Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II DAYA HANTAR LISTRIK

OLEH : REGI MAHENDRA (13081050005)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2014

I.

TUJUAN Menentukan daya hantar listrik dari berbagai larutan. Menentukan pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listriknya. Mengetahui larutan elektolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit. Mampu membedakan larutan elektorit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit.

II.

DASAR TEORI Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan diri dan

masing-masing zat penyusunnya tidak dapat diedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri dari zat pelarut dan terlarut. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibagi menjadi 2 macam, yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit. 1. LARUTAN ELEKTROLIT Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu: elektrolit kuat dan elektrolit lemah. A. Elektrolit Kuat Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain. 2.Elektrolit Lemah B. Elektrolit Lemah Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1.

Yang tergolong elektrolit lemah: Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain

2. LARUTAN NON-ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong ke dalam jenis ini adalah : Larutan urea (CO(NH2)2) Larutan sukrosa Larutan gula (C12H22O11) Larutan glukosa (C6H12O6) Larutan alkohol (C2H5OH)

PERBANDINGAN SIFAT-SIFAT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Larutan Elektrolit 1. Dapat menghantarkan listrik Larutan Non Elektrolit 1. Tidak dapat menghantarkan listrik

2. Terjadi proses ionisasi (terurai menjadi 2. Tidak terjadi proses ionisasi ion-ion) 3. Lampu dapat menyala terang atau redup 4. Terdapat gelembung gas 3. Lampu tidak menyala 4. Pada umunya tidak terdapat gelembung gas

Zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi ion-ion dan mereka akan bergerak ke arah elektroda yang muatannya berlawanan (ion negatif akan bergerak ke elektroda positif (anoda) dan ion positif akan bergerak ke elektroda negatif (katoda). Pergerakan ion-ion ekivalen dengan aliran elektron sepanjang kawat logam. Dengan cara seperti ini, maka larutan yang mengandung suatu elektrolit mampu menghantarkan arus listrik. Arus listrik dapat dianggap sebagai aliran elektron yang membawa muatan negatif melalui suatu penghantar. Perpindahan muatan ini terjadi karena adanya perbedaan

potensial antara dua tempat tersebut. Arus listrik akan mengalir dari tempat yang potensialnya tinggi ke tempat potensialnya rendah. Gambar 1 :

Va

Vb

Bila tempat A yang memiliki potensial yang lebih tinggi dari B (Va > Vb), dihubungkan dengan suatu penghantar yang mempunyai hambatan sebesar R, maka akan mengalir arus sebesar i. besarnya arus listrik yang terjadi bergantung pada besarnya hambatan penghantar yang digunakan. Makin besar hambatan, makin kecil kuat arus (i) yang mengalir melalui penghantar tersebut. Kemampuan suatu penghantar untuk menghantarkan muatan listrik disebut Daya Hantar Listrik (L). besarnya daya hantar listrik berbanding terbalik dengan hambatan R.

1 R

Keterangan : L = Daya hantar listrik (ohm-1) R = Hambatan (ohm)

III.

ALAT DAN BAHAN A. Alat 1. Gelas beker 2. Power supply 3. Labu takar 4. Amperemeter 5. Timbangan 6. Elektroda karbon B. Bahan 1. Aquades 2. Larutan NaCl 3. Larutan BaCl2 4. Larutan CH3COOH

IV.

PROSEDUR KERJA Percobaan 1. Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan. 1. Larutan NaCl, BaCl2, CH3COOH, dan gula dibuat masing-masing

berkonsentrasi 1M. 2. Semua larutan diatas diukur daya hantar listriknya.

Bagaimana kemampuan larutan diatas dalam menghantarkan arus listrik ?

Percobaan 2. Pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik. 1. Konsentrasi 0,1 M, 0,25 M, 0,50 M, 1 M. 2. Daya hantar listrik diatas dihitung. Buatlah grafik yang menghubungkan daya hantar listrik terhadap konsentrasi dari masing-masing larutan di atas ! Bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik masing-masing larutan di atas ?

V.

DATA PENGAMATAN Percobaan 1. Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan.

DATA PENGAMATAN Percobaan 1. Menentukan daya hantar listrik berbagai larutan Larutan I NaCl BaCl2 4 4 V (volt) II 6 6 6 6 III 8 8 8 8 I 50.10-3 50.10-3 15.10-3 0 I ( ampere) II 110.10-3 110.10-3 22.10-3 0 III 170.10-3 172.10-3 30.10-3 0 I 12,4.10-3 12,4.10-3 3,75.10-3 0 L (ohm-1) II 18,3.10-3 18,3.10-3 3,6.10-3 0 III 21,25.10-3 21,5.10-3 3,75.10-3 0

CH3COOH 4 Gula 4

Percobaan 2. Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik Larutan NaCl : Larutan NaCl 0,10M 0,25 M 0,50 M 1,00 M I 4 4 4 4 V (volt) II 6 6 6 6 III 8 8 8 8 I 30.10-3 25.10-3 35.10-3 50.10-3 I ( ampere) II 60.10-3 70.10-3 75.10-3 110.10-3 III 100.10-3 110.10-3 115.10-3 170.10-3 I 7,5.10-3 L (ohm-1) II 10.10-3 III 12,5.10-3 13,75.10-3 14,37.10-3 21,25.10-3

6,25.10-3 11,6.10-3 8,75.10-3 12,5.10-3 12,5.10-3 18,3.10-3

Larutan BaCl2 : Larutan BaCl2 0,10M 0,25 M 0,50 M 1,00 M I 4 4 4 4 V (volt) II 6 6 6 6 III 8 8 8 8 I 30.10
-3

I ( ampere) II 75.10
-3

L (ohm-1) III 110.10


-3

I 7,5.10
-3

II 12,5.10
-3

III 13,75.10-3 15,6.10-3 15,6.10-3 21,5.10-3

30.10-3 40.10-3 50.10-3

70.10-3 80.10-3 110.10-3

125.10-3 125.10-3 172.10-3

7,5.10-3 10.10-3 12,5.10-3

11,6.10-3 13,3.10-3 18,3.10-3

Larutan CH3COOH :

Larutan CH3COOH 0,10M 0,25 M 0,50 M 1,00 M I 4 4 4 4

V (volt) II 6 6 6 6 III 8 8 8 8 I

I ( ampere) II III I 15.10-3 20.10-3 30.10-3 3,75.10-3 15.10-3 20.10-3 30.10-3 3,75.10-3 15.10-3 25.10-3 45.10-3 3,75.10-3 20.10-3 30.10-3 50.10-3 5.10-3

L (ohm-1) II 3,3.10-3 3,3.10-3 4,16.10-3 5.10-3 III 4,5.10-3 5,5.10-3 6,8.10-3 6,25.10-3

VI.

PEMBAHASAN 6.1 Perhitungan mencari daya hantar listrik (L) Percobaan dilakukan sebanyak 3 kali dengan menggunakan Tegangan (V) dan Kuat Arus (I) yang berbeda-beda. Misal larutan NaCl:

Diketahui: V = 4 V, I = 50 x Ditanya : L ? Jawab : A

Dengan cara yang sama, dapat ditentukan juga masing-masing daya hantar larutan dari tiap larutan.

6.2 Pengenceran Konsentrasi yang digunakan 0,10 M, 0,25 M, 0,50 M, 1,00 M. Untuk mendapatkan konsentrasi yang diinginkan, maka dilakukan pengeceran sebagai berikut: Misal untuk pengenceran larutan NaCl 1,00 M: Diketahui: M1 = 1,00 M, M2 = 0,50 M, V1 = 10 ml Ditanya : V2 ? Jawab :

Ini berarti volume untuk NaCl 0,50 M sebesar 20 ml. Jadi dari konsentrasi 1,00 M ditambahkan lagi air sebanyak 10 ml agar konsentrasinya menjadi 0,50 M. Perhitungan ini sama untuk semua larutan yang diuji yaitu NaCl, BaCl2, dan CH3COOH. Pada praktikum kimia dasar kali ini, di lakukan dalam dua tahap percobaan yaitu dengan melakukan percobaan yang pertama dengan menggunakan larutan BaCl2, NaCl, dan CH3COOH dengan konsentrasi yang sama yaitu 1M dengan menggunakan variasi tegangan yaitu 4 volt, 6 volt, dan 8 volt. Alat yang digunakan dalam praktikum ini, setelah di rangkai kemudian pada elektroda karbon dimasukkan pada larutan NaCl, BaCl2, dan CH3COOH secara bergiliran sehingga terjadi penyimpangan jarum amperemeter ke arah kanan. Ini menunjukkan bahwa larutan yang digunakan terdapat adanya arus listrik yang dialirkan. Pada percobaan larutan NaCl, BaCl2, dan CH3COOH yang masing-masing berkonsentrasi 1 M yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa daya hantar larutan yang paling tinggi mengalirkan arus listrik adalah pada larutan BaCl2, kemudian NaCl dan yang paling kecil daya hantar listriknya adalah CH3COOH. Hasil yang didapat dalam percobaan tersebut, sama dengan literatur atau teori menyebutkan bahwa larutan NaCl lebih kecil daya hantarnya dari pada BaCl 2. Pada teorinya menyatakan bahwa pada larutan BaCl2 terionisasi lebih banyak dari pada NaCl sehingga daya hantar listriknya lebih besar dari NaCl, ini dapat dilihat pada reaksi ionisasi berikut yang menyatakan BaCl2 terionisasi menjadi 3 ion dan NaCl menjadi 2 ion. BaCl2 Ba2+ + 2 ClNa+ + Cl-

NaCl

Pada percobaan 2, praktikan membuat larutan NaCl, BaCl2, dan CH3COOH masingmasing 4 buah dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0,1 M, 0,25 M, 0,50 M dan 1,00 M. Setelah dihitung daya hantar listriknya mendapatkan hasil yaitu bahwa terjadi peningkatan daya hantar listrik pada larutan NaCl saat konsentrasi mula-mula 0,1 M, kemudian dinaikakan menjadi 0,25 M, 0,50 M dan yang terakhir 1,00 M.

Pada larutan BaCl2 saat konsentrasi mula-mula 0,1 M, kemudian dinaikakan menjadi 0,25 M, tidak ada kenaikan daya hantar listrik. Namun saat konsentrasi dinaikkan menjadi 0,50 M dan 1,00 M, terjadi peningkatan daya hantar listrik. Pada larutan CH3COOH saat konsentrasi mula-mula 0,1 M, kemudian dinaikakan menjadi 0,25 M, terjadi tidak ada kenaikan daya hantar listrik. Namun saat konsentrasi dinaikkan menjadi 0,50 M dan 1,00 M, terjadi peningkatan daya hantar listrik yang lebih besar dibandingkan saat konsentrasi larutan 0,1 M dan 0,25 M. Selanjutnya setelah dilakukan perhitungan total terhadap daya hantar listrik masingmasing larutan NaCl, BaCl2, dan CH3COOH didapatkan hasil bahwa larutan BaCl2 memiliki daya hantar listrik paling tinggi kemudian larutan NaCl dan CH3COOH memiliki daya hantar listrik paling rendah diantara ketiga larutan tersebut. Dalam teori menyatakan bahwa daya hantar listrik berbanding lurus terhadap konsentrasi atau semakin besar konsentrasi suatu larutan maka semakin besar pula daya hantar listriknya begitu juga sebaliknya. Terjadinya beberapa penyimpangan didalam praktikum yang disebabkan atas beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Alat- alat yang digunakan seperti power supply dan amperemeter yang kurang bekerja secara maksimal, sehingga terjadi kesalahan dalam menentukan arus listrik yang ditimbulkan. 2. Ketidaktelitian dalam melihat jarum amperemeter guna menentukan besar arus listrik yang ditimbulkan. 3. Ketidakmurnian atau terkontaminasinya zat yang digunakan dalam percobaan zat ini oleh udara maupun penyimpanan dalam waktu yang cukup lama.

VII.

KESIMPULAN Larutan yang penghantar listrik yang baik adalah larutan elektrolit kuat, Larutan elektrolit kuat mengeluarkan banyak gelembung dan warna larutan menjadi keruh saat dimasukkan elektroda dibandingkan larutan elektrolit lemah dan non elektrolit. Daya hantar listrik BaCl2> NaCl > CH3COOH. Daya hantar listrik BaCl2> NaCl karena bila BaCl2 terionisasi dalam air menghasilkan 3 ion, sedangkan larutan NaCl hanya terionisasi menjadi 2 ion.

Daya hantar listrik berbanding lurus terhadap konsentrasi atau semakin besar konsentrasi suatu larutan maka semakin besar pula daya hantar listriknya begitu juga sebaliknya.

Larutan BaCl2 dan larutan NaCl merupakan elektrolit kuat. Larutan CH3COOH merupakan elektrolit lemah. Larutan gula merupakan larutan non elektrolit maka dalam percobaan ini tidak menghantarkan listrik.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Kimia Dasar. 2014. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I1.FMIPA Jurusan Kimia Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Grafindo:Bandung Deta Lusiyanti, Elizabeth.2009. Aktif Belajar Kimia. Pusat Perbukuan Nasional:Jakarta Unduh: Daya hantar listrik. http://www.scribd.com/doc/72374075/Laporan-Praktikum-DayaHantar-Listrik (Diakses tanggal 28 Maret 2014) Unduh: Daya Hantar Listrik. http://id.wikipedia.org/wiki/Daya-hantar-listrik ( Diakses tanggal 28 Maret 2014 ) Unduh: Daya Hantar Listrik. http://ncurina.blogspot.com/2011/12/Daya-hantar-listrik_2825.html ( Diakses tanggal 28 Maret 2014 ) Unduh: Menguji daya Hantar Listrik. http://irennaws.blogspot.com/2013/05/menguji-dayahantar-listrik-pada-larutan.html ( Diakses tanggal 28 Maret 2014 )

Lampiran

1. Bagaimanakah kemampuan larutan BaCl2, NaCl, dan CH3COOH dalam menghantarkan arus listrik ? Jawab : Daya hantar listrik BaCl2> NaCl > CH3COOH , ini dikarenakan larutan BaCl2 dan NaCl merupakan elektrolit kuat karena terionisasi seluruhnya bila dilarutkan dalam air sedangkan larutan CH3COOH merupakan elektrolit lemah karena terionisasi sebagian bila dilarutkan dalam air. Daya hantar listrik BaCl2> NaCl karena bila BaCl2 terionisasi dalam air menghasilkan 3 ion, sedangkan larutan NaCl hanya terionisasi menjadi 2 ion.

2. Buatkanlah grafik yang menghubungkan daya hantar listrik terhadap konsentrasi dari masing-masing larutan BaCl2, NaCl dan CH3COOH ! Jawab :
Larutan 25 NaCl
20 0,1M 0,2515 M 0,50 M 10 1,00 M

Hubungan konsentrasi dengan Daya Hantar Listrik -1


I 7,5 6,25 8,75 12,5 L (ohm ) II 10 11,6 12,5 18,3 III 12,5 13,75 14,37 21,25

Daya hantar listrik (L)[10 -3 ]

5
0

0,1M

0,25 M

0,50 M

1,00 M

Konsentrasi
L (ohm-1) I L (ohm-1) II L (ohm-1) III

Grafik 1. Hubungan daya hantar listrik dengan konsentrasi NaCl

20 0,1M

0,2515 M 0,50 M 10 1,00 M


5
0

Daya hantar listrik (L)[10 -3 ]

Larutan 25 NaCl

Hubungan konsentrasi dengan Daya Hantar Listrik -1


I 7,5 7,5 10 12,5 L (ohm ) II 12,5 11,6 13,3 18,3 III 13,75 15,6 15,6 21,5

0,1M

0,25 M

0,50 M

1,00 M

Konsentrasi
L (ohm-1) I L (ohm-1) II L (ohm-1) III

Grafik 2. Hubungan daya hantar listrik dengan konsentrasi BaCl2

Daya hantar listrik (L)[10 -3 ]

Larutan 8 NaCl 0,1M 6 0,255M 0,504M 1,003M


2
1 0 7

Hubungan konsentrasi dengan Daya Hantar Listrik -1


I 3,75 3,75 3,75 5 L (ohm ) II 3,3 3,3 4,16 5 III 4,5 5,5 6,8 6,25

0,1M

0,25 M

0,50 M

1,00 M

Konsentrasi
L (ohm-1) I L (ohm-1) II L (ohm-1) III

Grafik 1. Hubungan daya hantar listrik dengan konsentrasi CH3COOH

3. Bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik masing-masing larutan BaCl2, NaCl dan CH3COOH ? Jawab : Semakin besar konsentrasi larutan maka semakin besar pula daya hantar listriknya atau daya hantar listrik suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasinya.