Anda di halaman 1dari 11

Pembuatan awetan spesimen diperlukan untuk tujuan pengamatan spesimen secara praktis tanpa harus mencari bahan segar

yang baru. Terutama untuk spesimenspesimen yang sulit di temukan di alam. Awetan spesimen dapat berupa awetan basah atau kering. untuk awetan kering, tanaman diawetkan dalam bentuk herbarium, sedangkan untuk mengawetkan hewan dengan sebelumnya mengeluarkan organ-organ dalamnya. Awetan basah, baik untuk hewan maupun tumbuhan biasanya dibuat dengan merendam seluruh spesimen dalam larutan formalin 4%. A. ara Pembuatan Awetan !ering ". Awetan pada tumbuhan a. #embuat $erbarium Awetan kering tumbuhan disebut herbarium, alat dan bahan yang digunakan yaitu% "& karton'duplek (& kertas !oran )& sasak dari bambu'tripleks 4& sampel tanaman *& alat tulis ara pembuat herbarium yaitu sebagai berikut% "& +ika memungkinkan, kumpulkan tumbuhan secara lengkap, yaitu akar, batang, daun dan bunga. Tubuhan berukuran kecil dapat diambil seluruhnya secara lengkap. Tumbuhan beukuran besar cukup diambil sebagian saja, terutama ranting, daun, dan jika ada, bunganya. (& ,emprotlah dengan alcohol -.% untuk mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. )& ,ediakan beberapa kertas !oran ukuran misalnya )(/ 40 cm. 4& Atur dan letakkan bagian tumbuhan diatas !oran. 1aun hendaknya menghadap ke atas dan sebagian menghadap ke bawah terhadap kertas !oran tersebut. Agar posisinya baik,dapat dibantu dengan mengikat tangkai'ranting dengan benang yang dijahitkan ke kertas membentuk ikatan. *& Tutup lagi dengan !oran. 1eikian seterusnya hingga kalian dapat membuat beberapa lembar. 2& Terakhir tutup lagi dengan !oran, lalu jepit kuat-kuat dengan kayu'bamboo, ikat dengan tali. $asil ini disebut specimen. -& ,impan selama "-( minggu ditempat kering dan tidak lembab. atatan% a& 1i udara lembab, specimen dijemur dibawah terik matahari atau didekat api. b& ,ecara periodic gantilah kertas !oran yang lembab'basah dengan yang kering beberapa kali. !ertas yang lembab dapat dijemur untuk digunakan beberapa kali. c& +angan menjemur dengan membuka kertas !oran yang menutupinya. #enjemur specimen tidak boleh terlalu lama sebab proses pengeringan

yang terlalu cepat hasilnya kurang baik. d& +ika telah kering, ambil specimen tumbuhan dan tempelkan di atas kertas karton ukuran)( / 40 cm. aranya harus pelan-pelan dan hati-hati. 3agian-bagian tertentu dapat diisolasi agar dapat melekat pada kertas herbarium. e& 3uatlah tabel yang memuat% nama kolektor, nomor koleksi 4jika banyak&, tanggal,nama specimen 4ilmiah, daerah&, nama suku'famili dan catatan khusus tentang bunga, buah atau ciri lainnya. f& Tutup herbarium dengan plastic. g& +ika disimpan, tumpukan herbarium harus diberi kapur barus 4kamfer& Awetan yang telah dibuat kemudian dimasukkan dalam daftar in5entaris koleksi. Pencatatan dilakukan kedalam field book'collector book. sedangkan pada herbarium keterangan tentang tumbuhan dicantumkan dalam etiket. 1alam herbarium ada dua macam etiket, yaitu etiket gantung yang berisi tentang6 nomer koleksi, inisial nama kolektor, tanggal pengambilan spesimen dan daeran tingkat 77 tempat pengambilan 4untuk bagian depan& dan nama ilmian spesimen 4untuk bagian belakang&. Pada etiket tempel yang harus dicantumkan antara lain6 kop4 kepala surat& sebagai pengenal indentitas kolektor'lembaga yang menaungi, 48o&nomer koleksi,4dd&tanggal ambil, familia, genus, spesies, 8om. 7ndig4nama lokal&, 4dd& tanggal menempel, 4determinasi&nama orang yang mengidentifikasi spesimen itu, 4insula& pulau tempat mengambil, 4m. alt& ketinggian tempat pengambilan dari permukaan air laut, 4loc& kabupaten tempat pengambilan, dan 4annotatione& deskripsi spesimen tersebut. (. Awetan pada hewan Taksidermi adalah hewan hasil pengawetan, biasanya golongan 5ertebrata yang dapat dikuliti. Pada pembuatan taksidermi, hewan dikuliti, organ-organ dalam dibuang, untuk selanjutnya dibentuk kembali seperti bentuk aslinya. 9wan-hewan 5ertebrata yang sering dibuat taksidermi misalnya berbagai jenis mamalia, kadal atau reptil, dsb. Taksidermi seringkali dipergunakan sebagai bahan referensi untuk identifikasi hewan 5ertebrata, juga menunjukkan berbagai macam ras yang dimiliki suatu spesies. ,elain itu, tentu saja taksidermi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran biologi. Alat dan bahan yang diperlukan antara lain% 4"& bak bedah6 4(& alat-alat bedah seperti gunting dan pinset6 4)& alat-alat dan bahan pembius misal kloroform dan sungkup6 44& kawat, benang, kapas, dan jarum jahit6 4*& :at pengawet seperti boraks atau tepung tawas, formalin6 42& air.

ara pembuatan taksidermi adalah sebagai berikut.

a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Potong otot-otot paha dan pisahkan tulang paha dari persendian dan pangkal paha, keluarkan bagian ini. Potonglah otot-otot pada tumit, keluarkan jaringan lunak pada telapak kaki dengan jalan mengirisnya. !eluarkan semua bagian kaki lainnya yang masih tertinggal di dalam kulit. ;langi langkah pertama dan kedua di atas untuk bagian tangan, dan ekor. ;ntuk bagian kepala, lepaskan kulit secara hati-hati, sertakan telinga, kelopak mata pada kulit. +aga jangan sampai robek. Potonglah tulang rawan hidung dan biarkan melekat pada kulit. Potonglah bagian kepala dan leher, bersihkan bekas-bekas otak dengan cara menyemprotkan air. 3alikkan kulit dan bersihkan dari sisa daging dan lemak. 3asuh bagian permukaan dalam kulit tubuh dengan boraks, demikian pula untuk ekor, kaki, tangan dan tengkorak kepala. ,ebagai pengganti mata, gunakan bola mata tiruan. 3entuk tubuh hewan kembali dengan menggunakan kapuk dan kawat, lalu jahit dengan rapi. Atur posisi hewan sebagaimana kebiasan hewan sewaktu masih hidup. Pajang taksidermi pada tempat-tempat yang aman dan terhindar dari serangan serangga, bersih dan kering. 7nsektisida, atau kamper 4naftalen& dapat ditambahkan untuk mencegah serangan jamur. Ada baiknya taksidermi disimpan dalam boks kaca.

!erangka katak yang diawetkan dapat digunakan untuk media pembelajaran macam-macam bentuk tulang. ara membuat awetan rkering angka katak adalah sebagai berikut% a. <epaskan semua kulit dan daging dari tulang secara hati-hati. +angan sampai persendian terputus. ;payakan sebersih mungkin, sampai daging yang melekat pada rangka seminimal mungkin. b. =endam rangka katak dalam bubur kapur. 3ubur kapur dapat dibuat dengan melarutkan a> ke dalam air, dengan menambahkan sedikit !>$. c. 3ila tulang telah bersih, cucilah bubur kapur dari rangka. d. !eringkan rangka dan atur posisinya pada suatu landasan yang telah disediakan terlebih dahulu. e. Pernis rangka katak tersebut, sehingga tampak lebih menarik dan membuat tulang-tulang menjadi lebih awet. f. 3eri label atau keterangan pada awetan yang sudah jadi tersebut

#embuat insektarium 7nsectarium adalah sampel jenis serangga hidup yang ada di kebun binatang, atau museum atau pameran tinggal serangga. 7nsectariums sering menampilkan berbagai jenis serangga dan arthropoda yang mirip, seperti laba-

laba, kumbang, kecoa, semut, lebah, kaki seribu, kelabang, jangkrik, belalang, serangga tongkat, kalajengking dan 3elalang sembah alat( dan bahan(nya mungkin belum tercantum, tetapi mungkin ini sangat membantu. a. Tangkaplah serangga dengan menggunakan jaring serangga. $ati-hati terhadap serangga yang berbahaya. b. #atikan serangga dengan jalan memasukkannya ke dalam kantong plastik yang telah diberi kapas yang dibasahi kloroform. c. ,erangga yang sudah mati dimasukkan ke dalam kantong atau stoples tersendiri. !upu( dan capung dimasukkan ke dalam amplop dengan hati( agar sayapnya tidak patah. d. ,untiklah badan bagian belakang serangga dengan formalin *%. ,apulah 4dengan kuas& bagian tubuh luar dengan formalin *%. e. ,ebelum mengering, tusuk bagian dada serangga dengan jarum pentul. f. Pengeringan cukup dilakukan di dalam ruangan pada suhu kamar. Tancapkan jarum pentul pada plastik atau karet busa. g. ;ntuk belalang, rentangkan salah satu sayap ke arah luar. ;ntuk kupukupu, sayapnya direntangkan pada papan perentang atau kertas tebal sehingga tampak indah. 3egitu juga capung. h. ,etelah kering, serangga dimasukkan ke dalam kotak insektarium 4dari karton atau kayu&. 1i dalamnya juga dimasukkan kapur barus 4kamper&. i. 3eri label 4di sisi luar kotak& yang memuat catatan khusus lainnya.

".

3. ara Pembuatan Awetan 3asah Awetan pada tumbuhan 3erikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat media pembelajaran berupa awetan basah tumbuhan lumut. a. 3ersihkan kotoran dan tanah dari tumbuhan lumut yang ingin diawetkan. b. ,iapkan larutan fiksatif dengan komposisi% 4"& asam asetat glasial sebanyak * ml6 4(& formalin sebanyak ". ml6 4)& etil alkohol sebanyak *. ml. ,elanjutnya untuk mempertahankan warna hijau lumut, dapat pula ditambahkan ke dalam larutan fiksatif tadi larutan tembaga sulfat dengan komposisi% 4"& tembaga sulfat .,( gram6 dan 4(& a?uades sebanyak )* ml. c. #atikan lumut dengan merendamnya ke dalam larutan fiksatif yang telah ditambahkan larutan tembaga sulfat tadi. 3iasanya diperlukan 40 jam perendaman. d. ,iapkan tempat berupa botol penyimpanan yang bersih, kemudian isi dengan alkohol -.% sebagai pengawetnya. e. #asukkan lumut yang telah siap tadi dalam botol penyimpanan, atur posisinya sehingga mudah diamati. f. 3uatkan label berupa nama spesies lumut tanpa mengganggu pengamatan. g. Awetan basah tumbuhan lumut siap digunakan. ,ecara berkala atau bila

perlu, misalnya larutan menjadi keruh atau berkurang, gantilah dengan larutan pengawet yang baru secara hati-hati. (. Awetan pada hewan 3erikut ini langkah-langkah membuat awetan basah. a. ,iapkan spesimen yang akan diawetkan. b. c. ,ediakan formalin yang telah diencerkan sesuai dengan keinginan. #asukkan spesimen pada larutan formalin yang telah ada dalam botol jam dan telah diencerkan. d. Tutup rapat botol dan kemudian diberi label yang berisi nama spesimen tersebut dan familinya.

,;#39= http%''mediapendidikanok.blogspot.com'(.".'""'pengawetan-hewan-dengantaksidermi.html@ Tanggal akses% (( #aret (."" http%''suhadinet.wordpress.com'(..A'.0'.-'cara-membuat-taksidermi-awetan-keringhewan'@ Tanggal akses% (( #aret (."" http%''www.riobelajar.co.cc'(.".'".'pembuatan-herbarium.html@ Tanggal akses% (( #aret (."" http%''suhadinet.wordpress.com'(..A'.0'(-'cara-membuat-awetan-basah-tumbuhanlumut'@ Tanggal akses% (( #aret (.""

P98BAC9TA8 ,P9,7#98-,P9,7#98 $A7CA8 !9 7< 1A8 T;#3;$A8 Pengawetan haiwan dalam cecair ,emua haiwan mesti dipengsankan dahulu sebelum dibunuh agar ianya dapat diawet dalam keadaan yang sempurna. Dormalin dan etil alkohol4etanol& adalah pengawet dan penetap yang paling umum digunakan.Dormalin komersial biasanya diperolehi sebagai 4.% larutan formaldehid. ,emua pencairan fomalin adalah disediakan dari bahan komersial 4.% ini. Dormalin mengeraskan tisu dan menghasilkan kerapuhan jika dibandingkan dengan alkohol . Calaubagaimanapun ia adalah pengawet yang sesuai untuk pengawetan sementara terutama sekali dengan haiwan 5etebrata . ,emua spesimen yang diawet dalam fomalin lambat laun akan menjadi keras dan rapuh jika tidak dipindahkan dalam pengawet dalam alkohol. +ika ini perlu dilakukan spesimen-spesimen boleh terlebih dahulu dibasuh bagi menghilangkan baunya. Dormalin adalah tidak sesuai untuk haiwan yang mempunyai kerangka atau spikul-spikul kapur kerana larutan komersil ini biasanya adalah berasid dan akan melembutkan bahagian berkapur 4 calcareous& . $al ini dapat diatasi dengan menuetralkan fomalin tersebut. Dormalin dapat mengawet warna spesimen-spesimen lebih lama lagi jika dibandingkan dengan alkohol sungguhpun memang diketahui tidak ada satu pun bahan pengawet yang dapat mengekalkan warna asal spesimen sampai bila-bila. $aiwan yang lembut elok ditetapkan dan diawetkan dalam alkohol. >rganisma bergelatin lembut memerlukan penetanan beransur bergantung kepada ketumpatan dan sai:nya. 7ni biasanya dari dua hingga enam jam bagi setiap kepekatan alkohol dari ).% , *.% dan 2.% yang mana selepas itu ianya disimpan dalam alkohol -.%. 1i bawah ini ada diberikan panduan bagi cara-cara memengsan membunuh dan bahanbahan pengawet yang digunakan keatas spesimen-spesimen haiwan . ,pesimen 3ahan Pemengsan Atau #embunuh i. oelenterata 3ubuhkan hablur mentol ontoh % $ydra,>bor-obor,dll ke dalam air . ii. Annelida #egnesium !lorid -% ontoh % ancing tanah,lintah dll. iii. #ollusca4 tidak berangka& ;rethane (% atau ontoh% <intah 3ulan dan beberapa titik propyline ,otong. klorid i5. #ollusca #agnesium klorid -% 3ahan Pengawet Alkohol -.% Domalin *% atau alkohol -.% Domalin *% atau alkohol -.% Dormalin *% jika besar

ontoh% ,iput dan !erang E. 9chinodermata ontoh% Bamat, tapak sulaiman Ei. rustacea 4laut& ontoh% ;dang,ketam dll Eii.,erangga ontoh% !umbang F. Eeterbrata daratan reptilia, amphibia dan lain-lain. Fi. 7kan

suntikan dengan ".% formalin dahulu. #asukkan terus kedalam Dormalin *% jika besar air tawar suntik dengan formalin ". % dahulu. #asukkan dalam air tawar Dormalin *% +ika besar suntik dengan fomalin ". % dahulu. 9thyl Acetat !eringkan dipinkan lar5a disimpan dalam alkohol -. - 0.%. 9ther , klorofom ,untik dengan alkhol -.% atau fomalin ".% dan disimpan dalam fomalin ".%. <arutan urethane ".% Dormalin ".% 4 suntik atau ms-((( sando: jika spesimen besar & "%",... hingga "%(.,...

1iposkan oleh ATATA8 =A $#A di .*.(0@!irimkan 7ni lewat 9mail@3logThisG @3erbagi ke Twitter@3erbagi ke Dacebook@3agikan ke Pinterest@

Tidak ada komentar%

Poskan !omentar

Posting <ebih 3aru@3eranda@ <angganan% Poskan !omentar 4Atom&@ Ada kesalahan di dalam gadget ini Dish

1aily alendar

About #e ATATA8 =A $#A@ !endari, ,ulawesi Tenggara, 7ndonesia seorang mahasiswi di ;ni5ersitas $aluoleo !endari. Dakultas !eguruan dan 7lmu Pendidikan, Pend.3iologi. 7 l7!e 3iology. <ihat profil lengkapku@ 3log Archi5e " H @(.""@ 44&I @Agustus@ 4"& ( I @April@ 4(& " H @#aret@ 4"&T9!87! #9#3;AT AC9TA8 3A,A$ 1A8 AC9TA8 !9=78B@ Pengikut

1iberdayakan oleh 3logger@.

@ @

D=71AJ, A ,9PT9#39= (."" Teknik Asas #akmal% Pengawetan ,pesimen 3iologi Pengawetan spesimen menjadikan sesuatu specimen biologi tahan lama dan tidak mudah rosak supaya spesimen berkenaan boleh digunakan sebagai bahan bantu mengajar. 1ua jenis pengawetan yang asas ialah% ". Pengawetan basah (. Pengawetan kering Pengawetan 3asah ". 3ermaksud spesimen diawet di dalam larutan pengawet yang sesuai. (. 9tanol dan formalin merupakan dua jenis bahan yang sering digunakan sebagai bahan pengawet. ). 9tanol adalah bahan pengawet yang terbaik tetapi harganya jauh lebig mahal daripada formalin. >leh itu, etanol sering digunakan untuk mengawet spesimen yang bersai: kecil sahaja, mana kala formalin pula digunakan untuk mengawet spesimen yang bersai: besar. 4. 3alang spesimen merupakan bekas terbaik untuk menyimpan spesimen. +ika balang spesimen sukar diperolehi, balang reka ganti yang sesuai boleh digunakan. ,ebagai contoh, botol-botol kaca tanpa warna, tinggi, bermulut lebar, dan mempunyai penutup seperti botol 8escafe, adalah sesuai. *. Pengawetan basah sesuai digunakan untuk menyimpan spesimen haiwan kecil. ,ekiranya sesuatu spesimen tumbuhan perlu diawet untuk mengekalkan warna asal bahagian-bahagiannya, maka pengawetan basah juga adalah sesuai. Pengawetan !ering ". ;ntuk pengawetan kering, spesimen tidak direndam dalam sebarang bahan pengawet. (. Calau bagaimanapun,spesimen yang diawet secara erring tidak boleh bertahan lama sekiranya langkah-langkah penjagaan berterusan kurang diberi perhatian. ). Tempat penyimpanan harus kering, gelap, bebas daripada kehadiran sebarang perosak dan kalau dii:inkan, berhawa dingin. 4. ,etiap bahagian bagi sesuatu tumbuhan biasanya disimpan sebagai sampel secara pengawetan kering, tetapi warna asalnya tidak dapat dikekalkan. *. !oleksi spesimen tumbuh-tumbuhan yang dikeringkan, disimpan dan dikelaskan secara sistematik dipanggil herbarium. 2. Pengawetan kering juga sesuai digunakan untuk mengawet bahagian luaran sesuatu haiwan kecil.

Posted by #A!#A< ,A78, ,!. !;!;,A8, TACA; at .*%)@@@@@@@@@@@@@@@

ara #embuat Awetan 3asah Tumbuhan <umut Agustus (-, (..Asuhadinet@Tinggalkan komentar@Bo to comments@

=ate This 3erikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat media pembelajaran berupa awetan basah tumbuhan lumut. Pertama% 3ersihkan kotoran dan tanah dari tumbuhan lumut yang ingin diawetkan. !edua% ,iapkan larutan fiksatif dengan komposisi% 4"& asam asetat glasial sebanyak * ml6 4(& formalin sebanyak ". ml6 4)& etil alkohol sebanyak *. ml. ,elanjutnya untuk mempertahankan warna hijau lumut, dapat pula ditambahkan ke dalam larutan fiksatif tadi larutan tembaga sulfat dengan komposisi% 4"& tembaga sulfat .,( gram6 dan 4(& a?uades sebanyak )* ml. !etiga% #atikan lumut dengan merendamnya ke dalam larutan fiksatif yang telah ditambahkan larutan tembaga sulfat tadi. 3iasanya diperlukan 40 jam perendaman. !eempat% ,iapkan tempat berupa botol penyimpanan yang bersih, kemudian isi dengan alkohol -.% sebagai pengawetnya. !elima% #asukkan lumut yang telah siap tadi dalam botol penyimpanan, atur posisinya sehingga mudah diamati. !eenam%

3uatkan label berupa nama spesies lumut tanpa mengganggu pengamatan. !etujuh% Awetan basah tumbuhan lumut siap digunakan. ,ecara berkala atau bila perlu, misalnya larutan menjadi keruh atau berkurang, gantilah dengan larutan pengawet yang baru secara hati-hati. @@@