Anda di halaman 1dari 3

Epidemiologi Penyakit Malaria

Penyakit malaria sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat tak lepas dari unsur segitiga epidemiologi, dimana manusia sebagai host, parasit plasmodium sebagai agent dan kondisi lingkungan (environment) yang mendukung. Sementara penyakit merupakan outcome dari adanya interaksi antara host, agent dan environment. Dalam ilmu epidemiologi sering disebut dengan segitiga epidemiologi yakni hubungan timbal balik antara host (pejamu), agent (penyebab penyakit) dan environment (lingkungan). Penyakit terjadi karena adanya ketidakseimbangan (inbalancing) dari ketiga komponen tersebut. Lebih lanjut disebutkan bah a penyakit malaria di !ndonesia tersebar di seluruh pulau dengan tingkat endemisitas yang berbeda-beda. Spesies yang terbanyak dijumpai adalah P.viva" dan P.#alciparum. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk $nopheles betina yang mengandung Sporo%oit. Dalam keadaan tertentu dapat terjadi penularan dengan bentuk &ropo%oit, misalnya melalui trans#usi darah, melalui plasenta dari ibu kepada bayinya dan penularan melalui jarum suntik yang terkontaminasi. Penyakit malaria berkaitan dengan keterbelakangan dan kemiskinan serta berdampak pada penurunan produkti#itas kerja dan penurunan tingkat kecerdasan anak usia sekolah. Sampai saat ini malaria masih menjadi #okus perhatian utama dalam upaya penurunan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh penyakit menular baik regional maupun global dan penyakit ini masuk dalam kategori 're-emergency disease(. )al ini dibuktikan dengan dimasukkannya upaya pengendalian malaria sebagai salah satu isu penting pencapaian millennium development goals (*D+s) atau tujuan pembangunan millenium. ,umlah penduduk !ndonesia kurang lebih -./ (0PS, -121) dan 31 persen diantaranya tinggal di daerah dengan risiko penularan malaria atau lebih dari 211 juta orang hidup di daerah endemi malaria. Diperkirakan 24 juta kasus baru terjadi setiap tahun, dan hanya -1 persen diobati di sarana pelayanan kesehatan. )ost

$gent

5nvirroment

Disebutkan bah a dari aspek epidemiologi, beberapa #aktor yang berinteraksi dalam kejadian dan penularan penyakit malaria, antara lain6 7aktor host (manusia)8 Secara umum dapat dikatakan bah a setiap orang dapat terkena penyakit malaria. Perbedaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin karena berkaitan dengan perbedaan tingkat kekebalan dan #rekuensi keterpaparan gigitan nyamuk. 7aktor $gent (plasmodium)8 Penyakit malaria adalah suatu penyakit akut atau sering kronis yang disebabkan oleh parasit genus plasmodium (9lass Sporo%oa). Pada manusia hanya 3 (empat) spesies yang dapat berkembang, yaitu P.#alciparum, P.viva", P.malariae, dan P.ovale (0ruce-9h att, 2:;1). 7aktor Lingkungan8 beberapa #aktor lingkungan yang cukup ideal mendukung keberadaan penyakit malaria di !ndonesia, antara lain6

lingkungan #isik (suhu, kelembaban udara, curah hujan, ketinggian, angin), lingkungan biologik dan lingkungan sosial-budaya. Penanganan Penyakit Penyakit malaria, sejak tahun 2:41 telah berhasil dibasmi di hampir seluruh benua 5ropa dan di daerah seperti $merika &engah dan $merika Selatan. <amun penyakit ini masih menjadi masalah besar di beberapa bagian benua $#rika dan $sia &enggara yang pada umumnya negara berkembang dan berada pada ilayah tropis. Seperti kebanyakan penyakit tropis lainnya, malaria merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang. Diperkirakan sekitar 211 juta kasus penyakit malaria terjadi setiap tahunnya, sekitar 2 persen diantaranya berakibat #atal berupa kematian. Sejarah penanganan penyakit malaria, sejak tahun 2=.; telah diatasi dengan getah dari batang pohon cinchona, yang lebih dikenal dengan nama kina. >ina mampu menekan pertumbuhan proto%oa dalam jaringan darah meski merupakan tumbuhan beracun. Pada tahun 2:.1, ahli obat-obatan ,erman berhasil menemukan $tabrine (?uinacrine hydrocloride) yang kadar racunnya lebih rendah, sehingga dianggap lebih e#ekti# daripada ?uinine. Sejak akhir perang dunia kedua (sekitar tahun 2:34), dibandingkan dengan $tabrine atau ?uinine, klorokuin dianggap lebih mampu menangkal dan menyembuhkan demam rimba secara total, juga dianggap lebih e#ekti# dalam menekan jenis-jenis malaria. @bat tersebut (klorokuin) juga mengandung kadar racun paling rendah daripada obat-obatan lain yang terdahulu ($tabrine dan ?uinine ) serta terbukti e#ekti# karena tidak perlu digunakan secara terus menerus. <amun perkembangan terbaru memperlihatkan adanya strain yang memiliki daya tahan terhadap klorokuin serta obat anti malaria sintetik lain dari strain Plasmodium #alciparum, organisme yang menyebabkan malaria tropika. Strain jenis ini ditemukan terutama di ilayah $sia &enggara (Aietnam dan *alaysia), $merika Selatan dan $#rika. Strain plasmodium #alciparum juga kebal terhadap obat-obatan dari getah batang pohon kina. $kibat munculnya strain parasit yang kebal terhadap obat-obatan tersebut terjadi peningkatan jumlah kasus penyakit malaria di beberapa negara tropis. 7akta lain juga membuktikan jenis nyamuk pemba a malaria (anopheles) telah memiliki daya tahan terhadap insektisida seperti DD&. Saat ini penggunaan *e#lo?uine telah terbukti e#ekti# terhadap strain malaria yang kebal terhadap klorokuin. Penggunaan *e#lo?uine bisa sebagai pengobatan dan sebagai pencegahan, sementara proguanil digunakan hanya sebagai pencegahan. Para ahli juga sedang meneliti e#ek samping yang merugikan dari penggunaan *e#lo?uine. Suatu kombinasi dari sul#ado"ine dan pyrimethamine digunakan untuk pencegahan di daerah-daerah yang terjangkit malaria yang telah kebal terhadap klorokuin. Penyakit *alaria adalah penyakit in#eksi yang disebabkan oleh proto%oa parasit yang merupakan golongan Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk $nopheles. Penyakit malaria dalam pendekatan ilmu kesehatan masyarakat ber#okus pada upaya preventi#. !lmu kesehatan masyarakat dalam hal ini epidemiologi berupaya menemukenali #aktor-#aktor risiko seseorang terjangkit penyakit malaria agar dapat menghindarkan diri dari serangan penyakit malaria.

9ara penularan penyakit malaria melalui gigitan nyamuk malaria (anopheles). $pabila nyamuk anopheles menggigit orang sehat maka parasit akan di tularkan ke orang sehat tersebut dan akan berkembang biak. Selanjutnya menyerang sel-sel darah merah hingga orang sehat tersebut akan sakit malaria dalam aktu kurang lebih 2- hari. Pada masa inkubasi malaria, proto%oa tumbuh didalam sel hati8 beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sehingga menyebabkan demam. $da beberapa bentuk mani#estasi penyakit malaria, antara lain6 (2) *alaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium viva", dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga. (-) *alaria ?uartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat. (.) *alaria serebral, disebabkan oleh Plasmodium #alciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki #ase koma dan kematian yang mendadak. (3) *alaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium viva", gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat. 0eberapa upaya pencegahan penyakit malaria adalah menghindari gigitan nyamuk dengan cara tidur memakai kelambu, menggunakan obat nyamuk, memakai obat oles anti nyamuk, pasang ka at kasa pada ventilasi, menjauhkan kandang ternak dari rumah, dan mengurangi berada di luar rumah pada malam hari. Bpaya lainnya adalah menebarkan ikan pemakan jentik, seperti ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll. Bpaya berikutnya adalah membersihkan lingkungan, menimbun genangan air, membersihkan lumut, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar. Bpaya selanjutnya adalah pengobatan pencegahan, - hari sebelum berangkat ke daerah malaria, minum obat doksisilin 2 " 2 kapsulC hari sampai - minggu setelah keluar dari lokasi endemis malaria.

Sumber 6 http6CCkesehatan.kompasiana.comCmedisC-122C12C1.Cepidemiologi-penyakit-malariaC