Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN IIB Aditya Satriady (140310110047) Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran Selasa,

18 Maret 2014 ABSTRAK


Suatu material nonkonduktor, seperti kaca, kertas, atau kayu, disebut dielektrik. Secara teori, bahan dielektrik adalah sejenis isolator. Dielektrik dapat memperlemah medan listrik antara keping suatu kapasitor karena dengan hadirnya medan listrik, molekul-molekul dalam dielektrik akan menghasilkan medan listrik tambahan yang arahnya berlawanan dengan medan listrik luar. Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk

menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu tertentu. Di dalam kapasitor terdiri dari 2 buah terminal atau sering disebut lempeng konduktor dan bahan dielektrik yang disisipkan di antara kedua lempeng konduktor. Kapasitor sederhana dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan 2 buah lempengan aluminium dan bahan dielektrik. Pada percobaan ini kita akan mencari nilai kapasitansi pelat, konstanta dielektrik udara, dan konstanta dielektrik bahan. Masing-masing nilai ini akan mendapatkan variasi dari jarak antar kedua pelat dan tegangan masukan yang diberikan dimana hasil keluaran pada percobaan adalah tegangan keluaran. Tegangan keluaran ini akan digunakan untuk mencari muatan yang selanjutnya digunakan untuk mencari nilai kapasitansi pelat, konstanta dielektrik udara, dan konstanta dielektrik bahan

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Ketika pelat kapasitor diberikan muatan maka akan muncul nilai kapasitansi dari kapasitor tersebut dan nilai konstanta dielektrik udara. Nilai ini dapat bervariasi bergantung pada jarak antar pelat, besar muatan dan tegangan yang diberikan. Sedangkan jika pelat kapasitor diisi dengan sebuah bahan dielektrik lalu diberi muatan, maka akan terjadi polarisasi dielektrik yang dilambangkan dengan suatu konstanta. Masing-masing bahan memiliki nilai konstantanya masing-masing.

1.2. Rumusan Masalah 1. Pengaruh jarak antar pelat (d) terhadap nilai kapasitansi pelat kapasitor dan konstanta dielektrik udara. 2. Pengaruh besar nilai tegangan (V) dan muatan (Q) terhadap nilai kapasitansi pelat kapasitor dan konstanta dielektrik udara. 3. Pengaruh berbagai bahan terhadap nilai kapasitansi pelat kapasitor 4. Mencari nilai konstanta dielektrik berbagai bahan.

1.3. Tujuan Menentukan konstanta dielektrik dan konduktivitas berbagai bahan

BAB II TEORI DASAR


2.1. Dielektrik Suatu material nonkonduktor, seperti kaca, kertas, atau kayu, disebut dielektrik. Ketika ruang di antara dua konduktor pada suatu kapasitor diisi dengan dielektrik, kapasitansi naik sebanding dengan faktor k yang merupakan karakteristik dielektrik dan disebut konstanta dielektrik.[1] Secara teori, bahan dielektrik adalah sejenis isolator. Banyak bahan yang dapat digunakan sebagai bahan dielektrik sebuah kapasitor antara lain : keramik, mika, kaca, kertas, udara, serat selulosa, porselein, mylar, teflon dan bahan kimia cair. Dielektrik dapat memperlemah medan listrik antara keping suatu kapasitor karena dengan hadirnya medan listrik, molekul-molekul dalam dielektrik akan menghasilkan medan listrik tambahan yang arahnya berlawanan dengan medan listrik luar. Jika molekul-molekul dalam dielektrik bersifat polar, dielektrik tersebut memiliki momen dipol permanen. Momen dipol secara normal tersebar secara acak. Dalam pengaruh medan listrik di antara keping-keping kapasitor, momen dipol menerima suatu gaya torka yang memaksa momen dipol tersebut menyearahkan diri dengan arah medan listrik. Jika molekul dielektrik bersifat nonpolar, maka dalam pengaruh suatu medan listrik luar, molekul dielektrik akan menginduksi momen-momen dipol yang searah dengan arah medan. Kejadian ini dikatakan terpolarisasi oleh medan, tidak peduli apakah polarisasi tersebut disebabkan oleh penyearahan momen-momen dipol permanen dari suatu molekul polar atau akibat terjadinya momen dipol induksi dalam molekul nonpolar. Dielektrik dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas sebuah kapasitor.

