Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya sebab kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya di dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Peranan rongga mulut sangat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Secara umum, seseorang dikatakan sehat bukan hanya tubuhnya yang sehat melainkan juga sehat rongga mulut dan giginya. Oleh kerena itu, kesehatan gigi dan mulut sangat berperan dalam menunjang kesehatan tubuh seseorang (Gultom, 2009).

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, menunjukkan prevalensi pengalaman karies gigi masyarakat Indonesia termasuk anak-anak adalah 72,1%, Prevalensi karies aktif 46,5% dengan indeks rata-rata DMF-T masih tinggi yaitu 4,8. Indeks DMF-T masyarakat provinsi NAD juga masih pada kategori sedang, yaitu 4,3. Berbagai indikator dan target telah ditentukan WHO, antara lain anak umur 5 tahun 90% bebas karies, anak umur 12 tahun mempunyai tingkat keparahan kerusakan gigi (indeks DMF-T) sebesar 1 (satu) gigi; penduduk umur 18 tahun bebas gigi yang dicabut (komponen M = 0); penduduk umur 35-44 tahun memiliki minimal 20 gigi berfungsi sebesar 90%,dan penduduk umur 35-44 tanpa gigi (edentulous ) 2%; penduduk umur 65 tahun ke atas masih mempunyai gigi berfungsi sebesar 75% dan penduduk tanpa gigi 5%. Hasil Karakteristik survei kesehatan, Prevalensi karies gigi pada balita usia 35 tahun sebesar 81,7%. Prevalensi tertinggi terdapat pada balita perempuan (58,2%) dan balita berusia 4 tahun (59,7%). Prevalensi karies gigi menurut kelompok usianya,

usia 3 tahun (60%), usia 4 tahun (85%), dan usia 5 tahun (86,4%) (Suryawati,dkk, 2009). Rampan karies adalah istilah yang di gunakan untuk mengambarkan suatu keadaan sebahagian besar atau semua gigi susu yang mengalami kerusakan (karies) secara luas dan berkembang dengan cepat. Walaupun karies ini erat kaitannya dengan pemberian susu/cairan manis lainnya dengan menggunakan botol secara

berkepanjangan (mahafudo, 2008), pada umumnya susu botol diberikan pada balita sepanjang hari sejak anak bermain sampai tidur, efek dan tindakan ini adalah bila di gigi anak sudah bererupsi pada bulan ke -6 sehingga insiden rampan karies ini bias sangat tinggi terjadi pad anak. (Afnilina, 2006). Pembentukan tingkah laku pada pasien anak bertujuan untuk

memodifikasitingkah laku pasien ke arah yang ideal melalui suatu seri langkahlangkah pada jalur menuju tingkah laku yang diinginkan, dan kemudian maju langkah demilangkah ke tujuannya. Tingkah laku yang ideal ditunjukkan oleh pasien yangemnjaga kebersihan mulutnya dengan sangat baik, melatih pengaturan diet dansantai serta kooperatif selama perawatan gigi (Andlaw & Rock, 1992). Four Handed Dentistry merupakan perawatan gigi yang dilakukan dengan 4 tangan secara bersamaan, 2 tangan operator dan 2 tangan asisten. Dalam konsep Four Handed Dentistry dikenal konsep pembagian zona kerja di sekitar Dental Unit yang disebut Clock Concept (Finkbeiner, 2010). Demikianlah karena pentingnya hal ini, maka perlulah dipahami dengan sebaik-baiknya tentang rampan karies serta psikologi dan kebutuhan anak dalam perawatan yang berkaitan dengan studi kedokteran gigi. Kepentingan dalam

epidemiologi paling tidak untuk mengenal ada atau tidaknya suatu penyakit di masyarakat sedemikian rupa sehingga ketika dilakukan pengukuran tidak ada yang sampai luput atau tercampur dengan penyakit lainnya yang berbeda.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan rampan karies dan bagai mana rencana perawatannya ? 2. Bagaimanakah teknik 4-handed dentistry? 3. Bagaimana metode deteksi dini karies? 4. Bagaimana behavior management, control of pain, dan relief of pain pada pasien anak-anak? 1.3 Tujuan Dalam penulisan makalah kelompok kami mempunyai tujuan untuk menambah pengetahuan tentang 4-handed dentistry dan behavior management dalam kasus rampan karies khususnya bagi mahasiswa kedokteran gigi. Serta untuk menambah wawasan dalam ilmu pediatric dentistry yang diperlukan dalam pembelajaran di kedokteran gigi. 1.4 Hipotesa Dalam menangani pasien anak diperlukan manajemen anak dan teknik four handed dentistry agar dapat melakukan perawatan secara maksimal