Anda di halaman 1dari 12

KONTRASEPSI HORMONAL DAN SISTEM KARDIOVAKSULAR

Milena Bastos Brito, Fernando Nobre, Carolina Sales Vieira


Preto - Universidade de So Paulo, So Paulo, SP Brazil Faculdade de Medicina de Ribeiro

ABSTRAK
Kontrsepsi hormonal merupakan metode kontrasepsi yang paling sering digunakan untuk mencegah kehamilan. Banyak kepustakaan telah menunjukan hubungan antara risiko kardiovaskular dengan penggunaan terapi hormone. Dengan tujuan untuk memberikan panduan yang lebih baik pada metode kontrasepsi pada wanita dengan factor risiko penyakit kardiovaskular, kami telah meninjau kembali semua literature yang membahas tentang kasus ini. Literature tersebut menjelaskan bahwa data terakhir dari penelitian ilmiah mengenai pengaruh dari kontrasepsi hormonal pada thrombosis arteri, thrombosis vena dan hipertensi sistemik, di mana penyakit tersebut telah meningkat pada wanita usia muda.

PENDAHULUAN
Kontrasepsi hormonal merupakan metode kontrasepsi yang paling sering digunakan oleh wanita Brazil !"#$%. &etodenya terbagi atas kombinasi estrogen biasanya ethinylestradiol% dengan progesterone atau progesterone dosis tunggal. Kontrasepsi hormonal tersedia dalam berbagai macam dosis dan preparat oral, '&, vaginal, transdermal, subdermal implant dan dalam bentuk '(D%. )ujuannya adalah untuk menghalangi ovulasi dengan menghambat sekresi dari *+, dan L,- yang fungsinya untuk mengentalkan cairan serviks, sehingga sperma sulit untuk masuk- menyebabkan endometrium tidak siap untuk implantasi- mengubah pola sekresi dan peristaltic dari tuba fallopi. 'lmuan sangat tertarik tentang dampak dari hormone seks wanita terhadap system kardiovaskular, karenan beberapa pembuluh darah, karena memiliki reseptor estrogen dan progesterone di lapisan pembuluh darahnya. Beberapa studi epidemiologi telah menunjukkan asosiasi antara pengguna kontrasepsi oral kombinasi dan peningkatan risiko thrombosis vena dan arterial. &eskipun ada beberapa faktor risiko untuk thrombosis vena dan arterial, blood statis dan hypercoagulability merupakan faktor etiopatogenik bagi .enous )hromboembolism .)/%, sementara luka endotel merupakan 0

mekanisme )hrombosis

utama 1)%.

pada +elama

1retrial masa

reproduktif, 1) biasanya lebih jarang dibandingkan .)/ 0 kasus 1) untuk setiap #203 kasus .)/% )ujuan dari ulasan ini adalah untuk mendiskusikan efek utama dari hormone faktor bukti seks risiko ilmiah kaitannya terhadap dan yang ada sebagai penyakit untuk

kardiovaskular

mengekspose

menggambarkan hubungan kontrasepsi hormonal dengan thrombosis vena dan arterial dan tingginya tekanan darah sistemik. +ebagian besar artikel yang telah dipublikasikan mengacu pada studi observasi atau percobaan klinik pada hasil intermediet. ,al ini mengakibatkan rekomendasi terhadap bukti yang ada menjadi kurang kuat, namun, sebenarnya ini merupakan bukti yang paling baik yang tersedia yang bisa digunakan sebagai penuntun dalam latihan klinik. +angat pengting bahwa cardiologist waspada terhadap informasi tersebut, karena bila cardiologist mendapat konsul dari gynecologist, apakah pasien itu akan berkembang menjadi penyakit kardiovaskular atau tidak harus menggunakan metode hormonal. 4enatalaksanaannya telah ditentukan dalam criteria yang telah ditetapkan oleh 5,6 pada bulan juli tabel 0%

