Anda di halaman 1dari 60

Percaya Diri Hanya ada satu sudut di alam semesta ini yang membuat Anda yakin semua akan

membaik, dan itu adalah diri anda sendiri.(Aldous Huxley) Rasa percaya diri haus ditonjolkan saat bertemu dengan relasi Anda dengan cara menguasai apa yang hendak dibicarakan. Tanpa Anda menguasai bahan pembicaraan maka semuanya akan menjadi sia-sia. Ketidakmampuan menguasai bahan pembicaraan akan menjadikanperasaan was-was dan pada akhirnya Anda tidak memiliki konsentrasi dan berujung pada kegagalan dalam menjalin relasi. Selain itu, untuk membuat rasa percaya diri, yang diperlukan adakan menunjukkan bahwa sikap bahwa Anda memiliki kekuatan. Jika dilihat dari luar, cara menunjukkan bahwa Anda memiliki kekuatan salah satunya dengan berdiri tegap dan antusias dengan relasi Anda.

Bertanggung Jawab dalam Tindakan dan Keputusan Anda tidak dapat melarikan diri dari tanggung jawab hari esok dengan menghindari hari ini (Abraham Lincoln) Salah sau bentuk tanggung jawab adalah memenuhi hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain. Pablic relations harus memiliki konsistensi antara ucapan dan tindakan. Tidak ada kata lalai untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab. Menjalin hubungan relasi juga berlaku demikian, saling bertanggung jawab dengan komitmen yang telah disepakati. Janganlah menuntut haknya saja, tetapi melalaikan kewajiban. Tugas seorang Pablic relations bukan hanya sekedar terpenuhinya hak dan kewajiban dalam perusahaan saja, tetapi harus linear pada masyarakat. Menjaga tanggung jawab internal dan eksternal merupakan hal yang harus benar-benar direalisasikan.

Kemampuan Mensugesti Orang Lain Dengan berkomunikasi dengan orang lainlah saya mengembangkan harga diri saya. (Oprah Winfrey) Sugesti merupakan pendapat yang dikemukakan berisi anjuran ataupun saran. Sugesti juga dapat diartikan sebagai pengaruh yang dapat menggerakkan hati seseorang. Menurut Kustadi Suhandang (2004: 70) mengatakan bahwa penerimaan pesan atau isi komunikasi, apapun bentuknya secara sugestif dapat dicapai apabila keadaan komunikasi atau khalayak sasaran dalam keadaan (a) daya pikirnya terhambat, (b) kepastian batin lumpuh sehingga menimbulkan pikirannya terpecah-pecah, (c) kepercayaan akan mitos, (d) pengaruh otoritas dan prestise, (e) pembawaan azali yang sudah ada pada seseorang, dan (f) mayoritas pendapat.

Jangan Terlalu Reaktif Manusia yang tidak memiliki kesabaran itu bagaikan menyalakan lentera tanpa minyak (Andreas Segovia) Sebuah permasalahan terkadang membuat kita ingin cepat bereaksi dan menyelesaikannya secepatnya juga. Namun, yang perlu diingat adalah jangan terlalu reaktif dalam menanggapi permasalahan. Sikap reaktif memang kadang diperlukan untuk memberikan penjelasan secepatnya, tetapi perlu dipertimbangkan dahulu apa yang hendak dijelaskan telah sesuai atau belum. Jangan terlalu terburu-buru dalam bereaksi sebab jika Anda melakukan kesalahan dalam bereaksi maka akan mempekeruh permasalahan. Jangan pertaruhkan Anda dan perusahaan tempat anda bernaung dengan sikap reaktif yang berlebihan.

Buatlah Gaya Bicara yang Menarik Sebuah sikap yang baik dan gerak tubuh yang tepat mencerminkan keadaan pikiran (Morihei Ueshiba) Gaya bicara yang menarik juga harus diimbangi dengan isi yang berkualitas. Gaya bicara menarik akan sia-sia tatkala tidak diimbangi isi pembicaraan yang berkualitas. Gaya bicara yang menarik bias Anda lakukan dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar dibarengi dengan mimic yang mendukung. Semakin Anda membuat orang tertarik maka orang lain semakin mengikuti arah pembicaraan Anda. Semakin isi pembicaraan Anda berkualitas maka Anda akan semakin dihargai karena keluasan pengetahuan Anda. Dengan demikian, Anda akan memberikan kesan positif dan orang akan selalu mengingat hal tersebut.

Ingatlah Tujuan Utama Sukses berarti mendapatkan yang Anda inginkan, sedangkan menginginkan yang Anda peroleh. (Dale Carnegie)

kebahagiaan

adalah

Pablic relations menurut Charles S' Steinberg ialah menciptakan opini publik yang menyenangkan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh badan atau perusahaan yang bersangkutan (Suhandang, 2OO4: 53). lngat juga bahwa seorang public relotions haruslah mampu menambah nilai positif suatu perusahaan ataupun organisasi. Dengan memberikan nilai lebih bagi perusahaan tentu akan berpengaruh positif untuk keseluruhan sehingga organisasi ataupun perusahaan diakui secara baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, seorang public relations harus selalu siap untuk membela diri ataupun melakukan klarifikasi terhadap pendapat yang negatif. Dengan seperti itu dapat meminimalkan dampak negatif yang bias muncul.

Memiliki Jiwa Pemimpin "Kepemimpinan adalah cara mengomunikasikan kelebihan dan potensi orang lain hingga melihat kualitasnya. (Stephen Covey) Dalam kepemimpinan pada umumnya memerlukan sebuah "kelebihan". Hal itu diperlukan sebab seorang pemimpin haruslah "lebih" daripada yang dipimpinnya. Kelebihan yang dimaksudkan meliputi budi pekerti yang baik, ketenangan, moralitas, melakukan hal secara efektif & efisien, kematangan, interegensi, motivasi, dan lain-lain. Seorang public relations haruslah memiliki jiwa kepemimpinan sehingga rnempermudah kerjanya. Kelebihan-kelebihan haruslah ditunjukkan secara nyata dalam bentuk program dan pelaksanaan sesuai konteks yang melingkupinya. Hal lain yang perlu dikembangkan dalam jiwa kepemimpinan adalah sanggup menggerakkan orang lain secara sukarela dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Tampil Sisi Positif "Semua kekayaan datamg daro keberanian untuk memulai." (Eugene F Ware) Sisi positif dalam membangun relasi adalah hal penting yang tidak boleh diabaikan. Hal-hal positif yang ditonjolkan oleh kita pada orang lain akan membuat orang lain tertarik untuk menjalin relasi dengan kita. Sisi positif adalah daya tarik tersendiri yang dimiliki setiap orang dan itu merupakan poin plus dalam menjalin hubungan. Jangan menonjolkan sisi negatif secara vulgar dan berlebihan karenaorang lain akan menilai kita sebagai orang yang selalu diliputi sisi negatif. Menonjolkan sisi negatif hanya akan membuat orang lain antipati dan penuh curiga terhadap kita. Hubungan yang dimulai dengan rasa antipati dan penuh curiga akan membuahkan sebuah hubungan yang tidak bertahan lama dan cenderung menuju arah kegagalan.

