Anda di halaman 1dari 41

BAB I

INDEKS DAN KLASIFIKASI PROPERTIES TANAH


1.1 Pendahuluan
Pada pembahasan ini sebagai pengantar bagian dasar dan defenisi yang
digunakan dalam mekanik tanah. Berikut ini diberikan notasi yang digunakan (lihat
Tabel 1.1).

Tabel 1.1 Notasi yang digunakan (Holtz, 1981.
Simbol Satuan Deeni!i
!
"#
"u
$1%
$&%
$'%
e
() atau )(
(( atau *(
+t
+s
+*
n
P) atau )P
P( atau *P
,
,( atau *,
-a
-s
-t
-.
*
/
/0
/d
/s
/sat
/*
1
1
1
mm
mm
mm
desimal
1
1
kg
kg
kg
1
1
1
2
1
m
&
m
&
m
&
m
&
2
kg3m
&
kg3m
&
kg3m
&
kg3m
&
kg3m
&
kg3m
&
!kti.itas
4oefisien kelengkungan
4oefisien keseragaman
$iameter berat lolos 1%2
$iameter berat lolos &%2
$iameter berat lolos '%2
!ngka pori
)ndeks #air
Batas #air
Berat total
Berat butir
Berat air
Porositas
)ndeks plastisitas
Batas #air
$era5at ke5enuhan
Batas susut
-olume udara
-olume butir
-olume total
-olume pori
4adar air
Berat .olume basah
Berat .olume efektif
Berat .olume kering
Berat .olume butir
Berat .olume 5enuh
Berat .olume air
1." Deeni!i Da!a# dan Hubun$an Pha!e
6mumnya, massa tanah terdiri dari partikel butiran dengan rongga diantaranya.
Butiran tanah ukuran ke#il dengan beberapa mineral1mineral, dimana pori dapat diisi
oleh air, udara, atau bagian dengan keduanya air dan udara (lihat %amba# 1.1. -olume
total massa tanah - terdiri dari .olume butir -
s
dan .olume pori -
.
. $engan kata lain,
.olume total - terdiri dari massa tanah .olume butir -
s
dan .olume pori -
.
.
%amba# 1.1 $etail partikel 7 partikel .olume tanah (Holtz, 1981
-olume pori pada umumnya tersusun dari .olume air -
*
.olume udara -
a
. 4ita
dapat merepresentasikan se#ara skematis men5adi tiga phase diagram tanah (%amba#
1.". Pada sisi kiri biasanya menun5ukkan .olume tiga phase tanah, sedangkan phase
kenan menun5ukkan berat phase tanah. Pada phase tanah pada gambar di atas ada
senang menggunakan total satuan .olume dengan m
&
atau #m
&
.
Pada ilmu teknik praktis, biasanya .olume total diukur -, berat air 8
*
, berat
butir kering 8
s
. $engan demikian dapat dihitung berdasarkan nilai dan hubungan berat
7 .olume. ,e#ara sederhana dan mudah diingat, sebaiknya anda membuat diagram
phase. !nda kemungkinan akan mengingat masalah diagram phase dan akan ter5adi
se#ara langsung.
%amba# 1." Hubungan .olume dan berat pada diagram phase tanah (Holtz, 1981
-
-
.
-
*
-
a
-
s
.olume
8
8
s
8
*
8
a
%
udara
air
butiran
berat
8 9 8
s
: 8
*
, (1.1
- 9 -
s
: -
*
: -
a
, dan (1.;
-
.
9 -
*
: -
a
(1.&
dengan <
8
s
9 berat butir tanah
8
*
9 berat air
-
s
9 .olume butir tanah
-
*
9 .olume air
-
a
9 .olume udara
$isini ada tiga rasio .olume yang sangat berguna pada bidang mekanika tanah,
dan dapat dihitung langsung dari diagram phase tanah (%amba# 1.".
1. !ngka pori, e persamaan ditulis <
s
v
V
V
e
(1.=
dengan <
-
.
9 .olume pori, dan
-
s
9 .olume butiran.
!ngka pori e adalah se#ara normal digambarkan sebagain suatu desimal. >ange
angka pori e maksimum yang mungkin, antara % dan . ?ypi#al nilai angka pori untuk
pasir antara %,=% sampai 1,%%, sedangkan untuk lempung mulai %,&% sampai 1,@%.
;. Porositas n didefenisikan sebagai <
t
v
V
V
n
(1.@
+aksimum range n adalah antara % sampai 1%%2, dari persamaan 1.@ dan
%amba# 1.1 dan %amba# 1." dapat ditulis <
e
e
V V V V
V V
V V
V
n
s v s s
s v
v s
v
+

1 3 3
3
, atau (1.'a
n
n
e

1
(1.'b
&. $era5at ke5enuhan (, dapat ditulis<
2 1%% x
V
V
S
v
w

(1.A
$era5at ke5enuhan prosentase perbandingan antara .olume pori dan isi air. Bika tanah
kondisi kering sempurna, , 9 %2, sedangkan kondisi 5enuh sempurna , 9 1%%2.
Bila kita ingin mengetahui berapa kandungan air adalah prosentase relatif
terhadap hitungan butiran tanah, sehingga dapat dihitung <
2 1%% x
W
W
w
s
w

(1.8
dengan <
8
*
9 berat air, dan
8
s
9 berat butira tanah.
&ontoh !oal 1.1 '
,uatu sampel tanah basah : dish akan dikeringkan seberat ='; gram. ,etelah
dikeringkan dalam o.en suhu 11%
o
selama ;= 5am, sampel dan dish mempunyai berat
&'= gram. $iketahui berat dish &9 gram. Hitunglah kadar air (* tanah.
Pen(ele!aian '
Perhatikan ren#ana pola hitungan berikut < sampel tanah diperoleh pada hasil
pengamatan (a, (b, dan (d, serta dapat dibuatkan formulasi pada point (#, (e, dan (f.
a. Berat total sampel tanah basah : dish 9 ='; gram
b. Berat sampel kering : dish 9 &'= gram
#. Berat air (a1b 9 98 gram
d. Berat dish 9 &9 gram
e. Berat tanah kering 9 &;@ gram
f. 4adar air (* 9 (#3a C 1%%2 9 &%,;2.

Hal lain yang sangat penting kegunaannya pada bidang mekanika tanah adalah
kepadatan. 4ita ketahui dari bentuk fisis kepadatan adalah berat per .olume, dengan
satuan kg3m
&
. 4epadatan adalah hubungan perbandingan sisi berat dan sisi .olume pada
diagram phase. !da beberapa yang dapat digunakan untuk men#ari kepadatan pada
geoteknik se#ara praktis, misalnya kepadatan tanah

.
V
W W
V
W
w s
+
(1.9a
9
e
w G
e
wG G
w s w s w s
+
+

+
+
1
1 (
1

, atau (1.9b
1 (
1 (
e
w
s
+
+

(1.9#
%amba# 1.) Hubungan berat 1 .olume dengan -
s
9 1 ($as, 198&
Berat .olume yang biasa digunakan, kepadatan kering
d

, dan kepadatan air


w

<
t
s
d
V
W

, (1.1%a
9
e
G
w s
+ 1

, atau (1.1%b
e
s
d
+

(1.1%#
w
w
w
V
W

(1.11
$era5at ke5enuhan ,, dapat ditulis<
e
wG
e
wG
V
W
V
V
S
s w w s
v
w w
v
w

3 3
(1.1;
6ntuk tanah 5enuh, , 9 1, berdasarkan persamaan 1.1; di atas.
s
wG e
(1.1&
-
.
9 e
8
*
9 *D
s
/
*
-
*
9*D
s
-
s
9 1
.olume
8
s
9 D
s
/
*
8
a
%
udara
air
butiran
berat
8
s
9 D
s
/
*
-
s
9 1
air
butiran
8
*
9 e/
*
-
.
9 e
%amba# 1.* Hubungan Berat 7 .olume pada tanah 5enuh
dengan -
s
9 1 ($as, 198&
$engan memperhatikan %amba# 1.*, hubungan berat .olume pada suatu tanah
5enuh air dapat ditulis<
e
e G
e
e G
V
W W
V
W
s w w w s
t
w s
sat
+
+

+
+

+

1
(
1

(1.1=
Hubungan dasar pada berat .olume pada persamaan (1.9b, (1%b, dan (1.1=
terhadap porositas n dapat 5uga disusun berdasar pada berat tanah suatu satuan .olume
seperti dalam %amba# 1.1+. Pada kasus ini (dengan - 9 1, dari persamaan (1.@, -
.
9
n, 5uga < -
s
9 - 7 -
.
9 11 n.
Berat butiran tanah sama dengan (11n D
s
/
*
, dan berat air 8
*
9 *8
s
9 *
(11nD
s
/
*
. ,ehingga berat .olume tanah basah adalah <
1
1 ( 1 (
w s w s w s
G n w G n
V
W W
V
W

