Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, karena berkat limpahan, rahmat dan karunianya sehingga saya dapat menyelesaikan jurnal ini . Terimakasih saya ucapkan kepada : 1) Orang tua saya yang selalu mendukung dan mendoakan anaknya ini 2) Abang dan adik saya yang membuat hari hari penulis berarti 3) Ibu Dra Rahmi Zulhida Msi selaku dosen mikrobiologi 4) Abang dedi yanto syahputra Sp, Abang Desru Ardian , Kakak Rizky Zaita Putri Sp Selaku Asisten Dosen Praktikum Mikrobiologi 5) Teman teman yang selalu memberiaka saya inspirasi Semoga apa yang diharapkan selalu baik , dan semoga jurnal ini dapat bermanfaat bagi orang lain, walau jurnal ini jauh dari kesempurnan , penulis ucapakan terimakasih.

Medan , November 2013 Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 1 DAFTAR ISI............................................................................................................................. 2 PENDAHULUAN ................................................................... Error! Bookmark not defined. Latar Belakang ..................................................................... Error! Bookmark not defined. Tujuan Praktikum ................................................................. Error! Bookmark not defined. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................... Error! Bookmark not defined. BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM ............................... Error! Bookmark not defined. Tempat dan Waktu ............................................................... Error! Bookmark not defined. Bahan dan Alat ..................................................................... Error! Bookmark not defined. Cara Kerja ............................................................................ Error! Bookmark not defined. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................ Error! Bookmark not defined. Hasil ..................................................................................... Error! Bookmark not defined. Pembahasan .......................................................................... Error! Bookmark not defined. KESIMPULAN DAN SARAN................................................................................................ 16 Kesimpulan........................................................................................................................... 16 Saran ..................................................................................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA .............................................................. Error! Bookmark not defined.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan memybebkan terjadinya konversi yzat yang tinggi pula. Akan tetapi,karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. Enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk pengolahan bahan makanan akan diproduksi bila makanan tersebut sudah ada (Kusnadi dkk, 2003).

Untuk membutuhkan dan mengembangbiakkan mikroba diperlukan suatu substrat yang disebut medium. Sedangkan medium itu sendiri sebelum digunakaan harus dalam keadaan steril artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan agar mikroba dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan baik di dalam medium, maka diperlukan syarat tertentu yang diantaranya bahwa didalam medium harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba kemudian susunan makanannya, tekanan osmosis, derajar, keasaman (pH), temperature, sterilisasi. ( dutamardi, 2002)

Populasi mikroba di alam sangat besar dan kompleks. Alam sekitar kita baik udara, tanah, air juga dihuni mikroba. Keanekaragaman populasi mikroba ini meliputi mikroba yang memiliki perbedaan karakteristik maupun kegunaan. Mikroba memiliki ukuran yang sangat kecil, tetapi memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan, baik yang menguntungkan maupun merugikan. Oleh karena itu, mikroba adalah organisme yang gemar atau kerap dijadikan bahan penelitian di berbagai bidang. Mikroba memiliki struktur gen yang sedikit dan pendek, sehingga sangat mudah melakukan pembacaan dan pemetaan terhadap gen mikroba. Hal itu pula pendukung tingginya minat para ilmuwan untuk menelitinya lebih jauh lagi. Penelitian mengenai mikroba dalam berbagai habitat memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran atau biakan campuran yang rumit ini menjadi spesies yang berbeda-beda sebagai biakan murni. (Saragih, 1990)

Untuk menumbuhkan mikroba dan mengembangbiakan mikroba diperlukan suatu subtrak yang disebut dengan media. Sedangkan media itu sendiri sebelum dipergunakan harus steril. Artinya tidak ditumbuhi oleh mikrobia lain yang diharapkan. Media mikrobia lain dipertumbuhkan. Mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan atau nutrisi yang diperlukan mikroba untuk pertumbuhannya. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan dengan isolasi mikroorganisme menjadi kultu murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya (Antonita, 2010).

Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat (Hadioetomo, 1993).

Tunjuan Untuk Mengetahui mikroorganisme yang dikembangakan melalui media PDA dan mengetahui keanekaragaman mikroorganisme.

TINJAUAN PUSTAKA

Sistematika mikroba merupakan ilmu yang mempelajari keanekaragaman mikroba dan hubungan antara sesamanya, baik hubungan yang bersifat kemiripan (fenetik) maupun yang bersifat kekerabatan (filogenetis). Cakupan kajian dalam sistematika meliputi klasifikasi, tata nama, dan identifikasi. Klasifikasi merupakan suatu alat atau cara untuk mengelompokkan organisme ke dalam suatu kelompok (takson) berdasarkan hubungan kemiripan maupun kekerabatan. Identifikasi adalah proses dan hasil penentuan benar tidaknya suatu strain yang diteliti merupakan anggota takson yang sudah dikenal sebelumnya atau merupakan proses dan hasil penentuan apakah suatu organisme yang belum dikenal merupakan anggota kelompok yang sudah diketahui sebelumnya atau bukan. Identifikasi merupakan aplikasi dari klasifikasi dan tatanama terhadap strain sampel. Sedangkan tatanama adalah cara pemberian nama ilmiah kepada makhluk hidup berdasarkan kode tatanama. Untuk dapat mengidentifikasi dan mengkasifikasi suatu mikroorganisme, maka kita harus mempelajari karakteristik mikroorganisme tersebut terlebih dahulu (pelczar et al., 1993).

Pertumbuhan bekteri pada umumnya ditandai dengan empat fase yang khas, yakni periode awal yang tampaknya tanpa pertumbuhan (fase lamban atau leg fase) diikutilah suatu periode pertumbuhan yang cepat(fase log), kemudian datar(fase statis atau stasionary phase) dan akhirnya diikuti oleh suatu penurunan populasi sel-sel hidup(fase kematian atau fase penurunan. Diantara setiap fase ini ada suatu periode peralihan yang menunjukkan lamanya

waktu sebelum semua sel memasuki sebuah fase yang baru, yang dikenal dengan fase transisi atau transition phase (Yudhabuntara, 2003).

Taksonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengelompokkan dan penyusunan organisme dalam satu golongan yang disebut taxa. Hal ini dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu sebagai pembeda yang digunakan dalam penggolongan organisme. Dalam taksonomi organisme terdiri dari tiga bagian, yaitu nomenklatur, klasifikasi, dan identifikasi. Nemenklatur adalah kegiatan pemberian nama, sedangkan identifikasi berarti penetapan organisme menggunakan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam klasifikasi. Klasifikasi adalah tahap pengelompokkan suatu mikrobia berdasarkan sifat-sifat beda. Sistematika mikroba memiliki cara khusus untuk memetakan keanekaragaman spesies makhluk mikrobia dalam hal klasifikasi (Alcamo, 1984).

Taksonomi merupakan suatu langkah dalam pengelompokkan jasad hidup di dalam suatu kelompok atau takson yang sesuai. Pada awalnya pengelompokkan ini hanya dilakukan dalam lingkungan tumbuh-tumbuhan dan hewan, namun ternyata bahwa untuk mikrobapun dapat digunakan. Dari segi mikrobiologi sendiri, dunia mikroba terbagi menjadi dua kelompok besar, dimana pembagian ini berdasarkan kepada ada tidaknya inti, baik yang sudah terdiferensiasi ataupun yang belum, yaitu penyusunan urutan DNA telah menjadi prosedur rutin di laboratorium dan perbandingan susunan DNA diantara beragam gen yang mada dapat menggambarkan hubungan perbedaan susunan DNA diantara gen-gen yang tersebar secara cepat, sehingga dapat digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan masing-masing individu (Ramadaningrum, 2008).

Taksonomi numeric merupakan suatu kajian kekerabatan taxa dengan mengaplikasikan nilai similaritas setiap karakter sehingga terdapat tingkatan kategori berdasarkan indeks similaritas. Sistem taksonomi ini digunakan sebanyak-banyaknya sifat (minimal 50 sifat) kemudian dicari indeks similaritas (IS) dari mikroba yang akan dikelompokkan (disebut OTUs). Ada dua macam Koefisien Asosisi yaitu Simple Matching Coefisient (SSM) dan Jaccard Coeficient (SJ). Pada SSM semua sifat yang ada dilihat dan digunakan. Sedangakan pada SJ tidak memperhatikan sifat yang sama-sama tidak dimiliki (negative). Kemudian dari matriks IS tersebut, akan diperoleh dendogram. Metode yang umum dalam pembuatan dendogram adalah sverage linkage clustering (UPGMA : unwieghted pair-group method using arithmetic averages) yaitu suatu metode pengklasteran akan menggabung ke klaster tertentu pada suatu nilai yang dihitung tersendiri, yaitu rerata nilai-nilai IS (anonim, 2011).

BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM

Tempat dan Waktu Tempat praktikum dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada hari rabu tanggal 30 Oktober 2013 pukul 14;30 16:00.

Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah larutan PDA, air, plastic wap, spiritus, dan alcohol. Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah lampu bunsen, hot plate, incubator, dan cawan petri.

Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. Dipanaskan larutan PDA diatas hotplate sampai larutan menjadi mencair. Disiapkan 2 buah cawan petri. Disterilkan alat yang digunakan seperti incubator, cawan petri. Dilakukan penuangan, larutan PDA harus berada di incubator. Dituang larutan ke dalam cawan petri atau media biakan kurang lebih 20ml pada masingmasing cawan petri. 6. Dilakukan perlakuan terhadap masing-masing biakan dengan perlakuan : a. b. c. 7. 8. Dengan sentuhan rambut. Dengan udara terbuka. Dengan sentuhan wajah.

Diberi label dengan menggunakan plastik wap. Diamati 1 kali sehari.

10

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan 1 Kamis 30 Oktober 2013

NO 1

PERLAKUAN Dengan Sentuhan Rambut

KETERANGAN 1. Tidak tumbuh Mikroorganisme. 2. Tidak terjadi kontaminasi warna. 3. Terjadinya pengembunan

DOKUMENTASI

Dengan Sentuhan Udara 1. Tidak ada tumbuh Terbuka mikrooganisme. 2. Tidak terjadi kontaminasi warna.

Dengan Sentuhan Wajah

1. Mengalami pengembunan pada media PDA. 2. Belum munculnya/nampak mikroorganisme baru. 3. Belum mengalami perubahan warna pada media PDA.

11

Pengamatan 2 Jumat 01 November 2013

NO 1

PERLAKUAN Dengan Sentuhan Rambut

KETERANGAN 1. Tidak tumbuh Mikroorganisme. 2. Tidak terjadi kontaminasi warna. 3. Terjadinya pengembunan.

DOKUMENTASI

Dengan Sentuhan Udara Terbuka

1. Tumbuh spora pada media. 2. Tidak terjadi kontaminasi warna. 1. Mengalami pengembunan pada media PDA. 2. Belum munculnya/nampak mikroorganisme baru. 3. Belum mengalami perubahan warna pada media PDA.

Dengan Sentuhan Wajah

12

Pengamatan 3 Sabtu 02 November 2013

NO 1

PERLAKUAN Dengan Sentuhan Rambut

KETERANGAN 1. Tidak tumbuh Mikroorganisme. 2. Tidak terjadi kontaminasi warna. 3. Terjadinya pengembunan.

DOKUMENTASI

Dengan Sentuhan Udara Terbuka

1. Sporanyamakin membesar dan makin terlihat jelas. 2. Sudah terjadi kontaminasi warna.

Dengan Sentuhan Wajah

1. Mengalami pengembunan pada media PDA. 2. Belum munculnya/nampak mikroorganisme baru. 3. Belum mengalami perubahan warna pada media PDA.

13

Pembahasan

Pada pengamatan pertama dengan perlakuan sentuhan rambut belum tampak adanya reaksi dimana ditandai belum adanya aktifitas mikroba. Begitu pula dengan perlakuan tanpa sentuhan rambut, belum tampak ada aktifitas mikroba. Pada perlakuan dengan air leding sudah mulai tampak pertumbuhan mikroba ditandai dengan bercak hitam yang terdapat pada pinggir cawan. Pada pengamatan I terdapat perrbedaan pada perkembangan mikroba, ini disebabkan karena adanya perbedaan masa pertumbuhan antara mikroba. Selang waktu yang dibutuhkan bagi sel untuk membelah diri menjadi dua kali lipat disebut sebagai waktu generasi. Waktu generasi bakteri tidak sama, ada yang hanya memerlukan 20 menit bahkan ada yang sampai memerlukan sampai berjam-jam atau berhari-hari (Sumarsih, 2003). Pada pengamatan II pada perlakuan dengan sentuhan rambut belum juga tampak aktifitas pertumbuhan mikroorganisme, tanpa sentuhan rambut juga belum tampak adanya mikroorganisme. Pada pemberian air leding dan udara juga terbuka juga tidak ada tampak pertumbuhan mikroorganisme. Disini ada yang menarik, karena pada pengamatan I terdapat aktifitas pertumbuhan mikroorganisme, namun pada pengmatan berikutnya tidak tampak adanya mikroorganisme. Ini karena mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber energy dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen, hydrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi, dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat menyebabkan kematian (Krisno, 2011). Masih dari pengamatan ke II, sudah mulai tampak aktifitas pertumbuhan pada cawan yang diberikan perlakuan sentuhan wajah, sentuhan dinding, air leding, udara terbuka, sudah tampak adanya lendir dan jamur yang sudah mulai tumbuh dari yang sebelumnya hanya karat dan bintik-bintik hitam juga putih pada media biakan. Ini disebabkan Karena adanya fase

14

pertumbuhan yang berbeda dimana setiap mikroba berbeda kemampuannya berbeda kemampuannya dalam kecepatan perkembangannya. Bila bakteri diinokulasikan ke dalam medium, pembiakan tidakn akan segera terjadi, tetapi ada periode penyesuaian pada lingkungan yang dikenal dengan pertumbuhan. Kemudian akan memperbanyak diri dengan laju yang konstan, sehingga akan diperoleh kurva pertumbuhan berdasarkan percepatan pertumbuhan dengan membandingkan antara jumlah pertumbuhan dengan waktu yang dibutuhkan (Admin, 2008).

15

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil diatas maka dapat di simpulkan : 1. Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan 2. Ciri-ciri utama dari suatu mikroorganisme dikelompokan sebagai berikut : a. Morfologi

b. Sifat kimiawi c. Sifat Biakan d. Sifat Metabolisme e. Sifat Antigenik f. Sifat Genetik g. Patogenitas h. Sifat Ekologi 3. Mikroorganisme terdapat di berbagai tempat seperti tanah, debu, air, udara, kulit dan selaput lendir. Mikroorganisme dapat berupa bakteri, fungi, protozoa dan lain-lain Saran

Pada Praktikum Keanekaragaman Mikroorganisme ini perlu diperhatikan alat alat yang digunakan harus dalam keadaan steril agar tidak terjadinya kontaminasi mikroba yang ada di udala terbuka.

16

DAFTAR PUSTAKA

Alcamo, 1984. Media-Media Perkembangbiakan Mikroba. http://Antonita.Blogspot. com/media-media-perkembangbiakan-mikroba.html. Diakses pada tanggal 5 November 2012

anonim, 2011. Pembuatan Media Mikroorganisme Dan Macam-Macam Media. Http://Alex. blogspot.com/pembuatan-media-mikroorganisme-dan-macam-macam-media.html. Diakses pada tanggal 5 November 2012

Antonita, 2010. Pembuatan Media. http://Ana.blogspot.com/pembuatan-media-laporaraktikum-mikrobiologi.html. Diakses pada tanggal 5 November 2012

Dutamardi, 2002.Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT Gramedia, Jakarta. http://iandrumer.blogspot.com/2011/12/laporan-isolasi-dan-pengamatan.html. Diakses pada tanggal 16 Nopember 2013.

Hadioetomo, 1993.Mikroorganisme.http://medhydoctor.blogspot.com/2013/02/laporanpraktikum-media-pertumbuhan.html. Diakses pada tanggal 16 Nopember 2013.

Kusnadi dkk, 2003. Mikrobiologi.Erlangga. Jakarta. http://medhydoctor.blogspot.com/2013/02/laporan-praktikum-mediapertumbuhan.html. Diakses pada tanggal 16 Nopember 2013.

17

pelczar et al., 1993. Syarat Tumbuh Mikroba. http://Trisuriawiria2.blogspot.com /2005/06/syarat-tumbuh-mikroba.html. Diakses pada tanggal 2 November 2012

Ramadaningrum, 2008. Mikrobiologi Dasar. Penerbit Erlangga, Jakarta. . http://iandrumer.blogspot.com/2011/12/laporan-isolasi-dan-pengamatan.html. Diakses pada tanggal 16 Nopember 2013.

Saragih, 1990.Mikrobiologi Umum. Erlangga. Jakarta. http://medhydoctor.blogspot.com/2013/02/laporan-praktikum-mediapertumbuhan.html. Diakses pada tanggal 16 Nopember 2013.

Yudhabantara, 2003. Mikrobioogi. http://www.geocities.com/kesmavetugin/ pengadalian.doc. Diakses pada tanggal 2 November 2012

18