Anda di halaman 1dari 3

Akhmad Ardiansyah Idris (1243057022) Kelas Pagi Semester V

Temu Putih
(Curcuma zedoaria(Christm.)Roscoe syn. Curcuma pallida Lour. (Heyne)
Kerajaan: Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies: Plantae Magnoliophyta Liliopsida Zingiberales Zingiberaceae Curcuma C. zedoaria Temu putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe syn. Curcuma pallida Lour. (Heyne)) adalah salah satu spesies dari famili Zingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rhizomanya sebagai tanaman obat dan empon-empon. Temu putih disebut pula sebagai temu kuning. Produk alaminya banyak digunakan dalam industri parfum, pewarna untuk industri pangan, dan sebagai obat atau campuran obat. Khasiatnya bermacam-macam, namun biasanya

terkait dengan pencernaan. Lebih lengkap, rimpangnya dipakai sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas. Penelitian menunjukkan bahwa temu putih juga memiliki aktivitas antitumor, hepatoprotektif, anti-peradangan, dan analgesik. Kandungan : Rimpang mengandung zat warna kuning kurkumin (diarilheptanoid). Komponen minyak atsiri dari rimpangnya terdiri dari turunan Guaian (kurkumol, kurkumenol, Isokurkumenol, Prokurkumenol, Kurkurnadiol), turunan Germakran (Kurdion, Dehidrokurdion); seskuiterpena furanoid dengan kerangka eudesman (Kurkolon). Kerangka Germakran (Furanodienon, Isofuranodienon, Zederon, Furanodien, Furanogermenon); kerangka Eleman (Kurserenon identik dengan edoaron, Epikurserenon, Isofurano germakren); Asam-4-metoksi sinamat (bersifat fungistatik). Dari hasil penelitian lain ditemukan kurkumanolid A, kurleumanolid B, dan kurkumenon. A. Sinonim, Familia dan Morfologi a. Sinonim : Temu Putih, Turmeric Power, Ezhu b. Morfologi Tanaman: Merupakan semak, tinggi lebih kurang 1 meter, batang semu, warna hijau, di dalam tanah membentuk rimpang. Rimpang berwarna putih, rasa sangat pahit. Daun berbentuk lanset memanjang berwarna merah lembayung di sepanjang tulang tengahnya. Bunga keluar dari rimpang samping, menjulang keatas membentuk bongkol bunga yang besar. Mahkota bunga berwarna putih dengan tepi bergaris merah tipis. B. Bagian tanaman yang digunakan dan Nama Simplisia a. Bagian Tanaman yang digunakan: Rimpang

b. Nama Simplisia : Zedoariae Rhizoma; Rimpang Kunyit Putih atau sering disebut Temu Putih C. Aktivitas Farmakologi Kunyit Putih Koleretik, spasmolitik, antitumor, stomakik, karminatif, antineoplastik, stomakik, antiflogostik, antipiretik, antibakteri, antitrombotik, antiinflamasi, sitotoksik, hepatoprotektif, antikanker dan anti HIV. D. Khasiat Kunyit Putih : mengobati penyakit saraf menambah nafsu makan mengobati tuberkulosis, bronkitis dan asma menyembuhkan luka dan leukodermia mencegah leukopenia mengobati kanker leher rahim, kanker ovarium dan kanker kulit E. Penelitian-penelitian terhadap Rimpang Temu Putih a. Menurunkan aktivitas GOT dan GPT Agus Hewijanto dari Fakultas Farmasi Widya Mandala pada tahun 1990 melakukan penelitian dengan memberikan infus rimpang Temu Putih 30 %. Hal ini dapat mempercepat penurunan aktivitas enzim GOT dan GPT pada serum kelinci akibat pemberian karbontetraklorida. b. Anti Neoplastik (Anti Kanker) Curcumol dan curdione yang diperoleh dari minyak atsiri Temu putih diinjeksikan pada tikus dengan dosis 75 mg/kg. Rangkaian reaksi kekebalan diamati dengan berkurangnya tumor yaitu ditandai dengan perkembangan pada fibroblast yang mengelilingi sel-sel tumor. Di bawah mikroskup elektron, kelompok perlakuan memperlihatkan adanya perubahan yang nyata pada nukleus sel-sel neoplastik terutama ditunjukkan dengan berkurangnya perbandingan nukleus terhadap sitoplasma. Kecenderungan intisel untuk menjadi normal dan penyusutan kromatin,nukleolus dan granula-granula interkromatin, menandakan bahwa curcumol mempunyai efek menghambat metabolisme nukleus dari sel-sel kanker (sarkoma) pada tikus. Studi in vitro tersebut mengungkapkan bahwa curcumol dan curdione menghancurkan sel-sel carsinoma kemudian menyebabkan degenerasi dan nekrosis. Uji penghambatan in vitro memperlihatkan bahwa injeksi minyak atsiri temu putih dengan dosis yang bervariasi dapat secara langsung menghancurkan sel-sel tumor dengan kekuatan dan kecepatan yang karakteristik. Konsentrasi yang lebih tinggi dibutuhkan untuk menghancurkan 90% sel-sel tumor. Kemampuan antineoplastik dari Temu putih termasuk kemampuannya dalam reaksi kekebalan. Pengamatan dilakukan terhadap kemampuan injeksi intratumor dari minyak atsiri Temu putih. Hal ini menunjukkan kemampuan menghancurkan jaringan kanker. Tanaman obat yang menstimulasi dan merangsang sirkulasi darah secara langsung atau tidak

langsung mampu mengobati tumor seperti kemampuan dalam mengubah kondisi patologis. c. Efek Antibakteri Secara in vitro minyak atsiri dari Temu putih menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolyticus, Eschericia coli, Salmonella typhi dan Vibrio cholerae d. Mencegah Leukopenia Injeksi minyak atsiri secara intraperitonial dengan kadar 10 ml/kg atau curcumol 0,3 % dengan kadar 10 ml/ kg pada tikus selama 8 hari menunjukkan dapat mengatasi leukopenia yang timbul dengan menginduksi cyclophosphamide 150 mg/kg secara intraperitonial. WBC count pun meningkat, artinya Temu putih dapat meningkatkan jumlah leukosit. e. Pengaruh terhadap Antithrombotic Minyak atsiri dari Temu putih mempengaruhi beberapa tahap pembentukan thrombosit, yaitu melawan melambatnya agregasi antara ADP dan Epinephrine. Hal ini terjadi dengan menginduksi kurkumin. f. Pengaruh pada Otot Halus Gastrointerstinal Pada saluran pencernaan, Curcuma zedoaria mempunyai daya kerja menyerupai jahe segar, yaitu secara langsung menstimulasi otot halus dan berguna dalam mengobati kolik karena gas didalam perut. Konsentrasi yang rendah meningkatkan sifat tonik pada usus kelinsi, sebaliknya konsentrasi yang tinggi dapat mengendurkan saluran usus.

g. Aktivitas Antikanker pada Ovarium Sebuah penelitian yang dilakukan Syu et al menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang Temu Putih mempunyai aktivitas untuk menghambat sel-sel OVCAR3 ( sel kanker ovarium manusia). Senyawa yang diisolasi untuk melakukan penghambatan sel OVCAR-3 adalah desmethoxycurcumin. F. Penyakit Yang Dapat Diobati : EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Minyak atsiri Curcuma zedoaria dapat menghambat pembentukan radang pada tikus putih galur Wistar, pada dosis 800 mg/kg BB. Infusa temu putih berefek hepatoprotektif pada tikus terisolasi. Infusa temu putih sejumlah 0,0 1 mg/ml, 05 1 mg/ml dan 1 mg/ml dapat menekan rembesan enzim GPT ke media suspensi hepatosit tikus terisolasi yang disebabkan oleh hidrazin 1 MM. Seduhan serbuk rimpang dengan kisaran dosis 15,75- 126 mg/kg BB dapat meningkatkan regenerasi sel hati tikus yang terangsang galaktosamina. Perasan rimpang pada dosis 7,87, 1,97; 0,49 mg/kgBB berefek hepatoprotektif dan mempercepat regenerasi sel hepar tikus terangsang karbontetraklorida WC14). Potensi hepatoregeneratif perasan rimpang pada tikus terangsang CCl4 terbesar pada dosis 1,97 mg/kgBB . TOKSISITAS Potensi ketoksikan akut salah satu sediaan serbuk runpang yang beredar di pasaran (LD50 semu) lebih besar dari 2375 mg/kgBB.