Anda di halaman 1dari 1

PERKENALAN AUDIT INTERNAL

ABSTRAK: Bab ini menjelaskan mengenai pengertian dasar mengenai audit internal serta menjelaskan bahwa audit internal berbeda dengan ilmu akuntansi. Layanan jaminan pelaporan keuangan internal berbeda dengan layanan jaminan pelaporan keuangan eksternal. Seorang auditor internal harus memahami pedoman profesional serta memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk unggul. Hal ini dibutuhkan agar seorang auditor memiliki banyak variasi atau peluang kerja. Audit internal merupakan sebuah aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan. Audit internal membantu organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan pendekatan sistematik dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas atas manajemen risiko, control, dan tata kelola. Komponen kunci dari definisi audit internal diantaranya yaitu; (1) Membantu organisasi mencapai tujuannya. (2) Mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas dari manajemen resiko, control, dan tata kelola. (3) Kepastian jasa dan konsultasi dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi. (4) Independen dan objektif. (5) Pendekatan sistematik dan disiplin. Selama ini, auditing selalu dikaitkan dengan akuntansi dan mengira bahwa auditing adalah bagian dari akuntansi. Pengertian ini salah karena auditing merupakan ilmu yang berbeda dengan akuntansi. Akuntansi mencakup pengumpulan, klasifikasi, dan komunikasi mengenai data keuangan sedangkan audit berbeda dari akuntansi yaitu harus mempertimbangkan kegiatan bisnis dan kondisi bisnis tersebut. Tugas akuntansi adalah mengelola laporan keuangan dan memberikan informasi keuangan secara rinci agar dapat dimengerti. Tugas audit adalah untuk meninjau pengukuran dan komunikasi akuntansi. Auditing bersifat analitis, tidak konstruktif, sangat penting, investigasi, berkaitan dengan dasar pengukuran akuntansi dan pernyataan. Hal lain yang patut dibedakan ialah layanan jaminan pelaporan keuangan yang disajikan auditor internal dan yang disajikan pihak independen diluar auditor internal. Auditor eksternal menyediakan layanan jaminan pelaporan keuangan mereka terutama untuk kepentingan pihak ketiga. Pihak ketiga mengandalkan pengesahan independen perusahaan ketika membuat keputusan keuangan tentang organisasi. Pengesahan independen memberikan kredibilitas informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan pihak ketiga dan karenanya, meningkatkan kepercayaan para pengguna mengenai akurasi, kelengkapan, dan validitas informasi atas bagaimana mereka mendasarkan keputusan mereka. Auditor internal juga menyediakan layanan jaminan pelaporan keuangan. Perbedaan utama antara jasa asurans pelaporan keuangan internal dan eksternal adalah audience. Auditor internal memberikan layanan jaminan pelaporan keuangan mereka terutama untuk kepentingan manajemen dan dewan direksi. Dalam bidang audit terdapat sebuah organisasi yang berfungsi sebagai pendidik utama dan pemimpin global dalam pengembangan profesional untuk profesi audit internal yang sering disebut dengan The Institute of Internal Auditor (IIA). Selain IIA terdapat pula International Professional Practices Framework (IPPF) yang merupakan panduan profesional bagi auditor internal. IPPF terdiri dari dua yaitu; (1) Panduan wajib dan (2) Panduan yang sangat disarankan. Selain memahami pedoman profesional, seorang auditor internal harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk unggul diantara, seorang auditor internal harus mempunyai pribadi yang berkualitas seperti memiliki integritas, passion, etos kerja, keingintahuan, kreatif, inisiatif serta sikap yang flexibel. Auditor internal juga harus memiliki pengetahuan, kemampuan dan kepercayaan yang tinggi. Audit internal mempunyai variasi karir, ketika lulus dari dunia pendidikan, seorang yang ingin menjadi auditor internal dapat memulai karir di kantor akuntan publik untuk mencari pengalaman. Ketika telah mendapatkan pengalaman yang cukup, maka seorang dapat pindah ke posisi audit internal. Pada saat menjadi auditor internal, seseorang juga dapat menjadi atau menempatkan posisi lain, dengan kata lain mereka tidak hanya bekerja menjadi seorang auditor internal. Ketika seorang menjadi auditor internal hal yang ingin dicapai adalah untuk menjadi Chief Audit Executive (CAE) dalam organisasi mereka. Hal ini karena menjadi seorang CAE akan dihormati dan akan sering menempati posisi eksekutif senior.