Anda di halaman 1dari 5

PENJELASAN : Berdasarkan Sural Keputusan Ka. BATAN No.

13/KNIV/1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN, maka P2BGN (Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir) mempunyai tugas melaksanakan pengembangan di bidang bahang galian nuklir. Dalam melaksanakan tugas tersebut, P2BGN , menyelenggarakan fungsi : Pelaksanaan pengembangan teknologi pertambangan bahan galian nuklir,

pelaksanaan eksplorasi bahan galian nuklir dan penyelidikan geologi nuklir, pelaksanaan evaluasi cadangan dan pengujian penerapan teknik penambangan dan juga pelaksanaan pengawasan keselamatan kerja dan lingkungan. Sosialisasi dan pengembangan budaya keselamatan di lingkungan P2BGN terus menerus dilakukan, agar setia pelaksanaan tugas ,senantiasa berpikiran dan mengutamakan keselamatan baik diri sendiri maupun kelompok di dalam bekerja. Dari penyelidikan-penyelidikan atas berbagai kiecelakaan/ musibah yang terjadi pada pekerjaan sejenis ini, disimpulkan bahwa kecelakaan tersebut temyata lebih banyak dan sering disebabkan oleh kesalahan manusia (human error). Oleh karena itu pikiran dan perhatian yang penuh akan keselamatan dalam bekerja, didasari oleh dedikasi dan rasa tanggung jawab harus disadari benar menjadi suatu kebutuhan yang harus diprioritaskan oleh para pelaksana tugas untuk itu perlu mengembangkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan baik perorangan maupun bersama (kelompok), peningkatan pengetahuan dan keahlian lewat latihan, instruksi maupun belajar sendiri, keteladanan dan motivasi melalui kepemimpinan, diberlakukannya sistem penghargaan -sanksi, supervisi,penanaman tanggungjawab dan lain-lain. KESELAMATAN EKSPLORASI BAHAN GALIAN NUKLIR Kepatuhan terhadap pedoman keselamatan kerja yakni anatara lain: pikirkan keselamatan sepanjang waktu, patuhi aturann dan tata kerja cara keselamatan keselamatan kerja, berpakaian yang pantas dan sesuai, bersikap wajar dan teliti peralatan/perlengkapan kerja.

KESELAMATAN KERJA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN NUKLIR Pertambangan bahan galian nuklir, seperti juga pertambangan bahan galian mineral yang lain, berpotensi bahaya. Kecelakaan tambang bawah tanah jauh lebih besar dari pada tambang terbuka. KESELAMATAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN BAHAN GALIAN NUKLIR (URANIUM) Keselamatan pada kegiatan pengolahan dan pemurnian bahan galian nuklir adalah juga sangat perlu diperhatikan. Kegiatan pengolahan dan pemurnian bahan galian nuklir (uraniaum) meliputi: 1. Preparasi bijih : Sorting, crushing, grinding dan sizing . 2. Ekstrasi : untuk mendapatkan U dari bijih secara kimiawi. Alat yang digunakan antara lain tanki, leaching, dekantasi, pengendapan. 3. Laboratorium (kimia). Untuk penggerak mesin atau peralatan dibutuhkan aliran arus listrik yang cukup. Arus listrik ini berpotensi pada bahaya kebakaran, oleh karena itu harus ditata dengan benar dan dikontrol setiap saat. Dijaga jangan terjadi kebocoran pipa selang air yang dapat menyebabkan lantai licin, lembab dan berbahaya bagi pekerja.

Ayat Yang Berhubungan dengan Jurnal tersebut adalah sebagai berikut : Ar-Ra'd ayat 17

Terjemahan: 17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembahlembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alatalat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaanperumpamaan.Allah mengumpamakan yang benar dan yang bathil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya. Yang benar sama dengan air atau logam murni yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia.

Tafsir serta hubungannya dengan K3: Nikmat dan karunia Allah kepada kalian pun sungguh sangat jelas dan nyata, dan patung-patung kalian tidak mempunyai peran apa-apa tentang karuniakarunia itu. Hanya Dialah yang menurunkan hujan dari awan hingga mengakibatkan sungai dan lembah dapat mengalirkan air. Semua itu sesuai dengan ketentuan takdir yang telah ditetapkan Allah untuk dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan membuahkan pohon. Sungai-sungai itu, ketika mengalirkan air, membawa bendabenda yang tak berguna yang mengapung di atas permukaannya, mengalir mengikuti arah air, sedangkan di dalamnya terdapat benda-benda yang dapat dimanfaatkan dan tidak lenyap. Sementara benda yang tak berguna itu akan lenyap. Demikian pula halnya dengan kebenaran dan kebatilan. Yang pertama itu akan tetap, kekal dan tidak lenyap, sedangkan yang kedua akan lenyap. Selain itu, di antara tambang yang kalian olah dengan menggunakan api, ada yang dapat kalian ambil sebagai perhiasan seperti emas dan perak, ada pula yang dapat kalian

pergunakan sebagaimana peralatan seperti besi dan tembaga. Ada juga yang tidak dapat dimanfaatkan, yang muncul di permukaan. Nah, yang tidak dapat dimanfaatkan itu hanya akan terbuang, sedangkan yang dapat digunakan akan bertahan. Demikian pula halnya dengan akidah dan kepercayaan. Akidah yang sesat akan lenyap tak berarti, dan akidah yang benar akan tetap, tidak akan lenyap. Dengan cara seperti ini Allah Swt. menerangkan yang sebenarnya. Allah mengumpamakan suatu dengan yang lainnya agar semuanya menjadi jelas(1). (1) Allah menjelaskan dua hal yang mirip dengan kebenaran, yaitu air jernih dan tambang murni, yang dapat diambil kegunaannya, juga dua hal yang mirip dengan kebaikan, yaitu buih air dan buih tambang yang larut, yang tidak dapat diambil kegunaannya. Dia menurunkan air hujan dari awan, lalu mengalirlah air lembah dan sungai dengan berbagai ukurannya, besar dan kecil. Air yang mengalir itu menghanyutkan buih yang muncul di atas permukaan air yang disebut busa air. Dari berbagai barang tambang yang dihasilkan orang melalui proses pembakaran seperti emas, perak, tembaga dan timah ada yang dapat dijadikan perhiasan atau peralatan seperti bejana. Ada juga yang berupa sampah seperti sampah air yang mengapung di atas permukaan air. Bagian barang tambang yang mengalir itu disebut khAbits (limbah). Dengan tamsil air dan limbahnya serta tambang dan limbahnya itu, Allah menerangkan kebenaran dan kebatilan. Kebenaran diibaratkan sebagai air dan tambang yang jernih, sedangkan kebatilan diibaratkan sebagai limbah air dan limbah tambang yang tidak mungkin dapat dimanfaatkan dan akan lenyap dan terbuang. Sedangkan air jernih dan tambang jernih yang dapat berguna untuk kepentingan manusia akan bertahan di dalam tanah agar dapat dimanfaatkan. Dengan tamsil yang sangat jelas seperti itulah Allah selalu memperlihatkan kebaikan dan kejahatan kepada manusia. Setelah menerangkan kebenaran dan kebatilan, Allah kemudian menerangkan orang yang mengikuti jalan yang benar dan jalan yang batil. Orang-orang yang mengikuti jalan yang benar dengan selalu bersikap patuh akan memperoleh pahala dan kenikmatan surga di akhirat. Sebaliknya, orang-orang yang lebih memilih jalan yang batil, meskipun mereka memiliki seluruh kekayaan dunia bahkan dua kali lebih banyak untuk menghindari siksaan Allah, tidak akan diterima.