Anda di halaman 1dari 7

BAB I

: PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG 1.2 TUJUAN PRAKTIKUM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KEKURANGAN DAN KELEBIHAN METODE LAM (MIN. 3) Kelebihan Metode Leaf Area Meter 1. Pengukuran menggunakan alat leaf area meter memiliki akurasi tinggi (Nugroho dan Fitria, 2012) 2. Penggunaan LAM sangat baik digunakan untuk mengukur luas daun dari suatu tanaman yang memang dalam percobaan akan dirusak (destruktif) (Santoso dan Hariyadi, 2008). 3. Pengukuran menggunakan LAM cepat dan mudah (Santoso dan Hariyadi, 2008). Kekurangan Metode Leaf Area Meter 4. Ukuran alat kecil sehingga tidak dapat digunakan untuk pengukuran daun dengan ukuran besar tanpa perlakuan pemotongan (Nugroho dan Fitria, 2012) 5. Harga alat yang mahal menyebabkan tidak banyak pihak yang memilikinya (Nugroho dan Fitria, 2012) 6. Metode LAM dilakukan dengen pemetikan daun, bilamana pengukuran harus dilakukan dengan cara memetik daun bersangkutan, maka tanaman mengalami kerusakan daun (Santoso dan Hariyadi, 2008). Santoso B.B. dan Hariyadi. 2008. Metode Pengukuran Luas Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). MAGROBIS Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian ISSN No. 1412-0828. Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong KALTIM. Vol. 8 No. 1 Januari 2008. Hal : 17-22

Kristya Widhi Nugroho K. W. dan Fitria Y. 2012. Penggunaan Metode Scanning untuk Pengukuran Luas Daun Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jl. PB. Sudirman 90 Jember. 2.2 KEKURANGAN DAN KELEBIHAN METODE FAKTOR KOREKSI (MIN. 3) Kelebihan Metode Faktor Koreksi : 1. Pengukuran dengan menggunakan faktor koreksi luas daun merupakan teknik pengukuran yang tepat digunakan untuk daun-daun yang tidak dapat dipetik (Santoso dan Hariyadi, 2008).

2. Pengukuran dengan menggunakan faktor koreksi luas daun dilakukan tanpa memetik daun, sehingga tanaman akan tetap tumbuh baik karena daun-daun tidak berkurang atau bahkan habis terpetik (Santoso dan Hariyadi, 2008). 3. Dapat digunakan bagi tanaman yang diperlukan untuk pengukuran berulang dan menghindari pengrusakan daun (Santoso dan Hariyadi, 2008).

BAB III

: BAHAN DAN METODE

3.1 ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan dalam menentukan faktor koreksi dalam menaksir luas daun ialah : timbangan analitik gunting, penggaris kertas A4 dan daun jagung sebagai bahan untuk ditentukan luasnya.

3.2 CARA KERJA 3.3 PENJELASAN DIAGRAM ALIR

BAB IV

: HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL ( SERTAI DENGAN PERHITUNGAN FK DAN HASIL LUAS DAUN DALAM BENTUK TABEL) 4.2 PEMBAHASAN (MIN. 4 REFERENSI PENDUKUNG) Perbedaan ukuran helaian daun pada tanaman yang sama disebabkan perbedaan tingkat perkembangan tanaman. Sedangkan perbedaan ukuran helaian daun antar tanaman tentunya dikarenakan perbedaan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan perbedaan lingkungan tumbuh (Finkedey, 2005). Pengukuran luas daun dengan menggunakan pendekatan faktor koreksi maupun dengan alat LAM, menunjukkan tingkat kosistensi yang berbeda. Pengukuran yang cepat dan mudah tentunya akan diperoleh dengan menggunakan LAM. Akan tetapi untuk ukuran daun yang besar diperlukan ketelitian ekstra, karena daun-daun berukuran besar perlu dipotong dan kemudian ditata secara hati-hati pada permukaan alat dan saat menutup daun-daun tidak terlipat. Kondisi tenaga batere perlu diperhatikan pula, dengan tingkat kekuatan batere yang mulai melemah akan menghasilkan kesalahan pengukuran. Gejala yang nampak pada saat batere melemah adalah pengulangan pengukuran satu sampel daun yang sama akan memberikan hasil yang berbeda jauh (Santoso dan Hariyadi, 2008).

BAB V

: PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA DOKUMENTASI PRAKTIKUM