Anda di halaman 1dari 19

DIAGNOSIS KOMUNITAS PUSKESMAS LEMPAKE

Oleh : Afnies Basugis Erlina Ratmayanti Karolind Damanik

Pembimbing : dr. M Khairul, M.Kes dr. Deasi Nursanti Natsir, M.Si dr. Deni Wardani

LAB ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN RSUD A.W. SJAHRANIE 2014

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan dibentuknya puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas. Dalam pelaksanaannya puskesmas memiliki fungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang terdiri atas pelayanan medik dasar dengan pendekatan individu dan keluarga, dan pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, di antaranya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Di sini peran Puskesmas dan jaringannya sebagai institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting. Diagnosis komunitas adalah mengidentifikasi faktor resiko dan sumber dari suatu masalah kesehatan pada suatu komunitas, mengusulkan rencana untuk mengatasi masalah tersebut dan mengevaluasi indikator serta metode sebagai program intervensi.

BAB II DATA PEMANTAUAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE SAMARINDA

2.1. Data Geografi Puskesmas Lempake Samarinda memiliki wilayah kerja di kecamatan Lempake yang terdiri dari 2 kelurahan, yaitu kelurahan Lempake dan kelurahan Tanah Merah.

No. Data Wilayah 1. Luas Wilayah 2. Batas Wilayah Utara Timu r Selatan Barat

Lempake 3224 Ha Sungai Siring Tanah Merah Mugirejo Gunung Lingai,Sempaja Utara, dan Sempaja Selata 7 dusun (Kebon Agung, Lempake Jaya, Sukorejo,

Tanah Merah 2156,44 Ha Sungai Siring Sungai Siring Mugirejo Lempake

Jumlah 5.380,44 Ha

3.

Pembagian Wilayah

4 dusun (Talang Sari, Rimbawan, Tanah Merah,

Girirejo, Jaya Mulya, Benanga, dan Muang Dalam) dengan 45 RT,

dan Guntung Lai) dengan 25 RT.

2.2. Data Demografi No. Data Demografi 1. Jumlah Penduduk 2. Jumlah KK Jlh Penduduk Menurut Gol . Umur 0 1 th 1 5 th 5 7 th 7 15 th 15 56 th 56 th keatas Lempake 20.464 4.355 Tanah Merah 9.775 1.890 Jumlah 30.239 6.245

374 2.306 1.519 3.070 7.067 2.005

179 1.102 200 850 3.879 520

2.3 Data penduduk menurut tingkat pendidikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Taman kanak-kanak Sekolah Dasar SMP SMA Perguruan Tinggi LEMPAKE 175 orang 366 orang 376 orang 476 orang 159 orang TANAH MERAH 80 orang 116 orang 62 orang 118 orang 30 orang

2.4. Data Sasaran Dinas Kesehatan Tahun 2013 No 1. 2. 3. Klasifikasi Penduduk Jumlah Total Penduduk Jumlah Bayi (0-11 bln) Jumlah BADUTA (0-23 bln) Kelurahan Lempake 20.464 374 749 Tanah Merah 9.775 179 358

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Jumlah Bayi (6-11 bln) Jumlah Anak (1-5 th) Jumlah BALITA (24-59 bln) Jumlah BALITA Jumlah Bayi (0-6 bln) Jumlah Ibu Hamil Jumlah Ibu Nifas Jumlah Lansia (45-70 th) Jumlah Pasangan Usia Subur Jumlah Ibu Hamil Resiko Tinggi Jumlah Anak Pra Sekolah Neonatus Komplikasi Jumlah Wanita Usia Subur

187 2.306 1.932 2.681 187 412 393 1.739 3.684 82 1.105 56 11.051

89 1.102 923 1.281 89 197 188 831 1.760 39 528 27 5.279 dan Tenaga

2.5. Data Fasilitas Kesehatan, Kesehatan a. Tabel Data Fasilitas Kesehatan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Fasilitas Kesehatan Puskesmas Induk Puskesmas Pembantu Posyandu Balita Posyandu Lansia Bidan Praktek Dokter Praktek Apotek Poskesdes

Sarana dan Prasarana,

Tanah Merah 1 buah 3 buah 1 buah 22 buah 10 buah 4 buah 1 buah 5 Praktek Bidan 3 Praktek Bidan 2 buah 2 buah 0 0 2 buah 1 buah

Lempake

Jumlah 1 buah 4 buah 32 buah 5 buah 8 praktek Bidan 4 buah 0 3 buah

b. Tabel Data Sarana dan Prasarana kesehatan di Puskesmas Lempake No. Sarana dan Prasarana 1. Mobil Motor Komputer Laptop / Note book Jumlah 2 buah 9 buah 11 unit 7 unit

Printer Mesin Tik Televisi DVD Telepon TOA/Pengeras Suara Rumah dinas

12 unit 1 unit 2 buah 1 buah 1 unit 2 buah 4 buah

2.6. Data Peringkat 10 Besar Penyakit di Puskesmas Lempake Bulan Januari s/d Desember 2013
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ISPA (non pneumonia) sebanyak 11.291 kasus Hipertensi sebanyak 4.454 kasus Gastritis sebanyak 4.190 kasus Migren dan nyeri kepala lainnya sebanyak 3.093 kasus Penyakit kulit alergi sebanyak 2.166 kasus Faringitis sebanyak 1.884 kasus Myalgia sebanyak 1.883 kasus Penyakit virus 1.332 kasus Penyakit kulit infeksi sebanyak 1.131 kasus

10. Artritis sebanyak 998 kasus

10 penyebab kunjungan terbanyak Januari-Desember 2013


12000 10000 8000 6000 4000 2000 0

Jumlah

BAB III Identifikasi masalah Upaya Pokok Kesehatan Puskesmas Lempake

LEMBAR KERJA 1 IDENTIFIKASI MASALAH NO 1. MASALAH KESEHATAN Meningkatnya penemuan penderita kusta Meningkatnya angka kematian neonatus TEMUAN / KETERANGAN Terdapat 7 kasus kusta selama periode Januari-Desember 2013, dimana pada JanuariDesember 2012 terdapat 3 kasus. Terdapat 7 kematian neonatus selama periode Januari-Desember 2013, sedangkan pada periode Januari-Desember 2012 hanya terdapat 4 kasus. Terdapat peningkatan jumlah kasus DBD sebanyak 14 kasus selama periode Januari3. Meningkatnya kasus DBD Oktober 2013, 2 diantaranya meninggal dunia, sedangkan pada tahun 2012 terdapat 2 kasus DBD. 4. 5. Peningkatan kasus ISPA (Non-pneumonia) Rendahnya pencapaian PHBS Terdapat peningkatan kasus ISPA (non-pneumonia) sebanyak 10%. 10.065 kasus selama periode Januari-Desember 2012 menjadi 11.291 selama Januari-Desember 2013. Pencapaian PHBS hanya 12.8% dibandingkan dengan target sebesar 80%.

2.

LEMBAR KERJA 2 Resume Permasalahan Penyajian Daftar Potensial Permasalahan No 1. Permasalahan Meningkatnya penemuan penderita kusta Penyebab Masalah Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gejala dan tanda kusta 2 orang pasien berasal dari luar wilayah kerja puskesmas lempake Kesalahan diagnosis yang berakibat kesalahan terapi Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai tanda-tanda bahaya dalam kehamilan Riwayat ANC yang kurang baik Masyarakat masih menganut keyakinan orang tua dulu mengenai keselamatan kehamilan Adanya kehamilan yang tidak di harapkan Kurangnya tenaga kesehatan yg terlatih Keterbatasan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan dan pemantauan terhadap jentik di lingkungan masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dengan 3M plus. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala DBD. - Kurangnya kerjasama lintas sektor - Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ISPA dan pencegahan penularan - Kurangnya penyuluhan dan alat-alat penyuluhan yang ada di wilayah kerja puskesmas tentang pneumonia seperti radio, leaflet dan poster - Masih banyak anggota keluarga yang merokok di dalam rumah - Tingginya indikator kesehatan target PHBS - Kurangnya kerjasama lintas sektor

2.

Meningkatnya angka kematian neonatus

3.

Meningkatnya kasus DBD

4.

Peningkatan kasus ISPA (non-pneumonia)

5.

Rendahnya pencapaian PHBS

LEMBAR KERJA 3 ANALISIS MULTIPLE SKORING PRIORITAS MASALAH

No Masalah Kesehatan 1. Meningkatnya penemuan penderita kusta 2. 3. 4. 5. Meningkatnya angka kematian neonatus Meningkatnya kasus DBD Peningkatan kasus ISPA (non-pneumonia) Rendahnya pencapaian PHBS

M 4 3 4 4 4

S 4 4 4 2 2

V 3 4 4 4 3

C 4 5 3 2 2

A 4 4 4 3 3

Total 19 20 19 15 14

Penilaian dengan metode PAHO (Pan American Health Organization) ini didasarkan atas : 1. M (Magnitude) : Jumlah orang yang terkena (luasnya masalah) 2. S (Severity) : Keparahan atau kerugian yang terkena 3. V (Vulnerability) : Ada tidaknya kemampuan untuk mengatasi masalah 4. C (Community and Political Concern) : Sejauh mana masalah tersebut menjadi concern atau kegusaran masyarakat dan para politisi/pemerintah 5. A (Affordability) : Ada tidaknya dana yang tersedia Nilai 1 : sangat kurang Nilai 2 : kurang Nilai 3 : cukup besar Nilai 4 : besar Nilai 5 : sangat besar

10

LEMBAR KERJA 4 DAFTAR PRIORITAS PERMASALAHAN PUSKESMAS LEMPAKE

No 1 2 3 4 5

Permasalahan Meningkatnya angka kematian neonatus Meningkatnya kasus DBD Meningkatnya penemuan kasus kusta Peningkatan kasus ISPA (non-pneumonia) Rendahnya pencapaian PHBS

Indeks Prioritas 20 19 19 15 14

11

LEMBAR KERJA 5

Fish Bone (Ishikawa) PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RESIKO, SUMBER DAYA

MANUSIA

METODE

Masyarakat: Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai tanda-tanda bahaya dalam kehamilan tidak rutin melakukan ANC. kehamilan yang tidak di harapkan

Petugas: kurangnya bidan terlatih dan tenaga bidan desa

Penyuluhan tentang pentingnya ANC masih kurang Penjaringan dan follow up Ibu hamil resti yg kurang Belum ada sistem responsive gender di puskesmas

Peningkatan angka kematian neonatus dalam periode Januari Desember 2013

Kurangnya alat promosi seperti brosur dan pamflet tentang pentingnya ANC Tidak tersedia ambulan desa

Alokasi dana yang terbatas dan terlambat

lingkungan tempat tinggl ibu hamil yang kurang sehat Personal hygiene yg masih kurang

SARANA

DANA
12

LINGKUNGAN

Permasalahan Peningkatan angka kematian neonatus

Faktor Resiko Potensial Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kehamilan resiko tinggi dan tanda-tanda bahaya selama kehamilan Akses dan kualitas ANC yang kurang baik Adanya kehamilan yang tidak di harapkan Kurangnya penyuluhan atau promosi tentang pentingnya ANC bagi ibu hamil Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang menjaga kesehatan selama kehamilan Perkawinan usia muda atau terlalu tua Grandemultipara atau jarak hamil yang pendek Aktifitas tinggi ibu saat hamil tua Sosial ekonomi yang rendah, kepercayaan dan budaya masyarakat yang salah

Sumber Daya 1. Setiap wilayah memiliki kader posyandu yang dapat diberdayagunakan 2. Tersedianya alat USG di puskesmas 3. Terdapat Bidan yg terlatih 4. Laboratorium dan obat esensial yang memadai

13

LEMBAR KERJA 6 PENELITIAN KETEPATAN INTERVENSI Permasalahan Kesehatan: Peningkatan Angka Kematian Neonatus pada bulan Januari-Desember 2013 NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L

1 2 3 4 5

Penyuluhan tentang pentingnya ANC & Kehamilan Resiko Tinggi Pelatihan untuk bidan secara berkala Mendatangkan dokter spesialis kandungan per bulan Pembuatan 14pamflet dan leaflet Menggalakkan desa siaga

Ya Ya Ya Ya Ya

Ya Ya Ya Ya Ya

Ya Ya Ya Ya Ya

Ya Ya Ya Ya Ya

Ya Ya Ya Ya Ya

PEARL Factor : P = Propriatness yaitu kesesuaian masalah dengan prioritas berbagai kebijaksanaan / program / kegiatan instansi / organisasi terkait E = Economic feasibility yaitu kelayakan dari segi pembiayaan A = Acceptability yaitu situasi penerimaan masyarakat dan instansi terkait atau instansi lainnya R = Resource availability yaitu ketersediaan sumber daya untuk memecahkan masalah (tenaga, sarana / peralatan, waktu) L = Legality yaitu dukungan aspek hukum / perundang-undangan / peraturan terkait seperti peraturan pemerintah / juklak / juknis / protap LEMBAR KERJA 7

14

PLAN OF ACTION

Permasalahan Kesehatan Tujuan Jangka Panjang Tujuan Jangka Pendek

: Peningkatan angka kematian neonatus : Menekan angka kematian neonatus dalam wilayah kerja Puskesmas Lempake : Terlaksananya program edukasi terhadap ibu hamil cakupan wilayah kerja Puskesmas Lempake dalam rangka menurunkan kasus kematian perinatal

NO 1

STRATEGI INTERVENSI Melakukan penyuluhan

SETTING DAN METODE Setting: Tempattempat umum Posyandu

TARGET POPULASI Tempattempat umum Posyandu Pengajian Ibu Hamil

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB Fasilitator: UPK Promosi Kesehatan, UPK KIA, Dinkes Kota Ketua RT & Tokoh masyarakat

SUMBER DAYA Tenaga kesehatan Puskesmas Kader Tokoh Masyarakat

EVALUASI Kuisioner pre dan post penyuluhan Kunjungan ANC secra berkala bagi ibu hamil

Metode: Pendataan awal (survey dan pemetaan masalah)

Penanggung jawab: Pimpinan Puskesmas

15

2.

Pembuatan dan spanduk

Ceramah (20) dan diskusi (40) Pembuatan leaflet, brosur (disebarkan tiap rumah tangga) leaflet Setting : Puskesmas induk, puskesmas pembantu, posyandu dan kegiatan rutin masyarakat. Metode : Pembagian leaflet Pemasangan spanduk

Seluruh masyarakat

Fasilitator UPK Promosi Kesehatan UPK KIA Bidan

Tenaga kesehatan Kader

Pengetahuan Tanda-tanda kehamilan resiko tinggi Pengetahuan tanda-tanda bahaya kehamialan

Penanggung Jawab Pimpinan Puskesmas

3.

Mendatangkan Setting : dokter spesialis kandungan per Puskesmas induk bulan Metode :

Ibu Hamil

Fasilitator UPK KIA Bidan Dokter umum

Alat USG tersedia di puskesmas

Pengetahuan Tanda-tanda kelainan janin Pengetahuan tanda-tanda bahaya

16

Pemeriksaan USG kehamilan


4.

Penanggung Jawab Pimpinan Puskesmas Tenaga kesehatan

kehamilan

5.

Setting: Seluruh dokter Fasilitator: umum di Tempat pelatihan yg Panitia pelatihan puskesmas ditunjuk Lempake Metode: Penanggung jawab: Pelatihan dasar APN Dinkes Pelatihan PONED Pimpinan puskesmas Seluruh kader Fasilitator Menggalakkan desa Setting : desa siaga siaga Setiap Desa UPK KIA Siaga Ketua RT dan Metode : masyarakat Pertemuan desa Bidan siaga triwulan Dokter umum Mengadakan diskusi dan pelatihan Pelatihan-pelatihan bidan

Menurunnya angka kematian neonatus

Tenaga kesehatan puskesmas Kader Tokoh masyarakat

Aktifnya desa siaga Pelayanan kesehatan dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat

17

18

19