Anda di halaman 1dari 22

BAB II.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Hidrolisis Hidrolisis merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil / OH oleh suatu senyawa. Gugus OH dapat diperoleh dari senyawa air. Hidrolisis dapat digolongkan menjadi hidrolisis murni, hidrolisis katalis asam, hidrolisis katalis basa, gabungan alkali dengan air dan hidrolisis dengan katalis enzim. Sedangkan berdasarkan fase reaksi yang terjadi diklasifikasikan menjadi hidrolisis fase cair dan hidrolisis fase uap. Hidrolisis pati terjadi antara suatu reaktan pati dengan reaktan air. eaksi ini

adalah orde satu karena reaktan air yang dibuat berlebih, sehingga perubahan reaktan dapat diabaikan. eaksi hidrolisis pati dapat menggunakan katalisator ion H! yang dapat diambil dari asam. eaksi yang terjadi pada hidrolisis pati adalah sebagai berikut"

#$%H&'O()* ! * H+O , * $%H&+O% -ariabel./ariabel yang berpengaruh terhadap reaksi hidrolisa " &. 0atalisator

Hampir

semua

reaksi

hidrolisa

memerlukan

katalisator

untuk

mempercepat jalannya reaksi. 0atalisator yang dipakai dapat berupa enzim atau asam sebagai katalisator, karena kerjanya lebih cepat. 1sam yang dipakai beraneka ragam mulai dari asam klorida #1gra dkk, &2345 Stout 6 ydberg 7r., &242), 1sam sulfat sampai asam nitrat. 8ang berpengaruh terhadap kecepatan reaksi adalah konsentrasi ion H, bukan jenis asamnya. 9eskipun demikian di dalam industri umumnya dipakai asam klorida. :emilihan ini didasarkan atas sifat garam yang terbentuk pada penetralan gangguan apa.apa selain rasa asin jika konsentrasinya tinggi. 0arena itu konsentrasi asa dalam air penghidrolisa ditekan sekecil mungkin. ;mumnya dipergunkan larutan asam yang mempunyai konsentrasi asam lebih tinggi daripada pembuatan sirup. Hidrolisa pada tekanan & atm memerlukan asam yang jauh lebih pekat. +. Suhu dan tekanan :engaruh suhu terhadap kecepatan reaksi mengikuti persamaan

1rhenius.makin tinggi suhu, makin cepat jalannya reaksi. ;ntuk mencapai kon/ersi tertentu diperlukan waktu sekitar 4 jam untuk menghidrolisa pati ketela rambat pada suhu &''<$. tetapi kalau suhunya dinaikkan sampai suhu &4(<$, kon/ersi yang sebesar itu dapat dicapai dalam =' menit #1gra dkk,&234). Hidrolisis pati gandum dan jagung dengan katalisator asam sulfat memerlukan suhu &%'<$. karena panas reaksi hampir mendekati nol dan reaksi berjalan dalam fase cair maka suhu dan tekanan tidak banyak mempengaruhi keseimbangan.

4. :encampuran #pengadukan) Supaya zat pereaksi dapat saling bertumbukan dengan sebaik.baiknya, maka perlu adanya pencampuran. ;ntuk proses batch, hal ini dapat dicapai dengan bantuan pengaduk atau alat pengocok #1gra dkk,&234). 1pabila prosesnya berupa proses alir #kontinyu), maka pencampuran dilakukan dengan cara mengatur aliran di dalam reaktor supaya berbentuk olakan. =. :erbandingan zat pereaksi 0alau salah satu zat pereaksi berlebihan jumlahnya maka keseimbangan dapat menggeser ke sebelah kanan dengan baik. Oleh karena itu suspensi pati yang kadarnya rendah memberi hasil yang lebih baik dibandingkan kadar patinya tinggi. >ila kadar suspensi diturunkan dari ='? menjadi +'? atau &?, maka kon/ersi akan bertambah dari @'? menjadi @3 atau 22? #Groggins, &2(@). :ada permukaan kadar suspensi pati yang tinggi sehingga molekul.molekul zat pereaksi akan sulit bergerak. ;ntuk menghasilkan pati sekitar +'?.#februadi,+'&+) Hidrolisis Kimia Hidrolisis kimiawi lignoselulosa dapat dilakukan dengan pereaksi asam maupun basa. 1sam yang digunakan untuk menghidrolisis lignoselulosa adalah asam sulfat, asam klorida, atau asam fosfat. 0elemahan dalam menggunakan pereaksi asam adalah asam dapat menghidrolisis

lignoselulosa secara acak, tanpa pola tertentu dalam pemutusan ikatan glikosidik pada selulosa #Aaherzadeh dan 0arimi +''@).

0elemahan yang lain dalam penggunaan asam yang pekat adalah masalah korosif yang ditimbulkan dan dapat meninggalkan masalah pencemaran lingkungan #Sun dan $heng +''+). 9asalah terakhir yang ditimbulkan oleh penggunaan asam pada hidrolisis adalah produk yang dihasilkan berupa senyawa furfural dan hidroksi metil furfural, kedua senyawa ini dketahui sebagai inhibitor bagi beberapa genus bakteri fermentasi gula pereduksi #Aaherzadeh dan 0arimi +''3a). Selain pereaksi asam, beberapa basa dapat digunakan untuk hidrolisis biomassa lignoselulosa. :engaruh hidrolisis alkali tergantung seberapa banyak persentase lignin di dalam lignoselulosa #Bhao et al. +''3). >eberapa jurnal menyebutkan mekanisme hidrolisis alkali berawal dari saponifikasi ikatan ester hemiselulosa dengan komponen lignin maupun hemiselulosa lain yang terjadi secara intermolekuler. :orositas lignoselulosa semakin meningkat dengan adanya pemutusan ikatan silang tersebut #Aarkow dan Ceist +''%). :erlakuan dengan DaOH encer menyebabkan pemekaran #swelling) selulosa. :emekaran selulosa akan meningkatkan luas permukaan lignoselulosa, menurunkan derajat polimerisasi, mengurangi area kristalinitas, terjadi pemisahan ikatan antara lignin dan karbohidrat, dan mengacaukan struktur lignin #Bhao et al. +''3). >eberapa penelitian dilakukan oleh 9illet et al. #&222) menyatakan bahwa perlakuan DaOH pada kayu keras #hardwood) dapat meningkatkan daya cerna enzim terhadap selulosa dari &=? menjadi ((?, diikuti pengurangan kadar lignin didalam lignoselulosa dari kisaran +=.((? menjadi +'?. Damun, hidrolisis DaOH encer pada kayu lunak

#softwood) tidak memiliki pengaruh jika kadar lignin di dalam lignoselulosa lebih besar dari +%?.

Hidrolisis Enzimatis Hidrolisis enzimatis dari selulosa merupakan salah satu biokon/ersi lignoselulosa yang sangat potensial. Damun proses ini memiliki kendala dengan adanya ikatan silang antara matriks selulosa dengan hemiselulosa dan ikatan ester antara hemiselulosa dan lignin sehingga rendemen gula pereduksi yang diperoleh sangat rendah. :erlakuan pendahuluan atau delignifikasi untuk melemahkan ikatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan rendemen gula pereduksi yang lebih tinggi. >erbagai metode telah dicoba untuk meningkatkan laju hidrolisis enzimatis lignoselulosa. :enelitian yang dilakukan oleh Eoebis #+''@) menunjukkan hidrolisis enzimatis tandan kosong kelapa sawit optimum dengan enzim selulase yang dihasilkan isolat Arichoderma sp. dan fermentasi oleh isolat Saccharomyces cere/iseae secara simultan. Hasil hidrolisis pada kondisi ini menghasilkan gula pereduksi &.=% g/E dan etanol '.44?. >erbagai faktor dapat mempengaruhi hidrolisis enzimatis selulosa antara lain substrat, akti/itas enzim selulase, dan kondisi reaksi hidrolisis #temperatur,