KONTRASEPSI HORMONAL DAN TROMBOSIS VENA


/thinylestradiol //% mengakibatkan perubahan signifikan pada system koagulasi, diawali dengan peningkatan kadar thrombin. )erdapat pula peningkatan faktor koagulasi fibrinogen , faktor .'', .''', '7, 7 ,7'' dan 7'''% dan pengurangan inhibitor koagulasi protein # dan antitrombin% yang menghasilkan efek prokoagulasi ringan. /fek tersebut dapat dilihat secara jelas dalam percobaan yang menilai hemostasis secara keseluruhan. meningkatnya generasi thrombin. 9isiko .)/ tergantung dari dosis //. Dosis tinggi // : #3 mcg% dikaitkan dengan peningkatan dua kali lipat risiko terkena .)/ bila dibandingkan dengan dosis rendah ;#3 mcg%. +ekarang, diketahui bahwa // yang mengandung "3 mcg memiliki risiko terkenan thrombosis lebih rendah bila dibandingkan dengan dosis <3 mcg, dengan syarat tanpa ada faktor lainnya. " Lagi pula, terdapat pula efek yang menunjukkan terjadi resistensi terhadap protein 8 dan

1walnya, terdapat persepsi bahwa thrombosis merupakan satu2satunya efek yang ditimbulkan oleh estrogen, yang dapat ditanggulangi dengan penurunan dosis // 0#3 mcg untuk 0#2"3 mcg%. =amun, pada tahun 0>>#, hasil menunjukkan bahwa kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung progesterone generasi tiga gestodene, desogestrel% memiliki fakor risiko thrombosis dua kali lebih tinggi daripada progesterone generasi kedua levonorgestrel%. 6leh karena itu, tipe progesterone juga terkait dengan estrogen, sehingga di kemudian hari yang menjadi topic tidaklah hanya dosisnya, tetapi juga tentang peran progesterone sebagai hemostasis dan sebagai determinasi dari tromobisis &eskipun memiliki karakteristik umum terikat dengan reseptor progesterone, progesterone merupakan kelompok steroid yang mempunyai efek sistemik berbeda dan termediasi tidak hanya melalui afinitasnya dengan reseptor progesterone, namun juga dengan kemampuannya untuk terikat dengan reseptor steroid lain seperti estrogen, androgen, glukokortikoid dan mineralokortikoid. Kemampuan untuk terikat dengan reseptor steroid yang lain dan afinitas dari masing2masing reseptor memberikan faktor risiko yang berbeda2beda terhadap thrombosis, tergantung dari progesterone terkait dengan estrogen Kontrasepsi oral yang dikombinasikan dengan progesterone generasi tiga terkait dengan ?ac@uired activated2protein28 resistanceA, maupun dengan kecenderungan untuk menghasilkan level yang lebih tinggi dari faktor koagulasi dan level yang lebih rendah dari antikoagulan alami, jika dibandingkan dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung progesterone generasi kedua. 4enemuan ini dapat menjelaskan meningkatnya risiko .)/ pada pengguna kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung progesterone generasi tiga, karena resistensi didapat maupun heriditer% terhadap protein 8 merupakan tanda penting pada meningkatnya risiko .)/. 4enemuan lain adalah hiperfibrinolisis jarang ditemukan di pengguna kontrasepsi oral kombinasi dengan progesterone generasi tiga dibanding dengan pengguna kontrasepsi oral dengan progesterone generasi dua. 4rogesterone jenis lain juga telah diteliti terkait hubungannya dengan risiko thrombosis bila dikombinasikan dengan //. 4enelitan yang paling sering dilakukan, oleh (niversitas Leiden, di Belanda, dilakukan untuk mengevaluasi berbagai jenis progesterone dan kaitannya dengan faktor risiko terkena thrombosis vena &ultiple /nvironmental and Benetics 1ssessment of 9isk *actors for .enous )hrombosis C&/B1D%, termasuk di dalamnya kaitan antara jenis progesterone dan faktor risiko terjadinya thrombosis, namun hasilnya menunjukkan sedikit perbedaan dari penelitian sebelumnya antara jenis progesterone. =amun, beberapa formula bahkan <