Janganlah Banyak Berpura-pura Karakter mansuia dapat dipelajari dari kata sifat yang biasa digunakan dalam percakapan. (Mark Twain) Mungkin Anda bias berpura-pura satu atau dua kali, tetapi jika berulang kali dilakukan maka lambat laun akan ketahuan juga. Banyak cara untuk berpura-pura dan banyak alas an untuk melakkan kepura-puraan tersebut. Ketika menghadapi seseorang dengan karakter yang sulit ditebak maka terkadang Anda memerlukan sikap berpura-pur dengan tujuan menyelami karakter orang yang dimaksud. Akan tetapi jika Anda sudah mampu menebak karakter orang lain maka janganlah Anda melakukan kepura-puraan lagi. Jika Anda terus melakukan kepura-puraan maka orang lain akan menganggap Anda adalah orang yang tidak jujur dan cenderung manipulative. Ingat, jangan pertaruhkan nama baik Anda dengan kepura-puraan, jadilah diri sendiri dengan karakter yang baik dan tidak dibuat-buat.

Jangan Terlalu Banyak Berprasangka Buruk Prasangka adalah buah dari ketidakpedulian. (William Hazlitt) Prasangka buruk pada orang lain akan membuat kita merasa was-was. Efek dari waswas tersebut emosi adalah berlebihan yang akan ikut serta di dalamnya. Biasanya prasangka buruk akan membuat orang menjadi agresif untuk menentang sesuatu yang diucapkan lawannya. Jika sudah demikian tentu kemampuan dalam menilai sesuatu secara objektif menjadi tidak ada lagi karena didominasi oleh egoisme semata. Berprasangka buruk juga akan mengakibatkan kita terjerumus dalam pikiran yang tidak jernih dan gegabah. Oleh karena itu, jangan sampai prasangka buruk terusmenerus ada dalam diri kita. Boleh saja kita berprasangka untuk membentengi diri, tetapi jangan berlebihan dan menghilangkan akal sehat kita.

Ingatlah Anda adalah Jembatan Penghubung Kita tidak dapat hidup hanya untuk diri kita sendiri. Seribu serat menghubungkan kita dengan oranglain. (Herman Melville) Public relotions dalam kenyataannya bisa diibaratkan seperti jembatan penghubung. Mengapa demikian? Tidak bisa dipungkiri bahwa public relotions berperan menyampaikan ataupun menerjemahkan apa kemauan pimpinan terhadap khalayak. Bayangkan saja jembatan.dalam arti sebenarnya memiliki peran vital sebagai penghubung daerah yang dipisahkan sungai. Demikian pura seorang pubric relations juga berperan sebagai jembatan penghubung yang akan menghubungkan sebuah institusi ataupun perusahaan dengan kharayak. Kemampuan menerjemahkan dengan bahasa kharayak harusrah dimiliki seorang pubric relations. Jangan salah menerjemahkan kemauan pimpinan, sebab akan berakibat fatal. Sebagai "jembatan penghubung" tentu memiliki peran penting dan bukan hal sepele. Oleh karena itu, tanyakan secara jelas kepada pimpinan hal-hal yang mungkin saja Anda kurang jelas.

Menjadi Sumber Informasi & Kelebihan saya percaya bahwa jalan sejati menuju kesuksesan tertinggi di bidang apapun adalah dengan membuat diri Anda menguasai bidang itu. (Andrew Carnegie) Untuk memikat dan membuat orang lain merasa membutuhkan Anda, salah satu caranya adalah memiliki banyak pengetahuan dan kelebihan lainnya. Banyaknya pengetahuan yang kita miliki secara otomatis akan membuat orang lain merasa tertarik dengan Anda. Tentu saja pengetahuan itu harus jarang dimiliki orang lain, karau orang lain mengetahui maka tidak akan bertanya pada Anda. Kelebihan yang dimaksudkan di sini adalah keterampilan dan kemampuan di berbagai bidang. Dengan seperti itu maka orang lain akan menjadi tergantung dengan Anda sebab tanpa kehadiran Anda tidak akan berhasil suatu tujuan. Hal itu jua menandakan Anda memiliki pengaruh. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kelebihan lainnya, yaitu dengan cara secara tekun belajar hal-hal baru dan pengetahuan baru sehingga tidak ketinggalan.

Memiliki Kekuatan Suatu keinginan jika diarahkan merupakan kekuatan. (David J. Schwartz) Jika Anda memiliki kekuatan tentu akan disegani ataupun mudah dalam memengaruhi orang lain. Bentuk kekuatan yang ada dalam diri Anda bisa memang karena kedudukan Anda dalam perusahaan dan bisa juga diperoleh secara alami. Kekuatan dalam bernegosiasi ataupun persuasi merupakan hal penting dalam tercapainya tujuan. Kemampuan tanpa dibarengi kekuatan bisa dianalogikan seperti rnemiliki kepandaian dan menginginkan sekolah, tetapi tidak memiliki biaya untuk sekolah. Kekuatan bisa muncul karena dimiliki diri sendiri, namun bisa juga lahir berkat dorongan dan dukungan orang lain. semakin banyak kekuatan yang dimiliki maka semakin kuat pengaruh Anda.

Katakana Sesuatu secara Realistis Semua anak adalah seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman ketika ia besar nanti. (Pablo Piccaso) Banyak orang mengatakan sesuatu cenderung dilebih-lebihkan guna menarik perhatian orang lain. Perkataan yang banyak menyimpang dari realitas yang ada mungkin sementara waktu akan membuat orang lain merasa kagum, namun untuk jangka panjang akan membuat orang merasa dibohongi mentah-mentah. Jika sudah merasa dibohongi tentu kepercayaan sudah tidak ada lagi dan efeknya akan membuat sebuah hubungan terputus. untuk menghindari hal yang demikian maka yang perlu dilakukan adalah mengatakan sesuatu secara realistis dan pertimbangkan baik-buruknya untuk menghindari hal-hal Yang tidak diinginkan.

Bersikap Hangat dan Ramah Keramahan adalah seni lembut meningkatkan daya tarik Anda dengan berpura -pura untuk tidak menyadari. (Oliver Herford) Pernahkah Anda berjumpa seseorang yang baru dikenal, tetapi menunjukkan sikap hangat dan ramah? Bagaimana tanggapan Anda? Ya, tentu Anda akan lebih menyukai orang yang bersikap hangat dan ramah, dibandingkan dengan orang yang hanya diam saja dan sikapnya menjengkelkan. lsi hati memang sulit diterka, tetapi setidaknya sikap awal menentukan untuk hubungan selanjutnya. Suatu maksud dan tujuan menyampaikan pesan banyak mengalami kegagalan karena tidak mampu menunjukkan sikap hangat dan ramah. Kehangatan dan keramahan merupakan senjata yang mampu meluluhkan orang lain. Entah itu di dalam kehidupan bermasyarakat ataupun di dalam perusahaan, orang yang hangat dan ramah akan mudah diterima orang lain.

Pahamilah Orang Lain Orang yang menyulitkan orang lain adalah orang yan tidak memiliki perhatian pada orang lain. (Alfred Adler) Dalam mencari relasi tentu mau tidak mau Anda harus berhubungan dengan berbagai macam karakter orang,dari yang low profile hingga yang high profile. Kunci dari menjalin hubungan tersebut tidak lain adalah kepandaian dalam memahami orang lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah kita tidak boleh mementingkan diri sendiri. Keinginan pribadi antar individu tentu berbeda sehingga terkadang terjadi benturan yang tidak terhindarkan. Memahami orang lain adalah suatu keharusan sebab dengan seperti itu maka akan terjadi kompromi kepentingan diri sendiri dan orang lain. Semakin banyak Anda mampu memahami orang lain maka semakin banyak pula relasi yang Anda dapatkan.

Memiliki Sikap Mau Mendengar Telinga pemimpin harus berdenging dengan suara banyak orang. (Woodrow Wilson) Menjadi pendengar yang baik adalah suatu kelebihan penting. Bagi sebagian orang mungkin mendengarkan merupakan suatu yang sangat membosankan. Apalagi jika kurang berkenan di hati tentang apa yang diceritakan orang lain, tentu kebosanan tersebut akan berlipat ganda. Namun, jangan menyepelekan apa yang dikatakan orang lain sebab siapa tahu akan berguna kelak di kemudian hari. Semakin Anda mampu menjadipendengaryang baik maka semakin banyak pula informasiyang didapatkan dari orang lain. Dengan informasi tersebut Anda bisa memilah-milah mana yang benar, mana yang baik, dan mana yang akan berguna. lngat, orang cenderung suka didengarkan ketika ia berbicara dibandingkan dibiarkan begitu saja.

Saling Percaya sebagai Pelanggeng Cara untuk maju adalah dengan memperbaiki diri dalam segala hal, tanpa pernah mencurigai siapapun yang ingin menghalangi.(Abraham Lincoln) Hubungan yang dilandasi saling percaya akan lebih mampu bertahan lama, dibandingkan dengan hubungan yang dilandasi oleh rasa saling curiga. Misalkan, Anda memiliki kambing untuk digembalakan pada orang lain dengan imbalan bagi hasil. Nah, karena telah menyuruh orang lain menggembalakan, tentunya Anda harus percaya sepenuhnya dan tidak perlu memusingkannya lagi sehingga sipenggembala merasa tidak sedang diintai. Demikian pula sebagai public relation, Anda harus mampu bersikap percaya pada orang lain/khalayak dan Anda pun tidak menyia-nyiakan kepercayaan khalayak. Dibutuhkan saling pengertian agar sama-sama mampu saling percaya, caranya dengan memberikan kepercayaan tersebut. Kemudian lakukan evaluasi berkala sehingga hubungan yang terjalin semakin baik.

Kuasai Otosugesti Kegelisahan dan ketidakpuasan adalah kebutuhan pertama kemajuan. (Thomas Alfa Edison) Menurut Muhammad Muflih (2006: 44) dikatakan bahwa otosugesti adalah perkataan dalam benak manusia yang berada di alam bawah sadar manusia. Wujud dari otosugesti itu adalah perkataan dan tindakan yang dilakukan seseorang. Setiap orang dikarunia otosugesti sendiri-sendiri, namun hal tersebut kadang tidak disadari. Untuk menumbuhkan otosugesti maka cara yang ditempuh adalah selalu berpikir positif dan percaya diri. Orang yang selalu berpikir positif dan percaya diri akan menjadikan orang tersebut memiliki sikap tidak mudah menyerah. Jika sudah mampu menguasai otosugesti maka kemampuan mensugesti orang lain tentu akan lebih mudah didapatkan.

Jadilah Seorang yang Karismatik Karisma adalah hasil dari kepemimpinan yang efektif bukan sebaliknya. (Warren Bennis) Karisma yang dimiliki seseorang adalah hasil dari suatu proses panjang yang dilalui sehingga diakui oleh masyarakat. Semakin banyak sepak terjang yang telah dilalui dengan predikat baik maka semakin kuat karisma melekat pada diri seseorang. Orang yang berkarisma bukanlah orang sombong yang membutuhkan pujian ataupun pengakuan, tetapi masyarakat sendirilah yang mengakui karisma seseorang. Orangyang memiliki karisma akan disegani kawan maupun lawan. Oleh karena itu, jika public relotions memiliki karisma maka hal itu akan sangat mendukung kerjanya sehingga kesuksesan akan cepat mendekat.

Berpikir Kreatif Berpikir kreatif dan kreativitas tidaklah sama. Berpikir kreatif akan membawa Anda pada gaasan baru, sedangkan kreativitas merupakan perwujudan gagasan ke dalam kenyataan. (John Adair) Menurut John Adair dalam bukunya "Berpikir Kreatif Berpikir Sukses,,(2009:14) mengatakan bahwa kreativitas adalah bagian dari pikiran dan jiwa yang memungkinkan kita mewujudkan sesuatu yang berguna, tatanan, keindahan atau makna penting yang seolah muncul dari kehampaan. Sebagai public relotions tentu dituntut untuk selalu berpikir kreatif sebab berbagai permasalahan bisa saja sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan dengan cara yang itu-itu saja. Oleh karena itu, mengembangkan cara berpikir kreatif adalah modal penting. Kita harus meng-up grode kemampuan berpikir menggunakan banyak cara yang bisa ditempuh kalau tidak ingin tertinggal. Semakin Anda berpikir kreatif maka semakin banyak alternatif pemecahan masalah yang bisa diterapkan.

Mampu Memahami Emosi Amarah hanya di hati orang yang dungu (Albert Einstein) Sebuah keberhasilan bukan hanya ditunjang oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga ditunjang oleh kecerdasan emosional dan spiritual. Menurut Gardner ukuran kecerdasan intelektual tidak bisa dijadikan pijakan sebagai alat ukur dalam pencapaian kesuksesan seseorang sebab kecerdasan intelektual memiliki keterbatasan. Seorang public relations yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi tanpa dibarengi kecerdasan emosional dan spiritual maka akan gagal. Oleh karena itu, harus dipadukan sesuai porsinya antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Bersikap Wajar Anda bias dibutakan dengan melihat hal yang sama setiap harinya. Padahal setiap hari selalu berbeda, setiap hari membawa keajaibannya sendiri. Anda hanya perlu memberikan perhatian lebih pada hal-hal kecil diantara kita.(Paulo Coelho) Seringkali kita menjumpai orang yang suka melebih-lebihkan sesuatu dalam perkataan ataupun tingkah laku. lstilah anak muda sekarang sering dikatakan sebagai leboy. Bagaimana perasaan Anda menghadapi orang yang demikian? Ada perasaan dongkol, geli, tak sabar; pokoknya campur aduk jadi satu. Jika Anda tidak menyukai orang yang demikian, tentu jangan sampai kita ikut-ikutan lebay. Bersikap wajar adalah kuncinya. Bersikap wajar adalah bentuk sebuah ketulusan yang tidak dibuat-buat. Bersikap melebih-lebihkanakan membuat orang lain kurang percaya terhadap apa yang kita omongkan, Bersikap wajarlah dan sepatutnya agar orang lain benar-benar percaya pada kita.

Senjata Pertama adalah Senyum "Senyuman adalah sebuah pelukan verbal(Anonim) Senyum adalah bahasa yang dapat dimengerti siapa saja meskipun bukan bahasa verbal. Senyum adalah bahasa ampuh dan universal. Namun demikian, senyuman juga harus tepat penggunaannya sebab jika tidak tepat maka bisa disalahartikan sebagai suatu ejekan ataupun penghinaan. Ketika kita bertemu seseorang pertama kali dan langsung melemparkan senyum, tentu kita akan menilai senyum orang tersebut sebagai sebuah pertanda sebuah sikap ramah dan keterbukaan. Dengan senyuman pula kita dapat membuka sebuah percakapan. Kita tentu akan lebih simpati dengan orang yang murah senyum dibandingkan dengan orang yang cemberut terus-menerus. Jadi, tidak salah jika ada orang yang mengatakan bahwa senyum adalah senjata pertama dalam menjalin hubungan.

