Anda di halaman 1dari 4

Laporan Kimia Organik I Reaksi dan Pembuatan Asetamida Jurusan Kimia FMIPA Universitas Tanjungpura Agus Dwi Prastyo,

Victorius Asmadi, Septami Setiawati, Riska Nur Arifah, Pudji Astuti ABSTRAK Etil asetat yang juga dikenal dengan nama acetic ether adalah pelarut yang banyak digunakan pada industri cat, tinner, tinta, plastik, farmasi, dan industri kimia organik. Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus empiris C2H5OC(O) CH3. Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari cara pembuatan asetamida dar etil asetat. Reaksi esterifikasi Fischer adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks asam karboksilat bersama alkohol dengan katalis asam. Asam karboksilat adalah asam organik yang diidentikkan dengan gugus karboksil. Asam karboksilat merupakan asam Bronsted-Lowry (donor proton). Garam dan anion asam karboksilat dinamakan karboksilat. Asam karboksilat merupakan senyawa polar, dan membentuk ikatan hidrogen satu sama lain. Pada fasa gas, Asam karboksilat dalam bentuk dimer.

Kata kunci : Asam karboksilat, esterifikasi, etil asetat.

I. PENDAHULUAN Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol. Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Esterifikasi dapat dikatalis oleh kehadiran ion H+. Asam belerang sering digunakan sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini. Nama ester berasal dari Essigther Jerman, sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil). Pada skala industri, etil asetat di produksi dari reaksi esterifikasi antara asam asetat (CH3COOH) dan etanol (C2H5OH) dengan bantuan katalis berupa asam sulfat (H2SO4).

Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat dapat melarutkan air hingga 3% dan larut dalam air hingga kelarutannya 8% pada suhu kamar. Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun, senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung asam dan basa. Etil asetat, yang juga dikenal dengan nama acetic ether, adalah pelarut yang banyak digunakan pada industri cat, thinner, tinta, plastic, farmasi, dan industri kimia organik. Tujuan dari percobaan ini adalah Mempelajari cara pembuatan Asetamida dari etil asetat. Prinsip percobaan ini adalah dengan pembuatan asetamida

mereaksikan etil asetat dan amonia melalui destilasi campuran pada temperatur 1701800C, kemudian dialiri kondensor pada campuran hingga temperatur 1350C, dimana hasil destilasi merupakan asetamida. Reaksi yang terjadi adalah : CH3COOC2H5 + NH3 CH3CONH2 + C2H5OH II. METODOLOGI Alat yang digunakan pada percobaan adalah labu destilasi, kondensor liebig, flash filtering (erlenmeyer buchner), termometer, karet gabus, heat mantel, pompa dan selang. Bahan yang digunakan pada percobaan adalah etil asetat p.a, amonia dan Cacl2. Prosedur percobaan ini adalah di campurkan 44 gram (49 mL) etil asetat dengan 90 mL amonia pekat kedalam labu destilasi 250 Ml. Dipasang gabus atau karet di leher labu dan tutup lengan samping, dibiarkan campuran dengan sesekali di kocok sampai homogen, dipasang labu untuk destilasi dilemari asam, didestilasi segera untuk mencegah kehilangan produk sampai temperatur 1701800 C. Dibiarkan cairan dalam labu sampai dingin dan dituangkan saat masih cair kedalam labu destilasi100 mL kering yang melekat ke kondensor udara, digunakan beaker geas sebagai penerima.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus empiris C2H5OC(O)CH3. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki aroma khas. Senyawa ini di produksi dalam skala besar sebagai pelarut. Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Seperti kebanyakan reaksi aldehida dan keton, esterifikasi suatu asam karboksilat berlangsung melalui serangkaian tahap protonasi dan detonasi. Oksigen karbonil diprotonasi, alkohol nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester.Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi fischer dari asam asetat dan ethanol, biasanya disertai katalis asam seperti asam sulfat. Asam karboksilat adalah asam organik yang diidentikkan dengan gugus karboksil. Asam karboksilat merupakan asam Bronsted-Lowry (donor proton). Garam dan anion asam karboksilat dinamakan karboksilat. Asam karboksilat merupakan senyawa polar, dan membentuk ikatan hidrogen satu sama lain. Pada fasa gas, Asam karboksilat

dalam bentuk dimer. Dalam larutan Asam karboksilat merupakan asam lemah yang sebagian molekulnya terdisosiasi menjadi H+ dan RCOO-. Contoh : pada temperatur kamar, hanya 0,02% dari molekul asam asetat yang terdisosiasi dalam air. Asam karboksilat alifatik rantai pendek (atom karbon <18) dibuat dengan karbonilasi alkohol dengan karbon monoksida. Untuk rantai panjang dibuat dengan hidrolisis trigliserida yang biasa terdapat pada minyak hewan dan tumbuhan. Asam alkanoat (atau asam karboksilat) adalah golongan asam organik alifatik yang memiliki gugus karboksil (biasa dilambangkan dengan -COOH). Semua asam alkanoat adalah asam lemah. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan melepas atom hidrogen menjadi ion H+. Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. Asam karboksilat yang memiliki dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat (alkandioat), jika tiga disebut asam trikarboksilat (alkantrioat), dan seterusnya. Asam karboksilat dengan banyak atom karbon (berantai banyak) lebih umum disebut sebagai asam lemak karena sifatsifat fisiknya. Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan perbedaan titik didih. Distilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi dapat ditemukan di zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang diperkirakan dapat merupakan sumber kehidupan.Teknik distilasi ditingkatkan ketika kondenser (pendingin) diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi alkohol yang tinggi, didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini. Pemisahan campuran cairan menjadi komponen dicapai dengan distilasi fraksional. Prinsip distilasi fraksional dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram titik didihkomposisi.

Pada pembuatan etil asetat pertamatama ialah dicampurkan etil asetat sebanyak 49 ml dengan amonia pekat 90 ml dimasukkan kedalam labu destilasi. Kemudian dipasang gabus/karet dileherlabu tujuannya agar gas yang dihasilkan oleh campuran tersebut tidak keluar ke udara. Metode yang digunakan pada pembuatan asetamida dengan menggunakan metode distilasi, Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori, yang biasanya dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu didih terbuat dari bahan silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon. Batu didih sederhana bisa dibuat dari pecahanpecahan kaca, keramik, maupun batu kapur, selama bahan-bahan itu tidak bisa larut dalam cairan yang dipanaskan. Fungsi penambahan batu didih ada 2, yaitu: 1. Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan. 2. Untuk menghindari titik lewat didih. Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada larutan dan melepaskannya ke permukaan larutan (ini akan menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung kecil pada batu didih). Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan menjadi superheated pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan/ledakan (bumping).

Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai titik didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih, maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan ataupun kebakaran. Jadi, batu didih harus dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan. Jika batu didih akan dimasukkan di tengah-tengah pemanasan (mungkin karena lupa), maka suhu cairan harus diturunkan terlebih dahulu. IV. DAFTAR PUSTAKA Anonim a, 2012. Butil Asetat . http// www.wikipedia.org / butil asetat / html, diakses pada 16 November 2013 Anonim b, 2012. Butil Asetat . http // www.chemics.com / indek / produk / indek / au product / butyl acitate. html. Diakses pada tanggal 16 November 2013 Anonim c, 2012. Id.wikepedia.org / wiki / Bahan-bahan butanol. Diakses 16 November 2013

Daintith, J.1994. Kamus Lengkap Kimia: Oxford . AB: Suminar Achmadi, Erlangga. Jakarta Fessenden, R. J. and Fessenden, J.S. 1982. Kimia Organik . Jilid 2, Erlangga Jakarta Hart, H. 1999. Organik Chemistry . Haugton Miffun Company, New York. Keenan, 1997.Kimia Untuk Universitas. Erlangga. Jakarta Mulyono, H.A.M.2006. Kamus Kimia Untuk Siswa dan Mahasiswa Sains dan Teknologi . Bumi Aksara. Jakarta Rahardjo. Santo, Budi, 2005. Kimia Berbasis Eksperimen 3 . Platinum Solo