Anda di halaman 1dari 2

Nama : Andy Octavian NIM : 4311411027

Prodi : Kimia Klasifikasi Pohon jati Menurut Sumarna (2003), sistem klasifikasi tanaman jati mempunyai penggolongan sebagai berikut : Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae : Verbenales : Verbenaceae : Tectona : Tectona Grandis Linn.f

Tanaman jati merupakan tanaman tropika dan sub tropika yang sejak abad ke-9 telah dikenal sebagai pohon yang memiliki kualitas tinggi dan bernilai jual tinggi. Tanaman jati yang tumbuh di indonesia berasal dari India. Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Tectona grandis Linn.f. (Sumarna,2003).

Ciri-ciri Pohon jati Ciri-ciri botani tanaman jati adalah sebagai berikut :

Warna kayu terasnya cokelat muda, cokelat kelabu sampai cokelat merah tua, atau merah cokelat. Adapun warna kayu gubalnya putih atau kelabu kekuningan. Daun berukuran lebar dan sedikit berbulu.

Pohon dapat mencapai tinggi 45 m dengan panjang batang bebas cabang antara 15-20 m dan diameter mencapai 50-220 cm. Bentuk batang tidak teratur dan beralur. Batang pohon jati yang sudah masa tebang apabila dipotong secara melintang akan terlihat beralur-alur artistik dalam kayunya yang kita kenal dengan istilah lingkaran tahun.

Umumnya pada bulan Oktober juni, pohon jati mulai berbunga. Buah masak pada bulan Juli Desember. Biji jati termasuk mempunyai daya kecambah rendah, hanya sekitar 35 58%. Jumlah biji kering per Kg sekitar 1.500 butir.

Kegunaan Pohon jati

Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap. Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel. Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dindingdinding berukir. Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah. Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.