Anda di halaman 1dari 8

Fisiologi sistem reproduksi

Ns. Luqman, S.Kep

Fisiologi Reproduksi Pria


Spermatogenesis Di tubulus seminiferus banyak mengandung sel germinativum Dinamakan spermatogenia menjadi spermatosit membelah diri membentuk dua spermatosityang masing-masing mengandung 23 kromosom

Cont. . .
Setelah beberapa minggu menjadi spermatozoa spermatid,pertama kali di bentuk masih mempunyai sel epiteloid Kemudian sitoplasmam menghilang,spermatid memanjang menjadi spermatozoa terdir : kepala, leher, badan dan ekor.

Sperma
Setelah pembentukan di tubulus seminiferus, sperma masuk ke seminiferus selama 18 jam 10 hari hingga mengalami proses pematangan Epididimis menyekresi cairan yang mengandung hormon, enzim, dan gizi Sebagian besar pada vas deferen dan sebagian kecil di dalam epididimis

Fungsi testosteron
Efek desensus testis, testosteron hal penting untuk perkembangan seks pria selama kehidupan manusia dan faktor keturunan Perkembangan seksual primer dan sekunde Sekresi testosteron setelah pubertas menyebabkan penis, testis, dan skrotum membesar samapai usia 20 tahun

Cont. . .
Testis dapat membentuk sperma 120 juta setiap hari Motolitas dan fertilitas sperma karena gerakan flagela Pada medium yang sangat basa dapat mematikan sperma Sperma dalam traktus genitalia wanita dapat hidup 1-2 hari

Semen
Berasal dari vas deferend Merupakan cairan terakhir yang diejakulasi Semen berfungsi mendorong sperma keluar dari duktus ejakulatorius dan uretra Cairan dari vesikula seminalis membuat semen lebih kental Enzim pembeku dari cairan prostat meyebabkan fibrinogen dari vesikula seminalis membentuk kuagulum yang lemah

Kegiatan seksual pria


Rangsangan akhir organ sensorik dan sensasi seksual menjalar melalui saraf pudendu