Anda di halaman 1dari 19

AKUNTANSI BIAYA

MODUL JOINT PRODUCT

Modul ke 8 Tatap Muka ke 9

Penyusun: Diah Iskandar. SE, MSi

Jurusan Manajemen Jurusan Akuntansi Fakultas k!n!mi

Uni"ersitas Mer#u Buana


TUJUAN INSTRUKSIONAL K$USUS

Setelah mempelajari modul ini, Mahasiswa diharapkan mampu untuk : . Men!identi"ikasi karakteristik proses produksi #ersama. $. Mem#edakan produk sampin!an %#y produ&t' dari produk #ersama %joint produ&t'. (. Men!alokasikan #iaya produk #ersama %joint &ost' den!an #er#a!ai metode. ). Menjelaskan metode akuntansi untuk produk sampin!. *. Menjelaskan men!apa +. Diskusikan men!apa alokasi #iaya #ersama dapat menyesatkan dalam #iaya produksi #ersama jaran! ditemukan pada pen!am#ilan keputusan manajemen perusahaan jasa. ,. Pertim#an!an-pertim#an!an etika

MAT RI P MBA$ASAN . Pen!ertian . /arakteristik 0mum Produk 1ersama dan Produk Sampin!an $. Metode 2lokasi 1iaya Produksi 1ersama %3oint Produ&tion 4ost' . (. Metode Penentuan 1iaya Produk Sampin!an ). Pen!aruh 1iaya Produk 1ersama pada Pen!endalian 1iaya dan Pen!am#ilan /eputusan. *. Produksi 3asa 1ersama +. Pertim#an!an-pertim#an!an Etika

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN (COSTING BY-PRODUCTS & JOINT PRODUCTS )

'& P N( RTIAN ) KARAKT RISTIK UMUM PRODUK B RSAMA DAN PRODUK SAMPIN(AN Pr!*uk Bersama +Joint Product, adalah dua atau le#ih produk yan! dihasilkan se&ara simultan atau melalui dan!an proses yan! sama hin!!a5 titik pisah % split off point '5. Titik -isa. adalah titik di mana produk #ersama menjadi terpisah dan dapat diidenti"ikasi, se#elum titik terse#ut produk-produk tadi masih dalam satu kesatuan yan! homo!en . Produksi #ersi"at simultan karena proses produksi men!hasilkan seluruh produk tanpa dapat dihindari, akan menye#a#kan penin!katan kuantitas dari produk atau produk-produk lainnya. Dalam proses yan! sama terse#ut dapat men!hasilkan dua jenis produk, yaitu : o produ&t. o By-Product, adalah umumnya di!unakan untuk mende"inisikan suatu produk yan! memiliki nilai penjualan yan! relati" tidak #erarti atau ke&il dan dihasilkan se&ara simultan atau #ersamaan den!an suatu produk lain yan! total nilainya le#ih #esar. Produk Sampin!an %by-product' dapat diklasi"ikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu : a. Dapat dijual lan!sun! pada saat titik pisah dalam #entuk asli tanpa diolah le#ih lanjut. %#iasanya #aran! sisa atau sampah' Main Product +-r!*uk utama,, adalah produk den!an nilai le#ih tin!!i atau le#ih #esar dan #iasanya diproduksi dalam jumlah yan! le#ih #esar dari #y-

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

#.

Memerlukan proses lanjutan le#ih dulu, #aru dapat dijual. 3adi per#edaan pokok antara produk #ersama atau produk utama terletak pada #esar ke&ilnya nilai jual se&ara relati". Peru#ahan nilai relati" dapat terjadi karena adanya kemajuan ilmu pen!etahuan . teknolo!i, di mana terdapat metode-metode #aru dalam #erproduksi. 6al ini dapat saja

meru#ah status dari produk-produk yan! ada. Produk yan! pada awalnya masuk kelompok produk utama #isa menjadi produk sampin!an atau se#aliknya produk yan! pada awalnya merupakan produk sampin!an #eru#ah statusnya menjadi produk utama, karena menin!katnya nilai jual relati".

Daging Sapi Bahan baku : Sapi Pemrosesan Kulit Sapi


Titik pisah

1iaya Produksi 1ersama

/& M TOD ALOKASI BIAYA PRODUKSI B RSAMA +JOINT PRODUCTION COST, 2kuntansi untuk keseluruhan #iaya produksi #ersama % material, labor, dan FOH ' tidak #er#eda den!an akuntansi untuk #iaya produk se&ara umum. 2lokasi #iaya #ersama pada masin!-masin! produk indi7idual yan! menjadi sum#er kesukaran. 2lokasi harus dilakukan untuk maksud pelaporan keuan!an 8 untuk menilai sediaan yan! ter&antum dalam nera&a dan untuk menentukan pendapatan. 2da #e#erapa metode untuk men!alokasikan #iaya produksi #ersama kepada masin!-masin! jenis produk, yaitu : A& o Al!kasi 0er*asarkan Man1aat 2an3 *iterima Met!*e Bia2a Rata 4 rata -er unit Metode #iaya rata-rata per unit #erusaha untuk men!alokasikan #iaya !a#un!an ke produk !a#un!an sedemikian rupa sehin!!a setiap produk menerima alokasi #iaya !a#un!an per unit dalam jumlah yan! sama, yan! dise#ut #iaya rata-rata per unit. 1iaya rata-rata per unit diperoleh den!an &ara mem#a!i total #iaya !a#un!an Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

atau joint cost den!an jumlah unit yan! diproduksi. Perusahaan yan! men!!unakan metode ini #erpendapat #ahwa semua produk yan! dihasilkan melalui proses yan! sama seharusnya menerima pem#a!ian dari #iaya !a#un!an, yan! #esarnya proporsional den!an unit "isik yan! sama dan tidak #er#eda jauh dalam hal har!a pasar per unit, metode ini wajar. Tetapi ketika unit yan! diproduksi tidak diukur den!an satuan yan! sama, dan har!a pasar per unit #er#eda se&ara si!ni"ikan, maka metode ini se#aiknya tidak di!unakan.

Met!*e Unit Fisik Metode unit "isik #erusaha untuk men!alokasikan #iaya !a#un!an ke produk

!a#un!an sedemikian rupa sehin!!a setiap produk menerima alokasi #iaya !a#un!an #erdasarkan satuan "isik atau alat ukur yan! sama. Dapat dipakai oleh perusahaan yan! men!hasilkan #er#a!ai jenis produk utama yan! memilki satuan pen!ukur yan! sama, misalnya meter, liter, !allon, k!, ton, #arrel, ds#. 4ontoh pada pa#rik penyulin!an minyak akan men!!unakan ukuran liter atau #arrel. Pada pa#rik pen!olahan #atu#ara men!!unakan ukuran ton. o Met!*e rata5rata tertim0an3 Dalam #e#erapa kasus, metode #iaya rata-rata per unit tidak mem#erikan jawan yan! memuaskan atas masalah alokasi #iaya !a#un!an, karena unit-unit indi7idual dari #er#a!ai produk !a#un!an #er#eda se&ara si!ni"ikan. Maka dalam hal itu dapat di!unakan metode alokasi #iaya #ersama men!!unakan "aktor penim#an! atau #o#ot, yaitu dasar nilai kepada setiap produk utama, den!an tujuan a!ar diperoleh alokasi yan! teliti dan adil. 1o#ot di#erikan #erdasarkan kepada #er#a!i "akta seperti, kesulitan dalam memproduksi, jumlah #ahan yan! dipakai, waktu pem#uatan, dan lain-lain.

B& o

Al!kasi 0er*asarkan Nilai Pasar Relati1 Met!*e nilai jual saat titik -isa. Pendukun! metode har!a pasar serin! kali #erpendapat #ahwa har!a pasar dari

produk apapun sampai #atas tertentu merupakan mani"estasi dari #iaya yan! dikeluarkan untuk memproduksinya. 2n!!apannya adalah #ahwa jika suatu produk Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

har!anya le#ih mahal daripada produk lainnya, hal terse#ut dise#a#kan karena #iaya yan! dikeluarkan untuk memproduksinya le#ih #esar. Den!an kata lain, jika #ukan karena #iaya, maka har!a jual tidak akan ada. Tetapi, #erdasarkan de"inisinya, usaha yan! diperlakukan untuk men!hasilkan setiap produk !a#an!an tidak dapat ditentukan. 3ika dapat ditentukan, maka alokasi dapat dihitun! #erdasarkan jumlah relati" dari usaha yan! diperlukan untuk setiap produk !a#un!an. 9e#ih lanjut la!i, menurut teori ekonomi, har!a dalam ekonomi den!an pasar kompetiti" ditentukan #erdasarkan kelan!kaan dari #aran! yan! diminta oleh pelan!!an, #ukan #erdasarkan har!a relati" untuk memproduksi #aran! terse#ut. 2r!umen lain untuk men!!unakan har!a pasar !una men!alokasikan #iaya !a#un!an adalah #ahwa metode ini netral. 1erarti, metode ini tidak mempen!aruhi pro"ita#ilitas relati" dari produk !a#un!an. /eputusan yan! harus di#uat #erdasarkan pada analisa atas pro"ita#ilitas relati" dari #er#a!ai produk !a#un!an tidak terdistorsi oleh alokasi #iaya ar#itrer. 3ika estimasi har!a pasar dan #iaya pemrosesan tam#ahan itu akurat, maka metode har!a pasar akan menye#a#kan setiap produk !a#un!an memiliki tari" la#a kotor yan! sama per dolar penjualan. Metode har!a pasar men!alokasikan #iaya !a#un!an #erdasarkan har!a pasar relati" dari produk !a#un!an. Metode ini men!!unakan total har!a pasar dari setiap produk, yaitu jumlah unit yan! diproduksi dikalikan den!an har!a jual per unit. 0ntuk men!ilustrasikan hal ini, dapat dilihat dari &ontoh soal di #awah ini. 2lokasi dilakukan atas dasar nilai pasar relati" dari setiap produk dan produk dapat lan!sun! dijual pada saat titik pisah, artinya nilai pasar produk diketahui pada saat titik pisah. o Met!*e nilai -asar .i-!tetis Produk yan! tidak dapat dijual di titik pisah #atas, dan oleh karena itu tidak memiliki har!a pasar, maka produk terse#ut memerlukan pemrosesan tam#ahan se#elum dijual. Dalam kasus terse#ut, dasar untuk men!alokasikan #iaya !a#un!an adalah har!a pasar hipotetis pada titik pisah. Di!unakan jika pada saat titik pisah produk-produk dalam kondisi #elum dapat dijual, masih memerlukan proses pen!olahan le#ih lanjut. Maka nilai pasar pada

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

saat itu #elum diketahui sehin!!a alokasi dilakukan #erdasarkan nilai pasar hipotetis. :ilai pasar hipotetis ; har!a pasar setelah diolah le#ih lanjut lanjutan setelah titik pisah. o Met!*e -ersentase mar3in 0rut! k!nstan Pada metode nilai pasar hipotetis, #iaya proses lanjutan diasumsikan tidak memiliki nilai la#a meskipun la#a terse#ut pentin! dalam menjual produk. Metode persentase mar!in #ruto konstan memper#aiki hal ini den!an men!akui #iaya-#iaya yan! terjadi setelah titik pisah se#a!ai #a!ian dari #iaya keseluruhan di mana la#a diharapkan akan diperoleh. o Met!*e rasi! -enjualan ter.a*a- -r!*uksi& Di!unakan jika terjadi "luktuasi ekonomi mempen!aruhi permintaan atas produk. Metode ini men!alokasikan #iaya #ersama menurut "aktor pem#o#ot yan! mem#andin!kan persentase penjualan den!an persentase produksi. Sehin!!a produk den!an har!a jual tin!!i akan mendapat alokasi #iaya #ersama yan! le#ih #esar di#andin! produk den!an har!a jual rendah. 1erikut ini ilustrasi soal dari metode-metode di atas. '& Met!*e Unit Fisik PT. :adia men!hasilkan ( %ti!a' jenis produk #ersama, yaitu 2, 1, dan 4. 3umlah #iaya #ersama <p +=.===.===. Data produksi dan data lainnya s## : #iaya proses

Produk 2 1 4

3umlah 0nit "isik =.=== *.=== *.===

1o#ot produk * ) +

:ilai Pasar <p *.=== +.=== ).===

Maka #iaya #ersama akan dialokasikan se#a!ai #erikut :

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

Den!an men!!unakan metode alokasi unit "isik maka #iaya #ersama se#esar <p +=.===.=== akan di#e#ankan ke produk 2, 1, 4 #erdasarkan unit dari masin!-masin! produk.

Produk 2 1 4

3umlah 0nit =.=== *.=== *.=== )=.===

2lokasi dari 1iaya 1ersama <p )=.===.=== +=.===.=== +=.===.=== <p +=.===.===

Cara -er.itun3an 6 2lokasi dari #iaya #ersama ke masin!-masin! produk ; 3umlah unit dari masin!-masin! produk 3umlah unit dari seluruh produk 2lokasi untuk produk 2 2lokasi untuk produk 1 2lokasi untuk produk 4 ; =.===?)=.=== > <p +=.===.=== ; <p )=.===.=== ; *.===?)=.=== > <p +=.===.=== ; <p +=.===.=== ; *.===?)=.=== > <p +=.===.=== ; <p +=.===.=== > 1iaya 1ersama

7& Met!*e rata5rata tertim0an3 Metode rata-rata tertim#an! di!unakan untuk mem#e#ankan alokasi #iaya #ersama kepada masin!-masin! produk den!an &ara men!alikan unit masin! produk den!an an!ka penim#an! atau #o#ot penim#an! men!hasilkan nilai penim#an!. Dari hasil nilai penim#an! terse#utlah #iaya #ersama dialikasikan kemasin!-masin! produk. 4aranya seperti &ontoh #erikut ini. Produk 2 1 3umlah 0nit Produksi =.=== *.=== 1o#ot * ) :ilai Tertim#an! *=.=== +=.=== 2lokasi #iaya #ersama <p )=.===.=== )8.===.=== DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

*.===

9=.=== $==.===

<p

,$.===.=== +=.===.===

Perhitun!an : 2 ; *=.===?$==.=== > <p +=.===.=== ; <p )=.===.===, 1; +=.===?$==.=== > <p +=.===.=== ; <p )8.===.=== 4; 9=.===?$==.=== > <p +=.===.=== ; <p ,$.===.===.

8& Met!*e nilai jual saat titik -isa. 1erikut ini alokasi #iaya #ersama den!an men!!unakan metode nilai jual saat titik pisah. Metode ini di!unakan untuk proses produksi #ersama, dimana setelah titik pisah produk terse#ut lan!sun! dijual tanpa proses le#ih lanjut. 3adi alokasi #iaya #ersama den!an &ara: men!alikan unit produksi den!an har!a jual pasar men!hasilkan nilai jual pada saat titik pisah. 1erdasarkan nilai jual terse#ut #iaya #ersama dialokasikan kepada masin!-masin! produk. 4ontoh soal metode nilai jual saat titik pisah. Produk 3umlah unit :ilai produksi pada pisah 2 1 4 =.=== *.=== *.=== <p *.=== +.=== ).=== <p *=.===.=== 9=.===.=== +=.===.=== <p $==.===.=== pasar :ilai jual pada titik @ titik pisah nilai pasar relati" $*@ )*@ (= @ ==@ <p )=.===.=== ,$.===.=== )8.===.=== <p +=.===.=== 2lokasi #ersama #iaya

Perhitun!an : Men&ari persentase untuk: 2 ; *=?$== > ==@ ; $*@ 1 ; 9=?$== > ==@ ; )*@ 4 ; +=?$== > ==@ ; (=@ 2lokasi #iaya #ersama ke : 2 ; $* @ > <p +=.===.=== ; <p )=.===.=== 1 ; )*@ > <p +=.===.=== ; <p ,$.===.=== Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

4 ; (=@ > <p +=.===.=== ; <p )8.===.=== 9& Met!*e nilai -asar .i-!tetis Metode alokasi #iaya #ersama #erdasarkan nilai pasar hipotetis, di!unakan jika proses produksi setelah titik pisah seluruh atau se#a!ian produk terse#ut tidak lan!sun! dijual tetapi diolah kem#ali le#ih lanjut. Dari proses pen!olahan kem#ali le#ih lanjut terse#ut maka menam#ah #iaya untuk proses le#ih lanjut. Aleh se#a# itu dalam alokasi #iaya #ersama untuk masin!-masin! produk men!!unakan matode nilai pasar hipotetis. 4ontoh soal metode nilai pasar hipotetis. 1iaya #ersama yan! harus dialokasikan B*.,*= Pr!*uk $ar3a -asar -er unit +a, / 9 B* ) Bia2a -r!ses lanjutan -er unit +0, B $ $ar3a -asar .i-!tetis -er unit& +#, : +a, 55 +0, B) $ +*, .=== (.=== +#, ; +*, B ).=== +.=== B =.=== 2lokasi #iaya #ersama untuk : / ; )? = > B*.,*= ; B $.(== 9 ; +? = > B*.,*= ; B (.)*= 3adi #erapa total #iaya produksi untuk setiap jenis produk C Total #iaya produksi untuk setiap produk ; Total alokasi dari #iaya #ersama D Total #iaya proses lanjutan. Total #iaya produksi untuk : / ; B $.(== D B .=== ; B (.(== dan 9 ; B (.)*= D B+.=== ; B 9.)*= B $.(== (.)*= B *.,*= Jumla. unit -r!*uksi Nilai -asar .i-!tetis Al!kasi 0ia2a 0ersama

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

3ika men!hitun! #iaya produksi per unit, maka untuk rumusnya total #iaya di#a!i unit produksi: Produk / ; B (.(== : === unit ; B (.( Produk 9 ; B 9.)*= : (=== unit ; B (. * <& Met!*e -ersentase mar3in 0rut! k!nstan& 0ntuk metode persentase mar!in #ruto konstan men!!unakan persentase dari penjualan dikuran! den!an har!a pokok penjualan , men!hasilkan la#a #ruto. Dari la#a #ruto terse#ut dapat dikalikan den!an nilai pasar masin!-masin! produk . 6asil kali dikuran!kan den!an nilai pasar masin!-masin! produk dapat har!a pokok penjualan masin!-masin! produk selanjutnya dikuran!kan #iaya proses lanjutan, maka men!hasilkan alokasi #iaya #ersama untuk masin!-masin! produk. Soal ; &ontoh ) Pendapatan E%B*> .===' D %B)>(.==='F 1iaya EB*.,*=D %B > .==='D%B$>(.==='F 9a#a 1ruto B ,.=== $.,*= ------------B ).$*= @ == @ ,* ------$* @

K :ilai pasar se#enarnya Mar!in #ruto G$*@ dari nilai pasar 6ar!a Pokok Penjualan 1iaya proses lanjutan 1iaya #ersama yan! dialokasikan B *.=== % .$*=' B (.,*= % .===' B $.,*=

L B $.=== % (.===' B 9.=== %+.===' B (.===

=& Met!*e rasi! -enjualan ter.a*a- -r!*uksi Met!*e rasi! -enjualan ter.a*a- -r!*uksi di!unakan untuk men!alokasikan #iaya #ersama den!an &ara men!hitun! persentase penjualan dari masin!masin! produk dan persentase produksi masin!-masin! produk. Selanjutnya men!hitun! ratio dari penjualan terhadap produksi, #aru hasil terse#ut untuk aloksi #iaya #ersama untuk masin!-masin! produk.

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

1iaya #ersama ; <p .===.=== Pr!*uk > ter.a*at!tal -enjualan +a, 2 += 1 )= == > -r!*uksi +0, ** )* == Rasi! -enjualan ter.a*a-r!*uksi ,=9=9 =,8888 ,9,9, Persen Al!kasi 0ersama 0ia2a

**, =)( )),89*, ==

<p ** .=)( ))8.9*, <p .===.===

8. Metode Penentuan 1iaya Produk Sampin!an Tujuan utama dari akuntansi produk sampin!an adalah sama den!an tujuan untuk produk #ersama, yaitu untuk menentukan pendapatan tujuan pelaporan. dan persediaan untuk

Perhitun!an #y-produ&t ada dua kate!ori : Kate3!ri '& Metode tanpa har!a pokok. Produk sampin!an dipandan! se#a!ai elemen tidak #erarti, maka tidak ada #iaya produksi #ersama yan! dialokasikan pada produk terse#ut. Pendapatan penjualan produk sampin!an dikreditkan ke pendapatan atau #iaya dari produk utama. Perlakuan terhadap hasil penjualan #y-produ&t , se#a!ai : a. #. &. dari produk utama d. produk utama Kate3!ri /& Se#a!ian dari #iaya #ersama dialokasikan kepada #y-produ&t, dan ada dua metode yan! di!unakan. Haitu: a& Met!*e Pen3akuan -en*a-atan k!t!r Den!an metode pen!akuan pendapatan kotor, #iaya "inal dari produk utama dihitun! terlalu tin!!i %overstated' karena menan!!un! #iaya yan! seharusnya di#e#ankan ke Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA Pen!uran! #iaya produksi dari pendapatan penjualan Pendapatan Pen!uran! lain6ar!a lain pokok penjualan

produk sampin!an. /eter#atasan ini dikoreksi dimetade a.d, tetapi hanya se#a!ian, karena yan! dikuran!i dari #iaya produksi produk utama dalam metade ini adalah nilai jual produk sampin!an dan #ukannya #iaya produksinya.

a&' Met!*e -en*a-atan -r!*uk sam-in3an se0a3ai -en*a-atan lain5lain. Metode ini diilustrasikan dalam laporan la#a ru!i di #awah ini, den!an asumsi #ahwa pendapatan kotor dari penjualan produk sampin!an adalah B .*==, se#a!ai #erikut: Penjualan %produk utama, =.=== unit G B$' 6ar!a pokok penjualan: Persediaan awal % .=== unit G B ,*=' Total #iaya produksi % Tersedia untuk dijual Persediaan akhir % $.=== G B ,*=' Total har!a pokok penjualan 9a#a kotor 1e#an pemasaran dan administrasi 9a#a operasi Pendapatan lain-lain: Pendapatan penjualan produk sampin!an 9a#a se#elum pajak .=== G B ,*=' B .*== B +.*== IIIIIIII D B 8.=== B (.=== IIIIIIII B *.=== IIIIIIII B *.=== B $.=== IIIIIII B (.=== B .*== IIIIIIII B ).*== B $=.===

'&0& Met!*e Pen*a-atan Pr!*uk sam-in3an se0a3ai tam0a.an -en*a-atan -enjualan. 0ntuk metode pendapatan produk sampin!an di#erlakukan se#a!ai tam#ahan pendapatan penjualan, dari laporan la#a ru!i di atas akan menampilkan B .*== dari pendapatan penjualan produk sampin!an se#a!ai tam#ahan penjualan atas produk utama. 2ki#atnya, total pendapatan penjualan #eru#ah menjadi se#esar B $ .*==. selain itu, la#a kotor serta la#a operasi akan menin!kat sesuai pertam#ahan pendapatan Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

terse#ut. Semua an!ka yan! lain tidak men!alami peru#ahan, selain item pendapatan produk sampin!an di #awah la#a operasi menjadi tidak ada.

'&#& Met!*e Pen*a-atan -r!*uk sam-in3an se0a3ai -en3uran3 .ar3a -!k!k -enjualan& Den!an metode ini, B .*== dari pendapatan penjualan produk sampin!an dikuran!kan dari B *.=== har!a pokok penjualan produk utama, sehin!!a la#a kotor dan la#a .*== di#andin!kan den!an yan! ditampilkan di operasi akan menin!kat se#esar B

laporan la#a ru!i di atas. 9a#a se#elum pajak tetap se#esar B ).*==. '&*& Met!*e Pen*a-atan -r!*uk sam-in3an men3uran3i 0ia2a -r!*uksi& Dalam metode ini, B .*== dari pendapatan penjualan produk sampin!an dikuran!kan dari B +.*== total #iaya produksi, sehin!!a #iaya produksi #ersih yan! ditampilkan *.===. 1iaya produksi dalam laporan la#a ru!i diatas #eru#ah menjadi #erikut iniJ B

yan! sudah dire7isi ini men!aki#atkan rata-rata #iaya per unit produk utama menjadi #eru#ah se#esar B ,(+$*. 1iaya yan! di#e#ankan ke persediaan akhir produk utama menjadi B $.,$* dan #ukannya B (.===. Den!an &ara yan! hampir sama, #iaya persediaan awal yan! #erkuran! % B ,(* per unit seperti yan! diilustrasikan di laporan la#a ru!i #erikut ini', dise#a#kan karena pendapatan dari penjualan produk sampin!an di periode se#elumnya dikreditkan ke #iaya produksi produk utama di periode yan! sama. Dari keti!a metode se#elumnya, tidak ada satu pun yan! mempen!aruhi #iaya per unit yan! di laporkan untuk produk utama. 6al ini adalah per#edaan pentin! dalam perhitun!an #iaya produk, meskipun pada umumnya dampaknya dari metode ini dalam nilai dolar?rupiah adalah relati" ke&il. 9aporan la#a ru!i akan ditampilkan se#a!ai #erikut: Penjualan %produk utama, =.=== unit G B$' 6ar!a pokok penjualan: Persediaan awal % .=== unit G B ,(*' Total #iaya produksi % 1iaya produksi #ersih .=== G B ,*=' B +.*== .*== B *.=== IIIIIIII D Tersedia untuk dijual % $.=== unit G B ,(+$*' Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 B +.(*= DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA IIIIIII Pendapatan dari penjualan produk sampin!an B .(*= B $=.===

Persediaan akhir % $.=== G B ,(+$*' Total har!a pokok penjualan 9a#a kotor 1e#an pemasaran dan administrasi 9a#a operasi

B $.,$* IIIIIIII B (.+$* IIIIIIII B +.(,* B $.=== IIIIIII B ).(,*

0&

Met!*e nilai 3anti +replacement cost method, Metode nilai !anti di!unakan jika by-product merupakan suatu elemen yan! pentin!

dari hasil proses produksi, di mana dapat di!unakan sendiri dalam proses produksi se#a!ai #ahan #aku atau #ahan pem#antu dan tidak untuk dijual. By-product dinilai se#esar nilai !anti %replacement cost' atau har!a pasar yan! #erlaku untuk produk terse#ut. 1iaya produksi dari produk utama dikreditkan den!an nilai by-product terse#ut. Perhitun!an #iaya produk sampin!an yan! di!unakan dalam perusahaan adalah salah satu metode dari har!a trans"er dalam perusahaan yan! akan di#ahas dalam mata kuliah akuntansi manajemen. 6ar!a trans"er mem#ahas #er#a!ai alternati" pen!!unaan #iaya pen!!anti atau har!a pasar. Misalnya, suatu har!a trans"er #isa ditetapkan #erdasarkan har!a hasil ne!osiasi, atau #erdasarkan har!a ar#itrer mun!kin saja di!unakan. 2papun har!a yan! dipakai, #iaya produksi produk utama yan! men!hasilkan produk sampin!an dikredit, dan de#itnya dipostin! ke departemen yan! men!!unakan produk sampin!an terse#ut. #& Pen3akuan -en*a-atan 0ersi. Metode pendapatan #ersih menyadari adanya ke#utuhan untuk mem#e#ankan #iaya yan! dapat ditelusuri ke produk sampin!an. 2kan tetapi, metode ini tidak #erusaha untuk men!alokasikan #iaya produksi !a#un!an ke produk sampin!an. 1iaya yan! terjadi setelah titik pisah #atas !una memproses maupun memasarkan produk sampin!an di&atat dalam akun yan! terpisah dari produk utama. 2n!ka produk sampin!an ditampilkan dalam laporan la#a ru!i . 2yat jurnal dalam metode pen!akuan pendapatan #ersih meli#atkan pem#e#anan #iaya yan! terjadi setelah titik pisah #atas ke pendapatan produk Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

sampin!an. 1e#an pemasaran dan administrasi ju!a dialokasikan ke produk sampin!an. 1e#erapa perusahaan memiliki satu akun yan! #erjudul Produk Sampin!an. Semua #iaya yan! terjadi setelah titik pisah #atas dide#it ke akun ini, sementara pendapatan yan! diperoleh dikredit ke akun terse#ut. Saldo dari akun ini ditampilkan di laporan la#a ru!i, akumulasi #iaya produksi yan! dapat di#e#ankan ke persediaan produk sampin!an yan! #elum terjual dilaporkan ke nera&a. *& Met!*e nilai -asar +mar et !alue or re!ersal cost method"# Metode har!a pasar, atau metode pem#atalan #iaya, pada umumnya hampir sama den!an teknik yan! diilustrasikan di metode .d di atas. Tetapi, metode terse#ut men!uran!i #iaya produksi dari produk utama, #ukan den!an pendapatan aktual yan! diterima, melainkan den!an estimasi nilai produk sampin!an pada saat dijual. 2kun produk sampin!an di#e#ankan den!an nilai estimasi ini, dan #iaya produksi dari produk utama dikredit. Tam#ahan #iaya #ahan #aku, tena!a kerja atau o7erhead pa#rik yan! terjadi setelah titik pisah #atas di#e#ankan ke produk sampin!an. Saldo dari akun ini dapat ditampilkan di laporan la#a ru!i den!an salah satu &ara yan! telah dijelaskan di metode . 1iaya produksi yan! dapat di#e#ankan ke persediaan produk sampin!an yan! #elum terjual dilaporkan di nera&a. 1y-produ&t atau produk sampin!an memperoleh alokasi joint &ost %#iaya #ersama' se#esar taksiran har!a jual #y-produ&t dikuran!i taksiran la#a kotor , taksiran #iaya proses lanjutan setelah split-o"" %titik pisah' dan taksiran #iaya pemasaran dan administrasi. Metode har!a pasar %pem#atalan #iaya' dalam men!hitun! #iaya produk utama dan produk ampin!an dapat diilustrasikan se#a!ai #erikut:

C!nt!. 6 PT. Kikri memiliki data #ulan Mei se#a!ai #erikut : 1iaya produksi #ersama 1iaya proses lanjutan taksiran setelah split-o"" untuk produk sampin!an #y-produ&t Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 %#y produ&t' <p <p *==.=== *$*.=== 1i. Proses lanj. Sesun!!uhnya setelah split-o"" utk <p ($.===.===

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

:ilai pasar #y produ&t 9a#a #roto #y-produ&t Taksiran 1e#an pemasaran .administrasi %)@ > har!a pasar' 3umlah unit produk utama 3umlah unit #y-produ&t

<p

$.*==.=== $*@

<p

==.=== $=.=== $.*==

Perhitun!an har!a pokok produk utama dan produk sampin!an adalah se#a!ai #erikut : Produk utama 1iaya produksi #ersama :ilai pasar 9a#a #ruto %$*@>nilai pasar' 1e#an pemasaran . adm 3umlah Dikuran!i #i. Proses lanj. Taksiran setelah split-o"" 1i. Prod. 1y produ&t yan! dikreditkan ke produk utama 3umlah har!a pokok produk utama Ditam#ah #i. Proses lanjutan sesun!!uhnya setelah split-o"" 3umlah 6ar!a Pokok #y-produ&t 3umlah unit produksi 6ar!a pokok per unit $=.=== <p .*(+,$* $.*== <p ,$= <p *$*.=== .8==.=== <p (=.,$*.=== <p .$,*.=== <p .$,*.=== *==.=== <p +$*.=== ==.=== D ,$*.=== <p .,,*.=== <p ($.===.=== <p $.*==.=== Produk Sampin!an

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

9. Pen!aruh 1iaya Produk 1ersama pada Pen!endalian 1iaya dan Pen!am#ilan /eputusan. 1e#erapa area yan! dapat terpen!aruh oleh alokasi #iaya #ersama adalah keputusan output, pemrosesan le#ih lanjut dari produk #ersama, dan penentuan produk yan! diproduksi se&ara #ersamaan. Ke-utusan Keluaran +!ut-ut, Man"aat alokasi #iaya #ersama untuk keputusan output ter!antun! pada kemampuan manajemen untuk mera!amkan rasio produksi #ersama. Serin!kali #iaya #ersama yan! tim#ul untuk men!hasilkan produk merupakan alternati" satu den!an lainnya. Sehin!!a penin!katan keluaran dari satu produk akan men!aki#atkan pen!uran!an pada keluaran produk yan! lainnya. Ke-utusan Pemr!sesan le0i. lanjut& 6anya #iaya dan pendapatan yan! terjadi setelah titik pisah yan! #erhu#un!an den!an keputusan ini. Pada dasarnya masalah ini merupakan perhitun!an #iaya di"erensial, #ukan masalah #iaya #ersama, karena alternati"-alternati"nya meli#atkan #iaya yan! dapat dipisahkan setelah split-o"" point. =. Produksi 3asa 1ersama. /ita #elum mem#ahas #iaya #ersama dalam hu#un!annya den!an jasa karena san!at jaran! jasa men!hasilkan keluaran #ersama yan! #enar. 3ika proses produksi #ersama terjadi pada jasa, serin!kali #ersamaan den!an masalah penentuan har!a. . Pertim#an!an-pertim#an!an Etika Pertim#an!an-pertim#an!an etika memerlukan pen!!unaan alokasi #iaya !a#un!an yan! mewakili hasil "inansial se&ara wajar. Metode yan! di!unakan tidak #oleh den!an sen!aja mendistorsi #iaya persediaan atau memanipulasi la#a dan akti7a yan! dilaporkan. Misalnya, alokasi #iaya !a#un!an menjadi area etika yan! sensiti" ketika salah satu produk !a#un!an menjadi #a!ian dari produk "inal yan! diproduksi men!!unakan kontrak L#iaya-plus5 %kontrak yan! nilainya ditentukan dari #iaya plus markup tertentu'. 1ila alokasi #iaya !a#un!an ke produk terse#ut #ertam#ah, maka Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1 DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA

pendapatan ju!a akan #ertam#ah karena "ormula L#iaya-plus5, meskipun se&ara aktual tidak ada tam#ahan #iaya telah terjadi. Pemilihan den!an sen!aja atas suatu metode alokasi #iaya !a#un!an !una memaksimumkan #iaya, dan den!an demikian ju!a turut memaksimumkan har!a dari produk yan! termasuk dalam kontrak #iaya-plus adalah penipuan dan tentu saja men&uran!i pelan!!an dari kontrak terse#ut. 0ntuk alasan ini, dan karena pilihan akhir dari metode alokasi si"atnya ar#itrer, kontrak #iaya-plus yan! di!a#un!kan den!an #iaya !a#un!an men&iptakan kesempatan penyalah!unaan etika. 6al ini diatur dalam Standards of Ethical Conduct for Practitioners of "ccountin! and Financial ana!ement# ana!ement

Pusat Pen!em#an!an 1ahan 2jar - 0M1

DIA$ ISKANDAR% S & M&Si AKUNTANSI BIAYA