Anda di halaman 1dari 30

Polihidramnion

Polihidramnion adalah kondisi ketika jumlah cairan amnion berlebihan (> 2 liter) Etiologi tidak diketahui dengan pasti

Hidramnion

Hidramnion Kronik Sering dijumpai P+an scr perlahan Kehmilan lanjut

Hidramnion akute Jarang dijumpai P+an cepat Kehamilan muda (4.5 bulan)

Etiologi
Secara pasti belum diketahui Diduga: - produksi biasa & konsumsi kurang - produksi hebat & konsumsi biasa

Faktor predisposisi

Kehamilan kembar Diabetes Eritroblastosis Malformasi janin (fistula trakeoesofagus, anensefali & meningomielokel, spina bifida, striktur esofagus, hidrosefalus) akibat: - tidak ada stimulasi dari otak & spina - excressive urinary secretion - tdk berfungsinya pusat menelan & ludah - transudasi langsung dari cairan meningeal ke dalam amnion

Komplikasi Hidramnion
Persalinan preterm Dispnea pada ibu & sesak nafas Malpresentasi janin Abrupsio plasenta Prolapsus tali pusat Disfungsi uterus selama persalinan (akibat distensi yg berlebihan) Perdarahan pascapartum oleh atonia uteri akibat distensi yg berlebihan

Tanda & Gejala Polihidramnion

Pembesaran uterus, lingkar abdomen, & TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan Dinding uterus tegang sehingga pada auskultasi DJJ sulit dan bahkan tidak terdengar & pada palpasi bagian besar dan kecil janin sulit ditentukan Ada thrill pada cairan uterus Masalah mekanis: dispneu, edema vulva & ekstremitas bawah, nyeri tekan pada punggung, abdomen, dan paha, nyeri ulu hati, mual dan muntah Terjadi kesalahan letak janin

Anamnesis

Perut lebih besar & berat dari biasanya Keluhan tdk banyak pada hidramnion ringan Pd hidramnion akut, ibu mengeluh tsesak nafas, nyeri ulu hati & sianosis Nyeri perut karena distensi rahim, mual & muntah Edema pd tungkai, vulva, dinding perut Syok, keringat dingn, sesak (akut hidramnion)

Inspeksi
Kelihatan perut sangat membuncit, tegang, kulit perut berkilat, retak kulit jelas & umbilikus mendatar Terlihat sesak nafas, sianosis (akut hidarmnion)

Palpasi Perut tegang & nyeri tekan, edema pada dinding perut, vulva & tungkai TFU lebih tinggi dari usia kehamilan Bagian janin sukar dikenali Dapat terjadi kelainan letak janin
Auskultasi DJJ sukar didengar

Px rontgen Bayangan terselubung & kabur akibat banyak cairan, bayangan janin tidak jelas Dapat mengetahui penyebab dari hidramnion Pemeriksaan dalam Selaput ketuban teraba tegang & menonjol di luar HIS

Pemeriksaan Hidramnion
Px ultrasosografi untuk memastikan diagnosis & mengidentifikasi komplikasi & kondisi penyerta pada plasenta dan janin Penapisan diabetes Penapisan Rh alloimunisasi

Penanganan
Kehamilan Observasi & terapi simptomatis Dirawat pada kasus berat Diet rendah garam, sedatif, anti diuresis Pungsi abdominal pd kanan bawah umbilikus jika sesak nafas Persalinan Observasi Pungsi transvaginal Tampon dengan tinju tangan ketika ketuban pecah untuk mencegah solusio plasenta, syok, perdarahan karena atonia

Postpartumn
Waspada terjadinya perdarahan PP profilaksis antibiotik

Oligohidramnion
Oligohidramnion adalah suatu keadaan ketika cairan amnion sangat sedikit (< 500ml) Sebab pasti belum diketahui. Dugaan akibat insufisiensi plasenta Terdapat hubungan antara volume cairan yg kecil dg peningkatan angka kematian perinatal

Gejala & Tanda


Molding uterus mengelilingi janin Janin dapat diraba dengan mudah Tidak ada efek pantul (ballotemen) pada janin Penambahan tinggi uterus berlangsung lambat Perut ibu kurang membuncit Ibu merasa nyeri perut karena pergerakan anak Persalinan lama dari biasanya Sakit pada saat his Bila ketuban pecah, amnion sedikit

Faktor Predisposisi
Anomali kongenital (agenesis ginjal, sindrom Potter) Penyakit kronis IUGR Insufisiensi uteroplasenta KPD (minggu 24 26) Merespon indosin sebagai tokolitik Hipoksia janinmpur mekonium Sindrom pascamatur Aspirasi mekonium & cairan yg berc

