Anda di halaman 1dari 19

1.

ASPEK TEKNIS

  • A. UMUM

Embung merupakan bangunan yang berfungsi menampung air hujan untuk dipergunakan sebagai air baku, irigasi, air bersih, dan sebagainya. Selain itu juga berfungsi dalam rangka mengkonservasi sumber daya air untuk menahan lajunya air permukaan mengalir terbuang ke laut. Secara prinsip bangunan embung adalah bangunan penahan lajunya air permukaan yang mengalir dibagian udiknya dengan suatu rekayasa teknik berupa bendungan, sehingga terjadi suatu genangan air yang memiliki volume tampungan yang memadai sesuai desain. Bangunan embung disamping memiliki manfaat yang besar, juga menyimpan po tensi bahaya yang besar pula yang dapat mengancam kehidupan masyarakat luas di bagian hilir

bangunan.

  • B. KRITERIA PERENCANAAN EMBUNG

Batasan dalam embung kecil ini antara lain :

  • 1. Tinggi tubuh embung maksimum 10 meter untuk tipe urugan dan 6 meter untuk tipe graviti atau komposit, dimana tinggi tubuh embung diukur dari lembah yang terdalam hingga ke puncak tubuh embung.

  • 2. Kapasitas tampungan embung maksimum 100.000 m 3 .

  • 3. Luas daerah tadah hujan maksimum 100 ha = 1 km 2 .

Langkah-langkah desain embung meliputi :

  • - Penentuan lokasi embung.

  • - Pengukuran dan penyelidikan sederhana geoteknik.

  • - Penentuan tata letak as bendungan.

  • - Analisa hidrologi.

  • - Penentuan tipe dan tinggi tubuh embung.

  • - Desain bangunan Pelimpah dan bangunan unit air baku.

Dalam perencanaan embung biasanya terdapat beberapa jenis tipe embung berdasarkan jenis/tipe tubuh embung. Tubuh embung dapat dipilih diantaranya :

  • - Tipe urugan homogen

  • - Tipe urugan majemuk

  • - Tipe pasangan atau beton dan

  • - Tipe komposit

Tergantung dari jenis pondasi, ketersediaan bahan ditempat dan lebar bendungan, Pondasi batu dapat mendukung semua tipe embung Pondasi tanah hanya dapat mendukung pada

tubuh EMBUNG tipe urugan, namun semua itu harus mempertimbangkan jenis dan jumlah bahan yang tersedia ditempat.

 

TIPE

JENIS

UKURAN

JENIS BAHAN

TUBUH EMBUNG

PONDASI

LEMBAH

BANGUNAN

(1)

Urugan

  • 1. Lebar atau

Batu atau

1.

  • 1. Lempung atau tanah berlempung

 

Tanah

  • 2. Sempit

2.

  • 2. Pasir sampai batu pecah

(2)

Beton /

batu

sempit

Pasir sampai batu pecah

Pasangan

(3) Komposit

Batu

Lebar

  • 1. atau

Lempung

tanah

berlempung

  • 2. Pasir sampai batu pecah

Untuk menjamin fungsi dan keamanan embung, maka embung terdiri dari beberapa bagian yang antara lain :

  • 1. Tubuh embung berfungsi menutup lembah atau cekungan (depresi) sehingga air dapat tertahan di udiknya.

  • 2. Kolam embung berfungsi menampung air hujan yang harus memiliki jenis tanah yang mampu menahan air seperti tanah lempung.

  • 3. Intake ( alat sadap berfungsi mengeluarkan air kolam).

  • 4. Jaringan distribusi berupa rangkaian saluran pembawa, berfungsi membawa air dari kolam ke bak penampungan air (tandon air) untuk didistribusikan/ dimanfaatkan).

  • 5. Pelimpah berfungsi mengalirkan banjir dari kolam ke lembah atau sungai dihilirnya sebagai pengamanan tubuh embung atau dinding kolam terhadap peluapan.

tubuh EMBUNG tipe urugan, namun semua itu harus mempertimbangkan jenis dan jumlah bahan yang tersedia ditempat.