&'

pH, dan waktu hidrolisis). ;paya untuk meningkatkan hasil gula pereduksi dan laju hidrolisis enzim, mulai memfokuskan pada optimasi hidrolisis enzimatis dan peningkatan akti/itas enzim selulase. Selulase dan hemiselulase telah diterapkan dalam berbagai aplikasi dan memiliki potensial bioteknologi untuk dikembangkan dalam berbagai industri diantaranya bahan kimia, bahan bakar, pembuatan bir dan wine, pakan ternak, tekstil dan pakaian, serta pulp dan kertas #Sun dan $heng +''+). Saat ini diperkirakan +'? dari total penjualan enzim di dunia yang bernilai lebih dari & miliar ;SF terdiri atas enzim selulase, hemiselulase dan pektinase serta diperkirakan penjualan enzim akan terus meningkat hingga + miliar ;SF pada tahun +''( #>hat +'''). Selulase spesifik terhadap substrat selulosa, terdiri atas kompleks protein enzim yang akan menghidrolisis ikatan glikosidik. Hidrolisis selulosa menggunakan enzim selulase merupakan sebuah rangkaian proses enzimatis yang sinergis antara endoglukanase, eksoglukanase dan G. glukosidase. 0etiga enzim ini disebut selulase atau enzim selulolitik # abino/ich et al. +''+). :enelitian yang dilakukan oleh ichana et al.

#+'&&) menyatakan bahwa hasil akti/itas enzim optimum untuk selulase komersial adalah 3.3+ *&'= ;/mE dengan optimasi pada pH (. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh esita #+''%) dengan melaporkan akti/itas

enzim optimum untuk selulase dari Arichoderma /iride adalah +.%&= H;/mE dengan optimasi pada pH (. Selain itu juga telah dilakukan optimasi suhu untuk selulase pada suhu %''$ dengan perolehan akti/itas enzim @.3= *&'= ;/mE # ichana et al. +'&&).

&&

Iilanase merupakan enzim ekstraseluler yang dapat menghidrolisis *ilan menjadi *ilo.oligosakarida dan *ilosa. Iilanase dapat dihasilkan oleh mikroba melalui proses fermentasi. 1plikasi *ilanase untuk industri diantaranya adalah industri pangan, pakan, dan pemutih bubur kertas/pulp. :enggantian penggunaan klor dengan enzim *ilanase untuk pemutihan pulp telah memberikan peluang untuk aplikasi bioteknologi dan sekarang telah digunakan pada beberapa pabrik kertas #>eg et al. +'''). Iilanase dapat dihasilkan oleh mikroba melalui proses fermentasi, yang biasanya dihasilkan oleh bakteri atau khamir. ;ntuk pembuatan kertas diperlukan *ilanase yang bersifat termostabil dan tahan pada pH alkali. Iilanase komersial untuk proses pemutihan pulp telah mulai dipasarkan. Damun demikian semua enzim komersial ini masih belum memenuhi kriteria ideal yang dibutuhkan untuk akti/itas enzimatis yang diperlukan, yaitu akit/itas optimum pada pH &' dan suhu lebih dari 2''$ #0ulkarni dan ao &222). Optimasi enzim *ilanase komersial pernah dilakukan ichana et al. #+'&&) menyatakan *ilanase

terhadap pH dan suhu.

memiliki akti/itas optimum pada pH % dan suhu (''$. B. Enzim Jnzim adalah katalis Hayati atau biokatalis pada reaksi biokimia. 0atalis sendiri merupakan bahan yang meningkatkan kecepatan reaksi kimia dengan menurunkan energy akti/asi. eaktan pada reaksi katalis oleh enzim disebut

substratberbeda dengan katalis sentetik, enzim meningkatkan laju reaksi pada

&+

kondisi biasa #pH normal, tekanan dan suhu normal) dengan selektifitas tinggi terhadap reaktan yang dikatalisis dan jenis reaksi.

Enzim Xinalase Iilanase merupakan enzim yang dapat memecah hemiselulosa. Jndo K &, = K G K *ylanase atau disebut *ylanase adalah enzim penghidrolisis *ylan yang utama. Jnzim ini menghidrolisis bagian kerangka utama *ylan yaitu ikatan G K &, = K L K *ylopiranosil. Iylanase yang mengandung enzim G K *ylosidase #ekso K G K *ylanase) dan asetil *ylan esterase yang merupakan sisi aktif daripada enzim *ylanase. Lalam memecah hemiselulosa *ylanase bersama enzim lainnya, yaitu M K

arabinofuranosidase, M K metilglukurosidase dan ferulic acid esterase. Jnzim K enzim tersebut bekerja secara sinergi dalam memecah polimer hemiselulosa menjadi *ylose. Genus trichoderma diketahui memproduksi semua enzim *ylanolitik.

Gambar +.&. Jnzim Iylanase #Sumber " http"//www.worthington.biochem.com/:1SJ/)

Enzim Selulase

&4

Selulase adalah enzim kompleks yang memecah selulosa menjadi glukosa. Selulase diproduksi oleh bakteri simbiotik dalam lambung hewan memamak biak pada golongan herbi/ore. Lisisi lain secara umum hewan termasuk manusia tidak bias memproduksi selulase dalam tubuhnya. Oleh karena itu, manusia tidak mendapatkan banyak energy yang terkandung dalam tumbuhan. Selulase dapat dihasilkan dari mikroorganisame diantaranya yaitu Trichoderma sp. 9ikroorganisme lain yang juga memproduksi selulase adalah aspergilus terreus. Jnzim selulase memiliki spesifikasi untuk menkon/ersi selulosa menjadi glukosa. 0omponen utama penyusun enzim selulase adalah endoselulase dan eksoselulase. 7enis enzim selulase yang membentuk enzim selulase kompleks adalah sebagai berikut" Jndoselulase yaitu enzim yang memecah ikatan uNinternal untuk memutuskan struktur kristalin pada selulosa dan membuka rantai polisakarida. Jksoselulase adalah enzim yang membelah + K = unit dari akhir rantai yang diproduksi oleh sendoselulase menhasilkan tetrasakarida atau disakarida dan menghasilkan monosakarida yaitu glukosa. >eta K glukosidase atau selobiase yaitu enzim yang menghidrolisis produk eksoselulase menjadi monosakarida, namun jumlah enzim ini relati/e sedikit dalam selulase.

&=

Gambar +.+. Jnzim Selulase #Sumber " http"//www.indogulfgroup.com/1J?+'.?+'Jnzymes?+'. ?+'$ellulase.asp) C. Tandan Kosong Kelapa Sa it 0elapa sawit adalah tanaman perkebunan berupa pohon berbatang lurus dari famili palmae. Aanaman tropis ini dikenal sebagai penghasil minyak goreng. 9enurut Eoebis &22+, tanaman kelapa sawit diperkirakan berasal dari Guinea, pantai barat 1frika yang kemudian menyebar sampai ke Hndonesia. Aanaman ini memiliki nama latin Jlaeis guineensis 71$O dengan taksonomi sebagai berikut " Lunia Li/isi 0elas Ordo Camili " :lantae " Aracheophyta " 1ngiospermae " $ocoideae " :almae

&(

Genus Species

" Jlaeis " Jlaeis guineensis 71$O

Gambar +.4. Aandan 0osong 0elapa Sawit # ichana et al. +'&&) Aanaman mulai berbunga pada umur sekitar dua tahun. Lalam keadaan normal menghasilkan sekitar +'.++ tandan buah per tahun dan semakin tua produkti/itasnya menurun menjadi &+.&= tandan per tahun. :ada awal tahun, tanaman kelapa sawit berbuah berat tandannya sekitar 4.% kg. Aanaman semakin tua, berat tandan bertambah antara +(.4( kg per tandan #:usat :enelitian 0elapa Sawit +''@). 0elapa sawit dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian '.('' meter di atas permukaan laut. $urah hujan yang baik berkisar antara +'''.+('' mm/tahun dengan penyebaran hujan merata sepanjang tahun sehingga tidak mengalami defisit air. Suhu harian optimal berkisar antara +=.+@'$, kelembaban @'? dan membutuhkan penyinaran matahari (.3 jam/hari. Lata curah hujan bulanan dan jumlah hari hujan sangat dibutuhkan karena berhubungan dengan sifat kelapa sawit yang berbuah sepanjang tahun. Cluktuasi curah hujan tiap bulan mempengaruhi secara langsung fluktuasi hasil. 0elapa sawit juga membutuhkan kondisi tanah yang

&%

datar hingga berombak dengan kemiringan lereng '.&(? dan memiliki drainase yang baik #:usat :enelitian 0elapa Sawit +''@). Aandan kosong kelapa sawit merupakan limbah utama dari industry pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit. :ersentase limbah A00S adalah +4? dari tandan buah segar, sedangkan persentase serat dan cangkang biji masing masing adalah &4? dan (,(? dari tandan buah segar #:eni, &22(). 0omposisi kimiawi tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada Aabel berikut " Aabel &. 0andungan Selulosa, Hemiselulosa, dan Eignin pada limbah hasil pertanian dan hutan 7enis Eimbah >atang kayu daun lebar >atang 0ayu daun jarum Laun Aongkol jagung 0ulit 0acang 7erami 1mpas Aebu Aandan 0osong 0elapa Selulosa #?) ='.(( =(.(' &(.+' =( +(.4' 4' (' =&,4'.=%,(' Hemiselulosa #?) +=.=' +(.4( @'.@( 4( +(.4' (' +( +(,4.44,@ Eignin #?) &@.+( +(.4( ' &( 4'.=' &( +( +3,%.4+,(

Sawit #Sumber " eshamwala et al #&22(), $heng dan 1ndeson #&223), >oopathy #&22@), Lewes dan Hunsche #&22@) dalam Hermati, +'&')

!. Selulosa Selulosa merupakan serat K serat panjang yang bersama K sama hemiselulosa, pectin dan protein membentuk struktur jaringan yang

&3

memperkuat dinding sel tanaman. :ada proses pematangan, penyimpanan atau pengolahan, komponen selulosa dan hemiselulosa mengalami perubahan sehingga terjadi perubahan struktur # Pinarno, C.G. &22+ ). 9eskipun selulosa tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan oleh tubuh, namun selulosa yang terdapat sebagai serat K serat tumbuhan, sayuran atau buah K buahan, berguna untuk memperlancar pencernaan makanan. 1danya serat.serat dalam saluran pencernaan, gerak peristaltik ditingkatkan dan dengan demikian memperlancar proses pencernaan dan dapat mencegah konstipasi. Aentu saja jumlah serat yang terdapat dalam bahan makanan tidak boleh terlalu banyak #:oedjiadi.1.+''%).

Gambar +.=. Struktur 9olekul Selulosa #Sumber " http"//ahli.biologi.blogspot.com/+'&+/&'/selulosa.senyawa. penyusun.dinding.sel.html, diunggah pada tanggal ( Do/ember +'&4)

Selulosa membentuk komponen serat dari dinding sel tumbuhan. 0etegaran selulosa disebabkan oleh struktur keseluruhannya. 9olekul selulosa merupakan rantai K rantai dari L.glukosa sampai sebanyak &=.''' satuan yang terdapat sebagai berkas K berkas terpuntir mirip tali yang terikat satu sama lain oleh ikatan hidrogen. Suatu molekul tunggal selulosa merupakan polimer lurus dari &,=Q.G.L.glukosa. Hidrolisis lengkap dalam

&@

H$l =' ? dalam.air, hanya menghasilkan L.glukosa. Lisakarida yang terisolasi dari selulosa yang terhidrolisis sebagian adalah selobiosa, yang dapat dihidrolisis lebih lanjut menjadi L.glukosa dengan suatu katalis asam atau dengan emulsin enzim # Cessenden. .7.dan

7.S.Cessenden.&2@% ). Selulosa merupakan unsur utama dari rangka tumbuh K tumbuhan. Ha tidak memberi warna dengan yodium dan tidak larut dalam pelarut biasa. 0arena ia tidak dipecahkan oleh enzim K enzim pencernaan manusia maka ia penting sebagai sumber RbulkR #jumlah) dalam makanan # 9artin, L.P. &22' ). ". Hemiselulosa Hemiselulosa adalah polisakarida yang berikatan dengan selulosa padabagian tanaman yang telah mengalami delignifikasi. Hemiselulosa terutama terdapat pada bagian lamela tengah dari dinding sel tanaman #Gong dan Asao, &2@&). Hemiselulosa merupakan heteropolimer bercabang dari glukosa, *ylosa, galaktosa, dan arabinosa #$owling didalam Gaden et al. &23%). urutan hemiselulosa hanya terdiri dari satu macam antai

monomer

#homopolimer), misalnya *ylan dan dapat juga dua atau lebih monomer, misalnya glukomanan #Cengel dan Pegener, &2@2). Struktur hemiselulosa dapat dilihat pada Gambar .

&2

Gambar +.(. Struktur Hemiselulosa #Babel dan 9oral, &22+) #. $ignin Eignin merupakan fraksi non karbohidrat yang bersifat kompleks dan sulit dikarakterisasi. :ada dasarnya lignin merupakan polimer aromatik heterogen dengan sistem jaringan yang bercabang serta tidak memiliki bentuk yang tetap #9c Lonald dan Cranklin, &2%2). Eignin tersusun dari molekul.molekul yang memiliki bobot molekul yang tinggi dengan unit dasar fenilpropana yang dihubungkan dengan ikatan.ikatan karbon #$.$) dan eter #$.O.$) yang relati/e stabil #$asey, &2@'). :olimer lignin tidak dapat dikon/ersi ke monomernya tanpa mengalami perubahan pada bentuk dasarnya #$asey, &2@'). Eignin yang melindungi selulosa, bersifat tahan terhadap hidrolisa disebabkan oleh adanya ikatan arilalkil dan ikatan eter. :ada suhu tinggi, lignin dapat mengalami perubahan struktur dengan membentuk asam format, metanol, asam asetat, aseton, /ormil dan lain.lain. Sedangkan bagian lainnya mengalami kondensasi #7udoamidjojo, &2@2).

+'

Gambar +.%. Struktur lignin #Lellweg, &2@4 di dalam 7udoamidjojo, &2@2) %. %eligni&i'asi 0on/ersi limbah lignoselulosa hingga menjadi bioetanol melalui empat proses utama, yaitu perlakuan pendahuluan, hidrolisis, fermentasi, dan terakhir pemisahan serta pemurnian produk etanol. :erlakuan pendahuluan biomassa lignoselulosa harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang tinggi. Dilai biokon/ersi yang tinggi penting bagi pengembangan teknologi dalam skala komersial #9osier et al. +''(). Oleh sebab itu, proses perlakuan pendahuluan dan hidrolisis merupakan tahapan yang sangat penting sehingga dapat mempengaruhi jumlah gula pereduksi yang dihasilkan. :erlakuan pendahuluan atau delignifikasi merupakan tahapan yang banyak menghabiskan biaya dan berpengaruh besar terhadap biaya total proses. Lelignifikasi yang baik dapat mengurangi jumlah enzim yang digunakan dalam hidrolisis #9osier et al. +''(). 9etode delignifikasi yang tepat dapat menghasilkan kadar gula yang tinggi sehingga biaya produksi biofuel yang efisien dapat dicapai. Gula pereduksi yang diperoleh tanpa delignifikasi

+&

kurang dari +'? sedangkan dengan delignifikasi dapat mencapai hingga 2'? # ichana et al. +'&&). Hambatan hidrolisis selulosa, baik secara kimiawi maupun enzimatis adalah adanya struktur kristalin selulosa dan asosiasi antara selulosa dengan molekul lignin dan hemiselulosa. #Asao et al. &23@). 9asalah tersebut dapat diatasi melalui delignifikasi terhadap bahan yang akan digunakan pada hidrolisis. Lelignifikasi bertujuan untuk membuka kristalin selulosa agar selulosa lebih mudah dihidrolisis dengan enzim yang memecah polimer polisakarida dan monomer gula serta menghilangkan kandungan lignin # ichana et al. +''3). 9enurut Gong dan Asao #+''&), delignifikasi dilakukan untuk meningkatkan jumlah dan kecepatan hidrolisis lignoselulosa. Lelignifikasi menyediakan akses yang lebih mudah untuk kerja enzim sehingga hasil glukosa dan *ilosa dapat meningkat. >erbagai macam cara dapat dilakukan untuk delignifikasi. Salah satunya adalah menggunakan bahan kimia. :emilihan bahan kimia yang digunakan berdasarkan bahan sampel yang dipakai, ketahanan alat terhadap reaksi kimia yang ditimbulkan pereaksi, dan sebagainya. 9etode delignifikasi secara kimiawi yang biasa dilakukan menggunakan pereaksi alkali. 1lkali ini berfungsi melarutkan lignin dan hemiselulosa serta dapat bertindak sebagai swelling agent untuk selulosa. Sil/erstein et al. #+''3) mempelajari keefektifan delignifikasi menggunakan H+SO=, DaOH, H4O, dan O4. Hasil penelitiannya menunjukkan delignifikasi dengan DaOH meningkatkan le/el delignifikasi hingga %(? #+? DaOH, 2' menit, &+&'$). Selain natrium hidroksida, pereaksi kimia yang dapat digunakan untuk delignifikasi lignoselulosa adalah natrium hipoklorit # ichana et al. +'&&).

++

Gambar ( Skema delignifikasi lignoselulosa #9osier et al. +''() E. Penelitian Terda(ulu %ari penelitian terda(ulu samapi )g ter'ini a. 0on/ersi Eignoselulosa Aandan 0osong 0elapa Sawit 9enjadi Gula :ereduksi 9enggunakan Jnzim Iilanase Lan Selulase 0omersial

:enelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi dan waktu terbaik hidrolisis enzimatis A00S menggunakan *ilanase dan selulase komersial. Aahapan penelitian dimulai dari penggilingan A00S, delignifikasi A00S, analisis proksimat, hidrolisis kimiawi, detoksifikasi dan dekolorisasi, dan diakhiri hidrolisis enzimatis menggunakan enzim *ilanase dan selulase komersial. Hidrolisis enzimatis A00S menggunakan dua enzim berbeda, yaitu *ilanase dan selulase dengan masing.masing konsentrasi '.+(? dan '.(? serta waktu hidrolisis selama =@ jam dan 2% jam. 0adar gula

+4

pereduksi terbesar yang dihasilkan selama hidrolisis =@ jam dengan *ilanase dan hidrolisis 2% jam dengan selulase adalah ('.( mg/E dan (%.3 mg/E. Hidrolisis dengan '.(? selulase dan netralisasi dengan H$l &? maupun $H4$OOH &? menghasilkan gula pereduksi lebih besar dibandingkan hidrolisis dengan konsentrasi '.+(? selulase, masing. masing sebesar (%.3 mg/E dan +&.'= mg/E. Hidrolisis dengan '.(? *ilanase juga menghasilkan gula pereduksi yang lebih besar dibandingkan hidrolisis dengan konsentrasi '.+(? *ilanase, masing.masing sebesar ('.( mg/E dan +@.=3 mg/E.

b. Jkstraksi Iilan Lari Aongkol 7agung ;ntuk 9edium :ertumbuhan >acillus :umilus *aiii.( :enghasil.Iilanase

:enelitian ini bertujuan meningkatkan nilai guna tongkol jagung dengan mengekstraksi *ilan dan memanfaatkannya sebagai medium pertumbuhan >acillus pumilus I1HHH.( penghasil.*ilanase. Jkstraksi dilakukan dalam dua tahap, yaitu delignifikasi menggunakan DaO$l #'.(, &.', +.(, (, dan 3.(?) dan pengendapan dengan nisbah supernatan.etanol &"&, &"+, &"4, dan &"=. 0elarutan *ilan diuji pada pelarut organik, asam, basa, serta dalam air panas dan dingin. 1nalisis kualitatif dan kuantitatif *ilan juga dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi #H:E$). Iilan kemudian digunakan untuk formulasi medium pertumbuhan >. pumilus I1HHH.(,

dikombinasikan dengan pepton, ekstrak khamir, dan 0+H:O=. Hasil

+=

penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi #&+.2(?), yang berdasarkan analisis H:E$ mengandung *ilan sebesar %4 mg/g, dihasilkan dengan perlakuan DaO$l '.(? dan nisbah supernatan.etanol &"4 #///). 0elarutan *ilan tertinggi ialah dalam pelarut basa #DaOH &?). Damun, *ilan juga larut dalam air panas dan dingin. >erdasarkan hasil tersebut, *ilan diharapkan dapat digunakan sebagai medium cair untuk

pertumbuhan bakteri alkalofilik. >erdasarkan akti/itas *ilanasenya, formulasi medium terpilih ialah campuran pepton '.&+(?, ekstrak khamir '.'(?, *ilan tongkol jagung 4.'=?, dan 0+H:O= '.'@?.

c. 0on/ersi bagas menjadi etanol dengan kombinasi perlakuan awal dan enzim dalam proses sakarifikasi dan fermentasi serempak #SSC)

:ada penelitian ini, telah dilakukan penelitian dengan teknologi proses baru untuk meningkatkan produksi etanol dari bagas melalui proses sakarifikasi dan fermentasi serempak #SSC). :enelitian yang dilakukan adalah mencakup proses menyeluruh perlakuan awal dengan beberapa jamur pelapuk putih #Ceriporiopsis subvermispora, Lentinus edodes dan Pleurotus ostreatus) dan steaming, hidrolisis menggunakan kombinasi multi enzim selulase, selobiasedan *ylanase serta proses fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae 19 &+ yang dilakukan secara serempak.

+(

0ombinasi enzim selulase.selobiase, selulase.*ylanase dan selulase. selobiase.*ylanase meningkatkanproduksi etanol dari bagas dalam proses SSC. 0ons entrasi etanol tertinggi yang dihasilkan dengan kombinasi enzim selulase.selobiase, selulase.*ylanase dan selulase.selobiase.

*ylanase berturut.turut %,2 g/E, @,% g/E dan 2,@ g/E, sedangkan dengan enzim selulase saja sebesar %,' g/E. :ersentase ethanol yield #berbasis berat bagas) yang dihasilkan dengan kombinasi enzim tersebut berturut. turut sebesar &4,2?, &3,+? dan &2,3?, sedangkan dengan enzim selulase saja sebesar &&,2(?. :encapaian hasil teori #theoretical yield) tertinggi dengan menggunakan kombinasi enzim selulase.selobiase.*ylanase

sebesar =2,(?, sedangkan dengan enzim selulase saja pencapaian hasil teori sebesar =+,'?. *. Analisis Produ' 9etode LDS# 9etode penentuan komposisi gula reduksi dalam sampel yang mengandung karbohidrat yang digunakan adalah menggunakan pereaksi asam dinitro salisilat / 4,(.dinitrosalicylic acid. 9etode ini adalah metode kimiawi. LDS merupakan senyawa aromatis yang akan bereaksi dengan gula reduksi maupun komponen pereduksi lainnya untuk membentuk 4.amino.(.nitrosalicylic acid, suatu senyawa yang mampu menyerap dengan kuat radiasi gelombang elektromagnetik pada (=' nm. Semakin banyak komponen pereduksi yang terdapat dalam sampel, maka akan semakin banyak pula

+%

molekul

4.amino.(.nitrosalicylic

acid

yang

terbentuk

dan

mengakibatkan serapan semakin tinggi. eaksi dengan LDS yang terjadi merupakan reaksi redoks pada gugus aldehid gula dan teroksidasi menjadi gugus karboksil. Sementara itu LDS sebagai oksidator akan tereduksi membentuk 4.amino dan (. nitrosalicylic acid. eaksi ini berjalan dalam suasana basa. >ila

terdapat gula reduksi pada sampel, maka larutan LDS yang awalnya berwarna kuning akan bereaksi dengan gula reduksi sehingga menimbulkan warna jingga kemerahan. Lalam pembuatan reagen LDS, kita perlu menambahkan DaOH ke dalam larutan yang bertujuan untuk memberikan suasana basa. 0arena nantinya reaksi dari reagen LDS ini bekerja pada suasana basa. Selain menambahkan DaOH, juga ditambahkan kalium natrium tartrat ='? # ochelle Salt). Cungsi dari penambahan ini adalah untuk menstabilkan warna yang terbentuk pada saat reaksi terjadi yaitu merah bata/kecoklatan. Li samping itu, kadang juga diperlukan pemanasan untuk membantu mempercepat jalannya reaksi. 0arena nantinya yang akan diukur adalah absorbansi dari warna yang terbentuk tersebut dengan spektrofotometri pada panjang gelombang (3( nm. # 8uni, +'&+)