Anda di halaman 1dari 9

JASAD HIDUP

Kelompok 8 1. Nurlita Sari 131710101014 2. Faranita Lutfia N. 131710101029 3. Moh. Afton Nadir 131710101111 NIM.

NIM.
NIM.

Definisi Jasad Hidup


Sekelompok jasad yang pada kondisi tertentu akan menunjukan tanda-tanda atau gejala kehidupan seperti tumbuh dan berkembang, bereproduksi atau memperbanyak diri, peka terhadap rangsangan, berinteraksi antar jasad, dan melakukan metabolism. Akan tetapi tidak semua ciri kehidupan itu tidak selamanya berlaku secara mutlak. Sebagai contoh virus, beberapa ciri kehidupan itu tidak berlaku untuk virus, tetapi virus dimasukan dalam kelompok jasad hidup. Jasad hidup yang ukurannya kecil sering disebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik.

Sifat-sifat Jasad Hidup


Karakteristik jasad hidup: 1. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang 2. Kemampuan reproduksi atau memperbanyak diri 3. Kemampuan melakukan proses metabolisme 4. Kepekaan terhadap rangsangan 5. Kemampuan untuk melakukan interaksi atau komunikasi antarjasad hidup. 6. Jasad hidup memiliki sifat kompleks. 7. Jasad hidup mampu bergerak 8. Ekskresi 9. Adaptasi

Klasifikasi Jasad Hidup berdasarkan Penyusunnya


1. Jasad Hidup Selular Jasad hidup selular tersusun atas satuan (unit) yang berupa sel. Sel mempunyai komponenkomponen subselular dan organel yang terorganisasi dalam satu kesatuan yang padu. Beberapa contoh jasad hidup selular adalah bakteri, jamur, tumbuhan, hewan dan manusia.

2. Jasad Hidup non Seluler Jasad hidup non seluler adalah jasad hidup yang satuan dasar penyusunnya bukan sel, misalnya virus yang satuan dasarnya adalah virion.

Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau submikroskopik. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa menggunakan jasad hidup lain.

Klasifikasi Jasad Hidup Menurut Haeckel


Berdasarkan perbedaan organisasi selnya, Haeckel membedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia), dengan protista. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plantae dan animalia. Protista terdiri dari algae atau ganggang, protozoa, jamur atau fungi, dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler, sonositik, atau multiseluler tanpa iferensiasi jaringan.

Klasifikasi Jasad Hidup Berdasarkan Perkembangan Selnya


Setelah ditemukan mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu: 1. Prokariota (jasad prokariotik/ primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna. 2. Eukariota (jasad eukariotik), yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.

Klasifikasi Jasad Hidup menurut Whittaker Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingkat perkembangan, yaitu: 1. Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (Divisio Monera). 2. Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal, khamir dan protozoa (Divisio Protista), dan 3. Jasad eukariotik multiseluler dan multinukleat yaitu Divisio Fungi, Divisio Plantae, dan Divisio Animalia.

Klasifikasi Jasad Hidup menurut Woese Sedangkan Woese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul yang terdapat di dalam sel. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria, Eukaryota (Protozoa, Fungi, Tumbuhan dan Binatang), dan Eubacteria.