Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN Skizofrenia merupakan suatu sindroma klinis dari berbagai

keadaan psikopatologis yang sangat mengganggu yang melibatkan proses pikir, emosi, persepsi dan tingkah laku. Skizofrenia merupakan golongan psikosa yang ditandai dengan tidak adanya pemahaman diri (insight) dan ketidakmampuan menilai realitas ( RTA).1 Skizofrenia dapat ditemukan pada semua kelompok masyarakat dan di berbagai daerah. Insiden dan tingkat pre alensi sepan!ang hidup se"ara kasar hampir sama di seluruh dunia. #angguan ini mengenai hampir 1$ populasi de%asa dan biasanya onsetnya pada usia rema!a akhir atau a%al masa de%asa. &ada laki'laki biasanya gangguan ini mulai pada usia lebih muda yaitu 1(')( tahun sedangkan pada perempuan lebih lambat yaitu sekitar )('*( tahun. Insiden skizofrenia lebih tinggi pada laki'laki daripada perempuan dan lebih besar di daerah perkotaan dibandingkan daerah pedesaan.1 &asien skizofrenia beresiko meningkatkan risiko penyalahgunaan zat, terutama ketergantungan nikotin. +ampir ,-$ pasien mengalami ketergantungan nikotin. &asien skizofrenia !uga berisiko untuk bunuh diri dan perilaku menyerang. .unuh diri merupakan penyebab kematian pasien skizofrenia yang terbanyak, hampir 1-$ dari pasien skizofrenia yang melakukan bunuh diri.) Terdapat lima subtipe skizofrenia, yaitu skizofrenia paranoid, disorganized s"hizophrenia, "atatoni" s"hizophrenia, undifferentiated s"hizophrenia, dan residual s"hizophrenia.1 Skizofrenia paranoid ter!adi karena melemahnya neurologis dan kognitif tetapi indi idu tersebut mempunyai prognosis yang baik. Skizofrenia paranoid adalah tipe yang paling sering ter!adi. #e!ala'ge!ala yang men"olok ialah %aham primer, disertai dengan %aham sekunder dan halusinasi. &asien skizofrenia datang ke rumah sakit karena adanya ge!ala %aham, halusinasi dan ge!ala'ge!ala yangtidak bisa ditoleransi oleh masyarakat. +alusinasi dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. .eberapa penelitian menyebutkan bah%a ge!ala halusinasi yang palingsering adalah halusinasi pendengaran yaitu sebesar /-$.* Setelah

dilakukan pemeriksaan yang teliti ternyata didapatkan adanya gangguan proses berfikir,gangguan afek, emosi dan kemauan.* &enderita skizofrenia memerlukan penatalaksanaan se"ara integrasi, baik dari aspek psikofarmakologis, dan aspek psikososial. +al ini berkaitan dengan kondisi setiap penderita yang merupakan seseorang dengan sifat indi idual, memiliki keluarga dan sosial psikologis yang berbeda'beda, sehingga menimbulkan gangguan bersifat kompleks. 0leh sebab itu memerlukan penanganan dari beberapa modalitas terapi. &enggunaan obat antipsikotik atipikal telah mengalami peningkatan selama beberapa tahun belakangan ini untuk pengobatan skizofrenia. 1eputusan mengenai pilihan terapi bukan sa!a mempertimbangkan efikasi dan tolerabilitas terhadap beberapa antipsikotik yang tersedia, tetapi !uga ke"epatan onset. Aspek pengobatan yang terpenting dari suatu gangguan adalah pengurangan yang "epat pada ge!ala'ge!ala positif, negatif dan kognitif. Respons yang "epat terhadap pengobatan adalah penting dalam mengurangi penderitaan pasien dan keluarganya, serta biaya pengobatan. 2aktor psikologik dan sosial !uga berpengaruh dalam per!alanan penyakit ini. 3amun, seberapa besar dukungan dari keluarga maupun lingkungan sosial lainnya akan sangat mempengaruhi penyembuhan dan bahkan dapat men"egah kambuhnya skizofrenia. &enatalaksanaan yang diberikan se"ara komprehensif pada penderita skizofrenia menghasilkan perbaikan yang lebih optimal dibandingkan penatalaksanaan se"ara tunggal.4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Definisi Suatu obsesi adalah pikiran, perasaan, ide, atau sensasi yang mengganggu (intrusif). Suatu kompulsi adalah pikiran atau perilaku yang disadari, )

dibakukan, dan rekuren, seperti menghitung, memeriksa atau menghindari. 0bsesi meningkatkan ke"emasan seseorang, sedangkan melakukan kompulsi bmenurunkan ke"emasan seseorang. Tetapi, !ika seseorang memaksa untuk melakukuan kompulsi, ke"emasan meningkat. Seseorang dengan gangguan obsesif kompulsif biasanya menyadari irrasionalitas dari obsesi dan merasakan bah%a obsesi dan kompulsi sebagai ego'distonik. #angguan obsesif'kompulsif dapat merupakan gangguan yang menyebabkan ketidakberdayaan, karena obsesi dapat menghabiskan %aktu dan dapat mengganggu se"ara bermakna pada rutinitas normal seseorang, fungsi peker!aan, aktifitas sosial yang biasanya, atau hubungan dengan teman dan anggota keluarga.1 Etiologi a. 2aktor .iologis 3eurotransmiter. .anyak u!i "oba kinis yang telah dilakukan terhadap berbagai obat mendukung hipotesis bah%a suatu disregulasi serotonin adalah terlibat di dalam pembentukan ge!ala obsesi dan kompulsi dari gangguan. 5ata menun!ukkan bah%a obat serotonergik lebih efektif dibandingkan obat yang mempengaruhi sistem neurotransmiter lain. Tetapi apakah serotonin terlibat di dalam penyebab gangguan obsesif' kompulsif adalah tidak !elas pada saat ini. 1 &enelitian pen"itraan otak. .erbagai penelitian pen"itraan otak

fungsional, sebagai "ontoh &6T ( positron emission tomography), telah menemukan peningkatan aktifitas (sebagai "ontoh, metabolisme dan aliran darah) di lobus frontalis, ganglia basalis (khususnya kaudata), dan singulum pada pasien dengan gangguan obsesif kompulsif. .aik tomografi komputer (CT scan) dan pen"itraan resonansi magnetik (MRI) telah menemukan adanya penurunan ukuran kaudata se"ara biateral pada pasien dengan gangguan obsesif'kompulsif. .aik penelitian pen"itraan otak fungsional maupun struktural konsisten dengan pengamatan bah%a

prosedur neurologis yang melibatkan singulum kadang'kadang efektif dalam pengobatan pasien dengan gangguan obsesif'kompulsif. Suatu penelitian 7RI baru'baru ini melaporkan peningkatan %aktu relaksasi T 1 di korteks frontalis. 1 #enetika. &enelitian kesesuaiaan pada anak kembar untuk gangguan obsesif'kompulsif telah se"ara konsisten menemukan adanya angka kesesuaian yang lebih tinggi se"ara bermakna pada kembar monozigotik dibandingkan kembar dizigotik. &enelitian keluarga pada pasien gangguan obsesif kompulsif telah menemukan bah%a *( persen sanak saudara dera!at pertama pasien gangguan obsesif'kompulsif !uga menderita gangguan. 1 5ata biologis lainnya. &enelitian elektrofisiologis, penelitian

elektroensefalogram (66#) tidur, dan penelitian neuroendokrin telah menyumbang data yang menyatakan adanya kesamaan antara gangguan depresif dan gangguan obsesif'kompulsif. Suatu insidensi kelainan 66# nonspesifik yang lebih tinggi dari biasanya telah ditemukan pada pasien gangguan obsesif'kompulsif. &enelitian 66# tidur telah menemukan kelainan yang mirip dengan yang terlihat pada gangguan depresif, seperti penurunan latensi R67 (rapid eye movement). &enelitian neuroendokrin !uga telah menemukan beberapa kemiripan dengan gangguan depresif, seperti nonsupresi pada de8amethasone'supprssion test pada kira'kira sepertiga pasien dan penurunan sekresi hormon pertumbuhan pada infus "lonidine ("atapres). 1,( b. 2aktor &erilaku

7enurut ahli teori bela!ar, obsesi adalah stimuli yang dibiasakan. Stimulus yang relatif netral men!adi disertai dengan ketakutan atau ke"emasan melalui proses pembiasaan responden dengan memasangkannya dengan peristi%a yang se"ara alami adalah berbahaya atau menghasilkan ke"emasan. 9adi, ob!ek dan pikiran yang sebelumnya 4

netral men!adi stimuli yang terbiasakan yang mampu menimbulkan ke"emasan atau gangguan. 1,( 1ompulsi di"apai dalam "ara yang berbeda. Seseorang menemukan bah%a tindakan tertentu menurunkan ke"emasan yang berkaitan dengan pikiran obsesional. 9adi, strategi menghindar yang aktif dalam bentuk perilaku kompulsif atau ritualistik dikembangkan untuk mengendalikan ke"emasan. Se"ara bertahap, karena manfaat perilaku tersebut dalam menurunkan dorongan sekunder yang menyakitkan (ke"emasan), strategi menghindar men!adi terfiksasi sebagai pola perilaku kompulsif yang dipela!ari. 1,( ". 2aktor &sikososial kepribadian obsesif'kompulsif. Sebagian besar pasien

2aktor kepribadian. #angguan obsesif'kompulsif adalah berbeda dari gangguan gangguan obsesif'kompulsif tidak memiliki ge!ala kompulsif pramorbid. 5engan demikian, sifat kepribadian tersebut tidak diperlukan atau tidak "ukup untuk perkembangan gangguan obsesif'kompulsif. +anya kira'kira 1( sampai *( persen pasien gangguan obsesif'kompulsif memiliki sifat obsesional pramorbid.1 2aktor psikodinamika. Sigmund 2reud men!elaskan tiga mekanisme pertahanan psikologis utama yang menentukanbentuk dan kualitas ge!ala dan sifat karakter obsesif'kompulsif: isolasi, meruntuhkan (undoing), dan pembentukan reaksi. 1,( Isolasi. Isolasi adalah mekanisme pertahanan yang melindungi seseorang dari afek dan impuls yang men"etuskan ke"emasan. 9ika ter!adi isolasi, afek dan impuls yang didapatkan darinya adalah dipisahkan dari komponen idesional dan dikeluarkan dari kesadaran. 9ika isolasi berhasil sepenuhnya, impuls dan afek yang terkait seluruhnya terepresi, dan

pasien se"ara sadar hanya menyadari gagasan yang tidak memiliki afek yang berhubungan dengannya. 1 Undoing. 1arena adanya an"aman terus'menerus bah%a impuls mungkin dapat lolos dari mekanisme primer isolasi dan men!adi bebas, operasi pertahanan sekunder diperlukan untuk mela%an impuls dan menenangkan ke"emasan yang mengan"am keluar ke kesadaran. Tindakan kompulsif menyumbangkan manifestasi permukaan operasi defensif yang ditu!ukan untuk menurunkan ke"emasan dan mengendalikan impuls dasar yang belum diatasi se"ara memadai oleh isolasi. 0perasi pertahanan sekunder yang "ukup penting adal:ah mekanisme meruntuhkan (undoing). Seperti yang disebutkan sebelumnya, meruntuhkan adalah suatu tindakan kompulsif yang dilakukan dalam usaha untuk men"egah atau meruntuhkan akibat yang se"ara irasional akan dialami pasien akibat pikiran atau impuls obsesional yang menakutkan. 1 Pembentukan reaksi. &embentukan reaksi melibatkan pola perilaku yang bermanifestasi dan sikap yang se"ara sadar dialami yang !elas berla%anan dengan impuls dasar. Seringkali, pola yang terlihat oleh pengamat adalah sangat dilebih'lebihkan dan tidak sesuai. 1 Faktor psikodinamik lainnya. &ada teori psikoanalitik klasik, gangguan obsesif'kompulsif dinamakan neurosis obsesif'kompulsif dan merupakan suatu regresi dari fase perkembangan oedipal ke fase psikoseksual anal. 9ika pasien dengan gangguan obsesif'kompulsif merasa teran"am oleh ke"emasan tentang pembalasan dendam atau kehilangan ob!ek "inta yang penting, mereka mundur dari fase oedipal dan beregresi ke stadium emosional yang sangat ambi alen yang berhubungan dengan fase anal. Adanya ben"i dan "inta se"ara bersama'sama kepada orang yang sama menyebabkan pasien dilumpuhkan oleh keragu'raguan dan kebimbangan. Suatu "iri yang melekat pada pasien dengan gangguan obsesif'kompulsif

adalah dera!at dimana mereka terpaku dengan agresi atau kebersihan, baik se"ara !elas dalam isi ge!ala mereka atau dalam hubungan yang terletak di belakangnya. 5engan demikian, psikogenesis gangguan obsesif'kompulsif, mungkin terletak pada gangguan dan perkembangan pertumbuhan normal yang berhubungan dengan fase perkembangan anal' sadistik. 1 Ambivalensi. Ambi alensi adalah akibat langsung dari perubahan dalam karakteristik kehidupan impuls. +al ini adalah "iri yang penting pada anak normal selama fase perkembangan anal'sadistik: yaitu anak merasakan "inta dan keben"ian kepada suatu ob!ek. 1onflik emosi yang berla%anan tersebut mungkin ditemukan pada pola perilaku melakukan' tidak melakukan pada seorang pasien dan keragu'raguan yang melumpuhkan dalam berhadapan dengan pilihan. ( Pikiran magis. &ikiran magis adalah regresi yang mengungkapkan "ara pikiran a%al, ketimbang impuls: yaitu fungsi ego, dan !uga fungsi id, dipengaruhi oleh regresi. <ang melekat pada pikiran magis adalah pikiran kemahakuasaan. 0rang merasa bah%a mereka dapat menyebabkan peristi%a di dunia luar ter!adi tanpa tindakan fisik yang menyebabkannya, semata'mata hanya dengan berpikir tentang peristi%a tersebut. &erasaan tersebut menyebabkan memiliki suatu pikiran agresif akan menakutkan bagi pasien gangguan obsesif'kompulsif. 1

BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. 1aplan and Saddo"k.=omprehensi e Te8tbook 0f &sy"hiatry./th 6d.>ippin"ott ?iliams And ?ilkins. &hiladelphia, )-1-. ). 1azadi 3. 9. ., dkk. 2a"tors as So"iated ?ith Relaps in S"hizophrenia South Afri"an9ournal of &sy"hiatry, @ol 14, 3o ). )--A *. +a%ari, 5adangB &endekatan +olistik pada #angguan 9i%a Skizofrenia. .alai &enerbit 21CI. 9akarta, )--;. 4. Sinaga,R.. Skizofrenia dan 5iagnosis .anding. 9akartaB .alai &enerbit 21CI. )--/ (. 5iagnosti" and Statisti"al 7anual of 7ental 5isorder, 4th ed. 5S7'I@ ?ashington 5=B Ameri"an &sy"hiatry Asso"iation, 1,,4.