Sajikan Sesuatu yang Menarik Setetes madu mampu menarik lebih banyak l alat daripada satu galon empedu. (Abraham Lincoln) Orang akan lebih tertarik dengan sesuatu yang menurut mereka memberikan kesan mendalam. Untuk menjalin hubungan dengan orang lain, kesan pertama sangatlah penting sehingga Anda harus menunjukkan semaksimal mungkin menyajikan sesuatu yang menarik. Sesuatu yang menarik tidak harus berupa barang, tetapi bias juga sebuah senyuman, kehangatan, komunikasi efektil ataupun guyonan yang menyegarkan. Senyuman akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang ramah. Kehangatan dan komunikasi efektif akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang mampu membawa diri dengan orang lain, sekalipun baru berkenalan, Guyonan rnenyegarkan akan membuat keakraban dengan relasi baru Anda. semakin Anda dianggap menarik di mata orang lain, maka semakin rnudah pula Anda menjalin hubungan dengan orang lain.

Jadikan Orang Lain Merasa Penting Penghargaan adalah hal yang menukjubkan: ini membuat apa yang baik dalam diri orang lain memiliki kita juga.(Voltaire) Orang yang merasa dipentingkan tentu memiliki antusiasme tersendiri. Bayangkan saja jika Anda dianggap sebagai orang penting di dalam perusahaan Anda, tentu saja perilaku Anda tidak akan sembarangan. Membuat orang lain merasa dipentingkan akan membuat orang tersebut berbuat dan memberikan semua yang terbaik. Sebaliknya, jika Anda membuat ataupun menganggap orang lain tidak penting maka hal itu sama saja menganggap remeh orang lain. Konsekuensi menganggap remeh orang lain adalah permusuhan atau kebencian. oleh karena itu, buatlah orang lain merasa dipentingkan sehingga Anda dan orang lain merasa nyaman dalam bekerjasama.

Memiliki Seni Meyakinkan Orang Lain Pengamatan yang hanya satu kali ternyata dapat meruntuhkan pandangan umum yang berasal dari pengamatan banyak orang. (Nassim Nicholas Taleb) Meyakinkan orang lain adalah hal yang melelahkan untuk sebagian orang, namun jika Anda tahu kuncinya. Salah satu kunci meyakinkan orang lain adalah memberikan sesuatu yang nyata. Misalkan, Anda ingin mendirikan pabrik, tentu yang diinginkan masyarakat sekitar adalah pabrik tersebut akan bermanfaat bagi semuanya. Untuk mengambil hati orang sekitar tentu Anda perlu mengikutsertakan masyarakat sekitar sebagai karyawan dalam pabrik Anda, dari proses pembangunannya hingga pabrik itu berproduksi. Dengan demikian, masyarakat akan merasa memiliki karena dari pabrik itulah mereka menggantungkan nafkah. lntinya, tunjukkan bukti bukan janii semata.

Buat Orang Lain Merasa Diharagi Hargai orang lain, dan dia akan melakukan lebih untukmu. (James Howel) Penghargaan pada orang lain adalah hal penting yang terkadang terlupa. Bentuk penghargaan yang hendak kita berikan harus sesuai porsinya, Ada sebuah kisah yang menarik untuk disimak. Kisah demikian, ada seorang kakek yang memiliki sepeda antik yang menurutnya sangat berharga. Sepeda antik tersebut sudah ditawar puluhan juta rupiah oleh para pedagang. Namun, kakek tersebut tidak mau menjualnya berapa pun harganya. Suatu ketika datanglah seorang pemuda yang baru dikenalnya sewaktu lari pagi. Pemuda itu bercerita tentang keinginannya pada seorang kakek. Pemuda menginginkan sebuah sepeda karena ia ingin mengurangi polusi udara dan sepeda tersebut juga untuk transportasi kuliah. Namun, pemuda tersebut tidak memiliki biaya. Pemuda tersebut kalau berbicara tentang sepeda selalu antusias. Sang kakek juga antusias kalau berbicara tentang sepeda. Kakek berbicara panjang lebar tentang kenangan bersama sepeda kesayangannya itu, dari masa perjuangan hingga kemerdekaan. Pemuda itu mendengarkan dengan saksama penjelasan kakek tersebut hingga tak terasa hari sudah malam sehingga pemuda tersebut menginap di tempat kakek. Sebuah kejutan datang di pagi hari bagi si pemuda tersebut, ia diberi sepeda si kakek dengan gratis, padahal sepeda itu sudah ditawar puluhan juta oleh pedagang barang antik. Dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap orang senang bila dihargai orang lain, meskipun penghargaan tersebut hanya berupa sebuah antusiasme dan perhatian. Kakek tersebut merasa dihargai oleh pemuda tadi sehingga memberikan sepeda kesayangannya pada si pemuda. Dalam hal membangun relasidengan orang lain pun berlaku demikian bahwa penghargaan sekecil apapun pada orang lain akan membuahkan hasil yang terkadang tidak kita duga.

Mengetahui Keinginan Orang Lain Hal yang sia-sia mencari cahaya, tetapi Anda tidak mau menyalakan lampu. (Robert Frost) Jika Anda menginginkan menjadi orang yang berpengaruh, maka Anda harus mengetahui apa yang orang lain inginkan, Anda harus pandai-pandai mengetahui setiap kebutuhan orang lain karena hal itu bias dijadikan senjata manakala diperlukan.Misalkan, orang lain membutuhkan sebuah kepercayaan maka Anda harus menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang layak dipercaya. Demikian pula Anda juga harus berani memberikan kepercayaan pada orang lain. Jika Anda seorang public relotions dan bekerja diperusahaan besar, biasa nya ada program CSR (Corporate Social Responsibitity) maka manfaatkan program CSR tersebut untuk mengetahui kebutuhankebutuhan apa yang diperlukan masyarakat sebenarnya sehingga program CSR benarbenar memberikan manfaat.

Trik Jitu dalam Persuasi Untuk menjadi persuasive, kita harus dipercaya; untuk dipercaya kita harus kredibel, untuk dapat dipercaya, kita harus jujur. (Edward R. Murrow) secara umum persuasi dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan psikologis dalam rangka memengaruhi sikap, pendapat, sifat, dan juga tingkah laku seseorang, sebagian orang, atau banyak orang. Menurut Suhandang (2004: 55) menyatakan bahwa untuk memengaruhi seseorang sebanarnya dapat dilakukan dengan cara meneror, memboikot, memeras, menyuap, dan sebagainya. Namun, memengaruhi dalam persuasi tidaklah dengan cara demikian, cara memengaruhi dalam persuasi didasarkan pada interaksi yang menggunakan alasan-alasan psikologis. Oleh karena itu, sebagai public relotions tentunya harus rnemiliki trik tersendiri dalam memengaruhi orang harus disesuaikan dengan konteksnya. Kemampuan didapatkan secara alami maupun dari proses belajar.

Manfaat Pengaruh Personal Reputasi seribu tahun dapat ditentukan dengan pelaksanaan satu jam(Peribahasa Jepang) Dalam menangani permasalahan terkadang diperlukan adanya pemanfaatan pengaruh personal. pengaruh personal biasanya dibangun secara bertahap baik karena kemampuannya, kebiasaannya, kebijaksanaannya, dan rainnya. Jika Anda memiriki pengaruh 5personal maka akan sangat efektif daram memengaruhi opini dan jalan pikiran orang lain. Namun, jika Anda tidak memiliki pengaruh personal yang kuat maka carilah orang lain yang memiliki pengaruh personal yang kuat guna membantu usaha Anda supaya cepat tercapai. Misalnya jika di sekitar perusahaan adarah daerah santri, tentu saja orang yang berpengaruh adalah kyai. Namun demikian, Anda juga harus menimbang sesuatu dengan berpegang teguh pada sikap dan tingkah laku saling menguntunkan semua pihak agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Puji Relasi Anda Penghinaan harus ditulis di pasir, sedangkan pujian harus dipahat dibatu. (Pepatah Arab) Jangan terlalu pelit memberikan pujian pada relasi Anda. Pada dasarnya manusia memiliki sifat senang dipuji. Pujian adalah bentuk penghargaan yang tulus terhadap pencapaian orang lain. Namun, yang perlu diingat bahwa pujian harus tulus jangan dibuat-buat. Pujian yang dibuat-buat bisa membuat orang lain salah mengartikannya sebagai sebuah ejekan. Jika memang Pantas maka pujilah relasi Anda. Sebuah pujian juga bisa digunakan untuk memulai sebuah percakapan. Oleh karena itu, seorang public relations harus cermat mengamati kelebihan yang dimiliki relasi. Har itu berguna sebagai bahan untuk memuji relasi Anda. Pujian tulus bisa diibaratkan sebagai bentuk penghargaan terhadap relasi.

Miliki Cerita dan Kutipan yang Menarik "satu-satunya keterampilan yang menjadi penting dalam abad ke-21 adalah keterampilan untuk mempelajari keterampilan baru. Segala sesuatu akan menjadi kedaluwarsa dari waktu ke waktu." (Peter Drucker) Cara lain untuk memulai sebuah pembicaraan dan menarik perhatian adalah dengan bercerita hal yang menarik dan menyampaikan kutipan menarik. Hal itu bisa Anda miliki dengan sering membaca ataupun browsing di internet. Cerita dan kutipan yang menarik juga akan menunjukkan bahwa Anda orang yang memiliki pengetahuanluas. Namun demikian, cerita dan kutipan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan topik yang hendak dibicarakan. Dari cerita dan kutipan yang menarik tersebut tentu ada hikmah atau pesan-pesan yang dapat dijadikan bahan perenungan. cerita dan kutipan yang menarik juga akan menambah wawasan baru bagi orang lain. cerita dan kutipan yang menarik bisa berupa kisah-kisah sukses, motivasi, dan sebagainya. Pesan yang dapat dijadikan bahan perenunggan. Cerita dan kutipan yang menarik juga akan menambah wawasan baru bagi oran lain. Cerita dan kutipan yang menarik bias berupa kisah-kisah sukses, motivasi dan sebagainya.

Mempersiapkan Materi dengan Baik "Jiko Anda pergi ke sebuah pertemuan dan Anda tidak mempersiapkannya, maka bersiaplah untuk gagal." (Paula Abdul) Sebuah persiapan materi dalam menjelaskan sesuatu pada khalayak akan berpengaruh pada saat menyampaikan pesan. Bayangkan saja, Anda menyampaikan pesan pada khalayak tanpa mempersiapkannya terlebih dahulu tentu secara psikologis akan berpengaruh, terlebih lagi jika Anda tidak menguasai materi, tentu saja Anda akan bicara ke sana kemari tanpa menyentuh isi pesan sebenarnya. Mungkin bagi sebagian orang, mempersiapkan materi adalah hal ribet atau kurang penting, namun anggapan demikian akan berakibat buruk sebab sudah menyepelekan hal penting yang dianggap kecil. Adanya persiapan materi akan menjadikan kita lebih fokus dan penguasaan materi semakin matang, imbasnya adalah kelancaran dalam menjeraskan isi pesan. Jika rancar tentu substansi materi akan mudah diterima khalayak.

Kadang Diperlukan Mediasi "Pertanyaan orang bijak berisi setengah jawabannya. (Sulaiman Ibnu Gabirol) Konflik tidak selamanya dapat diatasi secara cepat dan sesuai harapan. Adakalanya kedua belah pihak kukuh pada pendiriannya rnasing-masing. Oleh karena itu, terkadang diperlukan adanya mediasi dalam menangani sebuah konflik. Mediator haruslah orang yang benar-benar dipercaya oleh kedua belah pihak yang berseteru. Untuk itu, seorang mediator harus memiliki sikap netral, mengetahui persis akar konflik, memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menangani konflik sejenis. Menurut Tommy suprapto (2008: 99) proses mediasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap hubungan awal yang dihadiri kedua belah pihak, pertemuan pribadi secara terpisah, dan kemudian tahap penyelesaian.

Pahami Suasana Hati Orang yang mengenal orang lain adalah belajar, tetapi orang yang mengenal dirinya sendiri adalah bijaksana. (Lao Tzu) lnti dari sebuah hubungan bisa dikatakan ada pada ketepatan dalam mengutarakan sesuatu pada saat yang pas. Suasana hati orang kadang senang dan kadang pula sedih. Kemampuan memahami suasana hati adalah mutlak dibutuhkan. Jangan sampai Anda salah melontarkan sebuah candaan padahal orang lain sedang tidak menginginkannya. Sebaliknya, jangan sampai Anda terkesan terlalu serius pada orang lain menginginkan suasana yang lebih cair. Memahami suasana hati orang lain bisa dilakukan dengan cara melihat raut muka, kontak mata, gaya ataupun intonasidalam berbicara, dan lainnya. Katakan sesuatu yang memberikan motivasi manakala orang membutuhkannya dan katakan sesuatu yang menarik agar orang yang acuh menjadi tertarik, namun sesuaikan dengan suasana hati orang lain.

Buatlah Kesepakatan yang Saling Menguntungkan Tidak ada keuntungon yang diperoleh tanpa pengorbanan. (Benjamin Franklin) Kesepakatan dengan relasi adalah suatu bentuk lain dari kepercayaan. Karena itu, buatlah kesepakatan yang saling menguntungkan agar tercipta simbiosis mutualisme. Namun, kesepakatan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan pembagian hasil yang seimbang sesuai kontribusi yang diberikan. Buatlah prinsip keadilan dalam mengadakan kesepakatan, jangan mau ditekan dan jangan mau rnenekan. Kesepakatan yang saling menguntungkan akan membuat relasi semakin kagum dan nyaman bekerja sama dengan kita. Hindari janji-janji yang muluk-muluk dan di luar nalar ataupun kewajaran. Katakan apa adanya risiko yang bakal dihadapi dan katakan pula keuntungan yang bakal didapat sebagai bahan pertimbangan.

Buatlah Kelengkapan Organisasi "Satu orang bisa menjadi bahan penting dalam tim, tetapi satu orang saja tidak dapat menjadi tim." (Kareem Abdul Jabbar) Secara ideal dalam organisasi public relations harus memiliki kelengkapan yang berguna dalam menunjang aktivitas keseharian. Seperti yang dikatakan Kustadi Suhandang (2004: 194-195) kelengkapan itu, antara lain: a) Bagian administrasi dan keuangan. Bagian berhubungan dengan masalah suratmenyurat, kesejahteraan karyawan, hingga masalah anggaran. b) Bagian marketing. Bagian ini mengkhususkan diri pada hal pemasaran, dari analisis pasar, perencanaan, hingga produk sampai ke tangan masyarakat. c) Bagian publisitas. Bagian ini berhubungan dengan publikasi mengenai produk yang akan atau sudah dipasarkan. d) Bagian dokumentasidan statistik. Bagian ini berkaitan dengan pendokumentasian kegiatan ataupun pengumpulan data yang berhubungan dengan perusahaan. Jika organisasi dalam pubtic retotions tersebut dapat dimaksimalkan kinerjanya dengan cepat dan tepat maka kelancaran usaha akan terwujud dan akan berdampak pada tercapainya tujuan perusahaan.

Program Kerja yang Jelas "Memohomi segala sesuatu secara rinci adalah sebuah kecerdasan." (Lao Tzu) Program kerja dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu menjelang berdirinya perusahaan dan sesudah perusahaan berdiri. Program kerja menjelang berdirinya perusahaan berkaitan dengan perencanaan hal-hal yang dibutuhkan seperti tempat, izin, SDM, modal, hubungan dengan masyarakat sekitar; dan lainnya. Sedangkan program sesudah perusahaan berdiri biasanya berisi hal ihwal yang bersangkut paut dengan kelancaran usaha, proses, hingga hidup matinya perusahaan. Karena itu, susunlah program kerja secara jelas dan terperinci. Meskipun seorang public relotions tidak ikut membuat program secara keseluruhan, tetapi setidaknya ada porsi tertentu untuk digarap secara intens dan maksimal oleh public relations dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Menejemen Waktu yang Baik "Nilai yang tepat dan penghormatan terhadap waktu akan menentukan keberhasilan atau kegagalan." (Malcolm X) Manajemen waktu secara langsung akan berpengaruh terhadap tercapai tidaknya sebuah tujuan. Seorang public relations officer harus mampu memanajemen waktu guna memperhitungkan secara detail tujuan yang hendak dicapai dengan kemampuan yang dimiliki. Misalnya saja sebuah permasalahan yang seharusnya selesai dalam satu hari, tetapi karena tidak memiliki manajemen waktu yang baik rnaka baru selesai dalam waktu satu minggu. Kalau yang sering terjadi demikian maka kinerja perusahaan tentu akan terganggu. Jika salah satu elemen perusahaan sudah terganggu maka akan berakibat merembet pada bagian lain. oleh karena itu, perhitungkan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi di luar perhitungan yang seharusnya. Pubtic relations tidak boleh hanya terpaku pada satu hal saja tanpa memerhatikan hal lain yang berhubungan.

Semakin Besar Tantangan maka Semakin Kompleks Jika satu-satunya alat yang Anda miliki adalah palu maka Anda melihat masalah sebagai paku.(Abraham H. Maslow) Sebuah tantangan bias diartikan di sini sebagai suatu permasalahan ataupun pemicu semangat. Semakin besar tantangan maka akan semakin kompleks hal-hal yang menyertainya. Misalnya, Negara dengan jumlah penduduk besar memiliki tantangan untuk menyejahterakan seluruh warganya. Tentu hal tersebut tidak sesederhana yang kita bayangkan. Ada banyak system yang berada dalam suatu Negara. Jumlah penduduk besar bias diartikan permasalahan manakala kita memandang hal-hal negative dengan banyaknya pengangguran. Diartikan pemicu semangat bila dipandang dari pemanfaatan SDM yang banyak sebagai tenaga kerja demi kesejahteraan warganya. Dalam perusahaan juga berlaku demikian, semakin besar perusahaan berarti semakin besar pula orang yang menggantungkan hidup dengan bekerja di perusahaan karena biasanya perusahaan besar memiliki karyawan lebih banyak dari pada perusahaan kecil. Nah, disitu terletak tantangan yang bisa berupa permasalahan ataupun kesempatan yang lebih kompleks.

Pelajari Kemungkinan yang Bisa Saja Terjadi "Jika semua orang berpikir sama, itu menunjukkon bahwa tidak ada orang yang benarbenar berpikir." (Walter Lippmann) Suatu permasalahan tentu melahirkan ciri khas tersendiri, baik dalam prosesnya maupun penyelesaiannya. Oleh karena itu, seorang public relations harus mem pelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dari berbagai pertimbangan dan sudut pandang. Mempelajari berbagai kemungkinan dalam sebuah permasalahan, sama saja dengan memetakan kekuatan dari pihak kita maupun pihak lain. Adanya berbagai kemungkinan menandakan bahwa setiap masalah terkadang tidak sesederhana yang dibayangkan, banyak faktor yang ikut di dalamnya. Memelajari kemungkinan juga sebagai benteng kuat sebelum terjun langsung dalam menghadapi masalah. Hal-lain yang perlu dipertimbangkan adalah memelajari masalah-masalah yang pernah dialami pihak kita dan dialami pihak lain sebagai bahan pembanding. Rincilah kemungkinankemungkinan tersebut dari yang ringan hingga yang berat guna memudahkan dalam penyelesaiannya.

Utamakan Prioritas Periksalah kehidupan pemimpin besar manapun maka Anda menentukan prioritasnya." (John C. Maxwell) akan menemukan dia

Terlalu banyak permasalahan yang dihadapi terkadang membuat seorang public relotions bingung memilih harus menyelesaikan masalah yang mana terlebih dahulu. Tidak mungkin jika terlalu banyak rnasalah dapat diselesaikan dalam waktu yang sama, kecuali dengan memandatkannya pada orang lain. Untuk mengatasi banyaknya perrnasalahan maka diperlukan adanya prioritas dalam penyelesaiannya. Adanya prioritas berarti mengutamakan masalah yang benar-benar rnendesak untuk diselesaikan secepatnya. Jangan sampai mendahulukan masalah yang tidak mendesak, namun melalaikan hal yang lebih penting. Jangan lupa, Anda harus memiliki target waktu penyelesaian sehingga bisa menyelesaikan masalah yang lainnya.

Mengambil Untung dari Kekeliruan "Banyak kegagalan hidup, tetapi banyak orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah." (Thomas Alfa Edison) Menurut Napoleon Hill dalam bukunya The Low of Success (2007: 20) dikatakan bahwa dengan hukum mengambil keuntungan dari kekeliruan maka Anda bisa mengetahui bagaimana membuat batu-batu pijakan darisemua kesalahan di masa lalu hingga masa mendatang. Itu akan mengajarkan Anda mengenai perbedaan "kegagalan" dan "kekalahan sementara" yang mana perbedaan keduanya sangat besar dan sangat penting. Dengan seperti itu kita akan belajar dari kegagalan diri sendiri maupun kegagalan orang lain sebagai pijakan untuk langkah berikutnya. Hal itu diratarberakangi oreh kenyataan bahwa tidak semua negosiasi, persuasi, dan penyampaian pesan dapat diterima sepenuhnya.

Carilah Pemecahan Masalah "Ukuran akhir seorang manusia bukanlah saat ia berdiri saat nyaman, melainkan berdiri saat ada tantangan dan kontroversi. (Martin Luther King Jr.) Seorang public relotions haruslah memiliki sikap untuk mencari jalan keluar sebuah permasarahan. Jalan keluar sebuah masalah bisa diperoleh melalui pengalaman Anda selama ini. Jika tidak mampu maka Anda haruslah bertanya pada orang yang lebih ahli ataupun mencari referensi yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi. Kemampuan Anda akan semakin mumpuni jika berhadapan dengan masalah yang berbeda dan Anda mampu menyelesaikannya. Karena permasalahan yang hadir tentu memberikan pengalaman sendiri. Pengalaman yang mumpuni akan dapat diterapkan sesuai konteks permasalahnnya yang cenderung berbeda-beda. Jika Anda mampu menangani permasalahan besar dan kompeks maka oang lain akan menganggap Anda sebagai orang yang jempolan.

