Anda di halaman 1dari 5

Profesi Pendidikan

1. Profesi, jabatan/pekerjaan yang menuntut keahlian daripada anggotanya. Artinya tidak bias dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih, dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan. 2. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu: a. Orang yang menyandang suatu profesi. b. Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Istilah profesional dikontraskan dengan istilah non professional/ amatiran. Dalam kegiatan sehari-hari seorang professional melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimiliki. Jadi, tidak asal tahu. 3. Profesionalisme menunjuk pada komitmen pada anggota profesi untuk meningkatkan profesi secara terus menerus untuk mengembangkan strategi-strategi yang dipergunakan dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya. 4. Profesionalitas, mengacu kepada sikap anggota profesi, serta derajat pengetahuan, dan keahlianyang mereka miliki. Dalam rangka melakukan pekerjaan. Seorang professional tidak mau mengerjakan sesuatu yang bukan bidangnya.

5. Profesionalisasi, menunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan anggota profesi dalam mencapai criteria standar dalam penampilannya sebagai suatu profesi. Ciri-ciri Profesi : Memiliki standar unjuk kerja yang baku/ memiliki aturan yang jelas tentang hal yang dikerjakan. Anggota profesi memperoleh pendidikan tinggi yang memberikan dasar-dasar pengetahuan yang bertanggung jawab. Memiliki lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan tenaga profesi yang dibutuhkan. untuk menghasilkan tenaga guru, maka ada perguruan tinggi guru. Seperti: UPI, IKIP, STKIP. FKIP, dll. Memiliki organisasi profesi yang memperjuangkan hak-hak anggotanya. Serta bertanggung jawab untuk meningkatkan profesi/ profesi bersangkutan. Adanya pengakuan yang layak dari masyarakat. Adanya system imbalan yang memadai, sehingga anggota profesi dapat hidup dari profesinya. Memiliki kode etik yang mengatur setiap anggota profesi.

1. 2. 3.

4. 5. 6. 7.

Syarat-syarat Profesi guru: Guru dianggap sebagai profesi bilamana ia memiliki pernyataan dasar, serta keterampilan ditambah kepribadian yang mantap. Dengan demikian guru harus memiliki kompetensi : 1. Harus memiliki kompetensi professional, ia memiliki kemampuan yang luas dalam memahami subyek materi (bidang studi) yang akan digunakan / diajarkan metodelogis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritis dan mampu memilih metode yang tepat. Mampu

mengguanakan bermacam-macam metode dalam proses belajar mengajar serta memiliki pengetahuan yang luas tentang landasan kependidikan dan memahami subjek didik (murid). 2. Memiliki kompetensi personal, memiliki sikap kepribadian yang mantap. Sehingga mampu menjadi sumber identifikasi bagi subjek. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang diteladani. Sehingga mampu melaksanakan kepemimpinan, yang dikemukakan oleh Ki Hajar dewantara yaitu Tut Wuri Handayani, Ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulado. 3. Memiliki komunikasi social baik terhadap muridnya maupun teman guru, bahkan berkomunikasi dengan masyarakat. Memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. (mengutamakan nilai kemanusiaan daripada nilai benda material). 4. Mempunyai kemampuan untuk melayani yang sebaik-baiknya.

1. 2. 3. 4. 5.

Apabila seorang guru telah memiliki kompetensi tersebut diatas, maka guru tersebut telah memiliki hak professional karena ia telah dengan nyata memenuhi syarat-syarat tsb. Berikut ini adalah hak professional seorang guru: Mendapat pengakuan dan perlindungan hokum yang terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tanggung jawab. Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat. Menikmati kepemimpinan teknis dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efisien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari. Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar atas usaha dan profesi yang inovatif dalam bidang pengembangan pendidikan. Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun secara institusional.

Kode Etik Guru U.U. No. 8 Kode etik PNS adalah pedoman sikap, tingkah laku, perbuatan didalam maupun diluar dinas. Kode etik Guru di Indonesia menurut PGRI adalah landasan moral dan pedoman tingkah laku warga PGRI dalam melaksanakan panggilan kepada pengabdiannya bekerja sebagai guru. Tujuan kode Etik Profesi : Adalah untuk kepentingan anggotanya dan organisasi profesi. Adalah untuk: Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Meningkatkan mutu profesi.

1. 2. 3. 4.