+

9
1 ( 1 ( w n G
w s
+
(1.1@
Berat .olume tanah kering
d

, dapat ditulis <


w s
s
d
G n
V
W
1 (
(1.1'

%amba# 1.1+ Hubungan Berat 7 .olume dengan - 9 1 ($as, 198&
Bika tanah dalam kondisi 5enuh air, dengan memperhatikan %amba# 1.1,, maka <
[ ]
w s s w w s
w s
sat
G n G n G n
V
W W
1 ( 1 ( +
+
(1.1A

-
s
9 (11n 8
s
9 D
s
/
*
(11n
8
a
%
udara
air
butiran
8
*
9*D
s
/*(11n
-
.
9 n
-

9 1
-
s
9 (11n 8
s
9 D
s
/
*
(11n
air
butiran
8
*
9n/
*
-
.
9 n
-

9 1
%amba# 1.1, Hubungan berat 7 .olume pada kondisi 5enuh air dengan - 9 1
&ontoh !oal 1." '
,uatu tanah kondisi di lapangan, memiliki e 9 %,8, * 9 ;=2, D
s
9 ;,'8. ?entukan<
a. Berat .olume basah, berat per .olume kering, dan dera5at ke5enuhan.
b. Bika tanah dibuat men5adi 5enuh sempurna, berapa kadar air yang dibutuhkanE,
dan #arilah berat .olume kondisi 5enuh air.
Pen(ele!aian '
a. Berat .olume basah (/ adalah <
e
w G
s
+
+

1
1 (
, digunakan < /
*
9 9,81 kN3m
&
,ehingga<
&
3 11 , 18
8 , % 1
;= , % 1 ( '8 , ;
m kN
+
+

Berat .olume kering (/
d
adalah <
&
3 '1 , 1=
8 , % 1 (
81 , 1 ( '8 , ; (
1
m kN
e
G
w s
d

+

$era5at ke5enuhan (, adalah <


2 =% , 8% 2 1%%
8 , %
'8 , ; ( ;= , % (
( 2 1%% x x
e
wG
S
s
b. 6ntuk tanah 5enuh sempurna , 9 1, e 9 *D
s
2 8@ , ;9 2 1%%
'8 , ;
8 , %
2 1%% (2 x x
G
e
w
s
$igunakan persamaan (1.1=, berat .olume 5enuh air adalah <
&
3 9A , 18
8 , % 1 (
8 , % '8 , ; ( 81 , 9
1
m kN
e
e G
w w s
sat

+
+

+
+


Tabel 1." ?ypi#al nilai angka pori e dan berat .olume kering tanah /d
bergranuler ($as, 198&
Benis tanah
!ngka pori, e
Berat .olume kering, /d
(kN3m
&

+aks +in +aks +in


4erikil
Pasir kasar
Pasir halus
Pasir standar Ftta*a
Pasir berkerikil
Pasir berlanau
Pasir dan kerikil berlanau
%,'%
%,A@
%,8@
%,8%
%,A%
1,%%
%,8@
%,&%
%,&@
%,=%
%,@%
%,;%
%,=%
%,1@
;%
19
19
1A
;;
19
;&
1'
1@
1=
1=
1@
1&
1=
Berat .olume tanah apung (overburden
G
<
w sat

G
, atau (1.18a
1 3( 1 (
G
e G
w s
+
(1.18b
&ontoh !oal 1.) '
Pada #ontoh tanah u5i asli (undisturbed sample, .olume - 9 %,%;Am& dan berat
89@1,' kg. Berat kering 9 =;,;@ kg. Berapakah berat tanah apung /0 tanah ini, 5ika
tanah terendam di ba*ah muka air tanahE $iketahui berat 5enis tanah D
s
9 ;,A% (/
*
9 1
ton3m
&
.
Pen(ele!aian'
-olume butir
& &
%1@' , % 1 ( A , ; 3( 1% ;@ , =; 3 m x G W V
w s s s

(satuan< ton
-olume pori -
.
9 - 7 -s 9 %,%;A 7 %,%1@' 9 %,%11= m
&
!ngka pori e 9 -
.
3-
s
9 %,%11=3%,%1@' 9 %,A&
Berat .olume apung /0 9 (D
s
11/
*
3(1:e 9 (;,A%1113(1:%,A& 9%,98 t3m
&
!tau < /0 9 (%,98(9,81 9 9,'1 kN3m
&
.
&ontoh !oal 1.* '
,uatu proyek perpan5angan run way bandar udara memerlukan timbunan tanah padat
;@%.%%% m
&
dengan angka pori %,'@. $ari peta terlihat ada dua lokasi pengambilan
material timbunan tanah ini. ,ur.ey data di kedua lokasi tersebut, diperoleh data
sebagai berikut <
(okasi pengambilan !ngka pori e 6pah angkutan per m
&
)
))
%,8@
1,&@
>p.&%%%,1
>p.;@%%,1
Ditan(a-an < ?entukan lokasi pengambilan material timbunan yang paling ekonomis.
Pen(ele!aian '
$iketahui <
-
1
9 -olume yang dibutuhkan pada lokasi ),
-
;
9 -olume yang dibutuhkan pada lokasi )), dan
- 9 -olume tanah timbunan run way 9 ;@%.%%% m
&
.
Berat .olume butir -s di lokasi )<
1 (
1 (
1 1
e
e
V
V
+
+

, atau
'@ , % 1
8@ , % 1
%%% . ;@%
1
+
+
x V
9 ;8%.&%& m
&

6pah angkutan tanah total lokasi ) 9 ;8%.&%& C >p. &.%%%,1 9 >p. 8=%.9%9.%1%, 1
Berat .olume butir -s di lokasi ))<
'@ , % 1
&@ , 1 1
%%% . ;@%
1
+
+
x V
9 &@'.%'1 m
&
.
6pah angkutan tanah total lokasi )) 9 &@'.%'1 C >p. ;.@%%,1 9 >p. 89%.1@1.@1@, 1
Berdasarkan hitungan di atasH dipilih lokasi ) sebagai tempat pengambilan tanah yang
lebih ekonomis harga total >p. 8=%.9%9.%1%, *alaupun harga satuan lebih mahal (>p.
&.%%%,1 per m
&
.
1.) Ke#a.ata Relati dan Ke.adatan Relati
4erapatan relatif (reletive density adalah bagian umum yang menggambarkan
tingkat kepadatan tanah tanah berbutir1 kasar. 4erapatan relatif $
r
dapat didefenisikan
sebagai berikut <
min
e e
e e
D
maks
maks
r

(1.19
dengan <
maks
e
9 kemungkinan angka pori maksimum,
min
e
9 kemungkinan angka pori minimum, dan
e 9 angka pori pada kondisi tertentu di lapangan.
Pada persamaan (1.19 di atas dapat 5uga digambarkan dalam berat .olume kering tanah
d

<
min
(
1 e
G
w s
mak d
+

(1.;%a
atau <
1
(
min

maks d
w s
G
e

(1.;%b
$engan #ara yang sama, maka <
1
(min

d
w s
maks
G
e

, dan (1.;1
1
d
w s
G
e

(1.;;

%amba# 1.1/ 4onsep hubungan kerapatan relatif dan pemadatan relatif ((ee
dan ,ingh, 19A1 dalam $as, 198&
$imana< (maks d

, (min d

, dan
d

adalah berat .olume kering maksimum, minimum


dan kondisi tertentu di lapangan. $engan mengsubtitusikan persamaan (1.;%b, (1.;1,
(1.;; ke dalam persamaan (1.19, sehingga diperoleh <
(min (
(min (
d maks d
d d
d
maks d
r
D

(1.;&
4erapatan relatif adalah pada umumnya digambarkan dalam prosentase. $apat
5uga digunakan untuk mengkorelasikan sudut gesek dalam tanah, potensi liIuifa#tion
tanah, dan lain1lain.
Hal yang lain lagi terkadang 5uga digunakan pada masalah tingkat kepadatan
tanah berbutir kasar, yakni kepadatan relatif (relatvie compaction >
#
, dapat ditulis <
Pemadatan relatif, >." (2
)ndeks kerapatan, )
$
atau
kerapatan relatif $
r
(2
4epadatan kering, /
dry
!ngka pori, e
/
dry 9 %
e

9
/
d min
/
d maks
/
d
e
maC
e
min
e
% 1%%
>." 8% 1%% %
(maks d
d
c
R

(1.;=
Perbedaan antara kerapatan relatif $
r
dan kepadatan relatif >
#
, dalam %amba# 1.1/
adalah perbandingan antara persamaan (1.;& dan (1.;=, sehingga dapat ditulis<
1 ( 1
o r
o
c
R D
R
R

(1.;@
dengan <
( (min
3
maks d d o
R
(ee dan ,ingh (19A1 dalam $as (198& memberikan hubungan pendekatan
antara kerapatan relatif $
r
dan kepadatan relatif >
#
adalah <
r c
D R ; , % 8% +
(1.;'
dengan <
kepadatan relatif $
r
dalam persen (2.
1.* Be#at S.e!ii- tanah
Berat spesifik (spesific gravity tanah D
s
adalah perbandingan antara berat
.olume butiran padat (
s

, dengan berat .olume air (


w

pada temperatur =
o
".
w
s
s
G

(1.;A
Berat 5enis tanah D
s
berkisar antara ;,'@ sampai ;,A@, sedangkan nilai D
s
9 ;,'A
biasanya digunakan untuk tanah1tanah tak berkohesi. 6ntuk tanah kohesi tak organik
berkisar antara ;,'8 sampai ;,A;. Nilai 7 nilai berat 5enis dari berbagai 5enis tanah
diberikan dalam Tabel 1.).
Tabel 1.) Nilai range berat 5enis tanah (Hardiyatmo, ;%%;
0eni! tanah Be#at 1eni! %!
4erikil
Pasir
(anau organik
(empung organik
(empung anorganik
Humus
Dambut
;,'@ 7 ;,'8
;,'@ 7 ;,'8
;,'; 7 ;,'8
;,@8 7 ;,'@
;,'8 7 ;,A@
1,&A
1,;@ 7 1,8%

1.+ Anali!i! 2-u#an Buti#
,ifat tanah sangat tergantung pada ukuran butirannya. Besarnya butiran
di5adikan dasar untuk memberikan nama dan klasifikasi tanah. Fleh karena itu, analisis
butiran ini merupakan pengu5ian yang sangat sering dilakukan. !nalisis ukuran butiran
tanah adalah penentuan prosentase berat butiran pada satu unit saringan, dengan ukuran
diameter lubang tertentu.
1.+.1 Tanah be#buti# -a!a#
$istribusi ukuran butir untuk tanah berbutir kasar dapat ditentukan dengan
melakukan u5i saringan di laboratorium. Pengu5ian saringan tanah berat .olume kering
(/
d
le*at satu unit saringan, kemudian berat tanah tertahan ditimbang, lalu persentase
terhadap komulatif tanah dihitung. "ontoh nomor dan diameter lubang saringan dari
standar !merika dapat dilihat dalam Tabel 1.*.
Tabel 1.* Hubungan antara nomor dan diameter saringan standar
!merika ($as, 198&
No. saringan
$iameter
(ubang (mm
No. saringan
$iameter
(ubang (mm
&
=
'
8
1%
1'
;%
&%
',&@
=,A'
&,&'
;,&8
;,%%
1,19
%,8=
%,@9
=%
@%
'%
A%
1%%
1=%
;%%
;A%
%,=;
%,;9A
%,;@
%,;1
%,1=9
%,1%@
%,%A=
%,%@&
1.+." Tanah be#buti# halu!
$istribusi ukuran butir tanah berbutir halus atau bagian berbutir halus dari tanah
berbutir kasar, dapat ditentukan dengan #ara sedimentasi. +etode ini didasarkan pada
hukum ,tokes, yang berkenaan dengan hukum mengendap butiran pada larutan
suspensi. +enurut ,tokes, ke#epatan mengendap butiran dapat ditentukan dari
persamaan <
;
.
18
D v
w s

(1.;8
dengan <
v
9 ke#epatan, sama dengan 5arak3 *aktu ((3t
s

9 berat .olume butiran padat (g3#m


&

9 berat .olume air (g3#m


&

9 kekentalan absolut (g.det3#m


1

$ 9 diameter butiran tanah (mm


Persamaan (1.; dapat ditulis dalam bentuk,
t
L v
D
w s w s
.
18 18

3
t
L
G
w s
.
1 (
18

Bika satuan dari J adalah (gram.det3#m


&
, /
*
dalam gram3#m
&
, ( dalam #m, dalam menit
dan $ dalam mm, maka1
{ }
'% ( (
(
3 ( 1 (
3 det . 18
1%
(
&
;
menit t
cm L
cm g G
cm g mm D
w s

!tau<
$engan menganggap /
*
9 1 g3#m
&
,
(
(
(
menit t
cm L
mm D
(1.;9a
dengan<
1
&%

s
G


(1.;9b
Nilai 4 merupakan fungsi dari D
s
dan J yang dipengaruhi oleh temperatur benda u5i.
Butiran yang lebih besar akan mengendaK lebih #epat, dan sebaliknya, butiran yang
lebih halus akan mengendap lebih lama di dalam suspensi. Hukum ,tokes tidak #o#ok
untuk butiran yang lebih ke#il dari %,%%%; mm, karena gerak turunnya butiran akan
dipengaruhi oleh gerak Bro*nian. 6kuran butiran dianggap diameter bola yang akan
mengendap pada ke#epatan yang sama, pada butiran besar yang sama.
Pada u5i hidrometer, tanah benda u5i sebelumnya harus dibebaskan dari organik,
kemudian tanah dilarutkan ke dalam air destilasi yang di#ampuri dengan bahan
pendeflokulasi (deflocculating agent berupa sodium !exametap!osp!ate agar partikel1
pertikel men5adi bagian yang terpisah satu dengan lainnya. 4emudian larutan suspensi
dtempatkan dalam tabung hidrometer. $alam u5i hidrometer, #ontoh tanah yang
diguanakan kira1kira @% gram kering o.en. $iemeter selinder adalah ;,@ in ('&,@ mm,
tinggi 18 in (=@A,; mm dan .olumenya 1%%% ml (lihat %amba# 1.14. Pada saat
hidrometer dimasukkan dalam larutan suspensi (pada *aktu t dihitung dari peranan
sedimentasi, hidrometer ini mengukur berat 5enis larutan di sekitar gelembung
hidrometer yang berada pada kedalam (. Berat 5enis suspensi akan merupakan fungsi
dari 5umlah partikel tanah yang ada per .olume satuan suspensi pada kedalaman (
tersebut. Pada *aktu t tersebut, partikel1partikel tanah dalam suspensi pada kedalaman
( akan berdiameter lebih ke#il dari $ (seperti yang dihitung dengan persamaan 1.;a.
Partikel yang lebih besar akan mengendap di luar zone pengukuran.
%amba# 1.15 !lat u5i hidrometer (Hardiyatmo, ;%%;<
(a Hidrometer dan gelas ukur
(b Posisi hidrometer saat pengendapan berlangsung
Hidrometer diran#ang untuk memberikan 5umlah tanah yang mempunyai berat 5enis D
s
9 ;,'@ dan untuk 5enis tanah yang lain perlu dikoreksi. $ari u5i hidrometer, distribusi
ukuran butir tanah digambarkan dalam bentuk kur.a semi logaritmik. Frdinat grafik
merupakan persen berat butiran yang lebih ke#il daripada ukuran butiran yang diberikan
dalam absis.
6ntuk tanah terdiri dari #ampuran butiran halus dan kasar, gabungan antara
analisis saringan dan sedimentasi dapat digunakan. $ari hasil penggambaran kur.a
diperoleh, tanah berbutira kasar digolongkan sebagai gradasi baik bila tidak ada
kelebihan butiran pada sebarang ukurannya dan tidak ada yang kuirang pada ukuran
butiran sedang. 6mumnya tanah bergradasi baik (well graded, 5ika distribusi ukuran
butirannya tersebar meluas (pada ukuran butirannya. ?anah berbutir kasar digambarkan
sebagai tanah bergradasi buruk (poorly graded, bila 5umlah berat butiran sebagian
mengelompok di dalam batas inter.al diameter sempit disebut bergradasi seragam
(uniform graded. ?anah 5uga termasuk bergradasi buruk, 5ika butiran besar maupun
ke#il ada, tapi dengan pembagian butiran yang relatif rendah pada ukuran sedang ((ihat
%amba# 1.14.
Notasi $
1%
didefenisikan sebagai 1%2 darai berat butiran total berdiameter lebih
ke#il dari ukuran butiran tertentu. ,ebagai #ontoh $
1%
9 %,=@ mm, artinya dari berat
butiran total berdiameter kurang dari %,=@ mm. 6kuran1ukuran yang lain seperti $
&%
, $
'%
didefenisikan seperti #ara sama. 6kuran $
1%
didefenisikan sebagai ukuran efektif
(effective si"e.
%amba# 1.14 !nalisis distribusi ukuran butiran (Hardiyatmo, ;%%;
4emiringan dan bentuk umum dari kur.a distribusi butiran digambarkan oleh
koefisien keseragaman "
u
(coefficient of uniformity, dan koefisien gradasi "
#
(coefficient of gradation dhitung menurut persamaan<
1%
'%
D
D
#
u

