar" bahkan
merupakan kebutuhan bagi orang-orang yang hendak memasuki jenjang pernikahan.
*nggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpa!aran
sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berdua-duaan antara dua insan yang
berlainan jenis" terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh.
.erbuatan ini sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syariat 2slam.
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda:
` = - . = ` + ~ = .
4)angan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita" ke!uali si
wanita itu bersama mahramnya.- 516
)adi" dalam 2slam tidak ada kegiatan untuk berpa!aran" dan berpa!aran hukumnya
haram.
7ontoh lain yang juga merupakan pelanggaran" yaitu sangkaan sebagian orang
bahwa kalau sudah tunangan (khitbah)" maka laki-laki dan perempuan tersebut boleh
jalan berdua-duaan" bergandengan tangan" bahkan ada yang sampai ber!umbu
layaknya pasangan suami-isteri yang sah. *nggapan ini adalah salah8 Dan
perbuatan ini adalah dosa dan akan membawa kepada per$inaan yang merupakan
perbuatan dosa besar8
. 9ukar 7in!in (.ertunangan)
Dalam peminangan biasanya ada tukar !in!in sebagai tanda ikatan. 0al ini juga
bukan dari ajaran 2slam.56
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam melarang kaum laki-laki untuk memakai
!in!in yang terbuat dari emas.
Dari *bu :usa al-*syari radhiyallaahu /anhu" bahwa ;abi shallallaahu /alaihi wa
sallam bersabda:
. = - - = - = ~ .
4<mas dan sutra dihalalkan untuk wanita dari ummatku dan diharamkan atas laki-
lakinya.-5'6
7in!in pertunangan adalah tradisi orang-orang ;asrani" dimana mereka biasa
memberikan !in!in kepada !alon pengantin sebelum dilangsungkannya pernikahan.
+yaikh 2bnu =aa$ rahimahullaah berkata" 4(ami tidak mengetahui dasar amalan ini
dalam syariat. Dan yang paling utama adalah meninggalkan hal tersebut" baik !in!in
itu terbuat dari emas" perak" atau selainnya.- 5>6
'. :enuntut :ahar yang 9inggi
:enurut 2slam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah" tidak mempersulit
atau mahal. :emang mahar itu hak wanita" tetapi 2slam menyarankan agar
mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.
*dapun !erita teguran seorang wanita terhadap /?mar bin al-(haththab
radhiyallaahu /anhu yang membatasi mahar wanita adalah !erita yang salah karena
riwayat itu sangat lemah.5@6
>. :engikuti ?pa!ara *dat
*jaran dan peraturan 2slam harus lebih tinggi dari segalanya. +etiap a!ara" upa!ara"
dan adat istiadat yang bertentangan dengan 2slam" maka wajib untuk diting-galkan
dan dihilangkan. +ebagian ummat 2slam dalam !ara pernikahan selalu meninggikan
dan menyanjung adat istiadat setempat" sehingga +unnah ;abi shallallaahu /alaihi
wa sallam yang benar dan shahih telah mereka matikan dan padamkan. .adahal
+unnah 3asul shallal-laahu /alaihi wa sallam merupakan !ahaya dalam agama ini.
Di antara !ontoh upa!ara-upa!ara adat yang jelas-jelas syirik seperti upa!ara
menginjak telur" pasang sesaji" pasang janur" dan lainnya dengan tujuan untuk
mengusir jin dan menganggap supaya 4berkah-.
*da pula yang mengharuskan berpakaian adat yang membuat mempelai wanita dan
para pendampingnya memamerkan aurat" memamerkan rambut" bahu dan bagian
tubuh lainnya kepada hadirin. .erbuatan ini adalah maksiat. 2ngat" setiap wanita
yang sudah baligh maka seluruh tubuhnya adalah aurat ke!uali muka dan kedua
telapak tangan.
*da juga ritual 4sungkeman-" yaitu kedua mempelai berlutut menghadap kepada
orang tua mereka untuk meminta maaf dan memohon restu yang biasanya dilakukan
seusai akad nikah. .adahal" perbuatan ini mengajarkan orang untuk tunduk dan
sujud kepada selain *llah" bahkan dapat menjerumuskan seseorang kepada
kesyirikan. ;abi shallallaahu /alaihi wa sallam mengajarkan hormat kepada orang
tua" akan tetapi bukan dengan !ara ruku" berlutut atau bersujud" dan ;abi
shallallaahu /alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan untuk melakukan hal-hal
tersebut kepada anak-anak dan para +hahabatnya. Aang disyariatkan adalah
berjabat tangan ketika berjumpa dan berpelukan ketika pulang dari safar" justru hal
ini banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin.
:udah-mudahan para orang tua atau para wali sadar untuk tidak mengikuti upa!ara-
upa!ara adat yang mengandung perbuatan syirik dan kemaksiatan. Dan mudah-
mudahan mereka sadar untuk kembali mengikuti ajaran 2slam yang mudah dan tidak
menyulitkan agar pernikahan anaknya diberkahi oleh *llah 9aala.
+ungguh sangat ironis...8 (epada mereka yang masih mengagungkan adat istiadat
)ahiliyyah dan mele!ehkan ajaran 2slam" berarti mereka belum yakin sepenuhnya
kepada kebenaran agama 2slam.
*llah /*$$a wa )alla berfirman:
= - - ~ = ~ = - -
4*pakah hukum )ahiliyyah yang mereka kehendakiB (0ukum) siapakah yang lebih
baik daripada (hukum) *llah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)B- 5*l-:aa-
idah : @C6
Drang-orang yang men!ari konsep" peraturan" ajaran" dan tata !ara selain 2slam"
maka semuanya tidak akan diterima oleh *llah /*$$a wa )alla dan kelak di akhirat
mereka akan menjadi orang-orang yang merugi" sebagaimana firman *llah /*$$a wa
)alla:
-- - ` --~ . - - - = - =
4Dan barangsiapa yang men!ari agama selain 2slam" dia tidak akan diterima" dan di
akhirat dia termasuk orang yang rugi.- 5*li /2mran : E@6
@. :en!ukur )enggot bagi Faki-laki
+ebagian laki-laki yang akan menikah men!ukur jenggotnya dengan alasan supaya
tampil lebih rapi ketika merayakan pernikahannya.
Dalam syariat 2slam" laki-laki tidak boleh men!ukur jenggotnya dan hukumnya
haram" karena 3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam memerintahkan laki-laki
untuk memelihara dan memanjangkan jenggotnya.
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda:
= - = = H -= ~ .
43apikanlah kumis" biarkanlah jenggotG selisihilah orang :ajusi.- 5H6
+yaikh al-*lbani rahimahullaah berkata" 4:en!ukur jenggot bagi kaum laki-laki
adalah perilaku yang buruk karena mereka seringkali meniru perilaku orang-orang
kafir <ropa yang selalu men!ukur jenggotnya. :ereka merasa malu jika mereka
memelihara jenggot" apalagi ketika mereka menemui pengantin wanita tanpa ber-
!ukur. Dalam hal ini mereka telah melakukan hal-hal yang dilarang. Di antaranya:
1. :erubah !iptaan *llah.
*llah 9aala berfirman:
- = -` ~ - - - - + -- ` + -- ` + -- ~ ' ` +
= = -- = ~ ~ ~ = ~ = --
4+yaitan dilaknat *llah" dan ia berkata" /*ku pasti akan mengambil bagian tertentu
dari hamba-hamba-:u" dan pasti akan aku sesatkan mereka" dan akan
kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka" dan akan aku suruh mereka
memotong telinga-telinga binatang ternak" (lalu mereka benar-benar memotongnya)"
dan akan aku suruh mereka merubah !iptaan *llah" (lalu mereka benar-benar
merubahnya). =arangsiapa menjadikan syaitan sebagai pelindung selain *llah"
maka sungguh ia menderita kerugian yang nyata.- 5*n-;isaaI : 11E-11J6
:en!ukur jenggot termasuk perilaku merubah apa yang ditetapkan oleh ajaran
2slam.
