Anda di halaman 1dari 76

Page 1 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang


BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
No Kompetensi Indikator
1. Memahami hakikat biologi sebagai ilmu dan
mendeskripsikan objek permasalahan biologi melalui
metode ilmiah.
Menjelaskan objek dan
permasalahan Biologi.

Keanekaragaman Hayati
adalah keanekaragaman segala bentuk kehidupan dan makhluk hidup yang timbul akibat adanya
keseragaman dan keberagaman sifat/ciri makhluk hidup beserta pola-pola alamiah.

Tingkat Keanekaragaman Hayati
1. Keanekaragaman Gen
Gen adalah unit materi genetik yang terdapat di dalam kromosom. Gen berfungsi untuk
menyampaikan informasi genetik pada generasi berikutnya. Gen merupakan substansi dasar
yang mengendalikan sifat makhluk hidup.
Semua akhluk hidup dalam satu spesies memiliki perangkat dasar yang sama, tetapi komposisi
susunannya yang berbeda. Karena memiliki banyak kemungkinan susunan gen pada individu
dalam satu spesies, maka akan terdapat banyak sekali varian fenotipnya.
2. Keanekaragaman Spesies/Jenis
Terlihat jelas adanya variasi bentuk, penampilan, rasa, dan variasi sifat
lain.Keanekaragaman jenis biasanya dijumpai pada suatu tempat tertentu yang dihuni
kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies (komunitas). Keanekaragaman jenis muncul
karena adanya pengaruh gen dan lingkungan.
3. Keanekaragaman Ekosistem
Interaksi antara lingkungan abiotik dan biotik akan membentuk suatu sistem yang dikenal
dengan istilah ekosistem. Perbedaan kualitas & kuantitas komponen biotik dan abiotik
mengakibatkan perubahan dari interaksi yang ada, sehingga menciptakan ekosistem yang
berbeda-beda. Keberagaman lingkungan dapat berpengaruh terhadap jenis MH disana
karena ada penyesuaian sifat2 keturunan dengan tempat hidupnya.
Ekosistem hutan bakau (mangrove)
Terdapat di daerah pasang surut
Memiliki dasar lumpur dengan tumbuhan yang khas: Rhyzopora, Achantus,
Avicennia, Bruguiera, Cerbera, dan Ceriops
Memiliki dasar koral tumbuhan yang khas: Sonneratia alba
Sistem perakaran Akar napas: bentuk adaptasi thdp
rendahnya O2
Akar tunjang: menahan pengaruh pasang
surut
Ekosistem hutan rawa air tawar
Terdapat di belakang hutan bakau
Tumbuhannya bungur (Lagerstroemia), dadap (Erythrina sp), eceng gondok
(Eichornia crassipes), teratai (Nymphaea sp).
Ekosistem hutan tepi sungai
Terdapat di sepanjang tepi sungai besar
Memiliki tanah yang subur dalam dan gembur
Ekosistem hutan sagu
Tumbuh dan berkembang baik di daerah yang memiliki aliran air tawar.
Page 2 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Dasar hutan sagu terdiri dari lapisan serasah daun
Ada di maluku dna papua
Ekosistem rawa gambut
Di kalimantan, zat hara rendah
Flora tinggi, kurus, dan tidak lebat
Terdiri dari timbunan gambut 0,5-20 meter dengan pH < 4
Ekosistem pantai
Merupakan daerah pasang surut
Vegetasinya dibedakan Pes Caprae: didominasi tumbuhan telapak
kambing (Ipomoea pescaprae)
Baringtonia: didominasi baringtonia
Ekosistem hutan hujan tropis
Hutan belantara dengan keanekaraman hayati dan hewani tinggi
Banyak tumbuhan epifit

Keanekaragaman Hayati di Indonesia => Tinggi
Memiliki fauna tipe oriental, australis, peralihan
Memiliki flora bertipe malesiana
Memiliki hewan endemik (hanya ada di suatu tempat tertentu) ex: komodo
Memiliki tumbuhan endemik ex: raflessia
Memiliki hewan dan tumbuhan berstatus langka

1. Tipe Oriental / Asiatis
Memiliki tubuh besar, memiliki banyak jenis primata (ordo), memiliki burung dengan bulu tak
bervariasi/ kurang menarik
Ex:
Gajah Sumatera (Elephas maximus-sumatraensis) Kera Macaca fascicularis
Banteng Jawa (Bos sondaicus) Burung Murai Myophaneus sp
Monyet (Presbytis thomesi) Arwana Schleropages formosus
2. Tipe Australis
Mamalia kecil, mamalia berkantong, tidak ada primata, warna bulu lebih menarik dan
beragam
Ex:
Biawak (Varanus salvator)
Kakaktua Raja (Probosciger atterimus)
3. Tipe Peralihan
Hidup di daerah Sulawesi, NTT, NTB
Ex:
Anoa (Bubalus depressicornis) Burung Maleo (Macrocephalon maleo)
Komodo(Varanus komodoensis) Babirusa (Babyrusa babyrusa)

Peranan Keanekaragaman Hayati
Penghasil sumber daya alam hayati, seperti sumber kayu, sumber obat-obatan dan
kosmetik,
sumber plasma nutfah (sumber gen),
sumber perikanan
Sarana pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, rekreasi dan wisata
Keragaman aspek sosial dan budaya masyarakat
Page 3 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati
1. Hilangnya habitat dan fragmentasi habitat
Dampak penggundulan hutan
Pegurangan lahan/areal habitat ex: pengurangan hutan
Pendangkalan danau / rawa
2. Degadrasi lingkungan
Perusakan lingkungan
Pencemaran lingkungan
3. Spesies eksotik / pendatang
Tanaman kudzu (dari jepang)
Ikan piranha
4. Eksploitasi yang berlebihan
Pengambilan spesies flora dan fauna u/ dijadikan bibit unggul
Pertanian monokultur
Perburuan liar
Pengambilan ikan secara berlebihan
5. Wabah penyakit

Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati
1. Usaha Pelestarian / Perlindungan melalui Peraturan Perundangan
Berdasarkan UU no 5 tahun 1990.
2. Usaha Pelestarian / Perlindungan melalui Keppres
Keppres no 4 tahun 1993.
Peraturan Pemerintah no 13 th 1994 tentang perburuan satwa buru.
3. Usaha Pelestarian / Perlindungan melalui Konservasi
Cagar Alam
Kawasan suaka yang memiliki tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang khas,
perkembangannya secara alami.
Tujuan : Perlindungan terhadap flora dan fauna
u/ kepentingan ilmiah
u/ pengembangan IPTEK
u/ pendidikan
Contoh : Cagar Alam Gunung Papan Dayan (jabar)
Pulau Anak Krakatau (Lampung)
Kep Karimata (Selat karimata, kalbar)

Suaka Margasatwa
Kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas, seperti memiliki keanekaragaman dan
jenis satwa yang unik. Perkembangan satwa dipengaruhi kegiatan manusia.
Contoh: SM Muara Angke (jakarta utara)
SM Pulau Panjang
SM Raja Ampat

Taman Nasional
Kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang dikelola secara zonasi.
Tujuan : u/ penelitian dan menjaga keanekaragaman hayati

Taman Hutan Raya
Page 4 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Kawasan pelestarian alam dengan tujuan u/ koleksi hewan & tumbuhan alami /
bukan alami, jenis asli / bukan asli.

*)Beberapa pelestarian ex situ
a. Kebun Koleksi
KK kelapa di Bone
KK mangga di Cukur Gondang di Pasuruhan
KK Tebu di Pasuruhan
b. Kebun Plasma Nuftah
kisaran keanekaragaman genetika yang menyangkut individu liar sampai
bibit unggul masa kini
c. Penyimpanan dalam suhu dingin (biji-bijian => bank biji di swiss)

No Kompetensi Indikator
2. Menjelaskan ciri-ciri makhluk
hidup dan klasifikasinya, peranan
keanekaragaman hayati bagi
kehidupan dan upaya
pelestariannya.
Menjelaskan peran Virus, Archaebacteria dan
Eubacteria bagi kehidupan manusia.
Mengidentifikasi ciri-ciri/peran kelompok jamur dan
protista (jamur, protista, protozoa, alga).
Menentukan dasar pengelompokan mahluk hidup.
Menjelaskan upaya pelestarian sumber daya alam
tertentu.
Mengidentifikasi ciri-ciri kelompok tumbuhan.
Mengidentifikasi cara perkembangbiakan hewan
invertebrata.
Mengidentifikasi ciri-ciri kelompok hewan vertebrata
PROTISTA
Protist is a eukaryotic organism like plants, animals, and fungi. Protist came from Greek words that
mean the first. Because protist considered as the first eukaryotic organism which is evolutes. Founded
by Antoine van Leuwenhoek in 1674, it is predicted that protist appeared about 1.5 million ago.
Protist has more complex body structure than archaebacteria and eubacteria. Protist already had true
nuclei, mitochondria, chloroplast, reticulum endoplasm, Golgi body, flagella, and cilia.
Characteristics of Protist::
Eukaryotic
Most protists are unicellular, made colony. Also there are some multicellular protist, but its cells
are had already differentiation yet.
Capable performing all the main functions of life
Asexually reproduction by mitotic division
Sexually reproduction by conjugation
In unsuitable condition usually make sista or spores
Individual, but there are some of protist that do symbiosis with another organisms
Most of them lived in air tawar like pond, lake, river, etc.

1. Protozoa (Protist like animals)
- Unicellular
- Has cosmopolite characteristics => can be found anywhere
Page 5 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Most of them lived in watery places (air tawar, sea, or in humid places)
- Can be solitary or in colony
- Some of them as parasit, saprophyte,
- Protozoa can be as a plankton which has main role in food chain, or it can be as indicator
pollution in an environment.
- Asexual => cell division Sexual => conjugation
- Usually scientist grouped protozoa based on the moving tools: pseudopodium (protoplasm
as false leg), cilia, and flagellum.
- Protozoas food are bacteria, another protozoa, or as detritius (organic materials from
dead body
- Unsuitable condition => sista
- Has simple cell organization. Some has more than one nuclei.
- Divided into 4 class, they are::

Rhizopoda (Sarcodina)
Ciri khusus rhizopoda adalah memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodium). Kaki
semu merupakan tonjolan protoplasma sel. Proses penjuluran:
Bagian protoplasma yaitu endoplasma yag kental (plasmogel) mencair
menjadi plasmosol. Jika plasmosol mengental maka penjuluran tertarik
kembali, dst. (gerakan amoeba menggunakan pseudopodia = gerak
amoeboid)
Ada 2 tipe kaki semu:
Tipe Lobodia
Berbentuk agak lebar dengan ujung penjuluran berbentuk tabung. Protoplasmanya
tersusun atas ektoplasma dan endoplasma.
Tipe Filopodia
Ujung penjuluran yang runcing dan biasanya bercabang. Protoplasmanya tersusun
atas ektoplasma saja.

~Amoeba~
Strukur tubuh amoeba terdiri dari:
Membran sel dan membran plasma (pellicle)
Inti sel (nukleus)
Endoplasma=>bagian tengah yang gelap mengandung granula
Ektoplasma=>bagian bening dekat membran plasma
Vakuola kontraktil (rongga berdenyut)
Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Juga mengatur agar tekanan osmosis
sel selalu lebih tinggi dari tekanan disekitarnya.
Vakuola makanan (rongga makanan)
Berfungsi sebagai alat pencernaan.
Berdasarkan tempat hidupnya, amoeba dibedakan menjadi 2 jenis:
Ektoamoeba=>Hidup di luar tubuh makhluk hidup
Entamoeba=>di dalam rubuh

Page 6 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Sistem organ keterangan
Sistem
pencernaan
Makanan dimasukkan dengan menjulurkan protoplasmayang
membentuk pseudopodium, yang akan mengelilingi makanan dan
dimasukkan ke vakuola makanan. Cara makan ini : fagositosis
Sistem
pernapasan dan
ekskresi
O
2
berdifusi melalui membran sel. CO
2
dikeluarkan oleh vakuola
kontraktil.
Reproduksi Aseksual=>membelah diri
Diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis) dan diikuti pembelahan
sitoplasma (sitokinesis).

~Foraminifera~
Memiliki rangka luar dari zat kapur/silika (mengandung kalsium karbonat). Hidup di air laut.
Example: globigerina and allogromia. Lapisan tanah foraminifera mengindikasikan adanya
minyak bumi.
~Radiolaria~
Organisme laut berbentuk bulat hampir seperti bola, memiliki banyak duri dari zat kitin dan
stronsium sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap di dasar perairan (lumpur radiolaria)
yang berguna sebagai bahan penggosok.

Flagellata (Mastigophora)
Memiliki flagel => flagellum means bulu cambuk, yang berfungsi untuk:
Bergerak/berenang
Membuat arus untuk membawa makanan ke mulut
Mengetahui keadaa lingkungan
Ada yang hidu bebas, parasit (pada manusia/hewan), dan saprofit. Flagellata terdiri atas
satu sel oval, panjang, atau bulat. Bagian tubuh, pencernaan, dan respirasai sama dengan
rhizopoda. Reproduksi secara vegetativ => cell division

~Fitoflagellata~
Dapat berfotosintesis. Bersifat:
Holozoik = sifat seperti hewan dan memperoleh makanan dari zat organik
Holofitik = sifat seperti tumbuhan, hidup dari zat anorganik dan melakukan
fotosintesis
Saprofitik = mencerna organisme yang sudah mati
Contoh yg memiliki sifat holozoik dan holofitik di atas: Euglena viridis, volvox, dan
chlamydomonas. Aseksual => cell division Sexual => conjugation. 3 kelas::
Euglenoida
o Ditemukan di air jernih.
o Memiliki kloroplas (Astasia>>euglenoida yg tdk berkloroplas).
o Memiliki stigma (bintik mata u/ membedakan gelap dn terang)
o Makanan masuk melalui sitofaring
Dinoflagellata
o Uniseluler
o Memiliki 2 flagella (biasaya pendek dn panjang)
o Cell wal consists of cellulose
o Kebanyakan hidup di air laut, tapi ada jug yang di air tawar.
Page 7 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
o Banyak spesies dinoflagellata yang kehilangan flagellanya dan tumbuh
sebagai fase vegetatif
Volvocida
o Berbentuk bulat
o Hidup soliter atau berkoloni
o Cell wall composed from celullose
o Mempunyai 2/4 flagel
~Zooflagellata~
Flagellata yang tidak berkloroplas yang menyerupai hewan. Ada yang parasit, ada yang
bebas.
Struktur tubuh = Mirip dengan leher porifera. Mempunyai 2 flagella.
Reproduksi=terjadi secara aseksual dengan pembelahan biner longitudinal
Contoh: Trypasonoma dan Leishmania.
Ciliata (Ciliophora)
Cilliata dari kata cillia=bulu getar. Berfungsi alat penerima rangsang & alat gerak.
Merupakan kelompok terbesar dalam protozoa. Tidak semua cilliata mersifat motil (dapat
bergerak), beberapa cilliata sesil membentuk tangkai, yang sebenarnya dapat bergerak tapi
lebih suka melekat pada sesuatu.
Struktur Tubuh
o Kebanyakan asimetris, kecuali cilliata primitif = simetris radial
o Diperkuat pelikel =sitoplasma kuat & padat
o Silia menyelubungi permukaan tubuh utama = silia somatik
o Memiliki 2 inti. Mikronukleus=>reproduksi sel. Makronukleus=>metabolisme dan
pertubuhan
Macam Mulut:
o Mulut membran berombak/membran yang bergerak = silia yang menyatu dalam
barisan panjang
o Mulut membran yang berupa barisan pendek dari silia yang bersatu membentuk
piringan

~Paramaecium caudatum~
Sistem organ Keterangan
Sistem pencernaan Paramaecium bergerak menggoyangkan silianya. Dapat secara
langsung sepanjang sumbu sel, dan dapat berotasi sendiriseperti spiral
di sekliling garis yang dilaluinya. Makanan masuk bersama aliran air
yang diakibatkan gerkan silia pada sitofaring ke vakuola nonkontraktil.
Kemudian vakuola nonkontaraktil akan mengembara ke seluruh
protoplasma dengan geraka siklolisis. Sisa makanan dikumpulkan di
vakuola knontraktil dikeluarkan melalui anus
Sistem
pernapasan
Secara difusi melalui permukaan tubuhnya (seprti amoeba)
Reproduksi Aseksual => binnary fission
Seksual => conjugation
- Dua individu berlainan muatan saling menempel
- Makronukelus pada setiap individu meghilang (degenerasi)
- Mikronukleus membelah secara meiosis menjadi 4. 3
diantaranya lenyap, sedangkan satu sisanya membelah dan
sekarahng menjadi haploid (n)
- Satu inti diantaranya saling bertukar (pindah). Kemudian 2 inti
Page 8 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
bersatu menjadi diploid (2n) kemuadian paramaecium saling
berpisah.
- Inti diploid dalam tiap individu membelah 3 kali berturut turut
membentuk 8 inti. Empat inti bersatu membentuk makronukleus, 3
inti meghilang dan 1 inti menjadi mikronukleus
Setelah itu paramaecuim siap untuk melakukan vegetatif dengan cara
membelah diri.

~Didinium~
Cilliata menghuni perairan. Sebagai predator paramaecium
~Stentor~
Tubuh seperti terompet, dengan tangkai yang panjang dan ada silia disekitar mulut.
Menetap di dasar perairan.
~Vorticella~
Seperti lonceng dengan tangkai panjang yang melekat pada substrat.
~Stylonichia~
Di dasar kolam atau menempel pada daun. Memiliki sekelompok silia yang berbentuk
seperti duri (cirri = from sirrus means rough)
~Balantidium Coli~
Penghuni kolon manusia. Dapat menimbulkan balantidiosis (gagngguan pada perut)

Sprozoa (Apicomplexans)
Spora: benih dan zoon: hewan. Respirasi dan ekskresi terjadi secara difusi. Makanan
diperoleh dengan cara menyerap zat makanan dari hospesnya. Sporozoa tidak memiliki alat
gerak. Hidup sebagai parasit, dan menyebabkan penyakit. Struktur tubuhnya:
Bulat panjang
Hanya beberapa mikron, tapi dalam manusia&hewan dapat mencapai 10mm
Tubuh terbentuk dari tropozoit memanjang. Di bagian anterior terdapat kompleks
apikal berupa kait, penghisap, atu filamen sederhana u/ melekatkan diri pada inang.
Reproduksi aseksual terjadi di dalam tubuh inang tetap. Sedangkan seksual di dalam inang
perantara. Sporogoni => seksual, persatuan gamet jantan (mikrogamet) dan gamet betina
(makrogamet) Skizogoni => aseksual.

~Daur Hidup Plasmodium~
Memiliki 2 fase:fase vegetatif (di tubuh manusia) dna generatif (di nyamuk anopheles).
Nyamuk anopheles menghisap darah, air liur yang mengandung sporozoit masuk ke
dalam peredaran darah.
Sporozoit masuk ke hati dan berkembang menadi kriptozoit (fase eksoeritrositair)
Setelah 3 hari, kriptozoit menyerang darah merah dan berubah menjadi tropozoit
(fase eritrositair)
Tropozit kemudian membelah (skizogoni)
Sel darah merah pecah dan keluarlah merozoit terlepas dalam aliran darah
(sporulasi). Merozoit akan menginfeksi sel darah merah lagi dan akan terbentuk
merozoit baru.
Setelah 2 atau 3 generasi merozoit tumbuh menjadi bentuk seksual/gamogani
(makrogametosit dan mikrogametosit). Ketika nyamuk menggigit manusia, makro dan
mikro gametosit akan terisap nyamuk
Page 9 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Di dalam nyamuk dua gamet akan melebur membentuk zigot
Zigot akan berubah menjadi ookinet yang memiliki alat gerak dan akan menerobos
dinding usus dan tumbuh menjadi oosista.
Jika oosista pecah akan keluar sporozoit, sebagian akan masuk ke kelenjar air liur,
dan dan fase vegetative dimulai kembali.
Ada 4 spesies Plasmodium:
Plasmodium vivax => malaria tertiana, masa sporulasi 2 hari sekali
Plasmidium falciparum=>malaria tropika, masa sporulasi 1-2 hari sekali
Plasmodium malariae => malaria quartana, sporulasi 3 hari sekali
Plasmodium ovale=> malaria ovale (gangguan limpa), sporulasi 2 hari sekali

Suctoria*
has cilia in the first phase of his life. When they had already matured, suctoria has sesil
characteristics (stick on something)

2. Algae (Protist like plant)
- Fitoplankton yang melayang di air, tapi ada juga yang hidup di dasar air
- Unicellular
- Ada yang membentuk filamen
- Mempunyai klorofil
- Tubuhnya berupa thallus=>tidak memiliki batang daun dan akar sejati maka disebut
thallophyta
- Kaku=>tubuhnya terdiri dari kalsium karbonat, silika, dan protein
- Ada yang hidup di tubuh hewan dan sebagai sumber O
2

Page 10 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Motil dan ada yang non motil
- Ada yang mengalami metagenesis (pergiliran keturunan)
- Reproduksi:
Aseksual
u/ uniseluler membelah diri. u/ yg berkoloni fragmentasi. Selain itu ada juga
zoospora => sel tunggal diselubungi oleh selaput yang dapat bergerak.
Seksual
Ada 2 tipe:
Isogami : gamet jantan dan betina sama besar dan belum dapat
dibedakan. Umumnya dapat bergerak.
Oogami : gamet betina (makrogamet) tidak bergerak, gamet jantan
(mikrogamet) aktif bergerak
Konjugasi=>penonjolan sitoplasma pada 2 benang ganggang yang berdekatan.
Saluran konjugasi u/ mengalirkan sitoplasma dan nukleus sehingga melebur
membentuk zigot. Selanjutnya zigot akan membelah secara meiosis, menghasilkan
benang haploid baru.

Chlorophyta (Ganggang Hijau)
Uniseluler, ada yang membentu koloni
eukariot
Memiliki klorofil a dan b, serta karotenoid dan xantofil
Di dalam kloroplas terdapat pirenoid : tempat untuk menyimpan hasil asimilasi berupa pati
Pada sel yang reprodukti terdapat stigma
Uniseluler => Tidak bergerak (chlorella, chlorococcum)
Bergerak (chlamydomonas)
Koloni => Tidak bergerak (hidrodictycon)
Bergerak (volvox)
Benang => Oedogonium dan Spyrogyra
Lembaran =>Ulva dan Chara
The role of chlorophyta:
Digunakan dalam penyelidikan dalam laboratorium
u/ bahan obat2an kosmetik dan makanan
chlorella memiliki gizi yang tinggi(PST). Memiliki chlorellin, semacam antibiotik.
Ulva, Caulerpa dan Enteromorpha sebagai sumber makanan berupa sayur

Chrysophyta (Ganggang keemasan)
Mempunyai pigmen hujau yang tertutup oleh karotenoid bernama fikosantin
Hidup di air tawar dan air laut
Aseksual : membelah diri dan zoospora. Seksual:isogami
Dinding sel terdiri dari hemiselulosa dan silika
Cadangan makanan karbohidrat dan lemak
Ada 3 kelas ::
Xanthophyceae (hijau-kuning)
Chrysophyceae (cokelat-keemasan)
Bacillariophyceae (diatom), di permukaan tanah basah atau air laut. Dinding sel
terdiri atas 2 belahan, hipoteka dan epiteka (tutupnya. Ternuat dari silika dan
biasa u/ bahan penggosok). Antara hipoteka & epiteka terdapat celah disebut
rafe. Reproduksinya vegetatif : membeah diri, generatif : peleburan gamet.
Page 11 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Contoh: Diatom sisa cangkangnya membentuk tanah diatim digunakan sebagai bahan
peledak, campuran semen, bahan penggosok, bahan isolasi dan pembuatan saringan

Rhodophyta (Alga merah/rumput laut)
Sebagian besar di air laut, tapi ada juga yang di air tawar
Memiliki klorofil yang tertutupi oleh pigmen merah/ fikoeritrin
Dinding sel dari selulosa dan pectin
Talus berupa helaian
Dinding sel mengandung polisakarida tebal dan lengket yang bernilai komersial.
Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk tepung florid
Contohnya : Euchema spinosum, Gellidium robustum, Gracilaria verrucosa, Porphyra,
Chondrus crispus, Gigartina mammilosa, Corallina mediterranea, palmaria palmate,
Polysiphonia sp
Catatan :
Euchema spinosum dan Gellidium robustum menghasilkan gelatin untuk pembuatan agar-
agar
dan untuk campuran pembuatan kue kering
Reproduksinya ::
Aseksual membentuk tetraspora. Tetrasopra akan menjadi gametangium jantan
dan betina yang kemudian bersatu membentuk karposporofit.
Seksual
Cari sendiri ya... capek nih.. intinya yg cowok spermatium yang cewek ovumnya
dihasilin dari karpogonium terus mereka bergantung sama water current buat ketemu

Phaeophyta (Alga Coklat)
Ada pigmen coklat : fukosantin
Memiliki talus terbesar. Berbentuk tegak bercabang, atau filamen tidak bercabang.
Sering ditemukan di tepi pantai
Memiliki pirenoid yang terdapat di dalam kloroplas untuk menyimpan cdgn mkanan dalam
bentuk laminarin.
Bagian dalam dinding sel tersusun dari lapisan selulosa, kalau yang luar gumi. Dan pada
ruang antar sel ada asam alginat.
Jaringan transportasi air analog dengan tumbuhan darat.
Peranannya:
Bermanfaat dalam industri farmasi dan makanan. Asam alginat (algin) digunakan dalam
pembuatan es krim, pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, dan losion. Juga dapat
digunakan sebagai pupuk karena alga ini mengandung banyak kalium dan N sedankan P
rendah.
-Laminaria lavaniae sebagai pupuk pertanian karena mengandung kalium, nitrogen dan
fosfor dan makanan ternak di daerah pesisir
-Laminaria digitalis sebagai penghasil yodium untuk obat penyakit gondok
-Macrocystis dan Laminaria menghasilkan asam alginat yang bermanfaat sebagai bahan
pengental pada industry makanan (es krim), bahan pelekat pada industri plastic, kosmetik
dan tekstil, obat-obatan, cat
-Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk mencegah
penyakit gondok).
Reproduksi:
Aseksual dengan pembentukan zoospora berflagella atau fragmentasi
Seksual nya hampir serupa dengan tumbuhan tingkat tinggi.
Page 12 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Pyrrophyta (Alga Keemasan = Dinoflagellata)
Bentuk talus ada yang berupa batang / telapak tangan
Uniseluler
Dinoflagellates are algae with two flagella of unequal length that spin the cells like a top
through the water.
The alga is covered by a Cellulose Plate that looks like Armor when seen under a
microscope.
Some species (Noctiluca) can produce BIOLUMINESCECE, a display of sparkling light often
seen in the Ocean at night.
Other species produce Toxins and Red Pigments. When their populations Explode, they
turn the water brownish red, resulting in a phenomenon known as RED TIDE. (Noctiluca). In
high concentrations, its toxin paralyzes the central nervous system of fish so they cannot
breathe.
Gymnodium breve menghasilkan brevetoksin
Reproduksi
Aseksual dengan membelah diri menghasilkan spora motil berflagella. Seksual dengan
membentuk sel khusus yang disebut auksospora:zigot yg dilindungi spesial cell wall.
Page 13 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
3. Protist like Fungi
- Mempunyai flagel dalam satu periode masa hidupnya
- Dinding sel dari selulosa bukan zat kitin layaknya jamur
- Fagosit
- Terdiri atas 3 filum::

Myxomycota (Jamur lendir plasmodial)
Biasanya hidup seperti plasmodium.
Memiliki lapisan lendir dan bersifat fagositosis.
Sebagai dekomposer
Di lingkungan yang kurang sesuai akan membentuk spora
Karakteristik spora: kumpulan spora akan membentuk tubuh buah dan spora akan
tumbuh di lingkungan yang sesuai.
Contoh : Physarum


Page 14 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Acrasiomycota (Jamur lendir seluler)
Umumnya hidup di dalam tanah
Hidup sebagai sel amoeboid
Jika suplai makanan berkurang, akan mengeluarkan senyawa kimia yang
menyebabkan mereka berkumpul membentuk pseudoplasmodium
Pseudoplasmodium bersifat sementara, dan akhirnya tumbuh menjadi badan buah
dan menghasilkan spora.
Pada lingkungan yang sesuai, spora berkecambah ditandai dengan dilepasnya sel
sel amoeboid (fase aseksual dimulai). Fase seksual terjadi bila keadaan sangat
lembab.

Oomycota (Jamur air)
Tumbuh di air sebagai saprofit atau dekomposer
Sebagian hidup parasit pada ikan, tumbuhan dan serangga
Memiliki tubuh seperti jamur tapi dinding selnya dari selulosa
Contoh : Phytopthora infestans
Page 15 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


JAMUR mikologi
A. Struktur Jamur
- Tubuh jamur ada yang uniseluler (khamir) dan ada yang multiseluler (kapang)
- Eukariot
- Tubuh jamur multiseluler disebut miselium, yakni jalinan dari benang-benang halus (hifa)
- Miselium vegetatif : menyerap makanan
Generatif : menghasilkan spora
- Dinding sel jamur dari zat kitin
- Beberapa hifa bersifat senositik: tidak terpisah dalam ruang-ruang (asepta)
- Hifa yang memiliki sekat (septa), pada setiap septa terdapat lubang halus yg memungkinkan
berlangsungnya aliran sitplasma.

B. Ciri Kingdom Fungi
- Eukariot
- Multiseluler atau uniseluler
- Tidak berklorofil
- Hidup bebas/bersimbiosis
- Aerob
- Reproduksi -> spora
- Tubuh tersusun oleh hifa
- Habitat -> lembab
- Heterotrof

Page 16 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
C. Cara Hidup dan Memperoleh Makanan
Semua jamur bersifat heterotrof, mendapatkan makanan dari organisme lain/materi organik yang
sudah mati.
- Saprofit
- Parasit : menyerap makanan dari inangnya. Mempunyai hifa khusus haustoria yg memiliki
kemampuan menembus sel inang.
- Simbiosis
Dengan akar tumbuhan tk tinggi : mikoriza
Dengan ganggag hijau / ganggang biru hijau : lichenes.

D. Reproduksi Jamur

Seksual
Melibatkan penyatuan gamet jantan dan betina melalui isogami, anisogami, oogami, dan
pembentukan spora aseksual. Jenis-jenis spora akseksual :
Askospora
Merupakan spora yg berada dalam askus yang dibentuk oleh 2 sel / 2 jenis hifa
Zigospora
Spora yg dibentuk oleh 2 hifa yg kompatibel
Basidiospora
Penggabungan 2 jenis hifa dibentuk pada basidium.
Spora aseksual dibentuk sebagai hasil peleburan dua sel/hifa secara konjugasi.
*) kontak gametangi >< gametangium menyebabkan singami.
Singami : penyatuan sel dari 2 individu. Terjadi dalam 2 tahap:
1. Plasmogami
2. Kariogami
Aseksual
Pembentukan spora aseksual
Dihasilkan hifa tertentu. Langsung jadi organisme baru
Fragmentasi
Pemisahan hifa dari miselium yg akan menjadi miselium baru. Pada keadaan tertentu
akan terdeferensiasi menjadi sporangia.
Tunas
Semacam sel berukuran kecil kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna. Biasa
dilakukan jamur uniseluler.

Page 17 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
E. Divisi Divisi :p
- Zygomycota
Spora zigospora
Habitat darat/organisme mati
Mostly saprofit
Hifa senositik dan bercabang
Ada sporangiofor : hifa tegak dan punya sporangium globuler

- Ascomycota
Hifa bersepta
Spora askospora
Ada yg saproba dan parasit
Kalau aseksual dihasilkan spora konidium yg terbentuk pada hifa khusus konidiofor
Biasanya kalau di soal gambarnya itu meh kaya kacang polong tiga :p
Page 18 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

- Basidiomycota
Mostly makroskopis
Spora basidium
Hifa bersepta
Mostly saproba
Tubuh buah seperti payung

- Deutromycota
Disebut juga fungi imperfecti
Ciri utama divisi ini adalah belum diketahui reproduksi seksualnya.

- Lichen
Asosiasi simbiosis fakultatif antara jamur mikobion (biasanya dari ascomycota) dengan alga
fikobion (cyanobacteria / chlorophyta). Reproduksinya pakai fragmentasi atau soredium.
Bentuk lichen ada 3 yaitu : krustos, fruktikos, dan folios.
- Mikoriza
Ektomikoriza
Obligat dan hifanya hanya menembus sampai epidermis
Endomikoriza
Fakultatif dan hifanya menembus sampai korteks
Page 19 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

*)insert reproduksinya basidiomycota :3
PERANAN JAMUR
a. Basidiomycota
Nama Spesies Keterangan
Volvariella volvaceae (jamur merang),
Auricularia
polytricha (jamur kuping), Lentinulla edodes
(jamur shitake), Psalliota campestris, Agaricus
campestris
Dapat dimakan
Ganoderma (jamur kayu) Saprofit pada kayu
Polyporus giganteus (jamur papan), Pleurotus
(jamur tiram)
Obat atau makanan suplemen
Clavaria zippelli (supa mayang) Saprofit pada tanah kawasan hutan
Amanita phalloides dan Amanita ocreata Menghasilkan racun phallin, dapat
menghancurkan sel darah merah
Amanita muscaria Menghasilkan racun muscarin, dapat
mengganggu sistem saraf (halusinasi)
Page 20 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Ustilago maydis Parasit pada akar tembakau
Ustilago zeae Menyerang tanaman jagung
Ustilago virens Menyerang tanaman padi
Ustilago scitaminea Menyerang tanaman tebu
Puccinia graminis Menyerang jagung dan gandum
Puccinia arachidis Parasit pada tanaman kacang tanah

b. Ascomycota
Nama Spesies Keterangan
Saccharomyces cereviceae Alkoholisasi, pembuatan bir, pembuatan roti
Saccharomyces tuac Pembuatan tuak dari air nira (legen)
Aspergillus flavus Menghasilkan racun aflatoksin diduga dapat
menyebabkan kanker pada manusia
Saccharomyces ovale Pembuatan tape
Saccharomyces ellipsoideus Fermentasi anggur menjadi minuman anggur
(wine)
Aspergillus wentii Pembuatan kecap dan tauco
Aspergillus niger Menghasilkan O2 dari sari buah dan
menjernihkan sari buah
Penicullium notatum dan Penicullium
crysogenum
Menghasilkan antibiotik penisilin
Aspergillus fumigatus Menyerang paru-paru burung
Neurospora crassa Pembuatan oncom
Penicullium requeforti dan Penicullium
camemberti
Member cita rasa atau mengharumkan dalam
pembuatan
keju
Trichoderma reesei Menghasilkan enzim selulose yang dapat
digunakan untuk memproduksi protein sel tunggal
(pst)
Venturia inaequalis Merusak Buah Apel
Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinea Tubuh buahnya dapat dimakan

c. Zygomycota
Nama Spesies Keterangan
Rhizopus stolonifer Tumbuh pada roti basi
Rhizopus Oryzae Pembuatan tempe
Mucor javanicus dimanfaatkan dalam pembuatan
tape
Mucor mucedo dan Pilobolus Menguraikan kotoran hewan

ARCHAEBACTERIA
1. Metanogen
- Metabolismenya membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi CO2
- Bersifat anaerobik kemosintetik
- Hidup di lumpur, rawa, tempat kurnag oksigen
2. Halofil
- Heterotrof
- Hidup di daerah berkadar garam tinggi
- Respirasi aerobik
- Beberapa ada yg dapat berfotosintesis dg klorofil yg disebut bakteriorodopsin yg berwarna
ungu.
Page 21 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Contoh : Halobacterium
3. Termoasidofilik
- Hidup di tempat yang asam dan bersuhu tinggi
- Hidup dengan mengoksidasi sulfur
- Umumnya hidup di kawah vulkanis / mata air bersulfur.
- Contoh : bakteri pereduksi sulfur Sulfolobus

Eubacteria
1. Ciri-ciri Bakteri
Dinding peptidoglikan (kuandeeell o_o)
pada kondisi jelek bisa bikin endospora
bereproduksi secara aseksual lewat pembelahan biner (rumus : 2
n
), tapi juga bisa konjugasi dan
transduksi (pemindahan materi genetik lewat virus)
2. Bentuk Bakteri
Basil, kokus, dan spiral
3. Jenis Bakteri
Berdasarkan karakteristik dinding sel
Gram positif > dinding tebal (warnanya nanti jadi merah kalau gasalah ._.v)
Gram negatif > dinding tipis
Berdasarkan jumlah dan letak flagella
Monotrik : satu flagel di ujung
Amfitrik : di kedua ujung ada satu flagel
Lofotrik : di salah satu ujung banyak flagel
Peritrik : di seluruh tubuh banyak flagel
Berdasarkan cara hidup
Saprofit, parasit, patogen, fotoautotrof, kemoautotrof

4. Bakteri yang bermanfaat
L. casei buat keju, L. Citrovorum buat ngasih aroma ke mentega dan keju.
Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin
Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin
Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin

5. Bakteri yang merugikan
Mycobacterium tuberculosis (TBC)
Yersinia pestis (Pes)
Clostridium tetani (tetanus)
Neisseria gonorrhoae (gonorea)
Bakteri penyebab kolera, tifus, dan paratifus.









Page 22 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Peranan Archaebacteria dan Eubacteria

Page 23 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Tumbuhan Paku
Tumbuhan berpembuluh (tracheophyta)
Sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati
Mempunyai berkas pengangkut yaitu floem dan xilem
Akar serabut berupa rizoma
Mempunyai klorofil sehingga bersifat autotof
Daunnya dapat dibandingkan ukurannya, ada yang daun kecil, (mikrofit) dan daun besar
(makrofil) dan fungsinya, ada yang menghasilkan spora (sporofit) dan untuk berfotosintesa
(tropofit)
Habitat, hidup diair, ditempat lembab, nempel dan hidup pada sisi-sisi tumbuhan.
Mengalami metagenesis

Struktur Tubuh
Akar
Akar paku bersifat seperti akar serabut, berupa rizoma
Batang
Batang pada sebagian besar jenis paku terdapat di dalam tanah berupa rimpang, menjalar ,
sedikit tegak. Namun ada beberapa jenis paku yang batangnya dapat muncul ke permukaan
tanah.
Daun
Pada usia muda, daun selalu menggulung & melingkar

Macam-macam daun berdasarkan bentuk, ukuran, & susunan
Mikrofil
Bentuk kecil (seperti rambut/sisik)
Tidak bertangkai
Tidak bertulang daun
Belum memperlihatkan diferensiasi
Tidak dapat dibedakan antara epidermis, daging daun & tulang daun
Makrofil
Bentuk besar
bertangkai
bertulang daun & bercabang-cabang
Sel penyusun telah memperlihatkan diferensiasi sel
dapat dibedakan antara epidermis, daging daun & tulang daun

Macam-Macam daun berdasarkan fungsinya
Tropofil
Daun yang khusus untuk fotosintesis
Sporofil
Daun yang khusus untuk menghasilkan spora, namun juga dapat melakukan fotosintesis,
sehingga disebut troposporofil

Reproduksi
Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan seksual.
Secara seksual Peleburan gamet jantan dan gamet betina
Secara aseksual Dengan spora
Page 24 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Reproduksi tumbuhan paku menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan
generasi sporofit (metagenesis).

Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:
Paku Homosfor atau Isospor
>> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).
Paku Heterospor
>> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina),
misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).
Paku Peralihan
>> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan
dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)

Ciri generasi gametofit:
1. Spora yang jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi prothalium
2. Prothalium merupakan lembaran yang berbentuk hati, pada permukaan bawah terdapat
rhizoid, permukaan atas terdapat gamet (antheridia dan archegonia)

Ciri generasi sporofit:
1. Terbentuk dari hasil peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum)
2. Tumbuhan paku muda menjadi paku dewasa yang tumbuh di atas gametofit
3. Tumbuhan paku dewasa menghasilkan dua jenis daun yaitu daun sporofil dan daun tropofil
4. merupakan fase paling dominan, dan berumur panjang

Page 25 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Tumbuhan Lumut (Thallophyta)


Tubuhnya berupa talus. Belum punya batang akar daun sejati. Hanya deretan sel-sel.
Dinding sel dari selulosa
Proses pendistribusian air lambat secara difusi
Pengganti akar : rizoid, struktur yg menyerupai bulu2 akar
Spora berkecambah jadi protonema
Fase gametofit yang dominan

Struktur Sporofit (sporogonium)
- Vaginula : kaki yg diselubungi sisa dinding arkegonium
- Seta atau tangkai
- Apofisis : ujung seta yang agak melebar yg merupakan peralihan antara seta dengan
kotak spora
Page 26 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Kaliptra : atau tudung, berasal dari dinding arkegonium
- Kolumela : jaringan yg tidak ikut ambil bagian dalam pembentukan spora

Sporofit tumbuh pada gametofit yang hijau menyerupai daun. Sporofit memiliki klorofil pula
sehingga bisa fotosintesis, tapi juga mendapatkan makanan dari gametofit tempatya melekat.

Klasifikasi
1. Lumut Daun (Bryophyta)
- Tubuh fase gametofit memiliki gametangium di atasnya
- Menghasilkan gamet yang dapat dibedakan
- Tubuh fase sporofit yang dihasilkan akan tumbuh di atas gametofit betina
- Pada beberapa spesies ada kaliptra.
- Contoh : Polytrichum juniperinum, Sphagnum, Pogonatum cirratum.

2. Lumut Hati (Hepaticophyta)
- Sporofit tertancap di dalam gametofit betina
- Talusnya berupa lembaran-lembaran (bentuknya hati looohh ) dan memiliki gemma
cup
- Contoh : Marchantia polymorpha dan Porella

3. Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)
- Sporofitnya berupa kapsul memanjang
- setiap selnya mengandung kloroplas
- memiliki involukrum
- sporofit akan terus tumbuh selama masa hidup gametofit.
- contoh : Anthoceros natans

perbedaan lumut, paku, dan tumbuhan biji
Page 27 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
KLASIFIKASI GYMNOSPERMAE
Ciri Gymnospermae
1. Pada umumnya perdu atau pohon, dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar.
2. Bentuk perakaran tunggang.
3. Daun sempit, tebal dan kaku.
4. Tulang daun tidak beraneka ragam.
5. Tidak memiliki bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya.
6. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung.
7. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat
dalam strobilus betina.
8. Bakal biji terdapat diluar ,tidak dilindungi daun buah.
9. Tumbuhan heterospora



Divisi Gymnospermae
1. Cycadophyta (pakis)
- Hidup di daerah topis dan sub tropis
- Bersifat diesis (berumah dua)
2. Ginkgophyta
- Hanya mempunyai satu spesies di dunia ini yaitu Ginkgo biloba
- Tumbuhan ini berupa pohon
- Bersifat diesis
- Biji tumbuhan tidak berada dalam runjung jadi bener2 naked :3
3. Gnetophyta
- Paling beda sendiri sama yang lain
- Karena punya pembuluh kayu pada xylem
- Yang paling terkenal Gnetum gnemon (melinjo)
4. Pinophyta (konifer)
- Ada yang menhasilkan resin/getah
- Biasanya bentuk tumbuhannya cone (kaya es krim conelo :p)
- Daunnya bentuk jarum
- Bersifat monoesis (berumah satu)
- Biji konifer berkembang dalam runjung.
Page 28 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

Gambar siklus hidup pinus

KLASIFIKASI ANGIOSPERMAE
Secara garis besar berdasarkan cotyledons (daun lembaga), angiospermae dibagi menjadi 2
kelompok yaitu dikotil/Magnoliopsida (berkeping dua) dan monokotil/Liliopsida (berkeping satu).
Dikotil / Magnoliopsida
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Memiliki 2 daun lembaga
- Berakar tunggang
- Batang bercabang-cabang
Page 29 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Berkambium
- Tulang daun menyirip/menjari
- Bunga kelipatan 2, 4, dan 5
- Xylem dan floem terletak teratur
- Ujung akar lembaga tidak punya sarung pelindung, begitu juga ujung pucuknya.
Tumbuhan dikotil terdiri atas beberapa famili:
- Euphorbiaceae (Suku getah-getahan)
Bila bagian tubuhnya dilukai akan keluar getah berwarna putih. Bunga betina terdiri
atas sebuah putik dengan tiga kepala putik. Berbuah pecah (kendaga) yang memiliki
3 ruang. Tiap ruang berisi sebuah biji. Bila buah ini pecah, maka bijinya terhempas
keluar. Contoh: Karet (Hevea brasiliensis), Jarak (Ricinus communis)
- Papilionaceae (Suku kacang-kacangan)
Akarnya memiliki banyak bintil-bintil karena bersimbiosis dengan bakteri pengikat
nitrogen. Daun bersirip tunggal. Bentuk bunga mahkotanya seperti kupu-kupu terdri
dari 5 mahkota bunga, 1 mahkota besar disebut bendera, 2 mahkota yang terletak di
kanan dan kiri berbentuk perahu yang disebut lunas. Benang sarinya adalah benang
sari dua tukal yaitu dari 10 helai benang sari, 9 berlekatan membentuk suatu berkas
sedang yang satu terpisah. Putiknya menumpang di atas dasar bunga dan tangkainya
panjang terletak di atas benang sari. Buahnya adalah buah polong. Contoh: kacang
tanah (Arachis hypogaea), Angasana (Pterocarpus indicus)
- Solanaceae (Suku terung-terungan)
Bunganya ada yang berbentuk terompet dan ada pula yang berbentuk bintang. Baik
kelopak maupun mahkota berlekatan membentuk tabung. Jumlah benang sari 5
buah, dimana satu diantaranya mandul. Bakal buah terletak di atas dasar bunga dan
memiliki dua ruang. Buah buni atau buah kotak. Contoh: Tomat (Solanum
lycopersicum), Terong (Solanum melongena), Cabe (Capsicum annum)
- Myrtaceae (Suku jambu-jambuan)
Umumnya erupa perdu, tetapi ada juga yang berkayu. Daun tunggal dan bertepi
rata, letak daun umumnya berhadapan. Kelopak daun berlekatan. Mahkota bunga
kecil dan mempunyai banyak benang sari. Buahnya merupakan buah buni. Contoh:
Cengkeh, berbagai macam jambu, eucalyptus.
- Caesalpinaceae (Suku johar-joharan)
Berupa pohon atau perdu. Daunnya bersirip tunggal atau ganda. Kelopaknya lepas.
Benang sari terdiri dari 20 helai. Buahnya merupakan buah polong. Contoh:
Flamboyan, Ketapang, Kembang merak
- Malvaceae (Suku kapas-kapasan)
Tumbuhan herba, daunnya memiliki stipula (anak daun), dan tangkai putik serta
benang sarinya menjadi satu. Contoh: kembang sepatu (Hibiscus rosa sinencis),
kapas (Gossypium arborescens)
- Rutaceae (Suku jeruk-jerukan)
Berupa tumbuhan berkayu, daun dan kulit batang mengandung kelenjar sehingga
berbau harum. Jumlah benang sari sama dengan mahkota, serta buahnya berupa
buah buni. Contoh: jeruk keprok (Citrus nobilis), Jeruk bali (Citrus maxima)
- Mimosaceae (Suku petai-petaian)
Berupa tumbuhan perdu/pohon dan memiliki buah polongan. Contoh: petai.
Page 30 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Composite
memiliki bunga majemuk, yaitu bunga tepi (bunga pita) dan bunga tabung. Bunga
tabung memiliki putik dan benang sari, bunga tepi tidak memiliki putik dan benang
sari. Contoh: bunga matahari.

Monokotil / Liliopsida
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Satu daun lembaga
- Berakar serabut
- Batang tidak bercabang
- Ruas-ruas batang tampak jelas
- Tidak memiliki lingkaran tahun
- Daun panjang dan berbentuk pita
- Tulang dun sejajar atau melengkung
- Bunga kelipatan 3
- Xylem dan floem tidak teratur
- Ujung akar lembaga punya sarung pelindung yaitu koleoriza
- Ujung pucuknya juga punya yaitu koleoptil
Tumbuhan monokotil terdiri atas beberapa famili:
- Graminae (rumput-rumputan)
Tinggi antara 50-150 cm. Letak daun pada batang berselang seling. Batang yang
masih muda dikelilingi oleh pelepah (uih daun). Pada batas aantara upih dan helai
daun terdapat lidah-lidah yang berfungsi menahan air supaya tidak membasahi
batangnya yang masih muda. Bunga tumbuh di ujung batang. Bunga yang masih
muda terlindung oleh daun-daun pelindung. Susunan bunga berbentuk majemuk
buor (malai) tangkai bunga panjang dan keopak sulit dibedakan dengan mahkota
bunganya disebut tenda bunga. Tenda bunga terdiri atas sekam-sekam kelopak dan
sekam-sekam tajuk. Benang sari 6 helai. Putik hanya satu buah dengan kepala putik
yang berbentuk bulu. Penyerbukan dibantu oleh angin. Contoh: padi, jagung, cantel,
juwawut, tebu, alang-alang, bambu.
- Palmae (palem-paleman)
Daun besar agak kasar, bersirip, ada yang berbentuk seperti kipas dengan pelepah
duan atau pangkal daun yang melebar. Pelepah daunnya sehelai atau lebih.
Berbunga majemuk, berupa tongkol dan terletak pada ketiak daun atau pada ujung
batang. Benang sarinya 6 helai, bakal buahnya terdiri atas satu sampai tiga ruang.
Contoh: rotan, salak, aren, kelapa.

- Musaceae (pisang-pisangan)
Batang merupakan batang semu karena merupakan kumpulan pelepah daun yang
membungkus batang, sedangkan batang yang sebenarnya tak tampak. Daun
mempunyai tulang daun menyirip dengan pelepah yang membungkus batang. Bunga
merupakan bunga majemuk, dalam satu tandan terdapat banyak bunga. Ada yang
berbiji ada yang tidak. Berkembang biak dengan tunas. Contoh: semua jenis pisang.
- Zingiberaceae (jahe-jahean)
Page 31 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Rimpang tumbuh menjalar di dalam tanah. Memiliki pelepah yang memeluk batang.
Letak daun berseing atau spiral. Memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu
bunga. Mahkota terdiri dari 3 helai, memiliki bibir yang mengadap benang sari dan
kelopaknya berbentuk tabung. Contoh: jahe, kunyit, dan lengkuas
- Orchidaceae (anggrek-anggrekan)
Memiliki akar rimpangyang mempunyai sel-sel khusus pada bagian bawahnya untuk
menempel pada pohon yang ditumpanginya. Bersifat epifit. Pangkal batang
membesar untuk menyimpan air. Daun berdaging, tepinya rata, terletak berseling
dalam dua baris. Satu bunga memiliki alat kelamin jantan dan betina. Memiliki 3
helai mahkota dan 3 helai kelopak yang mirip mahkota. Satu mahkota di bagian
bawah yang lebih lebar disebut bibir. Umumnya hidup di daerah tropik. Contoh:
jenis-jenis bunga anggrek, vanili.
- Bromeliaceae (nanas-nanasan)
Bunga tumbuh di bagian ujung batang, terdiri dari bunga majemuk, pangkal daun
melebar menjadi pelepah, dan buahnya berupa buah buni. Contoh: Nanas (Ananas
commosus)

Page 32 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Vertebrata
Pisces
- Kulit bersisik, memiliki rahang, memiliki sirip dan bernapas dengan insang
- Jantung dua ruang (1 atrium dan 1 ventrikel)
- Habitat air dan bereproduksi secara ovipar
- Bersifat poikiloterm
Chondrichtyes (ikan bertulang rawan)
- Mulut berada di ventral
- Memiliki celah insang
- Sisik berupa plakoid, ganoid atau tanpa sisik
- Ovipar dengan fertilisasi internal
- Misalnya Squalus acanthias (ikan hiu), Dicerobatis sp (ikan pari)
Osteicthyes (ikan bertulang keras)
- Mulut berada di anterior
- Memiliki tutup insang (operculum)
- Sisik berupa sikloid, stenoid
- Ovipar dengan fertilisasi eksternal
- Misalnya Cyprinus carpio (ikan mas)
Amphibi
- Pada masa larva bernapas dengan insang, sedangkan pada masa dewasa bernapas
dengan
- paru-paru
- Alat gerak berupa 2 pasang kaki berjari tanpa kuku
- Jantung tiga ruang (2 atrium dan 1 ventrikel)
- Pada eritrosit terdapat nucleus
- Bersifat poikiloterm
- Ovipar dengan fertilisasi eksternal
- Contohnya : katak, kodok, salamander
Reptilia
- Memiliki kulit yang kering dan dilindungi oleh zat tanduk
- Dapat mengalami pergantian kulit (ekskuvikasi)
- Memiliki kemampuan untuk memotong ekornya apabila dalam keadaan bahaya
- (autotomi)
- Memiliki kemampuan beradaptasi dengan merubah warna kulit sesuai lingkungannya
- (mimikri)
- Pada umumnya Ovipar dengan fertilisasi internal dan menghasilkan telur yang
dilindungi
- cangkang, sebagian kecil ada juga yang ovovivipar misalnya kadal
- Bernapas dengan paru-paru dan bersifat poikiloterm
- Jantung empat ruang (2 atrium dan 2 ventrikel) dengan sekat antar ventrikel belum
- sempurna, kecuali pada buaya di sekat tersebut terdapat lubang yang disebut
foramen panizzae
- Contohnya kura-kura, penyu, ular, kadal, buaya dll
Aves
- Tubuh ditutupi oleh bulu
- Jantung empat ruang (2 atrium dan 2 ventrikel) dengan sekat yang sudah sempurna
- Bersifat homoeoterm
Page 33 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
- Ovipar dengan fertilisasi internal
- Alat pernapasan berupa paru-paru dibantu oleh kantung udara (sakus pneumatikus) ,
- selain itu kantung udara berperan dalam meperkeras suara, menjaga suhu tubuh,
- mengatur berat jenis, mencegah hilangnya panas
- Karakteristik khusus dari burung :
Memiliki tembolok, pelebaran dari kerongkongan berperan dalam penyimpanan
makanan sementara
Lambungnya terdiri dari dua bagian, yaitu : proventrikulus (lambung kelenjar) dan
ventrikulus (lambung pengunyah)
Mamalia
- Mempunyai kelenjar susu (glandulla mammae)
- Jantung empat ruang (2 atrium dan 2 ventrikel)
- Bersifat homoeoterm
- Vivipar (kecuali platypus dan echidna) dengan fertilisasi internal
- Alat pernapasan berupa paru-paru
- Ornythorincus (platypus) dan Echidna bertelur
- Pada ruminansia mempunyai 4 lambung : rumen, reticulum, omasum dan abomasums
- Mamalia yang hidup di perairan : Prodelphinus malaynus (ikan lumba-lumba),
- Balaenoptera borealis (ikan paus), Halicure dugong (ikan duyung)
Avertebrata
1. Porifera
2. Cnidaria
Hydrozoa (hydra : tunas dan fertilisasi)
Scyphozoa (ubur-ubur)
Anthozoa (anemon)



Aurelia sp. (ubur2)
Page 34 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

3. Platyhelminthes
Turbellaria
Contoh Planaria (hemafrodit)
Seksual : fertilisasi internal.
Aseksual : pembelahan

Trematoda (cacing isap)
Fasciola hepatica
Telur (keluar sama feses domba njuk menetas jadiii) Mirasidium (larva bersilia) (masuk ke
siput) Sporosista (fase partenogenesis) Redia(masih di siput) Serkaria (masih di siput)
Metaserkaria masuk ke domba cacing dewasa

Cestoda (cacing pita)
Taenia solium dan Taenia saginata
Telur (proglotid masak dari cacing dewasa) keluar bersama feses manusia (udah bentuk
zigot berarti) tertelan sapi/babi selubung proglotid larut dan keluar larva heksakan /
onkosfer menembus dinding usus, bersama aliran darah ke otot hewan di otot jadi
sistiserkus masuk ke manusia di usus jadi cacing dewasa

4. Nematoda
Cacing Gelang (Ascaris lumbricodes)
Page 35 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Telur keluar bareng feses masuk ke manusia telur menetas jadi larva menembus
dinding usus, bersama aliran darah ke jantung dan paru2 di trakea tertelan lagi ke usus
cacing dewasa

Cacing Tambang (Ancylostoma)
Telur keluar bareng feses pada daerah yg lembab akan menetas jadi larva filariform
menembus kulit manusia, bersama darah ke paru2 terus ke usus halus cacing dewasa

Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
Cacing Fillaria (Wuchereria bancrofti)
Mempunyai inang perantara dari arthropoda misal nyamuk, dan inang tetap yaitu manusia di
getah bening. Mikrofilaria masuk melalui gigitan nyamuk culex. Penyebab kaki gajah.
Cacing otot (Trichinella spiralis)

5. Anellida
Polychaeta : cacing berambut banyak. Contohnya cacing wawo
Oligochaeta : punya rambut di ruas2 tubuhnya. Contohnya cacing tanah
Hirudinea : punya alat isap dan zat anti koagulan. Contohnya lintah
6. Mollusca
Gastropoda
Cephalopoda

7. Arthropoda
Crustacea misal udang
Chelicerata misal laba2
Myriapoda misal kaki 1000
Hexapoda misal serangga

Ciri Crustacea Chelicerata Myriapoda Hexapoda
Chilopoda Diplopoda
Pembagian
tubuh
Sefalotoraks Dada dan
abdomen
menyatu.
Kepala dan
badan
panjang
Kepala dan
dada pendek,
abdomen
Kepala dada
dan abdomen
dapat
Page 36 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Kepala yg
sesungguhnya
tak ada.
panjang dibedakan
Antena 2 pasang - 1pasang dan
panjang
1 pasang dan
pendek
1 pasang
Kaki 1 psg / ruas 4 psg pd
sefalotoraks
1 psg/ruas 2 atau 1
psg/ruas
3 psg pada
dada
Organ
prnpasan
Insang Paru2 buku Trakea Trakea Trakea

8. Echinodermata
Asteriodea
Bersifat diesis. Alat reproduksinya bercabang2 dan terletak di setiap lengan. Menghasilkan
banyak telur. Fertilisasi terjadi di air dan menghasilkan larva bipinaria
Ophiuroidea (bintang ular)
Echinoidea (landak laut)
Holothuroidea (timun laut / teripang)
Ada yang hemafrodit dan ada yang terpisah. Sel telur maupun sperma dikeluarkan ke air aut
(fertilisasi eksternal). Zigot tumbuh jadi larva aurikularia.
Crinoidea (lili laut)
Aseksual : regenerasi bagian tubuh
Seksual : fertilisasi eksternal
Bersifat diesis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Page 37 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Page 38 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Jenis Interaksi Keterangan Populasi A Populasi B
Netralisme
Interaksi antar populasi yang tidak ada
pengaruhnya, baik pengaruh menguntungkan
ataupun merugikan
0 0
Predasi
Proses alamiah dalam suatu aliran atau
perpindahan energi suatu komunitas. Predasi
sebutan untuk hewan yang memakan hewan
lain.
+ -
Parasitisme
Hubungan yang berupa sebagian atau seluruh
siklus hidup suatu organisme berada pada
organisme lain serta menggunakan makanan
dari tubuh inangnya.
Contohnya : Tali putri (Cuscuta casita) parasit
pada batang, Fasciola hepatica
+ -
Komensalisme
Interaksi antara dua populasi, yang satu
mendapat keuntungan sedangkan yanglainnya
tidak terpengaruh secara berarti.
Contohnya : ikan hiu dan ikan remora
+ 0
Mutualisme
Interaksi antar kedua populasi yang
bersangkutan saling menguntungkan dan
jalinan ini penting untuk kelangsungan kedua
belah pihak. Contohnya : bunga dan lebah
+ +
Kompetisi
Merupakan akibat dari kebutuhan-kebutuhan
organisme pada bahan-bahan yang sama.
Contohnya : Perebutan makanan yang sama,
tempat hidup dan pasangan kawin
- -
Protokooperasi
Interaksi antara kedua populasi yang sinergi
+/- +/-
Page 39 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
No Kompetensi Indikator
4. Menjelaskan struktur dan fungsi sel
serta mengaitkannya dengan struktur
dan fungsi jaringan.
Menjelaskan struktur sel dan komponen kimiawinya,
serta proses yang terjadi pada sel.
Menjelaskan fungsi organel sel pada tumbuhan dan
hewan.
Menjelaskan sifat,ciri-ciri dan fungsi jaringan pada
hewan

No Kompetensi Indikator
5. Menjelaskan struktur dan fungsi
sistem organ manusia serta
kelainan/penyakit yang mungkin
terjadi pada organ tersebut.
Menjelaskan mekanisme gerak otot/sendi/penyakit
pada sistem gerak pada manusia.
Menjelaskan sistem peredaran darah pada manusia
dan gangguannya.
Menjelaskan sistem pencernaan makanan pada
manusia dan gangguannya.
Menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dan
gangguannya.
Menjelaskan sistem ekskresi pada manusia dan
gangguannya.
Menjelaskan sistem regulasi (saraf, endokrin dan
pengindraan) pada manusia.
Menjelaskan sistem reproduksi manusia dan proses
pembentukan sel kelamin.
Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh

Movement System
1. Rangka Axial (80 bones)
a. Skull - consisting of the cranium (which encloses and protects the brain), and the facial skeleton.
The upper teeth are embedded in the maxilla while the lower teeth, in the mandible (jaw) - the
only freely movable bone of the skull.
b. Thoracic cage, comprising ribs, sternum (breastbone), protecting the heart and lungs.
c. Rangka vertebral, the "spine", consisting Cervical area (7 vertebrae), Thoracic (12 vertebrae),
Lumbar (5 vertebrae), Sacrum (5 vertebrae fused or stuck together bones) and Coccyx (4
vertebrae, the tiny bit at the bottom of the spine).

2. Rangka Apendiks
(126 bones, 64 in the shoulders and upper limbs and 62 in the pelvis and lower limbs).
Page 40 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Fungsi Rangka:
1. Memberi bentuk tubuh
2. Melindungi organ dalam
3. Memproduksi eritrosit
4. Alat gerak pasif
5. Tempat melekatnya otot

Bentuk Tulang :
1. Tulang Pipa
Contoh:
clavicle, humerus, radius, ulna, femur, tibia, fibula, metatarsals, and metacarpals.

Bagian tulang pipa:
- Epifisis : bonggolnya
- Cakra Epifisis : pada anak2 berupa tulang rawan yang mengandung osteoblas, tapi
nanti kalo udah gede udah jadi tulang keras
- Diafisis : tulangnya pas bagian pipanya

Page 41 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Purpose: provide support and serve as the interconnected set of levers and linkages that allow us
to create movement. (formed from hyaline/articular cartilage), juga sebagai tempat
pembentukan eritrosit.

2. Tulang pipih
Contoh : ribs, sternum and scapula. Purpose: protect and provide attachment sites for muscles.
Terdiri atas lempengan tulang kompak dan tulang spons (trabekula). Fungsi tulang ini juga
sebagai tempat pembentukan sel darah merah.

3. Tulang Pendek
Contoh : carpals and tarsals
Fungsinya untuk bikin eritrosit sama sel darah putih

4. Tulang tidak beraturan
Contoh :skull, pelvis, and vertebrae

5. Tulang sesamoid
Contoh: patella
Bentuk tulang ini seperti biji. Fungsinya sebagai tempat tendon insersio.
*) origo : tendon yang nempel sama tulang yg gak gerak (pas terjadi pergerakan)
Insersio : tendon yang nempel sama tulang yang gerak (pas terjadi pergerakan)

Jenis Tulang
1. Tulang Keras (osteon)
Osteoblas : pembentuk osteosit. Mensekresikan zat interseluler yang terdiri dari serabut kolagen,
tempat untuk mendepositkan kalsium karbonat dan kalsium fosfat.
Osteoklas : pengikiz tulnang. Berfungsi untuk pemeliharaan. Dia entar ngelubangi tulang terus
lubang itu diisi sama kapiler darah dan osteoblas yang baru, jadi mbentuk matriks tulang baru
yang akhirnya membentuk sistem Havers.

Di sistem Havers ada lakuna : tempat si osteosit. Lakuna2 saling berhubungan lewat kanalikuli.
Pusatnya sistem havers ada pembuluh darah dan serabut saraf.
Periosteum : selaput tulang. Penyakit radang pada periosteum itu nekrosis.

2. Tulang Rawan (kartilago)
Kondroblas : pembentuk kondrosit. Kondrosit menghasilkan matriks berupa kondrin.
Ga punya pembuluh darah. Jadi menerima nutrisi lewat difusi. Kalau luka sulit pulih.
Tipe tulang rawan :
- Hialin
Paling buanyaak di tubuh.
Matriksnya transparan.
Penyusun rangka embrio
Contoh di : ujung tulang rusuk, hidung, trakea
- Fibrosa
Matriksnya berisi kolagen
Bersifat kuat, kaku, tahan guncangan
Contoh di : ruas tlg blakang sama cakram sendi lutut
- Elastin
Mengandung serabut elastik
Page 42 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Contoh di : telinga dan epiglotis

Sendi (Artikulasi)
1. Sendi mati : Sinartrosis
Sinkondrosis : yang dihubungin sama kartilago hialin
Sinfibrosis : yang dihubungin sama jaringan ikat => sutura : yang di kranium
2. Sendi kaku : Amfiartrosis
Bentuk hubungan antara tulang rawan yang dihubungkan dengan jaringan tulang rawan
Sindesmosis : dihubungkan o/ jaringan ikat serabut dan ligamen. Contoh : antara tulang
betis dan kering.
Simfisis : dihubungkan o/ kartilago serabut yang pipih. Contoh : ruas tlg blakang.
3. Sendi gerak : Diartrosis
Memungkinkan terjadinya geraka karena dibangun dengan struktur khusus:
Ligamen
Kaspul : membentuk rongga sendi
Membran sinovial : ada minyak sinovial sebagai pelumas
Kartilago hialin
Macam sendi ini :
Engsel
Pelana
Peluru
Putar
Geser / luncur

Page 43 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

Otot
Pembeda Lurik Jantung Polos
Inti Banyak, di pinggir Banyak di tengah Satu di tengah
Bentuk Silindris memanjang Silindris memanjang
dan bercabang
Gelendong, kedua
ujung runcing, tengah
gembung
Warna Ada daerah gelap dan
terang selang-seling
Ada daerah gelap dan
terang selang-seling
Polosan :p
Cara kerja Sadar, cepat lelah Tidak sadar, tidak
lelah
Lambat, gak sadar
Letak Di rangka Di jantung Organ2 dalam

Mekanisme Kontraksi
1. Jika otot lurik berkontraksi, maka pita I menyempit dan zona H dapat hilang karena garis Z
saling mendekat
2. Pada waktu istirahat, tak ada interaksi antar filament karena tempat aktif pada filament aktin
di mana kepala myosin itu dapat terikat diblokir oleh tropomiosin
3. Saat serabut otot dirangsang, pada sarkolema terjadi perubahan-perubahan yang
menyebabkan dihilangkannya blockade tadi
4. Pada waktu istirahat, plasmalema memiliki muatan listrik yang disebut potensial rehat yang
disebabkan oleh konsentrasi ion Na + yang tinggi di luar
5. Jika impuls saraf sampai pada ujung neuron atau keeping akhir mototr, neurotransmitter akan
dilepaskan oleh ujung neuron sehingga menyebabkan perubahan permeabilitas sarkolema
sedemikian rupa sehingga Na+ mengalir dengan cepat ke dalam sehingga terjadilah aksi
potensial
6. Aksi potensial merambat dan menyebar dengan cepat melalui sarkolema dan jauh ke dalam
serabut tempat sarkolema terlipat sebagai tubulus melintang yang kebanyakan terletak di dekat
garis Z
7. Ion Ca 2+ yang terletak di dalam kantung simpanan sarkolema, yaitu sisterna kemudian
dilepaskan dan bersenyawa denga troponin dan mengubah konfigurasinya sehingga tropomiosin
ditarik masuk ke tempat aktif pada aktin. Sekarang kepala myosin mengikat diri
pada tempat itu
8. ATP dipecah dan energi yang terlepas meluruskan dan memberi muatan kepada kepala miosin
dan menyebabkan kepala itu melepaskan diri dari tempat aktin, dimana kepala pada waktu itu
berada dan mengoikatkan diri pada pada aktin yang berdekatan
9. Kepala-kepala yang melepaskan dan mengikatkan diri ini bekerja sebagai roda bergigi yang
menarik filamen aktin makin jauh ke dalam sarkomer . Selama hal ini berlangsung, pompa kalsium
memompa ion Ca2+ yang bebas kembali ke dalam sistema sarkoplasma dan enzim asetilkolinase
menguraikan asetilkolin pada keping akhir motor
10. Jika stimulasi otot tidak diteruskan, kadar kalsium menjadi begitu rendah sehingga tropomiosin
bergerak lagi ke tempat aktif pada filamen aktin dan memblokirnya sehingga kontraksi berhenti
11. ATP digunakan untuk memberi muatan kepala aktin miosin dan untuk melepaskannya dari
tempat aktin sebelum daur pengikatan, penarikan, dan pelepasan berikkutnya, serta untuk
menjalankan pompa kelsium
12. Energi digunakan untuk melepaskan kepala miosin dan memindahkan ion Ca2+ yang bebas
13. Otot yang tidak mempunyai sumber ATP akan tetap berkontraksi. Kita mengenalnya sebagai
kekejangan otot, atau setelah meninggal sebagai rigor mortis
14. Pengikatan dan pelepasan tiap kepala myosin menggunakan 1 molekul ATP. Jika persediaan
ATP habis terpakai maka ATP disintesis lagi dari ADP dengan pemindahan satu gugus fosfat dari
keratin fosfat
Page 44 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
15. Kebutuhan energi yang kurang karena kurangnya oksigen dipenuhi dari reaksi glikolisis
anaerobic glikogen.
16. Dalam reaksi tersebut, karena asam piruvat tak dapat masuk ke dalam daur asam sitrat, maka
asam piruvat diubah menjadi asam laktat yang kemudian keluar dari sel.
17. jika oksigen tersedia lagi, sebagian besar asam laktat akan diubah menjadi glukosa (terutama
dalam hati) yang akan dikembalikan ke dalam serabut-serabut otot dan menjadi glikogen otot

Sumber Energi Kontraksi
Karena ATP yang tersimpan dalam otot biasanya akan habis setelah sepuluh kali kontraksi maka ATP
harus dibentuk kembali untuk kelangsungan aktivitas otot melalui sumber energi lain.

1. Keratin Fosfat
senyawa berenergi tinggi lainnya merupakan sumber energi yang langsung tersedia untuk
memperbaharui ATP dari ADP (CP+ADPATP+keratin)
2. Glikolisis dan siklus krebs
Ada juga tapi yang bahannya pake gula otot. Nah glikogen diubah dulu jadi laktasidogen
baru masuk glikolisis.

Asam Lakat
Akumulasi asam laktat selama kerja fisik berat merupakan suatu proses pertahanan tubuh berupa
oksidasi asam laktat yang dibuat konstan. Bila ambang batas ini terlewati, maka akan terjadi
proses glikolisis aerob. Semua ini dilakukan oleh tubuh sebagai upaya menyimpan energi karena
asam laktat dapat dipecah kembali bila terdapat cukup oksigen yang bisa diperoleh bila kita
cukup beristirahat. Pemecahan asam laktat tersebut dapat dipakai kembali oleh tubuh menjadi
sumber energi baru. Jadi asam laktat sebenarnya bukanlah produk buangan, tetapi merupakan
mekanisme tubuh untuk mempertahankan diri terhadap stres karena kerja berat. Pada saat
istirahat, oksigen secara perlahan tapi pasti akan tercukupi dan asam laktat akan digunakan
sebagai sumber energi kembali. Timbunan asam laktat menurunkan pH otot sehingga kapasitas
serat otot menurun, menimbulkan rasa lelah. Asam laktat dibawa ke liver, dan diubah kembali
menjadi asam piruvat jika oksigen telah cukup kembali. Pada respirasi anaerob hanya dihasilkan 2
ATP (per 1 molekul glukosa).

Page 45 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Macam Gerak
Sinergis : kerjanya bareng2
Antagonis : berlawanan, misal yang satu kontraksi yang satu relaksasi
Ekstensi dan Fleksi (meluruskan dan menekukan) : contohnya pada sendi engsel
Abduksi dan Aduksi (menjauhi dan mendekati) : contohnya pada sendi peluru
Supinasi dan Pronasi (menengadah dan menelungkup) : contohnya gerakan memutar lengan
bawah untuk membolak balikkan telapak tangan
Page 46 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Deprsesi dan Elevasi (ke arah bawah dan ke arah atas) : contohnya gerak persendian pada
rahang bawah
Inversi dan Eversi (ke arah dalam dan ke arah luar) : contohnya gerak persendian pada
telapak kaki

Penyakit2:
Atrofi : mengecilnya otot karena polio
Fraktura : patah tulang
Fisura : retak tulang
Artritis eksekudatif : peradangan pada sendi dan terisi cairan nanah
Artritis sika : kalau ini kering kerontaaang :O
Osteoporosis karena udah tua, kurang kalsium, kurang hormon, kelebihan hormon dari kelenjar
anak gondok : parathormon
Lordosis
Kifosis : ada punuknya
Skoliosis
Rakhitis yaitu gangguan tulang karena kekurangan vitamin D. Biasanya terjadi pada anak-
anak dalam masa pertumbuhan. Akibatnya pertumbuhan tulang terganggu sehingga bentuk
kaki membelok keluar (berbentuk huruf X) atau membengkok ke dalam (berbentuk huruf O).

Circulatory System

Struktur anatomi Jantung

Selaput jantung : perikardium (plg luar)
Miokardium
Endokardium (plg dalam)


Sinister Dekster? Ini Cuma istilah aja kok.. intinya sinister itu kiri dekster kanan
Serambi itu atrium, bilik itu ventrikel. Jadi kalau serambi kiri? Berarti sinister atrium

Page 47 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Katup jantung?
Tricuspid : tri artinya tiga. Katup ini ada di kanan
Bicuspid (nama lainnya mitral valve) : bi artinya dua. Katup ini ada di kiri

Ingat aja kalau kanan kan darah kotor, dari vena.. alirannya lambat dan tekanannya kecil jadi
katupnya harus banyak biar banyak dan cepet ngalir. Sebaliknya kalau yang kiri kan tekanan tinggi
aliran cepet, jadi salurannya dua katup aja udah banyak :3
Oh iya ada semilunar valve juga.. itu letaknya di aorta. Fungsinya sih kayak bangjo mbagi2 aliran
darah mau kemana aja..

Peredaran Darah
Besar
Ventrikel kiri aorta arteri arteriol kapiler di tubuh venola vena vena cava
atrium kanan

Kecil
Ventrikel kanan aorta pulmonary arteri arteriol kapiler di paru2 venola vena
vena cava pulmonary atrium kiri

Cara Kerja jantung
Kalau serambi kontraksi bilik relaksasi (darah mengalir dari serambi ke bilik) . Sebaliknya, bilik
kontraksi serambi relaksasi (darah dari vena cava masuk ke serambi dan darah di bilik keluar)

Tekanan Sistole : dari kontraksi bilik (normal 120)
Tekanan diastole : dari relaksasi bilik (normal 80)
Alat pengukur tekanan : spignomanometer / tensimeter

Sifat Pembeda Arteri Vena Kapiler
Dinding Tebal elastis Tipis kurang elastis Tipis permeabel
Arah aliran Meninggalkan jantung Menuju jantung Dari arteriol ke venola
Tekanan Kuat, kalau sobek
muncrat ._.
Lemah, kalau sobek
netes2 aja
Paling lemah
Kandungan Kaya oksigen kecuali
arteri pulmonary
Kotor, banyak CO2
keculai vena pulmonary
Peralihan
Letak Lebih ke dalam Dekat permukaan Dalam
Katup Satu dekat jantung Buanyak :p -

Darah
Fungsi darah:
Mengedarkan sari2 makanan
Membunuh kuman
Pembekuan darah
Membawa O2 dan CO2
Menjaga kestabilan suhu tubuh
Buffer

Sel darah 45% ; Plasma 55%

Penyusun plasma : 92% air ; 8% garam+molekul organik
Protein plasma
Page 48 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
o Albumin : menjaga tekanan osmotik & mengangkut molekul bilirubin
o Globulin : mengangkut kolesterol & membentuk antibodi
o Fibrinogen : u/ pembekuan darah
Gas-gas : CO2, O2
Sari makanan : glukosa, lemak, asam amino, vitamin, fosfolipid
Garam mineral : NaCl, KCl fosfat, sulfat bikarbonat, dll
Limbah : urea, amonia, asam urat
Bahan pengatur yaitu hormon dan enzim

Eritrosit
Bentuk cakram bikonkaf tak berinti
Masa hidup 3 bulan
Mengandung hemoglobin u/ mengangkut oksigen (bikin warna merah)
2Hb2 + 4O2 4 HbO2
Dibentuk di sumsum tulang merah
Lama pembentukan 7 hari
Dirombak di hati dan limfa menjadi bilirubin (pigmen warna empedu) dan biliverdine (garam
empedu)

Leukosit
Amorf punya inti
Dibentuk di sumsum tulang
Dapat bergerak amoeboid dan menembus kapiler darah : diapedesis.
Bersifat fagosit
Leukosit dibagi 2
Agranulosit
o Limfosit B pekembangannya di tulang dan menghasilkan antibodi
o Limfosit T perkembangnnya di timus dan menyerang antigen
o Monosit : berkembang jadi makrofag
Granulosit
o Eusinofil : plasmanya asam, menyerang parasit multiseluler kayak cacing
o Basofil : plasmanya basa, mengandung histamin u/ alergi
o Neutrofil : plasmanya netral, dealing with jamur, bakteri, dan sisa peradangan
Trombosit
Amorf tak berinti
Umurnya 10 hari
u/ pembekuan darah
trombosit pecah mengeluarkan enzim trombokinase yang akan mengubag protrombin menjadi
trombin. Trombin nantinya akan mengubah fibrinogen menjadi benang2 fibrin.

Golongan Darah
Golongan Darah Aglutinogen (dalam eritrosit) Aglutinin (dalam plasma)
A A
B B

AB A & B -
O -
&

Page 49 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Aglutinogen adalah antigen jadi agutinogen adalah zat yang digumpalkan oleh antibodi yaitu
aglutinin.

Gol dar O adalah donor universal karena dalam eritrositnya tidak ditemukan antigen, jadi gak bakal
digumpalin.
Gol dar AB adalah resipien universal karena dia ga punya zat penggumpal yaitu antibodi baik
maupun .

*) Rhesus + dan -. Kalau ibunya Rh suaminya Rh + untuk kelahiran anak pertama masih aman
karena si ibu belum punya antibodi. Tapi untuk kedua kali nanti si anak sama sistem tubuh dianggap
antigen jadi beresiko eritoblastosis.

Untuk kemungkinan golongan darah anak dari ortu bisa dicari pakai hereditas
Gol A genotipenya bisa AA atau AO
Gol B BB atau BO
Gol AB AB
Gol O OO

Penyakit2:
Embolus : penyumbatan pembuluh darah (bergerak)
Trombus : penyumbatan juga tapi ga gerak
Varises : pelebaran pembuluh vena
Hemoroid : varises di anus
AIDS : menyerang limfosit T, jadi leukositnya dikit
Demam berdarah : trombositnya dikit
Leukopenia : leukosit sedikit
Leukemis : kanker darah putih
Hemofilia : sukar beku
Polisitemia : eritrosit kebanyakan

*) untuk materi ekskresi, pernapasan, pencernaan, saraf dan regulasi menyusul ya u__uv muup
*) sedikit tentang reproduksi...

Menstruasi
Awalnya hipofisis mensekresikan FSH u/ menstimulasi folikel di ovarium u/ berkembang mematangkan
ovum. Folikel yang berkembang sembari menghasilkan estrogen. Hari ke hari folikel semakin matang,
estrogen yang dihasilkan semakin banyak. Merangsang hipofisis mengeluarkan LH ovulasi.
Folikel yang sudah mengeluarkan ovum akan berdegradasi menjadi korpus luteum/albikan/ folikel de
Graaf yang menghasilkan progesteron u/ menebalkan dinding rahim. Jika terjadi fertilisasi
progesteron tetap diproduksi dan di akhir masa kehamilan produksi menurun drastis sedangkan
estrogen naik (estrogen memicu pembukaan mulut rahim). Kalau ngga ada fertilisasi progesteron turun
drastis dan dinding endometrium meluruh.
Page 50 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Cowok : pembentukannya di tubulus seminiferus sedangkan pematangan sperma ada di epididimis
Vasektomi : vas deferens dipotong
Tubektomi : tuba fallopi dipotong
Spiral : dimasukin ke rahim cewek
Susuk : kayak suntikan gitu, 6 buah di tanam di lengan. Sedikit demi sedikit menginjeksikan estrogen.
Page 51 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
No Kompetensi Indikator
6. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses
pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan
melalui hasil percobaan atau pengamatan.
Menginterpretasi hasil
percobaan pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
1. Internal
Genetis
Fisiologis
- Hormon
o Auksin : proses pemanjangan, pembelahan dan diferensiasi sel tumbuhan,
merangsang kambium membentuk xylem dan floem, memelihara elastisitas dinding
sel, menghambat rontoknya buah dan gugurnya daun, membantu proses
partenokarpi (pembuahan tanpa penyerbukan
o Giberelin : bekerja sama dengan auksin, perkembangan dan perkecambahan
embrio, menjadikan tumbuhan kedil bisa normal kembali, pembentukan biji,
mengakhiri masa dormansi pada biji, kadar yang tinggi akan merangsang
pembentukan akar
o Gas Etilen : pematangan buah, konsentrasi etilen yang tinggi dibandingkan auksin
dan giberelin akan menghambat pertumbuhan akar, batang dan bunga
o Sitokinin : pembelahan sel (sitokinesis), merangsang pembentukan akar dan batang
dengan menghambat diminansi apikal, mengatur pertumbuhan daun dan pucuk,
pembesaran daun muda, menghambat proses penuaan
o Asam Absisat (ABA) : proses penuaan dan gugurnya daun(absisi), mempertahankan
tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk, penutupan stomata
o Asam Traumalin : menutup luka
o Kalin : proses organogenesis pada tumbuhan
Rizokalin : pembentukan akar
Kaukalin : pembentukan batang
Filokalin : pembentukan daun
Antokalin : pembentukan bunga
- Vitamin
berperan dalam proses pembentukan hormon dan sebagai koenzim untuk mengaktifkan
enzim, misalnya Vit B1, Vit B6, Vit B12, Vit C dan asam nikotinat.
2. Eksternal
Suhu
Ada suhu minimum, optimum, maksimum.
Pembungaan paling bagus di suhu dingin (vernalisasi)
Kelembapan
Cahaya
Bisa menghambat pertumbuhan (merusak auksin), tapi juga berperan dalam fotosintesis,
serta membantu pembentukan kloroplas. Ada tanaman yang :
o Berhari panjang
o Netral
o Berhari pendek
Tergantung pada fotoperiodisme nya (pengaruh penyinaran thdp pertumbuhan)
Air
Fungsinya:
Page 52 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
o Menjaga tekanan turgor
o Bahan fotosintesis
o Pelarut universal
o Media transportasi zat
o Tempat reaksi kimia / metabolisme
o Proses perkecambahan
Nutrisi
o Makronutrien
Dibutuhkan dalam jumlah besar : CHONSP Ca Mg
o Mikronutrien
Dibutuhkan dalam jumlah kecil : Fe, Br, Mn, Zn,
Kantung semar biasanya tumbuh di area yang kurang N, makanya dia menumbuhkan
kantong u/menangkap serangga.
Udara
CO2 : meningkatkan laju fotosintesis
O2 : untuk respirasi, aerasi tanah
pH
tanaman lebih toleran ke pH basa.
Katabolisme
Merupakan proses penguraian dari senyawa organik kompleks ke anorganik sederhana
secara enzimatis sehingga akan dibebaskan sejumlah energi
Karena dibebaskan sejumlah energi maka disebut juga reaksi eksergonik
Jika energi yang dibebaskan dalam bentuk panas maka disebut reaksi eksoterm

Respirasi Aerob

Glikolisis (sitoplasma)
Reaksi ini menghasilkan 2 as. Piruvat, 2 ATP, 2 NADH

DO (membran mitokondria luar)
Reaksi ini menghasilkan 2 asetil ko-, 2 NADH, 2 CO2

Siklus krebs (matriks)
2 FADH, 2 ATP, 6 NADH, 4 CO2

Rantai Transpor elektron (krista)
*ATP sintase nya menghadap ke matriks (yang banyak ion H
+
itu antara membran dalam dan
luar) kebalikan pas nanti di kloroplas, ATP sintase nya dari dalam(tilakoid) ke luar(stroma).
Reaksi ini menghasilkan 38 ATP / 36 ATP(argumen: yang 2 ATP buat keluar dari membran)
dan H20
Ingat! O2 sebagai akseptor elekton terakhir
Ingat! NADH itu x3 FADH x2

Gambar gambar :B
Page 53 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn



Page 54 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

Page 55 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

Page 56 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

Respirasi Anaerob

Hasil glikolisis yakni asam piruvat tidak masuk ke siklus krebs melainkan langsung diproses sendiri.
Kalau yang alkohol nanti ada hasil antara yaitu asetaldehid dan hasil sampingan CO2
Kalau laktat ya laktat :p



Timbunan asam laktat menurunkan pH ototsehingga kapasitas serat otot menurun, menimbulkan
rasa lelah.
Page 57 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Asamlaktat dibawa ke liver, dan diubah kembali menjadi asam piruvat jika oksigen telah cukup
kembali.
Pada respirasi anaerob hanya dihasilkan 2 ATP (per 1 molekulglukosa)

Anabolisme
Adalah proses penyusunan senyawa zat anorganik menjadi organik (contoh fotosintesis)
Membutuhkan enzim dari luar jadi reaksi endoterm

Reaksi Terang => Fotolisis Air
Reaksinya di grana
Tujuannya menyediakan energi buat reaksi gelap nanti.
Terjadi di PS 720 (I) dan PS 680 (II)



Penjelasan:
1. Foton mengenai PS II menyebabkan PS II teroksidasi melepaskan 1e.
2. Elektron ini kemudian tereksitasi dan diterima akseptor e pertama. Karena PS II kehilangan e
maka dapat kita sebut sebagai PS 680
+

3. Kemudian enzim mengkatalis pemcahan H2O. Dari pemecahan air ini didapat 2 e yang
nantinya akan menstabilkan PS 680
+

H
+
dari air pun kemudian dilepas ke lumen tilakoid, sedangkan O2 saling bergabung
membentuk oksigen
Page 58 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
4. Kemudian proses yang no 4 hampir sama kaya pas respirasi tahap akhir (transpor e) dengan
plastoquinone sebagai elektron carrier nya njuk dibawa ke kompleks sitokrom njuk nantinya
dibawa sama plastosianin ke P700 (buat netralin P700 juga)
5. Selama proses no 4 tadi ATP sintase di kloroplas berputar terus kemudian menghasilkan ATP
6. Nah selama proses tadi itu kan otomatis foton juga kena ke P700. Sama deh, elekton di P700
tereksitasi jadi P700
+
dan dinetralkan sama e yang dibawa plastosianin
7. Elektron dari P700 tadi dibawa sama feredoksin terus mengalami serangkaian reaksi redoks
8. Kemudian enzim NADP
+
reductase mengkatalis elektron dari feredoksin tadi jadi NADPH

Itu tadi buat yang non siklik.. kalau yang siklik Cuma pakai P700 aja.. nanti e dari situ dibawa sama
feredoksin ke kompleks sitokrom. Makanya :

Hasil Non Siklik : ATP, O2, dan NADPH
Hasil Siklik : hanya ATP

Ini analoginya niiihh.... keren kaaan (?) .__.v
Lanjut yuks ~

Reaki Gelap => Fiksasi karbon
Di stroma
Ada siklus C3 (Calvin-benson), C4 (Hatch Slack), sama CAM... sebenarnya sama aja siklus alias jalur itu
buat fiksasi karbon. Intinya sama, yaitu SIKLUS CALVIN! Jadi, mari belajar Calvin dulu... Asal mudeng
yang glikolisis di respirasi tadi, pasti yang siklus calvin juga gampang... soalnya ini hampir kaya
kebalikannya gitu. Ingat! Kalau respirasi kan mecah glukosa jadi CO2 kalo fotosintesis? Jelas
kebalikannya bukan? B-)

Here we go.. Calvin Cycle
Page 59 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Nah... kalau yang cuma siklus calvin tok itu namanya C3. Dia yang mengikat CO2 pake RuBP alias
rubisco. Tapii.. rubisco ini kurang efektif gitu lah di beberapa tumbuhan, soalnya pas beberapa
kondisi ketika CO2 rendah malah memfiksasi O2. Makanya nanti ada..

>>Tanaman C4
Dinamakan demikian karena mereka ngasih semacam pendahuluan sebelum CO2 masuk ke siklus
calvin. Contoh tanamannya adalah tebu, jagung, dan graminae.

Penjelasan :
1. Tahap pertama carried out by sebuah enzim yang hanya ada di mesofil yaitu PEP
karboksilase. Enzim ini menambahkan CO2 ke PEP, menghasilkan oksaloasetat (karbonnya
jadi ada 4, makanya namanya tanaman C4 :p)
2. Habis tanaman ini memfiksasi CO2, sel mesofil mengekspor karbon empatnya (malat) ke
bundle sheath cell.
3. Habis itu pas udah di bundle sheath melepaskan CO2 yang di asimilasi lagi (difiksasi) lagi
sama RuBP terus masuk calvin cycle lagi deh
Jadi intinya proses ini tu adaptasi, gara2 kadar CO2 < O2
Page 60 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Nah masih kurang CAM kan? CAM itu kepanjangan dari Crassulacean acid metabolism.
Contoh tanamannya nanas, kaktus. Intinya sih hampir sama kaya C4. Bedanya cuma waktu aja. C4
tadi fiksasi dan siklus calvin terserah kapan aja.. Siang sih kebanyakan. Nah, kalau CAM ini reaksi
fiksasi pendahuluannya yang malam pas masuk Calvin siang hari.


Page 61 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Enzim
Struktur dan Teori Cara Kerja Enzim
Berdasarkan strukturnya, enzim terdiri atas komponen yang disebut apoenzim yang berupa protein
dan komponen lain yang disebut gugus prostetik yang berupa nonprotein. Gugus prostetik
dibedakan menjadi koenzim dan kofaktor. Koenzim berupa gugus organik. Kofaktor berupa gugus
anorganik. Jadi, enzim yang utuh tersusun atas bagian protein yang aktif yang disebut apoenzim
dan koenzim, yang bersatu dan kemudian disebut holoenzim.

Enzim bekerja dengan dua cara, yaitu menurut Teori Kunci-Gembok (Lock and Key Theory) dan Teori
Kecocokan Induksi (Induced Fit Theory).

Sifat-Sifat Enzim
1. Enzim adalah protein, karenanya enzim bersifat thermolabil, membutuhkan pH dan suhu
yang tepat.
2. Enzim bekerja secara spesifik, dimana satu enzim hanya bekerja pada satu substrat.
3. Enzim berfungsi sebagai katalis, yaitu mempercepat terjadinya reaksi kimia tanpa
mengubah kesetimbangan reaksi.
4. Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.
5. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik.
6. Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan, seperti oleh suhu, pH,
konsentrasi, dan lain-lain

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
1. Suhu
Jika suhu lingkungan mencapai 40 C atau lebih, enzim akan mengalami denaturasi (rusak).
Enzim tidak dapat bekerja secara optimal apabila suhu lingkungan terlalu rendah atau terlalu
tinggi. Suhu ideal 37.
2. pH
Setiap enzim mempunyai pH optimal masing-masing, sesuai dengan "tempat kerja"-nya.
3. Inhibitor
Berdasarkan cara kerjanya, inhibitor terbagi dua, inhibitor kompetitif dan inhibitor non
kompetitif. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang bersaing aktif dengan substrat untuk
mendapatkan situs aktif enzim. Sementara itu, inhibitor nonkompetitif adalah inhibitor yang
melekat pada sisi lain selain situs aktif pada enzim, yang kemudian dapat mengubah sisi
aktif enzim
4. Konsentrasi enzim dan substrat
Semakin tinggi konsentrasi enzim akan semakin mempercepat terjadinya reaksi. Dan
konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. Jika sudah mencapai titik
jenuhnya, maka konsentrasi substrat berbanding dengan kecepatan reaksi.
No. Kompetensi Indikator
8. Memahami konsep dasar hereditas,
reproduksi sel, penerapan prinsipprinsip
hereditas dan peristiwa mutasi.
Menjelaskan susunan nukleotida DNA, RNA, atau
kromosom.
Menjelaskan proses sintesis protein.
Mengidentifikasi tahap-tahap pembelahan
mitosis/meiosis/gametogenesis.
Menginterpretasikan persilangan berdasarkan
hukum Mendel.
Menginterpretasi persilangan pada penyimpangan
Page 62 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
semu hukum Mendel.
Mengidentifikasi pewarisan cacat/penyakit menurun
pada manusia.
Menjelaskan peristiwa mutasi.

DNA, RNA, Kromosom



DNA (deoxyribonucleic acid)
Heliks untai ganda berpilin
Merupakan polinukleotida, 1 nukleotida : 1 gugus fosfat, 1 gugus gula, 1 basa nitrogen
Basa nitrogen ada 2 jenis Purin : A dan G

Pirimidin: T dan C
Ikatan hidrogen AT Cuma 2, kalau GC 3 (lebih kokoh)
Ditemukan di nukleus, kloroplas, mitokondria
Jumlahnya tetap
Gula deoksiribosa
Page 63 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


RNA (Ribonucleic acid)
Page 64 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Rantai tunggal polinukleotida
Satu nukleotida kaya DNA, bedanya basa pirimidin T diganti U
Jumlah RNA berubah-ubah. Kalau pas sintesis protein ya banyak
Ditemukan di ribosom, sitoplasma, dan nukleus . (materi genetiknya virus juga)
Gula ribosa

Macam RNA
1. mRNA
merupakan hasil transkripsi DNA, bentuknya rantai tunggal pendek
2. tRNA
membawa asam amino sesuai pasangan mRNA
seperti daun semanggi
di sitoplasma terus menuju ribosom
3. rRNA
merupakan RNA penyusun ribosom

Sintesis Protein
Meliputi proses transkripsi di nukleus dan translasi di ribosom

Selesai transkripsi nanti RNA masih ada intron sama exon (yang mengkode asam amino) diilangin
pake.....................(?)
Page 65 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Nanti pas translasi di ribosom itu yang ditranslasikan KODON!
DNA sense pasangannya DNA antisense, Kodon pasangannya antikodon
Tulisan / kode yang A(T/U)GC kodon sama persis kaya anti sense.

Page 66 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Pembelahan Sel
Mitosis

Page 67 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Meiosis
pengertian kromosom pas di meiosis dulu u_u
Page 68 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Page 69 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Meiosis ada 2 tahapan. Kalau tahap yang kedua intinya sama aja kaya mitosis.
Di Profase I
Leptonema
Nuklus menghilang, terbentuk kromosom
Zigonema
Mulai membentuk kromosom homolog (sinapsis)
Pakinema
Kromosom homolog benar2 jadi
Diplonema
Kiasmasata (crossing over) terjadi di pasangan kromosom yang sehomolog tidak kembar.
Diakenesis
Tetap membentuk kiasmata sembari jalan ke equator, sentriol mulai kebentuk


Page 70 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn



>>Spermatogenesis dan Oogenesis<<

Mutasi
Page 71 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn


Delesi : hilang gennya
Duplikasi : penambahan gen yang sealel /homolog
Translokasi : penambahan gen yang bukan homolognya
Inversi : susunan gen yang berpindah kedudukan
Katenasi : ujung gen bersatu membentuk lingkaran kemudian bertukar gennya
Transisi : pergantian basa purin dengan basa purin lain atau pergantian basa pirimidin
dengan basa pirimidin lain
Transversi : pergantian basa purin digantikan basa pirimidin atau sebaliknya basa pirimidin
digantikan basa purin
Insersi : mengisian/menyisipan basa nitrogen diantara urutan basa

Page 72 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Penyimpangan Semu Hukum Mendel
1. Atavisme
Hasil dari persilangan kedua induk menghasilkan sifat baru yang berbeda dengan kedua
induknya. Misalnya ayam berpial ros (RRPP) disilangkan dengan ayam berpial biji (rrPP)
ternyata keturunannya menghasilkan ayam berpial walnut (RrPp).

2. Polimeri ( 15 : 1 (9+3+3) : 1 )
Sifat yang muncul pada persilangan heterozigot dengan sifat beda yang berdiri sendiri tetapi
mempengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme. Banyak gen yang mempengaruhi satu
gejala/karakter disebut POLIGEN

3. Epistasis (menutupi) dan Hipostatis (ditutupi) ( 12 : 3 : 1 )
Interaksi gen dominan mengalahkan gen dominan lainnya yang bukan sealela. Gen dominan
yang menutup gen dominan lainnya epistasis. Gen dominan yang tertutup hipostatis.
Contohnya warna kulit gandum dan warna kulit labu squash
4. Kriptmeri (9:3:4)
Gen dominan yang seolah-olah tersenbunyi apa bila berdiri sendiri-sendiri dan pengaruhnya
baru muncul apabila berada bersama-sama dengan gen dominan lainnya

5. Komplementer (9:7)
Gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi. Apabila salah satu gen tidak ada maka
pemunculan suatu karakter akan terhalang. Contoh : ada 2 gen yang berinteraksi dalam
menumbuhkan pigmen.
No. Kompetensi Indikator
9. Menjelaskan teori evolusi dan
implikasi pada perkembangan sains.
Menjelaskan teori asal-usul kehidupan dan
pembuktiannya.
Menjelaskan prinsip-prinsip penting pada evolusi.

Teori Asal-Usul Kehidupan
Teori Abiogenesis
Isi teorinya : makhluk hidup berasal dari benda mati (generatio spontanea)
Teori ini dianut tanpa memerlukan pengetahuan yang rumit, sesuai dengan tingkat
pengetahuan manusia saat itu
Misalnya pengetahauan ikan dan katak berasal dari lumpur, makhluk renik berasal dari
jerami yang direndam, kuman berasal dari udara dan makanan yang basi
Tokohnya : Aristoteles, Antonie Van Leuwenhoek dan Jhon Needham

Teori Biogenesis
Isi teorinya : makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya (omne vivum ex ovo,
omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo)
Teori ini muncul dari pengmatan yang lebih terrencana, teliti dan sabar dalam eksperimen
membuktikan bahwa :
o Fransisco Redi (omnevivum ex ovo / semua makhluk hidup berasal dari telur)

Page 73 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn

Kesimpulan : Belatung hanya tumbuh dari daging yang disinggahi oleh lalat (untuk
bertelur)

o Lazzaro Spallanzani (omne ovum ex vivo / semua telur berasal dari makhluk hidup)

Kesimpulan : Kaldu A keruh karena tidak steril, yang menyebabkannya adalah
pertumbuhan kuman yang terbawa oleh udara

o Louis Paster (omne vivum ex vivo / semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup)

Percobaannya ini merupakan proses penyempurnaan dari Spallanzani.

Teori Abiogenesis Modern
Teori Oparin : makhluk hidup terbentuk dari hasil reaksi kimia dalam laut, ketika atmosfer bumi
belum terdapat oksigen bebas
Teori Harold Urey : zat organic sebagai bahan dasar organisme hidup merupakan hasil reaksi
CH4 (metana), NH3 (amoniak), H2 dan H2O dalam bentuk gas di udara oleh adanya energy
dari halilintas, sinar kosmis dan lain-lain
Teori Stanley Miller : membuktikan teori Urey di laboratorium. Jika reaksi CH4, NH3, H2 dan
H2O direaksikan dalam laboratorium dengan menggunakan energy listrik, maka akan
terbentuk molekul organik asam amino dan senyawa lain

Tapiii... ingat.. teori yang ini belum membuktikan adanya organisme yang muncul. Baru sampai
senyawa organik (asam amino dasar MH)

Page 74 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Evolusi
1. Teori Lamrack
- Leher jerapah dulunya semua pendek
- Leher jerapan panjang karena digunakan untuk menjangkau daun-daun yang letaknya
tinggi
- Sifat fenotip perolehan lingkungan dapat diwariskan secara genetik
- Bagian tubuh yang tidak digunakan akan mengalami retardasi (tidak berkembang)
- Bagian alat tubuh yang dipergunakan akan berkembang lebih kuat dan lebih besar

2. Teori Darwin
- Leher jerapah dulunya ada yang pendek ada juga yang panjang
- Penyebab perubahan leher jerapah menjadi panjang karena adanya variasi individu dan
seleksi alam
- Organisme yang adaptif dapat hidup terus, sedang yang tidak adaptif akan punah
- Sel-sel tubuh tidak dipengaruhi lingkungan
- Evolusi adalah seleksi terhadp faktor genetik atau evolusi menyangkut diturunkannya gen
gen melalui seleksi kelamin

3. Hukum Hardy-Weinberg
Teorema Hardy-Weinberg berbunyi :
bahwa dalam suatu kondisi tertentu yang stabil, frekuensi alel dan frekuensi genotip suatu
populasi akan tetap konstan (sama) dari generasi ke generasi berikutnya dalam populasi
yang berkembangbiak secara seksual
Syarat:
- Populasi cukup besar
- Tidak terjadi migrasi
- Tidak terjadi mutasi
- Fertilitas dan viabilitas sama
- Tidak terjadi seleksi alam
- Perkawinan secara acak

Rumus
p
2
+ 2pq + q
2
= 1 dimana p + q = 1

Gen terpaut kromosom
Jika diketahui jumlah penduduk yang albino 16 %, berapa persen jumlah penduduk
yang normal carrier ?

Jawab : penduduk normal carrier = 2Aa
q2 = 16 % = 0,16 p + q = 1
a = 0,4 p = 1 0,4 = 0,6
Jadi 2Aa = 2 (0,6 x 0,4) x 100 % = 48 %

Gen terpaut gonosom
Jika diketahui jumlah penduduk laki-laki yang buta warna 16 %, berapa persen
jumlah penduduk wanita yang normal carrier ?

Jawab : penduduk wanita normal carrier = 2 pq
Page 75 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
laki-laki buta warna (q) = 16 % = 0,16
p + q = 1
p = 1 - 0,16 = 0,84
Jadi 2 pq = 2 (0,84 x 0,16) x 100 % = 2,69 %

No Kompetensi Indikator
10. Menjelaskan prinsip-prinsip
dan
aplikasi bioteknologi
Menjelaskan prinsip dasar bioteknologi.
Menjelaskan contoh aplikasi bioteknologi konvensional/ modern.
Menjelaskan dampak aplikasi bioteknologi bagi masyarakat dan
lingkungan


Bioteknologi konvensional
Tidak ada rekayasa gen
Memakai makhluk hidup
Produk merupakan hasil olahan langsung si agen
Biasanya makanan minuman (produk masih sederhana)
Bidang Produk Agen Hayati
Makanan Yoghurt Streptococcus thermophilus,
Lactobacillus bulgaricus
Keju Lactobacillus lactis
Mentega dari lemak susu Streptococcus lactis
Tempe Rhizopus stolonifer
Oncom Neurospora crassa
Kecap Aspergillus wentii,
Saccharomyces rouxii,
Pediococcus soyae
Tauco
Coklat Fermentasi Candida crusei
Tape Saccharomyces ovale,
Aspergilus oryzae
Roti dan Brem Saccharomyces ceriveceae
PST Fusarium, Chlorella, Spirulina
Nata de Coco
Industri MSG Corynebacterium glutamicum
Asam sitrat Aspergilus niger
Kedokteran Antibiotik Penicillin notatum, griceus,
crysogenum
Pertanian Hama serangga Bacillus thuringensis
Jasa Gas bio Methanobacterium
Penambangan Thiobacillus feroodixan
Minyak tumpah Pseudomonas sp
Minuman Alkoholisasi/pembuatan bir Saccharomyces ceriveceae
Minuman Anggur Saccharomyces ellipsoides



Bioteknologi Modern
Rekayasa Genetika (transgenik)
Contoh : pembuatan hormon insulin untuk penderita diabetes mellitus
Page 76 of 76

Tiwi Harjanti - SMANSA Magelang
BIOLOGI SUKSES 100! amiiinn
Plasmid DNA bakteri (sirkuler) dipotong dengan enzim restriksi endonuklease yang memotong
ikatan fosfodiester. Habis itu disisipi gen (misal gen insulin dari pankreas). Terus digabung lagi
pake enzim ligase.

Kloning
Kloning adalah mencangkokan inti sel dari suatu individu pada sel telur tanpa inti yang bertujuan
untuk membuat organisme duplikat. Teknik cloning telah sukses dicobakan oleh Ian Walmut dan
Keith Cambbel dari Roslin Institut. Dari 277 kali percobaannya, menghasilkan 13 kebuntingan
dan hanya 1 yang berhasil lahir yaitu pada bulan Juli 1996 yang dikenal dengan Domba
Dolly. Karena ini MH dari sel yang udah berumur otomatis si dolly ini aslinya udah tua :p cepet
mati deh x__x kasian yaah

Teknik Hibridoma
Contoh : antibodi monoklonal
Butuh sel limfosit sama kanker (meyloma). Terus di fusi-kan jadi kalus.. njuk jadi deh antibodi._.v

Kultur Jaringan
Suatu teknik memisahkan sel, protoplasma, jaringan ataupun organ tumbuhan dan menumbuhkan
bagian tersebut pada nutrisi yang mengandung ZPT pada kondisi aseptik sehingga bagian
tersebut dapat memperbanyak diri dan beegenerasi kembali menjadi tanaman yang sempurna.
Sel bisa diambil dari:
- Meristem
- Somatik
- Pollen
- Kloroplas

Kelebihan
- Bebas menentukan bagian tumbuhan yang akan dikultur
- Waktu yang dibutuhkan relatif singkat
- Tidak membutuhkan ruang yang luas
- Cepat menghasilkan sejumlah tanaman baru dari satu jenis tanaman yang sifatnya sama
persis

Istilah dalam kultur jaringan
- Eksplan : bagian potongan akar, batang atau daun yang akan dikultur
- Kalus : Bagian jaringan yang tumbuh menjadi massa sel yang belum terdiferensiasi
- Planlet : tumbuhan yang utuh (masih kecil)
- Totipotensi : kemampuan sel tumbuhan untuk berkembang menjadi tumbuhan yang utuh.
Jaringan yang memiliki sifat totipotensi misalnya ujung akat, ujung batang dan meristem
sekunder (kambium)

Dampak Negatif Bioteknologi
makanan transgenic meskipun aman dikonsumsi, tetapi ada beberapa pendapat juga dapat
menimbulkan keracunan, rekiso kanker dan alergi makanan
cloning masih menjadi perdebatan, karena seolah-olah bermain-main dengan Tuhan
melupakan/menganak tirikan organisme non-bioteknologi
mempercepat evolusi
membuka kesempatan untuk tidak manusiawi
pencemaran gen
penurunan diversivikasi tanaman maupun hewan