Anda di halaman 1dari 156

toksin DIEMISIKAN KE LINGKUNGAN 3.KINETIKA TOKSIKAN DI BERBAGAI KOMPARTEMEN LINGKUNGAN 4.TERJADINYA PAPARAN ORGANISME TERHADAPNYA 5.

BAGAIMANA TERJADINYA IMISI 6.KINETIKA DI DALAM ORGANISME(FARMAKO KINETIK) 7.TERJADINYA EFEK BIOLOGIS 8.EKSKRESI 9.PENELITIAN DALAM LABORATORIUM

2.BAGAIMANA

1.PRINSIP TOKSIKOLOGI

LINGKUNGAN

Materi toksikologi lingkungan

4.

DIBUTUHKANNYA ILMU TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN 2. UTK MELAKUKAN UJI TOKSISITAS DI LAB. 3. UTK DPT MEMPERKIRAKAN TOKSISITAS SUATU LIMBAH BAHAN BAKU BARU DAN /ATAU EFEKNYA THD MASYARAKAT/biota
1.

Materi toksikologi lingkungan

LATAR BELAKANG

INTERAKSI MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA MANUSIA <-------------ALAM SELF PURIFICATION KESEJAHTERAAN AGRARIS-------INDUSTRIALISASI ------MEKANISASI BUANGAN BERTAMBAH SEHINGGA TDK BISA LAGI SELF PURIFICATION ------MERUSAK LINGKUNGAN-------MEMERLUKAN BANTUAN MANUSIA UNTUK MENGELOLA LINGKUNGAN. MISAL UDARA-----DIJAGA AGAR TETAP BERSIH TIDAK TERCEMAR. KONDISI DIMANA SDA SUDAH TIDAK LAGI DAPAT DIGUNAKAN DAN MENIMBULKAN KERUGIAN MANUSIA DISEBUT TERCEMAR. KERUGIAN TERSEBUT BERUPA PENYAKIT, KERUSAKAN ALAM, KERUSAKAN HARTA BENDA.
Materi toksikologi lingkungan 3

SEBELUMNYA TELAH DIKENAL


FARMATOKSIKOLOGI TOKSIKOLOGI MAKANAN DAN KOSMETIKA TOKSIKOLOGI PESTISIDA TOKSIKOLOGI INDUSTRI T. MILITER T. FORENSIK TOKSIKOLOGI MEDIS TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

Materi toksikologi lingkungan 4

TOKSIKOLOGI

MENURUT DEPNAKER 1988, ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG RACUN, EFEK2 RACUN THD MANUSIA, / MAKHLUK HIDUP, CARA2 MENDETEKSI, MEMPELAJARI ZAT PENAWARNYA

Materi toksikologi lingkungan

RACUN JIKA :

BILA ZAT MENYEBABKAN EFEK YANG MERUGIKAN PADA YANG MENGGUNAKANYA. MIS : PEMAKAIAN OBAT YANG MELEBIHI DOSIS

Materi toksikologi lingkungan

BILAMANAKAH ????JIKA
SECARA ILMIAH RACUN, TETAPI BILA KONSENTRASI BAHAN BELUM MENCAPAI BATAS ATAS KEMAMPUAN MANUSIA UNTUK MENTOLERANSI. KERJA OBAT YANG TIDAK MEMILIKI SANGKUT PAUT DENGAN INDIKASI OBAT YANG SESUNGGUHNYA DIANGGAP SEBAGAI KERJA TOKSIK.

Materi toksikologi lingkungan

EFEK
EFEK TOKSIKAKUT BERKORELASI LANGSUNG DENGAN ABSORBSI ZAT TOKSIK EFEK TOKSIK KRONIS TERJADI BILA ZAT TOKSIK DALAM JML KECIL DIABSORBSI DALAM WAKTU YG LAMA YANG BILA TERAKUMUKASI AKAN MEM BUAT EFEK TOKSIK YANG BARU.

Materi toksikologi lingkungan

MERUPAKAN MULTI DISIPLIN ILMU


BIOLOGI KIMIA PATOLOGI FISIOLOGI FARMAKOLOGI KESEHATAN MASYARAKAT IMUNOLOGI

Materi toksikologi lingkungan

BERBAGAI PENCEMAR TERKENAL


PENCEMAR UDARA SOX, CO, NOX, PAH(POLICYCLIC AROMATIC HIDROCARBON), DDTDIETIL DIFENIL DICHLOR ETAN) , PCB (POLICHLOR BIFENIL) , CFC (CHLORO FLUOROCARBON) DLL. EFEKNYA MULAI DR YANG RINGAN IRITASI KULIT,HINGGA BERAT SPT PENYAKIT PERNAFASAN EFEK DDT PD CANGKANG TELUR, SHG MUDAH PECAH---TIDAK MENETAS POPULASI PUNAH.

Materi toksikologi lingkungan 10

BOCORNYA REAKTOR NUKLIR


DI CHERNOBIL, RUSIA DILAPORKAN 3 REAKTOR, YG BOCOR SATU. PENGARUHNYA TERJADI KANKER KELENJAR GONDOK PADA ANAK2 -------------------------------------- SINAR RADIOAKTIF DARI RADON

Materi toksikologi lingkungan

11

PENCEMARAN Hg
BERSUMBER DARI PABRIK PLASTIK DENGAN BAHAN BAKU VINIL CHLORIDA DAN ACETALDEHIDE. PABRIK INI MEMBUANG Hg KE TELUK MINAMATA. IKAN MENGANDUNG 27-102 PPM BERAT KERING Hg. SELAMA TH 1953-1960 TERJADI KERACUNAN Hg PADA 111 NELAYAN. GEJALA : SULIT MENDENGAR DAN KEHILANGAN KOORDINASI OTOT2NYA.

Materi toksikologi lingkungan 12

PENCEMARAN Cd

DARI BUANGAN PERTAMBANGAN TIMAH HITAM DAN Zn DI TOYAMA, JEPANG. UAP LOGAM YANG MENGANDUNG Cd DIBAWA KE DLM SAWAH. LALU MASUK KEPADI--DIMAKAN MASYARAKAT SETEMPAT -------KERACUNAN-----DISEBUT PENYAKIT ITAI-ITAI

Materi toksikologi lingkungan

13

PENGARUH RACUN THD MANUSIA

KASUS BOM HIROSHIMA & NAGASAKI. DETONASI BOM SECARA LANGSUNG MENYEBARKAN PANAS YANG TAK TERKIRA DAN MEMATIKAN SEMUA ORGANISME SEKITAR 1 MIL. KEBAKARAN YANG TERJADI DIKOTA ---MENYEBARKAN ASAP BERBTK JAMUR SHG MENYEBAR SANGAT JAUH DETONASI AKAN MENIMBULKAN ASAP BERBENTUK JAMUR SHG FALL OUTNYA BEGITU JAUH DEBU RADIOAKTIF AKAN MENIMBULKAN DAMPAK SUBAKUT DAN KRONIS. BAGI YANG JAUH DARI JATUHNYA BOM TIDAK MENINGGAL TETAPI MENGALAMI BERBAGAI PENYAKIT --LEUKEMIA KEBAKARAN HUTAN MEMBERI KONTRIBUSI THD PENCEMARAN UDARA.EFEK KES. PNEUMONIA, IRITASI MATA
Materi toksikologi lingkungan 14

DI INDONESIA
PENCEMARAN MERCURY DI BANYAK TEMPAT. PENAMBANGAN EMAS TANPA IJIN (PETI) DITEMUKAN DI BERBAGAI TEMPAT. PONGKOR, JAWA BARAT, DILAPORKAN BAHWA KONSENTRASI Hg DISEDIMEN 0-2,688 PPM, DI TANAH KONSENTRASI 1-1300 PPM, SULAWESI UTARA D.A.S TALAWAAN

