Anda di halaman 1dari 24

STRUKTUR & SISTEM TRANSPORT MEMBRAN

PENDAHULUAN
Retikulum Endoplasma Mitokondria Membran Nukleus

Lisosom

Sitoplasma

Membran Plasma Badan Golgi

STRUKTUR MEMBRAN

TRANSPORT MATERI PADA MEMBRAN


1. Mekanisme pasif
Difusi sederhana Difusi difasilitasi

2. Mekanisme aktif
Transport aktif/ pump

3. Endositosis dan Eksositosis

TRANSPORT MATERI PADA MEMBRAN


1. Mekanisme passive a. Diffusi sederhana
- Mengikuti gradient elektrokimia - Diffusi sederhana dipengaruhi oleh : agitasi thermal molekul spesifik, gradient konsentrasi, dan kelarutan materi tersebut.

TRANSPORT MATERI PADA MEMBRAN


b. Diffusi difasilitasi, memerlukan :
- Prot. Carrier (dapat jenuh v-max) - Tempat ikatan spesifik pada solut - Terutama terhadap beberapa ion, gula serta asam amino - Konstanta pengikatan solut pada sistem - Molekul serupa menjadi inhibitor kompetitif

Diffusi difasilitasi berlangsung dengan mekanisme pingpong

Glucose transporter (GLUT)

GLUT 1: Brain, Kidney, Colon, Placenta and Erythrocyte GLUT 2: Liver, Pancreatic B cell, Small intestine, Kidney GLUT 3: Brain, Kidney, Placenta GLUT 4: Heart, Skeletal muscle, adipose tissue (insulinsensitive) GLUT 5: Small intestine SGLT 1: Small intestine, Kidney ( Na-dependent )

TRANSPORT MATERI PADA MEMBRAN


2. Mekanisme aktif
- Transport aktif/ pump - Menjauhi keseimbangan termodinamika, melawan gradien elektrokimia - Butuh energi (ATP) dan protein carrier

TRANSPORT MATERI PADA MEMBRAN

Transport aktif primer : Na-K ATP-ase , dll Transport aktif sekunder : symport Naglukosa , dll. Sistem transport mengatur fungsional jumlah dan arah pergerakan molekul : - uniport - Symport - Antiport

TRANSPORT MATERI PADA MEMBRAN


3. Endositosis dan Eksositosis
- Transport makromolekol (polisakarida, protein, polinukleotida, dll) - Menggunakan pembentukan vesikel dari atau dengan membran plasma - Endositosis untuk internalisasi - Eksositosis untuk eksternalisasi

ENDOSITOSIS
Proses : invaginasi vesikel fusi kemembran organella transfer isi. Butuh energi, ca++, dan sistem mikrofilament Ada dua type : fagositosis dan pinositosis FAGOSITOSIS : untuk sel-sel makrofag
dan neutrofil.

PINOSITOSIS : pada semua sel


Fase cairan : non selektif, proporsional dengan konsentrasi. 2. Fase absorptif : selektif, terbatas pada reseptor tertentu, vesikel terbungkus klatrin
1.

Phagocytosis

EKSOSITOSIS
Molekul yang dilepas digolongkan dalam:
1. 2. 3.

Molekul yang terikat pada permukaan sel Molekul yang menjadi bagian dari matriks ekstra sel. Molekul yang diekstra sel menjadi sinyal bagi sel lain.

Exocytosis Transport