Anda di halaman 1dari 22

Emanuel Yan Daniel (08-063) Ladoni Amiro (08-056)

DEPARTMENT OF ANESTHESIOLOGY FACULTY OF MEDICINE CHRISTIAN UNIVERSITY OF INDONESIA

Pendahuluan
Anestesi secara umum adalah suatu

tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. menghilangkan rasa sakit akan tetapi juga menghilangkan kesadaran. yang optimal agar operasi dapat berjalan lancer.

Obat-obat anestesi tidak hanya

Selain itu, juga dibutuhkan relaksasi otot

Anestesi umum
Anestesi umum adalah tindakan untuk

menghilangkan nyeri secara sentral disertai dengan hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible Anestesi memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut: Hipnotik/sedasi: hilangnya kesadaran Analgesia: hilangnya respon terhadap nyeri Muscle relaxant: relaksasi otot rangka

Faktor yang mempengaruhi anestesi umum


Faktor respirasi 2. Faktor sirkulasi 3. Faktor jaringan 4. Faktor zat anestesika
1.

Penilaian pra bedah


Anamnesis
Riwayat tentang apakah pasien pernah mendapat anestesia

sebelumnya
Mengetahui apakah ada hal-hal yang perlu mendapat

perhatian khusus,misalnya alergi, mual-muntah, nyeri otot, gatal-gatal atau sesak nafas pasca bedah, sehingga dapat dirancang anestesia berikutnya dengan lebih baik.

Penilaian pra bedah


Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan gigi-geligi, tindakan buka mulut, lidah

relatif besar sangat penting untuk diketahui apakah akan menyulitkan tindakan laringoskopi intubasi.
Leher pendek dan kaku juga akan menyulitkan

laringoskopi intubasi

Pemeriksaan fisik (2)


Pemeriksaan rutin secara sistemik tentang keadaan

umum tentu tidak boleh dilewatkan seperti inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi semua system organ tubuh pasien.

Pemeriksaan laboratorium
Uji laboratorium hendaknya atas indikasi yang tepat

sesuai dengan dugaan penyakit yang sedang dicurigai


Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan

darah kecil (Hb, lekosit, masa perdarahan dan masa pembekuan) dan urinalisis
Pada usia pasien diatas 50 tahun ada anjuran

pemeriksaan EKG dan foto thoraks.

Kebugaran untuk anestesia


Pembedahan elektif boleh ditunda tanpa batas waktu

untuk menyiapkan agar pasien dalam keadaan bugar, sebaliknya pada operasi sito penundaan yang tidak perlu harus dihindari.

Klasifikasi status fisik The American Society of Anesthesiologists (ASA).


Kelas I
Kelas II Kelas III Kelas IV

Kelas V

: Pasien sehat organik, fisiologik, psikiatrik, biokimia. : Pasien dengan penyakit sistemik ringan atau sedang. : Pasien dengan penyakit sistemik berat, sehingga aktivitas rutin terbatas. : Pasien dengan penyakit sistemik berat tak dapat melakukan aktivitas rutin dan penyakitnya merupakan ancaman kehidupannya setiap saat. : Pasien sekarat yang diperkirakan dengan atau tanpa pembedahan hidupnya tidak akan lebih dari 24 jam.

Premedikasi
yaitu pemberian obat 1-2 jam sebelum induksi anestesia diberi dengan tujuan untuk melancarkan induksi, rumatan dan bangun dari anestesi
1. 2. 3. 4.

5.
6.

Menimbulkan rasa nyaman bagi pasien Memudahkan atau memperlancar induksi Mengurangi jumlah obat-obat anestesi Menekan refleks-refleks yang tidak diinginkan (muntah/liur) Mengurangi sekresi kelenjar saliva dan lambung Mengurangi rasa sakit

Obat-obat yang sering digunakan:


Analgesik narkotik Petidin ( amp 2cc = 100 mg), dosis 1-2 mg/kgBB Morfin ( amp 2cc = 10 mg) dosis 0,1 mg/kgBB Fentanyl ( fl 10cc = 500 mg) dosis 1-3gr/kgBB Hipnotik Ketamin ( fl 10cc = 100 mg), dosis 1-2 mg/kgBB Pentotal (amp 1cc = 1000 mg), dosis 4-6 mg/kgBB Analgesik non narkotik Ponstan Tramol Toradon Sedatif Diazepam/valium/stesolid ( amp 2cc = 10mg), dosis 0,1 mg/kgBB Midazolam/dormicum (amp 5cc/3cc = 15 mg),dosis 0,1mg/kgBB Propofol/recofol/diprivan (amp 20cc = 200 mg), dosis 2,5 mg/kgBB Dehydrobenzperidon/DBP (amp 2cc = 5 mg), dosis 0,1 mg/kgBB Anti emetic Sulfas atropine (anti kolinergik) (amp 1cc = 0,25 mg),dosis 0,001 mg/kgBB DBP Narfoz, rantin, primperan.

INDUKSI ANASTESI
tindakan untuk membuat pasien dari sadar menjadi tidak

sadar, sehingga memungkinkan dimulainya anestesi dan pembedahan


Induksi dapat dikerjakan secara intravena, inhalasi,

intramuscular atau rectal.


Setelah pasien tidur akibat induksi anestesia langsung

dilanjutkan dengan pemeliharaan anestesia sampai tindakan pembedahan selesai

Untuk persiapan induksi anestesi diperlukan STATICS:


S : Scope

Stetoskop untuk mendengarkan suara paru dan jantung. Laringo-Scope, pilih bilah atau daun (blade) yang sesuai dengan usia pasien. Lampu harus cukup terang. Pipa trakea.pilih sesuai usia. Usia < 5 tahun tanpa balon (cuffed) dan > 5 tahun dengan balon (cuffed). Pipa mulut faring (Guedel, orotracheal airway) atau pipa hidung-faring (naso-tracheal airway). Pipa ini untuk menahan lidah saat pasien tidak sadar untuk menjaga supaya lidah tidak menyumbat jalan napas.

T : Tube

A : Airway

T : Tape

Plester untuk fiksasi pipa supaya tidak terdorong atau tercabut.

I : Introducer Mandrin atau stilet dari kawat dibungkus

plastic (kabel) yang mudah dibengkokan untuk pemandu supaya pipa trakea mudah dimasukkan.
C : Connector Penyambung antara pipa dan peralatan

anestesia
S : Suction

penyedot lender, ludah dan lain-lainnya.

Induksi intravena
Paling banyak dikerjakan dan digemari. Indksi intravena

dikerjakan dengan hati-hati, perlahan-lahan, lembut dan terkendali. Obat induksi bolus disuntikan dalam kecepatan antara 30-60 detik
Selama induksi anestesi, pernapasan pasien, nadi dan

tekanan darah harus diawasi dan selalu diberikan oksigen


Dikerjakan pada pasien yang kooperatif

Obat-obatan Induksi intravena


1.
1.

Tiopental (pentotal, tiopenton)

Propofol (diprivan, recofol) 2. Ketamin (ketalar) 3. Opioid (morfin, petidin, fentanil, sufentanil)

Induksi intramuscular
Sampai sekarang hanya ketamin (ketalar) yang dapat

diberikan secara intramuskulardengan dosis 5-7 mg/kgBB dan setelah 3-5 menit pasien tidur

Induksi inhalasi
N2O (gas gelak, laughing gas, nitrous oxide, dinitrogen monoksida) Halotan (fluotan) Enfluran (etran, aliran) Isofluran (foran, aeran) Desfluran (suprane) Sevofluran (ultane)

Induksi per rectal


Cara ini hanya untuk anak atau bayi menggunakan

thiopental atau midazolam

RUMATAN ANESTESI (MAINTAINANCE)


Dapat dikerjakan secara intravena (anestesi intravena total)

atau dengan inhalasi atau dengan campuran intravena inhalasi.


Rumatan anestesi mengacu pada trias anestesi yaitu tidur

ringan (hypnosis) sekedar tidak sadar, analgesia cukup, diusahakan agar pasien selama dibedah tidak menimbulkan nyeri dan relaksasi otot lurik yang cukup
Rumatan dapat dilakukan secara intravena dan inhalasi

TERIMA KASIH