Gambar. Tipikal Embung Untuk Pertanian

P.3 P.4 P.2 172.68 178.72 P.1 161.49 164.30 156.84 178.41 175.13 158.58 167.10 152.614 150.09 163.62
P.3
P.4
P.2
172.68
178.72
P.1
161.49
164.30
156.84
178.41
175.13
158.58
167.10
152.614
150.09
163.62
149.09
= Area Genangan Embung
7760.30 m 2
147.21
+ 9.49
159.19
150.17
151.17
148.09
153.40
163.79
KOLAM
174.03
152.15
170.04
151.10
152.29
165.00
151.82
152.680
151.00
152.28
155.464
150.43
152.495
152.80
148.25
155.53
146.45
153.36
156.06 156.45
149.96
151.14
151.41
157.60
146.83
148.22
147.597
151.500
160.37
149.82
181.43
150.61
167.55
152.20
150.71
CP.0
168.99
163.41
X.+302.328.020
Y.+9.497.095.449
Z.+152.916
153.364
176.24
179.94
180.52
183.47
169.42
+ 9.49
+ 9.49
BM.BRG.0
X.+302.319.000
Y.+9.497.070.000
Z.+153.000
+150.0
+155.00
+160.0
+165.0
+170.0
+175.0
+180.0

Gambar. Tipikal Rencana Genangan Pada Embung

  • C. KELAYAKAN PEMBANGUNAN EMBUNG SECARA TEKNIS

    • - Berdasarkan analisa water balance, didapatkan hasil bahwa kebutuhan air untuk lahan pertanian lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan air yang ada. Sehingga dengan pertimbangan pengawetan air dan konservasi air, embung layak dibangun di kecamatan kasemen sebagai salaha satu alternatif water harvesting.

    • - Berdasarkan hasil studi terdahulu dapat diketahui bahwa jenis tanah pada kecamatan kasemen adalah didominasi dengan lempung kelanauan (silty clay) dengan koefisien permeabilitasantara 10- 9 m/s sampai dengan 10 -7 m/s, hal ini menandakan cocok untuk dijadikan tampungan embung sehingga didapatkan volume air hujan yang maksimal.

2. ASPEK SOSIAL DAN LINGKUNGAN

  • A. PRAKIRAAN DAMPAK SOSIAL DAN LINGKUNGAN

  • a. Tahap Pra Konstruksi

    • - Survey dan Pematokan Pada tahap kegiatan ini dampak diperkirakan akan terjadi terhadap komponen lingkungan persepsi masyarakat. Dampak yang diprakirakan akan terjadi terhadap komponen lingkungan ini yakni timbulnya berbagai pertanyaan dan informasi yang simpang siur tentang rencana proyek. Daerah-daerah yang akan terkena dampak meliputi daerah tapak proyek (khususnya daerah genangan) dan daerah sekitarnya. Walaupun dampak ini diperkirakan tidak penting, tetapi jika dampak ini tidak diantisipasi terlebih dahulu, maka kesimpangsiuran akan terus berkembangdan menimbulkan keresahan pada masyarakat di sekitar lokasi proyek.

    • - Pembebasan Lahan Seperti diketahui kegiatan pembangunan embung memerlukan lahan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang tentunya akan menggunakan lahan penduduk atau tanah adat yang berupa lahan produksi tetap maupun terbatas. Dengan demikian secara langsung kegiatan ini diprakirakan akan menimbulkan dampak terhadap komponen lingkungan persepsi masyarakat dan keresahan masyarakat.

  • b. Tahap Konstruksi

    • - Pembersihan Lahan Kegiatan yang akan dilakukan pada pembersihan lahan dan relokasi spesies langka dan dilindungi, adalah tergangunya lahan lahan disekitar lokasi kegiatan seperti kolam pemancingan dan lainnya. Komponen lingkungan lainnya yang diprakirakan

  • akan terkena dampak kegiatan ini adalah meliputi fisiografi dan topografi, kuantitas air, air tanah, kualitas air, vegetasi, margasatwa, kecemburuan sosial, kesempatan kerja dan kesehatan masyarakat.

    • - Mobilisasi Peralatan Berat Kegiatan ini utamanya adalah mobilisasi alat-alat berat ke lokasi proyek dan pengoperasian alat-alat tersebut dalam mendukung penyediaan bahan, sarana dan prasarana yang hasur disiapkan pada tahap berikutnya. Alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan ini meliputi truk, traktor, buldoser dan jenis alat-alat berat lainnya. Komponen lingkungan yang diperkirakan akan terkena dampak dari kegiatan ini adalah meliputi erosi tanah, kesempatan kerja, pendapatan, kesehatan masyarakat dan fasilitas umum.

    • - Mobilisasi Tenaga Kerja

    Aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan merekrut tenaga kerja dan aktivitas kehidupan sehari-hari personel/tenaga kerja proyek dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Komponen lingkungan yang diprakirakan akan terkena dampak dari kegiatan ini adalah meliputi persepsi masyarakat, keresahan masyarakat, kecemburuan sosial dan kesempatan kerja.

