Anda di halaman 1dari 1

Ibe waiting for you Aku menatap deretan pagar besi yang tampak serupa namun nyatanya tak

sama itu. Di dalamnya berjejer burung-burung raksasa dengan rapinya tersusun. Sebentar lagi, beberapa jam lagi, atau bahkan beberapa menit lagi, aku akan lama tidak melihat keadaan ini, kota ini. Aku menerawang, mengingat kejadian beberapa bulan silam, dia, sosok yang dulunya mengisi hari-hari ku dengan tawa,suka,canda, cerita dan tentunya kenangan. Tiba-tiba menghilang, tak berbekas. Ada suatu kali aku berkesempatan bertemu dengannya, namun tak disangka dia membuang penglihatannya dan seolah tak mengenalku. Sakit. Penerbang dua jam dari kota ku lahir ke kota ku sekarang cukup menguras tanaga ku, tapi aku harus melanjutkan perjalanan darat selama 3 jam lagi baru bisa merebahakan badan yang lelah ini. Dalam 3 jam perjalanan itu, aku terus teringat dia, lelaki itu, lelaki yang bertingkah koyol di depan orang, namun sangat lembut menangkan ku, lelaki yang dengan gamblangnya berbicara namun tergagap ketika mengutarakan perasaannya, lelaki yang memakai kaca mata besar yang katanya agar hidungnya terlihat mancung-koyol, lelaki yang memenuhi pikiran dan hati ku satu tahun belakangan ini, atau bahkan hingga saat ini, ya aku tahu pasti hingga saat ini. Aku merindukannya. Satu bulan sudah dia seolah tidak mengenalku padahal aku belum pergi ke kota ini. Kota tempatku melanjutkan hidup entah sampai kapan. Kota yang kata orang-orang tempatku menggapai cita dan anganku. Sekarang semua terasa bias. Apakah bisa aku melanjutkan semua ini bila dia yang dulunya menjadikan aku merasa ada, kini justru menghilang. Apakah tidak aku merasa menghilang kembali. Masih ku ingat pesan singkat terakhir yang dia kirimkan kepadaku satu bulan lalu, tepat sebelum dia menghilang, Ill be waiting for you. Apakah caranya menghilang itu termasuk caranya menunggu ku? Apakah makna dari kata menunggu yang dia maksud sebenarnya? Tidak bisakah dia hanya terus berjalan disampingku. Aku tidak ingin ditunggu. Aku hanya ingin terus berjalan bersamamu. jangan menunggu ku, tapi teruslah berjalan disampingku