Anda di halaman 1dari 27

Referat Stase Anak

Diagnosis dan Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue

Pembimbing: Dr. Sedyo Wahyudi, Sp.A Disusun oleh : Sarah Regina Christy 11.2012.191

Kepaniteraan Klinik l!u Kesehatan Anak "akultas Kedokteran #ni$ersitas Kristen Krida Wa%ana Ru!ah Sakit &anti Wilasa Dr. Cipto, Se!arang &eriode 29 'uli ( ) *kto+er 201,

DAFTAR ISI -A.A/A0 SA/&#. 11111111111111111111111111..11 1 DA"2AR S 11111111111111111111111111111111. 2 KA2A &304A02AR 1111111111111111111111111111... , 5A5 6 &30DA-#.#A0 111111..1111111111111111111.1 7 5A5 5A5 6 2 0'A#A0 &#S2AKA 111111111111111111111111. ) 6 K3S /&#.A0 11111111111111111111111111... 28

DA"2AR &#S2AKA

KATA PENGANTAR &u9i syukur penulis pan9atkan kepada 2uhan :ang /aha 3sa atas +erkat dan karunia0ya sehingga referat il!u kesehatan anak dengan 9udul ;Diagnosis dan &enatalaksanaan De!a! 5erdarah Dengue< dapat selesai. Referat ini di+uat se+agai salah satu syarat untuk !enyelesaikan tugas kepaniteraan il!u kesehatan anak di RS &anti Wilasa Dr.Cipto, Se!arang. Referat ini !e!+i%arakan se+uah kasus yang u!u! ter9adi pada anak, yaitu de!a! +erdarah dengue =D5D>. &enyakit ini ditandai dengan de!a!, nyeri otot dan sendi, disertai leukopenia, rua!, li!fadenopati, tro!+ositopenia, dan diatesis he!oragik. /anifestasi klinis seperti de!ikian 9uga dapat di9u!pai pada penyakit lainnya, seperti de!a! tifoid, leptospirosis, !aupun de!a! %hikungunya. :ang di+ahas dala! referat ini antara lain etiologi, epide!iologi, patofisiologi, patogenesis, !anifestasi klinis, pe!eriksaan penun9ang, diagnosis ker9a, diagnosis +anding, penatalaksanaan, pen%egahan, dan prognosis dari de!a! +erdarah dengue. &enulis +erharap referat ini dapat !e!+erikan infor!asi yang +erguna +agi para pe!+a%anya, +aik te!an?te!an se9a@at, kalangan !edis lain, !aupun !asyarakat a@a!. Dala! kese!patan ini, penulis 9uga ingin !enya!paikan rasa teri!a kasih kepada +anyak pihak yang telah +erpartisipasi dala! pe!+uatan referat ini, teruta!a kepada dr. Sedyo Wahyudi, Sp. A, se+agai dokter pe!+i!+ing, serta kepada dr. 5a!+ang Sudar!anto, Sp. A =K>, dr. Susetyo, Sp. A, yang turut !e!+i!+ing penulis sela!a kepaniteraan di RS &anti Wilasa Dr. Cipto, Se!arang. &enulis !enyadari +ah@a referat ini !asih 9auh dari se!purna. &enulis !e!ohon !aaf apa+ila ada kesalahan dala! pe!ilihan kata?kata ataupun penulisan. #ntuk itu, penulis !engharapkan kritik dan saran yang !e!+angun dari pe!+a%a. 2eri!a kasih.

Se!arang, Agustus 201, &enulis

BAB I PENDA !"!AN De!a! +erdarah dengue =D5D> adalah suatu penyakit infeksi yang sering ter9adi di dala! !asyarakat teruta!a pada anak?anak. &enyakit ini ditandai dengan de!a!, nyeri otot dan sendi, disertai leukopenia, rua!, li!fadenopati, tro!+ositopenia, dan diatesis he!oragik. /anifestasi klinis seperti de!ikian 9uga dapat di9u!pai pada penyakit lainnya, seperti de!a! tifoid, leptospirosis, !aupun de!a! %hikungunya. Akan tetapi, pada kasus D5D ter9adi pere!+esan plas!a yang ditandai dengan he!okonsentrasi =peningkatan he!atokrit> atau penu!pukan %airan di rongga tu+uh. Airus?$irus dengue ditularkan ke tu+uh !anusia !elalui gigitan nya!uk Aedes yang terinfeksi, teruta!a Aedes aegypti, dan karenanya dianggap se+agai ar+o$irus =$irus yang ditularkan !elalui arthropoda>. &ada +anyak negara, DD dan D5D adalah penyakit pri!er pada anak?anak, karena !ereka !erupakan seg!en ter+esar dari indi$idu rentan dala! populasi +erisiko dengan rata?rata la!a ra@at di ru!ah sakit antara ) ( 10 hari untuk kasus +erat. Se!akin !eningkat DD, dan kadang D5D, 9uga ta!pak di antara pelan%ong. D5D sekarang ini !en9adi !asalah kesehatan !asyarakat yang signifikan di ke+ayakan negara tropis Asia 2enggara, ter!asuk ndonesia, dan @ilayah &asifik 5arat. 5e+erapa kasus D5D dapat +erlan9ut !en9adi serius yang diaki+atkan oleh +e+erapa faktor, antara lain seperti keganasan $irus dan pertahanan tu+uh yang le!ah. Kita harus !engetahui tanda?tanda yang !enun9ukkan penderita perlu !endapat pe!eriksaan !edis. .e+ih dari itu, seperti kata pepatah, ;le+ih +aik !en%egah daripada !engo+ati<, !asyarakat perlu disadarkan untuk !elakukan +e+erapa tindakan pen%egahan agar lingkungan !en9adi +ersih, sehat, dan ter+e+as dari te!pat?te!pat yang dapat !en9adi perindukan nya!uk Aedes. *leh karena itu, penegakkan diagnosis de!a! +erdarah dengue sangat ditentukan dari ana!nesis yang !endala!, pe!eriksaan fisik !enyeluruh, dan pe!eriksaan penun9ang agar dapat segera !elakukan terapi yang tepat. Ke+erhasilan terapi sangat ditentukan oleh stadiu! penyakitnya.

BAB II TIN#A!AN P!STAKA II$%$ Etiologi &enye+a+ D5D =De!a! 5erdarah Dengue> B D-" =Dengue Haemorrhagic Fever) adalah $irus dengue yang ter!asuk dala! genus "la$i$irus, keluarga "la$i$iridae. Airus 9enis arthropode-borne atau yang 9uga dise+ut 2oga$iridae !erupakan $irus R0A.1 Airus dengue !erupakan $irus kedua yang dikenal !eni!+ulkan penyakit pada !anusia. Airus dengue adalah $irus ter!ola+il yang dapat disi!pan dala! keadaan +eku =?C0 oC>. 5entuk +atang, sensitif terhadap inakti$asi oleh Dietil eter dan 0a dioksikolat, sta+il pada suhu C0 oC. "la$i$irus !erupakan $irus dengan dia!eter ,0 n! terdiri dari asa! ri+onukleat rantai tungal dengan +erat !olekul 7 D 108.2 /orfologik, $irion dengue !e!iliki selu+ung 10 n!, sehingga dia!eter $irion kira?kira )0 n!. Dikenal e!pat serotipe dengue yaitu D30?1, D30?2, D30?,, D30?7. Setiap serotipe +isa !eni!+ulkan ge9ala dan yang paling +erat adalah tipe ,. 2erdapat reaksi silang antara serotype dengue dengan "la$i$irus lain, seperti Yellow fever, Japanese encephalitis, dan West Nile virus. 5iologik, selu+ung $irion dengue +erperan dala! feno!ena he!aglutinasi, netralisasi, dan interaksi antara $irus dengan sel saat a@al infeksi. Airion 9uga !e!iliki e!pat !a%a! protein, yaitu protein C untuk +erinteraksi dengan R0A $irion, protein /, protein pr/ untuk prekursor protein /, protein 3 untuk selu+ung, dan 0S untuk protein non?struktural =0S1, 0S2A, 0S25, 0S,, 0S7, 0S75, dan 0S)>.

4a!+ar 1 6 Airus Dengue Su!+er6 http6BB+lue?%at?ita.+logspot.%o!B2012B12Binfeksi?$irus?dengue.ht!l

Airus dengue !a!pu +erke!+ang +iak dala! tu+uh !anusia, !onyet, si!panse, kelin%i, !en%it, !ar!ot, tikus, dan 9uga ha!ster, serta serangga, khususnya nya!uk. Walaupun +inatang pri!ata !erupakan hospes ala!i $irus, $ire!ia yang ti!+ul +iasanya le+ih rendah dan le+ih pendek !asanya. &ada !anusia, !asa $ire!ia +erkisar 2 ( 12 hari se!entara pada +inatang pri!ata 1 ( 2 hari dan titer $irus dala! darah !anusia dapat !en%apai le+ih dari seratus kali di+andingkan pada darah +inatang pri!ata. )