Materi toksikologi lingkungan

15

DARI URAIAN PENGARUH PENCEMAR DISIMPULKAN


ZAT PENCEMAR PADA HAKEKATNYA DAPAT DIGOLONGKAN KE DALAM ZAT YANG BERACUN, BAIK YANG HIDUP MAUPUN YANG TIDAK HIDUP, SHG MENIMBULKAN KERACUNAN. UJI TCLP (TOXICITY CHARACTERISTIC LEACHING PROCEDURE) DILAKUKAN UNTUK MENEGETAHUI DERAJAT RACUN DARI SUATU BAHAN

Materi toksikologi lingkungan

16

DEFINISI TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN


SEMUA ZAT BERACUN ATAUPUN METABOLITNYA AKAN KEMBALI MEMASUKI LINGKUNGAN, SHG KUALITAS LINGKUNGAN AKAN BERTAMBAH BURUK DENGAN TERDAPATNYA BERBAGAI RACUN. ILMU YANG MEMPELAJARI SECARA KUALITATIF DAN KUANTITATIF PENGARUH JELEK DARI BAHAN KIMIAWI, FISIS, DAN BIOLOGIS THD SIS TEM BIOLOGIS

Materi toksikologi lingkungan 17

Materi toksikologi lingkungan

18

PERISTIWA EKOTOKSIKOLOGIS
LINGKUNGAN UDARA EFEK OZON PADA TH 1976 DI NEGARA BELANDA dipasang 40 set eksperimen lapamgan dalam rangka kerangka pemantauan berbagai polutan udara dan efek biologisnya bagi beberapa tanaman 3 tahun kemudian didapat korelasi konsentrasi ozon dan efeknya bagi anaman tembakau Nicotiana tabacum L.

Materi toksikologi lingkungan

19

Efek ozon bagi tanaman tembakau

Tampak bahwa makin besar konsentrasi poluta ozon makin besar efek kerusakan pada biota tertentu

30 25 20 15 10 5 0 Juni 79 Ags 79 Cons.ozo n Ug/m3 udara Daun

Materi toksikologi lingkungan

20

Lingkungan perairan laut


EFEK MINYAK Terdapat kondisi tertentu saat adanya minyak berkonsentrasi tinggi dalam lapis air laut yaitu dibawah lapis minyak sekitar kejadian tumpahan langsung. Observasi th 1977 yang dilakukan cormark and Nichols (Anon, 1987) di laut utara bahwa 10 jam setelah dilakukan tumpahan minyak eksperimental maka konsentrasi minyak dalam air laut dibawah lapis minyak menurun hingga lebih 1 % dari semula ( semula 2500 Ug minyak/liter air laut setelah 10 jam menjadi 20 Ug minyak/ air laut)

Materi toksikologi lingkungan

21

Pertumbuhan fitoplankton
Pada konsentrasi minyak kurang dari 100 Ug minyak/ liter air laut tercatat adanya peningkatan pertumbuhan fitoplankton. Pada konsentrasi minyak 1-10 mg minyak/ l air laut terjadi penurunan bahkan kematian fitoplankton Untuk zooplankton juga dilakukan observasi Pada konsentrasi minyak 5- 15 Ug/ l airlaut terjadi perubahan destruktif struktur komunitas plankton tersebut.

Materi toksikologi lingkungan

22

kesimpulannya
Zat diperlukan untuk pertumbuhan makhluk hidup sampai pada tingkatan konsentrasi tetentu. Kelebihan zat dari tingkatan konsentrasi yang diperlukan akan memberikan efek negatif bagi makhluk hidup. Keperluan zat dan efek negatifnya untuk tiap makhluk hidup berbeda

Materi toksikologi lingkungan

23

Kajian keperluan zat bagi makhluk hidup dikenal sebagai esai biologi (bioessey). Sedangkan kajian efek negatif zat bagi makhluk hidup dikenal sebagai toksikologi. Contoh diatas jelas menunjukkan peristiwa ekotoksikologis laut. Lingkungan air laut khususnya lapisan permukaan merupakan habitat dimana efek negatif utama dari minyak dapat terjadi.

Materi toksikologi lingkungan

24

Lingkungan tanah
Tanah berkualitas tinggi mempunyai karakter adanya aktivitas tinggi berbagai biota tanah. Biota tanah disini meliputi berbagai komunitas biota dalam tanah dan biota tanaman. Kehidupan biota dalam tanah tergantung kepada materi organik

Materi toksikologi lingkungan

25

Kajian Bahaya Zat


Contoh2 peristiwa ekotoksikologis menunjukkan bahwa tidak sembarang masukan zat dan konsentrasi zat mengakibatkan efek negatif.

Materi toksikologi lingkungan

26

TUJUAN TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN


PERLUNYA MENCARI SUBSTaNSI YANG AMAN MENCEGAH TERJADINYA EFEK YANG TIDAK DIKEHENDAKI DARI RACUN THD ORGANISME DAPAT MEMBUAT KRITERIA DASAR U. STANDARISASI KUALITAS LINGKUNGAN, MENENTUKAN KONSENTRASI YANG AMAN DAPAT MEMPERBAIKI CARA PENGOBATAN

Materi toksikologi lingkungan

27

Bab 2. BAGAIMANA TOKSIN DIEMISIKAN KE LINGKUNGAN

Materi toksikologi lingkungan

28

PROSES XENOBIOTIK MEMASUKI LINGKUNGAN DAN ORGANISME SERTA KEMBALI LAGI KE LINGKUNGAN
XENOBIOTIK ------- LINGKUNGAN------------ ORGANISME----EFEK BIOLOGIS

EMISI

EKOKINETIKA

PEMAPARAN

IMISI

FARMAKOKINETIKA

Materi toksikologi lingkungan

29

ANALISIS PEMAPARAN ZAT

MERUPAKAN PROSES KAJIAN PERGERAKAN ZAT DARI SUMBER AKTIVITASNYA HINGGA PENCAPAIAN LINGKUNGAN DIMANA ZAT MENETAP PADA TEMPATNYA

Materi toksikologi lingkungan

30

Atau NASIB (FATE) SUATU ZAT DI LINGKUNGAN SETELAH KELUAR DARI SUMBERNYA.

PARTISI LINGKUNGAN : DISPERSI PENCEMAR

Materi toksikologi lingkungan

31

Hasil analisis berupa Prediksi Distribusi Konsentrasi (PDK)

PDK ini merupakan dasar penetapan konsentrasi zat yang akan dikaji efek negatifnya bagi makhluk hidup.

Materi toksikologi lingkungan

32

Terdapat 3 tahapan proses yaitu :


A. Sumber zat hasil suatu aktivitas B. Transpor zat melalui media lingkungan termasuk pengenceran dan transformasi C. Tempat tujuan zat dimana akan berada.

Materi toksikologi lingkungan

33

Analisis pemaparan
PENGENC ERAN ZAT

Transspor zat melalui media lingkungan

Tempat tujuan zat dimana akan berada

Transformasi zat

Materi toksikologi lingkungan

34

A. Sumber zat yang perlu diidentifikasi meliputi


Kuantitas zat (5 ppm, debit : 1 m3/menit) termasuk jenis zat, jumlah zat dan kecepatan pemaparan Lokasi Frekuensi pemaparan

Materi toksikologi lingkungan

35

B. Transpor , Pengenceran, dan Transformasi zat

Di dalam ligkungan zat dapat mengalami pengenceran misalnya ; pemaparan zat SO2 dari sumbernya 5ppm, ketika bergerak melalui udara bervolume 1000 x lebih besar dibanding volume pemaparan zat SO2 maka akan terjadi pengenceran 1000 kali. Dengan demikian konsentrasi menjadi 0,005 ppm ketika berada di udara Udara juga mengandung butir air . Kontak antara SO2 dan H2O selama bergerak di udara akan memungkinkan sebagian zat SO2 mengalami transformasi menjadi H2SO4
Materi toksikologi lingkungan 36

C. Tempat tujuan zat


contoh gas SO2 diatas tempat tujuan terakhir bukanlah hanya di udara saja melainkan bisa dapat menuju ke multimedia lingkungan Dapat dianalisis tempat tujuannya dengan identifikasi : konsentrasi zat pada tiap media lingkungan, area geografis yang terpapar zat, dan durasi pemaparan zat.
Seperti
Materi toksikologi lingkungan 37

TOKSISITAS RACUN TERGANTUNG


SPESIES UJI CARA RACUN TUBUH ( PORT D ENTRI) FREKUENSI DAN LAMANYA PAPARAN KONSENTRASI ZAT PEMAPAR BENTUK, SIFAT KIMIA/FISIKA KERENTANAN BERBAGAI SPESIES THD PENCEMAR

Materi toksikologi lingkungan 38

BAB 2 XENOBIOTIK
SEBAGAI BAHAN ASING BAGI TUBUH ORGANISME, YANG ANTARA LAIN ADALAH RACUN. RACUN ALAMI DAN NON ALAMI.

Materi toksikologi lingkungan

39

BEBERAPA ISTILAH
TOKSIN : ZAT YANG DALAM DOSISI KECIL DAPAT MENIMBULKAN KERUSAKAN PADA JARINGAN HIDUP. KERACUNANATAU INTOKSIKASI: KEADAAN TIDAK NORMAL AKIBAT EFEK RACUN TOKSISITAS : KEMAMPUAN RACUN ATAU MOLEKUL UNTUK MENIMBULKAN KERUSAKAN APBL MASUK KEDALAM TUBUH DAN ORGAN YANG RENTAN TERHADAPNYA. TARAF TOKSISITAS : 6 = SUPER TOKSIK 5 = EXTREMLY TOXIC 4 = SANGAT TOKSIK 3 = MODERATELY TOXIC 2 = SLIGHLY TOXIC 1 = PRACTICALLY NON TOXIC

Materi toksikologi lingkungan

40

KLASIFIKASI RACUN ATAS DASAR SUMBER

SUMBER ALAMIAH/BUATAN, YI RACUN ASLI YANG BERASAL DARI FLORA DAN FAUNA, BAHAN BAKU INDUSTRI, BUANGAN BERACUN.

SUMBER BERBENTUK TITIK, AREA, DAN BERGERAK.


SUMBER DOMESTIK, KOMERSIAL, DAN INDUSTRI YANG LOKASI SUMBER, SIFAT, DAN JENIS BERBEDA.

Materi toksikologi lingkungan

41

KLASIFIKASI RACUN ATAS DASAR WUJUD


WUJUD PENCEMAR DAPAT BERSIFAT PADAT, CAIR, DAN GAS. MIS: KOTAMADYA BANDUNG SANGAT RAWAN PENCEMARAN UDARA, KARENA DIKELILINGI GUNUNG SEHINGGA BENTUKNYA SEPERTI LEMBAH. UKURAN PENCEMAR : BENTUK, DAN DENSITAS, KOMPOSISI KIMIAWI DAN FISIKA.

Materi toksikologi lingkungan

42

KLASIFIKASI ATAS DASAR SIFAT FISIKA DAN KIMIA


XENOBIOTIK SEBAGAI B3 KOROSIF RADIOAKTIF EVAPORATIF EKSPLOSIF REAKTIF

Materi toksikologi lingkungan

43

KLASIFIKASI ATAS DASAR KERUSAKAN ORGAN TARGET


HEPATOTOKSIK, BERACUN BAGI HEPAR/HATI NEFROTOKSIK ,BERACUN BAGI NEFRON/GINJAL NEURO TOKSIK, BERACUN BAGI NEURON/ SARAF HEMATOTOKSIK, BERACUN BAGI DARAH/SISTEM PEMBENTUKAN SEL DARAH PNEUMOTOKSIK ATAU BERACUN BAGI PNEUMON/ PARU-PARU

Materi toksikologi lingkungan

44

KLASIFIKASI ATAS DASAR HIDUP/MATINYA RACUN


KLASIFIKASI ATAS DASAR BIOTIS DAN ABIOTIS, BAHAYA AKAN BEDA. ZAT YG HIDUP DAPAT BERKEMBANG BIAK, SEDANGKAN ABIOTIS DAPAT BERUBAH MENJADI BERBAGAI SENYAWA. DG DEMIKIAN AKAN BERBEDA PENGENDALIANNYA.

Materi toksikologi lingkungan

45

RACUN BIOTIS atau BIOTOKSIN


BIOTOKSIN ADALAH RACUN YANG DIDAPAT PADA BIOTA. RACUN PADA BIOTA DAPAT BERUPA RACUN ASLI, YAKNI BIOTA ITU SENDIRI MAUPUN AKIBAT KONTAMINASI DG BAHAN BERACUN. RACUN AKIBAT KONTAMINASI INI ADALAH RACUN SEKUNDER DAN TIDAK ASLI. SEDANGKAN BIOTOKSIN ADALAH RACUN ASLI
Materi toksikologi lingkungan 46

Ada 2 jenis RACUN ASLI : - ORGANISME ITU SENDIRI BERACUN BAGI MANUSIA MISAL : IKAN YG MEMANG DAGINGNYA BERACUN - RACUN YG DIMASUKKAN KE ORGANISME LAIN SEBAGAI DEFENS BIOTA TSB MISAL : ULAR, LABA2, KALAJENGKING YG MENYENGAT SEKALIGUS MEMASUKKAN RACUN. TANAMAN JUGA BANYAK YANG BERACUN. DEMIKIAN JG BAKTERI DAN FUNGI. JADI BIOTOKSIN BERUPA : 1. MIKROBA 2. TANAMAN 3. HEWAN
Materi toksikologi lingkungan 47

RACUN MIKROBA RACUN DI DALAM MIKROBA DPT BERUPA RACUN YG DIBUAT OLEH MIKROBA ITU SENDIRI ATAUPUN SISA METABOLISME/ METABOLIT. MIKROBA PEMBENTUK RACUN / TOKSIN : 1. VIBRIO CHOLERA 2. CLOSTRIDIUM BOTULINUM 3. STAPHYLOCOCCUS AUREUS RACUN YG BERUPA METABOLIT : 1. AMMONIA 2. NITRAT, NITRIT 3. CO, CO2, DERIVATIF SULFUR.
Materi toksikologi lingkungan 48

RACUN BIOTIS(BIOTOKSIN)
1. RACUN MIKROBA yi. Racun yang dibuat oleh mikroba itu
sendiri. Mikroba pembentuk racun : vibrio cholerae 2. RACUN JAMUR/FUNGI MIS . ASPERGILLUS FLAVUS membuat aflatoksin yg bersifat karsinogenik 3. RACUN ALGAE MIS .PYRROPYCEAE ----PROTOZOA, HEWAN LAUT 4. TANAMAN BERACUN secara alami mengandung racun HCN PD KETELA POHON, CALADIUM 5. HEWAN BERACUN contohnya:pada INVERTEBRATA . STARFISH, SEA CUCUMBER VERTEBRATA. : IKAN HIU, BELUT

Materi toksikologi lingkungan

49

KIMIAWI BIOTOKSIN, SUMBER DAN EFEKNYA


RACUN SUMBER EFEK/MEKANISME

GLIKOSIDA ALKALOID

SOLANUM TUBEROSUM

KENTANG HIJAU

INHIBITOR KOLINESTERASE

FENOL

URUSHIOL

POISON OAK POISON IVY FICIAFABA

ALERGI, DERMATITIS

ASAM AMINO

3,4 DIHIDROKSIFENILALA NIN FALLOIDIN

NEUROTOKSIK

POLIPEPTIDA

AMANITA PHALLOIDES

HEPATOTOKSIK

PROTEIN

TETANOSPASMIN

C. TETANI

NEUROTOKSIK

MIKOTOKSIN LACTONE

AFLATOKSIN

FUNGI JAGUNG

KARSINOGENIK

Materi toksikologi lingkungan

50

RACUN ABIOTIS
a) RACUN LOGAM dikelompokkan Logam berat bj > 5 Logam ringan bj < 5 Logam esensial dan tdk esensial Trace mineral (logam yang jml sedikit) apbl di kerak bumi >= 1000 ppm mk logam bukan trace mineral. MEKANISME :
RACUN TERAKUMULASI. JIKA TIDAK AKAN DIEKSKRESIKAN LEWAT ORGAN GINJAL, USUS, RAMBUT, KUKU, KERINGAT, URINE, KULIT.

Materi toksikologi lingkungan

51

TOKSISITAS LOGAM DAPAT BERSIFAT AKUT DAN KRONIS


AKUT : DOSIS TINGGI WAKTU PEMAPARAN PENDEK GEJALA MENDADAK ORGAN ADSORBSI MASUK KEPEREDARAN DARAH DENGAN CEPAT KRONIS : DOSIS TIDAK TINGGI PAPARAN MENAHUN GEJALA TIDAK MENDADAK ORGAN DAPAT SELURUHNYA TERKENA

Materi toksikologi lingkungan

52

b) RACUN NON LOGAM/ORGANIK CONTOH :PAH, DDT, PCB

PAH (POLICYCLIC AROMATIC HIDROCARBON) DDT (DICHLOR DINITRO TOLUENA) PCB (POLYCHLOR BIFENIL)

Materi toksikologi lingkungan

53

TOKSISITAS LOGAM DAPAT BERSIFAT AKUT DAN KRONIS


AKUT : DOSIS TINGGI WAKTU PEMAPARAN PENDEK GEJALA MENDADAK ORGAN ADSORBSI MASUK KEPEREDARAN DARAH DENGAN CEPAT KRONIS : DOSIS TIDAK TINGGI PAPARAN MENAHUN GEJALA TIDAK MENDADAK ORGAN DAPAT SELURUHNYA TERKENA

Materi toksikologi lingkungan

54

BAB 3

KINETIKA TOKSIKAN DI BERBAGAI KOMPARTEMEN LINGKUNGAN (EKO KINETIKA)

GERAK ZAT RACUN DI DALAM EKOSISTEM BERUPA FATE/PERJALANAN/NASIB ZAT

Materi toksikologi lingkungan

55

A. FATE RACUN
TERGANTUNG : 1. SUMBERNYA 2. MEDIA TRANSPORT 3. APAKAH TERJADI TRANSFORMASI

Materi toksikologi lingkungan

56

SUMBER RACUN
DISTRIBUTIF/TERSEBAR NON DISTRIBUTIF/TIDAK TERSEBAR

Materi toksikologi lingkungan

57

EMISI
INTRODUKSI XENOBIOTIK KE DALAM LINGKUNGAN BISA TERJADI SECARA ALAMIAH INSIDENTIL ATAU AKSIDENTIL EMISI TIDAK HANYA BERBENTUK KONSENTRASI, TETAPI JUGA DALAM JUMLAH

Materi toksikologi lingkungan

58

MEDIA TRANSPORT
UDARA AIR TANAH ORGANISME RANTAI MAKANAN

Materi toksikologi lingkungan

59

PERBEDAAN TRANSPOR & TRANSFORMASI

DAPAT TERJADI DI : UDARA AIR TANAH ORGANISME RANTAI MAKANAN TIDAK TERJADI PERUBAHAN STRUKTUR

DAPAT TERJADI DI: UDARA AIR TANAH ORGANISME RANTAI MAKANAN TERJADI PERUBAHAN STRUKTUR

Materi toksikologi lingkungan

60

MEDIA TRANSPORT

TRANSPORT STRASTOSFERIK : MISAL DEBU KRAKATAU MENYEBAR KESELURUH DUNIA TRANSPORT REGIONAL: MISAL : PERANG KUWAIT-IRAK YG MEMBAKAR SUMUR MINYAK, ASAP MENYEBAR KE DAERAH YANG LEBIH LUAS TRANSPORT LOKAL: MISAL ;DI JERMAN TELAH TERJADI EMISI ZAT RADIOAKTIFDAN METAL YG TIDAK TERKONTROL SELAMA 5 TAHUN. TELAH TERJADI KONTAMINASI PADA UDARA, PERAIRAN, HEWAN DOMESTIK, DEBU DI RUMAH-RUMAH TRANSPOR AKIBAT SUMBER TITIK. MISAL : DDT DITEMUKAN DI DAERAH ANTARTIKA DAN KUTUB, SEDANG SUMBERNYA DARI TEXAS BARAT

Materi toksikologi lingkungan

61

KOMPARTEMEN LINGKUNGAN
AIR TANAH BIOTA SEDIMEN

Materi toksikologi lingkungan

62

C. SIFAT FISIKA KIMIA


BM DAN POLARITAS KELARUTAN SOLUBILITAS DALAM AIR DPERLUKAN UNTUK MENGUKUR MOBILITAS SUATU RACUN DI LINGKUNGAN PENGUAPAN KOEF. PARTISI ADSORBSI

Materi toksikologi lingkungan 63

B. PROSES EKO KINETIKA (TRANPOR DAN ATAU TRANSFORMASI XENOBIOTIK )

EMISI--- VOLATILITY--- SEDIMENTASI DARI UDARA AKIBAT TURUNNYA HUJAN ADSORBSI DESORBSI IMISI

Materi toksikologi lingkungan

64

PROSES TRANSPOR

TRANSPOR DALAM AIR


ADVEKSI DIFUSI DISPERSI

TRANSPOR PADA PARTIKEL TRANSPORT DALAM TANAH TRANSPORT DALAM AIR TANAH TRANSPORT DALAM UDARA

Materi toksikologi lingkungan

65

adveksi
Transpor zat ke berbagai media lingkungan melalui mekanisme ini secara fisik bergerak searah zat A akan menuju ke tempat tertentu Misal : zat A msk air laut. Anggapan densitas A > densitas air laut. Maka zat akan mengendap. Sebaliknya zat A yang ada di sedimen , jika air laut mengalami perubahan temperatur da n sallinitas menyebabkan densitas air dan menghasilan pergerakan air dari bawah keatas.

Materi toksikologi lingkungan 66

difusi
Terjadi disebabkan perbedaan fugasiti atau konsentrasi Misal : Zat A masuk ke media air, lalu bertranspor ke media lainnya dan akhirnya kembali kemedia air dalam porsi sangat dominan. Perilaku zat ini disebut fugasiti Fugasiti : Tendensi zat menuju ke media di mana zat itu seharusnya berada.

Materi toksikologi lingkungan 67

Dispersi:Penyebaran zat di kompartemen lingkungan


Menggunakan model RLTEC ( Release from the Technosphere) Tujuan dari model RLTEC diatas adalah mengestimasi lepasan zat ke berbagai media lingkungan udara , air dan tanah dari sumber2 kegiatan pabrikasi, produksi dan konsumsi.

Materi toksikologi lingkungan

68

tendensi tujuan dan besaran zat lingkungan

proporsi relatif zat di tiap media

Udara (qu)

Udara = qu/q

Buangan : berbagai sumber Semua zat kimia (q)

Air (qa)

Air = qa/q

Tanah (qt)

Tanah = qt/q

Materi toksikologi lingkungan

69

PDK BASIS SUMBER


qx/q =y {(Cy.Dy.Fy,x)/106}.WWTx Keterangan : qx : besaran aliran zat ke dalam x media X : indeks media : u=udara, a=air, t= tanah q: besaran zat dihasilkan dalam area tinjauan Cy : %kontribusi zat bagi kelas pola penggunaan y (di dapat dari literatur,estimasi) Y: indeks kelas pola penggunaan di mana zat terkandung Dy: % yang menunjukkan secara umum lepasan zat ke lingkungan(pada tabel) Fy.x : % emisi zat dari kelas pola penggunaan y ke media x (ditetapkan) WWTx : faktor pengaruh pengolahan limbah = Materi toksikologi lingkungan 100% - efisiensi proses

70

Wwtu = WWTt = 1 pengolahan limbah tidak memberi pengaruh ke media udara dan tanah 0 < WWTa < 1 pengolahan limbah memberi pengaruh ke media air makin efisien proses makin kecil pengaruhnya ke media air.

