Anda di halaman 1dari 3

Valacyclovir Obat Antiviral. Obat ini merupakan pro-drug untuk aciclovir. Valacyclovir merupakan LValyl ester di Acyclovir.

Indikasi Valacyclovir diindikasikan untuk pengobatan infeksi dari HVS dan VZV, termasuk : Herpes simplex genitalis ( pengobatan dan pencegahan ). Pengurangan penularan HSV dari individu dengan infeksi berulang kepada individu yang tidak terinfeksi. Herpes zoster ( shingles ). Mencegah penyakit CMV ikut terbawa pada transplantasi organ.

Sediaan 500 mg tablets Dosis Dosis untukherpes genital 1 g dua kali sehari selama 10 hari dan herpes recurrence (500 mg dua kali sehari selama 5 hari) dan untuk infeksi herpes zoster (1g tiga kali sehari selama 7 hari). Penurunan dosis sangat diperlukan dengan insufisiensi ginjal. Dosis 2 g empat kali sehari digunakan untuk mencegah penyakit CMV setelah transplantasi organ. Kontraindikasi Keampuhan dan keamanan dari valacyclovir tidak terdapat pada : Pasien HIV yang terkena genital herpes dengan jumlah sel CD4+ 100 sel/mm 3 ( immunocompromised ). Pasien < 12 tahun dengan herpes labialis. Pasien < 12 tahun atau 18 tahun dengan chickenpox. Pasien < 18 tahun dengan herpes genitalis. Pasien < 18 tahun dengan herpes zoster. Neonatal dan bayi ( sebagai terapi untuk menahan infeksi HSV yang ikut terbawa).

Kontraindikasi dengan pasien yang mempunyai reaksi hipersensitivitas yang sangat signifikan ( misal araphylaxis) pada valacyclovir, aciclovir, atau komponenkomponen dari obat tersebut.

Kontraindikasi valaciclovir pada pasien yang terinfeksi HIV dapat menyebabkan thrombotic thrombocytopenic purpura dan hemolytic uremic syndromes yang menyebabkan kegagalan ginjal. Pada pasien ini lebih baik diberi aciclovir. Precautions Pasien dengan penyakit ginjal, kehamilan, dan menyusui. Mekanisme kerja Merupakan ester L-valil dari acyclovir. Secara cepat diubah menjadi acyclovir setelah pemberian oral, mencapai kadar serum tiga atau lima kali lebih tinggi dari acyclovir oral dan mendekati hasil dari pemberian ayclovir intravena. Mekanisme kerja identik dengan acyclovir. Farmakokinetik Valacyclovir dengan cepat berubah menjadi acyclovir setelah administrasi oral via intestinal dan hepatic metabolism pertama. Pada serum level, dihasilkan 3-5 kali lebih banyak dibandingkan dengan oral acyclovir dan hampir mendekati acyclovir intravena. Bioavailabilitas oral adalah 54 % dan level cairan cerebrospinal adalah 50% dalam serum. Half- life eliminasi 2,5-3,3 jam. Valacyclovir dapat digunakan pada pengobatan genital herpes pertama atau berulang, pengobatan pada genital herpes yang kambuh secara berkala, dan sebagai pengobatan satu hari untuk orolabial herpes. Satu kali sehari dosis dari Valacyclovir (500 mg) untuk pengobatan terus-menerus pada orang dengan genital herpes berulang, telah memperlihatkan penurunan pada transmisi seksual. Uji perbandingan dengan acyclovir untuk pengobatan pada pasien penderita zoster; kecepatan penyembuhan kutaneus sama namun Valacyclovir membuat durasi rasa sakit dari penyakit zoster menjadi lebih pendek. Valacyclovir juga terbukti efektif mencegah penyakit CMV setelah transplantasi organ jika dibandingkan dengan placebo.

Valacyclovir pada umumnya mempunyai toleransi yang baik walaupun mual, muntah, atau ruam sesekali terjadi. Agitasi, pusing, sakit kepala, elevasi enzim liver, anemia, dan neutropenia jarang terjadi. Pada dosis tinggi, kebingungan,halusinasi, dan seizure dapat terjadi. Pasien AIDS yang menerima Valacyclovir dengan dosis tinggi secara terus-menerus bisa meningkatkan kejadian intoleransi gastrointestinal dan thrombotic microangiopathies.

Efek Samping Biasanya reaksi sampingan obat (1% pasien) yang dihubungkan dengan terapi valaciclovir sama dengan untuk aciclovir, merupakan metabolit yang aktif, dan dapat menyebabkan : mual, muntah, diare, anal leakage, dan sakit kepala. Infrequent adverse effects (0.11% pasien) dapat menyebabkan: agitation, vertigo, confusion, pening, edema, arthralgia, sakit tenggorokan, konstipasi, abdominal pain, letih, dan kerusakan ginjal. Rare adverse effects (<0.1% of pasien) dapat menyebabkan: koma, struk, neutropenia, leukopenia, tremor, ataxia, encephalopathy, psychotic symptoms, crystalluria, anorexia, fatigue, hepatitis, Stevens-Johnson syndrome, toxic epidermal necrolysis and/or anaphylaxis. Penderita AIDS yang menerima dosis tinggi valacyclovir secara terus menerus mengalami kenaikan serangan intoleransi gastrointestinal dan juga trombosis mikroangiopati seperti purpura trombosis trombositopeni dan gejala uremia-hemolitik. Valaciclovir juga dapat menyebabkan glositis, altered taste, gastrointestinal upset, gagal ginjal, depresi sumsum tulang, tremor dan kejang, ruam, dan urtikaria. Interaksi Obat Probenicid dan Cimetidine meningkatkan konsentrasi plasma dari valaciclovir.