Perhitungkan Hambatan yang Mungkin Dihadapi "Saya percaya semakin besar rintangan, semakin besar kemenangan." (John H. Johnson) Perlu diingat bahwa tidak semua apa yang disampaikan oleh seorang public relotions officer akan diterima mentah-mentah. Tentu khalayak ataupun sasaran akan mempertimbangkan matang-matang semua yang disampaikan oleh public relations. Khalayak ataupun sasaran tentu berpikir sesuatu di balik apa yang disampaikan si public relotions. Pesan yang disampaikan bisa saja salah sasaran, meleset, keliru, ataupun jauh dari harapan khalayak. Jika suatu pesan disampaikan salah sasaran tentu permasalahan tidak pernah terselesaikan sebab menyampaikan sesuatu pada orang yang tidak mengerti. Jika pesan meleset dan keliru tentu jua bias berakibat fatal karena akan ditafsirkan lain yan juga akan memperpanjang masalah. Nah, kalau masalah masih jauh dari harapan khalayak tentu perlu dipikirkan ulang dan perlu dinegosiasikan kembali dengan khalayak

Pilihlah Suasana yang Tenang "Ketenangan adalah kunci memulai." (Anonim) Bayangkan saja suatu ketika Anda dihadapkan pada kesempatan untuk menyampaikan ataupun melobisesuatu, tetapi tiba-tiba ada truk besar yang menggetarkan tempat dan suara klaksonnya sungguh membisingkan, bagaimana perasaan Anda? Tentu saja jengkel bukan? Oleh sebab itu, sebelum menyampaikan atau melobi sesuatu alangkah baiknya pertimbangkan dahulu tempat ataupun suasana yang mungkin terjadi. Pilihlah tempat ataupun suasana yang tenang dan memungkinkan Anda akan maksimal dalam menyampaikan pesan ataupun melobi. Suasana yang tenang akan membawa Anda dan orang lain dapat berpikir jernih dan mengambil kesepakatan sehingga dapat saling memberi keuntungan.

Perhatikan Kepentingan Orang yang Menjadi Sasaran Anda "Cobalah selalu membangkitkan hal-hal yang terbaik dari dalam diri orang lain, maka Anda akan disambut baik di mana saja berada." (Norman Vincent Peale) Orang yang memiliki kepentingan tentu akan lebih senang dengan lral-hal yang berhubungan dengan kepentingannya. Misalkan saja Anda seorang pria, Anda tertarik dengan seorang wanita, tentu saja hal-hal yang bersangkutpaut dengan wanita idaman tersebut adalah hal penting dan seolah-olah Anda ingin mengetahui semuanya, dari sifat hingga tingkah lakunya. Pembicaraan yang disangkutpautkan dengan kepentingan tertentu pastiakan lebih menarik perhatian orang yang memiliki kepentingan dengannya. Menurut Kustadi Suhandang (2004:58) dikatakan bahwa kepentingan bukan hanya memengaruhi perhatian kita saja, melainkan juga daya tangkap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita, yang pada hakikatnya merupakan sifat reaktif terhadap segala rangsangan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kepentingan kita.

Manfaatkan Momentum "Kesempatan itu langka dan orang bijak tidak akan pernah menyia-nyiakannya." (Bayard Taylor) Momentum datang kadang kita sadari dan tidak disadari. Kejelian rlalam melihat momentum merupakan salah satu kunci sukses seorang public relations. Memanfaatkan momentum adalah suatu keharusan sebab tidak semua momentum akan berulang. Sekecil apapun jangan sampai menyia-nyiakannya. Momentum bisa diibaratkan sebuah kesempatan emas yang akan membawa pada tercapainya tujuan. Misalkan perusahaan Anda sedang ingin melakukan ekspansi, dan secara kebetulan pemerintah sedang mempermudah penanaman modal di berbagai sektor seperti pengurusan izin dan lain sebagainya. Nah, hal seperti itu merupakan salah satu momentum yang bisa dimanfaatkan. Jangan rupa untuk ikut menyejahterakan masyarakat sekitar perusahaan dengan program_program yang dibutuhkan masyarakat.

Tanamkan Loyalias "Saya lebih suka gagal pada sesuatu yang saya cintai daripada sukses pada sesuatu yang saya benci." (George Burns) Dalam suatu hubungan tentu dibutuhkan adanya sebuah loyalitas. Loyalitas akan sangat berguna karena loyalitas akan menumbuhkan sebuah komitmen. Misalkan relasi Anda mengatakan sesuatu kopada Anda supaya tidak membicarakan sebuah kesepakatan yang tidak boleh diketahui orang lain dan Anda menjaga rahasia tersebut dengan baik. Tentu saja relasi Anda tersebut akan menghargai Anda sebagai orang yang mampu menjaga amanah. Jika sudah demikian tentu tingkat kepercayaan relasi Anda akan meningkat dan hal itu juga akan berimbas pada tingkat loyalitas yang meningkat. Tanamkan sebuah loyalitas pada relasi Anda dan jaga loyalitas tersebut dengan tindakan nyata yang akan membuat relasi Anda semakin kagum.

Berikanlah Perhatian Lebih "Saya menyukai sebuah permulaan." (Christopher Leach) Perhatian yang lebih adalah sebuah cara membuat orang lain tertarik. Bayangkan saja Anda makan di sebuah restoran A, sikap pelayannya acuh tak acuh dan terkadang kurang berkenan di hati, namun restoran tersebut lebih murah sedikit harganya dibandingkan restoran B. namun, restoran memiliki pelayan yang sopan dan perhatian terhadap tamunya. Tentu Anda lebih cenderung memilih restoran B walaupun harganya sedikit lebih mahal. lngat, orang lebih memilih sebuah perhatian dan pelayanan yang lebih meskrpun itu harus membayar lebih. Pada dasarnya orang memiliki sifat menyukai sebuah perhatian dan kenyamanan. perhatian lebih pada orang lain akan selalu berkesan dan itu merupakan sebuah promosi gratis karena akan menceritakannya pada orang lain.

Tunjukkanlah Respons yang Baik Akal sehat adalah bakat melihat hal-hal sebagaimana adanya dan melakukan hal-hal sebagaimana seharusnya dilakukan. (Harriet Beecher Stowe) Sebuah respons yang baik, meskipun itu kecil, akan sangat berharga dalam menjaga hubungan. Jika Anda berbicara sesuatu dengan relasi Anda maka berikanrah respons yang baik. Respons tersebut bisa berupa tanggapan tentang apa yang orang lain katakan. Respons juga bisa sebuah senyuman, anggukan ataupun gelengan kepala, dan bisa juga tawa kecil yang akan mencairkan suasana. pembicaraan yang disertai respons yang baik akan menumbuhkan sebuah pandangan positif terhadap Anda. Jangan sekari-kari tidak merespons apa yang dikatakan orang lain sebab sekecil apapun sebuah respons adalah sebuah penghargaan. Jika Anda berbicara, tetapi tidak ada respons dari lawan bicara tentu perasaan dongkol dan kecewa bisa saja timbul. Namun demikian, respons yang diberikan hendaknya jangan berlebihan karena itu akan membuat kecurigaan ataupun kesalahpahaman.

Pandai Menjaga Rahasia "Rahasia adalah tawanan Anda, setelah Anda mengungkapkannya menjadi budaknya." (Sulaiman lbnu Gabirol) maka Anda akan

Sebuah rahasia yang dipercayakan relasi kita kepada kita adalah sesuatu yang luar biasa besar sebab tidak sembarang orang diberi sebuah kepercayaan seperti itu. Jika orang lain sudah memercayakan sebuah rahasia kepada kita maka dapat disimpulkan bahwa orang lain telah menganggap bahwa kita adalah orang yang layak diberi kepercayaan. Sebuah kepercayaan tumbuhnya tidak secara instan, tentu orang lain sudah mengidentifikasi kita sedemikian rupa dan dengan pertimbangan matang pula. Jika sudah begitu maka hubungan dengan relasi (orang lain) tentu akan terjalin lebih akrab. Namun, perlu diingat bahwa sebuah rahasia haruslah dijaga sesuai permintaan karena hal itu akan melanggengkan hubungan. Jika Anda tidak mampu menjaga rahasia maka orang lain akan menganggap bahwa kita adalah orang yang tidak layak dipercaya dan hubungan pun akan segera terputus.