, dan (1.&%
( (
(
1% '%
;
&%
D D
D
#
c

(1.&1
?anah bergradasi baik bila mempunyai koefisien gradasi 1L"
#
L& dengan "
u
M =,
untukkerikil dan "
u
M ' untuk pasir, selan5utnya tanah disebut bergradasi sangat baik("
u
M 1@.
&ontoh !oal 1'
$ari pengamatan analisa saringan yang dilakukan di laboratorium mekanika tanah
diperoleh diagram distribusi butiran seperti dalam %amba# 1.14.
Ditan(a-an '
a. Hitunglah 1%2 dari persen lolos ($
1%
kur.a !, B dan ".
b. ?entukan nilai koef. keseragaman "
u
dan koefisien gradasi kur.a !, B, dan ".
Pen(ele!aian'
a. Nilai $
1%
ditentukan berdasarkan kur.a !, B, dan " ((ihat %amba# 1.14.
6ntuk kur.a1!, nilai diperoleh 1% 2 lolos lalu ditarik garis se5a5ar sumbu1C
sampai berpotongan kur.a1!. 4emudian titik potong tersebut ditarik garis
se5a5ar sumbu1y sampai memotong diamater saringan, yakni pada $
1%
9 %,%; mm
(dugaan a*al3 mungkin tanah bergradasi baik.
$engan #ara yang sama di atas, kur.a1B, diperoleh 1% 2 lolos pada $
1%
9 %,%;1
mm (dugaan a*al3 mungkin tanah bergradasi baik.
6ntuk kur.a1 ", diperoleh 1% 2 lolos pada $
1%
9 %,&@ mm (termasuk tanah
bergradasi seragam.
Catatan< ?anah bergradasi baik adalah tanah yang #o#ok digunakan sebagai
material timbunan, karena mudah dipadatkan dengan baik dan tidak mudah
mengalami kembang susut.
b. Nilai koefisien keseragaman dihitung,
1%
'%
D
D
#
u

, dan
4oefisien gradasi dihitung,
( (
(
'% 1%
;
&%
D D
D
#
c


6ntuk kur.a1!, diperoleh < $
1%
9 %,%; mmH $
&%
9 %,' mmH $
'%
9 %,8@ mm
(digunakan kur.a1!, %amba# 1.14.
sehingga<
=;@
%; , %
8@ , %

mm
mm
#
u , dan
1 , ;
@% , 8 ( %; , % (
'% , % (
;

mm mm
mm
#
c
4arena syarat "
u
M 1@ dan nilai "
#
antara 1 dan &, maka tanah ini benar
bergradasi baik (well graded.
6ntuk kur.a1B, diperoleh < $
1%
9 %,%;1 mmH $
&%
9 %,%= mmH $
'%
9 1,%% mm
(digunakan kur.a1B, %amba# 1.14, sehingga<
' , =A
%;1 , %
%% , 1

mm
mm
#
u , dan
%A' , %
%% , 1 ( %;1 , % (
%= , % (
;

mm mm
mm
#
c
8alaupun menurut kriteria "
u
9 =A,' M 1@ tanah ini bergrdasi baik, namun tidak
memenuhi kriteria koefisien gradasi "
#
9 %,%A' kurang dari 1 (nilai tidak masuk
pada inter.al< 1 dan & dalam hal ini tanah termasuk bergradasi buruk (poorly
graded.
6ntuk kur.a1", diperoleh < $
1%
9 %,&@ mmH $
&%
9 %,'@ mmH $
'%
9 %,8% mm
(digunakan kur.a1", %amba# 1.14.
sehingga<
;9 , ;
&@ , %
8% , %

mm
mm
#
u , dan
@1 , 1
8% , % ( &@ , % (
'@ , % (
;

mm mm
mm
#
c
.
8alaupun menurut kriteria "
#
9 1,@1 masuk pada inter.al 1 dan &, namun tidak
memenuhi kriteria koefisien keseragaman "
#
9 ;,;9 L 1@ (syarat M 1@, dengan
demikian tanah termasuk bergradasi buruk (poorly graded.
1., Bata!6Bata! Atte#be#$
,uatu hal yang perlu diperhatikan pada tanah berbutir halus (ko!esif soil adalah
sifat plastisitasnya. Plastisitas disebabkan oleh adanya partikel mineral lempung dalam
tanah. 4eplastisan tanah adalah menggambarkan kemampuan tanah dalam
menyesuaikan perubahan bentuk pada .olume yang tetap3konstan tanpa retak1retak.
4onsistensi tanah yang dipengaruhi oleh kadar air (* dari padat berubah men5adi semi
padat, plastis, #air seperti dalam %amba# 1."7.
Batas susut Batas platis Batas #air
Padat ,emi padat Plastis #air
Panambahan
kadar air, *
%amba# 1."7 Batas1 batas !tterberg (Hardiyatmo, ;%%;
Berdasarkan %ambe# 1."7 kedudukan fisik tanah tanah berbutir halus sangat
dipengaruhi oleh kadar air (disebut konsistensi. Pada saat tanah masih padat dengan
menambahkan kadar air, maka tanah tersebut dapat merubah men5adi semi padat,
plastis, dan #air. 4onsistensi dipengaruhi oleh gaya tarik antara partikel mineral
lempung. Bila tanah dalam kedudukan palstis, besarnya 5aringan gaya antara partikel
akan sedemikian hingga partikel bebas menggelin#ir antara satu dengan yang lain,
dengan kohesi yang tetap terpelihara.
+enurut !tterberg (1911 dalam Hardiyatmo (;%%;, memberikan #ara untuk
menggambarkan batas1batas konsistensi dari tanah berbutir halus dengan
mempertimbangkan kandungan kadar air tanah. Batas1batas tersebut adalah batas #air
(li$uid limit, batas palstis (plastic limit, dan batas susut (s!rinkage limit seperti dalam
%amba# 1."7.
1.,.1 Bata! 8ai# 9Liquid Limit, LL)
Batas #air (Li$uid Limit, didefenisikan sebagai kadar air tanah pada batas antara
keadaan #air dan keadaan plastis, yaitu batas atas dari daerah plastis.
Batas #air biasanya ditentukan dengan u5i "asagrande (19=8. Dambar skematis
dari pengukur batas #air dapat dilihat dalam %amba# 1."1a. "ontoh tanah (lolos
saringan no. =% sekitar 1%% gram yang telah diberi air, di#ampur di atas plat ka#a
laludimasukkan ke dalam #a*an lalu diratakan dengan spatula se5a5ar alas dengan tinggi
kira1kira 1% mm. !lat pembuat alur (grooving tool !,?+ untuk tanah kohesif3grooving
tool #asagrande untuk tanah non kohesif digunakan untuk membuat alur melalui garis
tengah mangkok dengan posisi tegak lurus permukaan mangkok. 4emudian tuas diputar
ke#epatan ; putaran perdetik sampai kedua sisi bersinggungan kira1kira 1;,A mm, lalu
di#atat 5umlah pukulan yang diperlukan. Pukulan yang diperlukan sebanyak ;@ kali
adalah didefensikan sebagai batas #air pada sumbu ordinat3 kadar air * (Li$uid Limit
seperti dalam %amba# 1."1b.
%amba# 1."1a ,kema alat u5i batas #air (Hardiyatmo, ;%%;
Bumlah pukulan (skala log
4adar air, * (2
Nilai batas
#air, (( (2
4ur.a aliran (flow curve
;@
%amba# 1."1b 4ur.a pada Penentuan batas #air tanah lempung
(Hardiyatmo, ;%%;
4emiringan garis (slope dalam kur.a (%amba# 1."1b didefenisikan sebagai
)ndeks aliran (%low &ndex yang dinyatakan dengan persamaan <
3 log(
1 ;
; 1
N N
w w
&
%

(1.&;
dengan <
)
N
9 )ndeks aliran.
*
1
9 4adar air (2 pada N
1
pukulan.
*
;
9 4adar air (2 pada N
1
pukulan.
Perlu diperhatikan bah*a nilai *
1
menggantikan posisi *
;
dalam persamaan (1.&;, agar
diperoleh )
N
bernilai positif (%amba# 1."1b kemiringan kur.a negatif.
+enurut Holtz (1981 dari beberapa u5i batas #air dilakukan oleh Hansbo (19@A
dan 4arlsson (19AA mengusulkan persamaan batas #air ((( <
tan
;@

,
_

N
w LL
N
(1.&&
dengan <
N 9 5umlah pukulan (1% s3d =%, untuk menutup #elah
in
;
1
(1;,A mm.
*
N
9 4adar air (2 pada pukulan ;@ kali.
tan O 9 kemiringan kur.a pada indeks aliran.
+enurut Waterways 'xperiment Station di Viksburg (19=9 dalam Hardiyatmo (;%%;,
dinyatakan bah*a nilai tan O sama dengan %,1;1 (namun tidak berlaku untuk semua
5enis tanah.
1.,." Bata! .la!ti!
Batas plastis ((lastic Limit, didefenisikan sebagai kadar air pada kedudukan
antara daerah plastis dan semi padat, persentase kadar air dimana tanah dengan diameter
selinder &,; mm mulai retak1retak ketika digulung.
1.,.) Bata! .la!ti!
Batas susut (S!iringkage Limit, didefenisikan sebagaikadar air pada kedudukan
antara daerah semi padat dan padat, yaitu persentase kadar air dimana pengurangan
kadar air selan5utnya tidak mengakibatkan perubahan .olume tanah. Per#obaan batas
susut dilaksanakan di laboratorium dengan #a*an porselin diameter ==,= mm dengan
tinggi 1;,A mm. Bagian dalam #a*an dilapisi dengan pelumas dan diisi dengan tanah
5enuh sempurna. 4emudian dikeringkan dalam o.en, .olume ditentukan dengan
men#elupkannya dengan dalam air raksa. ,ehingga batas susut ,( dapat dihitung
dengan persamaan <
2 1%%
( (
;
; 1
;
; 1
x
m
v v
m
m m
SL
w

'


(1.&=
dengan <
m
1
9 berat tanah basah dalam #a*an per#obaan (gram.
m
;
9 berat tanah kering o.en (gram.
.
1
9 .olume tanah basah dalam #a*an (#m
&
.
.
;
9 .olume tanah kering o.en (#m
&
.
/
*
9 berat .olume air (gram3#m
&
.
%amba# 1."" -ariasi .olume dan kadar air pada kedudukan batas #air, batas
plastis, dan batas susut
1.,.* Inde-! .la!ti!ita! 9Plasticity Index)
)ndeks plastisitas (P) merupakan inter.al kadar air dimana tanah bersifat plastis.
4arena itu, indeks plastisitas menun5ukkan sifat keplastisan tanah. Bika nilai P) tinggi,
maka tanah tersebut banyak mengandung butiran lempung. 4emudian untuk nilai P)
rendah (seperti lanau, maka dengan sedikit sa5a pengurangan air tanah men5adi kering.
Nilai P) dapat dihitungan dengan menggunakan persamaan <
(L LL (& (1.&@
dengan <
(( 9 Batas #air (Li$uid Limit
((
P( ,(
Pengurangan kadar air
Padat getas Padat plastis #air
-
o
l
u
m
e

t
a
n
a
h

t
o
t
a
l
P( 9 Batas plastis (Li$uid (lastic
Nilai P) yang dihitung dengan persamaan (1.&@ akan ditentukan berdasarkan !tterberg
(1911 seperti dalam Tabel 1.". !dapun batasan mengenai indeks plastisitas tanah
ditin5au dariH sifat, 5enis tanah, dan kohesi.
Tabel 1." Nilai indeks plastisitas dan 5enis tanah (Hardiyatmo, ;%%;
P), 2 ,ifat tanah Benis tanah 4ohesi
%
L A
A 7 1A
M 1A
Non plastis
Plasitas rendah
Plasitas sedang
Plasitas tinggi
Pasir
(anau
(empung berlanau
(ampung
Non kohesi
4ohesi sebagian
4ohesif
4ohesi
1.,.+ Inde-! 8ai# 9Liquidity index)
4adar air asli relatif pada kedudukan plastis dan #air dapat didefenisikan oleh
indeC #air (Li$uidity index atau (), yang dapat dihitung dengan persamaan <
(&
(L W
(L LL
(L W
L&
N N

(1.&'
dengan <
8
N
9 kadar air di lapangan (2.
P( 9 Batas plastis.
(( 9 Batas #air.
P) 9 )ndeks plastis (dari persamaan 1.&@.
1./ A-ti:ita!
4etebalan air mengelimuti tanah lempung adalah ditentukan oleh 5enis
mineralnya. Badi dapat diharapkan plastisitas tanah lempung tergantung pada H ,ifat
mineral lempung yang dimiliki oleh butiran dan banyaknya mineral.
Bilai ukuran diameter butiran semakin ke#il, maka luas permukaan butiran
semakin besar. Pada konsep !tterberg, 5umlah air yang tertarik oleh permukaan pertikel
tanah akan bergantung pada 5umlah pertikel lempung yang ada di dalam tanah.
Berdasarkan alasan ini, ,kempton (19@& dalam Hardiyatmo (;%%; mendefenisikan
akti.itas (! sebagai perbandingan antara indeks plastisitas dengan persen fraksi ukuran
lempung (yaitu persen dari berat butiran yang lebih ke#il dari %,%%; mm atau ;Jm,
yang dinyatakan dengan persamaan <
#
(&
)
(1.&A
dengan <
" 9 persentase berat fraksi ukuran lempung (ukuran butiran L %,%%; mm.
P) 9 indeks plastisitas.
-ariasi indeks plastisitas dengan persen fraksi lempung untuk berbagai ma#am lempung
diperlihatkan dalam %amba# 1./. ,ebagaimana terlihat bah*a akti.itas tanah akan
merupakan fungsi dari ma#am mineral lempung yang dikandungnya.
%amba# 1."" -ariasi indeks plastisitas dengan persentase fraksi lempung (,kempton,
19@& dalam Hardiyatmo, ;%%;.
Contoh soal 1.3
Hasil per#obaan di laboratorium mekanika tanah dilakukan untuk menentukan batas1
batas konsitensi yang ditun5ukkan dalam ?abel 1.& berikut <
?abel "1.1 Hasil pengu5ian batas1batas konsitensi
Sam.el u1i 1 " ) *
Bumlah pukulan, N
Berat tanah basah : #a*an, *1 (gram
Berat tanah kering :#a*an, *; (gram
Berat #a*an, *& (gram
1;
;8,1@
;=,;%
1@,&%
1A
;&,;;
;%,8%
1@,1%
;&
;&,;%
;%,89
1@,;%
;8
;&,18
;%,9%
1@,%%

Ditanyakan :
;%
=%
'%
8% 1%%
1%%
;%%
%
&%%
=%%
@%%
Nraksi ukuran lempung L ;J(2
)
n
d
k
e
s

p
l
a
s
t
i
s
i
t
a
s

(
P
)

Natrium montmorilonit (!9A,;


&llite (!9%,9
kaolonite (!9%,&8
a. ?entukan batas #air (((, )ndeks plastis (P), bila P( 9;%2.
b. ?entukan indeks #airnya ((), bilaH kadar air di lapangan *
N
9 &8 2 dan
bagaimana kesimpulan anda dengan sampel tersebut.
Penyelesaian :
a. Penentuan batas #air ((( dengan terlebih dahulu menentukan kadar airnya (*,
2.
4adar air sampel11 (*
1
<
2 &8 , == 2 1%%
&% , 1@ ;% , ;=
;% , ;= 1@ , ;8
2 1%%
& ;
; 1
1

x x
w w
w w
w
4adar air sampel1; (*
;
<
2 =' , =; 2 1%%
1% , 1@ 8% , ;%
8% , ;% ;; , ;&
;

x w
4adar air sampel1& (*
&
<
2 '% , =% 2 1%%
;% , 1@ 89 , ;%
89 , ;% ;% , ;&
&

x w
4adar air sampel1= (*
=
<
2 '= , &8 2 1%%
%% , 1@ 9% , ;%
9% , ;% 18 , ;&
=

x w
.
Hasil hitungan kadar air (*, 2 dan 5umlah pukulan ( sebanyak = sampel
digambarkan pada diagram batas #air seperti dalam %amba# &1. ". $ari
Dambar tersebut, pada ;@ kali pukulan diperoleh kadar air * 9 &9 2, sehingga
batas #air ((( 9 &9 2.
,ehingga dapat dihitung nilai )ndeks plastisitas (P) 9 (( 1 P( 9 &9 2 1 ;% 2
9 19 2.
Berdasarkan ?abel 1.& )ndeks plastisitas, untuk (P) 9 19 M 1A, maka tanah
memiliki sifat plastisitas tinggi dengan 5enis tanah adalah tanah lempung yang
kohesif.
b. )ndeks #air 9@ , %
19
;% &9
(

(&
(L w
L&
N

Contoh soal 1.4
$ari per#obaan batas susut di laboratorium mekanika tanah, diperoleh data berat tanah
dalam #a*an mula1mula 9 =A gram dengan .olume 1',;@ #m&. ,etelah dikeringkan
dalam o.en dengan suhu 11%
o
", beratnya men5adi &% gram. -olume ditentukan dengan
men#elupkan tanah kering ini ke dalam air raksa, air raksa yang tumpah seberat
1@%gram. Hitunglah batas susut (S!ringkage Limit* SL tanah ini.
Pen(ele!aian '
(a ,ampel sebelum dio.en (b ,ampel sesudah dio.en
$iketahui berat isi air raksa, /
raksa
9 1&, ' gram3#m
&
.
Hitungan .olume setalah kering, .
;
<
&
;
3 ,
, tan
cm gr raksa air isi berat
gram tumpa! yang a! berat
v
9
' , 1&
9' , 1@%
9 11,1 #m
&
Hitungan batas susut (,( <
2 1%%
( (
;
; 1
;
; 1
x
m
v v
m
m m
SL
w

'



dengan <
&
3 1 cm gram
w

,ehingga ,( <

2 1%%
&%
1 . 1 , 11 ;@ , 1' (
&%
&% =A (
x SL

'

9 &9,@ 2.
Contoh soal 1.5
(empung 5enuh berbentuk kubus mempunyai .olume 1 m
&
dengan berat 5enis D
s
9 ;,A%
dan batas susut ,( 9 1;2. 4adar air lapangan lempung * 9 ;%2, kemudian
dikeringkan di ba*ah sinar matahari sehingga kadar airnya men#apai &2. !nggapan
lempung ini homogen dan isotropis. Hitunglah tinggi kubus setelah kering dengan kadar
air &2.
Pen(ele!aian '
2ntu- :olume tanah 1enuh ' ; 9 -
*
: -
s
$engan <
8a<an
!am.el
!am.el
-
*
9 .olume air (m
&
.
-
s
9 .olume butiran tanah (m
&
.
$iketahui .olume tanah 5enuh - 9 1 m
&
atau
1 9 -
*
: -
s
(satuan< m
&
(1
=enentu-an nilai ;
<
'
4adar air * 9 ;%2.
4adar air * 98
*
38
s
atau 8
*
38
s
9 ;%2,
,ehingga < berat air 8
*
9 %,;% 8
s
(;
Persamaan berat 5enis < D
s
9 8
s
3(-
s
/
*
, atau
;,A% 9 8
s
3(-
s
.1, nilai < /
*
9 1 gram3#m
&
.
8
s
9 ;,A% (-
s
(&
$ari gabungan persamaan (; dan (&, diperoleh hubungan <
8
*
9 %,; 8
s,
atau 8
*
9 %,; (;,A% (-
s
9 %,@= -
s
(=
Nilai berat isi air /
*
dihitung dengan persamaan <
/
*
9 8
*
3-
*
, atau (@a
8* 9 /
*
(-* (@b
Bila persamaan (= disubtitusikan ke persamaan (@b, maka diperoleh <
%,@= -s 9 /
*
(-*, atau
%,@= -s 9 -* ('
dimana < /
*
9 1 gram3#m
&
(satuan dapat dipakai
$engan menggunakan persamaan (1 di atas, maka diperoleh <
1 9 -
*
: -
s

H dengan nilai -
*
menggunakan persamaan ('
1 9 %,@=-s : -
s
, atau
1 9 1,@= -s , sehingga<
Badi .olume padat tanah setelah kering < -s 9 131,@= 9 %,'@ m
&
-olume air saat 5enuh air < -
*1
< 1 7 -s 9 1 1 %,'@ 9 %,&@m
&
Kondi!i !etelah di-e#in$-an '
4adar diperhitungkan saat susut, * 9 1; 2
4adar air * 9 8
*
38
s
, atau %,1; 9 8
*
38
s
, (A
$imana < 8
*
9 /
*
-
*
9 %,1; 8
s,
atau -
*
9 %,1; 8
s
Berat butir tanah 8
s
9 D
s
.-
s
. (/
*
91 , atau 8
s
9 ;,A -
s
8
*
9 -
*
. (/
*
9 1 (8
Persamaan (A digabungkan persamaan (8, sehingga<
8
*
9 %,1; 8
s
, dimana < 8
s
9 -
*
3%,1;
,ehingga < -
* 9
%,1;.8
s
, dimana < 8
s
9 ;,A -
s
-
*
9 %,1;.(;,A-
s
9 %,&; -
s
Kondi!i tanah !ebelum dan !e!udah di-e#in$-an di mataha#i '
-olume air .
*;
9 %,&; -
s
, dimana < -
s
9 %,'@ m
&
.
*;
9 %,&;.(%,'@ 9 %,;1 m
&
Perubahan .olume air P
*
9 .
*1
1 .
*;
9 %,&@ 7 %,;1 m
&
9 %,1= m
&
+aka -olume tanah setelah keringH -
k1
9 1 1 P
*
9 11 %,1= 9 %,8' m
&
Bila diketahui .olume kubus < -
k
9 h
&
(satuan, m
&

+aka tinggi kubus setelah kering,


m V !
k
9@ , % 8' , % ( (
& 3 1 & 3 1

1., Kla!i-a!i Tanah
Pada umumnya penentuan sifat1sifat tanah banyak ditemukan dalam masalah
teknis yang berhubungan dengan tanah. Hasil penyelidikan sifat1sifat tanah tersebut
akan digunakan untuk menge.aluasi masalah teknis berupa <
1. Q.aluasi penurunan (settelement, yakni dengan menentukan kompresibilitas
tanah. 4emudian akan digunakan analisis persamaan konsolidasi, atau formulasi
?erzaghi.
;. Q.aluasi permeabilitas air yang mengalir pada tanah lokasi bangunan. 4emudian
akan dihubungkan dengan hukum $ar#y dan 5aring arus (flow net untuk
menentukan debit aliran yang mele*ati struktur.
&. Q.aluasi stabilitas tanah yang berlereng, dengan menentukan kuat geser tanah.
$ari data tersebut selan5utnya dapat dilakukan hitungan statis mengenai
stabilitas lereng (slope seperti < stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung
dan o.er all yang akan dibahas lebih lan5ut pada +ekanika ?anah )).
Pada peren#anaan perkerasan 5alan, bendungan urugan, dan lain 7 lain pemilihan
material tanah dalam kelompok atau subkelompok yang menun5ukkan sifat3kelakuan
tanah akan sangat membantu. Pemilihan3 seleksi disebut dengan klasifikasi, dimana
dengan klasifikasi tanah adalah sangat membantu peran#ang dalam memberikan
pengarahan melelui #ara empiris yang tersedia dari pengalaman lalu. +enurut (ambe
(19A9 dalam Hardiyatmo(;%%;, stabilitas, kompresibilitas (penurunan, aliran air yang
didasarkan pada klasifikasi tanah sering menimbulkan kesalahan.
4lasifikasi tanah didasarkan atas diamter partikel yang diperoleh dari analisis
saringan dan u5i hidrometer dan plastisitas. !da dua klasifikasi tanah yang sering
digunakan, yaitu < +nified Soil #lassification System (6,", dan )merican )ssociation
of State ,igway and -ransportation .fficials (!!,H?F. ,istim ini menggunakan sifat
indeks tanah yang sederhana seperti distribusi ukuran butiran, batas #ar ((( dan indeks
plastisitas (P). 4lasifikasi 6,", pertama diusulkan oleh "asagrande (19=; dalam
Hardiyatmo (;%%;, lalu dire.isi oleh kelompok ?eknisi dari +nited State /ureau of
Reklamation (6,B>
1.5.1 Si!tem -la!ii-a!i 2niied 92S&S)
Pada ,istem 6nified, tanah diklasifikasikan ke dalam tanah berbutir kasar (kerikil
atau pasir, bila kurang dari @%2 lolos saringan no. ;%% (%,%A@mm. ,edangkan tanah
berbutir halus (lanau3lempung, bila lebih dari @%2 lolos saringan no. ;%%. ,elan5utnya
tanah diklasfikasikan dan se5umlah kelompok dan sub kelompok yang dapat dilihat
Tabel 1.). !dapun simbol1 simbol yang diguanakan adalah <
D 9 gravel, kerikil
, 9 Sand, pasir
" 9 #lay, lempung
+ 9 Silt, lanau
F 9 .rganik silt or clay, lanau atau lempung organik
Pt9 (eat and !ig!ly organic soil, tanah gambut dan tanah organik tinggi.
P 9 Poorly graded, gradasi buruk
H 9 High plasti#ity, plastisitas tinggi
( 9 (o* plas#ity, plastisitas rendah.
Berikut ini diterangkan #ara penggunaan ?abel 1.&. ,ebagai #ontoh, suatu hasil
pengu5ian di laboratorium diperoleh data < batas plastis P( 9 1'2, batas #air (( 9 =;2,
sedangkan analisis saringan diperoleh data sebagai berikut <
Nomor saringann Persen lolos (2
= (=,A@ mm
1% (;,% mm
=% (%,=; mm
;%% (%,%A@
1%
9&,;
81,%
'1,@
Berdasarkan persen lolos (2 saringan no. ;%% di atas sebesar '1,@% 2 atau
lebih besar dari @%2, maka pada Tabel 1.) ,istem klasifikasi 6nified digunakan baris
ke dua (tanah berbutir halus. Batas #air (( 9 =;2 lebih ke#il dari @%2, maka termasuk
"( dan +( . 4emudian selan5utnya nilai indeks plastisitas P) 9 (( 7 P( 9 =;2 1 1'2
9 ;' 2. Nilai 7 nilai P( 9 ;'2 dan (( 9 =;2, kemduian diplot pada diagram plasitas,
sehingga akan ditentukan letak titik di atas garis ! dan menempati zone "( ( 5adi tanah
tersebut diklasifikasilkan sebagai lempung tak organik dan plastisitas rendah sampai
sedang.
Prosedur untuk menentukan klasifikasi tanah sistim unified adalah sebagai
berikut <
a. ?entukan lebih dahulu apakah tanah berupa butiran halus atau butiran kasar
se#ara .isual (kasat mata atau se#ara analisis (dengan u5i analisa saringan lolos
no. ;%%.
b. Bika tanah berbutir kasar (persen lolos kurang dari @%2,maka <
(akukan u5i saringan dan gambarkan grafik distribusi butirannya (plot data
antara diameter lubang saringan .ersus persen lolos komulatif, 2.
?enrtukan persen lolos saringan no.=. Bila hasil u5i di laboratorium diperoleh
persentase lolos no. = kurang dari @%2, lalu klasifikasikan sebagai kerikil.
Bila persentase butiran yang lolos u5i saringan lebih dari @%2, klasifikasikan
sebagai pasir.
Hitung persen butiran lolos saringan no. ;%% (%,%A@ mm. !pabila persentase
butiran yang lolos kurang dari @2 (pertimbangkan bentuk grafik distribusi
butiran dengan menentukan nilai koefisisen keseragaman "
u
dan koefisien
gradasi "
#
. Bika termasuk bergradasi baik (well graded, maka klasifikasikan
D8 (bila kerikil atau ,8 (bila pasir. Bika termasuk bergrdasi buruk (poorly
graded, klasifikasikan sebagai DP (bila kerikil, !, (bila pasir.
Bika persentase butiran tanah yang lolos saringan no. ;%% diantara @2 sampai
1;2, tanah akan mempunyai simbol ganda dan sifat keplastisan (D81D+,
,81,+, dan sebagainya.
Bika persentase butiran tanah yang lolos saringan no. ;%% lebih dari 1;2,
maka harus dilakukan u5i batas1batas !tterberg dengan menggunakan u5i
saringan lolos no. =%. $an nilai batas #air (( dan batas plastis (P(
digunakan pada diagram plastisitas, lalu ditentukan klasfikasinya (D+, D",
,+, ,", D+1D" atau ,+1,".
Tabel 1.) Si!tem Kla!ii-a!i Tanah 2niied 9 2S&S) (Hardiyatmo, ;%%;
#. Bika tanah berbutir halus (persen lolos lebih dari @%2, maka <
!nalsis tanah harus dilakukan dengan u5i batas1batas !tterberg (u5i batas #air
(( dan batas plastis dengan menggunakan sampel tanah lolos ayakan no.
=%. $an bila hasil u5i batas #ari (( lebih dari @%2, termsuk dalam klasifikasi
H (plastisitas tinggi, dan 5ika batas #air (( kurang dari @%2 (klasifikasikan
sebagai ( (plasitasitas rendah.
6ntuk tanah H (plastistas tinggi, 5ika plot data1data !tterberg pada grafik
plastisitas di ba*ah garis ! ( P) 9 %,A&(((1;%. $an tentukan apakah tanah
organik FH atau organik +H. Bika plotnya pada di atas garis !,
klasifikasikan sebagai "H.
6ntuk tanah ( (plasitas rendah, 5ika plot batas1batas !tterberg pada grafik
plastisitas di ba*ah garis ! dan luasan yang diarsir, maka klasifikasi tanah
sebagai organik (F( atau anorganik (+(. Hal tersebut dapat ditentukan
berdasar *arna. Bau, atau perubahan batas #airnya dan plastisnya dengan
mengeringkannya di dalam o.en (suhu 11%
o
" selama ;= 5am.
Bika plot batas1batas !tterberg pada grafik plastisitas 5atuh pada luasan yang
diarsir, dekat dengan garis ! atau nilai batas #air (( mendekati @%2
(gunakan simbol ganda.
Prosedur penentuan klasifikasi tanah ,istem 6nified menggunakan bagan alir
yang diperlihatkan dalam %amba# 1.").