Diagnosis
Diagnosis polihidramnion & oligohidramnion dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi lengkap & profil biofisik

Komplikasi oligohidramnion
Cacat bawaan IUGR Fetus papyraceus Club foot Cacat akibat tekanan Kulit tebal & kering

KPSW/KPD
Pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan muali dan ditungu satu jam belum terjadi inpartu (Manuaba, 2001) Mochtar (1998) KPD primi sebelum pembukaan 3 cm, multipara sebelum pembukaan 5 cm Sebagian besar KPSW terjadi pada kehamilan aterm yaitu di atas 37 mg Ketuban pecah sebelum proses persalinan berlangsung Merupakan masalah penting dalam obstetri karena berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur infeksi khorioamnionitis, sepsis Penanganan memerlukan pertimbangan usia gestasi,

adanya infeksi padaibu maupun janin, & adanya tandatanda persalinan

Penyebab
Berkurangnya kekuatan membran (infeksi dari vagina & serviks) Meningkatnya tekanan intrauterin Serviks inkompeten Overdistensi: hidramnion, gemelli Faktor keturunan Pengaruh dari luar yg melemahkan ketuban: infeksi genetalia, meningkatnya enzim proteolitik Grandemulti Sefalopelvik disproporsi Kelainan letak/malposisi : lintang, sungsang Pendular abdomen

Mekanisme KPSW
Terjadi pembukaan serviks Membran terkait dengan pembukaan Devaskularisasi Nekrosis dan dapat diikuti pecah spontan Jaringan ikat yg menyangga membran ketuban makin berkurang Melemahnya daya tahan ketuban dipercepat dg infeksi yg mengeluarkan enzim: proteolitik & kolagenase

Cara menentukan KPD

Periksa adanya cairan yg berisi mekoneum, verniks caseosa, rambut lanugo, atau bau. Inspekulo: lihat & perhatikan asal cairan darimana (kanalis servikalis atau ada bag yg sudah pecah) Gunakan kertas lakmus: - berubah menjadi biru (basa): ketuban - berubah menjadi merah (asam): urine Px histopatologi air ketuban

Pengaruh KPD

Bagi janin - meningkatkan mortalitas & morbiditas perinatal - IUFD, asfiksia, prematuritas Bagi ibu - infeksi intrapartum - ifeksi puerperalis - peritonitis - septikemia - dry labour - partus lama - atonia uteri

Penilaian klinik
Tentukan Tentukan Tentukan Tentukan

pecahnya selaput ketuban usia kehamilan ada tidaknya infeksi tanda-tanda inpartu

Penanganan
Konservatif

KPD/KPSW

Aktif

Penanganan konservatif

Rawat di RS Antibiotika ampisilin 4x500mg/eritromisin,& metronidazol 2x500mg selama 7 hari Usia kH<32-37mg, belum inpatu & tdk ada infeksi, tes busa negatif:deksameton, observasi tanda infeksi & kesejahteraan janin.terminasi pd kH 37 mg Usia kH 32-37 mg, inpartu, tdk ada infeksi: tokolitik (salbutamol), deksametason, induksi sesudah 24 jam Usia kH 32-37 mg, ada infeksi, beri antibiotik & induksi Nilai tanda-tanda infeksi : suhu, lekosit, tanda infeksi intrauterin Usia kH 32-34 mg: steroid, k/p periksa kadar lesitin & spingomielin tiap miggu. Dosis desametason 12 mg/hari dosis tunggal selama 2 hari, deksa IM 5 mg/6jam selama 4 hari

Penanganan aktif
Usia kH > 37 mg, induksi oksitosin atau misoprostol 50g intravaginal tiap 6 jam maksimal 4 kali. Jika gagal SC. Bila ada tanda infeksi, berikan antibiotika dosis tinggi & persalinan diakhiri. - bila skor perlvik <5: lakukan pematangan serviks, lalu induksi atau SC jika gagal - bila skor pelviks >5: induksi persalinan & partus pervaginam

Penatalaksanan KPD
KETUBAN PECAH

< 37 minggu
infeksi Penisilin, gentamisin & metronidazol Lahirkan bayi Tidak ada infeksi Amoksilin + eritromisin utk 7 hari Steroid utk pematangan paru Infeksi

37 minggu
infeksi Penisilin, gentamisin & metronidazol Lahirkan bayi Tdk ada infeksi Lahirkan bayi Penisisli atau ampisisiln

ANTIBIOTIKA SETELAH PERSALINAN


Profilaksis Tidak ada infeksi Tidak perlu antibiotik Stop antibiotik Lanjutkan utk 2448 jam setelah bebas panas

Anda mungkin juga menyukai