Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM SEROLOGI

Disusun Oleh : FATHIA NURHASANA 11 01 01 161 Kelas D Reguler Semester VI Kelompok III

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI BHAKTI PERTIWI PALEMBANG 2014

PERCOBAAN I PEMISAHAN ANTISERA DAN ANTIGEN

1.1

Objek Praktikum Darah golongan AB

1.2

Tujuan Praktikum Untuk mengetahui cara pemisahan antigen dan antisera dalam darah Untuk mengetahui cara pemurnian eritrosit Untuk mengetahui cara pemurnian plasma

1.3

Landasan Teori Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)

tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah berwarna merah sampai merah terang apabila kaya oksigen dan berwarna merah sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Darah terdiri atas dua bagian yaitu plasma darah dan sel darah. Ada tiga jenis sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%) Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%) Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Dalam transfusi darah, penetapan golongan darah merupakan persyaratan yang mutlak di samping persyaratan lainnya. Ketidaksesuaian golongan darah donor dengan golongan

darah resipien akan mengakibatkan reaksi-reaksi alergi dan yang paling fatal adalah syok anafilaktik. Ada beberapa sistim penggolongan darah, namun yang terpenting untuk tujuanklinis adalah sistim penggolongan darah ABO dan Rhesus. Menurut sistim penggolongan darah ABO, darah dibagi 4 golongan, yakni golongan A, B, AB dan O; untuk penetapan golongan darah tersebut digunakan reagen yang disebut antisera. Plasma darah (antisera) adalah komponen darah berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah, dimana sel darah ditutup. 55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma darah. Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air dan 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbondioksida. Plasma darah (antisera) dapat dipisahkan di dalam sebuah tuba berisi darah segar yang telah dibubuhi zat anti-koagulan yang kemudian diputar sentrifugal sampai sel darah merah jatuh ke dasar tuba, sel darah putih akan berada di atasnya dan membentuk lapisan buffy coat, plasma darah berada di atas lapisan tersebut dengan kepadatan sekitar 1025 kg/m3, or 1.025 kg/l. Antigen adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida,tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabung dengan protein pembawa atau carrier. Spesifikasi reaksi antara antigen dan antibodi telah ditunjukkan melalui penelitianpenelitian yang dilakukan oleh Landsteiner. Ia menggabungkan radikal-radikal organik pada protein dan menghasilkan antibodi terhadap antigen-antigen tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan antibodi dapat membedakan antara kelompok berbeda pada protein ataupun kumpulan kimia yang sama tetapi berbeda kedudukan. Reaksi antara antigen dan antibodi terdiri dari ikatan non kovalen, (seperti ikatan hidrogen, van der Waals, elektrostatik, hidrofobik), sehingga reaksi ini dapat kembali ke semula (reversible). Kekuatan ikatan ini bergantung kepada jarak antara paratop dan bagian-bagian tertentu pada epitop.

1.4

Waktu dan Tempat Tempat Hari : Laboratorium Serologi STIFI Bhakti Pertiwi Palembang : Senin

Tanggal Waktu 1.5

: 24 Maret 2014 : 09.00 WIB s/d selesai

Alat dan Bahan Alat Alat yang digunakan dalam praktikum adalah : Tabung sentrifus Sentrifus Pipet tetes Tabung reaksi Rak tabung reaksi Cawan porselin Spuit 5cc Kapas

Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah : 1.6 Darah golongan AB Larutan NaCl fisiologis Kalsium klorida Kristal ammonium oksalat Natrium azida Prosedur Kerja 1.6.1 Pemisahan Plasma (antisera) dan Eritrosit (antigen) Ambil darah 5 ml, masukkan dalam tabung sentrifus. Sentrifugasi 2000 rpm selama 10 menit. Ambil plasma dan masukkan dalam tabung reaksi (antisera golongan darah A ) 1.6.2 Pemurnian Eritrosit (antigen) Eritrosit pada tabung sentrifus di tambah dengan larutan NaCL fisiologis sama banyak, aduk dengan cara memutar mutarkan tabung sentrifus pada kedua telapak tangan. Sentrifugasi 200 rpm selama 10 menit. Buang supernatanya, lalu tambah lagi dengan larutan NaCL sama banyak, aduk dengan cara memutar-mutarkan tabung sentrifus pada kedua telapak tangan. Sentrifugasi 200 rpm lagi selama 10 menit.

Lakukan prosedur ini sampai 3 kali, sehingga diperoleh eritrosit bersih( eritrosit ini dianggap 100 %). 1.6.3 Pemurnian Plasma (antisera) Cairan plasma ditambahkan kristal kalsium klorida sebanyak 1 mg untuk 1 ml, aduk, biarkan 10 menit. Saring dengan kapas, lalu ditambahkan lagi kalsium klorida sebanyak 1 mg untuk 1 ml darah, aduk, biarkan 10 menit. Lakukan sebanyak 3 kali Kemudian ditambahkan dengan kristal ammonium oksalat sebanyak 1 mg untuk 1 ml darah, aduk, biarkan 10 menit, kemudian saring. Lakukan pengerjaan ini sebanyak 3 kali Ditambahkan natrium azida sebanyak 1 mg untuk 1 ml darah Antisera siap digunakan.

1.7

Hasil dan Pembahasan 1.7.1 Hasil

Darah Golongan AB

Darah golongan AB yang telah disentrifugasi, terjadi pemisahan antara plasma darah dan eritrosit

Plasma murni golongan AB

Eritrosit murni golongan AB

Supernatan golongan AB

1.7.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini dilakukan pemisahan antigen dan antisera dengan menggunakan alat sentrifus. Prinsip kerja dari alat ini yaitu dimana objek diputar secara horizontal pada jarak radial dari titik, dimana dititik tersebut dikenakan gaya. Pada saat objek diputar, partikel-partikel yang ada akan berpisah dan berpencar sesuai berat jenis masing-masing partikel. Dengan gaya yang paling berperan adalah gaya sentrifugal. Sampel dimasukkan kedalam tabung sentrifus kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 2000rpm selama 10 menit dan setelah sampel disentrifugasi akan terjadi pemisahan berdasarkan berat jenis, dimana lapisan paling bawah adalah eritrosit (antigen) dan lapisan atas adalah plasma darah (antisera). Plasma darah (antisera) yang telah dipisahkan dari eritrosit dimasukkan kedalam tabung reaksi lalu ditambahkan dengan Kristal kalsium klorida. Tujuan penambahan

kalsium klorida adalah untuk mengikat kalsium yang terdapat pada antisera sehingga diperoleh antisera yang murni. Pada eritrosit ditambahkan NaCl fisiologis sama banyak kemudian disentrifugasi sebanyak 3x. Tujuan penambahan NaCl fisiologis adalah untuk memisahkan eritrosit dari pengotornya sehingga diperoleh eritrosit (antigen) yang murni.

1.8

Kesimpulan Dari hasil percobaan pemisahan antisera dan antigen didapat dua lapisan, lapisan bening berwarna kekuningan yaitu antisera dan yang berwarna merah yaitu eritrosit atau antigen.

DAFTAR PUSTAKA
Mitsukoraynzz. pemeriksaan antisera dan antigen. 11 Desember 2011. http://mitsukoraynzz.wordpress.com/2011/12/11/pemeriksaan-antisera-dan-antigen/ Sentrifugasi. sentrifugasi. 20 September 2012 http://sentrifugasi2012.blogspot.com/2012/09/sentrifugasi.html Wikipedia Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/Darah

PERCOBAAN II PEMERIKSAAN SPESIFISITAS ANTISERA

2.1

Objek Praktikum Eritrosit murni golongan AB

2.2

Tujuan Praktikum Untuk mengetahui cara pemeriksaan spesifisitas antisera

2.3

Landasan Teori Antiserum adalah serum dari manusia atau hewan yang mengandung antibody untuk

melawan berbagai macam penyakit yang spesifik dan biasanyan memberikan imunitas pasif kepada penyakit tersebut. Bagian plasma darah (antiserum) yang mempunyai fungsi penting adalah serum. Serum merupakan plasma darah yang dikeluarkan atau dipisahkan fibrinogennya dengan cara memutar darah dalam sentrifuge. Serum tampak sangat jernih dan mengandung zat antibodi. Antibodi ini berfungsi untuk membinasakan protein asing yang masuk ke dalam tubuh. Protein asing yang masuk ke dalam tubuh disebut antigen. Darah dibagi dalam berbagai golongan berdasarkan tipe antigen yang terdapat didalam sel.. Membran eritrosit mengandung dua antigen yaitu tipe-A dan tipe-B. antigen ini disebut aglutinogen. Sebaliknya, antibody yang terdapat dalam plasma akan bereaksi spesifik terhadap antigen tipe-A atau tipe-B yang dapat menyebabkan aglutinasi (penggumpalan) eritrosit. Antibody plasma yang menyebabkan penggumpalan aglutinogen disebut aglutinin. Ada dua macam aglutinin, yaitu aglutinin-a (zat anti-A) dan aglutinin-b (zat anti-B). Aglutinogen dibedakan menjadi dua yaitu : Aglutinogen-A : empunyai enzim glikosil tranferase yang mengnadung asetil

glukosamin pada rangka glikoproteinnya. Aglutinogen-B : mengandung enzim galaktosa pada rangka glikoprotennya.

Aglutinogen-AB : golongan yang memiliki kedua jenis enzim tersebut. Ahli imunologi (ilmu tentang kekebalan tubuh) kebangsaan Austria bernama Karl

Landsteiner (1868-1943) mengelompokkan golongan darah manusia. Berdasarkan ada atau tidak adanya aglutinogen maka golongan darah dikelompokkan menjadi golongan darah A, B, AB, dan O.

Golongan darah A, yaitu jika eritrosit mengandung aglutinogen-A dan aglutinin-b dalam plasma darah. Golongan darah B, yaitu jika eritrosit mengandung aglutinogen-B dan aglutinin-a dalam plasa darah. Golongan darah AB, yaitu jika eritrosit mengandung aglutinogen-A dan B, dan plasma darah tidak meiliki aglutinin. Golongan darah O, yaitu jika eritrosit tidak memiliki agutinogen-A dan B, dan plasma darah memiliki aglutinin-a dan b.

Tabel Golongan Darah Berdasarkan Aglutinin dan Aglutinogen

Golongan Darah A B AB O

Aglutinogen A B A dan B Tidak Ada

Aglutinin b a Tidak Ada a dan b

2.4

Waktu dan Tempat Tempat Hari Tanggal : Laboratorium Serologi STIFI Bhakti Pertiwi Palembang : Senin : 24 Maret 2014

Waktu

: 09.00 WIB s/d selesai

2.5

Alat dan Bahan Alat Alat yang digunakan dalam praktikum adalah : Pipet tetes Tabung reaksi Rak tabung reaksi Objek glass

Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah : Plasma murni golongan AB Eritrosit 5% golongan A, B, AB dan O Larutan NaCl fisiologis

2.6

Prosedur Kerja 2.6.1 Pembuatan Eritrosit 5% Masukkan kedalam tabung reaksi larutan NaCL sebanyak 19 tetes Dengan menggunakan pipet tetes yang sama, masukkan kedalam tabung reaksi diatas 1 tetes eritrosit golongan A Aduk hingga homogen dengan cara memutar-mutar menggunakan kedua telapak tangan sehingga diperoleh larutan 5 % Hal yang sama dilakukan terhadap eritrosit murni golongan B, AB dan O, sehingga diperoleh masing-masinglarutan eritrosit 5% Tandai larutan keempat tersebut.

2.6.2 Uji Spesifitas Antisera Teteskan diatas 4 buah objek glass bersih larutan antisera (plasma golongan A yang telah dimurnikan) masing-masing sebanyak 1 tetes Pada objek glass pertama ditambahkan 1 tetes eritrosit 5% golongan A, lalu amati reaksi yang terjadi Pada objek glass kedua ditambahkan 1 tetes eritrosit 5% golongan B, lalu amati reaksi yang terjadi Pada objek glass ketiga tambahkan 1 tetes eritrosit 5 % golongan AB , lalu amati reaksi yang terjadi Dan pada objek glass keempat ditambahkan 1 tetes eritrosit 5% golongan O, lalu amati reaksi yang terjadi Pengerjaan yang sama juga dilakukan terhadap plasma golongan B, AB, dan O Tabelkan hasil reaksi yang terjadi, bila terjadi aglutinasi dinyatakan dengan tanda (+), dan bila reaksi negatif dinyatakan dengan tanda negatif (-) 2.7 Hasil dan Pembahasan 2.7.1 Hasil

Eritrosit 5%

Plasma murni yang telah ditetesi Eritrosit 5%

Golongan Darah Golongan A Golongan B Golongan AB Golongan O

Plasma darah AB (-) (-) (-) (-)

2.7.2 Pembahasan Pada percobaan ini plasma AB tidak menunjukkan penggumpalan ketika diberikan eritrosit A, B, AB, dan O. Golongan darah AB yang tidak memiliki aglutinin A dan aglutinin B, dapat bersifat recipient universal, dimana golongan ini hanya mampu menerima darah yang ditransfusikan dari berbagai golongan darah termasuk golongan darah AB itu sendiri. Karena golongan ini mempunyai dua macam aglutinogen (A&B), maka ketika darah dari golongan lain (A,B, dan O) ditransfusikan ke golongan ini, pada saat itu golongan AB akan mempertemukan satu macam aglutinogen (misalnya B) yang terdapat di dalam sel darah merah tertentu dengan aglutinogen yang bersangkutan (B) yang terdapat di dalam sel darah merah dari golongan di luar AB (A, B, dan O). ini berarti bila aglutinin tidak terdapat di dalam plasma darah, maka aglutinogen yang bersangkutan harus ada di dalam sel darah merah. Golongan darah AB hanya dapat mentransfusikan darah ke sesama golongannya.

2.8

Kesimpulan Hasil yang didapat pada percobaan pemeriksaan spesifisitas antisera bahwa darah

golongan AB tidak terjadi aglutinasi setelah pemberian eritrosit 5%

DAFTAR PUSTAKA
Anna, Penggolongan Darah, 3 Desember 2012. http://anna-anaana.blogspot.com/2012/12/golongan-darah.html Biologi Learning Center, GOLONGAN DARAH DAN TRANSFUSI DARAH. 31 Januari 2012. http://biologylearningcenter.blogspot.com/p/pertemuan-2.html

wikipedia.com

Anda mungkin juga menyukai