Anda di halaman 1dari 23

BAB 1 PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI

I. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR


Mahasiswa memahami pengertian, tujuan, fungsi dan aspek evaluasi pendidikan Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan ini, diharapkan dapat: Membedakan pengertian pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Menjelaskan tujuan evaluasi pendidikan. Memaparkan fungsi evaluasi Menjelaskan aspek-aspek penilaian dalam pendidikan

II. CONCEPT MAP


Tujuan Pendidikan (K mpetensi !asar" Pr ses#Kegiatan $ntuk Men%apai K mpetensi &asil-hasil pendidikan 'ang dapat di%apai

Perbandingan antara k mpetensi dengan hasil 'ang telah di%apai

)nf rmasi (ter%apai atau tidak ter%apai"

$mpan balik( pen'empurnaan pr gram pembelajaran

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

III. MATERI POKOK


PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI *valuasi merupakan salah satu unsur terpenting dalam pr ses pendidikan karena bisa memberikan inf rmasi tentang keberhasilan atau tidakn'a dalam men%apai tujuan 'ang telah ditentukan. !alam ilmu evaluasi ada beberapa istilah 'ang sering difahami se%ara tumpang tindih. )stilah-istilah tersebut adalah pengukuran, penilaian, dan evaluasi. +gar diper leh pemahaman 'ang memadai, maka ketiga istilah tersebut perlu dijelaskan lebih detail. a. ,. (measurement" Tidak ada satupun aktifitas di dunia ini 'ang bisa dipisahkan dari kegiatan pengukuran. Keberhasilan suatu pr gram dapat diketahui melalui suatu pengukuran. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekn l gi tidak bisa lepas dari kegiatan pengukuran. Penelitian-penelitian 'ang dilakukan dalam semua bidang selalu melibatkan kegiatan pengukuran, baik 'ang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. -leh karena itu, pengukuran memegang peranan penting, baik untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan tekn l gi maupun untuk pen'ajian inf rmasi bagi pembuat kebijakan. Pada dasarn'a pengukuran merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu bjek se%ara sistematik. Penentuan angka ini merupakan usaha untuk menggambarkan karakteristik suatu bjek. Kemampuan sese rang dalam bidang tertentu din'atakan dengan angka. !alam menentukan karakteristik individu, pengukuran 'ang dilakukan harus sedapat mungkin mengandung kesalahan 'ang ke%il. Kesalahan 'ang terjadi pada pengukuran ilmu-ilmu alam lebih sederhana dibandingkan dengan kesalahan pengukuran pada ilmu-ilmu s sial. Kesalahan pada ilmu-ilmu alam sebagian besar disebabkan leh alat ukurn'a, sedangkan Beberapa Pengertian Pengertian Pengukuran

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

kesalahan pengukuran dalam ilmu-ilmu s sial bisa disebabkan leh alat ukur, %ara mengukur, dan keadaan bjek 'ang diukur (!jemari Mardapi, .//0". Pengukuran 'ang bersifat kuantitatif itu dapat dibedakan menjadi tiga ma%am, 'aitu: (," Pengukuran 'ang dilakukan bukan untuk menguji sesuatu, seperti pengukuran 'ang dilakukan leh se rang penjahit mengenai panjang lengan, kaki, lebar bahu, ukuran pinggang dan lain-lain. (." Pengukuran 'ang dilakukan untuk menguji sesuatu, seperti pengukuran untuk menguji da'a tahan mesin sepeda m t r, pengukuran untuk menguji da'a tahan lampu pijar, dan lain-lain. (1" Pengukuran untuk menilai 'ang dilakukan dengan menguji sesuatu, seperti pengukuran kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rap r 'ang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar. Pengukuran jenis ketiga inilah 'ang dikenal dalam dunia pendidikan (+nas Sudi' n , ,223". &al-hal 'ang termasuk evaluasi hasil belajar meliputi alat ukur 'ang digunakan, %ara menggunakan, %ara penilaian, dan evaluasin'a. +lat ukur 'ang digunakan bisa berupa tugas-tugas rumah, kuis, ujian tengah semester ($TS", dan ujian akhir semester ($+S". Pada prinsipn'a, alat ukur 'ang digunakan harus memiliki bukti kesahihan (validitas" dan kehandalan (reliabilitas" 'ang tinggi. Kesahihan atau validitas alat ukur dapat dilihat dari k nstruk alat ukur, 'aitu mengukur sesuatu 'ang diren%anakan akan diukur. Menurut te ri pengukuran, substansi 'ang diukur harus satu dimensi. +spek bahasa, kerapian tulisan tidak disk r atau diperhitungkan bila tujuan pengukuran adalah untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. K nstruksi alat ukur dapat ditelaah pada aspek materi, teknik penulisan s al, dan bahasa 'ang digunakan. Pakar di bidangn'a atau teman sejawat merupakan penelaah 'ang baik untuk memberikan masukan tentang kualitas alat ukur 'ang digunakan termasuk tes.

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

Kesahihan alat ukur juga bisa dilihat dari kisi-kisi alat ukur. Kisi-kisi ini berisi materi 'ang diujikan, bentuk dan jumlah s al, tingkat berpikir 'ang terlibat, b b t s al, dan %ara pensk ran. Kisi-kisi 'ang baik adalah 'ang mewakili bahan ajar. $ntuk itu p k k bahasan 'ang diujikan dipilih berdasarkan kriteria: (," p k k bahasan 'ang esensial, (." memiliki nilai aplikasi, (1" berkelanjutan, (4" dibutuhkan untuk mempelajari mata pelajaran 'ang lain. &al lain 'ang penting adalah laman'a waktu 'ang disediakan untuk mengerjakan s al ujian. +da 'ang berpendapat, kisi-kisi ini sebaikn'a disampaikan kepada peserta didik. &asil pengukuran harus memiliki kesalahan 'ang seke%il mungkin. Tingkat kesalahan ini berkaitan dengan kehandalan alat ukur. +lat ukur 'ang baik memberi hasil k nstan bila digunakan berulang-ulang, asalkan kemampuan 'ang diukur tidak berubah. Kesalahan pengukuran ada 'ang bersifat a"a# dan ada 'ang bersifat $i$te%ati#. Kesalahan a%ak disebabkan situasi saat ujian, k ndisi fisik-mental 'ang diukur dan 'ang mengukur bervariasi. K ndisi mental termasuk em si sese rang bisa bersifat variatif, dan variasin'a diasumsikan a%ak. &al ini untuk memudahkan melakukan estimasi kemampuan sese rang. Kesalahan 'ang sistematik disebabkan leh alat ukurn'a, 'ang diukur, dan 'ang mengukur. +da guru 'ang %enderung membuat s al tes 'ang terlalu mudah atau sulit, sehingga hasil pengukuran bisa underestimate atau overestimate dari kemampuan 'ang sebenarn'a. Setiap rang 'ang dites, teramsuk peserta didik, tentu memiliki rasa ke%emasan walau besarn'a bervariasi. +pabila ada peserta didik 'ang selalu memiliki tingkat ke%emasan tinggi ketika dites, hasil pengukurann'a %enderung underestimate dari kemampuan 'ang sebenarn'a. !alam melakukan pengukuran, guru bisa membuat kesalahan 'ang sistematik. Kesalahan ini bisa terjadi pada saat pensk ran, ada guru 'ang 5pemurah5 dan ada guru 'ang 5mahal5 dalam memberi sk r. 6ila murah dan mahal ini berlaku pada semua peserta didik, maka akan terjadi

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

&

kesalahan 'ang sistematik. Sebalik'a, bila han'a berlaku kepada peserta didik tertentu, maka akan terjadi bias dalam pengukuran. !emikian k mpleksn'a masalah pengukuran sehingga dibutuhkan te ri pengukuran. Saat ini ada dua te ri pengukuran 'ang digunakan se%ara luas, 'aitu te ri tes klasik dan te ri m dern. Te ri tes klasik berasumsi bahwa sk r 'ang didapatkan sese rang dari hasil suatu pengukuran dapat diuraikan menjadi sk r 'ang sebenarn'a dan sk r kesalahan. +sumsi lainn'a adalah bahwa tidak ada hubungan antara sk r 'ang sebenarn'a dengan sk r kesalahan. !ari kedua asumsi dasar ini, selanjutn'a dikembangkan f rmula-f rmula atau rumus-rumus untuk mengetahui indeks kesahihan (validitas" dan indeks kehandalan (reliabilitas". +da beberapa kelamahan te ri tes klasik, dan 'ang paling men nj l adalah ketergantungan statistik butir pada karakteristik kel mp k 'ang diukur. !engan demikian, besarn'a statistik butir bervariasi dari satu kel mp k terhadap kel mp k 'ang lain. +kibatn'a, sulit membandingkan kemampuan kel mp k 'ang satu dengan kel mp k lainn'a, apalagi antar individu. Kelemahan ini sudah lama disadari, 'aitu sejak dikembangkann'a alat ukur 'ang digunakan pada bidang ilmu-ilmu alam atau tekn l gi. +lat ukur 'ang digunakan pada bidang ini tidak tergantung pada bjek 'ang diukur, karena karakteristikn'a tidak berubah-ubah selama bjek 'ang diukur sama. &al ini mudah difahami karena 'ang diukur adalah benda atau bjek 'ang mati. 6erbeda dengan bjek pada bidang pendidikan, 'aitu manusia. Keadaan manusia seperti k ndisi senang dan susah, selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga hasil pengukuran 'ang diper leh belum tentu menunjukkan karakteristik individu 'ang sebenarn'a. -leh karena itu, dikembangkan te ri pengukuran 'ang dapat mengatasi kelemahan te ri klasik. Te ri klasik 'ang berkembang pada saat ini 7'ang disebut dengan te ri m dern- menggunakan beberapa asumsi dasar. +sumsi utaman'a adalah peluang sese rang menjawab benar suatu butir tidak ditentuka

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

'

leh peluang menjawab butir 'ang lain, 'ang dikenal dengan asumsi independen. Te ri m dern ini berusaha untuk mengembangkan suatu analisis 'ang menghasilkan estimasi kemampuan sese rang tanpa dipengaruhi leh alat ukur 'ang digunakan. !emikian juga statistik butir diusahakan agar tidak tergantung pada karakteristik individu 'ang diukur. 6erdasarkan sifat-sifat ini, te ri tes m dern dikembangkan leh ban'ak pakar pengukuran di dunia ini. .. Pengertian Penilaian (assessment"

Penilaian merupakan k mp nen penting dalam pr ses dan pen'elenggaraan pendidikan. $pa'a menigkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaiann'a. Keduan'a saling terkait. Sistem pembelajaran 'ang baik akan menghasilkan kualitas 'ang baik. Kualitas pembelajaran ini dapat dilihat dari hasil penilaiann'a. Selanjutn'a, sistem penilaian 'ang baik akan mend r ng guru untuk menentukan strategi mengajar 'ang baik dan mem tivasi peserta didik untuk belajar dengan lebih baik. -leh karena itu, dalam upa'a peningkatan kualitas pendidikan diperlukan perbaikan sistem penilaian 'ang diterapkan. Menurut T8+T (,209", penilaian atau asesmen men%akup semua %ara 'ang digunakan untuk unjuk kerja individu. Pr ses asesmen meliputi pengumpulan bukti-bukti tentang pen%apaian belajar peserta didik. 6ukti ini tidak melalui tes saja, tetapi juga dikumpulkan melalui pengamatan atau lap ran diri (self report". !efinisi penilaian berkaitan dengan semua pr ses pendidikan, seperti karakteristik peserta didik, karakteristik met de mengajar, kurikulum, fasilitas, dan administrasi. Seperti 'ang telah diuraikan di atas, penilaian men%akup %ara 'ang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu. Penilaian berf kus pada individu, 'aitu prestasi belajar 'ang di%apai leh individu. Pr ses penilaian meliputi pengumpulan bukti-bukti tentang pen%apaian kemajuan belajar peserta didik. 6ukti ini tidak selalu diper leh melalaui tes saja, tetapi juga bisa dikumpulkan melalui pengamatan atau lap ran diri. Penilaian

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

memerlukan data 'ang baik mutun'a sehingga perlu didukung leh pr ses pengukuran 'ang baik. Paradigma penilaian sebagai suatu pembelajaran peserta didik telah dirintis lebih dari ./ tahun 'ang lalu, 'aitu sebagai % nt h %ara mengubah lembaga melalui pr ses penilaian (6ern ,,224". Pendekatan 'ang digunakan ini merupakan penegasan bahwa penilaian merupakan bagian dari %ara membelajarkan sese rang. *valuasi hasil belajar 'ang dalam pelaksanaann'a didahului penilaian harus mampu mend r ng peserta didik belajar lebih baik dan juga mend r ng guru untuk mengajar lebih baik. Menurut (:hittenden, ,22,", kegiatan penilaian dalam pr ses pembelajaran perlu diarahkan pada empat hal: Penelusuran: 'aitu kegiatan 'ang dilakukan untuk menelusuri apakah pr ses pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan 'ang diren%anakan atau tidak. $ntuk kepentingan ini, guru mengumpulkan berbagai inf rmasi sepanjang semester atau tahun pelajaran melalui berbagai bentuk pengukuran untuk memper leh gambaran tentang pen%apaian kemajuan belajar anak. Penge%ekan: 'aitu untuk men%ari inf rmasi apakah terdapat kekurangan-kekurangan pada peserta didik selama pr ses pembelajaran. !engan melakukan berbagai bentuk pengukuran, guru berusaha untuk memper leh gambaran men'angkut kemampuan peserta didikn'a, apa 'ang telah berhasil dikuasai dan apa 'ang belum dikuasai. Pen%arian: 'aitu untuk men%ari dan menemukan pen'ebab kekurangan 'ang mun%ul selama pr ses pembelajaran berlangsung. !engan jalan ini, guru dapat segera men%ari s lusi untuk mengatasi kendala-kendala 'ang timbul selamapr ses belajar berlangsung.

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

Pen'impulan: 'aitu untuk men'impulkan tentang tingkat pen%apaian belajar 'ang telah dimiliki peserta didik. &al ini sangat penting bagi guru untuk mengetahui tingkat pen%apaian 'ang diper leh peserta didik. Selain itu, hasil pen'impulan ini dapat digunakan sebagai lap ran hasil tentang kemajuan belajar peserta didik, baik untuk peserta didik itu sendiri, sek lah, rang tua, maupun pihak-pihak lain 'ang berkepentingan.

Tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah untuk meningkakan kinerja individu atau lembaga. $saha peningkatan kinerja harus didasarkan pada k ndisi saat ini 'ang diper leh melalui kegiatan penilaian atau asessmen. !ata untuk kepentingan penilaian diper leh dengan menggunakan alat ukur. +lat ukur 'ang ban'ak digunakan dalam penilaian pendidikan adalah tes. +gar diper leh data 'ang akurat, tes 'ang digunakan harus memiliki bukti-bukti tentang kesahihan dan kehandalann'a. !engan demikian, peningkatan kualitas pendidikan memerlukan alat ukur 'ang sahih dan handal. 1. Pengertian *valuasi (Evaluation"

*valuasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kualitas, kinerja, atau pr duktifitas suatu lembaga dalam melaksanakan pr gramn'a. ; kus evaluasi adalah individu, 'aitu prestasi belajar 'ang di%apai kel mp k atau kelas. Melalui evaluasi akan diper leh inf rmasi tentang apa 'ang telah di%apai dan apa 'ang belum di%apai. Selanjutn'a, inf rmasi ini digunakan untuk perbaikan suatu pr gram. *valuasi menurut 8riffin < =i> (,22," adalah judgment terhadap nilai atau implikasi dari hasil pengukuran. Menurut definisi ini selalu didahului dengan kegiatan pengukuran dan penilaian. Menurut T'ler (,2?/", evaluasi adalah pr ses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan telah ter%apai. Masih ban'ak lagi definisi tentang evaluasi, namun semuan'a selalu memuat masalah inf rmasi dan kebijakan, 'aitu inf rmasi tentang pelaksanaan dan keberhasilan suatu pr gram 'ang selanjutn'a digunakan untuk menentukan kebijakan berikutn'a.

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

*valuasi se%ara singkat juga dapat didefinisikan sebagai pr ses mengumpulkan inf rmasi untuk mengetahui pen%apaian belajar kelas atau kel mp k. &asil evaluasi diharapkan dapat mend r ng guru untuk mengajar lebih baik dan mend r ng peserta didik untuk belajar lebih baik. @adi, evaluasi memberikan inf rmasi bagi kelas dan guru untuk meningkatkan kualitas pr ses belajar mengajar. )nf rmasi 'ang digunakan untuk mengevaluasi pr gram pembelajaran harus memiliki kesalahan seke%il mungkin. *valuasi pada dasarn'a adalah melakukan judgment terhadap hasil penilaian, maka kesalahan pada penilaian dan pengukuran harus seke%il mungkin. Stark dan Th mas (,224" men'atakan bahwa evaluasi 'ang han'a melihat kesesuaian antara unjuk kerja dan tujuan telah dikritik karena men'empitkan f k%us dalam ban'ak situasi pendidikan. &asil 'ang diper leh dari suatu pr gram pembelajaran bisa ban'ak dan multi dimensi. +da 'ang terkait dengan tujuan ada 'ang tidak. Aang tidak terkait dengan tujuan bisa bersifat p sitif dan bisa negatif. -leh karena itu, pendekatan goal free dalam melakukan evaluasi la'ak untuk digunakan. Balaupun tujuan suatu pr gram adalah untuk meningkatkan prestasi belajar, namun bisa diper leh hasil lain 'ang berupa rasa per%a'a diri, kreatifitas, kemandirian, dan lain-lain. +stin (,221" mengajukan tiga butir 'ang harus dievaluasi agar hasiln'a dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Ketiga butir tersebut adalah masukan, lingkungan sek lah, dan keluarann'a. Selama ini 'ang dievaluasi adalah prestasi belajar peserta didik, khususn'a pada ranah k gnitif saja. Canah afektif jarang diperhatikan lembaga pendidikan, walau semua menganggap hal ini penting, tetapi sulit untuk mengukurn'a. K ndisi lingkungan sek lah ikut menentukan kualitas pendidikan, namun jarang dievaluasi kemungkinan karena datan'a tidak bisa dijaring melalui tes tertulis. K ndisi lingkungan sek lah dapat dikateg rikan menjadi dua, 'aitu iklim akademik dan iklim s sial. )klim akademik berupa kegiatan akademik 'ang terjadi di luar kelas di dalam sek lah, sedangkan

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

iklim s sial merupakan hubungan antara pendidik (guru", peserta didik, kepala sek lah, dan staf pendukung atau kar'awan. Penanaman iklim akademik dan iklim s sial 'ang baik ditentukan leh pimpinan dengan dukungan dari semua warga sek lah bersama kar'awan &asil evaluasi pendidikan merupakan inf rmasi 'ang sangat berguna bagi pengel la pendidikan, baik 'ang berada pada tingkat pusat maupun di wila'ah. Salah satu tujuan evaluasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tampakn'a belum berhasil. &al ini dapat terlihat dari perkembangan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun 'ang tidak berubah, walau berfluktuasi namun masih dalam kateg ri rendah. Keadaan ini menunjukkan bahwa hasil evaluasi kemungkinan belum memberikan inf rmasi 'ang akurat dan rin%i untuk perbaikan kualitas pendidikan. &asil evaluasi pendidikan 'ang bersifat nasi nal dapat dianalisis untuk memper leh inf rmasi 'ang akurat untuk perbaikan kualitas pendidikan nasi nal. =amun hal ini belum ban'ak dilakukan, sehingga tiap sek lah tidak menerima kekurangann'a se%ara rin%i. +kibatn'a, pr ses pembelajaran 'ang dilakukan di kelas dari tahun ke tahun tidak ban'ak mengalami perubahan. *valuasi pendidikan 'ang bersifat nasi nal 'ang diselenggarakan setiap tahun seperti pr gram rutin saja, karena hasiln'a belum memberikan k ntribusi 'ang berarti terhadap peningkatan kualitas pendidikan. !itinjau dari %akupann'a, evaluasi ada 'ang bersifat makr dan ada 'ang mikr . *valuasi makr %enderung menggunakan sampel dalam menelaah suatu pr gram dan dampakn'a. Sasaran evaluasi 'ang bersifat makr adalah pr gram pendidikan, 'aitu pr gram 'ang diren%anakan untuk memperbaiki pr gram pendidikan. *valuasi mikr sering digunakan di tingkat kelas, khususn'a untuk mengetahui pen%apaian kemajuan belajar peserta didik. Pen%apaian belajar ini bukan han'a 'ang bersifat k gnitif saja, tetapi juga men%akup semua p tensi 'ang ada pada peserta didik. @adi. Sasaran evaluasi mikr adalah pr gram pembelajaran di kelas

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1,

dan 'ang menjadi penanggungjawabn'a adalah guru untuk tingkat sek lah, dan d sen untuk tingkat perguruan tinggi. *valuasi pembelajaran dapat dikateg rikan menjadi dua, 'aitu f rmatif dan sumatif. *valuasi f rmatif bertujuan untuk memperbaiki pr ses belajar mengajar. &asil tes seperti kuis misaln'a, dianalisis untuk mengetahui k nsep mana 'ang belum difahami sebagian besar peserta didik. Kemudian diikuti dengan kegiatan remedial, 'aitu menjelaskan kembali k nsep-k nsep tersebut. *valuasi untuk perbaikan bisa dilakukan dengan membuat angket untuk peserta didik. +ngket ini berisi tentang pertan'aan mengenai pelaksanaan pembelajaran menurut perspektif peserta didik. &asiln'a dianalisis untuk mengetahui aspek mana 'ang harus diperbaiki. *valuasi sumatif bertujuan untuk menetapkan tingkat keberhasilan peserta didik. =ilai 'ang di%apai peserta didik ditetapkan lulus atau belum. *valuasi sumatif bisa terdiri dari beberapa kegiatan pengukuran dan penilaian. &al ini harus dijelaskan kepada peserta didik di awal pelajaran, 'aitu tentang penentuan nilai akhir. 6 b t dari tugas, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester harus dijelaskan kepada peserta didik. !ampak hasil evaluasi terhadap m tivasi belajar peserta didik adalah 'ang meningkat, tetap, bahkan ada 'ang turun. Setiap peserta didik mempun'ai harapan terhadap hasil ujian (ulangan" pelajaran, 'aitu besarn'a prestasi 'ang din'atakan dengan dalam sk r hasil tes. &arapan ini ada 'ang terpenuhi dan ada 'ang tidak terpenuhi. Sesuai dengan karakteristik peserta didik, ada 'ang m tivasi belajarn'a naik, ada 'ang tetap, dan kemungkinan ada 'ang turun. Masalah 'ang sering timbul dalam melakukan evaluasi terletak pada tujuann'a, pendekatan 'ang digunakan, manfaatn'a dan dampakn'a, baik 'ang berskala makr maupun mikr . Selain itu evaluasi pendidikan juga harus memberi manfaat kepada peserta didik, lembaga, dan mas'arakat. -leh karena itu, apabila evaluasi pendidikan 'ang digunakan tidak membawa peningkatan kualitas pendidikan pada suatu sek lah dan tidak

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

11

memberi manfaat, berarti sistem evaluasi 'ang digunakan atau 'ang dilaksanakan belum berfungsi seperti 'ang diharapkan. *valuasi pendidikan 'ang dilaksanakan selama ini belum memberikan sumbangan untuk peningkatan kualitas pendidikan. &al ini disebabkan leh sistem evaluasi 'ang digunakan belum tepat seperti 'ang diharapkan. $saha untuk memantau perkembangan kualitas pendidikan, pelaksanaan kurikulum, da pembakuan kualitas pendidikan selama ini dilakukan melalui pen'elenggaraan $jian +khir =asi nal ($+=" dan $jian +khir Sek lah ($+S". =ilai rata-rata $+= se%ara nasi nal belum menunjukkan peningkatan 'ang berarti. &al ini berarti $+= belum berfungsi seperti 'ang diharapkan. +kibatn'a timbul berbagai pendapat di mas'arakat, ada 'ang men'arankan untuk dihapus dan ada 'ang men'arankan untuk disempurnakan. =amun semua berpendapat bahwa pemantauan, han'a %ara 'ang digunakan harus tepat sehingga diper leh hasil 'ang bjektif (Mardapi, ,220". +pabila kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan maka inf rmasi 'ang dibutuhkan adalah termasuk tentang keadaan kualitas lembaga pendidikan atau sek lah. -leh karena itu, dibutuhkan sistem evaluasi 'ang lebih mampu digunakan sebagai pend r ng peningkatan kualitas pendidikan nasi nal. $ntuk itu perlu ada evaluasi 'ang sifatn'a nasi nal, namun pesertan'a tidak perlu semua peserta didik, %ukup dipilih sampel 'ang mewakili sek lah. Tes ini menggunakan a%'an %riteria, karena 'ang penting adalah inf rmasi tentang tingkat kemampuan peserta didik dibandingkan dengan %riteria. &asiln'a dianalisis dan ditindaklanjuti untuk perbaikan kualitas sek lah. Pelaksanaann'a tidak harus di akhir tahun pelajaran suatu jenjang pendidikan, bisa saja di kelas 4 atau ? S!#M), di kelas 0 SMP#MTs, atau di kelas ,, SM+#M+. Sementara itu, sebagian besar negara maju sangat mengembangkan sejumlah tes baku, termasuk n n tes 'ang digunakan untuk mengukur kemampuan n n akademik. Tes ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan kualitas pendidikan. Sek lah di +merika %enderung

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

memiliki kebebasan dalam menentukan kurikulum 'ang digunakan, namun tagihann'a sama, 'aitu prestasi 'ang diukur dengan tes baku, sehingga hasiln'a bisa dibandingkan antar tempat dan antar tahun. !i @epang dan )nggris, digunakan kurikulum nasi nal 'ang diturunkan berdasarkan k mpetensi 'ang ingin di%apai. Balau ada variasi dalam penggunaan kurikulum, namun sebagian besar menggunakan tes 'ang bersifat nasi nal untuk memantau perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. &al ini perlu di%ermati dan dipertimbangkan dalam upa'a memperbaiki pelaksanaan evaluasi pendidikan. **** !ari beberapa uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antara pengukuran (measurement", penilaian (assessment", dan evaluasi (evaluation" bersifat hirarkis. Pengukuran membandingkan hasil pengamatan dengan Kriteria, penilaian menjelaskan dan menafsirkan hasil pengukuran, sedangkan evaluasi adalah penetapan nilai atau implikasi suatu perilaku, bisa perilaku individu atau lembaga. Sifat 'ang hirarkis ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan evaluasi melibatkan penilaian dan pengukuran. Penilaian berarti menilai sesuatu, sedangkan menilai itu mengandung arti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri pada ukuran atau %riteria tertentu, seperti menilai sese rang sebagai rang 'ang pandai karena memiliki sk r tes inteligensi lebih dari ,./, sedangkan evaluasi mena%akup baik kegiatan pengukuran maupun penilaian.

Pengukuran Penilaian *valuasi

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1!

b.

T-.-an E/a0-a$i

Tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan dapat dibedakan menjadi dua ma%am, 'aitu tujuan umum dan tujuan khusus. ,. Tujuan $mum

Se%ara umum, tujuan evaluasi adalah: $ntuk menghimpun data dan inf rmasi 'ang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau kemajuan 'ang dialami peserta didik setelah mereka mengikuti pr ses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. !engan kata lain, tujuan umum evaluasi adalah untuk memper leh data pembuktian 'ang akan menjadi petunjuk sampai dimana tingkat pen%apaian kemajuan peserta didik terhadap tujuan atau k mpetensi 'ang telah ditetapkan setelah mereka menempuh pr ses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. $ntuk mengetahui tingkat efektifitas pr ses pembelajaran 'ang telah dilakukan leh guru dan peserta didik. .. Tujuan Khusus $ntuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh pr gram pendidikan. Tanpa ada evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasin'a masing-masing. $ntuk men%ari dan menemukan fa%t r-fakt r pen'ebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti pr gram pendidikan, sehingga dapat di%ari dan ditemukan jalan keluar atau %ara-%ara perbaikann'a. ". 1-ng$i E/a0-a$i

Se%ara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau pr ses setidaktidakn'a memiliki tiga ma%am fungsi p k k 'aitu (a" mengukur kemajuan,

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1&

(b" menunjang pen'usunan ren%ana, dan (%" memperbaiki atau melakukan pen'empurnaan kembali. +dapun se%ara khusus, fungsi evaluasi di bidang pendidikan dapat dilihat dari tiga segi, 'aitu (a" segi psik l gis, (b" segi pedag gis-didaktik, dan (%" segi administratif. Se%ara psik l gis, evaluasi dalam bidang pendidikan di sek lah dapat ditilik dari dua sisi, 'aitu dari sisi peserta didik dan dari sisi pendidik. 6agi peserta didik, evaluasi pendidikan se%ara psik l gis akan memberikan ped man atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirin'a masing-masing di tengah-tengah kel mp kn'a atau kelasn'a. Masing-masing mereka akan mengetahui apakan dia termasuk siswa 'ang pandai, rata-rata, atau berkemampuan rendah. 6agi guru atau pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kepastian atau ketetapan hati kepada dirin'a tentang sejauh manakah usaha pendidikan-pengajaran 'ang telah dilakukann'a selama ini telah membawa hasil, sehingga dia se%ara psik l gis memiliki ped man atau pegangan batin 'ang berguna untuk menentukan langkah-langkah apa saja 'ang dipandang perlu dilakukan selanjutn'a. Misaln'a, dengan menggunakan met de-met de mengajar tertentu, hasil belajar para peserta didik telah menunjukkan adan'a peningkatan da'a serap terhadap materi 'ang diajarkan, maka atas dasar evaluasi, penggunaan met demet de tersebut perlu dipertahankan. Sebalikn'a, apabila hasil belajar para peserta didik tern'ata tidak menggembirakan, maka guru akan berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dan pen'empurnaan sgar hasil belajar peserta didikn'a menjadi lebih baik. 6agi peserta didik, se%ara didaktik, evaluasi pendidikan akan dapat memberikan d r ngan atau m tivasi kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan prestasin'a. *valuasi belajar misaln'a akan menghasilkan nilai-nilai hasil belajar untuk masingmasing individu peserta didik. +da peserta didik 'ang nilain'a jelek, karena itu dia terd r ng untuk memperbaikin'a, agar di waktu mendatang

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1'

nilai hasil belajarn'a tidak sejelek sekarang. +da peserta didik 'ang 'ang nilain'a tidak jelek tetapi belum dikatakan baik atau memuaskan, maka dia akan memper leh d r ngan untuk meningkatkan prestasi belajarn'a di waktu mendatang. +da juga peserta didik 'ang sudah mendapatkan nilai 'ang baik, dan dia tentu akan term tivasi untuk dapat mempertahankan prestasin'a pada waktu mendatang. Se%ara didakti, bagi guru, evaluasi pendidikan setidakn'a memiliki lima ma%am fungsi, 'aitu: a. ;ungsi diagn stik: Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha atau prestasi 'ang telah di%apai leh peserta didikn'a. b. ;ungsi penempatan: Memberikan inf rmasi 'ang sangat berguna untuk mengetahui p sisi masing-masing peserta didik di tengahtengah kel mp kn'a. %. ;ungsi selektif: Memberikan bahan 'ang sangat penting untuk memilih dan menetapkan status peserta didik. d. ;ungsi bimbingan: Memberikan ped man untuk men%ari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik 'ang memang memerlukann'a. e. ;ungsi intruksi nal: Memberikan petunjuk tentang sejauh mana pr gram pengajaran (k mpetensi 'ang telah ditentukan" bisa ter%apai. +dapun se%ara administratif, evaluasi pendidikan memiliki tiga ma%am fungsi, 'aitu: a. Memberikan lap ran !engan melakukan evaluasi, akan dapat disusun dan disajikan lap ran mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mereka mengikuti pr ses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dap ran ini pada umumn'a tertuang dalam bentuk rap r (untuk siswa" dan Kartu &asil Studi (K&S" untuk mahasiswa. 6aik rap r maupun K&S sebaikn'a dikirimkan kepada rang tua#wali pada akhir semester.

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1(

b. Memberikan inf rmasi atau data Setiap keputusan pendidikan harus didasarkan kepada data 'ang lengkap dan akurat. !alam hubungan ini, nilai-niliah hasil belajar para peserta didik 'ang diper leh melalui kegiatan evaluasi merupakan data 'ang sangat penting untuk keperluan pengambilan keputusan pendidikan. Keputusan untuk meluluskan atau menaikkan peserta didik harus dilakukan berdasarkan data dari kegiatan evaluasi. %. Memberikan gambaran 8ambaran mengenai hasil-hasil 'ang telah di%apai dalam pr ses pembelajaran ter%ermin antara lain dari hasil-hasil belajar para peserta didik setelah dilakukan kegiatan evaluasi hasil belajar. !ari kegiatan evaluasi ini akan tergambar dalam matapelajaran apa saja kemampuan para peserta didik masih memprihatinkan, dan dalam matapelajaran apa saja prestasi mereka sudah baik. +gar diper leh pemahaman 'ang lebih baik tentang fungsi evaluasi pendidikan ini, bisa dilihat dalam bagan berikut ini:
Mengukur Kemajuan Se%ara $mum Menunjang Pen'usunan Cen%ana Memperbaiki kembali
6agi Peserta !idik: Mengenal kapasitas dan kemampuan dirin'a

;ungsi *valuasi Pendidikan

Psik l gis

6agi Pendidik: Kepastian tentang hasil usahan'a


6agi Peserta !idik: ! r ngan perbaikan#peningkatan prestasin'a 6agi Pendidik: ;ungi !iagn stik ;ungsi Penempatan ;ungsi Selektif ;ungsi 6imbingan ;ungsi )nstruksi nal

Se%ara Khusus

!idaktik

+dministrati f

Memberikan Dap ran Memberikan !ata Memberikan 8ambaran

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1)

2.

A$pe# Sa$aran E/a0-a$i

+spek atau sasaran evaluasi adalah sesuatu 'ang sesuatu 'ang dijadikan titik pusat perhatian 'ang akan diketahui statusn'a berdasarkan pengukuran. !alam dunia pendidikan, ada tiga aspek 'ang menjadi sasaran evaluasi pendidikan, 'aitu aspek k gnitif, afektif, dan psik m t rik. ,. Canah K gnitif

+spek atau d main k gnitif adalah ranah 'ang men%akup kegiatan mental ( tak". Menurut 6l m, segala upa'a 'ang men'angkut tak adalah termasuk dalam ranah k gnitif. !alam ranah k gnitif terdapat enam jenjang pr ses berpikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang 'ang paling tinggi. Keenam jenjang dmaksud adalah (," pengetahuan, hafalan, ingatan (knowledge", (." pemahaman (comprehension", (1" penerapan (application", (4" analisis (analysis", (?" sintesis (synthesis", dan (3" penilaian (evaluation". Pengeta3-an adalah kemampuan sese rang untuk mengingat-ingat kembali (recall" atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus, dan lain-lain tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakann'a. Pengetahuan atau ingatan ini merupakan tingkat berpikir 'ang paling rendah. Salah satu % nt h hasil belajar k gnitif pada jenjang pengetahuan adalah peserta didik dapat menghafal surat al-E+shr, menerjemahkan dan menuliskann'a kembali se%ara baik dan benar, sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan 'ang diberikan guru Pendidikan +gama )slam di sek lah. : nt h lainn'a, peserta didik dapat mengingat kembali peristiwa kelahiran Casulullah saw. Pe%a3a%an adalah kemampuan sese rang untuk mengerti dan memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. !engan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatn'a dari berbagai segi. Se rang peserta didik dapat dikatakan memahami sesuatu apabila dia dapat memberikan penjelasan 'ang rin%i tentang sesuatu tersebut dengan menggunakan kata-katan'a sendiri. Pemahaman

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1*

merupakan tingkat berpikir 'ang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan. Salah satu % nt h hasil belajar ranah k gnitif pada jenjang pemahaman adalah peserta didik dapat menguraikan tentang makna kedisiplinan 'ang terkandung dalam surat al-E+shr se%ara lan%er dan jelas. Penerapan atau aplikasi adalah kesanggupan sese rang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata %ara ataupun met demet de, prinsip-prinsip, rumus, te ri dan lain-lain dalam situasi 'ang baru dan k ngkrit. +plikasi atau penerapan ini adalah tingkat berpikir 'ang setingkat lebih tinggi daripada pemahaman. Salah satu % nt h hasil belajar k gnitif jenjang aplikasi adalah peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan k nsep kedisiplinan 'ang diajarkan leh )slam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sek lah maupun di mas'arakat. Ana0i$i$ adalah kemampuan sese rang untuk merin%i atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian 'ang lebih ke%il dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Taraf berpikir analisis adalah setingkat lebih tinggi daripada taraf berpikir aplikasi. : nt h hasil belajar analisis adalah peserta didik dapat merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud n'ata kedisiplinan se rang siswa sehari-hari di rumah, di sek lah, dan di mas'arakat sebagai bagian dari ajaran )slam. Sinte$i$ adalah kemampuan berpikir 'ang merupakan kebalikan dari pr ses berpikir analisis. Sintesis merupakan suatu pr ses berpikir 'ang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur se%ara l gis, sehingga menjelma menjadi suatu p la 'ang berstruktur atau berbentuk p la baru. Taraf berpikir sintesis kedudukann'a setingkat lebih tinggi daripada taraf berpikir analisis. Salah satu % nt h hasil belajar k gnitif pada taraf sintesis adalah peserta didik mampu menulis karangan tentang pentingn'a kedisiplinan sebagaimana telah diajarkan leh )slam. !alam karangann'a itu, peserta didik juga dapat mengemukakan se%ara jelas gagasan-

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1+

gagasann'a sendiri atau rang lain, data-data atau inf rmasi lain 'ang mendukung pentingn'a kedisiplinan. Peni0aian atau penghargaan atau evaluasi merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah k gnitif menurut taks n mi 6l Penilaian atau evaluasi merupakan kemampuan sese rang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai, atau ide. Misaln'a, jika sese rang dihadapkan pada beberapa pilihan maka dia akan mampu memilih satu pilihan 'ang terbaik sesuai dengan pat kan-pat kan atau %riteria 'ang ada. : nt h hasil belajar k gnitif taraf evaluasi adalah peserta didik mampu mengidentifikasi manfaat kedisiplinan dan mudharat kemalasan sehingga pada akhirn'a dia berkesimpulan dan menilai bahwa kedisiplinan di samping merupakan perintah +llah swt juga merupakan kebutuhan manusia itu sendiri. Keenam jenjang taraf berpikir k gnitif ini bersifat k ntinum dan overlap atau tumpang tindih, di mana taraf berpikir 'ang lebih tinggi meliputi taraf berpikir 'ang ada di bawahn'a. .. Canah afektif m.

Taks n mi untuk ranah afektif dikembangkan pertama kali leh !avid C. Krathw hl dan kawan-kawan (,294" dalam bukun'a 'ang berjudul Taxonomy of Educational Objectives: ffective !omain" Canah afektif adalah ranah 'ang berkaitan dengan sikap dan nilai. 6eberapa pakar mengatakan bahwa sikap sese rang dapat diramalkan perubahann'a bila sese rang telah memiliki penguasaan k gnitif 'ang tinggi. :irri-%iri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku, seperti perhatiann'a terhadap mata pelajaran P+), kedisiplinan dalam mengikuti pembelajaran P+), m tivasin'a 'ang tinggi untuk tahu lebih ban'ak tentang materi P+), penghargaan dan rasa h rmat terhadap guru P+), dan lain-lain. Canah afektif ini leh Krathw hl dan kawan-kawan dirin%i ke dalam beberapa jenjang atau taraf afektif, 'aitu (," penerimaan ( receiving", (." penanggapan (responding", (1" menilai (valuing", (4" meng rganisasikan

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

(organi#ation", dan (?" karakterisasi dengan nilai atau k mpleks nilai (characteri#ation by a value orang value complex ". Receiving atau attending adalah kepekaan sese rang dalam menerima rangsangan atau stimulus dari luar 'ang dating kepada dirin'a dalam bentuk masalah, situasi, gejala, dan lain-lain. Termasuk dalam jenjang ini adalah kesadaran dan keinginan untuk menerima stimulus, meng ntr l dan men'eleksi gejala-gejala atau rangsangan 'ang dating. $eceiving atau attending juga sering diberi pengertian sebagai kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu bjek. Pada jenjang ini, peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai 'ang diajarkan kepada mereka, dan mereka mau menggabungkan diri ke dalam nilai itu, atau mengidentikkan diri dengan nilai itu. : nt h hasil belajar afektif taraf receiving adalah peserta didik men'adari bahwa disiplin wajib ditegakkan, sifat malas dan tidak berdsiplin harus disingkirkan jauh-jauh. Responding atau menanggapi mengandung arti 5adan'a partisipasi aktif5. @adi, kemampuan responding adalah kemampuan 'ang dimiliki sese rang untuk mengikutsertakan dirin'a se%ara aktif dalam fen mena tertentu dan membuat reaksi terhadapn'a dengan salah satu %ara. @enjang ini setingkat lebih tinggi daripada receiving" : nt h hasil belajar ranah afektif jenjang responding adalah peserta didik tumbuh hasratn'a untuk mempelajari lebih jauh ajaran-ajaran )slam tentang kedisiplinan. Valuing artin'a memberikan nilai atau penghargaan terhadap suatu kegiatan atau bjek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan dirasakan akan membawa kerugian atau pen'esalan. %aluing merupakan taraf afektif 'ang setingkat lebih tinggi daripada responding" Terkait dengan pr ses pembelajaran, peserta didik tidak han'a mau menerima nilai 'ang diajarkan tetapi telah mampu untuk menilai k nsep atau fen mena, 'aitu baik-buruk. +pabila peserta didik telah mampu untuk mengatakan bahwa 5itu baik atau itu buruk5 maka dia sudah mampu untuk melakukan penilaian. =ilai itu sudah mulai diinternalisasikan ke dalam dirin'a, 'ang selanjutn'a bersifat stabil dan menetap dalam dirin'a.

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

: nt h hasil belajar afektif taraf valuing adalah tumbuhn'a kemauan 'ang kuat dalam diri peserta didik untuk berlaku disiplin, baik di rumah, sek lah, maupun di mas'arakat karena didasari ke'akinan dan penilaian bahwa hidup disiplin adalah baik. Organization artin'a mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru 'ang lebih universal, 'ang membawa kepada perbaikan umum. Mengatur atau meng rganisasikan merupakan pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem rganisasi, termasuk di dalamn'a hubungan satu nilai dengan nilai 'ang lain, pemantapan dan pri ritas nilai 'ang telah dimilikin'a. : nt h hasil belajar afektif taraf organi#ation adalah peserta didik mendukung penegakkan disiplin nasi nal 'ang di%anangkan leh pemerintah. Mengatur atau meng rganisasikan ini merupakan taraf afektif 'ang setingkat lebih tinggi daripada valuing" Characterization by a value orang value complex 'akni keterpaduan semua sistem nilai 'ang telah dimiliki sese rang, 'ang mempengaruhi p la kepribadian dan tingkah lakun'a. !i sini pr ses internalisasi nilai telah menempati tempat 'ang tinggi dalam suatu hirarki nilai. =ilai itu telah tertanam se%ara k nsisten dalam sistemn'a dan telah mempengaruhi em sin'a. )ni adalah tingkatan afektif tertinggi karena sikap batin peserta didik telah benar-benar bijaksana. !ia telah memiliki filsafat hidup 'ang mapan. @adi pada taraf afektif ini, peserta didik telah memiliki sistem nilai 'ang mapan dan meng ntr l tingkah lakun'a untuk suatu waktu 'ang %ukup lama, sehingga membentuk karakteristik 5p la hidup5. Tingkah lakun'a menetap, k nsisten, dan dapat diramalkan. : nt h hasil belajar afektif ranah terakhir ini adalah peserta didik telah memiliki kebulatan sikap. Bujudn'a, peserta didik menjadikan perintah +llah swt dalam surat al-E+shr sebagai pegangan hidupn'a dalam hal 'ang men'angkut kedisiplinan, baik di rumah, sek lah, maupun di mas'arakat.

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

1.

Canah Psik m t r

Canah psik m t r adalah ranah 'ang berkaitan dengan keterampilan (skill" atau kemampuan bertindak setelah sese rang menerima pengalaman belajar tertentu. &asil belajar ranah psik m t r dikemukakan leh Simps n (,2?3" 'ang men'atakan bahwa hasil belajar psik m t r ini tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampuan bertindak individu. &asil belajar k gnitif dan afektif akan menjadi hasil belajar psik m t r apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna 'ang terkandung dalam ranah k gnitif dan afektifn'a. Sebagai % nt h wujud n'ata hasil belajar psik m t r untuk tema kedisiplinan dapat berupa: Peserta didik bertan'a kepada guru P+) tentang % nt h-% nt h kedisiplinan 'ang ditunjukkan leh Casulullah saw, para sahabat, dan ulama. Peserta didik men%ari dan memba%a buku, majalah, dan sumber inf rmasi lain 'ang memuat tentang tema kedisiplinan. Peserta didik dapat memberikan penjelasan kepada siapapun tentang pentingn'a kedisiplinan dalam kehidupan. Peserta didik menganjurkan kepada siapapun untuk berperilaku hidup disiplin. Peserta didik dapat memberikan % nt h perilaku kedisiplinan dalam bentuk mentaati peraturan, beribadah, belajar dan lain-lain di manapun dia berada. !an lain-lain

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi