Anda di halaman 1dari 50

1

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah Gagal Ginjal Kronik menurut Kidney Diseases Outcome Quality Initiative (KDOQI) sebagai kerusakan ginjal pada waktu 3 bulan atau lebi dan memiliki Glomerolus !iltration "ate (G!") kurang dari #$m%&min per '()3m*( +edangkan Gagal Ginjal terminal atau ,nd +tage "enal Disease (,+"D) digambarkan sebagai ta apan dari gagal ginjal kronis dimana terdapat kerusakan ginjal secara permanen dan ginjal tidak dapat ber-ungsi untuk memperta ankan ke idupan. sebagai konsekuensinya pasien membutu kan dyalisis atau tranplantasi( (/ritical /are 0urse. *$$#)( 1ingkat insidensi gagal ginjal kronik di Indonesia ak ir2ak ir ini cenderung meningkat( Kasus ini terjadi antara lain akibat peruba an pola idup. pola penyakit. serta makin terkendalinya penyakit in-eksi yang ber ubungan dengan gi3i( 4ngka kejadian gagal ginjal kronik sulit ditentukan secara pasti( 5asi diperkirakan angka terjadinya gagal ginjal terminal di Indonesia sebesar *$$ 6 *7$ orang tiap ' juta penduduk perta un (8akri. *$$7)( +edangkan angka kejadian di 4merika terus meningkat sesuai dengan laporan ta unan pada 9+ "enal Data +ystem( 1a un *$$$ prevalensi gagal ginjal kronik di 4merika sebesar '(3'' tiap sejuta penduduk dengan jumla penderita sebesar *$ juta dan diperkirakan pada ta un *$*7 akan mencapai dua kalinya (Go et al(. *$$:; +tevens et al(. *$$#)( Gagal Ginjal Kronik 1erminal (GGK1) merupakan keadaan dimana ginjal tidak dapat lagi menjalankan -ungsinya dengan baik( +e ingga untuk menjaga <omeostasis tubu . ginjal perlu menjalankan dyalisa (cuci dara ) setiap jangka waktu tertentu atau dengan melakukan transplantasi ginjal (=earce. '>>7)( 0amun terapi pada penderita Gagal Ginjal Kronik 1erminal (GGK1) yang menjadi pili an utama dan metode perawatan yang umum adala emodialisa( 1erapi dengan emodialisa ini memerlukan perawatan yang intensi- dan juga membutu kan biaya yang ma al( =enderita Gagal Ginjal Kronik 1erminal (GGK1) biasanya memiliki kualitas idup lebi renda (/o en et al(. *$$); +cot et al(. *$$); ?u et al(. *$$:)( =ada penderita ini mengalami perkembangan penyakit yang progresi- dan terjadi penurunan kualitas idup serta dapat menyebabkan kematian( 8eberapa penelitian menunjukkan ba wa individu yang memiliki interaksi yang dekat dengan teman atau kerabat lebi dapat meng indari penyakit sedangkan untuk mereka yang dalam masa penyembu an akan sembu lebi cepat apabila mereka memiliki keluarga yang menolong mereka (8aron @ 8yrne . '>>: ;+ eridan dan "admac er. '>>*)( Keluarga mempunyai peranan penting karena dipandang sebagai sumber pertama dalam proses sosialisasi (9ic ol Kim @ Ao n ?( 8erry. '>>3)( =eran keluarga dalam mengenal masala kese atan yaitu mampu mengambil keputusan dalam kese atan. Ikut merawat anggota keluarga

yang sakit. memodi-ikasi lingkungan. dan meman-aatkan -asilitas kese atan yang ada sangatla penting dalam mengatasi kecemasan klien (!riedman. *$$3 B ':#)( "uma +akit 9mum =K9 5u ammadiya Cogyakarta adala sala satu ruma sakit rujukan di Cogyakarta untuk perawatan penderita gagal ginjal dan membuka pelayanan emodialisis( =enelitian tentang -aktor2-aktor yang ber ubungan dengan kualitas idup penderita gagal ginjal kronik terminal dan -ungsi keluarga yang dirawat di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta belum perna dilakukan( 8erdasar penjelasan diatas maka perlu untuk dilakukan penelitian tentang ubungan antara keluarga dengan menggunakan metode 4=G4" score dengan kualitas idup pada penderita Gagal Ginjal 1erminal (GGK1) di "uma +akit 9mum =K9 5u ammadiya Cogyakarta(

B. Rumusan Masalah 8erdasarkan latar belakang masala diatas dapat dirumuskan permasala annya yaituB 8agaimana ubungan 4=G4" score keluarga dengan kualitas idup penderita gagal ginjal kronik terminal di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta(

C. Tujuan Penelitian 1ujuan umum B 5engeta ui gambaran kualitas ginjal kronik terminal( idup pada penderita gagal

1ujuan k usus B 5engeta ui -ungsi keluarga pada penderita gagal ginjal kronik terminal( D. Manfaat Penelitian =enelitian ini akan memberikan keman-aatan berupa B '( Dapat memberikan in-ormasi data dan pengeta uan tentang peranan keluarga dalam penentuan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya ( *( Dapat berguna dalam pengembangan ilmu psikologi dalam bidang kese atan. k ususnya yang berkaitan dengan penyakit gangguan ginjal. serta dapat menamba ba an kepustakaan dalam psikologi kese atan( 3( Dapat memberikan in-ormasi tamba an kepada praktisi kese atan dalam menangani penderita gagal ginjal dalam bidang dukungan sosial yang dapat berpengaru dalam kualitas idup penderita(

E. Keaslian Penelitian Dari asil pencarian didapatkan ba wa penelitian tentang peranan keluarga bagi penderita gagal ginjal terminal di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta dengan menggunakan pengukuran 4=G4" score keluarga belum perna dilakukan( =enelitian pada ruma sakit serupa pun di Cogyakarta belum perna dilakukan( 8eberapa penelitian tentang peran keluarga dan dukungan sosial pada pasien gagal ginjal terminal adala . sebagai berikut B 4rli3a (*$$#) yang meneliti peran sosial pada penderita gagal ginjal terminal dengan terapi emodialisis yang menunjukkan asil dukungan yang diperole pada pasien emodialisis lebi kecil dibandingkan dengan dukungan yang dibutu kan( =engambilan data pada penlitian ini dengan menggunakan teknik incidental sampling. yaitu pengambilan sampel yang semata2mata dilakukan atas kesediaan dan ketersediaan untuk kemuda an penelitian (Guil-ord @ !rutc er. '>>')( Kuo et al( (*$$)) dengan metode ko ort ta un '>>#2*$$3 untuk meneliti -aktor risiko kejadian /KD di 1aiwan( 8erdasarkan pencarian artikel2artikel diatas. maka dapat disimpulkan ba wa penelitian ini belum perna dilakukan karena berbeda dengan penelitian yang sebelumnya( =enelitian ini berbeda baik dalam metode penelitian. tempat dilakukannya penelitian maupun subjek penelitiannya(

BAB II Tinjauan Pustaka A. Telaah Pustaka 1. Definisi agal injal Kr!nik Terminal "End #tage Renal Disese$.

Gagal ginjal merupakan suatu keadaan dimana ginjal mengalami penurunan -ungsi ginjal( !ungsi ginjal itu sendiri adala mengatur keseimbangan air dalam tubu . mengatur keseimbangan garam dalam dara . mengatur asam2 basa dara serta mengatur ekskresi ba an buangan dan kelebi an garam dalam tubu ( 4pabila ginjal itu sendiri mengalami gangguan. maka akan terjadi gangguan keseimbangan cairan dan metebolisme tubu ( 4pabila terjadi gangguan dari omeostasis tubu ini akan mengakibatkan gangguan pada organ2organ lainnya. se ingga perlu untuk segera melakukan pengobatan( =enyakit gagal ginjal dibedakan menjadi gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik( =enyakit gagal ginjal akut biasanya terjadi ole karena adanya ipoksia pra renal yang berak ir pada iskemia jaringan ginjal se ingga menyebabkan kerusakan pada sel2sel tubulus ginjal( Kerusakan sel2sel tubulus ginjal ini dapat mengakibatkan gangguan pada -ungsi penyaringan ole glomerulus atau glomerulus -iltration rate (G!") menurun yang bersi-at sementara atau reversible (%evey et al(. *$$3)( +edangkan pada gagal ginjal kronik terjadi penurunan -ungsi ginjal secara progresi- dan penurunan glomerulus -iltration rate (G!") yang bersi-at irreversible( =engertian gagal ginjal kronik adala abnormalitas struktur dan -ungsi ginjal selama lebi dari 3 bulan dengan mani-estasi sbb (')( Kerusakan ginjal dengan atau tanpa penurunan G!" yang dapat diketa ui dari adanya gambaran kelainan istopatologis atau adanya marker kerusakan ginjal. termasuk didalamnya adala adanya abnormalitas susunan dara atau susunan urin pada test mikroskopis dan (*)( G!" D#$ ml&min&'()3 m*.dengan atau tanpa kerusakan ginjal (%evey et al(. *$$3. +tevens et al(. *$$#)( Gangguan ginjal pada ta ap ak irnya berupa gagal ginjal terminal. dimana ginjal menjalankan -ungsinya secara minimal dan komplikasi yang terjadi suda dapat dili at lebi nyata se ingga arus sesegera mungkin mendapatkan perawatan yg intensi-( %. Pat!genesis dan Manifestasi Klinis E#RD "end stage renal disease$. 4danya penurunan -ungsi ginjal secara progresi- ini membuat pengeluaran sisa2sisa metabolisme tubu ter ambat dan biasanya diikuti dengan kenaikan ureum dan kreatinin didalam dara ( +e ingga akibat dari gangguan ini menimbulkan gejala2gejala seperti penurunan jumla air seni yang dikeluarkan. air seni yang berwarna lebi tua dan air seni beserta dara ( +elain itu kerena tubu mengalami penumpukan pemeca an protein. maka tubu akan mengalami kekurangan protein( Gangguan metebolisme lemak juga terjadi. dimana %D% meningkat. trigliserid meningkat sedangkan <D% menurun( Dan juga terjadi

peningkatan karbo idrat yang akan meningkatkan kadar gula dara karena sekresi insulin yang terlambat( Kriteria diagnosis gagal ginjal terminal adala penurunan -ungsi -iltrasi glomerulus yang dinyatakan dengan kliren kreatinin D7 ml&menit dan kadar kreatinin serum lebi dari atau sama dengan '$ mg&d%(5itc et al(. '>>$)( =erjalanan alamia penyakit gagal ginjal dan strategi penanganannya serta komplikasinya tampak pada gambar '( =ada penyakit gagal ginjal kronis dengan G!" D#$ m%&menit&'.)3 m* disamping ditemukan adanya peningkatan kreatinin dan ureum plasma. biasanya juga akan ditemukan adanya proteinuria klinis (E3$$ mg& ari atau *$$ mg&g kreatinin)(