2.2. Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu tertentu. Seperti sebuah baterai, kapasitor juga digunakan untuk menyimpan energi listrik hanya saja proses penyimpanan energi

listrik pada kapasitor berbeda dengan proses penyimpanan energi listrik pada baterai. Di dalam kapasitor juga terdapat 2 buah terminal sama seperti baterai. Di dalam baterai terjadi reaksi kimia yang akan menyebabkan salah satu terminal menghasilkan elektron dan terminal yang lainnya menyerap elektron, sehingga terjadilah aliran muatan listrik Sebuah kapasitor jauh lebih sederhana dibandingkan dengan baterai, kapasitor tidak menghasilkan elektron, tetapi kapasitor menyimpan muatan listrik. Di dalam kapasitor terdiri dari 2 buah terminal atau sering disebut lempeng konduktor dan bahan dielektrik yang disisipkan di antara kedua lempeng konduktor. Kapasitor sederhana dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan 2 buah lempengan aluminium dan selembar kertas. Sebuah kapasitor dalam kondisi tidak diisi muatan listrik, maka pada kedua lempeng konduktornya tidak akan ada muatan listrik. Selama proses pengisian kapasitor, sebuah muatan listrik dipindahkan dari satu konduktor ke konduktor lainnya dan memberikan muatan positif pada salah satu lempeng konduktor dan muatan negatif pada lempeng konduktor lainnya. Contoh sederhana sebuah kapasitor dapat dibuat dari 2 lempengan konduktor dengan luas permukaan yang sama (A), yang dipasangkan paralel satu dengan lainnya dan terpisah pada jarak d seperti pada gambar berikut ini.

Gambar 1. Ilustrasi sebuah kapasitor sederhana[3]

Melalui percobaan banyaknya muatan (Q) yang disimpan dalam sebuah kapasitor

besarnya linier dan proporsioal terhadap beda tegangan pada kedua lempeng konduktor kapasitor atau secara matematis dapat ditulis : ..... (1) Sedangkan kapasitansi (C) sebuah kapasitor didefinisikan sebagai perbandingan dari besarnya nilai di kedua konduktor dengan besarnya perbedaan potensial antara konduktor[2]: ..... (2) Dimana Q : muatan listrik (satuan Coulomb ( C ) ) C : kapasitas kapasitor (satuan Farrad (F)) V : beda tegangan listrik pada kedua lempeng konduktor (satuan Volt (V))

2.3. Menghitung Kapasitas Kapasitor Bila ada 2 buah pelat konduktor dengan luas permukaan yang sama yaitu A yang dipisahkan pada jarak d, kemudian lempeng konduktor bagian atas diberi muatan +Q dan lempeng konduktor bagian bawah diberi muatan Q, maka medan muatan pada 2 buah lempeng konduktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 2. Medan listrik pada kapasitor pelat[4]

Untuk menghitung kapasitas kapasitor (C), pertama-tama kita harus mengetahui

medan listrik antara kedua lempeng konduktor. Sebenarnya sebuah kapasitor memiliki ukuran lempeng konduktor yang terbatas panjangnya. Maka garis medan listrik pada ujung pelat tidaklah berupa garis lurus, tetapi berbentuk kurva lengkung yang disebut efek tepi. Medan listrik pada ujung lempeng konduktor ini tidak seragam, namun untuk memudahkan menghitung kapasitas kapasitor, kita akan mengabaikan efek ujung ini. Dengan asumsi lempeng konduktor tidak terbatas panjangnya dan sistem mempunyai bentuk yang simetri, maka kita dapat menghitung medan listrik di sembarang tempat dengan menggunakan persamaan hukum Gauss didapat ..... (3)

Bila

maka dapat ditulis: ..... (4)

Dimana A: luas penampang Gaussian dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 3. Medan listrik pada dua lempeng konduktor[5]

Beda potensial listrik antara 2 lempeng konduktor adalah: | | Dimana ..... (7) Sehingga didapat | | ..... (8) ..... (5) ..... (6)

Dari persamaan awal. ..... (9) Maka didapat

..... (10)

Dimana: 0 : permitivitas ruang hampa (8,85 x 10-12 F/m) d : jarak pisah antara 2 lempeng konduktor (m) A : luas permukaan lempeng konduktor yang berhadapan (m2) Q : besar muatan listrik ( C ) V : beda potensial tegangan listrik antara 2 lempeng konduktor (V) Untuk kapasitor sederhana yang terdiri 2 lempeng konduktor sejajar, kapasitas kapasitor sangat ditentukan oleh dimensi kapasitor.