termasuk sampel kecil dapat digunakan untuk menghasilkan kesimpulan yang definitive. Dibandingkan dengan bukan pengguna kontrasepsi hormonal, kontrasepsi oral kombinasi mengandung levonorgestrel memiliki faktor risiko EF lipat lebih tinggi terkena thrombosis vena. Levonorgestrel merupakan progesterone yang memiliki faktor risiko paling rendah terhadap thrombosis, lalu diikuti dengan gestodene, drospirenone, cyproterone acetate, desogestrel. 6leh karena itu, berdasarkan risiko .)/, levonorgestrel memiliki risiko terendah, sedangkan progesterone jenis lain menunjukkan tingkatan risiko yang hampir sama, lebih tinggi dibandingkan dengan levonorgestrel. ,al ini mungkin disebabkan karena levonorgestrel memiliki potensi androgenic paling tinggi, di mana progesterone yang androgenic levonorgestrel% memiliki resistensi yang lebih rendah terhadap protein 8 dibandingkan dengan yang memiliki potensi androgen yang lebih rendah gestodene and desogestrel% cyproterone acetate and drospirenone%. Bukan berarti berdasarkan data yang ada kita tidak harus selalu merekomendasikan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung levonorgestrel. ,arus diketahui tentang risiko .)/, dan juga keuntungan dari masing2masing progesterone, berdasarkan hasil yang diharapkan, berdasarkan harapan dan karakteristik klinik dari pasien. )erlebih lagi, terdapat faktor risiko yang lebih tinggi pada .)/ pada kehamilan2nifas. =amun, ketika diperkirakan sekitar 033 juta wanita secara luas menggunakan kontrasepsi hormonal, pengetahuan tentang faktor risiko thrombosis menjadi sangat penting, terutama diantara wanita dengan faktor risiko tinggi terkena .)/. Ketika diberikan secara terpisah progesterone tunggal%, hanya member dampak kecil pada system koagulasi. 4eningkatan yang ringan dan tidak begitu bermakna terhadap .)/ telah dilaporkan pada pengguna kontrasepsi pil progesterone dosis tunggal. Kontrasepsi progesterone tunggal tidak terkait dengan perubahan parameter koagulasi atau fibrinolisis. 6leh karena itu, progesterone dapat diberikan pada pasien dengan risiko .)/. +ecara acak, double2blind study membandingkan efek hemostasis pada dua progesterone desogestrel .+ levonorgestrel% dan menunjukkan hasil bahwa keduanya memiliki efek yang menguntungkan. 4enelitian yang lain juga menunjukkan hasil hemostasis baik pada pengguna progesterone dosis tunggal desogestrel .+ levonorgestrel%, dengan pengurangan aktivasi resistensi protein 8 dan peningkatan pada protein +. 6leh karena itu, efek negative yang tergantung dari jenis progesterone, disebabkan oleh parameter antikoagulan dan E atau antiandrogen

koagulasi pada kontrasepsi oral kombinasi, tidak terbukti pada penggunaan progesterone dosis tunggal levonorgestrel atau desogestrel% Lebih dari "3 tahun yang lalu, implant subdermal yang tetap melepaskan dosis rendah progesterone telah ditemukan. Di brazil, terdapat etonogestrel2 releasing implant 'mplanonG, =. 6rganon, 6ss, )he =etherlands%. Dalam variable hemostasis yang di periksa , tidak terdapat atau hanya sedikit perubahan. &eskipun rute implant transdermal pada pengguna )erapi 4engganti )4% selama menopause tidak tampak adanya peningkatan risiko .)/, data tersebut tidak bisa digunakan untuk meramalkan kaitannya dengan kontrasepsi, terutama karena // memiliki potensi yang lebih besar dari estrogen yang digunakan dalam )4. 4ada =ovember "33#, the (.+. *ood and Drug 1dministration *D1% memberikan pernyataan bahwa patch yang mengandung 3,H# mg I J mg norelgestromin 6rtho2/vraG, "3 mcg of // I 0#3 mg norelgestrolminKday% melepaskan J3$ lebih banyak daripada total // yang ada di ?<# mcg //A pada kontrasepsi oral kombinasi, yang dapat mengubah frekuensi /+ yang serius seperti .)/. +elanjutnya, penelitian menunjukkan bahwa patch yang melepaskan "3 mcg // sehari mempunyai insiden .)/ yang sama dengan kontrasepsi oral kombinasi dengan <# mcg //. 'ni artinya kita tidak boleh menggunakan metode ini untuk pasien dengan risiko tinggi .)/, tidak seperti )4 transdermal. Kontrasepsi kombinasi non oral lainnya, seperti cincin vagina dan suntik, telah di tes efek sampingnya terhadap hemostasis. 8incin vagina 0# mcg of // I 0"3 mcg of etonogestrelKday% dibandingkan dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung <3 mcg // I 0#3 mcg levonorgestrel. ,asil menunjukkan perubahan hemostasis yang sama. 4enelitan yang baru2baru ini dilakukan membandingkan efek dari kontrasepsi oral kombinasi dan kontrasepsi vaginal pada variable hemostatik, dan menunjukan efek prokoagulan disebabkan //. =amun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk meneliti risiko .)/ pada kontrasepsi vagina. 'njeksi kombinasi mempunyai dampak yang lebih kecil terhadap hemostasis dibandingkan preparat oral, tidak seperti formula non oral lainnya patch dan ring%, mungkin karena mereka mengandung estrogen alami estradiol valerate atau estradiol cypionate% dalam komposisinya. Kaitannya dengan risiko thrombosis, penelitian dengan sampel kecil menunjukkan sedikit atau tidak ada risiko terhadap .)/, 1&' dan 8.1, namun tidak ada jawaban pasti apakah injeksi kombinasi tidak menyebabkan .)/.

Biasanya, tromboemboli terjadi antara tahun pertama penggunaan hormonal koontrasepsi, terutama E bulan setelah penggunan. =amun setelah 0 tahun, durasi pemakaian kontrasepsi oral kombinasi tidak terkait dengan .)/.

4endek kata, pada pasien dengan riwayat thrombosis atau trombofilia didapat atau heriditer%, dilarang menggunaan kontrasepsi hormonal kombinasi, apapun preparatnya. Di sisi lain, kontrasepsi progesterone dosis tunggal dan metode nonhormonal kondom dan '(D dengan cooper% diperbolehkan, berdasarkan criteria 5,6 tabel "%. 4ada pasien dengan risiko .)/ obesitas, usia L E3 tahun dan riwayat keluarga thrombosis%, lebih baik menggunakan J

kontrasepsi

progesterone

dosis

tunggal,

meskipun

penggunaan

//

diperbolehkan kecuali pada perokok dengan usia : <# tahun%. 4ada beberapa pasien dengan faktor risiko, lebih baik menggunakan kontrasepsi kombinasi dengan levonorgestrel, di mana progesterone merupakan satu2satunya pengobatan yang memiliki risiko .)/ paling rendah.

KONTRASEPSI HORMONAL DAN TROMOBISI ARTERI


&eskipun insiden 1) jarang diantara wanita usia muda- perubahan gaya hidup, jarang mengkonsumsi makanan berserat, meningkatnya batas saturasi lemak dan gula, bersamaan dengan gaya hidup sedentary, telah meningkatkan 1) pada wanita dengan usia produktif. 6leh karena itu, pada wanita dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti merokok, obesitas, riwayat darah tinggi, hiperkolestrolemia atau D&%, kontrasepsi hormonal harus diberikan pengawasan ketat pada pemberian kontrasepsi hormonal. +eperti pada .)/, penggunaan kontrasepsi oral kombinasi juga terkait dengan peningkatan risiko 1). 9isiko ini terkait dengan dosis dari estrogen, namun meskipun menggunakan pil dosis rendah // ; #3 mcg%, terdapat peningkatan faktor risiko. Dengan penggunaan dosis rendah kontrasepsi oral kombinasi // ; #3 mcg%, risiko 1) " kali lebih tinggi, meskipun setelah mengkoreksi variable pengganggu untuk faktor risiko penyakit kardiovaskular. )idak seperti .)/, tipe progesterone terkait dengan // tidak merubah risiko 1). 9isiko 1&' diantara pengguna kontrasepsi oral kombinasi meningkat seiring dengan faktor risiko 8.D seperti merokok, dan efek ini lebih nyata pada wanita dengan usia L <# tahun. 4ada wanita ; <# tahun dan pengguna kontrasepsi oral kombinasi, insiden 1&' diantara perokok : "3 rokokKhari%03 kali lebih tinggi dibandingkan bukan perokok <,# per 033.333 versus 3,< per E3 per 033.333%. 4ada wanita usia L <# tahun dan menggunakan kontrasepsi oral kombinasi, risiko 1&' meningkat sama besar baik yang perokok 033.333% dan bukan perokok < per 033.333%. 6leh karena itu, usia diatas <# tahun dan perokok harus mendapat pengawasan khusus bila memakai kontrasepsi. +eperti usia dan merokok, penyakit lain yang meningkatkan risiko 8.D seperti diabetes, hipertensi% juga meningkatkan risiko 1&' diantara 6leh karena itu, untuk menurunkan risiko terkena 1&', dosis // harus kurang dari #3 mcg dan identifikasi faktor risiko dari 8.D, sebelum menetapkan metode kontrasepsi H pengguna kontrasepsi hormonal kombinasi.

8erebrovascular accident 8.1% merupakan jenis penyakit pembuluh darah lainnya pada wanita usia reproduktif. =amun, terdapat insiden lebih tinggi diantara pengguna kontrasepsi oral kombinasi dibandingkan non2users. Ketika ,einemann memeriksa artikel epidemiologi, sangatlah mungkin untuk menyimpulkan bahwa dosis tinggi // L#3 mcg% terkait dengan peningkatan risiko stroke bila dibandingkan dengan formula dengan // ; #3 mcg. =amun, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara progesterone generasi kedua dan generasi ketiga. Baru2baru ini, studi kasus control telah dipublikasikan. +tudi tersebut melibatkan 0.0M" wanita sehat pada usia 0M2E> tahun. 4enelitian tersebut menyimpulkan bahwa risiko stroke ",< kali lebih tinggi pada kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung ; #3 mcg // bila dibandingkan dengan metode non hormonal. 9isiko stroke, seperti pada penelitan sebelumnya, tidak terkait dengan progesterone. 4enelitian menunjukkan bahwa migraine dengan aura melipat gandakan risiko stroke bila dibandingkan migraine tanpa aura. Biasanya, pada wanita masa reproduktif, merupakan hal yang penting untuk waspada pada gejala dari penyakit ini tabel "%. +etelah neurologist mendefiniskan manifestasi neurologic yang terdapat pada migraine, bila terdapat aura, kontrasepsi yang mengandung // merupakan kontraindikasi pada semua usia pada wanita usia reproduktif. ,ubungan antara kontrasepsi progesterone dosis tunggal dan migraine, ada beberapa penelitian dan sebagian besar tidak membedakan antara preparat oral, yang mana, mereka tidak mengatakan apakah kombinasi atau progesterone dosis tunggal. =amun, tidak adanya faktor risiko lain pada stroke, 5,6 memperbolehkan wanita dengan migraine, kecuali pada mereka yang terkena penyakit selama penggunaan kontrasepsi. 4ada beberapa kasus, penggunaannya harus dihentikan tabel "%. &eskipun rendahnya insiden 1) selama masa reproduktif, di mana mengakibatkan susahnya mencapai penyelesaian yang terpercaya pada penelitian yang ada, tidak ada data yang mengindikasikan rute paling aman. 4ada kasus kontrasepsi progesterone dosis tunggal, 5,6 menganjurkan versi injeksi bagi wanita dengan riwayat 1) tabel "%. D&41 menghambat ovulasi dan menyebabkan penurunan level estradiol, yang dapat menginduksi hipoestrogenism. &aka, bila diberikan untuk waktu yang lama, hal ini dapat mempengaruhi fungsi vascular. Lagi pula, penelitian longitudinal dan cross2 scetional menulis peningkatan level LDL dan penurunan ,DL diantara pengguna D&41, di mana mengakibatkan terjadinya perubahan terkait dengan M

epidemiologi 8D.. =amun, perubahan pada profil lipid tidak sebanding dengan kejadian buruk di klinik. +eperti pada implant, levonorgestrel2'(+ dan progesterone dosis tunggal tidak terkait dengan efek yang merugikan pada profil lipid. Komplikasi vascularKarterial lain yang jarang ditemukan selama masa reproduktif, namun mempunyai prognosis buruk, adalah penyakit arteri perifer 414%, dengan tingginya insiden oklusi vascular, amputasi dan kematian. 9isikonya 414 < kali lebih besar pada pengguna kontrasepsi oral kombinasi dibangdingkan bukan pengguna, dan risiko bertambah, sama seperti pada penyakit arterial yang lain, bila pada pasien juga terdapat faktor risiko lain pada penyakit2penyakit 8.D. Ketika setiap satu dari tiga generasi pil kontrasepsi dibandingkan kepada mereka yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal, kami menemukan risiko yang sangat tinggi pada formula yang mengandung progesterone generasi pertama norethisterone and lynestrenol% dan tiga kali lebih berisiko pada progesterone generasi kedua dan generasi ketiga. =ampaknya progesterone dosis tunggal tidak meningkatkan risiko 8.D. Baru saja dipublikasikan bahwa tidak ditemukan asosiasi antarak kontrasepsi yang mengandung progesterone tunggal dan /.1 /ncephalic .ascular 1ccident%, meskipun kualitas artikel yang dipilih tidak begitu bagus. 6leh karena itu, wanita dengan iskemia miokard, /.1, mingraine dengan aura atau dengan multiple faktor risiko untuk 8.D L <# tahun, menderita diabetes, hipertensi dan perokok%, hanya boleh mendapat kontrasepsi non2 hormonal atau kontrasepsi progesterone dosis tunggal. Diantara semua yang ada, yang paling baik adalah 44 levonorgestrel atau desogestrel%, etonogestrel2 releasing implant dan levonorgestrel '(+.

KONTRASEPSI HORMONAL DAN HIPERTENSI SISTEMIK


Nat yang mengandung kontrasepsi oral kombinasi memiliki mekanisme mereproduksi sifat steroid endogen. =amun, //, karena potensi biologinya yang tinggi, dibandingkan dengan estradiol seribu kali lebih berpotensi%, menghambat produksi angiotensinogen hepatic, yang mengakibatkan darah. system )erlebih rennin2 lagi, angiotensin2aldosterone meningkatkan tekanan

progesterone terkait dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung // memiliki kemiripan, namun tidak mereproduksi semua karakteristik dari progesterone alami. &eskipun telah ditemukan progesterone jenis baru, hanya drospirenone yang mempertahankan efek antimineralokortikoid dari progesterone alami. >

&eskipun demikian, masih tidak memungkinkan untuk menentukan keuntungan dari formula kontrasepsi ini pada tekanan darah pada pengguna dengan hipertensi. 4enyelesaian dibedakan antara wanita ,) postmenopause, di mana senyawa drospirenone dan estradiol% terkait dengan penurunan tekanan darah pada wanita yang menderita ,). ,al ini tidak berlaku bagi kaitan antara drospirenone dengan kontrasepsi pada //. 4ada kontrasepsi, sebuah artikel pada orang dengan tekanan darah normal menunjukkan bahwa tekanan darah menurun E mm,g, pada pengguna //Idrospirenone pada evaluasi spesifik J bulan setelah penggunaan obat. 1rtikel lain juga melakukan evaluasi spesifik pada 0J3 wanita dengan tekanan darah normal, membandingkan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung drosipirenone dengan yang mengandung gestonede. 4eneltian tersebut menunjukkan penurunan tekanan darah pada drospirenone selama proses penelitian, namun pada ada perbedaan antara kedua kelompok pada evaluasi tahap akhir, setelah 0" bulan. =amun, dari data disebutkan tidak ada metode kontrasepsi apapun yang aman digunakan pada wanita dengan hipertensi. Kami dapat menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal keamanan antara progesterone dengan tekanan darah dalam kontrasepsi. 4ada studi cross2sectional, Lubianca et al mengevaluasi 0H0 wanita didiagnosa hipertensi dan peningkatan diastolic preassure DB4%, meskipun setelah mengkoreksi variable pengganggu. 4enulis yang sama pun menemukan terjadi penurunan tekanan darah sistolik 20#,0 ! ",J mm,g% dan DB4 203,E ! 0,M mm,g%, setelah penangguhan selama J bulan, terjadi peningkatan risiko pada wanita yang berlanjut menggunakan kontrasepsi kombinasi. 9ute administrasi pada kontrasepsi hormonal tidak mengganggu tekanan darah. )idak seperti yang didapatkan pada terapi hormonal di wanita postmenopause, di mana tidak ada perubahan negative dari level tekanan darah dari wanita menopause dengan hipertensi yang menggunakan ,) transdermal, dibandingkan dengan placebo. &eskipun kontrasepsi oral kombinasi menyebabkan meningkatkan level tekanan darah antara "2< mm,g, rata2rata, pada wanita sehat, terapi antihipertensi tidak dibutuhkan pada sebagian besar kasus. =amun, pada wanita yang sebelumnya pernah di diagnosis hipertensi, pemberian kontrasepsi yang mengandung // harus dihindari, karena prognosisnya dapat memburuk dan dapat terjadi peningkatan risiko 1). 1da beberapa penelitian yang ditujukan untuk mengevaluasi perubahan tekanan darah dan kontrasepsi progesterone dosis tunggal, namun terdapat bukti 03

yang konsisten bahwa tidak ada hubungan antara penggunaannya dengan hipertensi pada wanita sehat selama "3 tahun follow up. 4endek kata, pada wanita yang menderita hipertensi, kita harus merekomendasikan untuk menggunakan kontrasepsi nonhormonal, atau kontrasepsi hormonal progesterone dosis tunggal tabel "%. Kontrasepsi

kombinasi, mempengaruhi tekanan darah dan meningkatkan risiko 1) pada pasien yang telah memiliki faktor predisposisi. 4ada pasien hipertensi yang terkontrol dengan baik, dibawah usia <# tahun, boleh menggunakan kontrasepsi kombinasi, namun berdasarkan criteria 5,6, ada beberapa ilmuan yang lebih menyukai opsi yang terdahulu karena mereka merasa lebih aman.

KESIMPULAN DAN SARAN


&anfaat menggunakan kontrasepsi hormonal lebih besar daripada risiko yang dihasilkan. 4enuntun yang bisa digunakan untuk menentukan kontrasepsi apa yang bagus digunakan pada wanita harus termasuk semua aspek keuntungan dan efek negatifnya, sehingga dalam konteks ini, inform concern dibutuhkan pada setiap kasus. +arannya adalah kita harus selalu mempertimbangkan metode kontrasepsi mana yang harus kita gunakan pada wanita dengan faktor risiko 8.D. Kontrasepsi oral kombinasi meningkatkan risiko thrombosis vena dan arteri, meskipun pada wanita sehat, namun risikonya lebih rendah. Komponen progestrin kombinasi merubah risiko .)/ pada pengguna kontrasepsi oral kombinasi. Bukti saat ini menyatakan bahwa levonorgestrel memberikan risiko yang paling rendah terhadap .)/. 4ada 1), tipe progesterone tidak berkaitan dengan risiko thrombosis, sehingga pada wanita sehat, tidak ada pilihan untuk meminimalkan risiko. 4rogesterone dosis tunggal dan kontrasepsi non hormonal tidak terkait dengan peningkatan risiko .)/. 6leh karena itu bisa digunakan pada pasien dengan risiko .)/ atau dengan riwayat .)/. 4ada pasien dengan riwayat 1) atau risiko multiple 1), metode kontrasepsi yang digunakan adalah yang non hormonal atau progesterone dosis tunggal kecuali pada metode suntik < bulan% 9isiko 1) atau .)/ tidak tergantung dari metode pemberian dari kontrasepsi hormonal kombinasi. +ejak kontrasepsi hormonal kombinasi mengandung ethinyl estradiol, selalu terjadi perubahan tekanan darah, meskipun dalam dosis rendah. 4erubahan ini tidak memiliki efek samping klinis pada wanita sehat, namun pada 00

wanita dengan hipertensi harus dihindari. 6leh karena itu, pada wanita dengan hipertensi, lebih baik menggunakan kontrasepsi non hormonal atau progesterone dosis tunggal, karena // meningkatkan risiko 1) dan mengubah control tekanan darah pada pasien tersebut.

0"