Airus dengue dapat ditularkan oleh nya!uk Aedes aegypti dan nya!uk Aedes al+opi%tus, yang !erupakan dua spe%ies paling penting karena luasnya distri+usi nya!uk dan efesiensinya se+agai $ektor. Spe%ies aedes lain yang dapat !en9adi rantai penularan $irus adalah6 A scutellaris, A africanus, A rorumae, A niveus, A lutoecephalus, A ha!ansoni, A ta"lori, A furcifer, A pol"nesiensis, dan A coo!i. II$&$ E'idemiologi stilah haemorrhagic fever di Asia 2enggara perta!a kali digunakan di "ilipina pada tahun 19),., Sindro!nya se%ara etiologis +erhu+ungan dengan $irus dengue ketika serotipe 2, ,, dan 7 diisolasi dari pasien di "ilipina pada tahun 19)8E 2 tahun ke!udian $irus dengue dari +er+agai tipe diisolasi dari pasien sela!a ende!ik di 5angkok, 2hailand. Sela!a tiga dekade +erikutnya, D-"BDSS dite!ukan di Ka!+o9a, Cina, ndia, ndonesia, /yan!ar, .aos, /alaysia, Singapura, Sri .anka, Aietna!, dan +e+erapa kelo!pok kepulauan &asifik. ndonesia !erupakan @ilayah ende!is dengan se+aran di seluruh @ilayah tanah air. nsiden D5D di ndonesia antara 8 hingga 1) per 100.000 penduduk =19F) ( 199)>E dan pernah !eningkat ta9a! saat ke9adian luar +iasa hingga ,) per 100.000 penduduk pada tahun 199F, sedangkan !ortalitas D5D %enderung !enurun hingga !en%apai 2G pada tahun 1999. 7 Di ndonesia, D5D perta!a kali di%urigai di Sura+aya pada tahun 198F, tetapi konfir!asi $irologis +aru diperoleh pada tahun 19C0. Di 'akarta, kasus perta!a dilaporkan pada tahun 1989. Ke!udian D5D +erturut?turut dilaporkan di 5andung =19C2>, :ogyakarta =19C2>. 3pide!i perta!a dilaporkan pada tahun 19C2 di Su!atera 5arat dan .a!pung, disusul oleh Riau, Sula@esi #tara, dan 5ali =19C,>. &ada tahun 19C7 epide!i dilaporkan di Kali!antan Selatan dan 0usa 2enggara 5arat. &ada tahun 199,, D5D telah !enye+ar ke seluruh propinsi di ndonesia. &ada saat ini, D5D sudah ende!is di +anyak kota?kota +esar, +ahkan se9ak tahun 19C) penyakit ini telah +er9angkit di daerah pedesaan. /or+iditas dan !ortalitas D5D yang dilaporkan +er+agai negara +er$ariasi dise+a+kan +e+erapa faktor, antara lain status u!ur penduduk, kepadatan $ektor, tingkat penye+aran $irus dengue, pre$alensi serotipe $irus dengue dan kondisi !eteorologis. , Se%ara keseluruhan, tidak terdapat per+edaan antara 9enis kela!in, tetapi ke!atian dite!ukan le+ih +anyak pada anak pere!puan daripada anak laki?laki. &ada a@al ter9adinya @a+ah di se+uah negara, pola distri+usi u!ur !e!perlihatkan proporsi kasus ter+anyak +erasal dari golongan anak +eru!ur H1) tahun =F8 ( 9)G>.1 Di ndonesia, pengaruh !usi! terhadap D5D tidak +egitu 9elas, na!un se%ara garis +esar 9u!lah kasus !eningkat antara Septe!+er ( "e+ruari dengan !en%apai pun%aknya pada +ulan 'anuari., &eningkatan kasus setiap tahunnya +erkaitan dengan sanitasi lingkungan dengan tersedianya te!pat perindukan +agi nya!uk +etina, yaitu +e9ana yang terisi air 9ernih =+ak 8

!andi, kaleng +ekas, dan te!pat pena!pungan air lainnya>. Daerah yang terserang D5D adalah @ilayah yang ada penduduknya karena antar ru!ah 9araknya +erdekatan, yang !e!ungkinkan penularan karena 9arak ter+ang Aedes aeg"pti +erkisar antara 70?100 !eter. Aedes aegypti +etina !e!punyai ke+iasaan !enggigit +erulang =multiple bitters>, yaitu !enggigit +e+erapa orang se%ara +ergantian dala! @aktu yang singkat. II$($ Pato)isiologi, Aolu!e &las!a "eno!ena patofisiologi uta!a yang !enentukan dera9at penyakit dan !e!+edakan antara DD dan D5D ialah peningkatan per!ea+ilitas dinding pe!+uluh darah, penurunan $olu!e plas!a, ter9adinya hipotensi, tro!+ositopenia, serta diatesis he!oragik. &ada kasus +erat, syok ter9adi se%ara akut, nilai he!atokrit !eningkat +ersa!aan dengan !enghilangnya plas!a !elalui endotel dinding pe!+uluh darah. /eningginya nilai he!atokrit pada kasus syok !eni!+ulkan dugaan +ah@a syok ter9adi se+agai aki+at ke+o%oran plas!a ke daerah ekstra $askular =ruang interstisial dan rongga serosa> !elalui kapiler yang rusak. 5ukti yang !endukung dugaan ini ialah !eningkatnya +erat +adan, dite!ukannya %airan yang terti!+un dala! rongga serosa, yaitu rongga peritoneu!, pleura, dan perikardiu! yang pada otopsi ternyata !ele+ihi %airan yang di+erikan !elalui infus dan terdapatnya ede!a. 2ro!+ositopenia 2ro!+ositopenia !erupakan kelainan he!atologis yang dite!ukan pada se+agian +esar kasus D5D. 0ilai tro!+osit !ulai !enurun pada !asa de!a! dan !en%apai nilai terendah pada !asa syok. 'u!lah tro!+osit se%ara %epat !eningkat pada !asa kon$alesens dan nilai nor!al +iasanya ter%apai C ( 10 hari se9ak per!ulaan sakit. 2ro!+ositopenia yang dihu+ungkan dengan !eningkatnya !egakariosit !uda dala! su!su! tulang dan pendeknya !asa hidup tro!+osit diduga aki+at !eningkatnya destruksi tro!+osit. Dengan !ekanis!e lain tro!+ositopenia ialah depresi fungsi !egakariosit. &enye+a+ peningkatan dekstruksi tro!+osit tidak diketahui, na!un +e+erapa faktor dapat !en9adi penye+a+ yaitu $irus dengue, ko!ponen aktif siste! ko!ple!en, kerusakan sel endotel, dan akti$asi siste! pe!+ekuan darah se%ara +ersa!aan atau se%ara terpisah. 2ro!+ositopenia dan gangguan fungsi tro!+osit dianggap se+agai penye+a+ uta!a ter9adinya perdarahan pada D5D. 2erdapat !ini!al satu tanda?tanda plas!a leakage =ke+o%oran plas!a> se+agai +erikut6 1. &eningkatan he!atokrit I20G di+andingkan standar sesuai dengan u!ur dan 9enis kela!in. 2. &enurunan he!atokrit I20G setelah !endapat terapi %airan, di+andingkan dengan nilai he!atokrit se+elu!nya. C

,. 2anda ke+o%oran plas!a seperti efusi pleura, asites atau hipoproteine!i. Siste! Koagulasi dan "i+rinolisis Kelainan siste! koagulasi 9uga +erperan dala! perdarahan D5D. /asa perdarahan !e!an9ang, !asa pe!+ekuan nor!al, !asa tro!+ositoplastin parsial yang terakti$asi !e!an9ang. 5e+erapa faktor pe!+ekuan !enurun, ter!asuk faktor /enurunnya kadar fi+rinogen dan faktor A , A A , A , J, dan fi+rinogen. &ada kasus D5D +erat ter9adi peningkatan fibrinogen degradation products ="D&>. tidak hanya diaki+atkan oleh konsu!si siste! koagulasi, tetapi 9uga oleh konsu!si siste! fi+rinolisis. Kelainan fi+rinolisis pada D5D di+uktikan dengan penurunan akti$itas K?2 plas!in inhi+itor dan penurunan akti$itas plas!inogen. Siste! Ko!ple!en &enelitian siste! ko!ple!en pada D5D !e!perlihatkan penurunan kadar C,, C, proakti$ator, C7, dan C), +aik pada kasus yang disertai syok !aupun tidak. &enurunan ini !eni!+ulkan perkiraan +ah@a pada dengue, akti$asi ko!ple!en ter9adi +aik !elalui 9alur klasik !aupun 9alur alternatif. Akti$asi ini !enghasilkan anafilaktosin C,a dan C)a yang !e!punyai ke!a!puan !ensti!ulasi sel !ast untuk !elepaskan hista!ine dan !erupakan !ediator kuat untuk !eni!+ulkan peningkatan per!ea+ilitas kapiler, pengurangan $olu!e plas!a, dan syok hipo$ole!ik. 5ukti?+ukti yang !endukung peran siste! ko!ple!en pada penderita D5D, ialah =1> dite!ukannya kadar hista!in yang !eningkat dala! urin 27 9a!, =2> adanya ko!pleks i!un yang +ersirkulasi =circulating immune comple#>, +aik pada D5D dera9at ringan !aupun +erat, =,> adanya korelasi antara kadar kuantitatif ko!pleks i!un dengan dera9at +erat penyakit. II$*$ Patogenesis, Setelah $irus dengue !asuk ke dala! darah, !aka se%ara %epat siste! i!unitas non spesifik kita yaitu interferon akan +ereaksi. nterferon adalah +agian dari sitokin. Sitokin adalah peptide yang dihasilkan oleh sel li!fosit, !akrofag, granulosit dan sel endotel. "ungsi interferon adalah !erangsang aktifitas sel Killer dan natural Killer untuk !e!fagosit $irus se%ara langsung. Sel Killer dan natural Killer 9uga ter!asuk sisti! i!unitas non spesifik. Sel Killer dan natural Killer se+enarnya adalah sel li!fosit yang +ukan sel li!fosit 5 atau li!fosit 2 dan +entuknya +ergranula +esar?+esar. *leh karena itu dise+ut 9uga large granular l"mphoc"t atau sel nol. Sel Killer 9uga !e!punyai ke!a!puan untuk !e!+unuh $irus yang telah +erada pada sel targetnya dengan !ekanis!e ADCC =antigen depending c"toto#i! cell>. "ungsi interferon lainnya adalah F

!enginduksi sel?sel di sekitar sel yang telah diinfeksi $irus untuk resisten terhadap $irus itu. Adapun i!unitas spesifik akan !e!+entuk anti+odi yang akan !elapisi $irus =ter+entuk antigen anti+odi ko!plek B ko!plek i!un> sehingga akan !udah difagosit oleh sel fagosit dala! hal ini teruta!a oleh !akrofag. Di lain pihak, ko!plek i!un itu akan !erangsang keluarnya ko!ple!en. Ko!ple!en inilah yang !erangsang !akrofag untuk +eraktifitas !e!fagosit. Ko!ple!en pun dapat !e!per+uruk keadaan indi$idu dengan keluarnya !isalnya ko!ple!en anafilaksin =CA, CA> yang !engaki+atkan per!ea+ilitas kapiler yang !eningkat. -al terse+ut dita!+ah dengan plasma leu!age =aki+at penghan%uran ko!plek i!un di sirkulasi akan !enye+a+kan ter9adinya syok pada seseorang. Airus yang +erhasil lepas dari sergapan interferon, sel natural killer, sel Killer, anti+odi dan fagositosis oleh !akrofag yang sehat =yang +elu! terinfeksi $irus dengue> akan !asuk ke sel target =!onosit, !akrofag, dan sel Kupfer>. Airus yang +erhasil !asuk dala! sel target ini pun akan dihan%urkan oleh sel %ytotoDi% =sel 2%> dan sel Killer seperti yang dikatakan di depan. :ang !enarik, $irus D5D hidup dala! sel target sehingga +anyak sel target yang !ati. Defek dari sel target dan 9u!lahnya yang !enurun akan !enye+a+kan ko!plek i!un !enye+ar ke seluruh tu+uh ter!asuk 9uga ke tro!+osit. Kehan%uran 9aringan, plasma leu!age dan tro!+ositopenia akan ter9adi. ni adalah dasar !engapa 2./ud@al !engatakan +ah@a dasar dari patogenesis dan patofisiologi dari D5D adalah hipersensiti$itas tipe . -anya orang?orang &asifik 5arat dan Asia 2enggara lah yang teruta!a terkena de!a! +erdarah dengue. Walaupun +ukan !ustahil dengan ke!a!puan $irus dengue untuk !engu+ah struktur genetiknya dan ter9adinya peru+ahan struktur genetik pada !anusia tertentu, D5D akan !enyerang dunia yang le+ih luas. tulah se+a+nya !engapa sekarang kita +anyak !en9u!pai orang?orang A!erika, 3ropa dan Australia terkena D5D, +ahkan hanya dengan satu kali gigitan sa9a =infeksi pri!erB g/ positif>. II$+$ ,ani)estasi Klinis De!a! D5D didahului oleh de!a! !endadak disertai ge9ala klinik yang tidak spesifik, seperti anoreksia, le!ah, nyeri punggung, tulang, sendi, dan kepala. Sakit kepala dapat !enyeluruh atau +erpusat pada daerah supra or+ital dan retro or+ital. 0yeri di +agian otot teruta!a dirasakan +ila otot perut ditekan. Sekitar !ata !ungkin dite!ukan pe!+engkakan, lakri!asi, fotofo+ia, otot? otot sekitar !ata terasa pegal. De!a! se+agai ge9ala uta!a terdapat pada se!ua kasus. .a!a de!a! se+elu! dira@at +erkisar antara 2 ( C hari. Alasan !engapa orang tua !e!+a@a anaknya +ero+at oleh karena kha@atir akan keadaan anak yang de!a!, !en9adi gelisah dan 9

tera+a dingin pada kaki dan tagan, ge9ala?ge9ala ini se+enarnya !en%er!inkan keadaan pre?syok, atau oleh karena de!a! dan !anifestasi perdarahan di kulit !en9adi nyata. /asa inku+asi $irus terdiri dari dua, yaitu !asa inku+asi ekstrinsik dan intrinsik. /asa inku+asi ekstrinsik, yaitu tenggang @aktu antara nya!uk !enghisap darah $ire!ik sa!pai !en9adi infektif atau siap !en9adi penular $irus kira?kira 10 hari. Sedangkan !asa inku+asi intrinsik atau tenggang @aktu antara !asuknya $irus dengue ke dala! tu+uh !anusia dengan ter9adinya penyakit +erkisar antara , (1) hari, rata?rata , ( F hari. 2 Siklus de!a! pada penderita D5D adalah seperti pelana kuda. Se9ak hari perta!a hingga ketiga, suhu +adan !eningkat ta9a! lalu yang dise+ut fase akut. Di hari kee!pat hingga keena!, penderita !e!asuki fase kritis. &ada @aktu fase ini pasien sudah tidak de!a!, akan tetapi !e!punyai risiko untuk ter9adi ren9atan 9ika tidak !endapat pengo+atan adekuat.7 /anifestasi &erdarahan #9i tourniLuet se+agai !anifestasi perdarahan kulit paling ringan dapat dinilai se+agai u9i presu!tif oleh karena u9i ini positif pada hari?hari perta!a de!a!. Di daerah ende!is D5D, u9i tourniLuet, !erupakan pe!eriksaan penun9ang presu!tif +agi diagnosis D5D apa+ila dilakukan pada yang !enderita de!a! le+ih dari 2 hari tanpa se+a+ yang 9elas. &e!eriksaan dilakukan dengan terle+ih dahulu !enetapkan tekanan darah anak. Selan9utnya di+erikan tekanan antara sistolik dan diastolik pada alat pengukur yang dipasang pada lengan di atas sikuE tekanan ini diusahakan !enetap sela!a per%o+aan. Setelah dilakukan tekanan sela!a ) !enit, perhatikan ti!+ulnya petekia di +agian $olar lengan +a@ah. #9i dinyatakan positif apa+ila pada satu in%hi persegi =2,F D 2,F %!> didapat le+ih dari 20 petekia =W-*,19C)>. &ada D5D, u9i tourniLuet pada u!u!nya !e!+erikan hasil positif. &e!eriksaan ini !e!+erikan hasil negatif atau positif le!ah sela!a !asa syok. Apa+ila pe!eriksaan diulangi setelah syok ditanggulangi, pada u!u!nya akan didapat hasil positif, +ahkan positif kuat. 3pistaksis dan perdarahan gusi le+ih 9arang dite!ukan, perdarahan saluran %erna ringan dapat dite!ukan pada fase de!a!. &e!+esaran -ati -ati yang !e!+esar pada u!u!nya dapat dira+a pada per!ulaan penyakit dan pe!+esaran hati ini tidak se9a9ar dengan +erat penyakitE nyeri tekan seringkali dite!ukan tanpa disertai ikterus. -ati pada anak +eru!ur 7 tahun danBatau le+ih dengan giMi +aik +iasanya tidak dapat dira+a. Ke@aspadaan perlu ditingkatkan apa+ila se!ula hati tidak tera+a ke!udian sela!a pera@atan !e!+esar danBatau pada saat !asuk ru!ah sakit hati sudah tera+a dan sela!a pera@atan !en9adi le+ih +esar dan kenyal, hal ini !erupakan tanda ter9adinya syok. 10

Syok /anifestasi syok pada anak terdiri atas6 1. Kulit pu%at, dingin, dan le!+a+, teruta!a pada u9ung 9ari kaki, tangan, dan hidung sedangkan kuku !en9adi +iru. -al ini dise+a+kan oleh sirkulasi yang insufisiensi yang !enye+a+kan peninggian akti$itas si!patikus se%ara refleD. 2. Anak yang se!ula re@el, %engeng, dan gelisah la!+at laun kesadarannya !enurun !en9adi apatis, sopor, dan ko!a. -al ini dise+a+kan kegagalan sirkulasi sere+ral. ,. &eru+ahan nadi, +aik frekuensi !aupun a!plitudonya. 0adi !en9adi %epat dan le!+ut sa!pai tidak tidak dira+a oleh karena kolaps sirkulasi. 7. 2ekanan nadi !enurun !en9adi 20 !!-g atau kurang. ). 2ekanan sistolik pada anak !enurun !en9adi F0 !!-g atau kurang. 8. *liguria sa!pai anuria karena !enurunnya perfusi darah yang !eliputi arteri renalis. &ada kira?kira sepertiga kasus D5D setelah de!a! +erlangsung +e+erapa hari, keadaan u!u! pasien ti+a?ti+a !e!+uruk. -al ini ter9adi pada saat atau setelah de!a! !enurun, yaitu di antara hari sakit ke , ( C. &asien seringkali !engeluh nyeri di daerah perut saat se+elu! syok ti!+ul. Syok yang ter9adi sela!a periode de!a!, +iasanya !e!punyai prognosis +uruk. 2atalaksana syok harus dilakukan se%ara tepat, oleh karena +ila tidak pasien dapat !asuk dala! syok +erat =profound shoc!>, tekanan darah tidak dapat diukur dan nadi tidak dapat dira+a. .a!a syok singkatE pasien dapat !eninggal dala! @aktu 12 ( 27 9a! atau !enye!+uh. 2atalaksana syok yang tidak adekuat akan !eni!+ulkan ko!plikasi asidosis !eta+olik, hipoksia, perdarahan gastrointestinal he+at dengan prognosis +uruk. Se+aliknya dengan pengo+atan tepat, =+egitu pula pada kasus syok +erat> !asa penye!+uhan %epat sekali ter9adi +ahkan seringkali tidak keliatan. &asien !enye!+uh dala! @aktu 2 ( , hari dan selera !akan yang !e!+aik !erupakan petun9uk prognosis +aik. 0yeri a+do!en seringkali !enon9ol pada anak +esar yang !enderita DSS. Dite!ukannya ge9ala ini pada kasus DSS !erupakan tanda +ahaya oleh karena ke!ungkinan +esar ter9adi perdarahan gastrointestinal. II$-$ Pemeriksaan Penun.ang Seseorang yang se+elu!nya tidak pernah terinfeksi fla$i$irus, 9uga yang tidak !endapat i!unisasi dengan $aksin fla$i$irus, !enun9ukkan respons anti+odi pri!er saat terinfeksi dengan $irus dengue. sotipe i!unoglo+ulin yang do!inan adalah g/. Selain dengan pe!eriksaan sel darah tepi, kita dapat !endeteksi $irus dengue dengan teknik serologis. 2eknik serologis yang paling u!u! digunakan adalah /AC?3. SA dan tes -. Anti?dengue g?/ yang dapat dideteksi oleh /AC?3. SA $%g& antibod"-capture en'"melin!ed immunosorbent assa"> ta!pak pada se+agian pasien dengan infeksi pri!er saat !ereka 11

!asih de!a!E pada se+agian lain g/ ini ta!pak dala! 2 ( , hari penurunan suhu tu+uh. &ada serangkaian pasien dengue =infeksi dipastikan dengan isolasi $irus atau serologi seru! +erpasangan>, F0G !enun9ukkan kadar anti+odi g/ yang dapat terdeteksi pada sakit hari keli!a, dan 99G pada hari kesepuluh. Sekali terdeteksi, kadar g/ !eningkat dengan %epat dan ta!pak !e!un%ak sekitar 2 !inggu setelah dideteksi sela!a 2 ( , +ulan. &ada infeksi pri!er, g4 !ulai terdeteksi hari ke?17, pada infeksi sekunder g4 !ulai terdeteksi pada hari ke?2. Keuntungan dari /AC?3. SA adalah +ah@a pe!eriksaan ini dapat digunakan tanpa !odifikasi untuk !endeteksi g/ anti?fla$i$irus pada %airan sere+rospinal. Karena g/ +iasanya tidak !ele@ati sa@ar darah?otak, pendeteksian g/ pada %airan sere+rospinal adalah te!uan diagnostik +er!akna. 2es inhibisi-hemaglutinasi = -> adalah pe!eriksaan yang sederhana, sensitif, dan dapat ulang serta !e!punyai keuntungan karena dapat !enggunakan reagen yang disiapkan se%ara lokal. Kerugiannya adalah +ah@a sa!pel harus !elalui pra?penanganan dahulu dengan aseton atau kaolin, untuk !enghilangkan inhi+itor non?spesifik he!aglutinasi, dan ke!udian diserap dengan sel?sel gender atau sel darah !erah !anusia golongan *, untuk !enghilangkan aglutinin non?spesifik. 2es - 9uga +iasanya gagal untuk !e!+edakan antara infeksi dengan fla$i$irus yang sangat +erkaitan, !isalnya antara $irus dengue dan ensefalitis 'epang, atau $irus dengue dan West 0ile. &e!eriksaan radiologis dilakukan dengan foto dada dan didapatkan efusi pleura, teruta!a pada he!itoraks kanan tetapi apa+ila ter9adi pere!+esan plas!a he+at, efusi pleura dapat di9u!pai pada kedua he!itoraks. &e!eriksaan foto rontgen dada se+aknya dilakukan dala! posisi lateral deku+itus kanan =pasien tidur pada sisi +adan se+elah kanan>. Asites dan efusi pleura dapat pula dideteksi dengan pe!eriksaan #S4. 3fusi pleura adalah suatu keadaan di!ana terdapatnya %airan pleura dala! 9u!lah yang +erle+ihan di dala! rongga pleura, yang dise+a+kan oleh ketidaksei!+angan antara pe!+entukan dan pengeluaran %airan pleura. Dala! keadaan nor!al, 9u!lah %airan dala! rongga pleura sekitar 10?200 !l $ Cairan pleura ko!posisinya sa!a dengan %airan plas!a, ke%uali pada %airan pleura !e!punyai kadar protein le+ih rendah yaitu H 1,) grBdl. II$/$ Diagnosis Ker.a /enurut W-* tahun 20111, terdapat e!pat sindro! klinis dengue yaitu6 1. (ilent Dengue atau )ndifferentiated Fever &ada +ayi, anak, dan de@asa yang terinfeksi $irus dengue untuk perta!a kali !ungkin akan +erke!+ang ge9ala yang tidak +isa di+edakan dari infeksi $irus lainnya. 5er%ak !a%ulopapular +iasanya !engiringi de!a!. 5iasanya 9uga !un%ul ge9ala saluran pernafasan atas dan ge9ala gastrointestinal. 12

2.

De!a! Dengue Klasik De!a! dengue atau dise+ut 9uga dengan de!a! dengue klasik le+ih sering pada anak yang

le+ih tua, re!a9a, dan de@asa. Se%ara u!u!, !anifestasi +erupa de!a! akut, terkadang de!a! +ifasik disertai dengan ge9ala nyeri kepala, !ialgia, atralgia, rash, leukopenia, dan tro!+ositopenia. Adakalanya, se%ara tidak +iasa !un%ul perdarahan gastrointestinal, hiper!enorea, dan epistaksis !asif. &ada daerah yang ende!is, insidensi 9arang !un%ul pada penduduk lokal. /asa inku+asi antara 7 ( 8 hari =+erkisar , ( 17 hari> disertai ge9ala konstitusional dan nyeri kepala, nyeri punggung, dan !alaise. A@al penyakit +iasanya !endadak dengan adanya trias yaitu de!a! tinggi, nyeri pada anggota +adan dan rua!Brash. Suhu tu+uh +iasanya !en%apai ,9oC sa!pai 70oC dan de!a! +ersifat +ifasik yang +erlangsung sekitar )?C hari. 2i!+ul ke!erahan atau +er%ak?+er%ak !erah yang terdapat di dada, a+do!en, lalu !enye+ar ke anggota gerak dan !uka. Rua! +ersifat !akulopapular yang !enghilang pada tekanan. Rua! ti!+ul pada 8 ( 12 9a! se+elu! suhu naik perta!a kali =hari sakit ke , ( )> dan +erlangsung , ( 7 hari. Anoreksia dan o+stipasi sering dilaporkan, di sa!ping itu perasaan tidak nya!an di daerah epigastriu! disertai nyeri kolik dan perut le!+ek sering dite!ukan. 4e9ala klinis lainnya !eliputi fotofo+ia, +erkeringat, dan +atuk. Kelen9ar li!fa ser$ikal dilaporkan !e!+esar pada 8C ( CCG kasus atau dikenal se+agai *astelani+s sign yang patogno!onik. Kelainan darah tepi de!a! dengue adalah leukopenia sela!a periode pra de!a! dan de!a!, nutrofilia relatif dan li!fopenia, disusul oleh neutropenia relatif dan li!fositosis pada periode pun%ak penyakit dan pada !asa kon$alesens. 3usinofil !enurun atau !enghilang pada per!ulaan dan pada pun%ak penyakit, hitung 9enis neutrofil +ergeser ke kiri sela!a periode de!a!, sel plas!a !eningkat pada periode !e!un%aknya penyakit dengan terdapatnya tro!+ositopenia. Darah tepi !en9adi nor!al ke!+ali dala! @aktu 1 !inggu. &ada daerah ende!is, tes torniLuet yang positif dan leukopenia =H ).000 %ellB!!,> dapat !e!+antu penegakan diagnosis dari infeksi dengue dengan angka prediksi C0 ( F0 G. ,. De!a! 5erdarah Dengue =Dengue Hemorrhagic Fever> De!a! +erdarah dengue le+ih sering !un%ul pada anak usia kurang dari 1) tahun pada daerah yang hiperende!is. De!a! +erdarah dengue +iasa ter9adi pada anak dengan infeksi sekunder $irus dengue yang !ana sudah pernah terinfeksi oleh $irus dengue D30?1 dan D30?,. nilah kriteria diagnostik D-" 6 De!a! atau ri@ayat de!a! akut, antara 2 ( C hari, +iasanya +ifasik. 1,

/anifestasi perdarahan, sekurang?kurangnya tes tourniLue =Ru!ple .eede>. /anifestasi perdarahan yang !ungkin ti!+ul, antara lain6 petekie, purpura, epistaksis, eki!osis, perdarahan gusi, he!ate!esis atau !elena.

&e!+esaran hati pada anak yang hatinya se!ula tidak dapat dira+a, peru+ahan hati yang !e!+esar dan !en9adi kenyal, !enun9ukkan ke arah DSS. Syok yang ditandai oleh nadi yang %epat dan le!ah, tekanan nadi kurang dari 20!!-g atau hipotensi dengan tekanan sistolik kurang dari F0 !!-g pada anak le+ih dari ) tahun, disertai adanya kulit yang dingin, siagnosis sekitar !ulut, gelisah, dan letargi. Syok dapat ter9adi tanpa perdarahan atau didahului perdarahan. Syok +iasanya ter9adi pada @aktu de!a! !enurun, yaitu antara hari ke?, sa!apai hari ke?C sakit.

&ada pe!eriksaan la+oratoriu!, dite!ukan tro!+osit di +a@ah 100000B!! , dite!ukan pada hari?, sa!pai hari ke?C sakit. 2erdapat he!okonsentrasi, di!ana terdapat peninggian he!atokrit =-t> se+anyak 20G atau le+ih. /eningkatnya he!atokrit ialah tanda penting adanya DSS. 5ila ada persangkaan akan ter9adi DSS, he!atokrit perlu diperiksa se%ara periodik. Kenaikan terus nilai he!atokrit ialah suatu tanda per!ulaan syok. Di daerah ende!ik de!a! +erdarah harus di%urigai pada anak dengan de!a! yang

!enun9ukkan u9i tournLuet positif, he!okonsentrasi, dan tro!+ositopeni. ni !ungkin disertai oleh syok dan pada +e+erapa keadaan oleh !anifestasi perdarahan. /un%ulnya efusi pleura dengan +ukti adanya dengue +aru adalah patogno!onis. /engingat dera9at +erat penyakit +eraneka raga!, !aka dera9at +erat penyakit +erdasarkan patokan untuk !enegakkan diagnosis D-", se%ara klinis dapat di+agi se+agai +erikut6 Dera9at Dera9at =ringan> 6 de!a! !endadak 2 ( C hari disertai ge9ala klinik lain, dengan =sedang> 6 golongan ini le+ih +erat daripada dera9at . oleh karena dite!ukan

!anifestasi perdarahan teringan, yaitu tes tourniLuet yang positif. perdarahan kulit dan !anifestasi perdarahan lain, yaitu epistaksis, perdarahan gusi, he!ate!esis, danBatau !elena. Dera9at =+erat> 6 penderita syok dengan ge9ala klinik yang telah di+ahas di atas.

Dera9at A 6 penderita syok +erat dengan tensi yang tidak dapat diukur dan nadi yang tidak dapat tera+a.

7.

Sindro! Syok Dengue B Dengue (hoc! ("ndrome =DSS> /anifestasi yang tidak laMi! !eli+atkan +er+agai organ !isalnya hepar, gin9al, otak, dan

9antung yang dikaitkan dengan infeksi dengue telah dilaporkan !eningkat pada +er+agai kasus 17

yang tidak !e!iliki +ukti ter9adinya plas!a leakage. /anifestasi terse+ut dikaitkan dengan syok yang +erkepan9angan. &ada DSS di9u!pai adanya !anifestasi kegagalan sirkulasi yaitu nadi le!ah %epat dan tekanan nadi !enurun =H20 !!-g>. ). ,#panded Dengue ("ndrome B/anifestasi #nusual /enurut Kalayanaroo9 dan 0i!!annitya tahun 2007 !engklasifikasikan !anifestasi unusual infeksi $irus dengue +erupa keterli+atan gangguan susunan saraf pusat =SS&>, gagal fungsi hati, gagal fungsi gin9al, fungsi pernapasan, fungsi 9antung, infeksi ganda dan kondisi yang !e!per+erat.

II$0$ Diagnosis Banding &ada a@al fase de!a!, diagnosis +anding untuk D-"BDSS !en%akup infeksi $irus, +akteri, dan parasit dengan spektu! yang luas. Ada +e+erapa penyakit yang dapat !en9adi diagnosis +anding dari D-"BDSS, yaitu6 A. De!a! 2ifoid De!a! tifoid dise+a+kan oleh (almonella t"phi $( t"phi), +asil gra! negatif, +erflagel, dan tidak +erspora. /asa inku+asi dapat +erlangsung C?21 hari, @alaupun pada u!u!nya adalah 10? 17 hari. &ada a@al penyakit keluhan dan ge9ala penyakit tidaklah khas, +erupa6 anoreksia, rasa !alas, sakit kepala +agian depan, nyeri otot, lidah kotor, gangguan perut =perut !eraga! dan sakit>, dan deliriu! =yaitu penurunan kesadaran disertai keka%auan !otorik dan siklus tidur +angun yang terganggu>. &asien ta!pak gaduh, gelisah, ka%au, disorientasi dan !eronta?ronta. Setelah !ele@ati !asa inku+asi 10?17 hari, ge9ala penyakit itu pada a@alnya sa!a dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti de!a! tinggi yang +erpan9angan yaitu setinggi ,9NC hingga 70NC, sakit kepala, pusing, pegal?pegal, anoreksia, !ual, !untah, +atuk, dengan nadi antara F0?100 kali per!enit. 0a!un, yang !enegakkan diagnosis uta!a !en9adi de!a! tifoid adalah pada akhir !inggu perta!a, diare le+ih sering ter9adi, hal ini karena !asuknya ku!an (almonella t"phi dan (almonella parat"phi kedala! tu+uh !anusia ter9adi !elalui !akanan yang terkonta!inasi ku!an.8 Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan u9ung !erah serta +ergetar atau tre!or. Rua! kulit =rash> u!u!nya ter9adi pada hari ketu9uh dan ter+atas pada a+do!en di salah satu sisi dan tidak !erata, +er%ak?+er%ak ros =roseola> +erlangsung ,?) hari, ke!udian hilang dengan se!purna.

1)

#9i serologi Widal adalah suatu !etode serologik yang !e!eriksa anti+odi aglutinasi terhadap antigen so!atik =*>, flagella =-> +anyak dipakai untuk !e!+uat diagnosis de!a! tifoid. Di ndonesia, penga!+ilan angka titer * aglutinin O 1B70 dengan !e!akai u9i Widal slide agglutination =prosedur pe!eriksaan !e!+utuhkan @aktu 7) !enit> !enunu9ukkan diagnosis de!a! ra!al positif 98G, artinya apa+ila hasil tes positif, 98G kasus +enar sakit de!a! tifoid, akan tetapi apa+ila hasilnya negatif, tidak !eningkirkan. 5anyak pendapat apa+ila titer * aglutinin sekali diperiksa O 1B200 atau pada titer sepasang ter9adi kenaikan 7 kali !aka diagnosis de!a! tifoid dapat ditegakkan., 5. .eptospirosis .eptospirosis adalah suatu penyakit Moonosis yang dise+a+kan oleh !ikroorganis!e -eptospira interogans. Ciri khas organis!e ini adalah +er+elit, tipis, fleksi+el, pan9angnya ) ( 1) P! dengan spiral yang sangat halus, le+arnya 0,1 ( 0,2 P!. /anusia dapat terinfeksi !elalui dengan kontak dengan .eptospira se%ara insidental. &ada u!u!nya diagnosis a@al leptospire!ia sulit karena ge9ala atau keluhannya !irip dengan D-" yaitu de!a! yang !un%ul !endadak, !ual, !untah, +rakikardi. 4e9ala khas6 ikterus, !eningitis, petekie !ukosa, u$eitis, dan sakit kepala di frontal. &ada hari ke?, dan ke?7 dapat di9u!pai kon9ungti$a suffusion dan fotofo+ia. 2erkadang di9u!pai spleno!egali, hepato!egali, serta li!fadenopati. &e!eriksaan darah rutin +isa di9u!pai leukositosis, nor!al atau sedikit !enurun disertai ga!+aran neutrofilia dan la9u endap darah yang tinggi. &ada urin di9u!pai proteinuria, leukosituria, dan torak =%ast>. Diagnosis pasti dengan isolasi leptospira dari %airan tu+uh dan serologi. C. De!a! Chikungunya De!a! %hikungunya !ungkin sulit di+edakan se%ara klinis dari D" dan kasus a@al atau D-" ringan. &enyakit ini perta!a kali dikenali saat ter9adi epide!i di Afrika 2i!ur tahun 19)2? 19),.C 0a!a %hikungunya +erasal dari +ahasa /akonde yang +erarti ;!e!+ungkuk< untuk !engga!+arkan postur tu+uh se+agai aki+at dari ge9ala artritis. F Airus ini ter!asuk keluarga 2oga$iridae, 4enus alpha$irus, dan ditularkan oleh nya!uk Aedes aegypti. 4e9alanya adalah de!a! tinggi, sakit perut, !ual, !untah, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta +intik?+intik !erah teruta!a di +adan dan tangan, !eski ge9alanya !irip dengan de!a! +erdarah dengue, pada %hikungunya tidak ada perdarahan he+at, ren9atan =syok> !aupun ke!atian. /asa inku+asinya dua sa!pai e!pat hari, se!entara !anifestasinya tiga sa!pai sepuluh hari. Airus ini tidak ada $aksin !aupun o+at khususnya, dan +isa hilang sendiri, na!un, rasa nyeri !asih tertinggal sela!a +erhari?hari sa!pai +er+ulan?+ulan. 18

&e!eriksaan diagnostik %hikungunya yang digunakan adalah .everse /ranscription 0ol"merase *hain .eaction =R2?&CR> dan serologi = g/ C- KA antibodies>. R2?&CR digunakan pada fase $ire!ia a@al =hari ke 0?C>, sedangkan serologi le+ih praktis digunakan. g/ terdeteksi rata?rata setelah hari ke?2 dan !enetap sa!pai +e+erapa !inggu hingga , +ulan. 9 0a!un sensiti$itas dan spesifitas pe!eriksaan ini +elu! diteliti se%ara 9elas, sehingga ke!ungkinan ter9adi false-positive !asih ada. -al ini ke!ungkinan ter9adi karena adanya reaksi silang dengan $irus lain seperti $irus dengue atau ar+o$irus lain seperti $irus oQnyong?nyong. II$0$ Penatalaksanaan &engo+atan D5D +ersifat suportif. 2atalaksana didasarkan atas adanya peru+ahan fisiologi +erupa pere!+esan plas!a dan perdarahan. &ere!+esan plas!a dapat !engaki+atkan syok, anoksia, dan ke!atian. Deteksi dini terhadap adanya pere!+esan plas!a dan penggantian %airan yang adekuat akan !en%egah ter9adinya syok, &ere!+esan plas!a +iasanya ter9adi pada saat peralihan dari fase de!a! =fase fe+ris> ke fase penurunan suhu =fase afe+ris> yang +iasanya ter9adi pada hari ketiga sa!pai keli!a. *leh karena itu pada periode kritis terse+ut diperlukan peningkatan ke@aspadaan. Adanya pere!+esan plas!a dan perdarahan dapat di@aspadai dengan penga@asan klinis danpe!antauan kadar he!atokrit dan 9u!lah tro!+osit. &e!ilihan 9enis %airan dan9u!lah yang akan di+erikan !erupakan kun%i ke+erhasilan pengo+atan. &e!+erian %airan plas!a, pengganti plas!a, tranfusi darah, dan o+at?o+at lain dilakukan atas indikasi yang tepat. %$ Demam Dengue &asien DD dapat +ero+at 9alan, tidak perlu dira@at. &ada fase de!a! pasien dian9urkan6 2irah +aring, sela!a !asih de!a!. *+at antipiretik atau ko!pres hangat di+erikan apa+ila diperlukan. #ntuk !enurunkan suhu !en9adi H,9RC, dian9urkan pe!+erian paraseta!ol.

AsetosalBsalisilat tidak dian9urkan =kontraindikasi> oleh karena dapat !eye+a+kan gastritis, perdarahan, atau asidosis. Dian9urkan pe!+erian %airan dan elektrolit per oral, 9us +uah, sirop, susu, di sa!ping air putih, dian9urkan paling sedikit di+erikan sela!a 2 hari. /onitor suhu, 9u!lah tro!+osit dan he!atokrit sa!pai fase kon$alesen. &ada pasien DD, saat suhu turun pada u!u!nya !erupakan tanda penye!+uhan. /eskipun de!ikian se!ua pasien harus dio+ser$asi terhadap ko!plikasi yang dapat ter9adi sela!a 2 hari 1C

setelah suhu turun. -al ini dise+a+kan oleh karena ke!ungkinan kita sulit !e!+edakan antara DD dan D5D pada fase de!a!. &er+edaan akan ta!pak 9elas saat suhu turun, yaitu pada DD akan ter9adi penye!+uhan sedangkan pada D5D terdapat tanda a@al kegagalan sirkulasi =syok>. Ko!plikasi perdarahan dapat ter9adi pada DD tanpa disertai ge9ala syok. *leh karena itu, orang tua atau pasien dinasehati +ila terasa nyeri perut he+at, +uang air +esar hita!, atau terdapat perdarahan kulit serta !ukosa seperti !i!isan, perdarahan gusi, apalagi +ila disertai +erkeringat dingin, hal terse+ut !erupakan tanda kega@atan, sehingga harus segera di+a@a segera ke ru!ah sakit. &ada pasien yang tidak !engala!i ko!plikasi setelah suhu turun 2 ? , hari, tidak perlu lagi dio+ser$asi. &$ Demam Berdarah Dengue &er+edaan patofisilogik uta!a antara DDBD5DBSSD dan penyakit lain adalah adanya peningkatan per!ea+ilitas kapiler yang !enye+a+kan pere!+esan plas!a dangangguan he!ostasis. 4a!+aran klinis D5DBSSD sangat khas yaitu de!a! tinggi !endadak, diastesis he!oragik, hepato!egali, dan kegagalan sirkulasi. /aka ke+erhasilan tatalaksana D5D terletak pada +agian !endeteksi se%ara dini fase kritis yaitu saat suhu turun =the time of defervescence> yang !erupakan fase a@al ter9adinya kegagalan sirkulasi, dengan !elakukan o+ser$asi klinis disertai pe!antauan pere!+esan plas!a dangangguan he!ostasis. &rognosis D5D terletak pada pengenalan a@al ter9adinya pere!+esan plas!a, yang dapat diketahui dari peningkatan kadar he!atokrit. "ase kritis pada u!u!nya !ulai ter9adi pada hari ketiga sakit. &enurunan 9u!lah tro!+osit sa!pai H100.000BSl atau kurang dari 1?2 tro!+ositBlp+ =rata?rata dihitung pada 10 lp+> ter9adi se+elu! peningkatan he!atokrit dan se+elu! ter9adi penurunan suhu. &eningkatan he!atokrit 20G atau le+ih !en%er!ikan pere!+esan plas!a dan!erupakan indikasi untuk pe!+erian %airan. .arutan gara! isotonik atau ringer laktat se+agai %airan a@al pengganti $olu!e plas!a dapat di+erikan sesuai dengan +erat ringan penyakit. &erhatian khusus pada kasus dengan peningkatan he!atokrit yang terus !enerus danpenurunan 9u!lah tro!+osit H)0.000BSl. Fase Demam 2atalaksana D5D fase de!a! tidak +er+eda dengan tatalaksana DD, +ersifat si!to!atik dansuportif yaitu pe!+erian %airan oral untuk !en%egah dehidrasi. Apa+ila %airan oral tidak dapat di+erikan oleh karena tidak !au !inu!, !untah atau nyeri perut yang +erle+ihan, !aka %airan intra$ena ru!atan perlu di+erikan. Antipiretik kadang?kadang diperlukan, tetapi perlu diperhatikan +ah@a antipiretik tidak dapat !engurangi la!a de!a! pada D5D. Steroid tidak 1F

!e!perpendek la!anya penyakit atau !e!per+aiki prognosis pada anak yang !endapat terapi pendukung =suportif> yang teliti.) Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat ti!+ul se+agai aki+at de!a! tinggi, anoreksia dan !untah. 'enis !inu!an yang dian9urkan adalah 9us +uah, air teh !anis, sirup, susu, serta larutan oralit. &asien perlu di+erikan !inu! )0 !lBkg55 dala! 7?8 9a! perta!a. Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi anak di+erikan %airan ru!atan F0?100 !lBkg 55 dala! 27 9a! +erikutnya. 5ayi yang !asih !inu! AS , tetap harus di+erikan disa!ping larutan oralit. 5ila ter9adi ke9ang de!a!, disa!ping antipiretik di+erikan antikon$ulsif sela!a de!a!. &asien harus dia@asi ketat terhadap ke9adian syok yang !ungkin ter9adi. &eriode kritis adalah @aktu transisi, yaitu saat suhu turun pada u!u!nya hari ke ,?) fase de!a!. &e!eriksaan kadar he!atokrit +erkala !erupakan pe!eriksaan la+oratoriu! yang ter+aik untuk penga@asan hasil pe!+erian %airan yaitu !engga!+arkan dera9at ke+o%oran plas!a dan pedo!an ke+utuhan %airan intra$ena. -e!okonsentrasi pada u!u!nya ter9adi se+elu! di9u!pai peru+ahan tekanan darah dan tekanan nadi. -e!atokrit harus diperiksa !ini!al satu kali se9ak hari sakit ketiga sa!pai suhu nor!al ke!+ali. 5ila sarana pe!eriksaan he!atokrit tidak tersedia, pe!eriksaan he!oglo+in dapat dipergunakan se+agai alternatif @alaupun tidak terlalu sensitif. Penggantian1olume Plasma Dasar patogenesis D5D adalah pere!+esan plas!a, yang ter9adi pada fase penurunan suhu =fase afe+ris, fase krisis, fase syok> !aka dasar pengo+atannya adalah penggantian $olu!e plas!a yang hilang. Walaupun de!ikian, penggantian %airan harus di+erikan dengan +i9aksana dan +erhati?hati. Ke+utuhan %airan a@al dihitung untuk 2?, 9a! perta!a, sedangkan pada kasus syok !ungkin le+ih sering =setiap ,0?80 !enit>. 2etesan dala! 27?2F 9a! +erikutnya harus selalu disesuaikan dengan tanda $ital, kadar he!atokrit, dan9u!lah $olu!e urin. &enggantian $olu!e %airan harus adekuat, se!ini!al !ungkin !en%ukupi ke+o%oran plas!a. Se%ara u!u! $olu!e yang di+utuhkan adalah 9u!lah %airan ru!atan dita!+ah )?FG. Cairan intra$ena diperlukan, apa+ila =1> terus !enerus !untah, tidak !au !inu!, de!a! tinggi sehingga tidak rnungkin di+erikan !inu! per oral, ditakutkan ter9adinya dehidrasi sehingga !e!per%epat ter9adinya syok. =2> 0ilai he!atokrit %enderung !eningkat pada pe!eriksaan +erkala. 'u!lah %airan yang di+erikan tergantung dari dera9at dehidrasi dan kehilangan elektrolit, dian9urkan %airan glukosa )G di dala! larutan 0aCl 0,7)G. 5ila terdapat asidosis, di+erikan natriu! +ikar+onat C,78G 1?2 !lBkg55 intra$ena +olus perlahan?lahan. Apa+ila terdapat he!okonsentrasi 20G atau le+ih !aka ko!posisi 9enis %airan yang di+erikan harus sa!a dengan plas!a. Aolu!e dan ko!posisi %airan yang diperlukan sesuai 19

%airan untuk dehidrasi pada diare ringan sa!pai sedang, yaitu %airan ru!atan T defisit 8G =) sa!pai FG>.
2a+el 7. Ke+utuhan Cairan &ada Dehidrasi Sedang = Defisit ) ( FG>

&asien harus dira@at dan segera dio+ati +ila di9u!pai tanda?tanda syok yaitu gelisah, letargiBle!ah, ekstri!itas dingin, +i+ir sianosis, oliguri, dan nadi le!ah, tekanan nadi !enye!pit =20!!-g atau kurang> atau hipotensi, dan peningkatan !endadak dari kadar he!atokrit atau kadar he!atokrit !eningkat terus?!enerus @alaupun telah di+eri %airan intra$ena. #enis 2airan .arutan kristaloid yang direko!endasi W-* adalah larutan ringer laktat =R.> atau dekstrosa )G dala! larutan ringer laktat =D)BR.>, ringer asetat =D)BRA>, )G dala! larutan ringer asetat =D)BRA>, 0aCl 0,9G atau dekstrosa )G dala! larutan gara! faali. Sedangkan larutan koloid adalah dekstran 70 dan plas!a darah. 2ransfusi darah segar atau suspensi atau tro!+osit dala! plas!a !ungkin diperlukan untuk !engendalikan perdarahanE transfusi ini tidak +oleh di+erikan sela!a he!okonsentrasi tetapi hanya sesudah e$aluasi harga he!oglo+in atau he!atokrit.) ($ Sindrom S3ok Dengue Syok !erupakan keadaan kega@atan. Cairan pengganti adalah pengo+atan yang uta!a yang +erguna untuk !e!per+aiki kekurangan $olu!e plas!a. &asien anak akan %epat !engala!i syek danse!+uh ke!+ali +ila dio+ati segera dala! 7F 9a!. &ada penderita SSD dengan tensi tak terukur dan tekanan nadi H20 !! -g segera +erikan %airan kristaloid se+anyak 20 !lBkg 55B9a! seia!a ,0 !enit, +ila syok teratasi turunkan !en9adi 10 !lBkg55. Penggantian 1olume Plasma Segera &engo+atan a@al %airan intra$ena larutan ringer laktat I20 !lBkg55. 2etesan di+erikan se%epat !ungkin !aksi!al ,0 !enit. &ada anak dengan +erat +adan le+ih, di+eri %airan sesuai +erat 55 ideal dan u!ur 10 !!Bkg55B9a!, +ila tidak ada per+aikan pe!+erian %airan kristoloid dita!+ah %airan koloid. Apa+ila syok +elu! dapat teratasi setelah 80 !enit +eri %airan kristaloid dengan tetesan 10 !lBkg55B9a! +ila tidak ada per+aikan stop pe!+erian kristaloid dan+eri %airan koloid =dekstran 70 atau plas!a> 10 !lBkg55B9a!. &ada u!u!nya pe!+erian koloid tidak !ele+ihi ,0 !lBkg55. /aksi!al pe!+erian koloid 1)00 !lBhari, se+aiknya tidak di+erikan pada saat perdarahan. Setelah pe!+erian %airan resusitasi kristaloid dan koloid syok !asih !enetap 20

sedangkan kadar he!atokrit turun, diduga sudah ter9adi perdarahanE !aka dian9urkan pe!+erian transfusi darah segar. Apa+ila kadar he!atokrit tetap I tinggi, !aka +erikan darah dala! $olu!e ke%il =10 !lBkg55B9a!> dapat diulang sa!pai ,0 !lBkg55B279a!. Setelah keadaan klinis !e!+aik, tetesan infus dikurangi +ertahap sesuai keadaan klinis dankadar he!atokrit. Pemeriksaan ematokrit untuk ,emantau Penggantian 1olume Plasma

&e!+erian %airan harus tetap di+erikan @alaupun tanda $ital telah !e!+aik dan kadar he!atokrit turun. 2etesan %airan segera diturunkan !en9adi 10 !lBkg 55B9a! dan ke!udian disesuaikan tergantung dari kehilangan plas!a yang ter9adi sela!a 27?7F 9a!. &e!asangan CA& yang ada kadangkala pada pasien SSD +erat, saat ini tidak dian9urkan lagi. Cairan intra$ena dapat dihentikan apa+ila he!atokrit telah turun, di+andingkan nilai -t se+elu!nya. 'u!lah urinB!lBkg 55B9a! atau le+ih !erupakan indikasi +ah@a keadaaan sirkulasi !e!+aik. &ada u!u!nya, %airan tidak perlu di+erikan lagi setelah 7F 9a! syok teratasi. Apa+ila %airan tetap di+erikan dengan 9u!lah yang +erle+ih pada saat ter9adi rea+sorpsi plas!a dari ekstra$askular =ditandai dengan penurunan kadar he!atokrit setelah pe!+erian %airan ru!atan>, !aka akan !enye+a+kan hiper$ole!ia dengan aki+at ede!a paru dangagal 9antung. &enurunan he!atokrit pada saat rea+sor+si plas!a ini 9angan dianggap se+agai tanda perdarahan, tetapi dise+a+kan oleh he!odilusi. 0adi yang kuat, tekanan darah nor!al, diuresis %ukup, tanda $ital +aik, !erupakan tanda ter9adinya fase rea+sor+si. Koreksi Gangguan ,etabolik dan Elektrolit -iponatre!ia dan asidosis !eta+olik sering !enyertai pasien D5DBSSD, !aka analisis gas darah dan kadar elektrolit harus selalu diperiksa pada D5D +erat. Apa+ila asidosis tidak dikoreksi, akan !e!a%u ter9adinya K D, sehingga tatalaksana pasien !en9adi le+ih ko!pleks. &ada u!u!nya, apa+ila penggantian %airan plas!a di+erikan se%epatnya dan dilakukan koreksi asidosis dengan natriu! +ikar+onat, !aka perdarahan se+agai aki+at K D, tidak akan te9adi sehingga heparin tidak diperlukan. Pemberian 4ksigen 2erapi oksigen 2 liter per !enit harus selalu di+erikan pada se!ua pasien syok. Dian9urkan pe!+erian oksigen dengan !e!pergunakan !asker, tetapi harus diingat pula pada anak seringkali !en9adi !akin gelisah apa+ila dipasang !asker oksigen. Trans)usi Darah 21

&e!eriksaan golongan darah %ross?!at%hing harus dilakukan pada setiap pasien syok, teruta!a pada syok yang +erkepan9angan =prolonged shoc!>. &e!+erian transfusi darah di+erikan pada keadaan !anifestasi perdarahan yang nyata. Kadangkala sulit untuk !engetahui perdarahan interna =internal haemorrhage> apa+ila disertai he!okonsentrasi. &enurunan he!atokrit =!isalnya dari )0G !en9adi 70G> tanpa per+aikan klinis @alaupun telah di+erikan %airan yang !en%ukupi, !erupakan tanda adanya perdarahan. &e!+erian darah segar di!aksudkan untuk !engatasi pendarahan karena %ukup !engandung plas!a, sel darah !erah dan faktor pe!+esar tro!+osit. &las!a segar dan atau suspensi tro!+osit +erguna untuk pasien dengan K D dan perdarahan !asif. K D +iasanya ter9adi pada syok +erat dan !enye+a+kan perdarahan !asif sehingga dapat !eni!+ulkan ke!atian. &e!eriksaan he!atologi seperti @aktu tro!+oplastin parsial, @aktu proto!+in, dan fibrinogen degradation products harus diperiksa pada pasien syok untuk !endeteksi ter9adinya dan +erat ringannya K D. &e!eriksaan he!atologis terse+ut 9uga !enentukan prognosis. ,onitoring 2anda $ital dan kadar he!atokrit harus di!onitor dan die$aluasi se%ara teratur untuk !enilai hasil pengo+atan. -al?hal yang harus diperhatikan pada !onitoring adalah6 U U U U 0adi, tekanan darah, respirasi, dan te!peratur harus di%atat setiap 1)?,0 !enit atau le+ih sering, sa!pai syok dapat teratasi. Kadar he!atokrit harus diperiksa tiap 7?8 9a! sekali sa!pai keadaan klinis pasien sta+il. Setiap pasien harus !e!punyai for!ulir pe!antauan, !engenai 9enis %airan, 9u!lah, dan tetesan, untuk !enentukan apakah %airan yang di+erikan sudah !en%ukupi. 'u!lah dan frekuensi diuresis. &ada pengo+atan syok, kita harus yakin +enar +ah@a penggantian $olu!e intra$askuler telah +enar?+enar terpenuhi dengan +aik. Apa+ila diuresis +elu! %ukup 1 !lBkgB55, sedang 9u!lah %airan sudah !ele+ihi ke+utuhan diperkuat dengan tanda o$erload antara lain ede!a, pernapasan !eningkat, !aka selan9utnya furose!id 1 !gBkg55 dapat di+erikan. &e!antauan 9u!lah diuresis, kadar ureu! dan kreatinin tetap harus dilakukan. 2etapi, apa+ila diuresis tetap +elu! !en%ukupi, pada u!u!nya syok +elu! dapat terkoreksi dengan +aik, !aka pe!+erian dopa!in perlu diperti!+angkan. /engingat pada saat a@al pasien datang, kita +elu! selalu dapat !enentukan diagnosis DDBD5D dengan tepat, !aka se+agai pedo!an tatalaksana a@al adalah se+agai +erikut. II$5$ Pen6egahan &rinsip yang tepat dala! pen%egahan D5D ialah se+agai +erikut 6 22

a. /e!anfaatkan peru+ahan keadaan nya!uk aki+at pengaruh ala!iah dengan !elaksanakan pe!+erantasan $ektor pada saat sedikit terdapatnya kasus D5D. +. /e!utuskan lingkaran penularan dengan !enahan kepadatan $ektor pada tingkat sangat rendah untuk !e!+erikan kese!patan penderita $ire!ia se!+uh se%ara spontan. %. /engusahakan pe!+erantasan $ektor di pusat daerah penye+aran yaitu di sekolah, ru!ah sakit ter!asuk pula daerah penyangga sekitarnya. d. /engusahakan pe!+erantasan $ektor di se!ua daerah +erpotensi penularan tinggi. II$%7$ Kom'likasi Disseminated %ntravascular *oagulation Disseminated %ntravascular *oagulation adalah suatu keadaan hiperkoagula+ilitas darah yang dise+a+kan oleh +er!a%a! penyakit atau keadaan, di!ana pada suatu saat darah !erah +ergu!pal di dala! kapiler di seluruh tu+uh, !enye+a+kan penyu!+atan pada pe!+uluh darah ke%il dan +erkurangnya faktor pe!+ekuan yang diperlukan untuk !engendalikan perdarahan. -al ini !engaki+atkan se+agian +esar +ahan?+ahan koagulasi, seperti tro!+osit, fi+rinogen dan faktor pe!+ekuan = ( J > dipergunakan dala! proses penggu!palan terse+ut, keadaan ini dise+ut consumption coagulapath" atau defibrinol"sis s"ndrome. Se%ara klinis, D C seringkali !enyertai proses penyakit siste!ik yang +erat tanda?tanda perdarahan sering ter9adi pada +ekas tukusan 9aru! yang ditusukkan ke dala! pe!+uluh darah atau sayatan pe!+edahan. Di kulit dapat dite!ukan tanda petekia dan eki!osis. 0ekrosis 9aringan dapat ter9adi pada +anyak organ dan terlihat tanda infark yang luas di kulit, di 9aringan su+ kutan atau gin9al. Ane!ia dise+a+kan karena he!olisis yang ter9adi se%ara %epat sehingga ter@@u9ud se+agai !ikroangiopati he!olitik ane!i. &ene!uan pe!eriksaan la+oratoriu! tidak dapat ditentukan se%ara nyata yang sesuai dengan alur ke9adiannya. "aktor koagulasi 6 A 6 A fi+rinogen dan tro!+osit dikonsu!si terus seiring dengan ke9adian proses pe!+ekuan di dala! pe!+uluh darah. -al ini ditandai dengan perpan9angan @aktu protro!+in, tro!+oplastin parsial dan tro!+in. -itung sel tro!+osit !enun9ukkan penurunan yang ta9a!. &e!eriksaan hapusan darah +isa ta!pak sel darah !erah terpe%ah?pe%ah, sel darah !erah yang !engkerut dan sel darah !erah yang +entuknya tidak teratur. Selan9utnya !un%ulnya peningkatan "D& =Fibrinogen Degradation 0roduct> se+agai aki+at akti$asi !ekanis!e fi+rinolitik. &e!eriksaan D?Di!er sa!a sensitif atau le+ih spesifik daripada pe!eriksaan "D&. D?Di!er di+entuk dari fi+rinolisis ikatan !elintang pada setiap +ekuan fi+rin. Pengobatan 2,

:ang penting !engatasi proses yang !e!a%u ter9adinya D C, antara lain6 infeksi, syok, asidosis dan hipoksia. 'ika hasil pe!eriksaan darah !enun9ukkan kekurangan ko!ponen darah dan faktor?faktor pe!+ekuan darah, !aka untuk !engatasi !asalah ini penderita diinfus dengan ko!ponen tro!+osit apa+ila penderita !enun9ukkan ge9ala tro!+ositopenis +eratE di+erikan %ryopre%ipitat apa+ila penderita !enun9ukkan hipofi+rinogene!ia dan atau fresh froMen plas!a untuk !engganti faktor?faktor koagulasi dan inhi+itor natural yang lain. &ada +e+erapa penderita pengo+atan pri!er pada penyakitnya tidak !e!adai atau tidak tuntas atau pengo+atan pengganti tidak efektif untuk !en%egah perdarahanE apa+ila hal ini ter9adi. D C dapat dio+ati dengan heparin untuk !en%egah konsu!si faktor koagulasi yang +erlan9ut. Se9ak pe!akaian heparin pada penderita yang !engidap kekurangan faktor pe!+ekuan dan tro!+osit dapat !enye+a+kan perdarahan he+at, !aka untuk !engatasi !asalah ini pe!+erian heparin +iasanya di!ulai +ersa!a?sa!a dengan faktor pe!+ekuan dan tro!+osit. -eparin +iasanya dipakai +erkelan9utan, dia@ali dengan dosis rendah )?10 BkgB9a!. Se9ak kadar anti koagulasi !en9adi rendah se+agai aki+at dikonsu!si pengo+atan dengan A2 !e!ungkinkan dapat !enolong dan akan !e!punyai efek potenasi anti tro!+otik dari heparin. .a!a dan efekti$itas pengo+atan heparin dapat ditentukan dengan pe!eriksaan se%ara seri 9u!lah tro!+osit, kadar fi+rinogen dan D?Di!er. &er%o+aan a@al pengo+atan dengan protein?C konsentrat pada penderita D C ta!paknya !e!+erikan harapan teruta!a untuk purpura fulminan. &engala!an ini pernah di+erikan kepada seorang anak dengan D C yang ada hu+ungannya dengan purpura fulminan dan prom"elositi! leu!emia. &e!+erian heparin terus !enerus dengan dosis 10?1) BkgB9a! tanpa loading dose pernah di+erikan pada penderita progranulositi! leu!emia. -eparin tidak diindikasikan dan tidak efektif pada penderita septic s"o!, digigit ular +era%un, heatstroke, luka kepala yang luas, reaksi transfusi darah yang tidak 9elas dite!ukan tanda tro!+osis $askuler. 3nsefalopati Dengue &ada enselopati %enderung ter9adi ede!a otak dan alkalosis, !aka +ila syok telah teratasi, selan9utnya %airan diganti dengan %airan yang tidak !engandung -C* , dan 9u!lah %airan harus segera dikurangi. .arutan laktat ringer dekstrosa segera ditukar dengan larutan 0aCl =0.9G> 6 glukosa =)G> V ,61. #ntuk !engurangi ede!a otak di+erikan kortikosteroid, tetapi +ila terdapat perdarahan saluran %erna se+aiknya kortikosteroid tidak di+erikan. 5ila terdapat disfungsi hati, !aka di+erikan $ita!in K intra$ena ,?10 !g sela!a , hari, kadar gula darah diusahakan I80 !g, !en%egah ter9adinya peningkatan tekanan intrakranial dengan !engurangi 9u!lah %airan =+ila perlu di+erikan diuretik>, koreksi asidosis dan elektrolit. &era@atan 9alan nafas dengan 27

pe!+erian oksigen yang adekuat. #ntuk !engurangi produksi a!oniak dapat di+erikan neo!isisn dan laktulosa. &ada D5D enselopati !udah ter9adi infeksi +akteri sekunder, !aka untuk !en%egah dapat di+erikan anti+iotik profilaksis =ko!+inasi a!pisilin 100 !gBkg55Bhari T klora!fenikol C) !gBkg55Bhari>. Apa+ila o+at?o+at terse+ut sudah !enun9ukkan tanda resistan, !aka o+at ini dapat diganti dengan o+at?o+at yang !asih sensiti$e dengan ku!an?ku!an infeksi sekunder, seperti %efotaDi!e, %efritriaDsone, a!fisilinT%la$ulanat, a!oDillineT%la$ulanat, dan kadang?kadang dapat diko!+inasikan dengan a!inoglikosida. #sahakan tidak !e!+erikan o+at? o+at yang tidak diperlukan =!isalnya6 antasid, anti !untah> untuk !engurangi +e+an detoksifikasi o+at dala! hati. 2ransfusi darah segar atau ko!ponen dapat di+erikan atas indikasi yang tepat. 5ila perlu dilakukan transfusi tukar. &ada !asa penye!+uhan dapat di+erikan asa! a!ino rantai pendek. II$%%$ Prognosis &asien DD dapat +ero+at 9alan sedangkan pasien D5D dira@at di ruang pera@atan +iasa. 5ila tidak disertai ren9atan dala! 27 ( ,8 9a!, +iasanya prognosis akan !en9adi +aik. &asien dapat dipulang apa+ila !e!enuhi se!ua keadaan se+agai +erikut6 ta!pak per+aikan se%ara klinis, tidak de!a! selain 27 9a! tanpa antipiretik, tidak di9u!pai distres pernafasan =dise+a+kan oleh efusi pleura atau asidosis>, he!atokrit sta+il, 9u!lah tro!+osit %enderung naik I )0.000Bpl, tiga hari setelah syok teratasi, dan nafsu !akan !e!+aik. , Kalau le+ih dari ,8 9a! +elu! ada tanda per+aikan, ke!ungkinan se!+uh ke%il dan prognosisnya !en9adi +uruk. &enye+a+ ke!atian de!a! +erdarah dengue %ukup tinggi yaitu 71,) G. penderita dengan syok, tetapi dengan pera@atan intensif yang %ukup ke!atian akan kurang dari 2G. ) Se%ara keseluruhan tidak terdapat per+edaan antara 9enis kela!in penderita de!a! +erdarah dengue, tetapi ke!atian le+ih +anyak dite!ukan pada anak pere!puan daripada laki ( laki. Ketahanan hidup se%ara langsung terkait dengan !ana9e!en a@al dan intensif.

2)

BAB III KESI,P!"AN &enye+a+ D5D =De!a! 5erdarah Dengue> atau D-" =Dengue Haemorrhagic Fever) adalah $irus dengue yang ter!asuk dala! genus "la$i$irus, keluarga "la$i$iridae. Dikenal 7 serotipe dengue yaitu D30?1, D30?2, D30?,, D30?7. Setiap serotipe +isa !eni!+ulkan ge9ala dan yang paling +erat adalah tipe ,. Airus dengue dapat ditularkan oleh nya!uk Aedes aegypti dan nya!uk Aedes al+opi%tus, yang !erupakan dua spesies paling penting karena luasnya distri+usi nya!uk dan efesiensinya se+agai $ektor. Airus dengue !asuk ke dala! tu+uh dan infeksi perta!a kali !ungkin !e!+eri ge9ala se+agai de!a! dengue. 5erdasarkan hipotesis yang dise+ut the secondar" heterologous infection atau the se1uential infection h"pothesis, !enyatakan +ah@a D-" dapat ter9adi +ila seseorang telah terinfeksi dengue perta!a kali, !endapat infeksi +erulang $irus dengue lainnya. Re?infeksi ini akan !enye+a+kan suatu reaksi ana!nestik anti+odi, sehingga !eni!+ulkan konsentrasi ko!pleks antigen-antibodi =ko!pleks $irus anti+odi> yang tinggi. #ntuk !enegakkan diagnosis !en9adi D5D, harus !e!perhatikan ge9ala klinis yang khas pada D5D, antara lain6 siklus de!a! seperti pelana kuda, di!ana hari perta!a hingga ketiga, suhu +adan !eningkat ta9a! yang dise+ut fase akut, lalu di hari kee!pat hingga keena!, penderita !e!asuki fase kritis. &ada pe!eriksaan fisik dite!ukan ge9ala perdarahan !ulai pada hari ke?, atau ke?) +erupa petekia, purpura, eki!osis, he!ate!esis, epistaksis !eski tidak +anyak 9u!lahnya. 'uga kadang ter9adi syok yang +iasanya di9u!pai pada saat de!a! telah !enurun antara hari ke?, dan ke?C dengan tanda 6 anak !en9adi !akin le!ah, u9ung 9ari, telinga, hidung tera+a dingin dan le!+a+, denyut nadi terasa %epat, ke%il dan tekanan darah !enurun dengan tekanan sistolik F0 !!-g atau kurang. &e!eriksaan penun9ang yang dilakukan adalah dengan pe!eriksaan la+oratoriu! dan radiologis. #!u!ya terdapat peningkatan he!atokrit le+ih dari 20G, tro!+ositopenia, dan leukopenia. &e!eriksaan radiologis dilakukan dengan foto dada dan didapatkan efusi pleura, teruta!a pada he!itoraks kanan tetapi apa+ila ter9adi pere!+esan plas!a he+at, efusi pleura dapat di9u!pai pada kedua he!itoraks. 28

#ntuk !endapatkan tatalaksana D5D le+ih efektif, !aka pasien D5D seharusnya dira@at di ruang ra@at khusus, yang dilengkapi dengan pera@atan untuk kega@atan. &engo+atan D5D +ersifat suportif, yaitu !engatasi kehilangan %airan plas!a se+agai aki+at peningkatan per!ea+ilitas kapiler dan se+agai aki+at perdarahan. &era@atan sangat hati?hati harus dilakukan untuk !en%egah ko!plikasi iatrogenik dala! pengo+atan D-"BDSS.

DAFTAR P!STAKA 1. 0el@an R--. Airus dengue. Dala!6 29okronegoro A, #ta!a -. 0askah lengkap foru! diskusi il!iah il!u penyakit dala! . 'akarta 6 5agian &enyakit Dala! "K # E 19FC. h. 99 ( 10,. 2. S9ahrura%h!an A. "la$i$iridae. Dala! 6 Staf &enga9ar "K # . 5uku a9ar !ikro+iologi kedokteran. 'akarta 6 5inarupa AksaraE 199,. h. ,81 ( C,. ,. 5uku a9ar infeksi W pediatri tropis. 'akarta 6 DA E 200F. h. 1)) ( F1. 7. Suhendro, 0ainggolan ., Chen K, &ohan -2. De!a! +erdarah dengue. Dala!6 Sudoyo AW, Setiyohadi 5, Al@i , Si!adi+rata /, Setiati S. 5uku a9ar il!u penyakit dala!. 3disi ke?). 'akarta 6 nterna&u+lishingE 2009. h. 2CC, ( 9. ). -alstead S. Ar+o$irus. Dala! 6 0elson W3, 5ehr!an R3, Klieg!an R, Ar$in A/. 0elson6 il!u kesehatan anak. 3disi ke?1). 'akarta 6 34CE 2000. h. 11,7 ( ). 8. Widodo D. De!a! tifoid. Dala!6 Sudoyo AW, Setiyohadi 5, Al@i , Si!adi+rata /, Setiati S. 5uku a9ar il!u penyakit dala!. 3disi ke?). 'akarta 6 nterna&u+lishingE 2009. h. 2C9C ( F. C. S%h@arts *, Al+ert /.. 5iology and pathogenesis of %hikungunya $irus. 0ature Re$ie@s /i%ro+iology 2010EFE791?)00. F. Chha+ra /, /ittal A, 5hatta%harya D, Rana #AS, .al S. Chikungunya fe$er6 a ree!erging $iral infe%tion. ndian 'ournal of /edi%al /i%ro+iology 200FE28=1>6)?12. 9. &ialouD 4, 4auMere 5A, 'auregui+erry S, Stro+el /. Chikungunya, an epide!i% ar+o$irus. .an%et nfe%t Dis 200CEC6,19?2C. 10. Satari - , /eiliasari /. De!a! +erdarah 6 pera@atan di ru!ah W ru!ah sakit T !enu. 'akarta 6 &uspa S@araE 2007. 11. Suhar!iati , -andayani .. 2ana!an o+at dan ra!uan tradisional untuk !engatasi de!a! +erdarah dengue. 'akarta 6 Agro!edia &ustakaE 200C.

2C