Gambar 4. Diagram rangkaian pengukuran konstanta dielektrik[6]

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN


3.1. Alat & Bahan beserta fungsinya 1. Capasitor pelat, d 260 mm Sebagai medium yang akan dicari nilai kapasitansinya serta alat untuk mengukur konstanta dielektrik udara dan berbagai bahan 2. Bahan plastic, kaca, dll Sebagai bahan yang akan dicari nilai konstanta dielektriknya 3. Resistor, 10 M Ohm Sebagai hambatan pada rangkaian pengukuran konstanta dielektrik 4. Amplifier Sebagai penguat pada rangkaian pengukuran konstanta dielektrik 5. Power supply, 0-10 kV Sebagai sumber tegangan. 6. Kapasitor, PEK 0.22 mmF Sebagai penampung arus pada rangkaian pengukuran konstanta dielektrik. 7. Voltmeter, 0.3-300 V DC Sebagai alat pengukur tegangan. 8. Alat-alat pendukung lainnya

3.2. Prosedur Percobaan 3.2.1. Pengukuran Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Udara A. Tegangan Tetap 1. Kapasitor C = 218 nF dipasang pada rangkaian Gambar 3 dan tegangan diatur agar diperoleh nilai Uc tetap sekitar 1,5 kV 2 Jarak antar pelat diatur, d sekecil mungkin (1 mm) dan tegangan V dan muatan listrik Q diukur pada pelat kapasitor 3. Jarak antar pelat diubah-ubah dan pengukuran dilakukan seperti pada (2), dilakukan untuk variasi jarak yang cukup lebar dari 1 mm sampai sekitar 2 cm

4. Kapasitansi pelat dan konstanta dielektrik udara dihitung. B. Jarak Pelat Tetap 1. Kapasitor C = 218 nF dipasang pada rangkaian Gambar 3 dan jarak antar pelat diatur d = 2 mm 2. Uc diberikan sekitar 0,5 kV, tegangan V dan muatan listrik Q diukur pada pelat kapasitor 3. Nilai Uc diubah-ubah dan pengukuran dilakukan seperti pada (2), dilakukan dengan variasi nilai Uc sampai sekitar 4 kV 4. Kapasitansi pelat dan konstanta dielektrik udara dihitung 3.2.2. Pengukuran Konstanta Dielektrik Berbagai Bahan 1. Dilakukan pengukuran dengan menggunakan Uc sekitar 500 V dan d sekitar 2 mm seperti pada 5.2 A dan 5.2 B untuk bahan gelas 2. Dilakukan pengukuran dengan menggunakan Uc sekitar 1 kV dan d sekitar 1 mm seperti pada 5.2 A dan 5.2 B untuk bahan plastik 3. Satu jenis bahan selain plastik dan bahan dicari (fiusahakan sesuai dengan KBK masing-masing) dan dilakukan pengukuran seperti (1) dan (2).

BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Data Percobaan 4.1.1. Pengukuran Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Udara A. Tegangan Tetap (Uc = 500 V) d (m) Tegangan (V) 0.005 0.04 0.01 0.039 0.015 0.038 0.02 0.038 0.025 0.0375 B. Jarak Pelat Tetap (d = 0.005 m) Uc (V) Tegangan (V) 500 0.042 1000 0.043 1500 0.036 2000 0.029 2500 0.026 4.1.2. Pengukuran Konstanta Dielektrik Berbagai Bahan A. Bahan Plastik (d = 0.01 m) Uc (V) Tegangan (V) 500 0.035 1000 0.032 1500 0.028 2000 0.023 2500 0.019 B. Bahan Gelas (d = 0.005 m) Uc (V) Tegangan (V) 500 0.042 1000 0.035 1500 0.025 2000 0.02 2500 0.018

C. Bahan Buku (Modul Praktikum dengan d = 0.008 m) Uc (V) Tegangan (V) 500 0.04 1000 0.035 1500 0.03 2000 0.025 3500 0.02

4.2. Pengolahan Data Percobaan 4.2.1. Menghitung Kapasitansi Pelat dan Konstanta Dielektrik Udara Sebelum menghitung kapasitansi pelat dan konstanta dielektrik udara, terlebih dahulu menghitung nilai muatan. Dengan rumus Q=C.V dimana: Q = Muatan (Coulomb) C = Nilai Kapasitansi Kapasitor (22x10-4 F) V = Tegangan (Volt) Q = 22x10-4 F . 0.04 V = 0.000088 Coulomb Dengan perhitungan yang sama akan didapatkan: A. Tegangan Tetap (Uc = 500 V) d (m) Tegangan (V) Muatan (C) 0.005 0.04 0.000088 0.01 0.039 0.0000858 0.015 0.038 0.0000836 0.02 0.038 0.0000836 0.025 0.0375 0.0000825

Grafik perbandingan Muatan terhadap Jarak Pelat


0.00009 Muatan (C) 0.000088 0.000086 0.000084 0.000082 0 0.005 0.01 0.015 Jarak Pelat (m) 0.02 0.025 0.03

B. Jarak Pelat Tetap (d = 0.005 m) Uc (V) Tegangan (V) Muatan (C) 500 0.042 0.0000924 1000 0.043 0.0000946 1500 0.036 0.0000792 2000 0.029 0.0000638 2500 0.026 0.0000572

Grafik perbandingan Muatan terhadap Tegangan Awal


0.0001 0.00008 Muatan (C) 0.00006 0.00004 0.00002 0 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 Tegangan Awal (Uc)

Setelah diketahui nilai muatan maka dapat dicari nilai Konstanta Dielektrik Udara. Dengan rumus:

dimana:

0 = konstanta dielektrik udara d = jarak antar pelat (m) A = luas penampang pelat kapasitor (0.26 m) Q = muatan (coulomb) Uc = tegangan awal

F/m

Dengan perhitungan yang sama akan didapatkan: A. Tegangan Tetap (Uc = 500 V) d (m) Tegangan (V) Muatan (C) Konstanta Dielektrik (F/m) 0.005 0.04 0.000088 3.384 x 10-9 0.01 0.039 0.0000858 6.6 x 10-9 0.015 0.038 0.0000836 9.646 x 10-9 0.02 0.038 0.0000836 1.286 x 10-8 0.025 0.0375 0.0000825 1.586 x 10-8 B. Jarak Pelat Tetap (d = 0.005 m) Uc (V) Tegangan (V) Muatan (C) Konstanta Dielektrik (F/m) 500 0.042 0.0000924 1.066 x 10-8 1000 0.043 0.0000946 5.457 x 10-9 1500 0.036 0.0000792 3.046 x 10-9 2000 0.029 0.0000638 1.841 x 10-9 2500 0.026 0.0000572 1.32 x 10-9 Setelah itu dapat dicari kapasitansi pelat Dengan rumus:

dimana

C = Kapasitansi 0 : permitivitas ruang hampa (8,85 x 10-12 F/m) d : jarak pisah antara 2 lempeng konduktor (m) A : luas permukaan lempeng konduktor yang berhadapan (m2)

Dengan perhitungan yang sama akan didapatkan: A. Tegangan Tetap (Uc = 500 V) d (m) Konstanta Dielektrik 0.005 3.384 x 10-9 0.01 6.6 x 10-9 0.015 9.646 x 10-9 0.02 1.286 x 10-8 0.025 1.586 x 10-8 Kapasitansi 1.76 x 10-7 1.716 x 10-7 1.672 x 10-7 1.672 x 10-7 1.65 x 10-7

B. Jarak Pelat Tetap (d = 0.005 m) Uc (V) Konstanta Dielektrik Kapasitansi -8 500 1.066 x 10 1.848 x 10-7 1000 5.457 x 10-9 9.46 x 10-8 1500 3.046 x 10-9 5.28 x 10-8 2000 1.840 x 10-9 3.19 x 10-8 2500 1.32 x 10-9 2.288 x 10-8 4.2.2. Menghitung Konstanta Dielektrik Berbagai Bahan Sebelum menghitung konstanta dielektrik berbagai bahan, terlebih dahulu menghitung nilai muatan.

Dengan rumus Q=C.V dimana: Q = Muatan (Coulomb) C = Nilai Kapasitansi Kapasitor (22x10-4 F) V = Tegangan (Volt) Q = 22x10-4 F . 0.035 V = 0.000077 Coulomb Setelah diketahui nilai muatan maka dapat dicari nilai Konstanta Dielektrik Berbagai Bahan

Dengan rumus:

dimana:

0 = konstanta dielektrik udara d = jarak antar pelat (m) A = luas penampang pelat kapasitor (0.26 m) Q = muatan (coulomb) Uc = tegangan awal

Dengan perhitungan yang sama akan didapatkan: A. Bahan Plastik (d = 0.01 m) Uc (V) Tegangan (V) Muatan (C) Konstanta Dielektrik (F/m) 500 0.035 0.000077 5.923 x 10-9 1000 0.032 0.0000704 2.707 x 10-9 1500 0.028 0.0000616 1.579 x 10-9 2000 0.023 0.0000506 9.730 x 10-10 2500 0.019 0.0000418 6.430 x10-10 B. Bahan Gelas (d = 0.005 m) Uc (V) Tegangan (V) Muatan (C) Konstanta Dielektrik (F/m) 500 0.042 0.0000924 3.553 x 10-9 1000 0.035 0.000077 1.480 x 10-9 1500 0.025 0.000055 7.051 x 10-10 2000 0.02 0.000044 4.230 x 10-10 2500 0.018 0.0000396 3.046 x 10-10 C. Bahan Buku (Modul Praktikum dengan d = 0.008 m) Uc (V) Tegangan (V) Muatan (C) Konstanta Dielektrik (F/m) 500 0.04 0.000088 5.415 x 10-9 1000 0.035 0.000077 2.369 x 10-9 1500 0.03 0.000066 1.353 x 10-9 2000 0.025 0.000055 8.461 x 10-10 3500 0.02 0.000044 3.868 x 10-10

4.3. Analisa Percobaan Pada percobaan kali ini ditujukan untuk mencari kapasitansi pelat, konstanta dielektrik udara, dan konstanta dielektrik berbagai bahan. Percobaan yang dilakukan untuk mencari kapasitansi pelat dan konstanta dielektrik udara yaitu dengan memvariasikan jarak antar kedua pelat kapasitor (d) dan memvariasikan nilai tegangan awal (Uc). Hasil percobaan menunjukkan semakin jauh jarak antar pelat maka tegangan keluaran (V) semakin kecil. Begitu pula ketika nilai Uc divariasikan, semakin tinggi nilai Uc maka semakin kecil tegangan keluaran. Hal ini sesuai dengan rumus konstanta dielektrik dimana nilai d dan Uc berbanding terbalik dengan V. Secara fisis hal ini dianalisa karena kemampuan muatan untuk menuju pelat kapasitor keluaran menurun seiring semakin jauhnya pelat kapasitor keluaran sehingga tegangan keluaran semakin kecil. Selanjutnya untuk menentukan nilai kapasitansi pelat dan konstanta dielektrik udara kita perlu mencari nilai Muatan. Dari grafik perbandingan muatan terhadap jarak pelat dan terhadap tegangan, nilai muatan semakin mengecil seiring membesarnya jarak pelat dan tegangan. Hal ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya karena nilai muatan terhadap jarak pelat dan tegangan berbanding terbalik. Setelah mengetahui nilai muatan maka kita dapat menentukan konstanta dielektrik udara. Dengan literatur konstanta dielektrik udara sebesar 8.8542 x 10-12 F/m maka nilai yang paling mendekati adalah 9.646 x 10-9 F/m atau nilai KSR sebesar 0.09%. Hasil ini cukup baik dan menunjukkan bahwa praktikum berjalan seperti yang diharapkan. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk mencari nilai kapasitansi pelat. Hasilnya beragam namun secara keseluruhan ketika nilai d dan Uc semakin besar maka kapasitansi pelat semakin kecil. Hal ini dianalisa selain karena sesuai dengan rumus dimana nilai d berbanding terbalik terhadap kapasitansi, juga disebabkan jarak yang semakin jauh menyebabkan muatan semakin sulit berpindah ke pelat kapasitor keluaran. Percobaan berikutnya kita ingin mengetahui nilai konstanta dielektrik berbagai bahan. Menggunakan tiga macam bahan yaitu plastik, kaca dan buku. Hasil menunjukkan bahwa konstanta dielektrik terbesar secara keseluruhan yaitu

bahan plastik. Sedangkan hasil keseluruhan menunjukkan bahwa semakin besar nilai Uc maka konstanta dielektrik bahan semakin kecil. Hal ini dianalisa selain karena sesuai dengan rumus dimana nilai Uc berbanding terbalik dengan V sehingga nilai muatan juga berbanding terbalik, juga disebabkan semakin tinggi Uc maka pada bahan terjadi pengkutuban sehingga muatan pada bahan tidak bergerak dan tidak dapat menghantarkan muatan. Jika jarak pelat maupun tegangan antar pelat terus dinaikkan sampai tak terhingga maka besaran seperti tegangan keluaran, muatan, konstanta dielektrik dan kapasitansi akan mendekati nol karena berdasarkan percobaan semakin besar jarak pelat maupun tegangan antar pelat maka besaran seperti tegangan keluaran, muatan, konstanta dielektrik dan kapasitansi semakin kecil. Secara fisis hal ini disebabkan jarak yang semakin jauh menyebabkan muatan semakin sulit berpindah ke pelat kapasitor keluaran sehingga semakin jauh maka kemungkinan muatan tidak berpindah atau sama dengan nol. Sedangkan jika tegangan semakin tinggi maka pada bahan terjadi pengkutuban sehingga muatan pada bahan tidak bergerak dan tidak dapat lagi menghantarkan muatan. Pengaruh tenperatur terhadap konstanta dielektrik berbagai bahan yaitu jika temperatur meningkat maka nilai konstanta dielektrik akan semakin tinggi karena muatan pada bahan dielektrik akan semakin bebas bergerak atau bergetar karena pengaruh temperatur sehingga nilai konstanta dielektrik semakin tinggi.

BAB V SIMPULAN
5.1. Simpulan - Konstanta dielektrik dan konduktivitas berbagai bahan dapat diketahui, dengan konstanta dielektrik bahan plastik sebesar 5.923 x 10-9 F/m, bahan kaca sebesar 3.553 x 10-9 F/m, dan bahan buku sebesar 5.415 x 10-9 F/m - Konstanta dielektrik udara hasil percobaan sebesar 9.646 x 10-9 F/m dengan nilai literatur konstanta dielektrik udara sebesar 8.8542 x 10-12 F/m atau KSR sebesar 0.09%.

5.2.

Saran - Mengganti alat pemberi tegangan awal, karena pada saat percobaan menunjukkan pengamatan nilai yang tidak konsisten sehingga menyulitkan

DAFTAR PUSTAKA
[1]

Tipler, Paul A. Fisika Untuk Sains dan Teknik, Jilid 2. (Jakarta: Penerbit

Erlangga. 2001). hlm. 114.


[2]

Serway-Jewett. Physics for Scientist and Engineers, 6th Edition (California: Helong, Dedo. Kapasitor. https://www.academia.edu/4890577/Kapasitor

Penerbit Thomson Brooks/Cole. 2004). hlm. 796.


[3]

(diakses 2 Maret 2014, 10.30)


[4]

Tim. Modul Praktikum Fisika Eksperimen II (Jatinangor: Universitas Helong, Dedo. Kapasitor. https://www.academia.edu/4890577/Kapasitor

Padjadjaran. 2014). hlm. 44


[5]

(diakses 2 Maret 2014, 10.30)


[6]

Tim. Modul Praktikum Fisika Eksperimen II (Jatinangor: Universitas

Padjadjaran. 2014). hlm. 44 Helong, Dedo. Kapasitor. https://www.academia.edu/4890577/Kapasitor

(diakses 2 Maret 2014, 10.30) Serway-Jewett. 2004. Physics for Scientist and Engineers, 6th Edition. Penerbit Thomson Brooks/Cole. California Tipler, Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik, Jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta.