Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK MODULASI PADA KOMUNIKASI DATA Proses penumpangan signal analog atau Digital pad Signal Pembawa yang

berupa Analog atau Digital disebut Modulasi. Ada 4 jenis Modulasi yaitu : * Signal Analog dibawa oleh carrier Signal Analog * Signal Digital dibawa oleh carrier Signal Analog * Signal Analog dibawa oleh carrier Signal Digital * Signal Digital dibawa oleh carrier Signal Digital

Dimana: A = Amplitudo T = waktu

A 2

PWM (Pulse Width Modulation) PPM (Pulse Posision Modulation) PCM (Pulse Code Modulation) Delta Modulation (Pengembangan dari PCM) 3. Untuk Carrier berupa Signal Analog membawa signal Digital (Modulasi Digital). A. AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK) -Teknik modulasi ini disebut juga sebagai ON-OFF KEYING (OOK) -ASK mudah terganggu oleh noise. -Bit 0 dan 1 diwakilkan dengan membedakan ketinggian amplitudo -Contohnya bit 0 tegangannya di wakilkan dengan 15 V dan bit 1 akan diwakilkan dengan 8 V. Contoh bit yang dikirimkan adalah 011000110000 maka gambar dari ASKnya adalah:

fasa / sudut panjang gelombang


1.Untuk Carrier berupa Signal Analog pembawa signal Analog A. MODULASI AMPLITUDO (AM) Modulasi Ampitudo didefiniskan sebagai: Perubahan Amplituda gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga perubahannya sesuai dengan perubahan amplitudo data/informasi analog yang dibawa. Kerugian AM adalah : Mudah terganggu dedngan Noise Bandwidth sempit Keuntungan AM adalah : Mempunyai jangkauan yang jauh. Mudah membuatnya. B. MODULASI FREKUENSI (FM) Modulasi frekuensi didefinisikan sebagai : Perubahan Frekuensi gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga perubahannya sesuai dengan perubahan amplitudo data/informasi analog yang dibawanya. Keuntungan FM adalah : Informasi/data yang dibawa tidak mudah terganggu Daya transmisi tidak besar Kelemahan FM Memerlukan Bandwidth yang lebar Rangkaian dan maintenance tidak semudah AM C. MODULASI SUDUT/ FASA Modulasi Sudut atau Fasa didefinisikan sebagai: Perubahan Sudut Phasa gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga perubahannya sesuai dengan perubahan amplitudo data/ informasi analog yang dibawanya. 2. Untuk Carrier berupa Signal Digital membawa signal Analog. Konsep ini dikenal sebagai Transmisi Digital. Modulasi ini biasa dikenal sebagai Modulasi Pulsa. Jenis Modulasi ini adalah : PAM (Pulse Amplitudo Modulation) B. Frequency shift keying (FSK) Bit 0 dan 1 diwakilkan dengan membedakan jumlah frekuensi pada satuan waktu yang sama Contohnya bit 0 akan menggunakan frekuensi sebanyak 150Hz, dan bit 1 akan menggunakan frekuensi sebanyak 225 Hz. Contoh bit data yang dikirimkan adalah 0110001 maka gambar FSKnya adalah

C. Phase Shift Keying (PSK) Perubahan fase menandakan perubahan bit. Contohnya, jika bit 0 bermula dengan fasa 0o, bit seterusnya akan terus diwakilkan oleh fasa 0o jika bit seterusnya adalah 0 jika bit seterusnya adalah 1, maka perubahan fasa sebanyak 180o digunakan. Contoh jika bit data yang dikirimkan 011000110000 (denganmenganggap bit sebelumnya adalah bit 0 dengan fasa 0o)

D. Diffrensial Phase Shift Keying (DPSK) Bit 0 diwakilkan dengan tiada perubahan fasa daripada sebelumnya. Setiap kali bit 1 hendak diwakilkan, perubahan fasa sebanyak 180o akan dilakukan. Contoh Data bit yang akan di transmisikan adalah 011000110000 maka gambar dengan DPSK adalah:

1. 2.

3. 4.

5. Analog diukur dalam Hertz, digital diukur dalam baud Formula Nyquist kelajuan maksimum satu-satu saluran penghantaran adalah dua kali lebar jalurnya B = 2W B = kelajuan dalam baud W = lebar jalur dalam hz BPS vs. Baud 1. BPS = bilangan bit pada satu saat 2. Baud = jumlah bilangan perubahan isyarat pada satu saat 3. Setiap perubahan isyarat boleh mewakililebih daripada satu bit, dengan melihatvariasi amplitud, frekuensi atau phasa Kesalahan Pada Saluran Transmisi 1. ATTENUATION (REDAMAN) Latihan Redaman Murni Gambarkan grafik ASK, FSK, PSK dan DPSK bila data yang Redaman pada frekuensi tertentu ditransmisikan adalah 100010011 Redaman pada sembarang frekuensi 4. Untuk Carrier berupa Signal Digital membawa signal 2. INTERFERENCE (INTERFERENSI) Digital. Konsep ini sering disebut sebagai Encording. CROSSTALK Teknik modulasi ini pada umumnya hanyalah konversi, ECHO dari signal digital ke signal yang lebih kuat agar dapat SINGING ditransmisikan ke tempat yang lebih jauh. Sebelum 3. NOISE ( Derau/ganguan) dilakukan konversi maka data digital perlu di encode ke Intermodulation Noise bentuk signal digital. Teknik Encode ini dikenal dengan : Thermal Noise NRZ-L (Non Return to Zero Level) Gaussian Noise 1 = high level White Noise 0 =low level Impulse Noise NRZ-Interted (NRZI) 4. DISTORTION (DISTORSI) 1 =transmisi pada awal interval Harmonik Distorsi 0 = tidak ada transisi Amplitude Distortion RZ (RETURN TO ZERO) Delay Distortion 1 = positif atau negatif level Envelope Delay Distortion 0 = tidak ada pulsa Unipolar DETEKSI KESALAHAN dan KOREKSINYA 1 = postif 5 Volt AC A. Deteksi Kesalahan 0 = Negatif 5 Volt AC Parity Parity adalah deteksi kesalahan dengan cara mengxorkan bit-bit pada data, dimana data yang dicek biasanya menggunakan kode ASCII Ada 3 jenis pengecekan parity yaitu : 1. Vertical Redudanncy Checking 2. Horizontal (Longitudinal) Redudancy Checking 3. Cyclic Redudancy Checking VERTICAL REDUDANCY CHECKING (VRC) Sering dikenal sebagai parity check, jenisnya adalah : 1. Even Parity 2. Odd Parity KECEPATAN DIDALAM KOMDAT: BAUD, BPS DAN BANDWIDTH Lebar Jalur (Bandwidth) Kelebaran spektrum frekuensi yang membolehkan transmisi Jika spektrum=300 hingga 3400Hz, lebar jalur bandwidth=3100Hz (300hz lagi bertindak sebagai guarband) Semakin besar lebar jalur semakin besar costnya Lebar jalur yang terlalu rapat mudah terkena gangguan

Analoginya ialah otak yang menghantarkan idea melalui mulut/suara pada manusia

Antaramuka EIA 232C (serial) EIA-232C mengaktifkan ciri-ciri fungsional, mekanikal, elektrikal dan prosedural untuk antaramuka DTE dan DCE digunakan untuk sambungan antara DTE dan modem

C. CYLIC REDUDANCY CHECK Teknik CRC menggunakan prinsip pembagian bit data dengan suatu fungsi matematik yang disebut polinomial. Dan hasil baginya dikirim ke penerima untuk dicocokan dengan cara yang sama. Beberapa bentuk polynomial yang lazim digunakan antara lain : CRC- CCITT : X16 + X12 + X5 + 1 CRC-16 : X16 + X15 + X2 + 1 CRC-12 : X12 + X11 + X3 + X2 + 1 Error Corection Sistem Error Corection ini disebut juga sebagai sistem ARQ (Automatic Repeat Request). Sistem ARQ ini mempunyai banyak macam yaitu : STOP & WAIT ARQ GO BACK N SELECTIVE RETRANSMISSION SCHEME ADAPTIVE ARQ ANTAR MUKA PADA SISTEM KOMUNIKASI DATA Jenis antaramuka Penghantaran Digital Terdapat 2 jenis : 1. Data Circuit Equipment (DCE) Sebarang peranti (alat) yang dihantarkan atau diterima datanya dalam bentuk isyarat digital atau analog dalam sebuah rangkaian Contoh; modem 2. Data Terminal Equipment (DTE) Adalah peranti yang dihubungkan dengan sumber atau piranti tujuan untuk data binary digital

EIA 232 C Pin penyambung DB-25

Spesifikasi Mekanikal 25-pin penyambung dengan tiap-tiap mempunyai fungsi yang spesifik konektor DTE biasanya mempunyai male DB25 peyambung manakala DCE mempuyai female penyambung secara praktek biasannya, < 25 line pin digunakan dalam satu aplikasi jaraknya terhubungnya tidak melebihi 15 m(50 kaki) Spesifikasi Elektrikal n spesifik isyarat antara DTE & DCE guna pengkodan NRZ-L -15V < Volt < -3V = binari 1 (tutup/off) +15V > Volt > +3V = binari 0 (buka/on) Kecepatan data transfer> 20 kbps tetapi secara praktek dapat lebih cepat

Gambar hubunganDTE-DCE melibatkan DTE jauh

PERBANDINGAN antara RS-422-A, RS-423-A, EIA-232 RS-422-A - menggunakan dua media transmisi untuk penghantaran data yang sama. Kecepatan transmisi data hingga 10Mbps. RS-423-A menggunakan satu media transmisi untuk penghantaran data. Kecepatan transmisi data hingga 100Kbps EIA-232- guna satu wayar untuk hantar data. kadar data sehingga 20Kbps

Null Modem EIA-232 mengaktifkan penyambungan DTE-DCE dan tidak DTE-DTE Modem tidak diperlukan untuk sambung terus dua peranti digital yg serasi tetapi memerlukan antaramuka untuk mengawal pertukaran data cara nya adalah ANTARMUKA PARALEL PORT (LPT1) dengan menggunakan null modem Untuk antar muka paralel tidak terjadi perkembangan yang pesat, hanya dua pabrikan yang membuat yaitu: parallel Centronics dan Printronix, keduanya dibedakan pada jumlah pinnya.

EIA - 449 satu kelebihan EIA dibandingkan dengan EIA-232 adalah pada konektor DB37 & DB9 EIA-449 adalah antarmuka data, menekankan kepada karekteristik RS-442 & RS-423-A serta mekanikal tersedia 37 pin pada konektornya, panjang kabel yang dapat digunakan mencapai 200 kaki ( 60 Meter) dan kecepatan transmisi data hingga 2Gbps spesifikasi fungsional & prosedur sebagiannya mempunyai persamaan dengan EIA-232 spesifikasi elektrikal & mekanikal ikut piawaian RS-422 & RS-423

MODEM (MODULATOR-DEMODULATOR Modem adalah Komponen yang merupakan DCE (Data Componen Equitment) yang berfungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan juga sebaliknya

Modem Hardware. Sebagai peralatan DCE maka modem memerlukan hubungan dengan peralatan antarmuka sbb : * Antarmuka serial (RS232); * Antarmuka PSTN (RJ11). Tipe Modem. Mengacu pada perbedaan kelengkapan sarana dan fungsi komunikasi pada komputer maka ada 2 (dua) tipe modem yaitu : 1. Modem Tak Sinkron Modem Sinkron. 2. Pada modem sinkron protokol yang digunakan adalah:3. a. SLDC (Synkronous data link control) b. HDLC (High level data link control) c. Bisync (Binary synchronous) communication protocol. Modem sinkron melakukan beberapa kegiatan yang tidak dilakukan oleh modem tak sinkron, antara lain : a. Mem-formasikan data dalam blok b. Menambahkan informasi kontrol c. Men-cek informasi kontrol sebagai alat kendali kesalahan

TERMINAL Secara umum terminal dapat didefinisikan sebagai berikut : Terminal adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mengambil data atau memasukkan data pada suatu jaringan komunikasi data JENIS TERMINAL Berdasarkan kerjanya dan kemampuannya maka terminal dibagi atas : Low speed teleprinter; Visual display terminal; Batch processing terminal; Transaction terminal; Intelligent terminal PROTOCOL KOMUNIKASI DATA Definisi Protocol Komunikasi Ada banyak definisi protocol Komunikasi Data diantar nya adalah : Tata cara atau prosedur yang mengatur operasi peralatan komunikasi data Harus dipatuhi oleh dua atau lebih system yang hendak berkomunikasi Melaksanakan pembangunan hubungan antara pengirim dan penerima Menyalurkan informasi dengan keandalan yang tinggi Jadi definisi Protocol dapat disimpulkan sebagai : Tatacara antar peralatan komunikasi data untuk melaksanakan pertukaran informasi dengan keandalan yang tinggi. Fungsi Protocol: Fragmentation dan Reassambly; Encapsulation; Connection Contrrol; Flow Control; Error Contrrol Syncronization; Aequencing; Addessing; Multiplexing Transmision Service Protokol Model OSI (Open System Interconection) Dikeluarkan tahun 1978, oleh ISO (International Standard Organization), berisi sejumlah spesifikasi yang menguraikan arsitektur jaringan untuk menghubungkan perlatan yang tidak sejenis. Tahun 1984, ISO mengeluarkan revisinya yang disebut dengan OSI (Open System Interconnection) reference model. Ternyata revisi ini diakui sebagai standar internasional dan dijadikan sebagai pentunjuk dalam pengembangan jaringan. OSI membagi aktivitas komunikasi dalam jaringan kedalam 7 (tujuh) lapis atau layer sbb :

Lapis 1 Physical. Lapisan ini berkomunikasi langsung dengan media jaringan misalnya kabel jaringan, maka ia bertugas 1. mentransmit data dalam barisan pulsa yang tidak terstruktur melalui media phisik jaringan. Lapisan ini berhubungan dengan pulsa listrik, pulsa optik, frekwensi, proses mekanik, prosedur yang mengatur 2. perilaku antarmuka terhadap media fisik jaringan. Lapis 2 Data Link. 3. Peralatan-peralatan yang dapat berkomunikasi pada suatu jaringan sering disebut dengan nodes atau station atau devices. Pada lapisan ini alamat-alamat tersebut dikenal atau diketahui da ditambahkan pada frame yang akan dikirim ke lapis 1, dengan kata lain lapisan ini yang menjamin bahwa frame tersebut sampai ke alamat yang benar. Lapis 3 Network. Lapisan ini adalah memberikan alamat pengirim dan alamat penerima pada frame data yang dikirimkan. Meneruskan paket ke segmen / jaringan yang benar disebut dengan proses routing Lapis 4 Transport. Pada lapisan ini data dibagi-bagi dalam frame atau menggabungkan kembali frame-frame tersebut. Frameframe tersebut mempunyai kapasitas yang berbeda-beda tergantung dari teknologi jaringan yang digunakan, contohnya teknologi Ethernet membatasi framenya s/d 1500 bytes. Pembatasan ini menyangkut 2 (dua) alasan yaitu : 1. Banyak peralatan yang harus berbagi pakai jaringan, sehingga frame yang tidak terbatas akan memonopoli penggunaan jaringan. 2. Tingkat kesalahan, bila terjadi kesalahan maka untuk mengulang kembali pengiriman data akan memperlambat kesempatan bagi peralatan lainnya. 3. Pada sistem pengirimannya frame data harus berurutan, namun pada kenyataannya proses komputer adalah multitasking sehingga ada kemungkinan beberapa jenis data diterima dan diproses dengan urutan yang barangkali saling tumpang tindih sehingga ada kemungkinan frame-frame tersebut tercampur sehingg sulit dibedakan kelompok datanya (lihat mekanisme multiplexing), untuk mengatasi hal ini OSI menambahkan identitas SAP (Service Access Point) untuk membedakan kelompok data satu dengan lainnya, pada TCP/IP disebut port. Lapis 5 Session. Lapis ini bertanggung jawab untukmu mengendalikan dialog antar node, dialog adalah percakapan formal dimana kedua node sepakat untuk melakukan pertukaran data. Setiap percakapan antara dua buah node membentuk sebuah session agar proses komunikasi dapat berjalan

secara teratur. Setiap session mempunyai 3 (tiga) langkah yaitu : Pembentukan hubungan, kedua node membentuk kontak dengan menyepakati aturan-aturan komunikasi, protokol dan parameter yang digunakan; Pemindahan data, kedua node mulai melakukan pertukaran data; Pemutusan hubungan, kedua node memutus hubungan setelah tidak memerlukan lagi. Lapis 6 Presentation. Lapis ini bertanggung jawab untuk menterjemahkan dan menyajikan pada lapis aplikasi. Dalam beberpa kasus lapis ini menterjemahkan langsung dari format tertentu ke format yang berbeda, misalnya EBCDIC ke ASCII jika data dikirimkan dari komputer yang berbasis EBCDIC ke komputer yang berbasis ASCII. Fungsi lain yang dapat dilakukan oleh lapis ini adalah enkripsi/dekripsi dan kompresi/dekompresi. Lapisan presentation pada OSI merupakan lapisan yang jarang diterapkan, sedikit protokol yang mendifinisikan lapis ini secara formal. Pada umumnya lapis ini dispesifikasikan langsung pda lapis application. Lapis 7 Application. Lapisan ini menyediakan layanan aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi pada jaringan. Layanan pada lapis aplikasi ini berupa aturan-aturan yang dapat digunakan pada paket-paket program yang dirancang. Berikut beberapa contoh layanan pada lapisan ini : Pengiriman Elektronik Mail, suatu protokol mengatur penanganan elektronik mail pada jaringan dan dapat digunakan oleh berbagai paket program. Remote File Access, suatu protokol yang mengatur bagaimana memulai dan mengendalikan proses pada node lain. Protokol model SNA (System Network Architecture) 5 layer Protokol SNA 5 layer disebut dengan TCP/IP (Transmission control protocol/ Internet protocol) hampir sama dengan protokol model OSI tetapi tidak terdapat dua layer yaitu presentation layer dan session layer Sehingga susunan layernya adalah: Physical layer Data link layer Network layer Transport layer Application layer