Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UMUM PERCOBAAN VI HIDROLISIS KARBOHIDRAT

OLEH NAMA STAMBUK KELOMPOK ASISTEN : MUH. YAMIN A. : F1C1 08 049 : III : SUMARLIN

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2010

BAB I PENDAHULUAN A. L ! " B#$ % &' Pada umumnya bahan makanan itu mengandung tiga kelompok utama senyawa kimia yaitu, karbohidrat, protein, dan lemak atau lipid. Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O, misalnya glukosa (C6H 2O6!. Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau keton atau senyawa yang menghasilkan senyawa"senyawa ini bila dihidrolisa. #olekul karbohidrat terdiri atas atmo"atom karbon, hidrogen dan oksigen. Pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus $OH, gugus aldehid atau gugus keton. Karbohidrat sangat beraneka ragam si%atnya. &alah satu perbedaan utama antara pelbagai tipe karbohidrat ialah ukuran molekulnya, diantaranya monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida. Karbohidrat sangat akrab denga kehidupan manusia, karena ia adalah sumber energi utama manusia. 'ontoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah pada tepung, gandum, (agung, beras, kentang, sayur"sayuran dan lain sebagainya. )agung di *ndonesia merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat kedua setelah beras. +i samping itu (uga digunakan sebagai pakan ternak dan bahan baku industri. Kebutuhan (agung di *ndonesia untuk konsumsi meningkat ,, 6- per tahun, sedangkan untuk kebutuhan pakan ternak dan industri naik .,/0- per tahun &elain untuk pengadaan pangan dan pakan, (agung (uga banyak digunakan industri makanan, minuman, kimia, dan %armasi. Berdasarkan komposisi kimia dan

kandungan nutrisi, (agung mempunyai prospek sebagai pangan dan bahan baku industri. Peman%aatan (agung sebagai bahan baku industri akan memberi nilai tambah bagi usahatani komoditas tersebut. 1amun di2ersi%ikasi pangan sumber karbohidrat, yang merupakan bagi"an terbesar pangan yang dikonsum"si masyarakat *ndonesia, masih sukar dilaksanakan. 3ntuk itu identi%ikasi karbohidrat pada per'obaan ini dilakukan demi peman%aatan lebih lan(ut dan mengetahui komposisi kimia apa sa(a yang terdapat didalamnya. A. T()( & 4u(uan dari per'obaan ini adalah 5 . 3ntuk mengetahui hidrolisis pati dengan asam. 2. 3ntuk mengetahui hidrolisis pati dengan amylase. B. M &* !

#an%aat yang diperoleh dari praktikum ini antara lain5 . #emberikan pengetahuan mengenai hidrolisis pati dengan asam. 2. #emberikan pengalaman mengenai hidrolisis pati dengan en6im amylase

BAB III

METODE PRAKTIKUM A. + %!( , & T#-. ! 7aktu dilaksanakannya per'obaan ini pada hari )umat tanggal 2

1o2ember 2. . bertempat di 8aboratorium Kimia 9akultas #*P: 3ni2ersitas Haluoleo. B. A$ ! , & B / & . :lat :lat"alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tabung reaksi, spektro%otometer, pipet ukur 2 m8, pipet tetes, rak tabung, timbangan, gelas kimia, %iller, pemanas, dan botol semprot. 2. Bahan Bahan"bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah larutan Pati, HCl ; 1, KH2PO; #, reagen +1&, larutan ludah, larutan maltosa, akuades

C. R &0 &' & P#"012

&

. Hidrolisis dengan :sam , m8 8arutan Pati - ditimbang , m8 HCl ; 1 - dipipet .,, m8

&isa larutan pati"HCl - dipipetkan .,, kedalam , tabung reaksi - dipanaskan dengan 2ariasi waktu ., ,, ., ,, 2. menit " " " " " 7aktu . ,

.,, m8 larutan pati"HCl - +itambahkan 2,, m8 KH2PO; # (, tabung reaksi!

di'ampur ditambahkan 2 m8 +1& dipanaskan = , menit dien'erkan hingga . m8 diba'a absorbansinya pada @ ,;. nm

: ., 2/ .,.? # dipanaskan = , menit,

8arutan Blanko 5 .,, m8 larutan pati < 2,, KH2PO; dien'erkan hingga . m8.

2. Hidrolisis dengan >n6im

m8 larutan ludah . -, - dan ., " " " " " " " " Konsentrasi .?. Kur2a &tandar 8arutan maltosa .,2,;,6,/,dan . ppm +alam m8 " ditambahkan 2 m8 reagen +1& " dipanaskan selama = , menit " dien'erkan hingga . m8 " diba'a absorbansinya pada @ ,;. nm Konsentrasi : . . 2 .,2.A ; .,;6/ 6 .,AA, / ,2/. . ,? . dimasukkan dalam ? tabung reaksi ditambahkan 2 m8 larutan pati dipanaskan selama , menit pada suhu ;. oC diambil m8 dari tiap tabung ditambahkan 2 m8 +1& dipanaskan selama = , menit dien'erkan hingga . m8 diba'a absorbansinya pada @ ,;. nm

: .,.?/

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pati umumnya berbentuk granula dengan diameter beberapa mikron. Branula pati mengandung 'ampuran dari dua polisakarida berbeda, yaitu amilum dan amilopektin. )umlah kedua poliskarida ini tergantung dari (enis pati. :milosa terdiri dari rantai tidak ber'abang yang pan(ang dari glukosa terikat bersama oleh ikatan , ; C . Pan(ang rantainya berma'am"ma'am, yaitu antara .. sampai ...... unit glukosa. :milopektin, seperti amilosa, adalah suatu polimer dari glukosa yang mempunyai mata rantai , ; C . 4idak seperti amilosa, amilopektin adalah polimer ber'abang, yang men(adi 'abang rantai utama dengan mata rantai
, 6 C . &uatu 'abang ada setiap 2. sampai ?. unit glukosa sepan(ang rantai

amilopektin (9essenden, AA0!. Pati merupakan polimer dari glukosa atau maltosa. 3nit terke'il dari rantai pati adalah glukosa yang merupakan hasil %otosintesis di dalam bagian tubuh tumbuh"tumbuhan yang mengandung kloro%il. Pati tersusun atas ikatan

D" +" glikosida. #olekul glukosa pada pati dan selulosa hanya berbeda dalam bentuk ikatannya, D dan E, namun si%at"si%at kimia kedua senyawa ini sangat (auh berbeda. Proses hidrolisis pati yaitu pengubahan molekul pati men(adi

monomernya atau unit"unit penyusunnya seperti glukosa. Hidrolisis pati dapat dilakukan dengan bantuan asam atau en6im pada suhu, pH, dan waktu reaksi tertentu (:ssega%, 2..A!. Pada per'obaan ini dilakukan hidrolisis karbohidrat yaitu pati dari ubi kayu dengan menggunakan asam yaitu HCl ; 1 dan en6im amilase.

Pada hidrolisis pati dengan menggunakan asam yaitu HCl, larutan pati ditambahkan HCl dan dipanaskan dengan 2ariasi waktu ., ,, ,, dan 2. menit. 8arutan asam HCl menghidrolisis pati melalui proses pemotongan rantai, hasil pemotongannya adalah 'ampuran dekstrin, maltosa dan glukosa (:ssega%, 2..A!. Pada per'obaan ini, ditentukan kadar glukosa hasil hidrolisis tersebut dengan metode spektro%otometri menggunakan kur2a standar glukosa dengan 'ara penambahan reagen +1& untuk memberi warna pada larutan sehingga dapat terba'a absorbansinya pada alat spektronik. Persamaan regresi linear dari kur2a standar yaitu y F .,..?,G < .,..?/, sehingga dapat ditentukan kadar glukosa hasil hidrolisis dengan asam untuk masing"masing 2ariasi waktu pemanasan. 3ntuk perlakuan tanpa pemanasan diperoleh absorbansi larutan paling tinggi yaitu .,.,0 sehingga berdasarkan perhitungan melalui persamaan regresi dari kur2a standar diperoleh kadar paling tinggi pula yaitu ,,2 ppm. 3ntuk waktu pemanasan , menit diperoleh kadar glukosa hasil hidrolisis .,?; ppm, waktu pemanasan , menit diperoleh

glukosa 2,6? ppm, dan 2. menit sebanyak .,6? ppm. #enurut :ssega% (2..A!, proses hidrolisis menggunakan katalis asam (uga memerlukan suhu yang sangat tinggi agar hidrolisis dapat ter(adi. Hidrolisis pati dengan asam memerlukan suhu tinggi, yaitu 2. " 6. o C. )adi, seharusnya semakin lama pemanasan yang dilakukan, atau semakin tinggi suhu pemanasannya, maka hidrHlisis yang ter(adi lebih sempurna. #etode hidrolisis menggunakan asam ini memiliki kelemahan diantaranya tidak ramah lingkungan, karena residu yang dihasilkan dari proses hidrolisis

asam akan men'emari lingkungan. proses asam akan menghasilkan produk yang tidak ramah lingkungan, yaitu meningkatkan nilai CO+ dalam air. Hidrolisis asam (uga bersi%at toksik apabila terhirup dalam waktu yang lama sehingga terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit bahkan dapat

menyebabkan kematian. Kelemahan yang lain dari penggunaan asam adalah glukosa yang dihasilkan relati% ke'il (umlahnya. Proses hidrolisis menggunakan katalis asam (uga memerlukan suhu yang sangat tinggi agar hidrolisis dapat ter(adi. Hidrolisis pati dengan asam memerlukan suhu tinggi, yaitu 2. " 6. o C. Berdasarkan kelemahan tersebut proses hidrolisis pati menggunakan asam (arang digunakan. #etode hidrolisis pati yang lebih sering digunakan adalah se'ara en6imatis dengan menggunakan en6im. >n6im yang umumnya digunakan adalah amilase, seperti D" amilase dan glukoamilase. Pada per'obaan ini, (enis en6im yang digunakan untuk menghidrolisis pati adalah en6im amilase. >n6im amilase diperoleh dari larutan ludah, dan ditambahkan pada larutan pati kemudian dipanaskan selama , menit. >n6im D" amilase dapat menghidrolisis ikatan D" ,;"glukosida se'ara spesi%ik. Hidrolisis amilosa oleh "amilase ter(adi melalui dua tahap. 4ahap pertama adalah degradasi men(adi maltosa dan maltotriosa yang ter(adi se'ara a'ak. +egradasi ini ter(adi se'ara 'epat diikuti pula dengan menurunnya 2iskositas dengan 'epat. 4ahap kedua relati% lambat dengan pembentukan glukosa dan maltosa sebagai hasil

akhir. &edangkan untuk amilopektin, hidrolisis dengan "amilase menghasilkan glukosa, maltosa dan berbagai (enis "limit dekstrin yang merupakan oligosakarida yang terdiri dari ; atau lebih residu gula yang semuanya mengandung ikatan " ,6 glikosidik (&uhartono, A/A!. Pada hidrolisis menggunakan en6im ini ditentukan kadar maltosa hasil hidrolisis menggunakan 'ara yang sama seperti penentuan kadar glukosa sebelumnya, yaitu dengan teknik spektro%otometri. &ebelumnya telah dibuat kur2a standar maltosa sehingga diperoleh peramaan regresi linear yaitu y F .,.2;G " .,. /. Pada per'obaan yang dilakukan, di2ariasikan konsentrasi larutan ludah yang ditambahkan ke dalam larutan pati yaitu . -, - dan ., -. &emakin tinggi konsentrasi larutan ludah,

semakin banyak (umlah en6im amilase yang ditambahkan. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, untuk penggunakan larutan ludah ., - diperoleh kadar maltosa ".,, ppm, larutan ludah - diperoleh ,2 ppm

maltosa dan untuk larutan ludah . - diperoleh maltosa sebanyak 2,.; ppm. Hal ini menun(ukkan semakin banyak en6im amilase yang digunakan, semakin banyak pula kadar maltosa hasil hidrolisis yang diperoleh. Penggunaan hidrolisis se'ara

en6imatis lebih prospek karena lebih ramah lingkungan, menguntungkan se'ara ekonomis, spesi%ik, sehingga (umlah glukosa yang dihasilkan melimpah dan tidak menghasilkan limbah dibandingkan penggunaan metode hidrolisis menggunakan

katalis asam (:ssega%, 2..A!. BAB V PENUTUP

A. S3-.($ & +ari per'obaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa 5 . Hidrolisis pati dapat dilakukan dengan penambahan asam seperti HCl disertai pemanasan pada suhu tinggi serta penambahan KH2PO;. 2. Hidrolisis pati dapat dilakukan dengan menghidrolisis penambahan en6im amilase untuk

ikatan D" ,;"glukosida dari pati se'ara spesi%ik.

DAFTAR PUSTAKA :sega%, 9., 2..A, IProspek Produksi Bioetanol Bonggol Pisang (#usa Paradisia'al! #enggunakan #etode Hidrolisis :sam dan >n6imatisJ, 3ni2ersitas )enderal &oedirman Kso &emarang +so Purwokerto.

Ben, >.&., Lulianis, dan Halim, :., 2..0, I&tudi :wal Pemisahan :milosa dan :milopektin Pati &ingkong dengan 9raksinasi Btanol":irM, Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 12, No. 21. +arma(ana, :., :gustina, 7. +anwartika, 2../, IPengaruh Konsentrasi >n6im :" :milase 4erhadap &i%at 9isik Bubur Buah Pisang (Bahan Pembuatan tepung Pisang *nstant!M, Prosiding &eminar 1asional &ains dan 4eknologi"**. Ba%%ar, &., #oeis, #., 1atalia, dan &oemitro, &., 2..0, IPeningkatan &ekresi :" :milase #elalui #anipulasi Peptida &inyal dan >%isiensi Pelipatan Protein +alam Pi'hia PastorisM, 8aporan Penelitian Hibah Bersaing. *rawan, :.#., 2..0, Karbohidrat, &port &'ien'e Brie%t, V1$ 01 5 .?. 1urityas, 4.&., 2..;, Karbohidrat, &atuan Penga(aran Biokimia 3mum, 3B#, Nogyakarta. Kismi(ana, )., *ndriani, *.1., dan Pitriyani, 4., 2..?, I Penggunaan >n6im &elulase Hemiselulase pada Proses +einking Kertas Koran bekasM, Jurnal Matematika dan Sains, Vol. 8, No. 2. &ukandar, +., &urayya, 8., Putri, >., 2../,MKonbersi Pati Banyong ( Canna Edlis Ker.! #en(adi Bioetanol melalui Hidrolisis :sam dan 9ermentasiM, Biodiversitas, No.9. &iman(untak, #.4., dan &ilalahi, 8., 2..?, IPenuntun Praktikum Biokimia, 9#*P:" )urusan %armasi, 3&3.

L -.3" & H 43$ P#&' - ! & D & P#"/3!(&' & H 43$ P#&' - ! & . Hidrolisis Pati dengan :sam

7aktu (#enit! . , . , 2. 2. Kur2a &tandar #altosa Konsentrasi (ppm! . 2 ; 6 / . ?. Hidrolisis Pati dengan Konsentrasi (-! ., . :bsorbansi #altosa . .,2.A .,;6/ .,AA, ,2/. ,? .

:bsorbansi ., 2/ . . .,.? .

" :milase
:bsorbansi . . .,.?/

P#"/3!(&' & : . Kur2a &tandar #altosa O#altosaP (ppm! . 2 ; 6 / . +ari data di atas diperoleh kur2a standar5 :bsorbansi #altosa . .,2.A .,;6/ .,AA, ,2/. ,? .

+ari gra%ik diperoleh persamaan regresi linear y F ., ;0G " .,.2;, sehingga konsentrasi maltosa (G! hasil hidrolisis pati dengan asam dan en6im adalah sebagai berikut5 GF
y b F Q ppm a

" amilase

a. Konsentrasi #altosa (G! hasil hidrolisis pati dengan asam

G F

F ,.? ppm

G2 F

F . ppm

G; F

F .,.;0 ppm

+engan 'ara yang sama diperoleh 5 7aktu (menit! . , . , 2. :bsorbansi ., 2/ . . .,.? . O#altosaP (ppm! ,.? . . .,?0 .

b. Konsentrasi #altosa (G! hasil hidrolisis pati dengan en6im G F F . ppm

" amilase

G2 F

F . ppm

G? F

F .,;2 ppm

+engan 'ara yang sama diperoleh5 Konsentrasi (-! ., :bsorbansi #altosa . . O#altosaP (ppm! . .

.,.?/

.,;2

LAPORAN SEMENTARA PERCOBAAN VI Hari, tanggal 5 )umat, 2 1o2ember 2. . )udul 5 Hidrolisis Karbohidrat

+ata Pengamatan . Hidrolisis Pati dengan :sam 7aktu (#enit! . , . , 2. 2. Kur2a &tandar #altosa Konsentrasi (ppm! . 2 ; 6 / .
3. Hidrolisis Pati dengan

:bsorbansi ., 2/ . . .,.? .

:bsorbansi #altosa . .,2.A .,;6/ .,AA, ,2/. ,? .

" :milase
:bsorbansi . . .,.?/ Kendari, 2 1o2ember 2. . :sisten Pembimbing

Konsentrasi (-! ., .

SUMARLIN