Anda di halaman 1dari 59

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Dalam industri kimia, air pendingin sangat dibutuhkan sekali sebagai media untuk melakukan pertukaran panas antara fluida yang panas dengan air pendingin (air dingin), berlangsungnya pertukaran panas tersebut terjadi didalam suatu heat exchanger atau yang lebih spesifik disebut dengan cooler. Terjadi pertukaran panas tersebut menyebabkan air dingin mengalami perubahan temperatur, dimana temperatur air pendingin menjadi naik karena disebabkan oleh panas yang dibawa oleh suatu fluida yang panas diserap oleh air. Air yang mengalami perubahan temperatur tersebut tidak dapat langsung digunakan kembali sebagai pendingin dan juga tidak dapat dibuang ke sungai atau ke lingkungan. arena dapat menyebabkan terjadi pengaruh terhadap lingkungan yang disebabkan oleh temperatur air yang dibuang masih sangat tinggi dan tidak memenuhi syarat Aman Dampak !ingkungan (A"DA!). #ntuk itu perlu dilakukan suatu proses pendinginan untuk menurunkan temperatur air tersebut sehingga dapat dipergunakan kembali sebagai pendingin atau dibuang ke lingkungan. $roses pendinginan air tersebut dapat dilakukan di dalam suatu tower pendingin yang disebut cooling tower. Dimana proses pendinginan dapat terjadi dengan bantuan udara luar serta alat untuk mempercepat pendinginan tersebut, yang biasa digunakan di dalam industri kimia adalah kipas (fan). $enggunaan teknologi cooling tower (menara pendingin) dewasa ini dirasakan sangat penting dalam tiap industri dalam rangka pelaksanaan efisiensi dan konser%asi energi. &leh karena itu pemahaman tentang prinsip kerja atau operasi cooling tower sangat diperlukan.

I.2 Permasalahan $ermasalahan yang ditinjau pada percobaan ini adalah pengaruh flow rate udara terhadap temperatur air keluar. I.3 Tujuan #ntuk mengetahui cara dan prinsip kerja 'ooling Tower. #ntuk mengetahui perhitubngan pada 'ooling Tower Apparatus. #ntuk mengetahui aplikasi dari 'ooling Tower. I.4 Hi !tesa $ada penelitian ini menggunakan alat bench top cooling tower type ()*+ dengan ukuran basic unit. "etode yang digunakan yaitu dengan mengamati temperatur air masuk dan temperatur air yang keluar packing tower dan perubahan dry dan wet bulb. Temperatur udara masuk dan temepratur udara keluar, perubahan orifice dan pressure drop melalui packing. $arameter yang ditetapkan adalah cooling load, laju aliran dan densitas packing. (ipotesa yang diambil adalah bahwa dengan semakin besar kecepatan udara, maka pressure drop melalui packing akan semakin besar, tetapi sebaliknya approach to wet bulb akan menjadi kecil.

BAB II TIN"AUAN PU#TA$A Teknologi pendingin air mula,mula menggunakan sungai, danau, laut, dan kanal sebagai media persediaan airnya. Dengan kegiatan industri yang masih sangat terbatas sedangkan sumber,sumber air yang berlimpah,limpah, air dingin hanya satu kali proses, lalu dibuang dan kemudian dilupakan. Dimana keadaan topografis yaitu uraian tentang keadaan tata letak suatu tempat dijadikan salah satu pertimbangan dalam pemilihan tempat pendirian pabrik disamping adanya sungai, kanal, danau, atau kolam besar yang dapat digunakan untuk mendinginkan dan mensirkulasikan kembali air buangan pabrik. Dengan semakin pesatnya teknologi, maka untuk mendinginkan air yang telah digunakan pada suatu proses sebelum dibuang ke lingkungan sekitar telah ditemukan suatu teknologi menara pendingin (cooling tower). -.+ Terminologi 'ooling Tower adalah suatu tower atau bangunan sirkulasi udara atmospherics secara langsung atau tidak langsung kontak dengan hot water dan kemudian menjadi cold water yang diharapkan. Dengan kata lain, 'ooling Tower adalah alat yang digunakan untuk memindahkan sejumlah panas dari suatu fluida ke fluida lain. -.- $rinsip erja 'ooling tower ini beroperasi menurut prinsip difusi, dimana adanya perubahan temperatur dapat mengakibatkan perbedaan besarnya laju perpindahan massa yang terjadi. .esarnya laju perpindahan massa dipengaruhi oleh luas daerah kontak antara fluida panas dan fluida dingin.

-./ $eranan 'ooling Tower $ada industri kimia, cooling tower banyak digunakan untuk mendinginkan air, dimana proses pendinginan dapat terjadi dengan bantuan udara luar serta alat untuk mempercepat pendinginan tersebut yang dalam hal ini adalah kipas (fan). $roses heat transfer melibatkan0 transfer latent heat yang disebabkan oleh penguapan air dalam porsi kecil, dan juga transfer sensible heat yang disebabkan oleh perbedaan temperatur antara air dan udara. Diperkirakan )12 dari transfer heat itu adalah kalor latent dan -12 sisanya adalah kalor sensible. 3ebuah cooling tower bias digunakan sebagai penghilang panas dalam proses thermodynamics kon%ensional seperti pendinginan atau generasi tenaga steam atau biasa digunakan dalam berbagai proses dimana air digunakan untuk penukar panas dan ini baik atau diinginkan untuk membuat penolak panas pada udara atmospherics. Air bekerja sebagai sebagai fluida penukar panas, menghilangkan panas ke udara atmospherics kemudian didinginkan dan disirkulasi pada system untuk menghasilkan operasi yang ekonomis. emungkinan teoritis dari perpindahan panas per pound dari sirkulasi udara dalam suatu cooling tower bergantung pada temperatur dan uap air dari udara (moisture content of the air). 3uatu indikasi uap air dari udara adalah temperatur wet,bulbnya. 4dealnya, temperatur wet,bulb harus lebih rendah dari temperatur teoritis dimana air dapat didinginkan. Air pendingin (cooling water) yang dihasilkan dari cooling tower digunakan , , , , , untuk mendinginkan peralatan pada proses industri kimia, keuntungannya antara lain adalah 5 kemungkinan terjadinya korosi pada alat sekecil mungkin dapat dihindari terjadinya deposit pada peralatan dapat dihindari dapat mengendalikan pertumbuhan bakteri, jamur, dan lumut pada peralatan menaikkan effisiensi alat pendingin tidak merusak lingkungan

3istem operasi cooling tower berdasarkan pada penguapan dan perubahan panas sensible, dimana campuran dua aliran fluida pada temperatur yang berbeda (air dan udara) akan melepaskan panas latent penguapan yang menyebabkan efek pendinginan ke fluida yang lebih panas dalam masalah ini air. 6fek pendinginan ini dicapai dengan merubah sebagian cairan ke keadaan uap dengan melepaskan panas latent penguapan. 3elain itu, panas sensible juga berperan ketika air panas yang dilewatkan kontak dengan aliran udara dingin yang masuk, sehingga udara akan mendinginkan air dan temperatur akan meningkat sesuai dengan jumlah panas sensible yang diperolehnya. 7ika udara kering pada temperatur konstant dijenuhkan dengan air pada temperatur yang sama dalam suatu peralatan kontak langsung. #ap air akan masuk ke udara dengan membawa panas latentnya. (umiditas campuran udara, uap air akan meningkat selama penjenuhan, karena tekanan uap dari air yang berpindah dari lingkungan air lebih besar dari tekanan uapnya dalam udara tak jenuh sehingga penguapan dapat terjadi. Dan bila tekanan uap dari air di udara sama dengan cairannya, maka penguapan akan terhenti. $erpindahan material oleh perbedaan tekanan uap (beda konsentrasi) disebut difusi. $ara ahli yang berpengalaman dalam mendesain 'ooling Tower biasanya menggunakan metode 'hart 8 9rafik yang data : datanya didapat dari pengalaman di lapangan. Apabila belum berpengalaman maka dibutuhkan preliminary desain dalam hal estimasi si;e tower, cost, mechanical e<uipment. -.= 7enis,jenis 'ooling Tower Tipe utama 'ooling Tower, terdiri dari 1. Recirculation Type. a. Open type, yaitu dimana sebagian air setelah mengalami pemanasan akan diuapkan untuk proses pendinginannya kembali. $ada sistem pendinganan jenis ini air tidak langsung dibuang, melainkan dipergunakan kembali setelah didinginkan melalui menara pendingin.

ebutuhan akan make,up water juga akan berkurang jika dibandingkan dengan sistem sekali pakai. euntungan5 ebutuhan make,up water berkurang 7umlah bahan kimia yang dibuang berkurang ontrol terhadap bahan kimia yang diperguanakn juga lebih mudah erugian5 b. "odal awal besar "embutuhkan biaya operasional $erbedaan antara suhu panas dan dingin besar

Close type, yaitu dimana pendingin kembali airnya tanpa penguapan. Type ini biasanya dipakai untuk internal engine combustion system. $ada sistem pendingin jenis ini air dalam jumlah tertentu tersirkulasi dalam rangkaian tertutup. "ake,up yang digunakan hanyalah sejumlah air yang hilang dari kebocoran sistem. $endinginan biasanya dilakukan dengan menggunakan perpindahan panas pada Heat Exchanger. euntungan5 .ahan kimia yang diperlukan untuk pengolahannya hanya Dapat mengurangi air make,up yang berkualitas tinggi secara ekonomis, oleh sebab itu mengurangi kecenderungan pembentukan kerak "engurangi jumlah air make,up !ebih tahan terhadap pertumbuhan mikrobiologi

sedikit

erugian5 6konomis hanya bagi sistem pendingin kecil "emerlukan sistem air pendingin lainnya

"emerlukan modal awal untuk memasang (6 lain

-.

Once Through Type (tergantung penggunaannya) sirkulasi air yang digunakan hanya satu kali proses saja. $ada sistem pendingin jenis ini, air hanya dialirkan ke sistem pertukaran panas (heat exchanger) dan kemudian langsung dibuang. Keuntungan: "odal awal rendah .iaya operasional rendah $erbedaan suhu antara air panas dan air dingin rendah

Kerugian: "embuang panas ke lingkungan 3ukar mengendalikan pemakaian bahan kimia $embuangan limbah bahan kimia ke lingkungan tidak terkontrol

3elain itu, tipe , tipe dasar 'ooling Tower secara garis besar dapat pula dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu5 +. 6%aporasi 'ooling Tower atau >et 'ooling Tower

Transfer panas dari hot water menjadi cold water menggunakan proses transfer panas lewat e%aporasi. Tiga perbedaan mendasar pada desain e%aporati%e cooling tower yaitu 5 a. b. c. d. Atmospheric 'ooling Tower ?atural Draft 'ooling Tower "echanical Draft 'ooling Tower @orced Draft 'ounter 'urrent 4nduced Draft 'ross @low 4nduced Draft (yperbolic Tower

-. ?on 6%aporati%e 'ooling Tower atau Dry 'ooling Tower Transfer panas dari hot water menjadi cold water menggunakan transfer panas sensible. Terdapat tiga jenis desain untuk tipe non e%aporati%e cooling tower 5 Air 'ooled 'ondenser Air 'ooled (eat 6xchanger 'ooling Air flow

/. >et : Dry 'ooling Tower 9abungan dari dua tipe dasar diatas dengan dua proses pendinginan yang digunakan secara pararel atau terpisah 3elain pembagian cooling tower secara garis besar diatas, cooling tower dapat dibagi berdasarkan 5 +. .erdasarkan arah aliran udara masuk a. 'ross flow, udara mengalir secara hori;ontal, melewati jatuhnya air.

b. 'ounter current flow, udara mengalir secara %ertikal, melawan jatuhnya air.

-. .erdasarkan cara pemakaian alat bantu seperti fan atau blower a. 4nduced draft, alat bantu berada di bagian puncak tower.

b. @orce draft, alat bantu berada di bagian bawah tower.

Hot Water

/. .erdasarkan kondisi aliran udara bebas tanpa alat bantu a. Atmospheric 'ooling tower atmospheric tidak dilengkapi dengan mechanical fan untuk
Air mengalirkan udara ke tower, udara diperoleh dari aliran induksi alami oleh

Basin

Cold Water

Atmospheric Cooling Tower

tekanan. #dara pada kondisi ini mengalir bebas tanpa memakai penutup tower.

b. ?atural draft, udara mengalir dalam udara pendingin dari tower namun kondisi udara belum tentu atmospheric.

=. .erdasarkan bentuknya a. Aectilinier

b. Aound "echanical Draft

B. .erdasarkan perpindahan panas a. .6%aporatif b. Dry Tower c. $lumeabatement d. >ater 'onser%ation

-.B 6%aporasi 'ooling Tower $ada e%aporasi cooling tower (6'T ) ,panas yang dibuang berada pada keadaan atm dibawa oleh sirkulasi cooling water dan terjadi kontak dengan udara, $endinginan lebih baik dari e%aporasi karena sedikit porsi atau bagian air yang yang dapat menyebabkan perpindahan panas ($$) dari air ke udara , air dipanaskan dalam kondensor steam kemudian di pompa untuk didistribusi ke tower bagian atas. Dan air yang dijatuhkan dengan grafitasi dengan aliran fill tower sebagai aliran udara pada seksi fill. terjadi pada keadaan saturasi. Proses Pendinginan: $ada proses e%aporasi , air panas dibawa masuk dan langsung kontak dengan air pendingin. etika air masuk cooling tower , yang mengandung kelembaban yang biasanya di bawah saturasi yang muncul tiba :tiba pada temperatur tinggi dan dengan kandungan kelembaban atau mendekati saturasi . $endinginan secara e%aporasi terjadi ketika air yang masuk saturated karena seperti temperatur air yang meningkat dalam proses panas sensible absorbsi air, juga peningkatan kapasitas air yang dibawa dan e%aporasi dilanjutkan .$erhitungan proses e%aporasi antara CB2 , DB2 dari total transfer panas, sisanya ditransfer pada proses transfer panas sensible. >et : bulb temperatur dari udara yang masuk adalah pembatas teoritas dari pendinginan. $endinginan air dari B,-1 o@ ( , +B : C,Do' ) diatas wet,bulb temperatur yang disarankan jumlah air e%aporasi relatif kecil . "endekati +111 .tu ( loss j ) digunakan untuk menge%aporasi + lb ( 1,=B g ) air pada operasi temperatur 1,DB 2 dari air sirkulasi untuk +11@ ( C1' ) pendinginan ,digunakan dalam perhitungan dari pendinginan kombinasi e%aporasi dengan proses transfer panas sensible. ehilangan mungkin 1,1+ : 1,1B 2 dari aliran air ke tower dan dan dari blow down untuk harus ditambah kehilangan air dari e%aporasi esimpulannya dalam cooling dari air pada ambient wet bulb Temperatur dan perpindahan panas laten ke udara, yang

perhitungan dari air yang hilang dalam sistem kuantitas blow down berfungsi untuk <ualitas make up water . tapi bisa juga ditentukan pengaturan

pembuangannya <ualitas biasanya ditunjukkan pada bagian dimana konsentrasi solid terlarut yang diperbolehkan dalam sirkulasi cooling tower dan ber%ariasi dari -,C konsentrasi yang mempertimbangkan pada kandungan solid terlarut dari make up cooling water. Dari ketiga tipe dari cooling tower , e%aporati%e tower sebagai tempat panas mempunyai termal efisiensi yang paling besar tapi konsumsi airnya paling banyak dan mempunyai %isible %apor plume yang besar ketika modul mechanical draft cooling tower disusun dalam sebuah jajaran , dapat terjadi ground fogging. 4ni bisa diperkecil dengan menggunakan natural draft tower dan dapat direduksi dengan modulari;ed mechanical draft tower ketika disusun dalam circular fashion. -.C ?on 6%aporati%e 'ooling Tower ?one%aporati%e cooling tower dapat diklasifikasikan menjadi 5 a. Air 'ooled 'ondensers Air cooled condensers digunakan sebagai air cooled steam surface condenser untuk mentransfer panas yang ditolak dari cycle ke atmospheric cooling air. b. Air 'ooled (eat 6xchanger Air cooled heat exchanger digunakan sebagai air cooled heat exchanger dimana panas ditransfer dari air cooled condensers atau dari air cooled heat exchanger dengan kon%eksi sebagai panas sensible. c. 'ooling Airflow 'ooling airflow dibagi menjadi dua tipe, yaitu % , Tipe direct condencing , Tipe (eat 6xchanger

Proses: $ada proses none%aporasi, air panas dipisahkan dari udara dingin dengan means of thin metals walls, biasanya tubenya circular cross section tapi kadang elliptical cross section. arena laju transfer panas yang rendah dari permukaan pada udara pada tekanan atm, dibuat sisi udara dengan permukaan yang panjang

dengan fin dalam beragam geometri. $erpindahan panas pada permukaan biasanya melewati dua atau lebih dalam sisi air dan single pass, crossflow dalam sisi udara. $erpindahan panas sensible melewati tube dan dari permukaan yang panjang responsible untuk semua panas yang diberikan oleh air dan akan diabsorb oleh udara pendingin. Temperatur air turun dan temperatur udara meningkat. ?one%aporati%e cooling tower dapat digunakan sebagai air,cooled %apor condenser dan biasanya dikerjakan seperti condensing steam. 3team dikondensat di dalam tube pada temperatur konstan, memberikan panas %aporisasi latent untuk udara pendingin yang kemudian akan menaikkan temperatur. !imit teoritis untuk pendinginan adalah temperatur udara masuk. Dry cooling tower(none%aporasi) menggunakan heat exchanger dengan permukaan yang panjang untuk panas yang ditolak ke atmosfer dengan fluida sirkulasi juga dengan air dan steam di dalam tube. Aliran udara ambient diatas tube luar dan permukaan yang panjang meningkatkan transfer panas kon%eksi sebagai hasil dari peningkatan kontak area. Ada dua dasar sistem pendinginaan, yaitu 5 +. Sistem Langsung, steam dari turbin tekanan rendah dalam aliran pipa ke heat exchanger dan didinginkan dengan udara pendingin. Desain ini menghilangkan intermediate loop dan heat exchanger tambahan dengan hasil yang tersimpan dalam thermal resistance dan capital cost. Densitas steam pada kondisi %acum dari exhaust turbin sangat rendah, walaupun memerlukan saluran besar untuk transport steam. -. Sistem Tak Langsung & pada sistem ini intermediate loop digunakan untuk menghindarikan transport steam dalam saliran besar. 3istem ini mempunyai dua desain yang ditunjukkan pada lampiran B. a. 3isten (eller (figure /.a) menggunakan direct contact condenser untuk mengkondensasi steam yang meninggalkan turbine dengan mencampurkannya dengan cooling water yang disirkulasi melalui cooling tower. b. 3ebuah surface condenser (figure /.b) digunakan untuk memisahlkan cycle steam dari cooling tower loop. Turbin steam

dikondensasi dengan cooling tower didalam surface condenser dan air yang di sirkulasi didinginkan dengan udara dengan cooling coils. 3istem (eller menghilangkan thermal resistance dari kondisi batas yang memisahkan siklus fluida dari surface condenser, terutama untuk kondenser yang lebih kecil dan tidak terlalu mahal. "eskipun sisitem (eller memerlukan cooling water dengan kualitas tinggi karena cooling water digunakan untuk boiler feed water. 4ni merupakan kerugian karena flowrate cooling water lebih besar dari flowrate feed water yang artinya perlu banyak air dengan kualitas tinggi untuk pendingin. #ntuk desain, seksi perpindahan panas dikonstruksi sebagai gabungan tube, dengan finned tube yang disusun - atau B rows. Tube dalam gabungan paralel dengan yang lainnya lalu diatur. #ntuk setiap seksi digunakan dua headers yang masing,masing dijaga oleh tube end. (eaders bisa pipa atau box,shaped cross section dan biasanya terbuat dari steel. 9abungannya dijaga dalam open metal frame. $emasangan gabungan tube bisa disusun dalam bentuk E dengan masing, masing tube hori;ontal atau melereng atau dalam bentuk A dengan susunan tube yang sama. 3usunan A yang sama bisa digunakan dengan gabungan tube yang %ertikal. #mumnya, tube yang melereng (inclined tube) lebih pendek dari tube hori;ontal. 3usunan inclined tube cocok untuk condencing %apor dan tube hori;ontal sangat cocok untuk desain heat exchanger..entuk A biasanya digunakan dengan forced draft airflow dan bentuk E untuk induced draft airflow. #ntuk natural draft none%aporati%e cooling tower tidak ada perbedaan pembuatan susunan bentuk A atau E. 9abungan disusun dalam suatu deck diatas lingkaran terbuka pada bagian bawah tower. $rinsip yang sama digunakan dalam countercurrent flow natural draft e%aporati%e cooling tower. #ntuk mendesain none%aporati%e cooling tower yang baik antara suhu -B : /B @ (+=,-1 F ') dari temperatur udara masuk atau steam condense pada perbedaan temperatur yang sama dengan meninjau udara yang masuk.

-.D >et,Dry 'ooling Tower 6%aporati%e,none%aporati%e cooling towers menggabungkan keuntungan dari sistem e%aporati%e(wet) dan none%aporati%e (dry) cooling towers. ?one%aporati%e tower melakukan pendinginan dalam waktu lama dengan hampir tanpa mengkonsumsi air selama periode dari temperatur ambient yang tinggi, none%aporati%e cooling digabungkan dengan e%aporati%e cooling. emungkinan ada macam,macam konfigurasi pemisahan wet dan dry tower. 9abungan dengan paralel atau seri yang alirannya melewati seksi dry dan wet. !ampiran B (fig.B) menggambarkan konfigurasi dimana aliran udara dalam paralel dan air dalam seri. Proses : Dengan menggabungkan proses e%aporati%e dan none%aporati%e, kapasitas panas absorbsi dari sistem dibagi antara dua tipe dari cooling towers yang diseleksi dari proporsi dan biasanya disusun jadi penyesuaian untuk mencocokkan operasi dari limit dua sistem, e%aporati%e dan none%aporati%e dikombinasikan dalam sebuah unit dengan susunan aliran pertama air yang akan didinginkan melewati seksi none%aporati%e cooling yang mempunyai kesamaan dengan dengan seksi gabungan tube yang digunakan pada tipe none%aporati%e heat exchanger. $ertama air panas melewati heat exchanger yang langsung diatas seksi e%aporati%e cooling. Air meninggalkan aliran seksi none%aporati%e dengan gaya gra%itasi diatas seksi e%aporati%e. 'ooling air dibagi menjadi dua aliran paralel, yaitu aliran yang melewati seksi none%aporati%e dan aliran yang melewati seksi e%aporati%e ke common plenum chamber menuju induced draft fans. Ada dua aliran airflow yang dikombinasikan dan keluaran menaikkan atmosfer dengan kipas. ebanyakan yang menarik dari aplikasi dari wet,dry cooling tower adalah membuat seimbang %apor plume suppression dan estetic dari siluet yang rendah dalam membandingkan dengan natural draft e%aporati%e cooling tower. 'ooling towers ini digunakan untuk mengambil keuntungan dari temperatur heat sink yang rendah yang dapat dicapai dari e%aporati%e cooling ketika ketersediaan air supply cukup.

-.) $acking $engisian packing harus memenuhi karakteristik sebagai berikut 5 +. $ermukaan interfacial antara fluida yang akan didinginkan dengan fluida yang mendinginkan besar. -. "emiliki karakteristik aliran fluida yang diinginkan, pada packing harus terjadi pertukaran %olume fluida yang besar melalui cross section tower yang kecil tanpa loading atau fleeding dan pressure drop yang rendah untuk gas. /. Gat inert fluida dapat diproses secara kimia. =. "empunyai kekuatan structural sehingga mudah dalam penangan dan instalasi. B. .iayanya relatif murah Terdapat dua cara pengisian packing, yaitu 5 +. Aandom $acking 3ewaktu instalasi packing dijatuhkan atau ditempatkan kedalam menara secara acak dimana menara diisi dengan air untuk mengurangi kecepatan jatuhan. 7enis random packing yang sering digunakan adalah 5 a. Aasching ring b. !eesing ring c. $artition ring d. .erl saddle e. 4ntalox saddle f. Tellrate g. $all ring or @lex ring -. Aegular $acking $acking jenis ini menguntungkan karena pressure drop yang rendah dan laju alir fluida yang lebih besar. 7enis,jenis packing regular, yaitu 5 a. Aasching ring b. Double spiral ring

c. 3ection through expanded metal lath packing d. >ood grids. -.* &peration dan "aintance -.*.+ 6%aporation !oss >ater e%aporation rate ditentukan oleh laju perpindahan sensible heat dari water dan e%aporation loss dapat diestimasi 1,+ 2 dari circulating water flow. -.*.- Drift !oss 'ooling Tower drift loss adalah kandungan li<uid water droplet terikut dengan udara keluar tower. Drift adalah air yang naik ke atas (terdorong ke atas) pada tower discharge %apor. Drift loss adalah fungsi dari Drift eliminator design, yang jenisnya ber%ariasi antara 1,+ dan 1,- persen dari air yang di supply ke tower. 'ooling tower sekarang ini dilengkapi dengan drift eliminator sehingga drift lossnya kurang dari 1,+ 2 dari water circulation rate. -.*./ .low Down 'ooling Tower blowdown merupakan bagian dari ciculating water yang dikeluarkan dari system untuk mencegah terjadinya scaling akibat solid. .lowdown (meguras) mengurangi bagian dari sirkulasi air terkonsentrasi terhadap proses e%aporasi untuk menurunkan konsentrasi system solid. 7umlah blowdown dapat dihitung berdasarkan jumlah siklus dari konsentrasi yang dibutuhkan untuk membatasi scale formation. 3iklus konsentrasi adalah rasio dari dissolved solid pada air resirkulasi untuk memisahkan atau melarutkan solid dalam make uap water. uantitas blowdown yang dibutuhkan ditentukan dari 5 'ycles of concentration H (>e I >b) 8 >b Atau >b H >e 8 (cycles : +)

'ycle of concentration terlibat dengan operasi cooling tower normalnya pada range / : = cycles. Di bawah / cycles of concentration, kuantitas excessive blowdown terpenuhi dan penambahan asam untuk membatasi scale formation harus dipertimbangkan. .low down ditentukan dari material balance yaitu,
b= e d r +

b 5 blow down rate (gal8min) e 5 e%aporation loss rate (gal8min) r 5 ratio of solid in blowdown terhadap solid in make up d 5 drift loss (gal8min) -.*.= "ake #p >ater Aate "ake #p re<uirements untuk cooling tower terdiri dari penjumlahan e%aporation loss, drift loss dan blow down. "ake up rate dapat dihitung 5
= b + e + d atau
= r e r +

" 5 "ake up rate (gal8min) "aka dari itu 5 >m H >e I >d I >b dimana 5 >m H >ater "ake,#p >d H >ater Driftloss >b H >ater blowdown 6%aporation loss dapat ditentukan dengan persamaan berikut 5 >e H 1,111)B >c (T+ : T-) Dimana 5 >c H 3irkulasi >ater flow (gal8min pada tower inlet)

T+ : T - H Temperatur air,masuk dikurang temperatur air,keluar,


o

@.

-.*.B @an (orse $ower Dalam menge%aluasi cooling tower dan biaya operasinya, perlengkapan fan horse power dapat menjadi factor yang signifikan. .anyak jumlah udara yang disirkulasikan melalui cooling tower dengan kecepatan +1,- m8s (-111 ft8min maximum untuk menurunkan draft tower). 7umlah fan air flow tergantung pada faktor desain tower, termasuk type fill, konfigurasi tower dan kondisi thermal. &utput efektif fan merupakan static air force (3A($) didapat dari persamaan sebagai berikut 5

3tatic H dimana 5

!( hs )( d ) //.111(+- )

J H Eolume udara (ft/8min) hs H 3tatic head di dalam air d H densitas air pada temperatur ambient, lb8ft/ -.*.C $umping (orse $ower @aktor lain yang penting dalam analisa seleksi cooling tower, khususnya dalam ukuran menengah dan besar, bagian dari pump horse power secara langsung merupakan bagian dari cooling tower. Type counter flow dari tower dengan spray no""les akan memiliki pumping head sama dengan static lift plus no;;le pressure loss. Type cross flow dari tower dengan aliran gra%ity memungkinkan pumping head sama dengan static lift , maka reducing horse power adalah 5
$ump bhp = gal8min( h t ) /*C1 (pump efficiency)

dimana 5 ht H total head, ft

-.*.D @ogging dan $lume Abatement @enomena yang muncul dalam operasi cooling tower adalah fogging (pengkabutan), yang menghasilkan %isible plume (bulu,bulu yang kelihatan) dan memungkinkan icing ha;ard. (asil dari fogging dari mixing warm, tower pada highly saturated mengeluarkan udara dengan cooler ambient air yang mengurangi kapasitas untuk mengabsorbsi moisture sebagai uap. -.*.) "anajemen 6nergi $enekanan sekarang pada manajemen energi, cooling tower tidak terbelakang. 3elama periode dibawah B1o@ temperatur ambient wet bulb, cooling tower mempunyai kapabilitas temperatur untuk menghasilkan air sejuk langsung pada air conditioning system. .eberapa metode berhubungan cooling tower telah digunakan untuk mengurangi konsumsi energi refrigerasi. 3istem ini seperti yang diterapkan pada mesin sentrifugal dan absorbsi refrigerasi, yang diketahui sebagai thermocycle atau free cooling system. -.*.* >ater Treatment $rocedure Ada beberapa batasan yang harus diperhatikan dalam perawatan air sebelum masuk kedalam cooling tower,antara lain 5 p(, harus dijaga pada kondisi normal yaitu C,D, karena p( yang lebih tinggi akan menyebabkan perubahan lignin pada penanganan weed fiber. 4nhibitasi korosi dipilih berdasarkan pada adanya serat,serat kimia dalam make,up water dan material dari peralatan (eat 6xchanger. $enambahan ;at anti alga dan jamur diperlukan untuk menjaga keadaan ;at kimia tersebut. $rosedur diatas biasanya dilakukan selama / kali dalam seminggu. Desain temperatur lingkungan adalah %ariabel tunggal yang paling penting yang dilibatkan dalam ranting pendingin air.

7ika nilai yang lebih tinggi daripada nilai yang sebenarnya digunakan, desain dibangun8dibuat dalam (eat 6xchanger, sehingga temperatur ini akan menghasilkan kapasitas untuk mendinginkan air proses, menuju temperatur outlet yang didinginkan, jika temperatur aktual yang rendah digunakan. -.+1 @aktor,faktor yang "empengaruhi a) ecepatan aliran air ecepatan aliran air yang masuk ke cooling tower merupakan suatu faktor yang mempengaruhi, semakin besarnya rate air yang masuk maka akan semakin besar beban fluida pendingin dalam proses pendinginan. b) ecepatan aliran udara 3emakin besarnya rate udara yang masuk maka proses pendinginan di dalam cooling tower akan semakin cepat. c) $erbandingan distribusi air dan udara $erbandingan distribusi air sebagai fluida yang akan didinginkan dan udara sebagai fluida yang digunakan untuk mendinginkan haruslah sesuai dengan kondisi yang diinginkan. d) (eat !oad (beban panas) 3emakin besar heat load, maka akan dibutuhkan rate udara masuk yang besar pula. e) "ake,up air pendingin 3ebagai make,up adalah filter ater. (al ini mempunyai pengaruh yang besar karena filter water membawa beberapa komponen yang dapat mengakibatkan timbulnya deposit maupun korosi. f) !ingkungan sekitar arena sebagai media pendingin dari air pendingin di cooling water adalah udara yang diambil dari sekitarnya, maka tidak lepas dari kotoran atau benda asing lainnya yang dibawa udara masuk ke system air pendingin, akibatnya terkontaminasi. g) $roses yang terkait erja 'ooling Tower

.eberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap cooling tower adalah 5

Kang dimaksud proses terkait adalah bentuk atau macam fuida yang didinginkan. (al ini biasanya terjadi karena kebocoran darai peralatan. "isalnya heat exchanger untuk pelumas gas ammonia atau gas sintesa apabila terjadi kebocoran akan mengakibatkan kontaminasi air pendingin. h) .ahan kimia $enggunaa bahan kimia melalui injeksi yang tidak terkontrol akan menimbulkan efek samping. $engaruh ini lebih dominan bilamana jumlah penggunaaan bahan limia tersebut semakin besar. Ada beberapa batasan yang harus diperhatikan air sebelum masuk cooling tower 5 +) p( harus dijaga kondisi normal C,D, karena p( yang lebih tinggi akan menyebabkan perubahan lignin pada penangasan weed fiber. -) $enambahan ;at anti alga dan jamur diperlukan untuk menjaga keadaan ;at kimia tersebut.

BAB III 'ET(D(L()I III.1. Alat *an Bahan +. -. /. 3atu unit tower Armfield, yang dilengkapi dengan pemanas (boiler). A<uadest. #dara bebas (sebagai media pendingin).

III.2. Pr!se*ur Per+!,aan +. 3iapkan peralatan cooling tower (miniatur) sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. -. 4si a<uadest ke basin (di bagian bawah cooling tower ). /. (ubungkan cooling tower dengan arus listrik. Atur debit air yang mengalir dan J sesuai dengan yang dikehendaki. =. 'atat temperatur inlet dan outlet untuk dry bulb dan wet bulb T + : TC, tekanan dan pressure drop yang ditunjukkan. !akukan pengambilan data sebanyak / kali pada tekanan yang berbeda,beda. B. (itung laju alir udara masing,masing data.

BAB IHA#IL PEN)A'ATAN DAN PE.HITUN)AN 4.1 Hasil Pengamatan J (k>) + +,B $ (gr8s) -1 /1 =1 -1 /1 L "m (-& +B +C +D -1 -+ Temperatur T+ /1,B /+,B //+,B /-,B T-),B -*,B /1 /1 /1,B T/ =1,B /*,B =1 =1 =+ T= /C,B /D,B /),B /D /D,B TB =C,B =C,B =C,B B1 B1 TC /=,B /-,B // // /=

=1 dimana5 T+ TT/ T= TB TC

--

//,B

/+

=+,B

/)

B1

/=,B

H Temp. dry bulb masuk H Temp. wet bulb masuk H Temp. dry bulb keluar H Temp. wet bulb keluar H Temp. air masuk H Temp. air keluar

7umlah deck H ) 7umlah plate per decks H +1 Total surface area packing H +,+* m$acking density (area8%olume) H ++1 m,+ (eight of packing, 1,=) m >ater 'apacity of 3ystem H /,1 liter (excluding make up tank) Dimensions of column H +B1 mm x +B1 mm x +11 mm high

4. 2 Perhitungan + $erhitungan ecepatan #dara dan Approach To >et .ulb 3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot Temperatur dry bulb udara keluar (#/) dan Temperatur wet bulb keluar (#=) pada physcometric chart, maka diperoleh $b. %ir mass flowrate (m) %ir volume flowrate ($) 'ross sectional area of empty tower (%) (ecepatan udara H H
1& +/D x $b

H H $ %

m $b s-

$erhitungan !aju $endinginan dan 'ooling Aange

)a*u pendinginan 'ooling +ange

H H

! #B #C

#B : #C

Diketahui % +. $erhitungan kecepatan udara dan Approach to wet bulb H TC , TL 9s H orifice differential (mm(-&) H dry air mass flowrate (kg8s)

9s

) ' %) (#B #C ) H - H+

H >ater "ass @lowrate H ".% H $ (kg8s)

'A! H 9as (eat 'apcity, >ater Eapor H =,+)D (k78kg o') (+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= (k78kg) Air Eolume flow rate (E) H 9s. Eb Eb H 3pecific %olume of steam and air mixture lea%ing top of column (m/8kg) plot temperature dry bulb keluar (T/) dan temperatur wet bulb keluar (T=) pada physcometric chart Untuk /!!ling L!a* 0 1 1&2 k3 a. #ntuk orifice differential (L) H -+ mm(-& dan laju alir +B gr8s Temp. wet bulb udara masuk (T-) Temp. air keluar (TC) Approach to wet bulb H -),B o' H /=,B o' H (/=,B : -),B) H C o'

(+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= T- H -),B o ' T= H /C,B o ' (+ H *-,B k78kg (+ H +-- k78kg

3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot temperatur dry bulb udara keluar (T /) H =1,B o' dan temperatur wet bulb keluar (T=) H /C,B diperoleh Eb H 1,))1B m/8kg.
) ' %) (#B #C ) H - H+
o

' pada physcometric chart, maka

9s 9s 9s

+,B x +1 - ,g 8 s =,+)D ,- 8 ,g o ' ( =C,B /=,B) o ' H (+-- *-,B) ,- 8 ,g

H 1,1-BB H 9s . Eb H 1,1-BB x 1,))1B H 1,1--=B m/8s.

Air %olume flow rate

'ross sectional area of empty tower (A) H 1,+B m x 1,+B m H 1,1--B m-

ecepatan udara H

1,1--=B $ H 1,1--B H 1,**D* m8s %

b.

#ntuk orifice differential (L) H -- mm(-& dan laju alir -B gr8s Temp. wet bulb udara masuk (T-) H -*,B o' Temp. air keluar (TC) Approach to wet bulb H /-,B o' H (/-,B: -*,B) H / o'

(+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= T- H -*,B o ' T= H /D,B o ' (+ H *D,B k78kg (+ H +-/,B k78kg

3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot temperatur dry bulb udara keluar (T /) H /*,B o' dan temperatur

wet bulb keluar (T=) H /D,B diperoleh Eb H 1,))/ m/8kg.


) ' %) (#B #C ) H - H+

' pada physcometric chart, maka

9s 9s 9s

H H

-,B x +1 - ,g 8 s =,+)D ,- 8 ,g o ' (=C,B /-,B) o ' (+-/,B *D,B) ,- 8 ,g

H 1,-==H 9s . Eb H 1,-==-= x 1,))/ H 1,-+BCC m/8s.

Air %olume flow rate

'ross sectional area of empty tower (A) H 1,+B m x 1,+B m H 1,1--B m-

ecepatan udara H

1,-+BCC $ H 1,1--B H *,B)B1C m8s %

c.

#ntuk orifice differential (L) H -/ mm(-& dan laju alir /1 gr8s Temp. wet bulb udara masuk (T-) H /1o' Temp. air keluar (TC) Approach to wet bulb H // o' H (// : /1) H / o'

(+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= T- H /1 o ' T= H /),B o ' (+ H +11 (+ H +-B,B k78kg k78kg

3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot temperatur dry bulb udara keluar (T/) H =1 o' dan temperatur wet bulb keluar (T=) H /),B diperoleh Eb H 1,))B- m/8kg.
o

' pada physcometric chart, maka

9s 9s 9s

H H

) ' %) (#B #C ) H - H+
/ x +1 - ,g 8 s =,+)D ,- 8 ,g o ' ( =C,B //) o ' (+-B,B +11) ,- 8 ,g

H 1,1CCB H 9s . Eb H 1,1CCB x 1,))BH 1,1B)) m/8s.

Air %olume flow rate

'ross sectional area of empty tower (A) H 1,+B m x 1,+B m H 1,1--B m-

ecepatan udara H

1,1B)) $ H 1,1--B H -,C+// m8s %

Untuk /!!ling L!a* 0 1 1&4 k3 d. #ntuk orifice differential (L) H -/ mm(-& dan laju alir +B gr8s Temp. wet bulb udara masuk (T-) Temp. air keluar (TC) Approach to wet bulb H /1 o' H // o' H (// : /1) H / o'

(+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= T- H /1 o ' T= H /D o ' (+ H +11 k78kg (+ H +-/ k78kg

3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot temperatur dry bulb udara keluar (T /) H =1,B o' dan temperatur wet bulb keluar (T=) H /D diperoleh
) ' %) (#B #C ) H - H+
o

' pada physcometric chart, maka

Eb H 1,)D=B m/8kg.

9s

9s 9s

+,B x +1 - ,g 8 s =,+)D ,- 8 ,g o ' (B1 //) o ' (+-/ +11) ,- 8 ,g

H 1,1=C= H 9s . Eb H 1,1=C= x 1,)D=B H 1,1=1B* m/8s.

Air %olume flow rate

'ross sectional area of empty tower (A) H 1,+B m x 1,+B m H 1,1--B m-

ecepatan udara H

1,1=1B* $ H 1,1--B H +,)1=- m8s %

e.

#ntuk orifice differential (L) H -= mm(-& dan laju alir -B gr8s Temp. wet bulb udara masuk (T-) Temp. air keluar (TC) Approach to wet bulb H /1,B o' H /= o' H (/= : /1,B) H /,B o'

(+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= T- H /1,B o ' T= H /D,B o ' (+ H +1- k78kg (+ H +-/,B k78kg

3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot temperatur dry bulb udara keluar (T/) H =+ o' dan temperatur wet bulb keluar (T=) H /D,B diperoleh Eb H 1,))B1 m/8kg.
) ' %) (#B #C ) H - H+
o

' pada physcometric chart, maka

9s 9s 9s

-,B x +1 - ,g 8 s =,+)D ,- 8 ,g o ' (B1 /=) o ' H (+-/,B +1-) ,- 8 ,g

H 1,1DD)* H 9s . Eb H 1,1DD)* x 1,))B1

Air %olume flow rate

H 1,1C)*/* m/8s. 'ross sectional area of empty tower (A) H 1,+B m x 1,+B m H 1,1--B m ecepatan udara H
1,1C)*/* $ H 1,1--B H /,1C/* m8s %

f.

#ntuk orifice differential (L) H -C mm(-& dan laju alir /1 gr8s Temp. wet bulb udara masuk (T-) Temp. air keluar (TC) Approach to wet bulb H /+ o' H /=,B o' H (/=,B : /+) H /,B

' (+ dan (- plot dari grafik physcometric chart wet bulb T- dan T= T- H /+ o ' T= H /) o ' (+ H +1= k78kg (+ H +-B k78kg

3pesifikasi %olumetrik udara keluar dengan menggunakan cara plot temperatur dry bulb udara keluar (T /) H =+,B o' dan temperatur wet bulb keluar (T=) H /) diperoleh Eb H 1,))D m/8kg.
) ' %) (#B #C ) H - H+
o

' pada physcometric chart, maka

9s 9s 9s

/ x +1 - ,g 8 s =,+)D ,- 8 ,g o ' (B1 /=,B) o ' H (+-B +1=) ,- 8 ,g

H 1,1*-D+ H 9s . Eb H 1,1*-D+ x 1,))D H 1,1)--/ m/8s.

Air %olume flow rate

'ross sectional area of empty tower (A) H 1,+B m x 1,+B m H 1,1--B m-

ecepatan udara H

1,1)--/ $ H 1,1--B H /,CB=* m8s %

-. $erhitungan !aju $endinginan dan 'ooling Aange Untuk /!!ling L!a* 0 1 1 k3 ! H +B gr8s !aju $endinginan H ! + ,. H H 1,1)// ( =C,B /=,B) o ' #B #C

'ooling Aange H TB , TC H (=C,B : /=,B) o ' H +- o ' ! H -B gr8s !aju $endinginan H ! + ,. H H 1,1D+= ( =C,B /-,B) o ' #B #C

'ooling Aange H TB , TC H (=C,B : /-,B) o ' H += o ' ! H /1 gr8s !aju $endinginan H ! + ,. H H 1,1D=1 ( =C,B //) o ' #B #C

'ooling Aange H TB , TC H (=C,B : //) o ' H +/,B o ' Untuk /!!ling L!a* 0 1 1&4 k3 ! H +B gr8s !aju $endinginan H ! +,B ,. H H 1,1)) (B1 //) o ' #B #C

'ooling Aange H TB , TC H (B1 : //) o ' H +D o ' ! H -B gr8s !aju $endinginan H ! +,B ,. H H 1,1*/D (B1 /=) o ' #B #C

'ooling Aange H TB , TC H (B1 : /=)o ' H +C o '

! H /1 gr8s !aju $endinginan H ! +,B ,. H H 1,1*CD (B1 /=,B) o ' #B #C

'ooling Aange H TB , TC H (B1 : /=,B)o ' H +B,B o '

BAB PE'BAHA#AN 'ooling tower merupakan suatu alat atau unit yang digunakan untuk pembuatan cooling water yang baik. .ila ;at cair panas dikontakkan dengan gas tak jenuh, sebagian dari ;at cair itu akan menguap dan suhu ;at cair akan turun. .erdasarkan hal tersebut, maka pada operasi cooling tower terjadi suatu proses perpindahan panas, yaitu perpindahan panas laten karena penguapan air dalam jumlah kecil dan perpindahan panas sensibel karena perbedaan temperatur air dan udara.

'ooling tower bertujuan untuk menjaga air pendingin dengan cara mendinginkan air itu dan menggunakannya kembali secara berulang,ulang. Air hangat yang biasanya berasal dari kondensor atau unit perpindahan kalor dimasukkan melalui puncak menara dan didistribusikan ke dalam palung,palung dan melimpah melalui kaskade ke bawah melalui salaian lembar yang berfungsi memberikan luas permukaan yang besar untuk kontak udara dan air. #dara dan air adalah bahan,bahan yang bernilai rendah dan dalam %olume besar harus dapat ditangani, seperti dalam berbagai operasi pendinginan air, peralatan yang bernilai rendah dan biaya operasi yang murah sangat penting. 3alah satu usaha untuk melestarikan air pendingin adalah dengan mendinginkan air hangat8panas yang biasanya berasal dari kondensor sehingga dapat digunakan kembali secara berulang,ulang. Dari hasil pengamatan dan perhitungan, terlihat bahwa pada kecepatan udara atau flow rate udara masuk berbanding lurus dengan orifice differential atau tekanan yang digunakan. "akin tinggi tekanan yang digunakan maka kecepatan udara atau flow rate udara masuk makin tinggi pula. (asil pengamatan ini sesuai dengan rumus yang digunakan dimana dari keempat rumus yang digunakan pada pengolahan data terlihat bahwa kecepatan udara (E) berbanding lurus dengan tekanan atau orifice differential (x). Temperatur >et .ulb adalah temperatur steady state yang dicapai oleh sejumlah kecil cairan8 li<uid yang mengalami penguapan ke dalam sejumlah besar campuran uap,gas yang tidak jenuh (unsaturated). Temperatur Dry .ulb adalah temperatur dari campuran uap :gas yang diperoleh dengan cara mencelupkan termometer ke dalam campuran gas tersebut. Temperatur dry bulb udara (T/) yang keluar dan temperatur wet bulb (T =) udara yang keluar dapat digunakan untuk menentukan spesifik %oume udara keluar. Dari $shychometric 'hart yang digunakan, hasil dari pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa makin kecil T/ dan T=, maka spesifik %olume udara keluar yang didapat juga makin kecil. 4ni sesuai dengan prinsif operasi cooling tower yang berdasarkan pada penguapan dan perubahan panas sensible, dimana campuran dua aliran fluida pada

temperatur yang berbeda

akan melepaskan panas laten penguapan yang

menyebabkan efek pendinginan ke fluida yang lebih panas dalam kasus ini adalah air. 6fek pendinginan ini dicapai dengan merubah sebagian cairan ke keadaan uap dengan melepaskan panas laten penguapan. 3elain itu, panas sensible juga berperan ketika air panas yang dilewatkan kontak dengan aliran udara dingin yang masuk, sehinga udara akan mendinginkan air dan temperaturnya akan meningkat sesuai dengan jumlah panas sensible air yang diperolehnya. 4ni terlihat pada hasil pengamatan bahwa temperatur air yang masuk (TB) lebih besar dari temperatur wet bulb udara yang keluar (T=).

BAB -I $E#I'PULAN DAN #A.AN 5.1 +. -. /. =. B. $esim ulan Temperature air masuk (TB) lebih besar dibandingkan dengan temperature wet bulb udara yang keluar (T=) dan temperatur air yang keluar. 3emakin besar kecepatan udara, berarti tekanan udara yang digunakan makin besar. @an yang terdapat pada cooling tower berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan. Dengan semakin besarnya cooling load, laju alir air dan kecepatan udara maka akan berpengaruh terhadap approach to wet bulb. 3emakin besar kecepatan udara akan menyebabkan laju pendinginan semakin cepat. 3ementara itu approach to wet bulb ditentukan oleh perbedaan antara temperatur wt bulb udara masuk (T-) dan temperatur air

keluar (TC), makin besar perbedaannya makin besar pula approach to wt bulb. C. Dari hasil percobaan dapat diketahui temperature dry bulb udara keluar (T /) lebih besar dari temperature dry (T+) atau wet bulb (T-) udara masuk. 5.2. #aran +. #ntuk mengurangi penghilangan air sebaiknya dipakai laju alir udara (air flow rate) yang tidak terlalu besar, karena semakin besar laju alir udara akan semakin besar air yang teruapkan walaupun laju pendinginan semakin cepat atau tinggi. -. #ntuk mencapai pendinginan yang baik air panas pada cooling tower sebaiknya dipakai packing dengan densitas yang lebih besar karena hal ini berhubungan dengan luas ruangan kontak antara air dam udara.

DA6TA. PU#TA$A Alan 3. @oust, +*)1. $rinciples &f #nit &perations. 6disi edua 7ohn M >iley 3ons. "c,'abe M 3mith, +*DC. /nit Operations of 'hemical Engineering. 6disi edua. "c9raw,(ill ogakusha,ltd. $erry, A (, Don 9reen, +*)=.Perry0s 'hemical Engineers Handboo,. Cth ed. "c9raw,(ill ogakusha, ltd . Treyball, Aobert 6, +*)D. ass #ransfer Operation. /rd edition. "c9raw (ill .ook 'ompany. ?ew Kork.

Lam iran 1 Da7tar N!tasi Ap to >b A mw J T+ T T/ T= TB TC x $ Eb 5 Approach to wet bulb 5 'ross 3ectional area of empty tower 5 !aju alir air 5 'ooling !oad 5 Temp. dry bulb udara masuk 5 Temp. wet bulb udara masuk 5 Temp. dry bulb udara keluar 5 Temp. wet bulb udara keluar 5 Temp. air masuk 5 Temp. air keluar 5 &rifice Differential 5 $ressure drop melalui $acking 5 3pesifik Eolume

ma

5 Air mass flow rate

Lam iran 2 )am,ar #kema /!!ling T!8er A aratus%

Droplat Arrester O!%)%C. Water Distri/ution &0ste#

t4 Air Outlet $e#perature

t3 Conection for Orifice Differential Pressure

t5 Conections for Pressure Drop Accross Packing "ain &'itc( PAC %12 1 W &'itc( Air %nlet $e#perature t t Water Out -ock $e#perature "ake ,p $ank
00.00
1 2

0,5 W &'itc( $e#perature %ndicator

Da#per BA&%1 t6
)* la ol a+ te

)an Air %nlet $(er#ostat Pu#p

!ecirculation

"ano #eter

0,5 W Heaters

1W

Lam iran 3 Tugas $husus /((LIN) T(3E. A. "enis9jenis /!!ling T!8er 1. /!!ling T!8er 'e+hani+al Dra7t :/T'D;

'ooling Tower "echanichal Draft mempunyai sistem pemipaan yang panjang dari atas tower sampai ke basin. @an yang besar menarik udara untuk memindahkan panas dari air, sehingga air dapat dipertukarkan panasnya sehingga menjadi dingin kemudian dapat digunakan lagi dalam proses.

$arakteristik% #kurannya lebih kecil Digunakan untuk plant umum "enggunakan @an 4nitial 'ost !ebih "urah #ntuk Eolume Kang !ebih ecil

1igure 2:

echanical 3raft 'ounterflow #ower

1igure 4:

echanical 3raf 'rossflow#ower

#ntuk mengkontrol cooling tower ini dilakukan pengaturan laju alir pendinginan pada diameter fan dan kecepatan operasi. "enara ini sering berisi beberapa area masing,masing dengan fan yang sering disebut dengan 'ell.

'ooling tower mechanichal draft di 5elle $ur power station 'ooling tower mechanichal tower menggunakan suatu fan untuk menghasilkan air,flow melalui tower itu. ada beberapa tower, masing,masing tower mempunyai fan sendiri. Diameter fan diatas /1 ft . Aelati%e flow yang dituju oleh air dan aliran udara dapat diatur di dalam arah counter flow. biasanya, 'ounterflow cooling tower untuk efisiensi thermal yang tinggi. 4nitial cost dari mechanichal draft cooling tower lebih murah dibandingkan dengan cooling tower natural draft. 2. /!!ling T!8er Natural Dra7t $erfoma thermal cooling tower natural draft ada kalanya gagal untuk perpindahan panas antara air dengan udara. @oto dibawah ini menunjukkan coling tower natural draft tunggal digunakan pada suatu pabrik. Tower natural draft tingginya sekitar =11 ft (+-1 m), tergantung pada diferensial perpindahan panas yang dibutuhkan, udara luar yang dingin dan udara lembab yang panas pada bagian dalam menara. .iasanya cooling tower natural draft tidak ada fannya.

$arakteristik% #kurannya !ebih .esar Digunakan #ntuk Plant Tertentu Tidak "enggunakan @an 4nitial 'ost !ebih "ahal #ntuk Eolume Kang !ebih .esar

6!r+e* /!!ling T!8er Natural Dra7t

Arah aliran garis hijau menunjukkan bagaimana air diambil dari suatu sungai (dalam gambar berwarna kuning) untuk dimasukan ke dalam basin (pada gambar berwarna hijau) sirkulasi. $ompa air mengambil air yang akan diproses dari basin. Air kemudian yang dipompakan adalah ke air yang telah panas atau setelah mengalami proses. Air itu kemudian di distribusikan ke puncak menara cooling tower, air akan jatuh dengan sendirinya karena pengaruh gaya gra%itasi masuk ke dalam basin dimana air itu kemudian dapat dikembalikan ke sungai dan yang dipompa oleh pompa cooling tower ke cooling tower kemudian air kembali ke basin, air dapat digunakan kembali.

Di cooling tower natural draft, daya apung yang alami dari udara panas menuju ke menara, udara dingin masuk melalui bawah dari tower. Tidak ada fan diperlukan. Dalam kaitan dengan tata ruang dari cooling tower memungkinkan mensirkulasi ulang udara panas dan performa resultan drop8jatuh. 3hell dari tower pada umumnya dibangun menggunakan beton

bertulang, dan dapat dibuat setinggi -11 m. (arganya sangat mahal untuk struktur beton yang besar, menara pendingin draft alami biasanya untuk mendinginkan air dalam jumlah yang banyak.

6atural 3raft 'ooling #ower

Arah aliran yang berwana hijau menunjukkan bagaimana air yang hangat meninggalkan pabrik, dipompakan ke cooling tower natural draft dan didistribusikan kembali. air Kang didinginkan, mencakup air make up dari danau, untuk meliputi losses penguapan kepada atmosfer, dan kembali ke kondenser. B. /!nt!h /!!ling T!8er Pre9+ast +!n+rete anel t< e +!!ling t!8er :PT/T;

Di Afrika 3elatan daerah pertambangan menggunaan cooling tower untuk menyediakan jumlah udara dingin yang besar untuk %entilasi tambang. Eolume udara pendingin digunakan untuk konsturksi crossflow dan counter flow. 'rossflow unit pada umumnya digunakan untuk tinggi tower yang tersedia terbatas. 6%aporati%e tertutup pendingin dan condensor menggunakan heat exchanger didalam bundle pada cooling tower. cara ini ditujukan untuk cairan apa saja dari pendinginan e%aporasi. 4ni juga dimungkinkan untuk mencapai menggunakan heat exchanger intermediate seperti plate heat exchanger atau shell and tube heat exchanger. 96A secara terus,menerus meningkatkan mutu dan keefektifan biaya tentang mendinginkan uap produknya . Dengan peningkatan yang dramatis di dalam mutu material plastik, menggantikan hampir semua komponen cooling tower dengan komponen plastik. "aintenecenya mudah dan tahan lama. $eistime8aan PT/T% -.+ m lebar8luas sebelum ditekan, pre,cast panel beton $re,cast beton plat atap $re,cast beton untuk cerobong fan.

$euntungan *ari PT/T%

.iayanya muarh $embuatan konstuksinya cepat Tidak ada orang sipil yang bekerja di $T'T , untuk fast,track proyek Dapat dibongkar dan dipindahkan .eton bermutu tinggi ( C1 "$A) 3truktur yang kaku yang dibandingkan ke lain sebelum memasang beton menara pendingin

3!!*en /!!ling T!8er # esi7ikasi% /asing *an L!u=ers casing berupa semen asbes yang berkerut diletakan secara horisontal untuk menumpahkan air. Dri7t Eliminat!r 6fisiensi tinggi, bank tunggal, perpindahan panas yang optimum.. 6an Aluminum alloy standard, fan digunakan dalam batasan cooling tower dipasang multi,bladed dengan aerofoil atau blade yang berprofil kembar. sistem double pass dirancang untuk

Tim,er In*u+e* Dra7t T!8ers ayu khusus dengan aliran cross flow, material yang digunakan $E' didalam .aja, 6liminators, Aerodinamik @A$ fan, dikontrol dengan tanpa gear boxes, semua untuk memberi efisiensi thermal paling tinggi. $enggunaan tekanan $alang memastikan filmM memerciki dinding kedua,duanya. 4ni memberi lebih kapasitas oleh -1,-B2 diatas isian disain yang kon%ensional.

# esi7ikasi% Distri,usi U*ara 9aya gra%itasi type basin dibuat dari l pine wood8kayu api Eliminat!r Dibuat dari papan kayu diperlakukan mendukung pada kayu lapis dibuat beralur 6liminator membingkai. $!nstruksi Dibuat dengan palang8baut Digal%anisir Dicelupkan $anas. $aku dari baja tahan,karat. Peralatan 'ekanis% 6an .aling,.aling fan dibuat fan multi,bladed. blade terbuat dari $aduan aluminium dan poros besi cor.

6.P In*u+e* Dra7ts T!8ers Thermal effisiensi, tahan lama, compact8padat disain aesthetically ringkas, isi $E' honey comb untuk memberi film pendingin, >6AT(6A,$A&&@8tahan air, basin @A$ untuk bak air dan saluran penghubung.

# esi7ikasi% Desain 'ooling tower ini /asing 'asing dibuat dari @A$ segmen dan dari sudut bangunannya cukup kuat untuk berbagai force dan dampak. Basin Type @A$ dengan pemasangan %i;, make up, o%er flow dan saluran penghubung. 6an @an adalah tipe aliran dari axial dan secara langsung dikemudikan headche E, .elt 8 9ear dri%e. fan blade merupakan aluminium alloy, secara statis dan dengan dinamis seimbang. 6an Dri=e '!t!r Tersedia di dalam T.6.@.'. Tahan cuaca, 4$,BB lampiran, cocok untuk instalasi yang di luar8outdoor. elas N .N isolasi, beraliran counter flow untuk mencapai perfoma yang optimum oleh distribusi air dan perpindahn panas yang optimal.

Pemerikasaan > A++ess 3in*!8 Disediakan untuk pemeliharaan dan pemeriksaan secara berkala menyangkut berbagai segmen dari cooling tower, tanpa mengganggu keadaan normal proses dari cooling tower. #e+ara Umum 'orrosion,@ree8 bebas korosi, !ight,>eight, dan sangat mudah untuk dipasang dan maintenence. /. /(..(#I(N INHIBIT(.& #/ALE INHIBIT(.& *an BI(/IDE .erikut adalah daftar chemical yang diinjeksikan ke dalam system cooling tower, antara lain 5 'hlorine (-12 'oncentration) 0 #ntuk membunuh bakteri &xygen 3ca%enger T',+111 0 #ntuk menghilangkan kandungan oxygen 3cale 4nhibitor 3T,B)C= 0 #ntuk mencegah pembentukan scale .iocide .T,B=1- 0 #ntuk membunuh bakteri 3A. (3ulfate Aeducing .acteria) 'orrotion 4nhibitor 'T,BD1= 0 #ntuk mencegah pembentukan karat $oly 6lectrolite ' , /+DC 0 #ntuk menggumpalkan8 mengikat partikel

Dengan melihat chemical yang diinjeksikan dalam sistem, sebagian besar adalah sebagai proteksi korosi berupa inhibitor baik sebagai oxygen sca%enger maupun anti,scale dan anti 3A.. 3emua inhibitor yang diinjeksikan, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya corrode and scale di dalam flow yang dapat terbawa pada saat penginjeksian ke dalam cooling tower. 'orrosion 4nhibitor terbagi menjadi / bagian 5 4nhibitor Anodic 5 yang memiliki sifat $asif, Tipis, komponen utama berupa Gn, 'r, Al, Ti dan E uat, dengan

4nhibitor

atodik0 bersifat kurang kuat tapi tebal, komponen utamanya

adalah @osfat, @osfonat, dll 4nhibitor atano berupa 3ynergestic 6ffect.

Kang menentukan keberhasilan dari 'orrosion 4nhibitor bisa dilihat dari komponennya dalam hal ini komposisi kimianya, lalu reaksi yang terjadi dengan melihat mekanisme reaksi dan ;at apa saja yang terbentuk, dan perhatikan dosis awal dan dosis pemeliharaan (dalam ppm), serta laju aliran fluida ("ass @lowrate, Eolumetric @lowrate, Eelocity). $ada prinsipnya corrosion inhibitor berguna untuk memproteksi agar gas yang melalui cooling tower tersebut tidak kontak secara langsung dengan cooling tower. 4nhibitor tersebut akan membentuk film,ing pada permukaan tower sejauh inhibitor tersebut dapat meng,co%er. 4ni bertujuan agar tidak terjadi korosi pada tower yang dialiri oleh gas yang bersifat korosif tersebut. 'ara mengukur effektifitas dari suatu chemical inhibitor dengan cara 'orrosion "onitoring (baik dengan corrosion coupon atau probe) dan untuk mengetahui sejauh mana inhibitor tersebut meng,co%er permukaan internal tower adalah dengan cara sampling yaitu mengambil sample pada tower tersebut (untuk mengetahui amine residual karena khususnya untuk tower wet gas, chemical inhibitor itu terbuat dari Turunan Amine). '4 water base menurut fungsinya akan memberikan lapisan film yang tipis sehingga reaksi anodik,katodik pada permukaan tower akibat adanya fluida yang lewat di atasnya tidak akan terjadi karena prinsip anodik,katodik berkurang satu faktor, yaitu tidak ada electrical connection. #ntuk 6A probe, yang merupakan kepanjangan dari 6lectrical Aesistance probe, prinsipnya adalah memberikan input apabila sensornya terkorosi sehingga akan meningkatkan resistansinya. D. Pa+king 9ambar bentuk $acking antara lain 5

'eramic $acking

"etal 4ntalox

"etal $all Aing

"etal (ypakO

$lastic @lexiring

'hempakO $acking

'ascade "ini $acking

$anapak $acking $oly 9rid $lastic 'ooling Tower $acking 9ambar bantuk packing di atas kebanyakan ditemukan pada $acked Tower. E-AP(.AT(.

A. E=a !rasi $roses e%aporasi telah dikenal sejak dahulu, yaitu untuk membuat garam dengan cara menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angin. 6%aporasi merupakan satu uni operasi yang penting dan biasa dipakai dalam industri kimia dan mineral, misalnya industri aluminium dan gula. 6%aporator juga digunakan untuk mengolah limbah radioaktif cair. Dalam sistem e%aporasi, cairan dipekatkan dengan memberikan panas pada cairan tersebut dengan energi yang intensif berupa sejumlah uap sebagai sumber panas. 7umlah uap yang dihasilkan per unit uap yang dipakai, yang menunjukkan peningkatan kepekatan, dapat diefektifkan dengan penggunaan e%aporator bertingkat. euntungan e%aporator bertingkat ini adalah uap hasil satu tingkat dapat digunakan $rosiding 3emiloka Teknologi 3imulasi dan omputasi serta Aplikasi -11C -+ sebagai sumber energi tingkat selanjutnya. Dengan demikian, proses e%aporasi dengan e%aporator bertingkat ini dapat menghemat energi yang diperlukan, sehingga mengurangi biaya operasi. .eberapa model mekanik sistem e%aporator industri telah dibuat oleh para peneliti dalam dekade ini. am dan Tade(+) telah membuat model untuk sistem e%aporator industri lima tingkat pada proses pembakaran cairan dalam proses .ayer untuk produksi alumina di AlcoaPs >agerup alumina refinery. Dalam proses kerjanya, sistem e%aporator memerlukan tinggi cairan dalam tangki yang tepat untuk memperoleh densitas produk yang diinginkan. #ntuk mempertahankan kondisi operasional e%aporator tersebut, dibutuhkan suatu sistem kendali yang mampu mengatur sistem tersebut. .eberapa ilmuwan telah merancang sistem kendali yang berbeda untuk sistem e%aporator ini. B. #istem E=a !rat!r 6%aporasi bertingkat dengan konfigurasi counter7current dari proses pembakaran cairan terdiri dari lima tingkat yaitu satu falling film e%aporator, tiga

forced7circulation evaporator dan satu super7concentration evaporator yang dipasang secara seri. omponen,komponen utama di setiap tingkat adalah flash tan, (@T), flash pot dan heater ((T). 3kema sistem e%aporator disederhanakan ditunjukkan dalam gambar +. 8pent li9uor setelah proses pengendapan (precipitation) dimasukkan ke falling film stage (@T Q+). omponen yang mudah menguap, dalam hal ini air, dihilangkan dengan laju recycle tinggi dan hasilnya dikentalkan lagi melalui tiga tingkat selanjutnya (@T Q- sampai Q=). @T QB digunakan untuk menghilangkan sisa cairan tanpa proses ulang. Di setiap tingkat, spent li9uor dipanaskan melalui heat exchanger (heater) dan air dihilangkan berupa uap pada tekanan lebih rendah dalam flash tan,. )ive steam digunakan sebagai pemanas untuk (T Q/, Q= dan QB. #ap dari @T Q/ dan Q= digabung dan digunakan dalam (T Q-, sedangkan uap dari @T Q- digunakan dalam (T Q+. ondensasi uap dari semua heater dikumpulkan dalam flash pot. )ive steam ke (T Q/ diset sebanding dengan jumlah live steam yang masuk ke (T Q=, sedangkan jumlah live steam ke (T QB tergantung pada jumlah residual RflashingS yang dihilangkan. Air dingin yang mengalir ke kondenser ' diset sehingga semua sisa uap terkondensasi. 3istem e%aporator penting dalam pabrik aluminium dan sulit untuk dikendalikan dengan menggunakan kontroler klasik karena karakteristiknya yang kompleks yaitu nonlinieritas sistem.

)am,ar 1. 3kema sistem e%aporator disederhanakan Ada +B %ariabel keadaan yang menjadi perhatian, yaitu le%el cairan dalam flash tan, (hii&i i : +,-,..B), densitas cairan (;i& i : +,-,... B) dan suhu aliran produk meninggalkan setiap tingkat (# i& i : +,-,... B). eluaran terkendali (controlled variabel) dari plant adalah le%el cairan dalam semua flash tan, (h ii&i i : +,-,..B), densitas cairan produk pada tingkat Q= (;<) dan suhu pada tingkat QB (T=). 4nput yang dimanipulasi adalah aliran produk cairan (! pppii&i i : +,-,..B), laju uap ke (T Q= ( s= mM ), dan laju uap dari @T QB ( vB mM ). /. '!*el #istem E=a !rat!r "odel sistem e%aporator diperoleh dengan menggunakan kesetimbangan massa dan energi. "odel sistem e%aporator merupakan model yang non linier. Dalam pemodelan ini hanya keempat tingkat pertama dari sistem e%aporator yang digunakan untuk menghindari kompleksitas. "odel terdiri dari +- persamaan diferensial dengan B %ariabel input dan B %ariabel output. eadaan ( state), %ariabel input dan output ditunjukkan dalam tabel -.+ dengan5 hi dalam m, #i dalam 1', ;i dalam ton8m/, ! pppii i dalam m/8jam dan s= mM dalam ton8jam. 3ebagai catatan, nilai aktual %ariabel,%ariabel ini dikalikan dengan suatu faktor dan nilai %ariabel keadaan hanya

merupakan nilai perkiraan. $ersamaan model sistem e%aporator flash tan, 2 adalah sebagai berikut

!aju e%aporasi E- dalam persamaan (-.=) tergantung pada jumlah uap yang terkondensasi dalam (TQ- yang besarnya sama dengan jumlah uap dari @TQ/ dan @TQ= (persamaan -.B). 7umlah uap yang meninggalkan @TQ- ( v- mM ) sama dengan jumlah %aporisasi air dalam @TQ- ( E-). $ersamaan matematik untuk flash tan, +, / dan = dapat dilihat dalam lampiran. ?ilai,nilai konstanta dalam model e%aporator ditunjukkan dalam tabel -.-.