    • - Pembuatan Dan Pengoperasian Base Camp Kegiatan yang dimaksud adalah pembuatan base campsebagai tempat tinggal dan

    pusat koordinasi para pekerja proyek. Komponen lingkungan yang diperkirakan akan terkena dampak kegiatan ini adalah meliputi erosi tanah, kualitas air, vegetasi, keresahan masyarakat, keamanan dan keselamatan dan budaya masyarakat.

    • - Eksploitasi Quarry

    Kegiatan yang dimaksud adalah pengambilan material dari sumber-sumber yang berada di sekitar lokasi proyek. Komponen lingkungan yang diprakirakan akan terkena dampak dari kegiatan ini adalah meliputi fisiografi dan topografi, penggunaan lahan, kuantitas air, erosi tanah, air tanah, kualitas air, vegetasi, kesempatan kerja, pendapatan, ekonomi regional dan kesehatan masyarakat.

    • - Konstruksi Embung Dan Tanggul Penutup

    Alat-alat yang akan dipergunakan dalam kegiatan ini adalah meliputi alat-alat berat

    dan mesin-mesin yang tergolong besar. Komponen lingkungan yang diprakirakan akan terkena dampak kegiatan ini adalah meliputi fisiografi dan topografi, penggunaan lahan, kuantitas air, erosi tanah, kualitas air, vegetasi, ikan,

    margasatwa, kesempatan kerja, pendapatan, ekonomi gerional, kesehatan masyarakat, keamanan dan keselamatan.

    • - Penggenangan Embung Penggenangan embuung dilakukan setelah seluruh aktivitas konstruksi selesai

    dilakukan, terutama pembersihan lahan dan relokasi spesies langka dan dilindungi. Dampak penting yang diperkirakan akan timbul pada kegiatan ini adalah terhadap komponen lingkungan flora fauna langka dan dilindungi, erosi tanah dan gangguan ekosistem hilir karena perubahan kualiatas dan kuantitas air.

    c. Tahap Pasca Konstruksi

    • - Operasi Embung Kegiatan yang dimaksud adalah pemanfaatan embung sesuai dengan fungsi yang direncanakan, yaitu mensuplai kebutuhan air untuk areal pertanian. Komponen lingkungan yang diprakirakan akan terkena dampak penting adalah meliputi erosi tanah, kualitas air, penggunaan air sungai di hilir embung, mangrove, ikan, kesempatan kerja, pendapatan dan ekonomi regional.

    • - Pemeliharaan Embung Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kinerja sarana dan prasarana waduk tetap

    seperti yang diharapkan pada awal pembangunannya. Umumnya kegiatan ini dilakukan secara sekuensi, sehingga operasi system jaringan tidak terganggu secara umum. Dengan dilakukannya pekerjaan ini secara terencana, diperkirakan tidak akan timbul data penting yang akan terjadi.

    • - Distribusi Air Pada tahap kegiatan distribusi air dampak penting diperkirakan akan terjadi terhadap

    komponen lingkungan khususnya keresahan masyarakat yang tidak memperoleh manfaat. Dari hasil identifikasi rona awal lingkungan terdapat hubungan antara komponen kegiatan pembangunan embung dengan komponen lingkungan yang secara ringkas seperti terlihat pada Table berikut.

    Tabel 1. Matriks Interaksi Antara Komponen Kegiatan Rencana Pembangunan Embung dan Komponen Lingkungan

    Pengangkutan Material

    Pembuatan Basecamp

    Pembuatan Jalan akses

    Mobilisasi Tenaga Kerja

    Mobilisasi Peralatan Berat

    Pembersihan Lahan

    Pemindahan Penduduk

    Pembebasan Lahan

    Survey dan Pematokan

    Eksploitasi Quarry

    Daerah Hilir

    Daerah Tengah

    Daerah Roling di Hulu

    Pemeliharaan Waduk dan Jaringannya

    Operasi Waduk dan Jaringannya

    Penggenangan Waduk

    Konstruksi Jaringan Transmisi

    Konstruksi Bendungan

    Lokasi Dampak

    Tahap Pra-

    Konstruksi

    Tahap Konstruksi

    Tahap

    Pasca

    Kegiatan Komponen Lingkungan
    Kegiatan
    Komponen Lingkungan

    I. Kimia-Fisik

     

    a.

    Iklim

    X

    X

    X

    +

    +

    +

    b.

    Fisiografi dan Topografi

    X

    X

    +

    +

    +

    c.

    Penggunaan Lahan

    X

    X

    X

    +

    +

    +

    d.

    Kuantitas Air

    X

    X

    X

    X

    X

    X

    X

    +

    +

    +

    e.

    Erosi Tanah

    X

    X

    X

    X

    X

    X

    • X +

    X

    X

    X

    +

    +

    f.

    Air Tanah

    X

    X

    X

    X

    X

    +

    +

    g.

    Kualitas Air

    X

    X

    X

    X

    X

    X

    • X +

    X

    X

    X

    +

    +

    h.

    Penggunaan Air Domestik

    X

    +

    +

    II. Flora dan Fauna

     

    a.

    Vegetasi

    X

    X

    X

    X

    X

    • X +

    X

    +

    b.

    Ikan

    X

    X

    • X X

    X

    X

     

    c.

    Margasatwa

    X

    X

    X

    X

    +

    +

    III. Sosial, Ekonomi, dan Budaya

     

    a.

    Persepsi Masyarakat

    X

    X

    X

       

    X

                 

    X

     

    +

    +

    +

    b.

    Kersahan Masyarakat

     

    X

    X

       

    X

     

    X

             

    X

     

    +

    +

     

    c.

    Kecemburuan Sosial

         

    X

     

    X

     

    X

             

    X

     

    +

    +

     

    d.

    Kesempatan Kerja

       

    X

    X

     

    X

       

    X

    X

    X

       
    • X +

    X

         

    +

    e.

    Pendapatan

       

    X

             

    X

    X

    X

       
    • X +

    X

         

    +

    f.

    Ekonomi Regional

       

    X

               

    X

    X

       

    X

       

    +

    +

    g.

    Kesehatan Masyarakat

       

    X

    X

    X

         

    X

    X

    X

     

    X

    • X +

         

    +

    h.

    Mobilitas Penduduk

       

    X

                       
    • X +

    X

       

    +

    +

    i.

    Keamanan dan Keselamatan

       

    X

           

    X

       

    X

     

    X

       

    +

    +

    +

    j.

    Budaya

       

    X

           

    X

                 

    +

    +

    +

    k.

    Fasilitas Umum

       

    X

     

    X

                       

    +

       

    Keterangan : X = Dampak Potensial

     
     

    '+ = Terdapat Dampak

    Tabel Pengelolaan Dampak Pada Tahap Pra Konstruksi

         

    Teknologi

    Waktu

     

    Pelaksanaan

    1

    Survey

    dan

       

    Timbulnya persepsi

     

    Aktivitas sehari-hari

    Penjelasan kepada

    Awal dan

    Perencanaan

    masyarakat

    normal

    masyarakat tentang tujuan

    selama

    proyek kegiatan
    proyek kegiatan
     

    proyek

    kegiatan

    Peningkatan

    pendapatan

    Kelayakan upah pekerja

    -

    Seleksi tenaga kerja

    Selama

    masyarakat

    setempat

     

    dengan mengutamakan

    Kegiatan

    karena digunakan sebagai

    tenaga setempat

    tenaga lokal

    -

    Pemberian upah sesuai

     

    dengan bidang keahliannya

    2

    Pengadaan

       

    Pembebasan

    lahan

    Partisipasi masyarakat

    Pelaporan kepada pihak

    Awal dan

    Lahan Survey

    garapan

    dan

    pemilik lahan dan penjelasan

    selama

     

    pemanfaatan lahan

    kepada pemilik lahan

    kegiatan

    garapan
    garapan
    garapan
    garapan
     

    garapan

     

    Keluhan

    masyarakat

    -

    Kelancaran

    -

    Pengalihan lahan garapan

    Awal dan

    karena rasa

    tidak

    puas

    pelaksanaan ganti

    ditentukan dengan cara

    selama

    pelaksanaan

    atas

    ganti

    rugi tanaman

    musyawarah

    kegiatan

    rugi tanaman

    -

    Keluhan masyarakat

    -

    Tidak melibatkan banyak

     

    pihak

    Jenis Dampak

    Indikator Dampak

    Pengelolaan Lingkungan

    Jenis Dampak Indikator Dampak Pengelolaan Lingkungan
    Jenis Dampak Indikator Dampak Pengelolaan Lingkungan
    Teknologi Waktu Pelaksanaan 1 Survey dan Timbulnya persepsi Aktivitas sehari-hari Penjelasan kepada Awal dan Perencanaan masyarakat
    Volume Kegiatan Jenis Sumber Dampak No Pelaksanaan Waktu
    Volume
    Kegiatan
    Jenis
    Sumber Dampak
    No
    Pelaksanaan
    Waktu

    Tabel Pengelolaan Dampak Pada Tahap Konstruksi (1)

    Menggunakan alat berat dengan kondisi yang masih baik

    Selama proyek

    kesehatan masyarakat

    Tingkat kebisingan dan

    udara

    Iklim pencemaran

    Pelaksanaan Teknologi Pengelolaan Lingkungan Indikator Dampak Jenis Dampak Waktu
    Pelaksanaan
    Teknologi
    Pengelolaan Lingkungan
    Indikator Dampak
    Jenis Dampak
    Waktu
     

    -

    Menggunakan alat berat dengan kondisi yang masih baik

    Selama proyek

    -

    Mencegah/mengurangi tumpahan minyak pelumas dari alat berat ke aliran sungai

    -

    Menggunakan alat berat yang sesuai kebutuhan dan sesuai dengan daya dukung jalan hantar

    Selama proyek

    -

    Membuat jalan hantar yang mampu dilewati alat berat

    Menggunakan alat berat dengan kondisi yang masih baik

    Selama proyek

       
       

    Pencemaran air oleh tumpahan minyak pelumas

    -

    Adanya lapisan minyak yang terbawa oleh aliran

     

    -

    Matinya biota air

    Kerusakan fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan oleh karena dilalui alat berat

    Jumlah fasilitas umum yang rusak dan keluhan masyarakat

     

    Terganggunya

    Timbulnya penyakit

     

    kesehatan masyarakat

    batuk/saluran

    sekitar tapak proyek

    pernafasan

     

    Sumber Dampak

    Jenis

    Volume

    Waktu

    Kegiatan

    Pelaksanaan

    Mobilisasi

    dan Operasi

    dan Operasi

    Alat Berat

    Alat Berat
    Alat Berat
    Alat Berat
    Sumber Dampak Jenis Volume Waktu Kegiatan Pelaksanaan Mobilisasi dan Operasi Alat Berat
    Sumber Dampak Jenis Volume Waktu Kegiatan Pelaksanaan Mobilisasi dan Operasi Alat Berat
    Sumber Dampak Jenis Volume Waktu Kegiatan Pelaksanaan Mobilisasi dan Operasi Alat Berat
    1
    1
    No
    No

    Tabel Pengelolaan Dampak Pada Tahap Konstruksi (2)

    sekitar proyek

    keterlibatan

    Peningkatan mata

    pencaharian dan

    pendapatan

    masyarakat setempat

    • - Berkurangnya jumlah pengangguran di

    Selama Proyek

    • - Jumlah masyarakat dalam kegiatan proyek

    • - Mengutamakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja

    • - Membeli material batu dari penambang batu yang ada di lokasi proyek

    Teknologi Waktu Pelaksanaan Jenis Dampak Indikator Dampak Pengelolaan Lingkungan
    Teknologi
    Waktu
    Pelaksanaan
    Jenis Dampak
    Indikator Dampak
    Pengelolaan Lingkungan
       
       

    Rusaknya fasilitas

    Semakin buruknya

    Jalan hantar direncanakan

    Selama Proyek

    umum

    fasilitas jalan atau

    tidak hanya untuk kebutuhan

    jembatan yang ada

    kegiatan proyek saja tapi juga

    sekarang

    untuk kebutuhan masyarakat

     

    sekitarnya

    Penurunan tingkat

    -

    Banyaknya

    -

    Bekas galian dan timbunan

    Selama Proyek

    estetika

    timbunan bekas

    jalan atau material galian

    galian yang

    ditempatkan pada areal yang

    ditempatkan

    tidak semestinya

    sembarangan

    -

    Meminimalkan galian atau

     

    -

    Keluhan masyarkat

    timbunan

     

    pengguna jalan

    sekitar proyek keterlibatan Peningkatan mata pencaharian dan pendapatan masyarakat setempat - Berkurangnya jumlah pengangguran di Selama
    sekitar proyek keterlibatan Peningkatan mata pencaharian dan pendapatan masyarakat setempat - Berkurangnya jumlah pengangguran di Selama
    hantar jalan 2 Perbaikan
    hantar
    jalan
    2 Perbaikan
    Jenis Sumber Dampak No Kegiatan Pelaksanaan Waktu Volume
    Jenis
    Sumber Dampak
    No
    Kegiatan
    Pelaksanaan
    Waktu
    Volume

    Tabel Pengelolaan Dampak Pada Tahap Konstruksi (3)

    yang terkena penggalian atau

    lahan

    fisiografi/tata guna

    Berubahnya

    Selama Proyek

    lahan

    area dengan cara terasering

    • penimbunan
      - Membuat penggalian borrow

    untuk menghambat laju erosi

    • - Hilangnya lahan

    • - Memberi atau memindahkan

    borrow area

    erosi lahan pada

    • masyarakat
      - Tingginya tingkat

    garapan

    lahan garapan masyarakat

    Waktu Teknologi Pengelolaan Lingkungan Pelaksanaan Indikator Dampak Jenis Dampak
    Waktu
    Teknologi
    Pengelolaan Lingkungan
    Pelaksanaan
    Indikator Dampak
    Jenis Dampak
       
       

    Kualitas dan kuantitas

    -

    Terganggunya

    -

    Tetap memberikan suplay air

    Selama Proyek

    air di hilir

    suplay air di

    untuk daerah hilir

    daerah hilir

    -

    Tidak meletakkan hasil

     

    -

    Tingginya

    galian ke dalam badan sungai

     

    sedimentasi

    Berkurangnya flora

    Semakin gundulnya

    -

    Melakukan reboisasi di

    Selama Proyek

    daerah tapak proyek

    sekitar tapak proyek

     

    -

    Meminimalkan areal borrow

     

    area

    Berkurangnya fauna

    Berpindahnya

    Meminimalkan areal borrow

    Selama Proyek

    kawanan burung di

    area

     

    sekitar tapak proyek

    yang terkena penggalian atau lahan fisiografi/tata guna Berubahnya Selama Proyek lahan area dengan cara terasering penimbunan
    yang terkena penggalian atau lahan fisiografi/tata guna Berubahnya Selama Proyek lahan area dengan cara terasering penimbunan
    3 Perencanaan embung
    3 Perencanaan
    embung
    No Sumber Dampak Jenis Kegiatan Volume Waktu Pelaksanaan
    No
    Sumber Dampak
    Jenis
    Kegiatan
    Volume
    Waktu
    Pelaksanaan
    Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Teknologi Waktu Kegiatan Selama membuat terasiring - Membuka lahan dengan - Mengusahakan perijinan
    Pelaksanaan
    Pengelolaan Lingkungan
    Teknologi
    Waktu
    Kegiatan
    Selama
    membuat terasiring
    - Membuka lahan dengan
    - Mengusahakan perijinan
    status garapan dari pihak
    terkait ke masyarakat
    Jenis Kegiatan Volume Waktu Pelaksanaan lahan Sumber Dampak
    Jenis
    Kegiatan
    Volume
    Waktu
    Pelaksanaan
    lahan
    Sumber Dampak
    No
    No
    4 Pembukaan
    4 Pembukaan
    Berubahnya fisiografi/tata guna lahan erosi - Peningkatan laju garapan persawahan kering menjadi - Berkurangnya lahan
    Berubahnya
    fisiografi/tata guna
    lahan
    erosi
    - Peningkatan laju
    garapan
    persawahan
    kering menjadi
    - Berkurangnya lahan
    Indikator Dampak Jenis Dampak
    Indikator Dampak
    Jenis Dampak

    Tabel Pengelolaan Dampak Pada Tahap Pasca Konstruksi

    Berkurangnya suplai air

    bangunan

    Selama

    umur

    sudah ada sebelumnya

    Tetap mengutamakan lahan yang

    • di daerah hilir

    hilir

    Kuantitas suplai air di

    Teknologi Waktu Pelaksanaan Jenis Dampak Indikator Dampak Pengelolaan Lingkungan
    Teknologi
    Waktu
    Pelaksanaan
    Jenis Dampak
    Indikator Dampak
    Pengelolaan Lingkungan
       
       

    Interaksi sosial

    Adanya keluhan

    -

    Pembagian air secara

    Selama

    umur

    pengguna air di hilir

    proporsional dengan tetap

    bangunan

    terhadap pengguna air

    mengutamakan lahan yang

    di

    hulu

    sudah ada sebelumnya

     

    -

    Memberikan pengertian antara

     

    petani daerah hilir dengan

    hulu

    Kesehatan

    Naik atau turunnya

    -

    Melakukan uji kualitas air

    Selama

    umur

    tingkat kesehatan

    bendung secara berkala

    bangunan

    masyarakat

     

    Keselamatan dan

    Terdapatnya kecelakaan

    -

    Memasang tanda peringatan

    Selema

    umur

    kemanan

    akibat beropersinya

    pada daerah rawan bahaya di

    bangunan

    bendung

    intake, pelimpah dan kolam

     

    bendung

     

    -

    Memberi pagar pengaman

     

    pada daerah yang rawan

    kecelakaan tersebut

    Mata pencaharian

    Naiknya pendapatan

    -

    Merekrut tenaga kerja yang

    Selama

     

    berasal dari daerah setempat

    kegiatan

     

    pemeliharaan/

    rehabilitasi

    Berkurangnya suplai air bangunan Selama umur sudah ada sebelumnya Tetap mengutamakan lahan yang di daerah hilir
    Berkurangnya suplai air bangunan Selama umur sudah ada sebelumnya Tetap mengutamakan lahan yang di daerah hilir
    1 Pengoperasi an Intake 2 Pemelihara an fasilitas embung
    1 Pengoperasi
    an Intake
    2 Pemelihara
    an
    fasilitas
    embung
    Sumber Dampak No Jenis Pelaksanaan Waktu Volume Kegiatan
    Sumber Dampak
    No
    Jenis
    Pelaksanaan
    Waktu
    Volume
    Kegiatan

    Tabel Pengelolaan Dampak Pada Tahap Pasca Konstruksi

    Jenis Volume Waktu Teknologi Waktu

    Jenis

    Volume

    Waktu

    Teknologi

    Waktu

    Kegiatan

    Pelaksanaan

    Pelaksanaan

    1

    Pengolahan

       

    Perubahan tataguna

    Perubahan peruntukan

    Pelaporan kepada Pemda terkait

    Selama proyek

    lahan tapak

    lahan (alih fungsi)

    lahan

    bangunan

     

    dan saluran

    2

    Pelepasan

       

    Perubahan sumber

    Status pekerjaan

    Penyaluran tenaga kerja

    Selama proyek

    Tenaga

    pendapatan

    Kerja Lokal

    Pengelolaan Lingkungan

     

    Sumber Dampak

     
    No
    No
    Jenis Dampak Indikator Dampak
    Jenis Dampak
    Indikator Dampak

    3. ASPEK BIAYA DAN ANALISA EKONOMI

    • A. Analisis Harga

    Analisis harga satuan pekerjaan adalah dasar untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaaan konstruksi Embung. Perhitungan ini didasarkan pada Standart Satuan Harga Dasar Konstruksi Tahun Anggaran 2012 Propinsi Banten

    • B. Volume Pekerjaan

    Besarnya perkiraan biaya dan ketepatan perhitungannya sangat tergantung kepada cara pendekatan desain yang dikembangkan dan perkiraan volume pekerjaan dari hasil perhitungan Bill of Quantity (BOQ) hasil perencanaan. Analisis harga satuan pekerjaan juga dapat diperkirakan dengan membandingkan dari pekerjaan-pekerjaan yang serupa di

    sekitarnya atau dengan cara mengalikan dengan suatu faktor pengali untuk pekerjaan yang berkaitan. Pada pekerjaan pembangunan embung, perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil perencanaan atau dari gambar-gambar desain yang meliputi :

    • 1. Pekerjaan Persiapan, meliputi persiapan peralatan team kontraktor, barak kerja dan pembuatan jalan masuk.

    • 2. Pekerjaan Bangunan Utama, meliputi perbaikan pondasi, instrumentasi keamanan Embung, galian dan timbunan untuk tubuh Embung.

    • 3. Pekerjaan Bangunan Pelengkap, meliputi pekerjaan pelimpah dan saluran peluncur

    dan pembuatan intake. Selanjutnya perhitungan volume pekerjaan dan rekapitulasinya akan dipakai di dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pelaksanaan konstruksi.

    • C. Perkiraan biaya

    Perkiraan biaya merupakan uraian dari item-item pekerjaan pelaksanaan pembangunan embung yang dihubungkan dengan harga satuan dari masing-masing jenis pekerjaan. Perkiraan biaya konstruksi embung sebagai alternatif rain harvesting pada kecamatan kemesen dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut :

    D. Analisis B/C Ratio B/C ratio merupakan perbandingan antara keuntungan ( benefit ) dan biaya (

    D. Analisis B/C Ratio

    B/C ratio merupakan perbandingan antara keuntungan (benefit) dan biaya (cost) yang dihitung bedasarkan nilai saat ini (present value). Berdasarkan parameter B/C ratio proyek dikatakan ekonomis dan layak untuk dibangun jika nilai B/C ratio lebih besar dari 1,0. Jika B/C < 1,0 maka proyek tidak ekonomis atau tidak feasible, jika B/C = 0 dikatakan proyek tersebut marginal (tidak untung tidak rugi). Analisa B/C ratio untuk proyek embung dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Tabel. Perhitungan B/C Ratio Pada Proyek Pembangunan Embung Sebagai Alternatif Rainharvesting

    Tabel. Perhitungan B/C Ratio Pada Proyek Pembangunan Embung Sebagai Alternatif Rainharvesting

    D. Analisa IRR

    Internal Rate of Return (IRR) pada dasarnya merupakan tingkat suku bunga bank (discount rate) dimana total biaya (cost) sama dengan total manfaat (benefit). Pada kondisi benefit dan cost konstan maka IRR adalah bunga bank dimana cost tahunan sama dengan benefit tahunan. Untuk kondisi benefit dan cost tidak konstan, maka IRR dicari dengan coba-coba sehingga diperoleh nilai benefit sama dengan nilai cost (B=C). Analisa IRR untuk proyek embung dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Tabel. Perhitungan nilai IRR Embung

    D. Analisa IRR Internal Rate of Return (IRR) pada dasarnya merupakan tingkat suku bunga bank (

    4. ASPEK EVALUASI PENJADWALAN

    Pekerjaan embung sebagai alternatif rainharvesting dikerjakan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender. Jadwal pekerjaan embung dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Tabel. Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Embung

    Waktu Pelaksanaan (Bulan/Minggu Ke-) I II III IV V VI No. Item Kegiatan Satuan Volume Bobot
    Waktu Pelaksanaan (Bulan/Minggu Ke-)
    I
    II
    III
    IV
    V
    VI
    No.
    Item Kegiatan
    Satuan
    Volume
    Bobot
    1
    2
    3
    4
    1
    2
    3
    4
    1
    2
    3
    4
    1
    2
    3
    4
    1
    2
    3
    4
    1
    2
    3
    4
    I
    Pekerjaan Persiapan
    1
    Mobilisasi & demobilisasi tenaga kerja & peralatan
    LS
    1.0
    0.34%
    2
    Menyiapkan Kantor Direksi (bangunan yang ada)
    LS
    1.0
    0.34%
    3
    Pengadaan air kerja
    LS
    1.0
    0.19%
    4
    Pengadaan listrik kerja
    LS
    1.0
    0.17%
    5
    Pembersihan lapangan
    LS
    1.0
    0.09%
    6
    Pemagaran proyek sementara
    LS
    1.0
    0.03%
    7
    Papan nama proyek (selama proyek)
    LS
    1.0
    0.01%
    8
    Photo proyek
    LS
    1.0
    0.01%
    9
    Perijinan
    LS
    1.0
    0.05%
    10
    Jaminan asuransi sosial tenaga kerja
    LS
    1.0
    0.17%
    11
    Keamanan proyek
    LS
    1.0
    0.10%
    12
    Papan nama proyek permanen
    LS
    1.0
    0.05%
    II
    Pekerjaan Tubuh Embung
    1
    Pekerjaan Galian Tanah
    m3
    4145.0
    7.96%
    2
    Pekerjaan Timbunan Tanah
    m2
    1324.0
    4.06%
    3
    Pekerjaan Pasangan Batu Kali 1 Pc : 3 Ps
    m3
    844.0
    29.31%
    4
    Pekerjaan Konstruksi Beton K-225
    m3
    50.0
    9.26%
    5
    Pekerjaan Pintu Air, b = 1,0 m
    Unit
    1.0
    0.87%
    6
    Jembatan
    m3
    4.5
    0.83%
    7
    Bekisting
    m2
    123.0
    0.61%
    III
    Pekerjaan Pelimpah
    1
    Pekerjaan Galian Tanah
    m3
    112.0
    0.22%
    2
    Pekerjaan Timbunan Tanah
    m2
    2151.0
    6.59%
    3
    Pekerjaan Pasangan Batu Kali 1 Pc : 3 Ps
    m3
    231.0
    8.02%
    4
    Pekerjaan Konstruksi Beton K-225
    m3
    71.3
    13.21%
    5
    Pekerjaan Pintu Air, b = 1,0 m
    Unit
    1.0
    0.87%
    6
    Jembatan
    m3
    4.5
    0.83%
    7
    Bekisting
    m2
    123.0
    0.61%
    8
    Pekerjaan Saringan /Trashrack
    Kg
    1250.0
    1.76%
    9
    Rip rap
    m3
    51.7
    0.60%
    IV
    Pekerjaan Intake dan Aksesoris
    1
    Pekerjaan Galian Tanah
    m3
    317.70
    0.61%
    2
    Pekerjaan Pasangan Batu Kali 1 Pc : 3 Ps
    m3
    47.00
    1.63%
    3
    Pekerjaan Pintu Intake, b = 1,5 m
    Unit
    1.0
    0.81%
    4
    Pekerjaan Pintu Pembilas, b = 1,0 m
    Unit
    1.0
    0.53%
    5
    Pekerjaan Galian Bak Intake (4X4)
    m3
    84.0
    0.16%
    V
    Pekerjaan Lain-lain