Materi toksikologi lingkungan

71

Kelas Penggunaan & Dispersi Zat


Kelas dispersi, Dy (%)
Kelas pengguna an Bahan pembawa Acids (e.g. organic acids) Additiv (food) Additive (paint) Additive (polimer) Additive (stabilizer ) Tinggi medium lemah intermedi ate

Fraksi , Fy,x (%)


tertutup

udara air 100

tanah

ACI

ADF

10

100

ADP
ADY ADS

50
10 10

20
80

80
20 100

ADH

Adhesive

10

100

Materi toksikologi lingkungan

72

Contoh perhitungan :
Cat yang dikonsumsi = 1 ton/hari Pelarut pembersih yg dikonsumsi = 0,25 ton/ hari --- jumlah konsumsi bahan cat dan pelarut = 1,25 ton/ hari Zat dalam cat yang ditinjau = Cd Cd dalam cat = o,5 kg/hari Cd dalam pelarut pembersih = 0,25 kg/hari

hari Limbah terbuang tanpa pengolahan, berarti efisiensi proses = 0 %

jumlah Cd dalam cat dan pelarut = 0,75 kg/

Materi toksikologi lingkungan

73

Informasi formulasi

Kelas penggunaan cat y = ADP


= 0,05 % = 0,5 per mil

C ADP D ADP F ADP F ADP

= 50%
u= 20 % a = 80 %

pelarut pembersih : y = SOL C SOL = 0,01 % = 1 permil D soL = 100 % F SOL u = 50% F SOL a = 50 % Tidak ada Cd yang menuju ke tanah
Kelas penggunaan

Materi toksikologi lingkungan

74

Kalkulasi
Qu/q = {(0,05 x 50 x 20 ) + (0,01 x 100 x 50)} / 10 6 = 0,01 % qa/q = {(0,05 x 50 x 8 ) + {( 0,01 x 50 x 50)}/ 10 6 = 0,0225 %

Dengan

demikian

Cd dalam cat & pelarut diprediksi lepas menuju udara (qu) = 0,01 % x 1,25 ton/ hari = 0,125 kg/hari Cd dalam cat & pelarut diprediksi lepas menuju air sungai dan akhirnya ke laut (qa) = 0,0225 % x 1,25 ton/ hari = 0,28125 kg/ hari

Materi toksikologi lingkungan

75

PROSES TRANSFORMASI ABIOTIK


FOTOKIMIA SEDIMENTASI HIDROLISIS OKSIDASI REDUKSI

Materi toksikologi lingkungan

76

Transformasi Fotolitik

Tahap absorbsi energi zat mengabsorbsi energi pada spektrum cahaya ultra ungu dan visibel menghasilkan molekul tereksitasi Proses primer : jika molekul tereksitasi tadi tidak kembali ketingkat energi aslinya, molekul zat itu akan menjalani reaksi kimia yang dapat merupakan pemecahan (fragmentasi) misalnya pembentukan radikal bebas, penyusunan kembali atau ionisasi. Pross akhir : bentuk aktif zat (misalnya : radikal bebas) bereaksi dengan zat lain dalam medium seperti oksigen dan air.

Materi toksikologi lingkungan

77

Secara kuantitatif
transformasi fisik fotolitik diformulasikan sebagai proses tingkat 2 jenis II yaitu variabel dengan konsentrasi 2 faktor berikut : -(dC/dt) = kf.C.I dC/dt = negatif kehilangan konsentrasi zat tinjauan persatuan waktu Kf = konstante kecepatan reaksi fotokimia

C = konsentrasi zat tinjauan I = intensitas sinar

Materi toksikologi lingkungan

78

Transformasi fisis kimiawi hidrolitik


Secara kuantitatif hidrolisis diformulasikan sebagai proses tingkat 1 yaitu variabel dengan konsentrasi zat - (dC/dt )= kh.C dC/dt = negatif (kehilangan) konsentrasi zat tinjauan persatuan waktu. Kh = konstante kecepatan reaksi hidrolisis C = konsentrasi zat tinjauan

Materi toksikologi lingkungan 79

PROSES TRANSFORMASI BIOTIK DEGRADASI SECARA


MIKROBIOLOGIS

Materi toksikologi lingkungan

80

Transformasi biologis

Mikrobia mampu melakukan proses biotransformasi zat jika produk biotransformasi (metabolit) bersifat kurang beracun dibanding zat asal maka prosesnya dikenal sebagai biodetoksifikasi. Sebaliknya jika metabolit lebih beracun dibanding asalnya maka terjadi bioaktivasi.

Materi toksikologi lingkungan

81

Secara kuantitatif proses transformasi biologis diformulasikan sebagai proses tingkat 1

- (dC/dt) = kb.C Dimana : dC/dt = kehilangan konsentrasi zat tinjauan persatuan waktu. Kb = konstanta kecepatan reaksi biologis C = konsentrasi zat tinjauan

Materi toksikologi lingkungan

82

FATE XENOBIOTIK/RACUN
MOBILITAS PERSITENSI AKUMULASI

Materi toksikologi lingkungan

83

BAB 4.

KINETIKA DI DALAM ORGANISME(FARMAKO KINETIK)

A. PORTAL ENTRI :
1.
2. 3. 4. 5.

MULUT INHALASI : GAS, PARTIKULAT INSANG DERMAL PARENTERAL


Materi toksikologi lingkungan 84

B. DOSIS VS KONSENTRASI C. ABSORBSI D. DISTRIBUSI E. METABOLISME F. METABOLISME PADA HEWAN G. METABOLISME PADA TUMBUHAN H. EKSKRESI

Materi toksikologi lingkungan

85

Bentuk ekspresi makhluk hidup


A. Perubahan struktural : 1. Pengurangan keanekaragaman hayati 2. Penurunan kecepatan reproduksi 3. Penurunan kemampuan pemulihan diri Contoh : a. Lingkungan air Perubahan komposisi zat Warna air AKIBAT AKUMULASI ZAT PENCEMAR
Materi toksikologi lingkungan 86

b.. Lingkungan tanah : Penggaraman tanah AKIBAT AKUMULASI ZAT ANORGANIK c. Lingkungan Hidup : Perubahan warna kulit Akibat akumulasi zat pencemar Penurunan keanekaragaman hayati AKIBAT AKUMULASI ZAT PENCEMAR

Materi toksikologi lingkungan

87

B. Perubahan fungsional 1. Kemandulan 2. Perubahan sifat menjadi lebih buruk 3. Kematian dll. Contoh : a. Lingkungan air : Penurunan produktivitas hayati AKIBAT AKUMULASI PENCEMAR b. Lingkungan tanah : Tanah tandus/ non prduktif akibat akumulasi zat anorganik
Materi toksikologi lingkungan 88

Lingkunga n Hidup : Perubahan kesadaran AKIBAT AKUMULASI ZAT ANORGANIK Kematian AKIBAT AKUMULASI NO2, LOGAM BERAT DLL

Materi toksikologi lingkungan

89

EFEK
EFEK AKUT : efek yang terjadi secara cepat sebagai hasil pemaparan zat jangka pendek. Efek akut biasanya menimbulkan efek yang menakutkan , seperti kematian. EFEK KRONIS/ SUBKRONIS Karena zat menghasilkan efek merusak sebagai hasil pemaparan tunggal, tetapilebih sering efek terjadi karena pemaparan berulang atau jangka panjang

Materi toksikologi lingkungan

90

Efek kronis menghasilkan :


Efek letal : kesalahan/penyimpangan produksi organisme dalam jangka panjang. Efek subletal : perubahan kelakuan , perubahan fisiologis (pertumbuhan , reproduksi, perkembangan ) dll.

Materi toksikologi lingkungan

91

Target efek
Efek lokal: terjadi pada target pertama kontak toksikan (misalnya ; perubahan warna, luka bakar, erosi bagi ikan Efek sistemik : terjadi melalui absorbsi dan distribusi zat ketempat yang jauh dari target pertama.

Materi toksikologi lingkungan

92

EFEK BIOLOGIS
EFEK PADA ELEMEN SEL EFEK PADA ENZIM EFEK PADA DNA DAN RNA EFEK ATAS DASAR ORGAN TARGET : HEPATOTOKSISITI, NEUROTOKSISITI, PNEUMOTOKSISITI, NEFROTOSISITI, DERMATOTOKSISITI, HEMATOTOKSISITI EFEK BERDASARKAN GEJALA: FIBROSIS, GRANULOMA, DEMAM, ASFIKSIA, ALERGI,MUTAN, KANKER, TERATOMA, KERACUNAN SISTEMIK

Materi toksikologi lingkungan

93

KARAKTERISTIK EFEK NEGATIF TOKSIKAN

BIOTA TERPAPAR OLEH TOKSIKAN YANG MENGANDUNG BANYAK ZAT. EFEK NEGATIF SUATU TOKSIKAN BAGI MAKHLUK HIDUP MENJADI BERDASARKAN INTERAKSI BANYAK ZAT DALAM LINGKUNGAN. DALAM KAITAN ITU MAKA MASUKAN ZAT-ZAT YANG BERINTERAKSI DENGAN ZAT-ZAT YG ADA DLM BADAN PENERIMANYA AKAN DIIDENTIFIKASI RESULTANTENYA

Materi toksikologi lingkungan

94

RESULTANTE EFEK DPT BERUPA


ADITIF : Zat masukan A (efek =4) + zat yg ada B (efek = 1), maka efek zat AB = 4 + 1 = 5. contoh : kel organofosfat SINERGISTIK / multiplikatif : efek zat bertambah melebihi efek masing2 zat. Contoh : efek zat A = 4 + zat yg ada B (efek = 1) maka efek resutantenya zat AB =( 4x2)+1 = 9. Contoh serat asbes dan hasil pembakaran menghasilkan dampak berat kanker paru. POTENSIATIK : ZAT TIDAK BEREFEK AKAN MENGHASILKAN EFEK BERSAMA DENGAN ZAT LAIN. Contoh : masukan zat A efek =0 + zat yg ada efek = 1, maka efek resultante zat AB = 0 + 1 =2 ANTAGONISTIK : Efek zat berkurang di bawah efek masing 2 zat (zat masukan A efek =4 + zat yang ada B , efek = 1 , maka efek resultante zat AB = 4 1 = 0 . Contoh : efek Cd, Zn dan Ca masing2 berkurang bila terdapat bersama-sama.

Materi toksikologi lingkungan

95

Efek pada tingkat organisasi biota


Tingkat organisasi biota
Komunitas Populasi

Efek struktural
Penurunan keanekaragaman Rasio sex, Distribusi umur Penyakit, Pengkerdilan

Efek fungsional
Penurunan stabilitas Penurunan reproduksi

Organisme

Penurunan pertumbuhan, Kematian Kerusakan fungsional Kerusakan fungsional Kerusakan metabolisme sel Mutasi genetik
96

Organ Jaringan Sel Biomolekul

Penyakit Penyakit jaringan, Tumor Kerusakan kromosom Kerusakan DNA


Materi toksikologi lingkungan

BAB 6.UJI TOKSISITAS

(efek 2)

KUALITATIF Uji toksisitas kualitatif biasanya dilakukan atas dasar gejala penyakit yang timbul. Respon tubuh terhadap racun tidak spesifik, karena tidak ada gejala yang khas. Gejala keracunan dan berbagai penyebabnya. Gejala : Fibrosis Penyebab : SiO2, Fe, Asbes, CO, Co dll Gejala : Demam Penyebab : Mn, Zn, Co, Pb dll

Materi toksikologi lingkungan

97

KUANTITATIF

Sebelum uji kuantitatif orang harus mengetahui sifat fisika dan kimia. Apakah mudah larut, apakah mudah menguap dll. Jika pada aplikasi di industri bahwa zat menguap, maka eksposur yang terjadi melalui inhalasi. Dengan sendirinya akan ditentukan pula hewan uji yang akan digunakan. Tujuannya adalah untuk mencari dosis aman atau mencari kriteria untuk standarisasi kualitas lingkungan Uji hewan atau bio esei pada akhirnya juga dimaksudkan untuk ekstrapolasi hasil terhadap manusia untuk mencari dosis yang aman.

Materi toksikologi lingkungan

98

LD 50 (LETAL DOSE 50)

DOSIS SUATU ZAT KIMIA MG BAHAN/ KG BB, YANG MENYEBABKAN KEMATIAN PADA 50% BINATANG PERCOBAAN DARI KLP SPESIES YG SAMA

Materi toksikologi lingkungan

99

LC 50 (LETAL CONCENTRATION)
DOSIS ATAU KONSENTRASI YANG MEMATIKAN 50 % ORGANISME UJI. TETAPI PERKEMBANGAN TERAKHIR, ORANG MENCARI DOSIS ATAU KONSENTRASI MAKSIMUM YANG TIDAK MENIMBULKAN EFEK ATAU NOEL(No Observed Effect Level) Atau NOAEL( No Observed Adverse Effect Level)

Materi toksikologi lingkungan

100

Organisme tingkat 1

Dapat digunakan algae air tawar Selenastrium capricornatum, Chlorella vulgaris

Materi toksikologi lingkungan

101

ORGANISME TINGKAT TROFIS 2 MEWAKILI ORGANISME AQUATIK AIR TAWAR

MISAL Daphnia magna, sedangkan akuatik laut digunakan Artemia Salina.

Materi toksikologi lingkungan

102

ORGANISME TROFIS TINGKAT 3 Respons sama dengan secara biokimia dan fisiologi relatif sama dengan organisme tingkat 4.

Materi toksikologi lingkungan

103

Organisme tingkat 4

Pada tingkat ini diwakili ikan, jenis yang sering digunakan adalah : Salmo gairdner, Lepomis macrochirus. Di Indonesia digunakan ikan mujair. (Tilapia mozambica), ikan mas dan ikan nila

Materi toksikologi lingkungan

104

ORGANISME TROFIS TINGKAT 5

Merupakan konsumen pada tingkat atas rantai makanan, yang dapat menerima efek yang paling merugikan. Biasanya diwakili oleh kelompok burung2an. Colinus virgianus, Columba spp, Phasianus colchicus.

Materi toksikologi lingkungan

105

PENELITIAN TOKSISITAS SKALA LABORATORIUM

Berdasarkan keberadaannya maka toksikan di lingkungan dapat berada di udara, air ataupun dalam tanah, sementara bentuk fisisnya berupa cairan, gas , maupun padat.

Materi toksikologi lingkungan

106

PENELITIAN PADA PERAIRAN

PENELITIAN TOKSIKOLOGI DALAM PERAIRAN DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGETAHUI ATAU MENGIDENTIFIKASI APAKAH EFLUEN DAN BADAN AIR PENERIMA MENGANDUNG SENYAWA TOKSIK DALAM KONSENTRASI YANG MENYEBABKAN TOkSISITAS AKUT ATAU KRONIS.
Materi toksikologi lingkungan 107

PENELITIAN PADA LIMBAH PADAT


LIMBAH PADAT TENTUNYA MENGANDUNG BERBAGAI JENIS SENYAWA YANG DAPAT BERSIFAT TOKSIK BAIK YANG TELAH MENGANDUNG BERBAGAI SENYAWA YANG BERSIFAT TOKSIK BAIK YANG MEMANG TELAH TERKANDUNG DI DALAMNYA ATAUPUN SENYAWA BARU YANG TERBENTuK SEBAGAI AKIBAT TRANSFORMASI SENYAWA YANG TERDAPAT PADA LIMBAH PADAT TERSEBUT. UJI TCLP (TOXICITY CONCENTRATION LEACHING PROCEDURE) YANG MERUPAKAN METODA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENELITI TINGKAT TOKSISITAS DARI LIMBAH PADAT.

Materi toksikologi lingkungan

108

LUMPUR YANG DIHASILKAN DARI IPAL DAPAT MENGANDUNG BERBAGAI SENYAWA TOKSIK SESUAI DENGAN PROSES YG TERJADI PADA INDUSTRI MAUPUN SENYAWA KIMIA YANG DIGUNAKAN DALAM PROSES IPAL . BEGITU PULA IPAL YANG MENGOLAH LIMBAH DOmESTIK. DALAM LUMPUR IPAL PERKOTAAN DITEMUKAN LUMPUR YANG MENGANDNG LOGAM BERAT Al, Cd, Co, Cu, Cr, Fe, Mn, Hg, Mo, Ni , Pb, Ti dan Zn. Selain itu Veenira, 2002 menemukan bahwa filtrat dari lumpur bersifat toksik terhadap Ceriodaphnia dubia dengan nilai NOEC 24g/L dan LOEC 30 g/L untuk sampel tanah yang diolah dengan 35,2 ton/ha lumpur IPAL domestik

Materi toksikologi lingkungan

109

PENELITIAN TOKSISITAS DI UDARA


Penelitian toksisitas di udara dibagi 2 yi outdoor dan indoor SO2, patrikulat (smoke), FOG(smog) merupakan toksikan yang sering terdapat di udara. Penelitian di lapangan dapat dilakukan dengan melihat efek pada tanaman seperti yang dilakukan ole Siefferman, 1994, yaitu mengamati efek polutan sulfur dari gunung api Merapi terhadap vegetasi sekitarnya.

Materi toksikologi lingkungan

110

PENELITIAN SKALA LABORATORIUM

Penelitian skala laboratorium dengan pemodelan merp. Salah satu metode penelitian toksikologi yang dapat dilakukan untuk dapat mengetahui transformasi suatu senyawa di dalam kompartemen dalam lingkungan.

Materi toksikologi lingkungan

111

UJI TOKSISITAS ATAS DASAR DOSIS RESPON


UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA XENOBIOTIK DENGAN RESPONS ORGANISME DAN BAGAIMANA DENGAN HUB. TSB. DOSIS DAPAT BERUPA : LD (LETAL DOSIS, LC LETAL CONSENTRATION, DOSIS EFEKTIF (ED) RESPON YANG DICARI DAPAT BERUPA KEMATIAN ATAU RESPONS PERUBAHAN FUNGSI ATAU BIOKIMIAWI ORGANISME
Materi toksikologi lingkungan 112

UJI INI DIPERLUKAN :


ORGANISME PERCOBAAN PENENTUAN RESPON YANG DICARI PENETUAN PERIODE PEMAPARAN ATAU LAMANYA PERCOBAAN PENENTUAN SERI DOSIS

Materi toksikologi lingkungan

113

ORGANISME PERCOBAAN
KALAU DAPAT SECARA GENETIS IDENTIK DILAKUKAN BERJENJANG DARI ORGANISME BERSEL TUNGGAL SAMPAI YANG BERDERAJAT TINGGI SPESIES TERPILIH BERAT, UKURAN, ANATOMI, FISIOLOGI TTT USIA, GIZI, KETURUNAN DLL.

Materi toksikologi lingkungan

114

FAKTOR2 YANG DAPAT MEMPENGARUHI TOKSISITAS XENOBIOTIK


KOMPOSISI KIMIAWI DAN FISIS SUATU ZAT DAPAT MENENTUKAN CARA ABSORBSI KONSENTRASI, JENIS EKSPOSUR, LAMANYA EKSPOSUR, SERINGNYA EKSPOSUR. STATUS IMUNOLOGIS SESEORANG, STATUS NUTRISI, STATUS HORMONAL, USIA, JENIS KELAMIN, KESEHATAN ATAU PENYAKIT YANG DIDERITA FAKTOR LINGKUNGAN SUHU, TEKANAN, WUJUD MEDIA TRANSMISI DLL

Materi toksikologi lingkungan 115

PERBEDAAN ALAMIAH DAN LABORATORIUM


LABORATORIUM DAPAT DIBUAT BEBAS PATOGEN KEADAAN STERIL CAHAYA BUATAN EKSPOSUR KONSTAN POPULASI HOMOGEN ZAT RACUN MURNI

Materi toksikologi lingkungan

116

ALAM
TIDAK BEBAS PATOGEN TIDAK DAPAT DISTERILKAN CAHAYA ALAMIAH TIDAK DAPAT DIKONTROL EKSPOSUR TIDAK JELAS POPULASI HETEROGEN RACUN CAMPURAN

Materi toksikologi lingkungan

117

KEMUDAHAN

STATIS
ALIRAN KONTINU

TES MONOSPESIFIK
GNOTOBIOTIK ALAMI

LAB MIKROKOSM
TERTUTUP
TES PADA EKOSISTEM TERKENDALI

TES PADA KOMUNITAS

PENELITIAN LAPANGAN

KENYATAAN EKOLOGIS

Materi toksikologi lingkungan

118

MODEL KOLAM UTK MELIHAT KESEIMBANGAN MATERI DLM PREDIKSI FATE SENYAWA KIMIA DLM LINGKUNGAN

UDARA PENGUAPAN MASUKAN PENGIKATAN HIDROLISIS UPTAKE AIR

PELEPASAN DEPURASI

SEDIMEN

Materi toksikologi lingkungan

119

Materi toksikologi lingkungan

120

Analisis efek 2 UJI EKOTOKSISITAS

MERUPAKAN PENGUJIAN TOKSIKAN PAD A KONSENTRASI YANG MENGHASILKAN EFEK NEGATIF BAGI BIOTA.

Materi toksikologi lingkungan

121

LANGKAH 2
SELEKSI BIOTA UJI BENTUK RESPONS BIOTA PENGUJIAN

Materi toksikologi lingkungan

122

AGAR BIOTA MEREFLEKSIKAN STRKTUR & FS PRODUSEN PRIMER( TANAMAN) EKOSISTEM KONSUMEN HERBIVORA
KONSUMEN CARNIVORA (HEWAN PEMANGSA HEWAN) HEWAN PEMANGSA HEWAN DAN TANAMAN PENGURAI (MIKROBA)

Materi toksikologi lingkungan

123

Seleksi biota uji kriterianya sbb.


Pentingsecara ekonomis Jenis pengujian Sensitif terhadap zat Konsistensi respon terhadap zat yang sama

Materi toksikologi lingkungan

124

GOSS & WYZGA 1982 MEMASuKKAN INFORMASI : DURASI PEMAPARAN

PDK ZAT

Materi toksikologi lingkungan

125

Menurut buikema et al (1982) kriteria seleksi biota sbb ; Representatif secara biologis
Pada posisi rantai makanan menuju manusia atau spesies yang penting Tersedia dibanyak tempay, mudah dipelihara Diketahui pasti mengenai fisiologi, taksonomi, genetik, peran dalam lingkungan

Materi toksikologi lingkungan

126

Dalam paktek buikema menganjurkan


Untuk perbandingan tingkat bahaya zat pada tempat dan waktu tertentu :setiap spesies dapat dipakai Untuk perbandingan toksisitas sepanjang waktu : spesies biota yang mudah dikultur dalam kondisi laboratorium Untuk estimasi kemungkinan efek negatif zat baru : spesies sensitif Untuk pembuangan zat pada tempat

Materi toksikologi lingkungan 127

Biota terseleksi dievaluasi meliputi 4 atribut pokok :


Bentuk respon biota Kondisi pemaparan zat Kompleksitas pengukuran eksperimen Bentuk eksperimen

Materi toksikologi lingkungan

128

Tahapan uji ekotoksisitas


1. Uji akut yaitu uji temuan awal (range finding test Uji definitif 2.Uji kronis 3. Uji bioakumulasi (BCF)

Materi toksikologi lingkungan

129

BENTUK EKSPERIMEN-SISTEM PEMAPARAN

P ENGUJIAN BAIK TEMUAN AWALMAUPUN DEFINITIF SELALU MENGGUNAKAN KONTROL (TANPA TOKSIKAN) DAN KONDISI PENGUJIAN SAMA

Materi toksikologi lingkungan

130

Uji kontrol

Semua uji ekotoksisitas memerlukan uji kontrol

Materi toksikologi lingkungan

131

3 jenis uji kontrol


Kontrol negatif/ untreated , : klp biota yg berasal dari sumber sama, pengencer sama, kondisi , dan prosedur sama dg uji Kontrol pelarut : dipakai jika toksikan uji tidak mudah larut dalam air. Kontrol positif/ reference: material yg telah diketahui dari hasil uji yang telah ada.

Materi toksikologi lingkungan 132

Validitas uji kontrol

Uji kontrol dikatakan valid jika jumlah biota yang terkena efek kontrol tidak melebihi 10 % jumlah biota yang ada

Materi toksikologi lingkungan

133

Bahan pengencer toksikan


Dipilih berdasarkan : Kimiawi : tak terdeteksi adanya pencemar utama Biologis : biota dapat hidup melalui aklimatisasi dan selama waktu uji, tanpa adanya gangguan seperti perubahan warna atau kebiasaan menyimpang

Materi toksikologi lingkungan

134

Syarat lain
Jika tUjuan uji ; ESTIMASI EFEK VARIABILITAS TOKSIKAN SEPANJANG TAHUN : Air kran bebas chlor Air yang diketahui pasti kualitasnya

Materi toksikologi lingkungan

135

JIKA TUJUAN UJI :ESTIMASI EFEK TOKSIKAN YANG DIBUANG KE BADAN LINGKUNGAN
AIR BADAN LINGKUNGAN DIMANA TOKSIKAN AKAN DIBUANG AIR KRAN BEBAS KHLOR ATAU AIR YG DIKETAHUI PASTI KUALITASNYA, JIKA AIR BADAN LINGKUNGAN BERSIFAT TOKSIK

Materi toksikologi lingkungan 136

TAHAPAN UJI EKOTOKSISITAS


UJI AKUT ; UJI TEMUAN AWAL(RANGE FINDING) UJI DEFINITIF UJI KRONIS : UJI BIOAKUMULASI

Materi toksikologi lingkungan

137

UJI AKUT
MENETAPKAN RENTANG KONSENTRASI TOKSIKAN UJI : RENTANG KONSENTRASI PENYEBAB EFEK NEGATIF BAGI UJI DEFINITIF MISAL TEMUAN AWAL : RENTANG 1, 25, 50,75,100 ATAU 1 -100 YG MENYEBABKAN EFEK 25-50 MAKA RENTANG INI DIPERSEMPITMENJADI :

Materi toksikologi lingkungan 138

UJI KRONIS

APABILA HASIL UJI AKUT TIDAK MENGHASILKAN EFEK AKUT. PENELITIAN BISA DILANJUTKAN UJI KRONIS.

Materi toksikologi lingkungan

139

TEKNIK UJI KRONIS


BIOTA UJI DIPAPARI TOKSIKAN SELAMA KURUN WAKTU HIDUPNYA. INI DAPAT DIKETAHUI TAHAPAN KEHIDUPAN BIOTAUJI TSB. MISAL : TANAMAN MELIPUTI TAHAPAN : PERKECAMBAHAN BIJI, PERTUMBUHAN BATANG DAUN DAN BUAH

Materi toksikologi lingkungan

140

KRITERIA EFEK SBB ; JUMLAH BIJI KECAMBAH, KECEPATAN PERTUMBUHAN BATANG, BENTUK ATAU WARNA DAUN, PRODUKTIFITAS BUAH DLL

Materi toksikologi lingkungan

141

Uji BCF( biokonsentration faktor)

Yaitu ratio konsentrasi toksikan dalam jaringan biota perkonsentrasi toksikan dalam mediumnya

Materi toksikologi lingkungan

142

SISTEM PEMAPARAN STATIS(BATCH)

BIOTA DITEMPATKAN DALAM KONDISI LINGKUNGAN DIAM DENGAN BERBAGAI VARIASI TOKSIKAN, DARI 0 (KONTROL :TANPA TOKSIKAN)SAMPAI RENTANG TERTENTU. SEPANJANG DURASI PEMAPARAN , LARUTAN/LINGKUNGAN UJI TIDAK DIGANTI BARU
Materi toksikologi lingkungan 143

Susunan reaktor (scan hal 90


Uji kontrol

ol

Uji konsen trasi 1

Uji konsent rasi 2

Uji konsent rasi 3

Uji konsent rasi 4

Uji konsent rasi 5

Uji kontrol

Uji konsent rasi 1

Uji konsent rasi 2

Uji konsent rasi 3

Uji konsent rasi 4

Uji konsent rasi 5

Uji kontrol

Uji konsent rasi 1

Uji konsent rasi 2

Uji konsent rasi 3

Uji konsent rasi 4

Uji konsent rasi 5

Materi toksikologi lingkungan

144

SISTEM PEMAPARAN RESIRKULASI

LINGKUNGAN UJI DIBUAT MEKANISME PERPUTARAN MASUK KONTAINER. UJI INI MEMERLUKAN KEHATI2AN TINGGI PADA MEKANISME PERPUTARAN ITU YANG HARUS DIJAGA TIDAK MENGURANGI TOKSIKAN

Materi toksikologi lingkungan

145

SISTEM PEMAPARAN PERBAIKAN

SEBAGAIMANA UJI STATIS, TETAPI LARUTAN UJI DIPERBAIKI(DIGANTI BARU) SECARA PERIODIK SELAMA WAKTU UJI

Materi toksikologi lingkungan

146

SISTEM PEMAPARAN ALIRAN

LARUTAN UJI BERGERAK MASUK DAN KELUAR KONTAINER UJI DIMANA TERDAPAT BIOTA UJI.PENGALIRAN TERSEBUT DAPAT BERKALA ATAU KONTINYU SELAMA WAKTU UJI

Materi toksikologi lingkungan

147

ORGANISME TIDAK SAMA DALAM RESPON SATUAN KONS.TOKSIKAN SEBAGIAN RESPON SEBAGIAN TIDAK

Materi toksikologi lingkungan

148

PERBEDAAN RESPON DISEBABKAN : JENIS SPESIES UMUR

Materi toksikologi lingkungan

149

ESENSI PENGUKURAN TOKSISITAS

PREDIKSI RENTANG KONS.TOKSIKAN YANG MENGHASILKAN RESPON BIOTA /EFEK BIOTA YANG MUDAH DIOBSERVASI SECARA KUALITATIF DAN KUANTITATIF PADA KONDISI SISTEM YANG TERKENDALI

Materi toksikologi lingkungan

150

Penerapan ekotoksikologi

bioindikator dan bioakumulator polusi udara

Materi toksikologi lingkungan

151

Polusi udara berhubungan dengan vegetasi vegetasi dapat diiidentifikasi melalui mekanisme :

Materi toksikologi lingkungan

152

Konsentrasi berbagai polutan udara diukur dan kemungkinan efeknya bagi vegetasi dapat diprediksi jika diketahui korelasi konsentrasi efek pada kondisi yang setara. Secara langsung dilakukan dengan pengukuran efek ada nyata polutan yang ada di udara bagi vegetasi tinjauan

Materi toksikologi lingkungan

153

Beberapa bioindikator dan bioakumulator untuk beberapa polutan udara


Spesies tanaman Gladiolus (glad tulip Tembakau bayam Italian reygrass Polutan udara Hidrogen florida H. Florida (HF) Ozon (O3) Ion fluoride dan ion logam Cd, Mn, Pb, Zn Gejala/efek Nekrosis pinggir daun -;;Nekrosis permukaan daun Akumulasi konsentrasi ion dalam materi kering

Materi toksikologi lingkungan

154

Metode pemantauan polusi udara secr.ekotoksikologis


Menyiapkan t anaman bioindikator dan atau bioakumulator dalam pot2a palstik Pot2 tanam an tsb ditempatkan diudara terbuka,dilakukan secarapat berbeda dimana diduga terdapat polutan tinjauan dan tempat tanpa polutan tinjauan (kontrol) Pengamatan dilakukan secara periodik, dengan pembandingan antara tanaman tercemar dan tidak tercemar

Materi toksikologi lingkungan 155

Metode lain adalah denGan penempatan tanaman tanaman uji

Di dalam rumah kaca tanpa filter udara dan mah kaca dengan filter udara

Materi toksikologi lingkungan

156