1.5." Si!tem -la!ii-a!i AASHTO
,istem klasifikasi tanah !!,H?F ()merican )ssosiation of State ,ig!way and
-ransportation .ffiecial #lasification, berguna untuk menentukan kualitas tanah untuk
peren#anaan timbunan 5alan, subbase dan subgrade.
,istem klasifikasi !!,H?F membagi ke dalam delapan kelompok, !11 sampai
!18 termasuk sub1seb kelompok. ?anah1tanah dalam tiap kelompoknya die.aluasi
terhadap indeks kelompoknya yang dihitung dengan rumus1rumus empiris. Pengu5ian
yang digunakan adalah analisis saringan dan batas1batas !tterberg. !dapun sistem
klasifikasi tanah !!,H?F dapat dilihat dalam Tabel 1.*.
Tabel 1.* ,isten 4lasifikasi !!,H?F
)ndeks kelompok (group index atau D) adalah digunakan untuk menge.aluasi
lebih lan5ut tanah1tanah dalam kelompok. )ndeks kelompok D) dihitung dengan
persamaan <
[ ] 1% ( 1@ ( %1 , % =% ( %%@ , % ; , % &@ ( + + (& % LL % G&
(1.&8
dengan <
D) 9 indeks kelompok (group index
N 9 persen butiran lolos saringan no. ;%% (%,%A@ mm
(( 9 batas #air (2
P) 9 indeks plastisitas (2.

Bila nilai indeks kelompok (D) semakin tinggi, maka semakin berkurang
ketepatan dalam penggunaan tanahnya. ?anah granuler diklasifikasikan dalam
klasifikasi !11 sampai !1&. 6ntuk tanah !11 merupakan tanah grnauler yang bergradasi
baik, sedangkan tanah !1& merupakan tanah granuler yang bergradasi buruk. ?anah !1;
termasuk tanah granuler (kurang dari &@2 lolos saringan no. ;%%, tetapi masih
mengandung lanau dan lempung. ?anah berbutir halus diklasifikasikan dari !1= sampai
! 1A, yaitu tanah lempung dan lanau. Perbedaan keduanya didasarkan pada batas1batas
!tterberg. Pada %amba# 1."* dapat digunakan untuk memperoleh batas1batas antara
batas #air (( dan indeks plastisitas P) untuk kelompok !1= sampai !1A dan untuk sub
kelompok dalam !1;. $alam %amba# 1."* garis ! dari "asagrande dan garis 6
digambarkan bersama1sama.
%amba# 1."* Batas1batas !tterberg untuk subkelompok !1=, !1@, !1' dan !1A
6ntuk tanah organik tinggi seperti tanah gambut (peat diletakkan dalam kelompok !18.
Hubungan antara sistem klasifikasi 6nified dan !!,H?F ditin5au dari kemungkinan
kelompoknya, diperlihatkan dalam Tabel 1.+a dan Tabel 1.+b. !dapun #ara
penggunaan sistem klasifikasi !!,H?F ditun5ukkan dalam #ontoh soal berikut<
Hasil analisis distribusi butiran dari suatu tanah tak organik ditun5ukkan dalam
?abel di ba*ah ini <
$iameter
butiran (mm
Persen lolos
2
;,% (no.1%
%,%A@ (no. ;%%
%,%@
%,%%@
%,%%;
1%%
A@
'@
&&
18
Hasil u5i batas1batas !tterberg, batas #air (( 9 @=2, P) 9 ;&2
Pen(ele!aian
Penyelesaian data di atas dengan sistem klasifikasi !!,H?F adalah <
Persentase lolos saringan no. ;%% (N 9 A@2, hal ini lebih dari &@2, maka tanah
termasuk 5enis lanau atau lempung.
Batas #air ((( 9 @=2, maka kemungkinan dapat dikelompokkan !1@ (atau =12
minimum, !1A1@ atau !1A1' (=12 minimum.
)ndeks plastisitas (P) 9 ;&2, untuk !1@, P) maksimum 1%2. ,ehingga kemungkinan
hanya salah satu dari !1A1@ atau !1A1'. $an untuk membedakan keduanya,
dihitung batas plastisnya P( 9 (( 7 P) 9 @=1;& 9 &12 , hasilnya lebih dari &%2.
Bika dihitung indeks kelompok (D) digunakan persamaan (1.11
[ ] 1% ( 1@ ( %1 , % =% ( %%@ , % ; , % &@ ( + + (& % LL % G&
[ ] 1% ;& ( 1@ A@ ( %1 , % =% @= ( %%@ , % ; , % &@ A@ ( + + G&
D) 9 19
+engingat nilai batas plastis P( M &%2, maka tanah diklasifikasikan !1A1@ (19.
Perhatikan, nilai D) biasanya dituliskan pada bagian belakang dengan tanda kurung.
!dapun aturan penggunaan nilai D) adalah sebagai berikut<
Bila D) L %, maka dianggap D) 9 %
Nilai D) yang dihitung dengan persamaan (1.11, dibulatkan pada angka
terdekat.
Nilai D) untuk kelompok tanah !11a, !11b,!1;1=, !1;1@ dan !1& selalu nol.
6ntuk kelompok tanah !1;1' dan !1;1A, hanya bagian dari persamaan indeks
kelompok yang digunakan <
. 1% ( 1@ ( %1 , % (& % G&
(1.&9
?ak ada batas nilai D) (dalam persamaan 1.&8, untuk tanah berlempung !1A,
D) maksimum ;%.
Tabel 1.+a Perbandingan sistem kelompok 6nified dengan sistem !!,H?F ((iu, 19'A
dalam Hardiyatmo, ;%%;.
4elompok tanah
sistem 6nified
4elompok tanah yang sebanding dengan ,istem !!,H?F
,angat mungkin +ungkin 4emungkinan ke#il
D8 !111a 1 !1;1=, !1;1@
DP
D+
D"
,8
,P
,+
,"
+(
"(
F(
+H
"H
FH
Pt
!111a
!111b, !1;1=
!1;1@, !1;1A
!1;1', !1;1A
!111b
!1&, !111b
!111b, !1;1=
!1;1@, !1;1A
!1;1', !1;1A
!1=, !1@
!1', !1A1'
!1=, !1@
!1A1@, !1@
!1A1'
!1A1@, !1@
1
!111b
!1;1'
!1;1=, !1'
!111a
!111a
!1;1', !1=
!1@
!1;1=, !1'
!1=, !1A1'
!1', !1A1@
!1=
!1', !1A1@
!1A1'
1
!1A1@
1
1
!1;1', !1;1A
!1&, !1;1=
!1;1@, !1;1'
!1=, !1@
!1', !1A1@
!1=, !1A1'
!1A1@
!1&, !1;1=
!1;1@, !1;1'
!1;1A
!1;1=, !1;1@
!1;1', !1;1A
!1', !1A1'
!1A1', !111a
!1A1@
1
1
1
!1A1'
1
!1A1'
1
Tabel 1.+b Perbandingan sistem !!,H?F dengan sistem 6nified (Holtz, 1981
4elompok
?anah ,istem
!!,H?F
4elompok tanah sebanding dalam sistem 6nified
,angat mungkin +ungkin
4emungkinan
ke#il
!111a
!111b
!1&
!1;1=
!1;1@
!1;1'
!1;1A
!1=
!1@
!1'
!1A1@
D8, DP
,8, ,P,
D+, ,+
,P
D+, ,+
D+, ,+
D", ,"
D+, D"
,+, ,"
+(, F(
FH, +H,
+(, F(
"(
FH, +H
,8, ,P
DP
1
D", ,"
1
D+, ,+
1
"(, ,+,
,"
1
+(, F(,
,"
+(, F(,
"H
D+, ,+
1
,8, DP
D8, DP
,8, ,P
D8, DP
,8, ,P
D8, DP
,8, ,P
D8, DP
,8, ,P
D+, D"
,+, D+
D", D+,
,+
D+, ,+,
D", ,"
!1A1' "H, "( +(, F(,
,"
FH, +H,
D", D+,
,+
&ontoh !oal 1.,
$iketahui analisa saringan dan plastisitas tanah seperti yang dalam ?abel ".; berikut <
Tabel &1." Hasil u5i analisa saringan tanah.
No. Sa#in$an
9diamete#> mm)
Sam.el Tanah61
9? lolo!)
Sam.el Tanah6"
9? lolo!)
= (=,A@
1% (;,%%
=% (%,=;@
1%% (%,1@
;%% (%,%A@
1%%
9;
8A
A8
'1
9'
89
=1
8
@
(iIuid (imit, ((
Pla#ity (imit, P(
Plas#ity )ndeC, P)
;1
1@
'
1
1
non plastis
$itanyakan < 4lasifikasikan tanah 11 dan tanah1; menurut 6,",.
Pen(ele!aian '
Dambar kur.a distribusi butiran untuk kedua sampel #ontoh tanah.
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0,001 0,01 0,1 1 10
Ukuran butiran ( mm)
P
e
r
s
e
n

l
o
l
o
s

(
%
)
sampel-1 sampel-2
%amba# &.1."
Pada Dambar ".1.; sampel tanah11 persen lolos saringan no. ;%% (%,%A@mm sebesar
'12 atau tersebut termasuk tanah berbutir halus.
$ari u5i "asagrande diperoleh nilai batas1batas !tterbergH batas #air (( 9 ;1, batas
plastis P( 9 1', plasti#ity indeC P) 9 (( 7 P( 9 ;111' 9 @.
Pada ?abel 1.' ,istem klasifikasi 6nified untuk nilai P) 9 @, (( 9 ;1, tanah tersebut
termasuk "( 1 +(.
dengan <
"( 9 (empung tanah organik dengan plastisitas rendah sampai sedang,
lempung berpasir, lempung berkerikil, lempung berlanau.
+( 9 (anau tak organik dan pasir sangat halus, serbuk batuan atau pasir
halus berlanau atau berlempung.
Pada Dambar "1.; ,ampel tanah termasuk berbutir kasar, yakni hanya @2 lolos
saringan no. ;%% (%,%A@mm dan saringan no. = (=,A@mm tanah termasuk pasir (bukan
kerikil. Bila diperhatikan nilai persen lolos saringan no. ;%% sebesar @2 (pada range < @
2 1 1;2 ?abel +nified, maka tanah tersebut memiliki simbol ganda, yakni < ,P 1 ,+,
,8 7 ,+, namun harus ditin5au nilai koefisien keseragaman "
u
dan koefisien gradasi
"
#
.
Bila sampel tanah pada Dambar "1.; diperoleh $
1%
9 %,1@mm, $
&%
9 %,&= mm, $
'%
9 %,A&mm
,ehingga<
' 8A , =
1@ , %
A& , %
1%
'%
<
mm
mm
D
D
#
u
, dan
%% , 1 %' , 1
A& , % ( 1@ , % (
&= , % (
( (
(
;
'% 1%
;
&%
>
mm mm
mm
D D
D
#
c
Bika nilai < "
u
M ' dan "
#
< diantara 1 dan &, maka tanah bergradasi baik, berdasar hasil
hitungan "
u
dan "
#
pada sampel tanah1; tidak memenuhi kriteria di atas, maka < tanah
termasuk ,P 7 ,+ (bergradasi buruk.
Pada ?abel "1.; (sampel tanah, )ndeks Plastisitas P) 9 non plastis, maka tanah
termasuk ,+ (pasir berlanau atau #ampuran pasir lanau.
Soal Bab I'
1. 65i sampel tanah di laboratorium diperoleh angka pori (e 9 %,';, kadar air (* 9
1@2, dan berat .olume butir (/
s
. Hitunglah <
a. Berat .olume kering (/
d

b. Berat .olume basah (/


b

#. 4adar air pada saat 5enuh , 9 1%%2, dan


d. Berat .olume 5enuh (/
sat
pada , 9 1%%2.
;. ,uatu tanah berbutir digunakan untuk urugan kembali (ba#k fill #uttingan lereng
yang mempunyai berat .olume basah 19,&@ kN3m
&
dan kadar air 1;,;@2. !ngka
pori dalam keadaan paling longgar %,'@ dan dalam keadaan paling padat %,&8. Hasil
u5i laboratorimum diperoleh berat butir =;,@ gram pada .olume 18,=8 #m
&
. ?entukan
angka pori tanah urugan kembali, kerapatan relatifnya, dan kepadatan relatifnya.
&. 6ntuk data berikut, klasifikasikan tanah berdasarkan 6,", (+nited System
#lassification Soil.
a. '@2 material tanah tertahan pada saringan no. =, &;2 material tertahan pada
saringan no. ;%%, "
u
9 &, "
#
9 1.
b. 1%%2 lolos saringan no.=, 9%2 lolos saringan no. ;%%, kekuatan kering 7 rendah
sampai sedang, (( 9 ;&, P(9 1A.
#. A%2 material tertahan saringan no. =, ;A2 tertahan pada saringan no. ;%%, "
u
9
@, "
#
9 1,@.
=. $istribusi ukuran butiran dan batas !tterberg diperoleh pada 11 5enis tanah empat
grafik Dambar "1.&. klasifikasikan tanah tersebut ke dalam< a klasifikasi 6,",,
dan b ,istem !!,H?HF.
@. $iketahui data analisis saringan pada ; #ontoh ! dan B adalah <
Perkiraan diameter butiran (mm ; %,' %,; %,%' %,%; %,%%
;
Prosentase lolos saringan (2 ! 1%% &@ ;@ ;% 1& %
B 9@ A1 '% =; && ;%
?anah ! dengan berat .olume basah di lapangan 1,A; t3m
&
(1',8A kN3m
&
kadar air
;; 2 dan berat 5enis D
s
9 ;,'=. ?anah B diperoleh dari #ontoh asli (undisturbed
sample mempunyai berat basah 1,9@ t3m
&
(19,1& kN3m
&
kadar air ;=2, dan berat
5enis D
s
9 ;,'A. $engan memperhatikan hasil distribusi butirannya, se#ara
pendekatan klasifikasi tanah1tanah tersebut. ?entukan tanah ! atau B yang
mempunyai kemungkinan kuat geser dan tahanan terhadap deformasi (penurunan
yang tinggi.