Anda di halaman 1dari 1

Netralisasi Limbah Cair

1. Netralisasi Netralisasi Digunakan untuk membuat kimbah menjadi memiliki pH antara 6,0 9,5. Karena diluar pH itu limbah bersifat racun bagi kehidupan air. Pada proses netralisasi ini digunakan baha tambahan larutan kimia asam atau larutan kimia basa. Menurut tingkat kadar pH dalam suatu limbah air, limbah cair terbagi menjadi dua yaitu : Lmbah cair yang bersifat asam

netralisasi limbah cair yg bersifat asam dapat dinetralisasi dengan melewatkan limbah pada unggun batu kapur, setelah ditambahkan kapur padam Ca(OH)2, soda kaustik NaOH, atau soda abu Na2CO3. Kapur padam Ca(OH)2 biasanya tersedia lebih murah dibandingkan senyawa basa lain atau bahkan soda abu Na2CO3, sehingga menjadi bahan yang paling sering digunakan untuk netralisasi limbah cair asam. Bahan yang sering digunakan dalam proses pengolahan limbah cair yang bersifat asam adalah : NaOH Ammonia Na2CO3 CaCO3 Ca(OH)2 Contoh Reaksi netralisasi limbah yang bersifat asam (mengandung H2SO4) Reaksi : H2SO4 + Ca(OH)2 CaSO4 + 2 H2O Limbah cair yang bersifat basa

netralisasi limbah cair yg bersifat basa dinetralkan dengan asam mineral kuat seperti H2SO4, HCI, atau dengan CO2. Biasanya jika sumber CO2 tidak tersedia, netralisasi dilakukan dengan H2SO4,. Karena harga H2SO4 yang lebih murah dibandingkan HCI. Reaksi dengan asam mineral berlangsung cepat, sehingga perlu digunakan tangki berpengaduk yang dilengkapi sensor pH untuk mengendalikan laju pemasukan asam. Bahan yang sering digunakan dalam proses pengolahan limbah cair yang bersifat basa adalah : H2SO4 HCI SO2 HNO3 H3O4 Contoh Reaksi netralisasi limbah yang bersifat basa (mengandung NaOH) Reaksi : HCl + NaOH NaCl +H2O