Landasi Hubungan dengan Kejujuran "Kami ingin bekerja dan kami ingin pekerjaan jujur Pikiran dan tangan kita jalan terus!" (Viktor Yushchenko) Sebuah kejujuran akan membawa pada ketenangan karena tidak dikejar-kejar rasa bersalah. Kejujuran juga akan membuat Anda semakin memiliki pengaruh positif terhadap orang lain. Pengaruh positif akan berefek pada sebuah hubungan yang semakin akrab. Terkadang sebuah kejujuran akan terasa berat dengan berbagai alasan, tetapi percayalah bahwa ujung dari kejujuran adalah kebaikan untuk jangka panjang. Anda tidak perlu khawatir dengan cibiran orang lain karena cibiran tersebut hanya bersifat sementara. Jika orang lain sudah mengerti yang sebenarnya tentu cibiran tersebut akan berbalik menjadi pujian, yakinlah bahwa sebuah hubungan yang dilandasi dengan kejujuran akan bertahan terus hingga waktu tak terbatas dan dengan kejujuran pura niraipositif Anda akan bertambah dimata orang lain.

Selalu Menjaga Perasaan "Rahasia kebahagiaan adalah membuat orang lain merasa bahagia." (W. Clement Stone) Menjaga perasaan adalah sebuah cara menunjukkan bahwa kita peduli dengan orang lain. Orang yang merasa dipedulikan oleh kita tentu cenderung memiliki sikap yang sebaliknya kepada kita. Jangan sampai kita menyakiti orang lain tanpa alasan yang jelas. Menjaga perasaan bisa dengan selalu mengucapkan kata-kata baik dan menyejukkan hati. Hallain yang perlu diingat juga adalah tingkah laku atau gerak-gerik kita juga selalu dijaga supaya tidak menyinggung perasaan orang lain. Hubungan yang dilandasi dengan saling menjaga perasaan akan menumbuhkan hubungan positif dan konstruktif.Selalu bersikap manis, meskipun orang lain tidak melakukan hal yang sama, yakinlah suatu saat orang tersebut akan juga bersikap manis.

Hindari Sikap Gegabah Membangun karakter itu perlahan-lahan, tetapi dapat dihancurkan dalam kecepatan yang luar biasa. (Faith Baldwin) Setiap tindakan haruslah dipikirkan masak-masak sebab tindakan yang dilakukan dapat berefek jangka panjang. Mungkin sering dijumpai orang di sekitar kita yang bersikap gegabah ataupun Anda sendiri sering melakukannya? Maka jauhilah sikap gegabah 'sekarang juga' seringkali sikap gegabah dibarengi emosi yang tidak berdasan. Pikirkanlah terlebih dahulu segara resiko yang mungkin saja terjadi. Lihat juga konteks permasalahan yang sebenarnya. Jika orang lain sedang emosi, maka semaksimal mungkin jangan meladeni emosi tersebut. Namun demikian, Anda juga harus bersikap tegas jika memang benar karena ketegasan Anda adalah salah satu kekuatan penggertak yang diperlukan dalam situasi pelik. Jika terlalu gegabah dalam memutuskan maka bisa jadi akan menjadi boomerang. Oleh karena itu, pikirkanlah dari sudut pandang yang berbeda-beda sehingga mendapatkan banyak perspektif yang akan berguna untuk jangka panjang.

Hindari Penyampaian Pesan yang Mencemarkan "Jika Anda ingin mengumpulkan madu, maka jangan merusak sarang lebah tersebut. (Dale Carnegie) Secara naruriah tentu seseorang atau kharayak tidak akan suka terhadap penyampaian pesan bersifat menjelek-jelekkan atau mencemarkan, apalagi jika masih berhubungan dengan khalayak tersebut. Jika suka mencemarkan orang lain atau khalayak tentu akan sangat berakibat buruk terhadap diri pribadi dan perusahaan kita karena imej kita akan merekat dengan sifat buruk tersebut. Penyampaian pesan yang bersifat mencemarkan juga akan menjadikan khalayak menganggap kita sebagai orang yang egois dan sombong. penyampaian pesan yang mencemarkan terkadang dibumbu atau dilebihlebihkan sehingga menimbulkan efek buruk yang bombastis sehingga cenderung menyesatkan. Jangan pertaruhkan reputasi baik kita dengan berperilaku buruk yang demikian. Penyampaian pesan yang mencemarkan sama saja bersaing secara tidak sehat sehingga akan menimbulkan dendam dan permusuhan.

Lakukan Kontak Pribadi Bila Diperlukan 'Saya percaya bahwa semua manusia harus dihargai, tanpa memandang warna kulitnya. (Malcolm X) Melakukan kontak secara pribadi akan memberikan nilai lebih tersendiri. Pendekatan secara pribadi akan lebih memberikan kesan bahwa Anda melakukan komunikasi atau menyampaikan pesan dengan sungguh-sunguh. Dengan kontak secara pribadi tentu Anda bisa menyampaikan pesan secara langsung sehingga dapat mengerti reaksi dari orang lain. Reaksi tersebut sangat berguna untuk untuk membe narkan secara langsung sebuah kesalahpahaman. Komunikasi secara pribadi juga akan lebih fokus sebab konsentrasii Anda dan orang lain tidak terpecah, yang terpenting adalah menyampaikan pesan secara gamblang dan dengan cara yang baik pula sehingga hasilnya akan sesuai harapan.

Tonjolkan Kesamaan dengan Khalayak "Bahan paling penting untuk membangun kesuksesan adalah mengetahui bagaimana bergaul dengan banyak orang.(Theodore Roosevelt) Untuk meraih dukungan dari khalayak ada banyak caranya, salah satunya menonjolkan kesamaan. Misalnya Anda suka membaca tentu segala hal yang berhubungan dengan membaca akan menarik untuk Anda. Hal itu bisa diartikan bahwa orang akan lebih tertarik ataupun senang dengan sesuatu yang memiliki kesamaan. Dalam berhubungan khalayak juga berlaku demikian bahwa kesamaan yang ada akan membuat khalayak lebih tertarik untuk bekerja sama. Jika perbedaan-perbedaan yang selalu ditonjolkan, tentu akan mengakibatkan suatu ketidaknyamanan sehingga khalayak enggan untuk bekerja sama.

Lakukan Negosiasi untuk Mengatasi Masalah Pelik "Satu-satunya cara agar orang lain melakukan segala sesuatu yang kita kehendaki adalah dengan memberikan segala sesuatu yang mereka kehendaki. (Dale Carnegie) Negosiasi bisa diartikan bertemunya pihak-pihak yang berbeda kepentingan untuk mencapai sebuah kesepakatan. Negosiasi bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang dipandang penting oleh kedua pihak. Negosiasijuga bertujuan untuk menghindarkan kedua belah pihak pada sebuah konflik. Kedua belah pihak juga perlu bekerjasama dalam sebuah negosiasi demi mencapai kepuasan bersama. Menurut Tommy Suprapto (2008:34) negosiasi dengan kata lain adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu keadaan yang dapat diterima kedua belah pihak. Negosiasi diperlukan ketika kepentingan seseorang atau suatu kelompok tergantung pada perbuatan orang atau kelompok lain yang juga memiliki kepentingan-kepentingan lain. Kepentingan-kepentingan tersebut harus dicapai dengan jalan kerjasama.