. :elanggar perintah 3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam.
=eliau shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda:
+ - - = .
47ukurlah kumis dan peliharalah jenggot.- 5%6
(ita mengetahui bahwa perintah tersebut tidak menunjukkan wajib" ke!uali ada
#arinah atas yang menegaskan hal itu" yaitu sebagaimana yang ada pada point
ketiga berikut ini.
'. :enyerupai orang kafir.
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda"
= - = = -= ~ .
47ukurlah kumis dan peliharalah jenggot. =edakanlah diri kalian dengan orang-orang
:ajusi.- 5E6
>. :enyerupai kaum wanita.
+ - -~ = - ~ - - + - -~ - ~ - = .
43asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita
dan melaknat wanita yang menyerupai laki-laki.- 5J6
Dleh karena itu" laki-laki yang men!ukur jenggotnya telah terbukti berusaha
menyerupai wanita.- 51C6
H. :en!ukur *lis :ata bagi Kanita
=egitu pula sebagian wanita men!ukur bulu alis matanya menjelang pesta
pernikahan dengan alasan supaya tampil lebih !antik. .erbuatan ini adalah dosa dan
dilarang dalam syariat 2slam.
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda:
- ~ ~ - ~ ~ -~ ~ - - - ~ --~ - - -~ ~ = - ~ = .
4*llah melaknat wanita yang bertato" wanita yang minta ditato" wanita yang mengerik
alis dan yang meminta dikerik alisnya" dan wanita yang mengikir giginya agar tampak
!antik" mereka telah mengu-bah !iptaan *llah.- 5116
Dalam riwayat lain 3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam melaknat wanita yang
menyambung rambut dan yang meminta disambung rambutnya.516
%. (eper!ayaan terhadap 0ari =aik dan +ial dalam :enentukan Kaktu .ernikahan.
+ebagian kaum muslimin masih memper!ayai adanya hari baik atau hari sial" bulan
baik atau bulan sial ketika mereka menentukan tanggal pernikahan putera-puteri
mereka. :ereka mendatangi dukun" orang pintar" peramal atau paranormal untuk
minta nasihatnya tentang penentuan tanggal tersebut. 2ni adalah perbuatan tathayyur
yang sangat dilarang dalam 2slam8 *gama 2slam tidak mengenal adanya hari sial.
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda:
- - ~ ~ - ~ - ~ ~ ~ = .
4=arangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun" lalu memper!ayai apa yang
diu!apkannya" maka sungguh dia telah kafir dengan wahyu yang diturunkan kepada
;abi :uhammad shallallaahu /alaihi wa sallam.- 51'6
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam bersabda:
= ~ = ~ - ` - - . - .
49hiyarah adalah syirik" thiyarah adalah syirikG dan tidak ada seorang pun di antara
kita ke!uali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini)" hanya saja *llah
menghilangkannya dengan tawakkal kepada-;ya.- 51>6
9hiyarah yaitu menganggap sial dengan sesuatu yang dilihat" didengar atau
diketahui. =isa juga berarti merasa bernasib sial atau buruk karena melihat burung
atau apa saja. +eperti keper!ayaan orang )ahiliyyah yang menganggap sial dengan
bulan +hafar. *tau juga menganggap sial dengan hari-hari tertentu.
E. :engu!apkan ?!apan +elamat *la ?!apan (aum )ahiliyyah
(aum )ahiliyyah selalu menggunakan kata-kata" 4=irrafaaI wal =aniin (semoga rukun
dan banyak anak)"- ketika mengu!apkan selamat kepada kedua mempelai. ?!apan
=irrafaaI wal =aniin telah dilarang dalam agama 2slam.
Dari al-0asan" bahwa /*#il bin *bi 9halib radhiyallaahu /anhu menikah dengan
seorang wanita dari )asyam. .ara tamu mengu!apkan selamat dengan u!apan
)ahiliyyah: 4=irrafaaI wal =aniin.- :aka /*#il bin *bi 9halib radhiyallaahu /anhu
melarang mereka seraya berkata" 4)anganlah kalian mengu!apkan demikian8 (arena
3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam melarang u!apan demikian.- .ara tamu
bertanya: 4Falu apa yang harus kami u!apkan" wahai *bu LaidB- /*#il menjawab"
4?!apkanlah:
.
/=aarakallaahu lakum wabaaraka /alaikum (mudah-mudahan *llah memberi kalian
keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan).-
Demikianlah u!apan selamat yang diperintahkan oleh 3asulullah shallallaahu /alaihi
wa sallam. 51@6
Doa yang biasa 3asulullah shallallaahu /alaihi wa sallam u!apkan kepada seorang
mempelai adalah:
= = ~ = ~ - = .
4+emoga *llah memberikan berkah kepadamu dan kepada pernikahanmu serta
mengumpulkan kalian berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.-
Doa ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari *bu 0urairah
radhiyallaahu /anhu:
-- ~ ' ~ ~ _ - H = = ~ = ~ - = .
=ahwasanya jika ;abi shallallaahu /alaihi wa sallam mengu!apkan selamat kepada
seorang mempelai" beliau mengu!apkan doa: 4=aarakallaahu laka wabaaraka
/alaika wa jamaa bainakumaa fii khair (+emoga *llah memberikan berkah kepadamu
dan kepada pernikahanmu serta mengumpulkan kalian berdua (pengantin laki-laki
dan perempuan) dalam kebaikan).- 51H6
5Disalin dari buku =ingkisan 2stimewa :enuju (eluarga +akinah" .enulis Aa$id bin
*bdul Madir )awas" .enerbit .utaka *-9a#wa =ogor - )awa =arat" 7et (e 22 D$ul
MaIdah 1>%0&Desember CCH6
NNNNNNN
,ootnote
516. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh *hmad (2&)" al-=ukhari (no. 1EH) dan
:uslim (no. 1'>1) dan lafa$h ini menurut riwayat :uslim" dari +hahabat 2bnu /*bbas
radhiyallaahu /anhuma.
56. Fihat *dabu$ Lifaf fis +unnah al-:uthahharah (hal. JJ)" !et. Daarus +alaam" th.
1>' 0.
5'6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh *hmad (2O&'J" 'J'" 'J>" >C%)" at-9irmid$i (no.
1%C) dan an-;asa-i (O222&1H1)" dari +hahabat *bu :usa al-*syari. 0adits ini
dishahihkan oleh +yaikh al-*lbani dalam 2rwaa-ul Phaliil (no. %%).
5>6. ,ataawaa al-2slaamiyyah (222&1J).
5@6. Fihat 2rwaa-ul Phaliil (O2&'>%-'>E) dan al-2nsyirah fi *dabin ;ikah (hal. '@).
5H6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh :uslim (no. HC (@@)) dan *bu /*wanah (2&1EE)"
dari *bu 0urairah radhiyallaahu /anhu.
5%6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh al-=ukhari (no. @EJ') dan :uslim (no. HC).
5E6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh :uslim (no. HC (@@)) dan *bu /*wanah (2&1EE)"
dari *bu 0urairah radhiyallaahu /anhu.
5J6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh al-=ukhari (no. @EE@" HE'>)" at-9irmid$i (no.
%E>) dan lainnya" dari 2bnu /*bbas radhiyallaahu /anhuma.
51C6. *dabu$ Lifaf (hal. C%-1C).
5116. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh al-=ukhari (no. @J'1) dan :uslim (no. 1@
(1C))" dari /*bdullah bin :asud radhiyallaahu /anhu. Fihat keterangan lengkap
dalam *dabu$ Lifaf (hal. C-1C).
516. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh :uslim (no. 1>)" dari +ahabat 2bnu /?mar
radhiyallaahu /anhuma.
51'6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh *hmad (22&>J)" al-0akim (2&E) dan al-=aiha#i
(O222&1'@). *l-0akim berkata" 4+hahih atas syarat al-=ukhari dan :uslim"- dan
disepakati oleh ad$-D$ahabi" dari *bu 0urairah radhiyallaahu /anhu.
51>6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh *bu Dawud (no. 'J1C)" al-=ukhari dalam al-
*dabul :ufrad (lihat +hahiih *dabul :ufrad no. HJE)" at-9irmid$i (no. 1H1>)" 2bnu
:ajah (no. '@'E)" *hmad (2&'EJ" >'E" >>C)" 2bnu 0ibban (no. 1>%Qal-:awaarid)
dan al-0akim (2&1%-1E)" dari 2bnu :asud radhiyallaahu /anhu.
51@6. 0adits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh 2bnu *bi +yaibah (O2&@" no. 1%'E1)"
ad-Darimi (22&1'>)" an-;asa-i (O2&1E)" 2bnu :ajah (no. 1JCH)" *hmad (2&C1 dan
222&>@1)" dan yang lainnya.
51H6. 0adits shahih: Diriwayatkan oleh *hmad (22&'E)" at-9irmid$i (no. 1CJ1)" ad-
Darimi (22&1'>)" al-0akim (22&1E')" 2bnu :ajah (no. 1JC@)" *bu Dawud (no. 1'C) dan
al-=aiha#i (O22&1>E).
Jujuran, Budaya Pernikahan Yang Kurang Islami
=agi warga ;ias" =anjar" atau =ugis" tentu sangat mengenal istilah jujuran. +ebagian
kalangan menyebutkan ini sebagai mahar. ;amun sebagian kalangan menyebutkan juga
sebagai hantaran&seserahan. +esuatu yang diberikan oleh pihak !alon pengantin laki-laki ke
pihak !alon pengantin perempuan.
)ujuran" la$imnya berupa uang dengan nilai tertentu yang disepakati antara pihak laki-laki
dan perempuan. =iasa disebut juga dengan uang panaik. ?ang yang akan digunakan
sebagai ongkos pesta pernikahan dan untuk modal awal setelah menikah.
.ada kenyataannya" semakin !antik si gadis" biasanya uang jujurannya juga semakin
mahal. *tau semakin tinggi tingkat derajat keluarga si gadis di mata masyarakat" maka
semakin mahal pula jujurannya. )ustru masyarakat setempat akan memandang aneh jika
ada gadis yang !antik atau berasal dari golongan kaum berada" namun uang jujurannya
murah.
*khirnya" menghadapi hal seperti ini" banyak sekali !alon laki-laki harus mundur merelakan
gadis yang di!intainya. =anyak juga kejadian kawin lari karena pasangan itu tidak rela untuk
berpisah. *dakalanya juga pihak wanita memberikan uang se!ara diam-diam ke pihak laki-
laki untuk digunakan sebagai jujuran. Sungguh suatu tradisi yang menyulitkan.
=agaimana menurut 2slam B
+ebelum saya ingin menyampaikan pembahasan dari sudut pandang saya" terlebih dahulu
saya ingin menyampaikan alasan mengapa harus dilihat dari sudut pandang 2slam.
Di kalangan masyarakat ;ias" =anjar" atau =ugis" diantaranya memeluk agama 2slam.
=ahkan masyarakat =anjar terkenal dengan 2slam yang !ukup kental. 2ronis memang jika
budaya jujuran tetap dipertahankan di sana.
Dalam 2slam" laki-laki yang akan menikahi wanita" haruslah memberikan mahar. :ahar
adalah pemberian dari laki-laki ke wanita untuk menikahinya. =entuknya bebas dan tidak
ada batasan. =ahkan menurut sejarah" ,atimah binti 3asulullah saja maharnya berupa =aju
=esi *li (aromallaahuwajhah. (arena *li memang tidak memiliki yang lainnya. *da juga
yang hanya berupa !in!in besi. =ahkan ada yang hanya berupa diba!akan surat dalam
*lMuran.
;abi sendiri dalam hadits-haditsnya" sebagai berikut :
Sesungguhnya wanita yang paling besar berkahnya ialah yang paling bagus wajahnya dan
paling sedikit maskawinnya.R (*bu ?mar" *t-9au#ani dalam kitab muSTUasyarah al-ahliin).
Sesungguhnya diantara berkah wanita adalah kemudahan meminangnya, kemudahan
maskawinnya dan kemudahan rahimnya.R (*hmad)
Sebaik-baik wanita adalah yang bagus wajahnya dan murah maskawinnya. (2bnu 0ibban)
+ebagai umat 2slam" kita diperbolehkan menjaga tradisi. +ebagai bagian dari usaha
melestarikan budaya bangsa. +ebagaimana hal yang dilakukan oleh +unan dikenal dengan
Kali +ongo" khususnya +unan (alijaga. )uga memanfaatkan tradisi dalam menjalankan
dakwahnya. 9entunya setelah disesuaikan dengan ajaran agama 2slam.
=udaya jujuran pada kenyataannya seringkali mempersulit jalan menuju pernikahan.
+ementara 2slam justru menganjurkan untuk mempermudah. +ebagaimana yang
diriwayatkan *bu Daud dan *t-9irmid$i :
Dan apabila datang kepadamu orang yang kamu rela akan agama dan amanahnya, maka
nikahkanlah ia, jika tidak kamu lakukan, maka akan terjadi bencana di bumi dan kerusakan
yang besar.
+ebagai umat 2slam" sudah sewajarnya kita lebih mengutamakan apa yang diajarkan
3asulullah daripada berusaha mempertahankan adat dan budaya. *palagi jika alasan dalam
mempertahankan adat dan budaya tersebut hanya dikarenakan faktor gengsi atau karena
takut malu di mata masyarakat. Wallaahu'alam.
Tradisi Tunangan dalam #andangan )slam
'i &aman sekarang ini tidak asing lagi bagi kita bila mendengar istilah Tunangan. )stilah
tersebut hampir dikenal seluruh kalangan dan lingkungan, dari kalangan orang biasa sampai
kalangan orang luar biasa, dari lingkungan kota sampai lingkungan desa.
*emudian apa sih tunangan itu.
Sebenarnya dalam )slam pun istilah tersebut telah dikenal, namun dengan istilah lain, yaitu
*hitbah. sanya saja istilah Tunangan tersebut mempunyai oyyid atau ketentuan yang
menjadikan *hitbah yang dijelaskan oleh Syari$at dengan Tunangan seakan(akan berbeda.
#asalnya Tunangan itu sendiri mengharuskan kedua pasangan untuk saling memakaikan
cincin tunangan sebagai tanda ikatanTunangan yang disebut juga dengan istilah tukar cincin.
Sedangkan menurut Syari$at, *hitbah tersebut tidak menuntut hal demikian, bahkan saling
memakaikan cincinyang tentunya di antara kedua pasangan tersebut memegang tangan
pasangannyaadalah sesuatu yang dilarang Syari$at karena diantara keduanya belum sah
dalam sebuah ikatan pernikahan. 'an laki(laki yang mengkhitbah seorang perempuan hanya
diperbolehkan melihat dua anggota dari seorang perempuan yang dikhitbahnya, yaitu muka
dan kedua telapak tangan saja.
'i dalam istilah jawa, istilah Tunangan disebut juga dengan istilah DTetalenE. )stilah tersebut
diambil dari kata DTaliE karena seseorang yang telah terlibat dengan istilah tersebut seakan(
akan mereka berada dalam sebuah tali yang mengikat mereka. *edua pasangan Tetalen tidak
bisa sesuka hati memilih atau menerima orang lain ke jenjang pernikahan, kecuali dengan
seseorang yang mempunyai ikatan tersebut dan selagi ikatan tersebut belum terputus atau
dilepas atas kesepakatan keduanya.
Sedangkan di kalangan anak muda &aman sekarang, hubungan khusus antar lawan jenis yang
resmi menurut merekadengan artian kedua pasangan tersebut mengakuinya
dikelompokkan ke dalam tiga katagori, yaituH
u. #acar, yaitu bila salah satu dari pasangan tersebut mengucapkan kata(kata cinta yang
mungkin murni dari hati atau sekedar gombalatau permintaan menjadi pacar yang
menuntut jawaban iya atau tdak, dan yang satunya menerima dengan jawaban iya atau
dengan ungkapan yang searti dengan ungkapan tersebut.
v. Tunangan, yaitu apabila kedua pasangan tersebut saling memakaikan cincin tunanagan,
baik secara resmi dengan mengadakan acara khusus dan melibatkan kedua keluarga pasangan
atau hanya sekedar perjanjian diantara keduanya saja.
w. Suami()stri, yaitu apabila kedua pasangan tersebut sudah berada dalam ikatan pernikahan
yang sah.
'i samping tiga katagori tersebut, baru(baru ini muncul yang namanya DTeman tapi mesraE
dan D*akak adik ketemu gedeE. seorang laki(laki menganggap seorang perempuan sebagai
adik atau sebaliknya, atau menganggap teman tapi melebihi dari batas teman yang wajar.
'iantara faktor keduanya adalah timbul dari perasaan tidak enak kepada seseorang yang ia
tolak cintanya, dengan tujuan supaya tidak menyakiti hati orang tersebut, atau karena rasa
kagum pada seseorang dan menginginkan orang tersebut menjadi kakak atau adik angkatnya.
Bahkan tidak sedikit dalam kasus seperti ini mereka yang tersandung cinta kepada adik
angkatnya ketika telah beranjak dewasa.
#t+tT)!+ *s)TB!s
*hitbah atau #inangan menurut Syari$at adalah langkah penetapan atau penentuan sebelum
pernikahan. Bagi laki(laki yang akan meminang seorang perempuan harus dalam
ketenanagan dan kemantapan untuk menentukan pilihannya dari semua sisi sehingga setelah
meminang tidak terlintas dalam benaknya untuk membatalkan pinangan dan mengundur
pernikahannya tanpa ada sebab karena hal tersebut menyakiti diri perempuan yang di pinang,
merobek perasaan dan melukai kemuliannya dengan sesuatau yang tidak di ridloi !gama
dan tidak sesuai dengan budi pekerti yang luhur.
#inangan tersebut adalah sesuatau yang timbul dari seorang laki(laki yang meminang ketika
berniat untuk menikah dengan menjelaskan maksudnya, baik dirinya sendiri atau melalui
perantaraan seseorang yang dipercaya dari keluarga atau saudaranya.
s{*{F FtF)+!+ #ttF#{!+ r!+ Ttq!s ') #)+!+
*etika seorang perempuan telah dipinang, maka ia telah menutup diri dari pinangan orang
lain, dalam artian tidak satupun seseorang yang diperbolehkan Syari$at untuk meminangnya
karena hal tersebut mejadikan terputusnya ikatan, menumbuhkan kebencian dan permusuhan.
Seorang muslim tidak diperkenankan menyaingi dan merebut pinangan yang telah didahului
saudara seislamnya kecuali saudaranya telah membatalkan pinangan tersebut dengan tanpa
ragu. *etika ia ragu dalam memutus pinangan, maka wajib meminta i&in padanya atas
diperbolehkan atau tidaknya meminang pinangan yang ia masih ragu untuk memutusnya.
Sebagaimana osulullah melarang hal tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh
!bdullah bin {mar .!, osulullah S!" bersabda H Dtidak di perbolehkan bagi seorang
laki(laki meminang seorang wanita yang telah dipinang saudaranya sehingga pinangannya
itu dibatalkan sebelumnya atau seorang yang meminang member i&in padanya.E,!u kama
zol-.
qarangan yang dijelaskan hadits di atas menunjukan terhadap larangan yang berunsur
DsaramE menurut pendapat %umhurul yuoha ,mayoritas {lama-, di antaranya adalah )mam
Syafi$) !. Beliau berkataH D!rti hadits tersebut adalah ketika seorang laki(laki telah
meminang seorang perempuan yang telah rela dan cenderung menerima pinangannya, maka
tidak diperbolehkan kepada siapapun untuk meminangnyaE.
!dapun ketika seorang perempuan tersebut belum diketahui kerelaan dan kecenderungan
menerima pinangan tersebut, maka hukum meminangnya diperbolehkan, dan di antara tanda(
tanda dari kerelaan perempuan yang #erawan ,Bikr- adalah diamnya, dan %anda ,Tsayyib-
dengan ucapan iya atau sejenisnya.
s{*{F #ttF#{!+ r!+ Ttq!s ') #)+!+ !'!q!s s{*{F #ttF#{!+
q!)+ ,!%+!B)r!s-
sal ini adalah tatak rama )slam dalam sesuatau yang berhubungan dengan diperbolehkannya
melihat perempuan yang akan dipinang, namun kebanyakan orang &aman sekarng
beranggapan bahwa perempuan yang dipinangnya atau disebut dengan tunangannya sebagai
seseorang yang mutlak ia miliki, padahal anggapan tersebut salah karena Tunangan atau
seorang yang telah meminang atau yang telah dipinang itu masih dalam hukum orang lain,
masih diharamkan apa saja yang diharamkan terhadap orang lain sebelum resepsi
pernikannya dilaksanakan dengan sempurna.
Ft!F!)*!+ #t+)*!s!+ '!+ Ft+r!F!*!+ #)+!+!+
'ari ungkapan di atas, agama )slam yang lurus menganjurkan untuk menyembunyikan atau
tidak meramaikan pinanagan, dalam artian perayaannya dalam batas(batas yang lebih sempit
dengan hanya melibatkan anggota keluarga saja tanpa mengadakan acara(acara seperti nasyid
dll.
Sr!B!*
!da istilah lain dalam bahasa !rab yang sama arti dengan tunangan yaitu DSyabakE, dan
hadiyah yang diberikan ketika tunangan baik berbentuk cincin tunangan atau lainnya disebut
dengan DSyabkahE. sal tersebut adalah sesuatu yang baru(baru muncul dan marak di
kalangan masyarakat umum di &aman sekarang ini. mereka menambah beban terhadap
seseorang yang hendak menikah bahkan mereka bermahal(mahalan dalam masalah syabkah
,sadiah Tunanangan- dan hampir samapi mendahulukan mahar.
'emikian itu bukanlah dari urusan )slam sedikitpun , hanya saja )slam tidak melarang hal
tersebut selagi masih dalam batas(batas kemampuan karena Syari$at bisa menganggap Gurf
,konxensi- atau kebiasaan selagi tidak bertentangan dengan nas(nas Syari$at tersebut.
Tapi harus diperhatikan bahwa seorang laki(laki diharamkan memakai sesuatu yang terbuat
dari emas baik berbentuk cincin atau yang lainnya. ukuplah cincin tunangan yang terbuat
dari emas dipakai Tunangan #erempuan saja atau Tunangan laki(laki memakai cincin
tunangan selain emas, seperti perak, tembaga dan lain lain tanpa saling memakaikan cincin
tunangan tersebut karena keduanya belumlah halal dalam ikatan pernikahan yang sah.
FtFB!T!q*!+ T{+!+!+
*adang(kadang setelah bertunagan, terjadi sesuatu yang mendatangkan terhadap batalnya
tunangan. 'alam hal ini mengembalikan syabkah , hadiah tunangan- secara utuh itu
hukumnya wajib menurut Syari$at. !dapun hadiah(hadiah yang bersifat tidak langgeng
seperti makanan, maka hukumnya tidak wajib diganti, sedangkan sesuatu yang bersifat
langgeng seperti jam tangan, cincin emas dan gelang, maka wajib dikembalikan apabila
pembatalan tunangan tersebut diminta dari pihak perempuan. %ika pembtalan tunangan
tersebut dari pihak laki(laki atau disebabkan kematian maka tidak wajib mengembalikannya.
Tetapi sebagai orang yang bermoral tinggi dan bermartabat luhur, hendaknya kita tidak
pernah meminta kembali sesuatu sesuatu yang telah kita berikan kepada seseorang karena
seorang yang meminta pemberiannya kembali sama halnya dengan anjing yang memakan
utah(utahannya sendiri, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits +abi S!".