Gambar '( =erjalanan alamia penyakit gagal ginjal dan strategi penanganannya serta komplikasinya (%evey et al(. *$$3)( +ebagai kompensasi dari kerusakan ginjal yang mengakibatkan berkurangnya sejumla ne-ron. maka terdapat peruba an2peruba an -ungsional maupun struktural dari ne-ron yang tersisa( 4kan terjadi peningkatan aliran dara pada glomerulus yang tersisa ole sebab yang belum diketa ui se ingga terjadi ipertensi kapiler glomerulus( <ipertensi kapiler glomerulus ini akan memperbesar jarak porus dalam membran glomerulus yang dimediasi ole angiotensin II (4II) se ingga protein akan di-iltrasi ke dalam tubulus( =rotein kemudian akan direabsorbsi ole sel2sel tubulus proksimal dan dipeca dalam lisosom( +el2sel tubulus proksimal dapat meruba -enotipnya sebagai respon ter adap overload protein ("emu33i @ 8ertani. '>>F)( 4kibat adanya akumulasi protein dalam lisosom dan retikulum endoplasmik akan mengaktivasi transkripsi nuclear -actor KG (0!2KG) yang selanjutnya menstimulasi pembentukan "401,+ didalam sel tubulus proksimal( 4kibat pelepasan 3at vasoakti- dan sitokin ini menimbulkan trans-ormasi sel2sel tubulus menjadi -ibroblas dan reaksi in-lamasi di daera interstitium. se ingga terjadi proses -ibrogenesis yang selanjutnya menimbulkan jaringan parut ("emu33i @ 8ertani. '>>F)( <ipertensi primer dapat menyebabkan vasokonstriksi arteriola ginjal dan sklerosis pembulu dara intra renal. yang menyebabkan kerusakan glomerulus dan penurunan -ungsi ginjal yang progresi-( Kerusakan glomerulus ini

menyebabkan peninggian tekanan intraglomerular pada glomerulus yang masi ber-ungsi se ingga mengakibatkan iper-iltrasi glomeruler dan ak irnya menyebabkan glomerulosklerosis( +klerosis yang progresi- akan makin mempertinggi tekanan dara (Aacobson. '>>'; "avera et al(. *$$#)( <ipertensi glomerular dapat menginduksi kerusakan glomerulus ("avera et al(.*$$#). antara lain dengan melalui mekanisme (Aa-ar et al(. *$$3; Gsc wend et al(. *$$*)B a) Kerusakan sel endotel secara langsung. sama dengan yang diinduksi ole ipertensi sistemik; b) =eningkatan tekanan dinding glomerulus dan peningkatan diameter glomerulus menyebabkan pelepasan sel epitel glomerulus dan dinding kapiler glomerulus. al ini menyebabkan peningkatan aliran air dan cairan( 4kumulasi dari deposit ialin ini secara progresi- mempersempit lumen kapiler. se ingga menurunkan per-usi dan -iltrasi glomerulus; c) =eningkatan sel mesangial dapat menstimulasi produksi sitokin dan matriks ekstraseluler (Aa-ar et al(. *$$3; "avera et al(. *$$#)( &. E'idemil!gi agal injal Kr!nik Terminal.

Kasus gagal ginjal terminal ini setiap ta unnya mengalami peningkatan( =eningkatan ini juga ditamba dengan jumla penderita gagal ginjal terminal yang sedang menjalani perawatan ingga sampai saat ini karena perawatan pada penyakit ini memerlukan perawatan yang intensi- dan cenderung lama( Data GGK di Indonesia belum diketa ui secara pasti( +edangkan data dari 4merika diperole kenaikan tajam penderita gagal ginjal kronik dan gagal ginjal terminal. kasus baru gagal ginjal terminal pada ta un '>)F kurang lebi sebesar ':(7$$ sedangkan pada ta un *$$* naik menjadi '$$(37> (+c oolwert et al(. *$$#)( Kasus baru ,+D" pada ta un *$$: di 4merika serikat sebesar '$:($$$. naik '.7H dari ta un *$$3 sedangkan penderita yang mendapatkan dialisis sebanyak 33#($$$ atau naik sebesar 32: H dari ta un *$$3( =ada ta un *$$: di 4merika serikat prevalensi penderita yang mendapatkan transplantasi ginjal sebanyak lebi dari '3#($$$ atau naik 72> H dari ta un *$$3( =ada ta un *$$# jumla penderita gagal ginjal kronik di 4merika adala sebanyak '>.* juta atau ''H dari populasi dewasa sedangkan yang mengalami gagal ginjal terminal adala sebesar $.**H populasi (+c oolwert et al(. *$$#)( =enelitian epidemiologi multi negara ole 1 e ,+"D incidense +tudy Group menunjukkan ba wa insiden ,+"D di negara2negara 4sia dan negara berkembang lainnya adala lebi tinggi dibandingkan negara di ,ropa. meskipun lebi renda dibandingkan dengan insidensi ,+"D di 4ustralia dan 0ew Iealand( Gambaran 4ge2and seJ standardi3ed incidense rates (4+") ,+D" di 5alaysia pada berbagai kelompok yaitu kelompok umur $ 2': ta un adala ># tiap ' juta penduduk. '72*> ta un adala *# tiap ' juta penduduk. 3$2:: ta un adala )) tiap ' juta penduduk dan :72#: ta un adala 3$# tiap ' juta penduduk (1 e ,+"D Incidense +tudy Group. *$$#)(

1abel '( 1a ap kerusakan ginjal dan ubungannya dengan G!" dan prevalensinya di masyarakat 4merika (%evey et al.*$$3) 1a ap Gambaran Kerusakan ginjal dengan G!" Kerusakan ginjal dengan sedikit G!" G!" moderat G!" berat Gagal ginjal G!" (ml&min&'()3 m*) >$ #$2F> 3$27> '72*> D '7 atau Dialysis =revalensiK 0 ('$$$s) 7.>$$ 7.3$$ ).#$$ :$$ 3$$ H 3(3 3($ :(3 $(* $('

' * 3 : 7

1erjadinya gagal ginjal terminal ini dapat membuat penurunan pada kualitas idup. se ingga insidensi kematian karena gagal ginjal terminal (end stage renal disease) ini juga semakin meningkat sesuai dengan peningkatan kejadiannya( Kematian yang terjadi di 4merika serikat mencapai )'($$$ pada ta un *$$$ dan diperkirakan akan meningkat mencapai 37*($$$ pada ta un *$3$ (+c oolwert et al(. *$$#)( Di Aepang kejadian ,+"D ini terjadi lebi besar pada laki2laki dibandingkan dengan perempuan( 4ngka kejadian yang tertinggi terjadi antara rentang usia F$2F: ta un yaitu sebesar ':3* tiap ' juta penduduk untuk laki2laki dan )'' tiap ' juta penduduk untuk wanita (?akai et al(. *$$:)( Di taiwan kejadian ini meningkat dari '.>> H pada ta un '>># menjadi >.F3 H pada ta un *$$3( 4ngka insidensi /KD di 1aiwan ta un *$$3 adala sebesar '37 tiap '$($$$ orang per ta un( !aktor2-aktor yang berpengaru pada kejadian /KD di taiwan yaitu umur. diabetus melitus. ipertensi dan jenis kelamin wanita (Kuo et al(. *$$))( +edangkan di Indonesia belum ada data secara pasti yang menunjukkan angka kejadian ,+"D ini( 8aru dapat diperkirakan sebesar '$$2'7$ orang tiap ' juta penduduk perta un yang terkena penyakit gagal ginjal terminal ini( Di "+/5 Aakarta dilaporkan *' dari *7* anak yang menderita penyakit ginjal kronik( +edangkan dari Cogyakarta belum ada data yang menunjukkan secara pasti(

(. Kualitas )idu' "*ualit+ !f Life$. Kualitas idup merupakan suatu kesenjangan atau kekosongan antara peng arapan dan keinginan seseorang yang adir didalam ke idupannya (/alman K/ .'>F:)( +emakin renggang antara penga arapan dan keinginan tersebut. maka semakin renda kualitas idupnya( Kualitas idup meliputi beberapa -aktor yaitu -aktor -isik. psikologis dan sosial( !aktor2-aktor tersebut saling mempengaru i dan saling mendukung satu sama lainnya( <al ini menunjukkan ba wa dalam suatu terapi pengobatan yang berarti -isik. dimana terjadi gangguan psikologis karena sakit tersebut maka -aktor sosial la yang dapat memperbaiki kualitas idupnya( +e ingga kualitas idup pasien pada gagal ginjal terminal ini perlu diper atikan ole para pro-esional kese atan karena dapat membantu dalam suatu pencapaian pengobatan yang sukses( Disamping itu. data tentang kualitas idup juga dapat merupakan data awal untuk pertimbangan merumuskan intervensi&tindakan yang tepat bagi pasien( +aat ini L ealt 2related Muality o- li-e (<"QO%)N atau kualitas idup yang ber ubungan dengan kese atan tela menjadi sala satu ukuran dari keber asilan pelayanan kese atan( =engukuran <"QO% bersi-at multidimensi yang meliputi antara lain -ungsi -isik. sosial dan -ungsi peran . mental ealt dan persepsi kese atan secara umum (4lbert et al(. *$$:. 8ayliss et al(. *$$7)( =engukuran kualitas idup dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas idup dari ?orld <ealt Organitation (?<O)( ?<O sendiri mende-inisikan kualitas idup sebagai Lt e individualOs perception o- t eir li-e status concerning t e conteJt o- culture and value system inw ic t ey live and t eir goals. eJpectations. standards.and concernsN( (0elson @ %ot-y. '>>>)( Dari penelitian sebelumnya beberapa -aktor yang ber ubungan dengan kualitas idup pasien antara lain adanya rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang diakibatkan dari sakit yang diderita atau tindakan atau prosedur pengobatan terkait sakit yang diderita. gangguan tidur. kualitas pelayanan dan perawatan. penyakit penyerta. status sosial ekonomi dan dukungan keluarga (/o en et al(. *$$). Aoan et al(. *$$:( +cot et al(. *$$))( 0amun dalam penelitian ini yang dititik beratkan adala pada -actor yang ber ubungan dengan status sosial ekonomi dan dukungan keluarga(

,. Peran Keluarga Dalam Kesehatan. Keluarga merupakan aset yang sangat penting. individu tidak bisa idup sendirian. tanpa ada ikatan2ikatan dengan keluarga( 8egitu menurut -itra nya. menurut budayanya. dan begitula perinta 4lla +?1( Keluarga memberikan pengaru yang besar ter adap seluru anggotanya sebab selalu terjadi interaksi yang paling bermakna. paling berkenan dengan nilai yang sangat mendasar dan sangat intim (Djawad Da lan. dalam Aalaludin "a mat dan 5u tar Gandaatmaja.'>>:B:>)( Keluarga mempunyai peranan penting karena dipandang

sebagai sumber pertama dalam proses sosialisasi (9ic ol Kim @ Ao n ?( 8erry. '>>3)( Keluarga juga ber-ungsi sebagai transmitter budaya. atau mediator sosial budaya (<urlock. '>7#; dan =elvin.'>)$)( Keluarga juga di pandang sebagai instansi (lembaga) yang dapat memenu i kebutu an insane (manusiawi). terutama kebutu an bagi pengembangan kepribadian dan pengembangan ras manusia( Aika mengaitkan peran keluarga dengan upaya memenu i kebutu an individu. keluarga merupakan lembaga pertama yang dapat memenu i kebutu an tersebut( 5elalui perawatan dan perlakuan yang baik maka ia dapat memenu i kebutu an baik -isik2biologis. maupun sosiopsikologisnya( Keluarga adala suatu unit terkecil dalam masyarakat. sebagai suatu kelompok yang berperan penting dalam masala kese atan dan saling terkait dengan berbagai masala keluarga lainnya( Keluarga memiliki peran sangat penting dalam ke idupan yaitu sebagai pusat pengambil keputusan kese atan yang terpenting dan wada paling e-ekti- untuk berbagai upaya penyampaian pesan2pesan kese atan( Kese atan dan penyakit selalu ber ubungan dengan kepribadian. gaya idup. lingkungan -isik dan ubungan antar manusia( 8eberapa penelitian menunjukkan ba wa individu yang memiliki interaksi yang dekat dengan teman atau kerabat lebi dapat meng indari penyakit sedangkan untuk mereka yang dalam masa penyembu an akan sembu lebi cepat apabila mereka memiliki keluarga yang menolong mereka (8aron @ 8yrne .'>>: ;+ eridan dan "admac er. '>>*)( +e ingga peranan keluarga dalam pola pengembangan suatu penyakit pada pasien sangat besar adanya( 0amun sebaliknya. peran kese atan pun dapat berpengaru ter adap keluarga ; misalnya seorang aya sebagai kepala keluarga mengalami gangguan kese atan (sakit) maka dapat memberikan dampak pada keluarga karena seorang kepala keluarga tidak dapat mencari na-ka seperti kewajibannya pada keluarga( Keluarga dalam masala kese atan memiliki 3 peran yaitu dapat sebagai motivator. edukator. dan -asilitator( =eran keluarga dalam mengenal masala kese atan yaitu mampu mengambil keputusan dalam kese atan. Ikut merawat anggota keluarga yang sakit. memodi-ikasi lingkungan. dan meman-aatkan -asilitas kese atan yang ada sangatla penting dalam mengatasi kecemasan klien( (!riedman. *$$3 B ':#)( +edangkan dari sudut pandang sosiologis. -ungsi keluarga itu dapat diklasi-ikasikan ke dalam -ungsi2-ungsi biologis. ekonomis. edukasi. sosialisasi. proteksi. rekreasi. dan religius (5(I( +oelaeman. '>)F; +udardja 4diwikarta. '>FF; dan 5elly +(+( "i-ai. dalam Aalaluddin "a mat dan 5u tar G(. '>>:)( Keluarga yang ba agia merupakan suatu al yang sangat penting bagi perkembangan emosi para anggotanya( Keba agiaan itu diperole apabila keluarga dapat memerankan -ungsinya secara baik( !ungsi dasar keluarga adala memberikan rasa memiliki. rasa aman. kasi sayang; dan mengembangkan ubungan yang baik di antara anggota keluarga( <ubungan cinta kasi dalam

10

keluarga tidak sebatas perasaan. akan tetapi juga menyangkut pemeli araan. rasa tanggung jawab. per atian. pema aman dan respek( 5enurut penelitian yang dilakukan pada pasien emodialisa yang diteliti ole 4rli3a (*$$#) yang menunjukkan ba wa secara umum dukungan sosial yang dibutu kan pasien emodialisa berbeda dengan dukungan yang diterima ole nya. dimana dukungan yang diterima ole pasien emodialisa lebi kecil dibandingkan dengan yang mereka butu kan( =erbedaan ini terjadi pada dukungan instrumental. dukunagn in-ormasional. dukungan emosional dan dukungan dari kelompok sosial(

-. AP AR #.!re 4=G4" score merupakan suatu metode yang digunakan untuk menilai -ungsi suatu kelurga yang dire-leksikan ole 7 dimensi pertanyaan pada Muestionare (+milkstein. '>)F)( =enilaiain ini dilakukan pada sala seorang anggota keluarga bersangkutan untuk mengeta ui apaka keluarganya itu se at atau tidak( 4=G4" keluarga pertama kali diperkenalkan ole Gabriel +milkstein pada ta un '>)F untuk menilai tingkat kepuasan sosial dengan dukungan dari keluarga( 9ntuk mengeta ui al ini maka sebagai seorang dokter umum perlu pendekatan seder ana dan praktis( 4da beberapa metode yang digunakan dokter umum untuk menilai -ungsi keluarga( +ala satunya adala dengan 4=G4" score keluarga( =ada metode ini dilakukan penilaian ter adap 7 -ungsi pokok keluarga yang kemudian tergantung dari pelaksanaan kelima -ungsi keluarga tersebut dapat diketa ui tingkat kese atan keluarga yang dinilai( Kelima -ungsi keluarga dalam 4=G4" keluarga tersebut adala B '() 4daptasi (4daptation)B Dapat dinilai dari tingkat kepuasan anggota keluarga dalam menerima bantuan yang diperlukan dari anggota keluarga yang lain( *() Kemitraan (=artners ip)B 5erupakan tingkat kepuasan keluarga dalam al komunikasi. dalam mengambil keputusan. dan atau penyelesaian masala dalam keluarga( 3() =ertumbu an (Growt )B 5erupakan tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap kebebasan yang diberikan keluarga dalam mematangkan pertumbu an dan atau kedewasaan( :() Kasi +ayang (4--ection)B 5erupakan tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap kasi sayang serta interaksi emosional yang berlangsung dalam keluarga(

11

7() Kebersamaan ("esolve)B 5erupakan tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap kebersamaan dalam membagi waktu. kekayaan. dan ruang antar anggota keluarga sangat memuaskan dimana waktu kumpul bersama dengan keluarga setiap ari dan minimal '* jam untuk setiap arinya(

+etiap pertanyaan dari kuesionare mempunyai nilai yang sesuai dengan jawaban dari responden itu sendiri. point nilai tertinggi adala * dan point nilai terenda adala $( 4pabila responden menjawab pertanyaan tersebut dengan kata Nsering&selalu& ampir selaluN maka nilai untuk jawaban tersebut adala *( Dan apabila jawaban responden Nkadang2kadangN untuk pertanyaan itu maka nilainya adala '( +edangkan untuk jawaban N ampir tidak perna &tidak perna N maka nilai pertanyaannya adala $( +esuai dengan interpretasi asilnya ba wa 4=G4" score dari )2'$ menunjukkan -ungsi keluarga yang baik. score :2# menunjukkan -ungsi keluarga yang sedang&moderate dys-unctional dalam keluarga dan $23 merupakan ta ap severelly dys-unctional dalam keluarga atau -ungsi keluarga yang tidak baik( 5etode 4=G4" ini dilakukan dengan cara wawancara sala seorang anggota keluarga bersangkutan yang akan dinilai dan waktu yang dibutu kan untuk pelaksanaan ini cukup singkat atau kurang lebi 7 menit (+imlkstein. '>)F)( Questionare 4=G4" keluarga ini suda banyak digunakan dalam berbagai studi (kebanyakan klinis) dalam wawancara -ungsi keluarga( +ebua pencarian menggunakan =syc In-o meng asilkan '# artikel dalam '$ ta un terak ir yang tela menggunakan 4=G4" keluarga( Dalam praktek klinis. 4=G4" skore keluarga tela dikaitkan dengan kunjungan dokter. immune responses. emotinal distress. dan gejala depresi (8luestein. '>>3; /lover. '>F>; Greenwald. '>>>)( 5engel ('>F)) mengkategorikan dan mende-inisikan gangguan -ungsi keluarga sebagai skore yang dibawa #(

/. )u0ungan AP AR Dengan Kualitas )idu'. 1es 4=G4" keluarga dilakukan untuk mengukur -ungsi keluarga dimana nantinya akan dapat diketa ui keluarga yang se at dan keluarga yang tidak se at( +ebagaiman yang suda dijelaskan ba wa peran dari keluraga itu dalam mengenal masala kese atan yaitu mampu mengambil keputusan dalam kese atan. Ikut merawat anggota keluarga yang sakit. memodi-ikasi lingkungan. dan meman-aatkan -asilitas kese atan yang ada sangatla penting dalam mengatasi kecemasan klien (!riedman. *$$3 B ':#)( Dari penjelasan tersebut. keluarga mempunyai peranan yang besar dalam menentukan kese atan seseorang yang nantinya akan berkorelasi dengan peningkatan kualitas idup seseorang( 4pabila Keluarga itu ba agia dapat bere-ek

12

pada perkembangan emosi para anggotanya( +edangkan emosi itu sangat la labil bagi penderita gagal ginjal terminal ini dimana terjadinya peruba an pola ke idupan( Keadaan gangguan pada ginjal dan perawatan yang intensi- terus menerus serta penyesuaian diri ter adap sakit. membuat penderita rentan ter adap stress. baik itu stress -isik maupun psikis( Keadaan stress ini dapat menurunkan keadaan kese atan penderita dan kualitas idupnya( +ala satu bentuk mengurangi stress adala dengan dukungan social( 0amun kurangnya dukungan menjadi beban tersendiri bagi penderita( Keba agiaan itu diperole apabila keluarga dapat memerankan -ungsinya secara baik( !ungsi dasar keluarga adala memberikan rasa memiliki. rasa aman. kasi sayang; dan mengembangkan ubungan yang baik di antara anggota keluarga( <ubungan cinta kasi dalam keluarga tidak sebatas perasaan. akan tetapi juga menyangkut pemeli araan. rasa tanggung jawab. per atian. pema aman dan respek( 8eberapa penelitian menunjukkan ba wa individu yang memiliki interaksi yang dekat dengan teman atau kerabat lebi dapat meng indari penyakit sedangkan untuk mereka yang dalam masa penyembu an akan sembu lebi cepat apabila mereka memiliki keluarga yang menolong mereka (8aron @ 8yrne . '>>: ;+ eridan dan "admac er. '>>*)( +e ingga peranan keluarga dalam pola pengembangan suatu penyakit pada pasien sangat besar adanya( =ada penelitian yang dilakukan ole 4rli3a (*$$#) ba wa pada orang yang melakukan perawatan emodialisis rentan ter adap stres( +edangkan stres itu dapat mempengaru i kese atan dalam dua cara( /ara pertama. peruba an yang diakibatkan ole stres dapat secara langsung mempengaru i -ungsi -isik sistem tubu yang dapat mempengaru i kese atan( /ara kedua. secara tidak langsung stres dapat mempengaru i perilaku individu se ingga menimbulkan suatu penyakit atau memperburuk suatu keadaan (8aum dalam +ara-ino. '>>F)( Dalam penelitian yang dilakukan ole / ao ('>>F). kepuasan keluarga dari keluarga yang miskin erat ubungannya dengan semangat yang renda pada seseorang. tingkat stress yang tinggi. dan kese atan yang renda ( / ao juga menunjukkan ba wa data yang diperole dari perempuan lebi menunjukkan asil yang akurat(

13

B. Kerangka K!nse' 4dapun bagan dari kerangka konsep ini adala B


Kesehatan mental dan Persepsi Kesehatan Umum Mer k k Fungsi Fisik ! sial dan Fungsi Peran Pen"akit # m r$it

Fungsi Keluarga

Kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik terminal


Kepuasan Pela"anan Faktor Keluarga & sosial ekonomi: Fungsi keluarga (APGAR)

Perilaku Mer k k

Adaptasi

Kemitraan

Kebersama an

Pertumbuha n

Kasih Sayang

Cang diteliti

Cang tidak diteliti Gambar *( Kerangka konsep penelitian tentang -aktor 6 -aktor yang ber ubungan dengan kualitas idup pada gagal ginjal kronik terminal k ususnya -actor keluarga dan social ekonomi(

14

Dari bagan diatas dapat dijelaskan ba wa -aktor keluarga dan sosial ekonomi seorang penderita gagal ginjal kronik terminal yang menjalani emodialisis dapat mempengaru i kualitas idupnya( =engukuran ini dilakukan menurut gold standart dengan menggunakan 4=G4" skor keluarga(

C. )i'!tesis 1erdapat ubungan nilai 4=G4" keluarga dengan kualitas idup penderita gagal ginjal kronik terminal di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta( +emakin tidak se at -ungsi keluarga pasien maka semakin renda pula kualitas idupnya(

15

BAB III Met!de Penelitian A. Desain =enelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional(

B. Tem'at dan 1aktu =enelitian dilaksanakan di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta( "+9 =K9 5u ammadiya merupakan sala satu dari : ruma sakit di DIC yang mempunyai pusat emodialisis( +edangkan waktu diadakannya penelitian dapat dili at pada table dibawa ini( 1abel *( Aadwal Kegiatan penelitian ubungan 4=G4" score keluarga dengan kualitas idup penderita gagal ginjal kronik terminal di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta( 1a apan Kegiatan "encana waktu (bulan ke) ' =ersiapan '( =engurusan ijin. penetapan protokoler @ prosedur kerja *( =engadaan ba an dan alat * 3

3( =engumpulan data sekunder =elaksanaa '( =engumpulan data primer di n ruma sakit dengan wawancara *( =engumpulan data observasional 4k ir '( *( 3( :( =enulisan laporan +eminar asil =enyera an laporan =ublikasi

16

C. P!'ulasi2 #am'el2 dan Besar #am'el 1. Batasan P!'ulasi =opulasi adala pasien yang terdiagnosis gagal ginjal kronis terminal. dengan kriteria diagnosis yaitu kliren kreatinin D7ml&menit atau kadar kreatinin serum dara lebi besar atau sama dengan '$ mg&dl yang dapat diketa ui dari rekam medis dan memerlukan emodialisa secara kontinyu( %. #am'el +ampel pada penelitian ini adala pasien yang terdiagnosis gagal ginjal kronik terminal yang sedang menjalankan perawatan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta( +ampel yang digunakan minimal sebanyak >3 orang( &. Besar #am'el 8esar sampel di itung dengan menggunakan rumus penentuan besar sampel untuk pengujian ipotesis menurut %emes ow at al ('>>)) sebagai berikut B 0 p P I'2a&* Q(p(M d*

P $.$*. proporsi penderita gagal ginjal kronik terminal di Indonesia (8akri. *$$7)( P $.>F tingkat kemaknaan >7H; I'2a&* P '.>#( d (tingkat presisi) P $.$3 atau kesala an maksimum yang diperbole kan 5aka didapatkan nilai 0 P F3.##. dibulatkan P F:

dengan B

4ntisipasi ter adap kesala an dan kegagalan dalam proses penelitian. jumla sampel ditamba dengan '$H dari sampel minimal yaitu F.: atau dibulatkan menjadi >. se ingga jumla sampel minimal yang dibutu kan adala >3 orang(

17

D. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi subyek penelitian a( b( =enderita gagal ginjal kronik terminal Orang Indonesia (Aawa. +unda. 5elayu)

c( 9sia '72)7 ta un d( 8ersedia berpartisipasi dalam penelitian dengan mengisi dan menandatangani lembar pernyataan persetujuan serta kooperati-( Kriteria eksklusi subyek penelitian +ubyek penelitian yang tela terpili melalui kriteria inklusi akan dikeluarkan dari subyek penelitian apabila B a( 5emiliki penyakit ginjal bawaan b( "iwayat transplantasi ginjal c( =enyakit jiwa d( 1idak dapat berkomunikasi E. Identifikasi 3aria0le Penelitian dan Definisi 4'erasi!nal Identifikasi 3aria0le Penelitian Rariabel terpengaru Rariabel pengaru Definisi !'erasi!nal De-inisi Operasional yaitu B '( Gagal ginjal kronik terminal adala gangguan -ungsi ginjal menetap (lebi dari 3 bulan) dan memerlukan transplantasi ginjal atau tindakan dialisis rutin untuk menggantikan -ungsi ginjal. kelainan ginjal diukur dengan penurunan kliren kreatinin yaitu kliren kreatininD7 ml&menit atau kadar kreatinin serum lebi dari atau sama dengan '$ mg&d% (5itc et al(. '>>$)( C4 apabila responden memenu i kriteria laboratorium atau memerlukan transplantasi ginjal atau menjalani emodialisa( 1ID4K apabila responden tidak memenu i kriteria laboratorium atau memerlukan transplantasi ginjal atau menjalani emodialisa( *( Kualitas idup adala suatu kesenjangan atau kekosongan antara peng arapan dan keingnan seseorang yang adir didalam ke idupannya (/alman K/. '>F:)( =engukuran kualitas idup ini bersi-at multidimensi yang meliputi antara lain -ungsi -isik. sosial. dan -ungsi peran. mental ealt dan persepsi kese atan secara umum (4lbert et al(. *$$:. 8ayliss et al(. *$$7)( B Kualitas idup penderita gagal ginjal kronik terminal( B !ungsi keluarga(

18

3( 0ilai -ungsi keluarga atau nilai 4=G4" adala penilaian -ungsi keluarga dengan skor ) 6 '$ P -ungsi keluarga se at. : 6 # P -ungsi keluarga kurang se at. $ 6 3 P -ungsi keluarga sakit( 5. Instrument Penelitian 4lat dan ba an dalam penelitian ini meliputi perlengkapan untuk pengambilan data primer (kuesioner). -orm pengambilan data sekunder( Kuesioner. dipergunakan untuk mendapatkan data primer dari responden tentang nilai -ungsi keluarga dan kualitas idup responden( +edangkan -orm pengambilan data. dipergunakan untuk mengumpulkan data sekunder yang diambil dari buku medical record atau status pasien yang meliputi nama. umur. jenis kelamin. data diagnosis sakit dan medikasi terda ulu. data2data laboratorium serta mani-estasi klinik penderita( . Cara Kerja =enelitian ini dilakukan dengan ta ap sebagai berikutB '( 1a ap persiapanB a( b( 5engurus i3in penelitian 5engumpulkan data sekunder meliputi gambaran umum "+9 =K9 5u ammadiya . angka kunjungan. jenis penyakit prioritas. angka kejadian gagal ginjal dan gagal ginjal kronik di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta dari rekam medik dan sumber2sumber lain. uji coba instrumen kuesioner(

c( 5embuat protokoler cara pengisian kuesioner kepada anggota numerator dan pelati an cara pengisiannya( d( 5enetapkan pelaksanaan dan menyiapkan alat dan atau ba an penelitian seperti alat tulis2menulis. kuisioner. -orm pengambilan data( *( 1a ap pelaksanaan 1a ap pelaksanaan meliputi kegiatan di lapangan yaitu pengambilan data primer pada sampel dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner meliputi identitas responden. sosial ekonomi. nilai -ungsi keluarga dan kualitas idup responden(serta data lain yang terkait dengan variabel penelitian( 3( 1a ap ak ir =engola an data. analisis data. presentasi laporan dan publikasi laporan( ). Analisis Data 5encari ubungan antara nilai 4=G4" keluarga dengan kualitas idup penderita gagal ginjal kronik terminal di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta. dilakukan dengan uji kai kuadrat dan analisis multivariate dengan regresi logistik( asil serta pembuatan

19

Data yang diperole diola menggunakan tabel *J* dan dianalisis dengan uji kai kuadrat untuk mengeta ui relative risk dan menilai adanya ubungan antara -aktor2-aktor yang diteliti dengan kualitas idup penderita gagal ginjal kronik( +etela diketa ui nilai relative risk masing2masing -aktor kemudian dilanjutkan dengan analisis multivariate dengan menggunakan regresi logistik( I. Kesulitan 'enelitian Kendala kesulitan yang mungkin di adapi dalam penelitian ini adala kurangnya kerjasama dari responden dan kejujuran dari responden dalam wawancara yang dilakukan untuk menilai -ungsi keluarga maupun kualitas idupnya( 6. Etika Penelitian Karena melibatkan responden manusia maka akan dilakukan penjelasan kepada seluru calon responden tentang maksud dan tujuan penelitian. man-aat dan kegunaan yang di arapkan dan konsekuensi2konsekuensi sebagai responden (in-ormed consent)(

20

BAB I3 )asil dan Pem0ahasan A. 1. )asil Karakteristik 7ara.!0a =enelitian ber asil mendapatkan '$$ naracoba penderita GGK1 di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta( Gambaran umum naracoba yang dilibatkan dalam penelitian tampak pada tabel :(

1abel :( Karakteristik naracoba


Karakteristik Aenis kelaminB %aki2laki =erempuan 9mur B 2*$ *'2 :$ :' 6 #$ E#$ =endidikanB 1idak tamat +D 1amat +D 1amat +5= 1amat +54 E+59 (=1) 4lamat tempat tinggalB Kota Cogyakarta +leman 8antul Kulon =rogo ?onosari dan lainnya +tatus 5erokokB 5erokok 1idak merokok =ekerjaan B =0+2=olri24bri +wasta2wiraswasta =ersentase #: 3# ' *F 7' *$ 3 '> '' 3$ 3) *F 3# *# * F '' F> F '*

21

=etani 8uru 2 tukang 1idak berkerja Kualitas idup 8aik Kurang

': ## 3# #:

Dari tabel : diketa ui ba wa lebi dari 7$H naracoba berasal dari Kota Cogyakarta dan +leman. diikuti naracoba dari Kab( 8antul dan berikutnya ?onosari dan Kulon progo( +ebagian besar responden adala laki2laki (#: v(s( 3#). berusia :' ta un ke atas ()'H v(s( *>H). berpendidikan +54 ke atas (#)H v(s( 33H) dan bukan perokok (''H v(s( F>H)( +ebagian besar (#:H) dari naracoba memiliki status kualitas idup renda (

%.

5akt!r dem!grafi jenis kelamin dan kualitas hidu' <ubungan jenis kelamin penderita /KD yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta dengan kualitas kualitas idupnya tampak pada 1able 7 dan #( Dari table 7 dan # diketa ui ba wa jenis kelamin penderita tidak ber ubungan dengan kualitas idupnya (r itungDrtabel. dengan pE$.$7)(

1abel 7( 1abulasi silang jenis kelamin penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dengan kualitas idupnya Kualitas idup baik jenis kelamin laki2laki perempuan 1otal ** '* 3: kurang baik :* *: ## #: 3# '$$ 1otal

22

1abel #( <asil uji c i sMuare test ubungan jenis kelamin dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) (>'# '($$$ (>'# '($$$ ($'' '$$ ' (>'# (7:F ,Jact +ig( (*2 sided) ,Jact +ig( ('2sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases ($''(b) ($$$ ($''

d' ' '

&. 5akt!r dem!grafi 8mur dan kualitas hidu' 'enderita

KT

<ubungan umur naracoba dengan kualitas idupnya dapat dili at pada table ). F. > dan '$( Dengan pembagian kelompok umur sebagaimana table ). terdapat kotak yang tidak ada nilainya ($) se ingga uji c i sMuare tidak dapat dilakukan( 9ntuk mengatasi al itu kemudian dibuat pembagian umur naracoba sebagaimana pada table >( 1able )( 1abulasi silang kelompok umur penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dengan kualitas idupnya Muality o- live baik kelomp ok umur 2*$ $ *'2:$ :'2#$ E#$ 1otal # *$ F 3: ' ** 3' '* ## ' *F 7' *$ '$$ kurang baik 1otal

23

1able F( <asil uji c i sMuare test ubungan kelompok umur (D*$; *'2:$; :'2#$; E#$) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Ralue =earson / i2+Muare %ikeli ood "atio %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases 3(:*#(a) 3(FF$ *(7** '$$ d3 3 ' 4symp( +ig( (*2sided) (33$ (*)7 (''*

1able >( 1abulasi silang kelompok umur (lansia dan tidak lansia) penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dengan kualitas idupnya( Kualitas idup baik kelom umur 2#7 E#7 1otal 3$ : 3: kurang baik #* : ## >* F '$$ 1otal

24

1able '$( <asil uji c i sMuare test ubungan kelompok umur (bukan lansia dan lansia) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) (3'> (7:: (33' (:3> (>F* '$$ ' (3** (*## ,Jact +ig( (*2sided) ,Jact +ig( ('2 sided)

Ralue =earson / i2 +Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases (>>*(b) (3#F (>::

d' ' '

( Dari uji c i sMuare ubungan umur dengan kualitas idup naracoba tampak pada table '$. diketa ui ba wa umur tidak ber ubungan dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta (r itungDrtabel; pE$.$7)( Dari asil penelitian ini maka dapat disimpulkan ba wa umur penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya tidak ber ubungan dengan kualitas idup mereka(

(.

Pendidikan dan Kualitas hidu' 'enderita KT Gambaran tingkat pendidikan responden tampak pada tabel ''( <ubungan tingkat pendidikan penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya dengan kualitas idupnya tampak pada tabel '' '*. '3 dan ':( +emula pembagian tingkat pendidikan menggunkan kategorisasi pembagian enam peringkat sebagaimana tampak pada tabel F. tetapi ole karena dengan pembagian tersebut tidak dapat diujikan ubungan antar dua variabel dengan uji c i sMuare ole karena ada kotak yang kosong maka diruba menjadi sebagaimana pada tabel ':(

25

1abel ''( 1abulasi silang tingkat pendidikan penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dengan kualitas idupnya Muality o- live baik =endidikan tidak sekola tamat +D tamat +%1= tamat +%14 Dipl(&akademi +'&+*&+3 1otal $ 7 7 7 7 '3 33 kurang baik ' ': # *7 3 '# #7 ' '> '' 3$ F *> >F 1otal

1able '*( <asil uji c i sMuare test ubungan tingkat pendidikan penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dan kualitas idupnya Ralue =earson / i2+Muare %ikeli ood "atio >(7)'(a) >(F'> d7 7 ' 4symp( +ig( (*2sided) ($FF ($F' ('#'

%inear2by2%inear 4ssociation '(>#: 0 o- Ralid /ases '$$

26

1abel '3( 1abulasi silang tingkat pendidikan (+59 atau E+59) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Kualitas idup baik jenis pendidika n 2+59 '# Esmu 1otal 'F 3: :) '> ## #3 3) '$$ kurang baik 1otal

1able':(

<asil uji c i sMuare test ubungan tingkat pendidikan (+54 dan E+54) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) ' ' ' ($'F ($3' ($'> ($*F 7(7#$ '$$ ' ($'F ($'# ,Jact +ig( (*2sided) ,Jact +ig( ('2sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases 7(#'#(b ) :(#*F 7(7:3

d-

5enggunakan kategorisasi tingkat pendidikan dengan menggunakan dua kategori yaitu berpendidikan anya sampai +59 atau lebi tinggi dari +59 sebagaimana pada tabel '$ diketa ui ba wa semua kotak terisi se ingga memungkinkan dilakukan uji c i sMuare untuk menentukan ada tidaknya ubungan antara tingkat pendidikan (+59 atau kurang dan lebi tinggi dari +59) dengan kualitas idup( <asil uji c i sMuare ubungan antara tingkat pendidikan dengan kualitas idup naracoba tampak pada tabel ''( +ebagaimana

27

tampak pada tabel '' maka dapat disimpulkan ba wa terdapat ubungan antara tingkat pendidikan (lebi tinggi +59 dan tamat atau tidak tamat +59) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya (r itungErtabel; pD$.$7)( =enilaian kekuatan ubungan antara tingkat pendidikan (kategori anya lulus +54 atau lebi tinggi dari +59) dengan kualitas idup penderita GGK1 di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dilakukan uji mantel a3el ods ratio sebagaimana tampak pada tabel '7(

1able'7( <asil uji mantel a3el ods ratio test ubungan tingkat pendidikan (+54 dan E+54) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta

,stimate ln(,stimate) +td( ,rror o- ln(,stimate) 4symp( +ig( (*2sided) 4symp( >7H /on-idence Interval /ommon Odds "atio %ower 8ound

(37> 2'($*3 (:3F ($'> ('7* 9pper 8ound ln(/ommon Odds "atio) %ower 8ound 9pper 8ound (F:F 2'(FF* 2('#7

1 e 5antel2<aens3el common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under t e common odds ratio o- '($$$ assumption( +o is t e natural log o- t e estimate(

Dari tabel '7 diketa ui ba wa penderita GGK1 "+9 =K9 5u amadiya yang berpendidikan paling tinggi lulus +59 risiko memiliki kualitas idup baik adala $.3# jika dibandingkan dengan penderita GG1K yang berpendidikan lebi tinggi dari +59 (""P$.3#; /IP$.'7* 6 $.F:F; pP$.$'>)( Dapat disimpulkan ba wa penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9

28

5u ammadiya Cogyakarta dengan berpendidikan lebi tinggi dari +59 memiliki kemungkinan kualitas idup yang lebi baik 3J dari yang berpendidikan anya lulus +59 atau lebi renda (

,.

5akt!r ge!grafi alamat 'enderita dan Kualitas )idu' 'enderita KT Gambaran alamat asal penderita gagal ginjal terminal yang menjalani emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya tampak pada tabel '#( Dari tabel '# diketa ui ba wa #:H naracoba berasal dari Kota Cogyakarta dan kabupaten +leman. sisanya 3#H berasal dari luar Kota Cogyakarta dan Kabupaten +leman( <ubungan tempat asal naracoba dengan kualitas idupnya tampak pada tabel '#. '). 'F dan '>( Dengan kategorisasi # daera asal sebagaimana pada tabel '# tersebut tidak dapat dilakukan uji c i sMuare untuk menilai adanya ubungan alamat tempat tinggal dengan kualitas idup penderita GGK1 ole karena ada kotak yang kosong se ingga pembagian tempat asal ak irnya dibagi dalam dua kategori yaitu Kota Cogyakarta dan di luar kota Cogyakarta sebagaimana tampak pada tabel 'F(

1able '#( 1abulasi silang alamat asal penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dengan kualitas idupnya Muality o- live baik 4lamat kota sleman bantul kulon progo wonosari lainnya 1otal ') '$ 7 $ $ * 3: kurang baik '' *# *' * 7 ' ## *F 3# *# * 7 3 '$$ 1otal

29

1able ')( <asil uji c i sMuare test ubungan alamat tempat asal dan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Ralue =earson / i2+Muare %ikeli ood "atio %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases ')($F#(a) 'F(F)$ 7()F' '$$ d7 7 ' 4symp( +ig( (*2 sided) ($$: ($$* ($'#

Dari tabulasi silang dengan enam kategorisasi alamat asal dengan kualitas idup penderita GGK1 sebagaimana pada tabel '# kemudian dilanjutkan pada uji c i sMuare untuk menentukan ubungan tempat asal (Kota Cogyakarta dan %uar Kota Cogyakarta dengan kualitas idup naracoba dan mendapatkan asil sebagaimana pada tabel ') (meskipun dengan ada kotak yang bernilai $)(

1abel 'F( 1abulasi silang alamat asal (Kota dan tidak kota Cogyakarta) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Muality o- live baik alamat tempat tinggal kota ') luar kota 1otal ') 3: '' 77 ## *F )* '$$ kurang baik 1otal

30

1abel '>( <asil uji c i sMuare test ubungan alamat tempat tinggal dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) ($$$ ($$' ($$' ($$' '*(*:: '$$ ' ($$$ ($$' ,Jact +ig( (*2sided) ,Jact +ig( ('2 sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases

d-

'*(3#F(b ' ) '$())$ ''(>F3 ' '

Dari tabel '> dapat diketa ui ba wa terdapat ubungan yang kuat antara tempat asal dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta (r itungErtabel; pD$.$7)( 9ntuk menilai kekuatan ubungan antara alamat tempat tinggal dengan kualitas idup penderita GGK1 di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dilakukan uji mantel a3el ods ratio test dengan asil sebagaimana tampak pada tabel *$(

31

1abel *$( <asil uji mantel a3el ods ratio test ubungan alamat tempat tinggal dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta

,stimate ln(,stimate) +td( ,rror o- ln(,stimate) 4symp( +ig( (*2sided) 4symp( >7H /on-idence Interval /ommon Odds "atio %ower 8ound

7($$$ '(#$> (:)# ($$' '(>## 9pper 8ound ln(/ommon Odds "atio) %ower 8ound 9pper 8ound '*()': (#)# *(7:3

1 e 5antel2<aens3el common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under t e common odds ratio o- '($$$ assumption( +o is t e natural log o- t e estimate(

Dari tabel *$ diketa ui ba wa penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u ammadiya yang berasal dari Kota Cogyakarta risiko memiliki kualitas idup baik adala 7J jika dibandingkan penderita yang berasal dari luar Kota Cogyakarta (""P7; /IP'.>## 6 '*.)':;pP$.$$')(

32

-. Pekerjaan dan Kualitas hidu' 'enderita CKD Aenis pekerjaan penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta tampak pada tabel *'( 1abel *'( 1abulasi silang jenis pekerjaan dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Muality o- live baik jenis pekerjaan pns2abri swasta2wiraswasta buru 2karyawan2 tukang tidak bekerja 1otal 7 : 3 ** 3: kurang baik 3 F '' :: ## F '* ': ## '$$ 1otal

Dari table *' tampak ba wa sebagian besar (F$H) naracoba tidak bekerja atau bekerja sebagai buru &karyawan( 0aracoba yang bekerja sebagai =0+ (sipil maupun militer) dan berwiraswasta anya *$H( Dari uji c i sMuare untuk menilai ubungan antara jenis pekerjaan dengan kualitas idup naracoba sebagaimana tampak pada table **. diketa ui ba wa ada ubungan yang lema antara jenis pekerjaan (empat kategoriB =0+. wiraswasta. buru dan tidak bekerja) dengan kualitas idup penderita GGK1 (r itungDrtabel; pE$.$7)( 1able **( <asil uji c i sMuare test ubungan jenis pekerjaan penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dan kualitas idupnya Ralue =earson / i2+Muare %ikeli ood "atio %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases 3(F>)(a) 3())F '(''F '$$ D3 3 ' 4symp( +ig( (*2sided) (*)3 (*F# (*>$

33

Dengan meruba kategori jenis pekerjaan menjadi tiga kategoripun sebagaimana tampak pada tabel *3 dan *:( ternyata jenis pekerjaan dengan kategori inipun masi tetap ber ubungan dengan kualitas idup naracoba tetapi lema ( Aenis pekerjaan =0+ (sipil2militer) tampaknya ubungannya dengan kualitas idup naracoba lebi kuat( <ubungan jenis pekerjaan =0+ dengan peningkatan kualitas idup naracoba tampak pada table *7 dan *#(

1ebel *3( 1abulasi silang tiga jenis golongan pekerjaan (pns; swasta; tidak bekerja) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Kualitas idup baik tiga jenis kerjaan pns2abri2polri swasta2wiraswasta tidak kerja 1otal 7 : *7 3: kurang baik 3 F 77 ## F '* F$ '$$ 1otal

1abel *:( <asil uji c i sMuare test ubungan tiga jenis golongan pekerjaan (pns;swasta;tidak bekerja) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Ralue =earson / i2+Muare %ikeli ood "atio %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases 3('#F(a) *(>)* *(::> '$$ d* * ' 4symp( +ig( (*2sided) (*$7 (**# (''F

34

1ebel *7( 1abulasi silang dua jenis pekerjaan (pns;swasta) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Kualitas idup baik tiga jenis kerjaan pns2abri2polri +wasta 2tidak kerja 1otal 7 *> 3: kurang baik 3 #3 ## F >* '$$ 1otal

1abel *#( <asil uji c i sMuare test ubungan dua jenis pekerjaan (pns;swasta) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta dan kualitas idupnya 4symp( +ig( (*2 sided) ($)# ('## ($F# ('') 3(''# ' '$$ ($)F ($F# ,Jact +ig( (*2sided) ,Jact +ig( ('2sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases

d-

3(':F(b) ' '(>'F ' *(>7' '

Dari asil uji c i sMuare sebagaimana tampak pada tabel *# diketa ui ba wa terdapat ubungan bermakana antara jenis pekerjaan =0+ (sipil2militer) pada penderita gagal ginjal terminal yang menjalani emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya dengan kualitas idup mereka (r itungDrtabel; pD$.'$)( 9ntuk mengeta ui kekuatan ubungan antara jenis pekerjaan dengan kualitas idup penderita GGK1 di "+9 =K9 Cogyakarta dilakukan uji 5antel a3el ods ratio test sebagaimana asilnya tampak pada tabel *)(

35

1abel *)( <asil uji mantel a3el ods ratio test ubungan dua jenis pekerjaan (pns;swasta) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta

,stimate ln(,stimate) +td( ,rror o- ln(,stimate) 4symp( +ig( (*2sided) 4symp( >7H /on-idence Interval /ommon Odds "atio %ower 8ound

3(#*' '(*F) ()#: ($>* (F'$ 9pper 8ound ln(/ommon Odds "atio) %ower 8ound 9pper 8ound '#('F7 2(*'' *()F:

1 e 5antel2<aens3el common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under t e common odds ratio o- '($$$ assumption( +o is t e natural log o- t e estimate(

Dari asil uji mantel a3el ods ratio test diketa ui ba wa kekuatan ubungan jenis pekerjaan =0+ dengan kualitas idup baik adala 3.# J jika dibandingkan dengan ubungan jenis pekerjaan swasta (""P3.#; /IP$.F' 6 '#.'>; pP$.>*)( +e ingga dari asil ini dapat diambil kesimpulan ba wa penderita GGK1 di "+9 =K9 dengan jenis pekerjaan =0+ risiko memiliki kualitas idup baik adala tiga kali dari penderita GGK1 swasta(

/. K!ndisi Keluarga dan kualitas hidu' Gambaran kondisi keluarga terkait dengan -ungsinya sebagai pendukung terapi penderita gagal ginjal terminal yang menjalani emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta tampak pada table 37. 3#. 3). 3F. 3> dan :$( Dari table 37 diketa ui ba wa terdapat 3 keluarga dari '$$ keluarga yang memiliki skor -ungsi psikologis keluarga kurang se at apabila menggunakan cut o- point APGARP # (skor APGARD#)( Dari table 3#. diketa ui ba wa terdapat # keluarga dari '$$ keluarga yang memiliki skor -ungsi psikologis keluarga kurang bila menggunakan cut o- point skor APGAR P ) (skor APGARD))( Dari table 3)

36

diketa ui ba wa terdapat ': keluarga '$$ keluarga yang memiliki skor -ungsi psikologis keluarga kurang apabila nilai cut o- point skor APGAR P F (skor APGAR DF)(

1able 37( 1abulasi silang dua kriteria kualitas keluarga (skor APGAR keluargaD#; skor APGAR keluargaE#) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Kualitas idup baik apgar ($2# P kurang se at) se at kurang se at 1otal 33 ' 3: kurang baik #: * ## >) 3 '$$ 1otal

1abel 3#( <asil uji c i sMuare test ubungan dua kriteria kualitas keluarga (skor APGAR keluargaD#; skor APGAR keluargaE#) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) ' ' ' (>F$ '($$$ (>F$ '($$$ ($$' '$$ ' (>F$ ()3: ,Jact +ig( (*2 sided) ,Jact +ig( ('2 sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases a /omputed only -or a *J* table ($$'(b) ($$$ ($$'

d-

b * cells (7$($H) ave eJpected count less t an 7( 1 e minimum eJpected count is '($*(

37

Dari asil penelitian ini terli at ba wa semakin tinggi nilai cut o-- point skor APGAR untuk menentukan baik tidaknya -ungsi psikologis keluarga maka semakin banyak keluarga yang memiliki status -ungsi psikologis kurang( 1abel 3)( 1abulasi silang kualitas keluarga (skor APGAR E); skor APGAR keluarga D)) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Muality o- live baik apgar ($2) P kurang se at) se at kurang se at 1otal 33 ' 3: kurang baik #' 7 ## >: # '$$ 1otal

1abel 3F( <asil uji c i sMuare test ubungan kualitas keluarga (skor APGAR E); skor APGAR keluarga D)) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) (377 (#3' (3*F (##' (F:# '$$ ' (37F (33' ,Jact +ig( (*2 sided) ,Jact +ig( ('2 sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases (F77(b) (*3$ (>7)

d' ' '

Dengan meningkatkan cut o-- point skor APGAR keluarga se at menjadi lebi dari F skor APGAR keluarga maka didapatkan 'F keluarga yang memiliki kualitas keluarga kurang se at sebagaimana tampak pada table 3>( 1abulasi silang antara kualitas keluarga (se atEF skor APGAR keluarga; kurang se atDFskor APGAR keluarga) dapat diketa ui ba wa tampak ada ubungan yang lema antara kualitas keluarga dengan kualitas idup penderita GGK1 di "+9 =K9

38

5u ammadiya Cogyakarta( <asil uji c i sMuare kualitas keluarga (EF skor APGAR kelaurga; DF skor APGAR keluarga) dengan kualitas idup penderita GGK1 tampak pada table :$. dimana kualitas keluarga memiliki ubungan yang lema dengan kualitas idup penderita GGK1 (r itungDrtabel; pE'$)( <asil uji mantel aens3el ods ratio test untuk menilai kekuatan ubungan kualitas keluarga se at dengan kualitas idup baik penderita GGK1 di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta tampak pada table :'( 1abel 3>( 1abulasi silang kualitas keluarga (skor APGAR EF; skor APGAR keluargaDF) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta Kualitas idup baik apgar ($2F P kurang se at) +e at kurang se at 1otal 3$ : 3: kurang baik 7* ': ## F* 'F '$$ 1otal

1abel :$( <asil uji c i sMuare test ubungan kualitas keluarga (skor APGAR EF; skor APGAR keluargaDF) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta 4symp( +ig( (*2 sided) ' ' ' (*:: (3)3 (*3' (*F7 '(3:3 '$$ ' (*:# ('FF ,Jact +ig( (*2sided) ,Jact +ig( ('2 sided)

Ralue =earson / i2+Muare /ontinuity /orrection(a) %ikeli ood "atio !is erSs ,Jact 1est %inear2by2%inear 4ssociation 0 o- Ralid /ases '(37)(b) ()>* '(:3)

d-

39

a /omputed only -or a *J* table b $ cells (($H) ave eJpected count less t an 7( 1 e minimum eJpected count is #('*(

1abel :'( <asil uji mantel aens3el ods ratio test ubungan kualitas keluarga (skor APGAR EF; skor APGAR keluargaDF) dengan kualitas idup penderita gagal ginjal terminal yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta ,stimate ln(,stimate) +td( ,rror o- ln(,stimate) 4symp( +ig( (*2sided) 4symp( >7H /ommon Odds /on-idence Interval "atio %ower 8ound 9pper 8ound ln(/ommon Odds "atio) %ower 8ound 9pper 8ound 1 e 5antel2<aens3el common odds ratio estimate is asymptotically normally distributed under t e common odds ratio o- '($$$ assumption( +o is t e natural log o- t e estimate( *($'> ()$3 (#'* (*7' (#$> #(#>7 2(:># '(>$'

Dari tabel :' dapat diketa ui ba wa kekuatan ubungan antara kualitas keluarga se at (EFskor APGAR keluarga) dengan kualitas idup baik adala *J lebi besar dari ubungan keluarga kurang se at dengan kualitas idup baik pada penderita GGK1 dengan kualitas keluarga kurang se at dengan signi-ikansi lema (""P*; /IP$.#$> 6 #.)$;pP$.*7)( Dalam ungkapan lain berarti ba wa ada ubungan yang tidak signi-ikan antara kualitas keluarga dengan kualitas idup penderita GGK1 di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta(

40

B.

Pem0ahasan "a arjo ('>>#) mengatakan ba wa penderita gagal ginjal kronik yang menjadi gagal ginjal terminal terus meningkat dan diperkirakan pertumbu annya sekitar '$H setiap ta unnya( Di 4merika saat ini terdapat lebi dari :$$($$$ lebi jumla pasien gagal ginjal ta ap ak ir. dengan bantuan biaya dialisis dari pemerinta yang lebi dari T '7 miliar per ta un (Ao ns <opkins 8loomberg2%99($. Di 1aiwan penduduk berusia #7 ta un atau lebi mencapai E )H dari total penduduk (?orld <ealt Organi3ation de-inisi dari suatu negara penuaan) pada ta un '>>3. mencapai >.$'H pada ta un *$$*. dan meningkat pada tingkat $.*H per ta un( =eningkatan penduduk lansia ini ternyata berkontribusi pada tingginya insiden dan prevalensi GGK1 dalam kelompok umur #72)7 ta un dan )# ta un dan lebi tua (<wang et al(. *$$F)( 1ingkat insidensi gagal ginjal kronik di Indonesia ak ir2ak ir ini cenderung meningkat( Kasus ini terjadi antara lain akibat peruba an pola idup. pola penyakit. serta makin terkendalinya penyakit in-eksi yang ber ubungan dengan gi3i( 4ngka kejadian gagal ginjal kronik sulit ditentukan secara pasti( 5asi diperkirakan angka terjadinya gagal ginjal terminal di Indonesia sebesar *$$ 6 *7$ orang tiap ' juta penduduk perta un (8akri. *$$7)( +edangkan angka kejadian di 4merika terus meningkat sesuai dengan laporan ta unan pada 9+ "enal Data +ystem( 1a un *$$$ prevalensi gagal ginjal kronik di 4merika sebesar '(3'' tiap sejuta penduduk dengan jumla penderita sebesar *$ juta dan diperkirakan pada ta un *$*7 akan mencapai dua kalinya (Go et al(. *$$:; +tevens et al(. *$$#)( Keadaan pasien yang bergantung pada mesin dialisa seumur idupnya mengakibatkan peruba an pada pola idupnya( 5enurut +ara-ino ('>>F) menyatakan ba wa peruba an dalam ke idupan merupakan sala satu pemicu terjadinya stres. dan keadaan stres ini sendiri dapat mengakibatkan peruba an. baik -isiologis maupun psikologis yang dapat mengakibatkan berkembangnya suatu penyakit( 8eberapa penelitian menunjukkan ba wa individu yang memiliki interaksi yang dekat dengan teman atau kerabat lebi dapat meng indari penyakit. sedangkan untuk mereka yang sedang dalam masa penyembu an akan sembu lebi cepat apabila mereka memiliki keluarga yang menolong mereka (8aron @ 8yrne. '>>:; + eridan @ "admac er. '>>*)( Interaksi yang dekat. peng iburan. per atian. dan pertolongan yang diberikan kepada seseorang disebut juga dengan dukungan sosial( =ada keadaan ini. peran keluarga sangat diperlukan karena keluarga merupakan kerabat terdekat( Keluarga dalam masala kese atan memiliki 3 peran yaitu dapat sebagai motivator. edukator. dan -asilitator( =eran keluarga dalam mengenal masala kese atan yaitu mampu mengambil keputusan dalam kese atan. Ikut merawat anggota keluarga yang sakit. memodi-ikasi lingkungan.

41

dan meman-aatkan -asilitas kese atan yang ada sangatla penting dalam mengatasi kecemasan klien((!riedman. *$$3 B ':#)( +edangkan dari sudut pandang sosiologis. -ungsi keluarga itu dapat diklasi-ikasikan ke dalam -ungsi2 -ungsi biologis. ekonomis. edukasi. sosialisasi. proteksi. rekreasi. dan religius (5(I( +oelaeman. '>)F; +udardja 4diwikarta. '>FF; dan 5elly +(+( "i-ai. dalam Aalaluddin "a mat dan 5u tar G(. '>>:)( Gangguan -ungsi ginjal dan perawatannya serta penyesuaian diri ter adap kondisi sakit menyebabkan pasien emodialisa mengalami stres( +tres ini menyebabkan kualitas kese atan pasien tersebut menurun. se ingga menamba beban stres yang tela ada sebelumnya( Dukungan sosial yang tepat dapat membantu dalam meng adapi al2 al yang menimbulkan stres. sementara dukungan yang tidak tepat mala dapat menimbulkan stres baru pada pasien dan terakumulasi dalam stres yang sedang dialami pasien tersebut se ingga akan memperburuk keadaan( =ada penelitian ini diketa ui ba wa lebi dari 7$H naracoba berasal dari Kota Cogyakarta dan +leman. diikuti naracoba dari Kab( 8antul dan berikutnya ?onosari dan Kulon progo( +ebagian besar responden adala laki2laki (#: v(s( 3#). berusia :' ta un ke atas ()'H v(s( *>H). berpendidikan +54 ke atas (#)H v(s( 33H) dan bukan perokok (''H v(s( F>H)( +ebagian besar (#:H) dari naracoba memiliki status kualitas idup renda dan kebanyakan dari golongan bukan pegawai negeri dengan peng asilan yang relati- lebi renda dan biasanya tanpa jamianan dana pensiun dan asuransi( <asil penelitian tidak berbeda dengan asil2 asil penelitian lainnya (<alan et al(. *$$#)( <asil penelitian epidemiologi penderita GGK1 di 0orwegia ole <alan et al( (*$$#) tampak pada tabel 7*(

42

Ta0le ,%. Gambaran karakteristik demogra-i penderita GGK1 di 0orwegia ('>>7 to '>>)) (<alan et al(. *$$#)( 4merika 0orwegia ? ite 8lack 1otal 8erpeng asilan renda 2kurang (H) 1anpa asuransi (H) 9sia arapan idup (yr) 9mur (yr; H o- total population)a.b *$ to 7: 77 to ): )7 :F(7 'F(' )(' 7$(# '#() 7(> :>(' '$(F 3($ 7$(# ':(F 7($ 7(> $ )F(' ''(* ':(* )#(7 *F(: *'($ #>(# '3() '7(: )7(F

0amun pada asil penelitian menunjukkan ba wa -aktor keluarga ber ubungan kurang signi-ikan dengan kualitas idup penderita GGK1 di "+9 =K9 5u amadiya ( <asil penelitian berbeda dengan asil penelitian sebelumnya yang menunjukkan ba wa ada ubungan antara dukungan psikososial keluarga dengan kualitas idup penderita (Gan et al(. *$$:)( =engaru dukungan psikososial keluarga ter adap kualitas idup penderita GGK1 terbukti dari penelitian yang dilakukan ole + idler at al( ('>>F)( =ada penelitian + idler ini dibuktikan ba wa penderita gangguan -ungsi ginjal ta ap awal mengalami stres psikis yang lebi besar jika dibandingkan dengan penderita GGK1( Keberadaan dukungan psikososial keluarga pada penderita gangguan -ungsi ginjal ta ap awal ini akan membantu mengurangi penurunan kualitas idup penderita( 1erdapat ubungan timbal balik antara status kese atan keluarga dengan status kese atan atau kualitas idup anggauta keluarga ("ound and Israel. '>F7)( <ubungan keluarga dengan kualitas kese atan yang pertama adala adanya penyakit keturunan yaitu adanya interaksi antara -aktor genetik dan -aktor lingkungan. yang kedua perkembangan bayi dan anak yaitu jika dibesarakan dalam lingkungan keluarga dengan -ungsi2-ungsi yang sakit. akan mengganggu perkembangan -isik dan perilaku( =engaru yang ketiga adala penyebaran penyakit misalnya penyakit in-eksi. yang keempat adala pola penyakit dan kematian yaitu perceraian mempengaru i angka kesakitan dan kematian dan pengaru yang terak ir adala proses penyembu an penyakit dan kualitas idup

43

pasien dimana penyembu an penyakit kronis pada keluarga dengan kondisi -ungsi keluarga yang se at lebi baik jika dibandingkan pada keluarga dengan kondisi -ungsi keluarga yang sakit( +edangkan kese atanpun dapat berpengaru ter adap keluarga misalnya jika kese atan kepala keluarga sebagai pencari na-ka terganggu akan mengganggu -ungsi ekonomi dan -ungsi pemenu an kebutu an -isik keluarga. in-ertilitas membentuk keluarga inti tanpa anak dan mengalami siklus ke idupan keluarga yang tidak lengkap (Ide and Grager. *$$')( =ada kasus perawatan penderita gangguan -ungsi jantung. =aavilanen et al( (*$$7) menunjukkan pentingnya dukungan psikososial keluarga ter adap perawatan penderita gangguan jantung( Keluarga yang se at yang dibuktikan dengan kondisi dukungan psikososial yang bagus akan menigkatkan keber asilan terapi dan meningkatkan kualitas idup penderita jika dibandingkan dengan keluarga yang tidak siap dengan kesakitan dari sala satu anggautanya( +mucker et al( ('>>7) pada penelitain sebelumnya menunjukkan adanya ubungan antara skor apgar keluarga (dukungan psikososial) ter adap keber asilan terapi dan risiko untuk mendapatkan anak yang mengalami gangguan perilaku makan. dimana keluarga dengan skor apgar keluarga yang renda memiliki risiko *J lebi besar untuk memiliki anak dengan gangguan -ungsi makan jika dibandingkan dengan keluarga yang memiliki skor apgar keluarga tinggi( =eran keluarga dalam mendukung terapi untuk peningkatan kualitas idup pasien dinilai denganAPGAR Keluarga( 4pgar keluarga merupakan sala satu cara yang digunakan untuk mengukur se at tidaknya keluarga dalam memberikan dukungan psikososial yang dikembangkan ole "osen.Geyman dan %eyton dengan menilai 7 -ungsi pokok keluarga yaitu (')( 4daptasi ( adaption). dinilai tingkat kepuasan anggota keluarga dalam menerima bantuan yang diperlukannya dan anggota keluarga lainnnya( (*)( Kemitraan (partnership). dinilai tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap berkomunkasi. kebersamaan dalam mengambil keputusan dan atau menyelesaikan suatu masala yang sedang di adapi dengan anggota keluarga lainya( (3)( =ertumbu an ( growth). dinilai tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap kebebasan yang diberikan keluarga dalam mematangkan pertumbu an dan atau kedewasaan setiap anggota keluarga( (:)( Kasi sayang (affection). dinilai tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap kasi sayang serta interaksi emosional yang berlangsung dalam keluarga( (7)( Kebersamaan (Resolve). dinilai tingkat kepuasan anggota keluarga ter adap kebersamaan dalam membagi waktu. kekayaan dan ruang antara anggota keluarga ("ound and Israel. '>F7)( Dari asil penelitian ini diketa ui ba wa penderita gagal ginjal kronik terminal yang menjalani emodialisis di "+9 =K9 mu ammadiya Cogyakarta sebagian besar (#:H) memiliki kualitas idup renda (skorD#$). <al ini sesuai dengan asil2 asil penelitian sebelumnya (Cang et al(. *$$7)( <wang et al( (*$$F) menunjukkan ubungan antara lamanya dialisis dengan kualitas idup sebagaimana tampak pada gambar )(

44

am0ar /. <asil analisis /OU regresi ubungan antara estimasi G!" dengan probabilitas kemampuan idup (<wang et al(. *$$F)(

<emodialisis merupakan sala satu determinan kuaitas idup dimana emodialisis menurunkan kualitas idup seseorang (Cang et al(. *$$7)( Kualitas idup adala persepsi seseorang tentang posisinya dalam idup dalam kaitannya dengan budaya dan sistem tata nilai di mana ia tinggal dalam ungannya dengan tujuan. arapan. standar. dan al2 al menarik lainnya( ?<O mende-inisikan kualitas idup sebagai Lthe individuals perception of their life status concerning the context of culture and value system inwhich they live and their goals, expectations, standards,and concernsN( (0elson @ %ot-y. '>>>)( =enderita GGK1 yang menjalani emodialisis sering diikuti dengan penurunan kualitas idup (+cot et al(. *$$))( +ejalan dengan asil penelitian sistematik review ole 1onelli et al( (*$$#). penelitian <wang et al( (*$$F) juga menunjukkan ba wa penderita GGK1 memiliki risiko kematian yang lebi tinggi jika dibandingkan bukan penderita GGK1(<wang et al(. *$$F) sebagaimana tampak pada gambar F(

45

am0ar :( <asil analisis a3ard rasio estimasi G!" dan tingkat kemungkinan untuk mengalami kematian ole berbagai sebab (<wang et al(. *$$F)

Dari penelitian sebelumnya diketa ui beberapa -aktor yang merupakan determinan kualitas idup penderita GGK1( Dari penelitian sebelumnya tela diketa ui -actor2-aktor yang ber ubungan dengan kualitas idup pasien antara lain adanya (')( rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang diakibatkan dari sakit gagal ginjal yang diderita atau tindakan atau prosedur pengobatan terkait sakit yang diderita. (*)( gangguan tidur. (3)( depresi. (:)( ketidaknyamanan karena penyakit penyerta. (7)( kualitas pelayanan dan perawatan. (#)( penyakit penyerta. ())( status sosial ekonomi dan (F)( dukungan keluarga (/o en et al(. *$$). +cot et al(. *$$); 5urtag et al(. *$$); Cang et al(. *$$7B Davidson. *$$7; Aoan et al(. *$$:()(

46

=asien gagal ginjal kronik juga rentan ter adap kematian. pasien yang terdiagnosis penyakit gagal ginjal kronik dengan atau tanpa diabetes memiliki kemungkinan mengalami kematian 7 sampai '$ kali lebi besar jika dibandingkan penderita penyakit kardiovaskuler (Go et al.. *$$:)( 1ingkat kematian penderita GGK1 pada ta un pertama mencapai *$H dan meningkat menjadi #$H pada ta un kelima sakit( Disamping menurunnya glomerula filtration rate (G!"). -aktor in-eksi akut dan komorbid serta gaya idup tak se at merupakan -aktor2-aktor yang sangat berperanan dalam peningkatan morbiditas dan mortalitas penderita GGK1 dengan emodialisis( In-eksi akut ole virus. bakteri maupun jamur sering dialami ole penderita GGK1 dengan dialisis (Dalrymple and Go. *$$F)( Dari asil analisis regresi linier beberapa variable yang diuji pada penelitain ini diketa ui ba wa ada * -aktor risiko yang menentukan kualitas idup responden. yaitu tempat tinggal dan status pendidikan( <asil penelitian ini tidak menunjukkan ba wa -aktor umur. jenis pekerjaan. jenis kelamin dan kebiasaan merokok merupakan penentu kualitas idup penderita GGK1 yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta sebagaimana ditunjukkan ole peneliti sebelumnya (<wang et al(. *$$F; Ort and <alen. *$$); Ort . *$$$)( <asil penelitian juga berbeda dengan penelitian sebelumnya yang membuktikan ba wa ada ubungan antara -ungsi keluarga dan kualitas pelayanan ter adap kualitas idup penderita( 4lamat atau tempat tinggal penderita merupakan sala satu determinan kualitas idup penderita GGK1 yang melakukan emodialisis di "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta( <al ini kemungkinan ber ubungan dengan jarak tempu dan waktu perjalanan serta kenyamanan dalam transportasi( =enderita GGK1 minimal melakukan 'J emodialisis dalam seminggu. itu artinya minimal dalam satu minggu seorang penderita GGK1 arus melakukan perjalanan dari ruma menuju "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta. bole jadi kondisi dan situasi perjalanan merupakan stressor yang cukup berpengaru ter adap kualitas kese atannya( =enelitian ole 5oist et al( (*$$F) pada penderita GGK1 di 4merika menunjukkan -enomena yang sama. ba wa penderita GGK1 yang membutu kan waktu perjalanan yang lebi lama memiliki tingkat kualitas idup yang lebi renda ( ?aktu perjalanan ber ubungan dengan kenaikan risiko kematian dan penurunan kualitas idup penderita GGK1 yang menjalani program dialysis (5oist et al(. *$$F)( Disamping -aktor jarak tempu atau alamat tempat tinggal. dari penelitian ini juga menunjukkan ba wa sala satu determinan kualitas idup penderita GGK1 "+9 =K9 5u amadiya Cogyakarta adala tingkat pendidikan( =enderita GGK1 yang memiliki pendidikan lebi tinggi dari +59 memiliki kualitas idup yang lebi baik jika dibandingkan penderita GGK1 yang berpendidikan maksimal +59( <asil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (?esolowski et al(. *$$:)(8eberapa -aktor demogra-i yang berepngaru ter adap kualitas idup

47

penderita GGK1 antara lain umur. jenis pekerjaan. status marital. jenis kelamin dan latar belakang pendidikan (Cang et al(. *$$F; ?esolowski et al(. *$$:)(

48

BAB 3 KE#IMP8LA7

'( *(

+ala satu -aktor yang mempengaru i kualitas adala peran keluarga(

idup seseorang

1es APGAR keluarga dilakukan untuk mengukur -ungsi keluarga dimana nantinya akan dapat diketa ui keluarga yang se at dan keluarga yang tidak se at( 1erdapat ubungan yang tidak signi-ikan antara kualitas keluarga dengan kualitas idup penderita Gagal Ginjal Kronik 1erminal di "+9 =K9 5u ammadiya Cogyakarta( +elain -aktor kurangnya jumla responden. ketidak signi-ikannya asil kemugkinan dari -aktor ketidak jujuran dari pasien dalam menjawab pertanyaan quesionare APGAR yang di ajukan(

3(

:(

49

DA5TAR P8#TAKA
8akri. +(. *$$7( Deteksi dini dan upaya2upaya pencega an progresi-itas penyaki gagal ginjal kronik. Aurnal 5edika 0usantara. *#(3)B3#23>

8aron. "(4 @ 8yrne. D('>>:( +ocial =syc ology B 9nderstanding <uman Interaction )t ed()( 8oston B 4llyn and 8acon / ao. A(. Iy3anski. +(. @ !locke. +( ('>>F)( / oosing a -amily level indicator o-amily -unction( !amilies. +ystems and <ealt . '#. 3#)23)3( /o en. +D(. =atel. ++(. K etpal. =( =eterson. "4(. Kimmel. =%(. *$$)( =ain. sleep disturbance. and Muality o- li-e in patients wit c ronic kidney disease. /lin A 4m +oc nep rol *B >'>2>*7

Go. 4(+(. / ertow. G(5(. !an. D(. <su. /(C(. *$$:( / ronic kidney disease and t e risk o- deat . cardiovascular events and ospitali3ation. 0,A5. 37'B'*>#23$7

Kuo. <(?(. 1sai. +(+(. 1iao. 5(5(. Cang. /(C(. *$$)( ,pidemiological -eatures o/KD in 1aiwan. 4m A Kidney Dis. :>B:#277

%emes ow. +(. <osmer. Ar( D(?(. Klar. A(. Iwanga. +(K(. '>>)( 8esar sampel dalam penelitian kese atan( 1erjema an(/etakan pertama( AogjakartaBGadja 5ada 9niversity =ress

%evey. 4(+(. /ores . A(. 8alk. ,(. Kaust3. 4(1(. %evin. 4(. *$$3( 0ational Kidney !oundation practice guidelines -or c ronic kidney diseaseB evaluasi. klasi-ikasi and strati-ication; 4nn Intern 5ed; '3>B'3) 6 ':)

5engel. 5( ('>F))( 1 e use o- t e -amily 4=G4" in screening -or -amily dys-unction in a -amily practice center( Aournal o- !amily =ractice. *:.3>:23>F(

50

"emu33i. G(. 8ertani. 1( '>>F( =at op ysiology o- =rogressive 0ep ropat ies( 0,A5; 7>B'::F2':7#( +c oolwert . 4(/(. ,ngelgau. 5(5(. <ostetter. 1(<(. "u-o. K(<(. 5c/lelan. ?(5(. *$$#( / ronic kidney disease a publik ealt problem t at needs a public ealt action plan. =revention / ronic Disease. 3(*)B'27 +milkstein. G( ('>)F)( 1 e !amily 4=G4"B 4 proposal -or -amily -unction test and its use by p ysicians( Aournal o- !amily =ractice. #(#). '*3'2 '*3>( +milkstein. G(. 4s wort . /(. @ 5ontano. D( ('>F*)( Ralidity and reliability ot e !amily 4=G4" as a test o- -amily -unction( Aournal o- !amily =ractice. '7. 3$323''(