5. Meningkatkan nutu organisasi profesi. Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian kepada tuhan yang maha esa, bangsa dan Negara, serta kemanusiaan. Pada umumnya Indonesia yang berjiwa pancasila dan setia pada UUD 1945 turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, oleh karena itu guru Indonesia terpanggil untuk menaikkan karyanya dengan berpedoman pada dasar-dasar sbb. : Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya. Untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan nutu dari martabat profesi. Memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, serta kesetiakawanan social. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu profesi sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

profesi memang selalu menyangkut pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan dapat disebut profesi. Untuk mencegah kesimpang siuran tentang arti profesi dan hal hal yang bersangkut paut dengan itu, berikut ini dikemukakan beberapa istilah dan ciri ciri profesi Beberapa Istilah Profesi Berkaitan dengan profesi ada beberapa istilah yang hendaknya tidak dicampur adukan yaitu profesi, profesional, profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para petugasnya. Artinya pekerjaan yang disebut profesi itu tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan.

Profesional menunjuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi; misalnya sebutan dia seorang professional . Kedua penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengah profesinya. Dalam pengertian kedua ini istlah professional sering dipertentangkan dengan istilah non professional atau amatiran. Pasal 1 Bab I tentang ketentuan umum dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 Profesional diartikan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang

dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Profesionalismemenunjuk pada komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya. Profesionalisasimenunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota suatu profesi dalam mencapai kreteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi. Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan keprofesionalan , baik dilakukan melalui pendidikan /latihan pra jabatan ( pre service training ) maupun pendidikan/latihan dalam jabatan ( in service training ) . Oleh sebab itu profesionalisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat dan tanpa hent

Ciri Ciri Profesi Suatu jabatan atau pekerjaan disebut profesi apabila ia memiliki syarat syarat atau ciri ciri tertentu. Sejumlah ahli seperti ( Mc Cully, 1963 ; Tolbert, 1972 ; dan Nugent, 1981 ) telah merumuskan syarat syarat atau ciri ciri utama dari suaru profesi sebagai berikut: 1. suatu profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang memiliki fungsi dan kebermaknaan sosial yang sangat menentukan. 2. Untuk mewujutkan fungsi tersebut pada butir di atas para anggotanya ( petugas dalam pekerjaan itu ) harus menampilkan pelayanan yang khusus yang didasarkan atas teknik teknik intelektual, dan keterampilan keterampilan tertentu yang unik. 3. Penampilan pelayanan tersebut bukan hanya dilakukan secara rutin saja, melainkan bersifat pemecahan masalah atau penanganan situasi kritis yang menuntut pemecahan dengan menggunakan teori dam metode ilmiah. 4. Para anggotanya memiliki kerangka ilmu yang sama yaitu yang didasarkan atas ilmu yang jelas, sistimatis, dan eksplisit, bukan hanya didasarkan atas akal sehat ( common sense ) belaka 5. Untuk dapat menguasai kerangka ilmu itu diperlukan pendidikan dan latihan dalam jangka waktu yang cukup lama. 6. Para anggotanya secara tegas dituntut memiliki kompetensi menimum melalui prosedur seleksi , pendidikan dan latihan serta lisensi ataupun sertifikat. 7. Dalam menyelenggarakan pelay.anan kepada fihak yang dilayani para anggota memiliki kebebasan dan tanggung jawab pribadi dalam memberikan pendapat dan pertimbangan serta membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan berkenaan dengan penyelenggaraan pelayanan professional yang dimaksud.

8. Para anggotanya baik perorangan maupun kelompok lebih mementingkan pelayanan yang bersifat sosial daripada pelayanan yang mengejar keuntungan yang bersifat ekonomi. 9. Standar tingkah laku bagi anggotanya dirumuskan secara tersurat ( eksplisit ) melalui kode etik yang benar benar diterapkan. Setiap pelanggaran atas kode etik dapat dikenakan sanksi tertentu. 10. Selain berada dalam pekerjaan itu para anggotanya terus menerus berusaha menyegarkan dan meningkatkan kompetensinya dengan jalan mengikuti secara cermat literature dalam bidang pekerjaan itu, menyelenggarakan dan memahami hasl hasil riset serta berperan serta secara aktif dalam pertemuan pertemuan sesama anggota. Tidak jauh berbeda dengan ciri-ciri di atas, Sanusi et al dalam dalam Soetjipto dan Raflis Kosasi ( 2007 ) mengemukakan ciri-ciriutama suatu profesi itu sebagai berikut : 1. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan ( crusial ). 2. Jabatan yang menuntut keterampilan /keahlian tertentu. 3. Keterampilan /keahlian yang dituntut jabatan itu di dapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 4. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistimatik, eksplisit, yang bukan hanya sekadar pendapat khalayak umum. 5. Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama. 6. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai- nilai profesional itu sendiri. 7. Dalam meberikan layanan kepada masyarakat anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi. 8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang dihadapinya. 9. Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar. 10. Jabatan ini mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat, dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula.