Anda di halaman 1dari 4

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1.

LatarBelakang Permasalahan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional menjadi topik yang sangat diminati masyarakat dan menjadi pemicu para peneliti untuk mendapatkan cara baru dalam memperoleh sumber energi alternatif. Bioenergi merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sedang dikembangkan peneliti untuk mensubtitusi kebutuhan BBM yang terus meningkat dan mengalami kenaikan 5 % setiap tahunnya. (Vice President ommunication P! Pertamina (Persero) "li Mundakir. #$%&). Bioetanol merupakan salah satu sumber enargi alternatif yang digunakan sebagai campuran BBM untuk memperoleh nilai oktan tinggi. Berdasarkan data dari 'ementrian dan sumber (aya Mineral pada bulan )uni #$%& produksi bioethanol mencapai %$.$$$ k* per bulan dengan biaya produksi sebesar+p. ,.$$$-. per liter. ((adan . #$%&) Bioetanol dapat diproduksi melalui proses fermentasi alkohol yang berasal glukosa menggunakan yeast (ragi). /ermentasi alkohol merupakan proses pengubahan energi dalam sel pada keadaan anaerob (tanpa oksigen). 0aat ini orporate

sedang dikembangkan proses fermentasi yang terintergasi dengan proses hidrolisis dengan memecah molekul selulosa menjadi gula pereduksi. Berdasarkan 0tatistik Pertanian #$%#- *ampung memiliki produksi kelapa sa1it sebesar 2$%.35# ton pada tahun #$%#. Produksi kelapa sa1it yang melimpah akan menghasilkan limbah padat berupa !andan 'osong 'elapa 0a1it (!''0). !''0 memiliki kandungan selulosa 2%-& 4 25-5 % berathemiselulosa #5-& 4 &&-, % berat dan ligin #6-5 4 &#-5 % berat- ( 7uis 8ermiati at. all. #$%$). +ichana (#$%%) telah melakukan optimasi terhadap suhu dan p8 pada hidrolisis !''0 menggunakan en9im :ilanase dan selulase komersial untuk mendapatkan gula pereduksi. (iperoleh kondisi optimum pada en9im :ilanase adalah p8 5 dan suhu 5$ o . 0edangkan kondisi optimum pada en9im selulase komersial adalah p8 5 dan suhu 5$ o . ;ayang (#$%&) juga melakukan hidrolisis !''0 menggunakan en9im :ilanase dan selulase komersial untuk mendapatkan gula pereduksi. (iperoleh kondisi terbaik menggunakan en9im selulosa komersial- pada $-5 % konsenterasi en9im < % % 8 l < % % 8& ==8 dengan 1aktu tinggal 35 jam. 0edangkan kondisi terbaik menggunakan en9im :ilanase- pada $-5 % konsenterasi en9im < % % 8 l < % % 8& ==8 dengan 1aktu tinggal 2, jam. 'andungan selulosa yang tinggi pada !''0 sangat cocok digunakan sebagai bahan baku pembentukan gula pereduksi melalui proses hidrolisis kimia1i dan en9imatis. 'adar lignin yang tinggi pada !''0 dapat memperkecil

kinerja en9im pada substrat sehingga produk gula pereduksi yang dihasilkan

&

tidak optimal. =leh karena itu dibutuhkan optimasi proses hidrolisis untuk mendapatkan produk gula pereduksi optimum.

1.2.

Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang- maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah mencari 1aktu terbaik dan perbandingan rasio en9im selulase dan :ylanase yang digunakan dalam proses hidrolisis tandan kosong kelapa sa1it untuk menghasilkan gula reduksi yang optimal.

1.3. Tujuan !ujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gula pereduksi yang maksimal dengan mem>ariasikan 1aktu hidrolisis dan rasio en9im selulase dan :ylanase.

1.4.

H !"tes s (iduga paada 1aktu hidrolisis terlama (35 jam) dan rasio en9im selulase ? :ylanase #?% diperoleh gula pereduksi dengan konsentrasi tertinggi.

1.#.

$uang L ngku!

Penelitian ini dibatasi pada proses hidrolisis tandang kosong kelapa sa1it yang berasal dari Bakrie (*ampung !engah) menjadi ;ula reduksi dengan mengkombinasikan en9im selulase dan :ylanase. Preetreatment pada penelitian ini melakukan pengecilan ukuran !''0 dengan cara digiling- dan dilakukan metode (elignifikasi yang didapat dari penelitian +ichana (#$$6) untuk menghilangkan kadar lignin dari !''0. (imana !''0 ditambahkan pelarut natrium hipoklorit (@a= l) agar hidrolisis lignoselulosa berlangsung dengan baik. Pada penelitian ini- >ariabel yang dikaji adalah 1aktu 2,- 6#- 35 jam dan rasio en9im selulase?:ynalase (%?%)- (%?#)- (#?%) dalam hidrolisis en9imatis yang dilakukan dalam reaktor batchAaotuklaf 5$o . "nalisis 8asil Pretreatment menggunakan analisis proksimat- sedangkan untuk analisis produk menggunakan metode (@0.