Anda di halaman 1dari 7

Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Arecales Famili : Arecaceae Genus : Roystonea Spesies : Roystonea regia

http://baharuddinraufsblog.blogspot.com2012

Nama Daerah : Palem raja Nama Ilmiah : Roystonea regia Deskripsi Tumbuhan : Palem raja termasuk suku Arecaceae (palem-paleman), merupakan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) yaitu biji buahnya terbungkus danging. A. Habitat Palem raja (Roystonea regia) banyak di temukan di pulau Jawa. Palem raja bisa ditemukan di berbagai tempat sampai dan bahkan mampu tumbuh pada ketinggian 1.400 m di atas permukaan laut. B. Habitus Palem raja (Roystonea regia) merupakan tumbuhan pohon atau panjatan. Palem raja adalah tumbuhan yang tak bercabang dan tumb.uh tegak ke atas.Tumbuhan ini bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 20 m. C. Morfologi Secara Umum 1. Daun (folium) Daun palem raja termasuk daun yang sempurna karena telah memiliki pelepah. tangkai dan helain daun. Daunnya juga termasuk majemuk karena mempunyai anak-anak daun. a. Bangun Daun (circumscriotion) Palem raja (Roystone regia) mempunyai baungun daun yang memanjang. Sedangkan anak daunnya memiliki bangun daun yang memanjang seprti pedang. b. Ujung Daun (Apek folii) Paelm raja (Roystone regia) mmiliki ujung daun yang runcing. c. Pangkal Daun Pangkal daun palem raja (Roystone regia) berbentuk bundar. d. Susunan Tulang Daun (Nervetio atau venation) Susunan tulang daun dari palem raja ini berbentuk menyirip Yaitu, satu ibu tulang daun membujur pada tengah daun, dari pangkal sampai ke ujung daun, Sedangkan anak daunnya bertulang daun sejajar karena mempunyai bangun daun pedang. e. Tepi Daun (Margo folii) Palem raja (Roystone regia) memiliki tepi daun yang rata. f. Daging Daun (Intervinium) Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : Warna Palem raja (Roystone regia) memiliki daging daun berwarna hijau tua. Permukaan Daun Permukaan daun palem raja jika di pegang terasa licin baik permukaan atas bawah dan daging daunnya keras seperti kertas. Serta bagian atas lebih memiliki hijau yang lebih tua dari pada bagian bawahnya. 2. Akar Akar palem raja berupa akar serabut. Radikula pada bibit terus tumbuh memanjang kea rah bawah selama 6 bulan terus menerus dan panjang akar mencapai 15 cm. Akar primer terus berkembang. Susunan akar terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertical ke dalam tanah dan horizontal ke samping. Serabut primer ini akan bercabang menjadi akar sekunder ke atas dan ke bawah. Akhirnya cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier, begitu seterusnya. Kedalaman perakaran palem raja bisa mencapai 8 meter dan 16 meter kea rah horizontal. Akar palem raja tidak berbuku ujungnya runcing dan berwarna putih atau keabu-abuan. 3. Batang Batang berbentuk bulat besar. Batang (biasanya tidak bercabang) dengan daun di ujung batang seperti mahkota, batang bisa tinggi mencapai 30 m. Batang ini juga mempunyai permukaan halus dan kadang terdapat bekas pelepah daun yang gugur. Batangnya beruas-ruas dan tidak memiliki kambium sejati. Bila diiris melintang, batangnya memperlihatkan saluran pembuluh yang menyebar di bagian dalamnya. Luka batang ini cenderung tidak tertutup kembali, justru malah membesar atau malah membusuk. 4. Bunga

Bunga dalam perbungaan panikula atau spadiks yang diliputi oleh spata yang bisa mengayu. Setiap bunga uniseksual atau biseksual, (tumbuhan berumah satu), aktinomorf atau sedikit zigomorf, trimer, sepal 3 lepas atau menyatu, valvatus, pada bunga betina, jarang berupa tepal 2+2, atau perinthium tereduksi atau tidak ada, stamen umumnya 6 dalam 2 lingkaran. Bentuk bunga jantan jantan dan bunga betina dapat dibedakan ketika masih seludang. Bentuk bunga jantan lonjong memanjang dengan ujung kelopak agak meruncing dengan garis tengah lebih kecil sedangkan bentuk bunga betina agak bulat dengan ujung kelopak agak rata serta garis tengah bunga agak tebal. 5. Buah Buah berbentuk bulat bulat. Buahnya biasanya memiliki kulit luar yang relatif tebal, yang menutupi bagian dalam (mesokarpium) yang berair atau berserat. Buah terbentuk setelah penyerbukan dan pembuahan. Waktu yang diperlukan dari penyerbukan sampai buah matang kurang lebih 5-6 bulan. Secara anatomi, buah palem raja terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian yang pertama adalah perikaprium yang terdiri dari epikaprium dan mesokaprium, sedangkan yang kedua adalah biji yang terdiri dari endokaprium, endosperm, dan lembaga atau embrio. Epikaprium adalah kulit buah yang kerak dan licin, sedangkan mesokarpium yaitu daging buah yang berserabut mengandung minyak dengan rendemen paling tinggi, Sedangkan lembaga merupakan bakal tanaman. 6. Biji Biji dilindungi oleh lapisan buah bagian dalam (endokarpium) yang keras dan berkayu. Serat buah dikenal juga sebagai sabut. Di dalam batok terdapat biji yang ketika buah masih muda relatif cair dan berangsur-angsur membentuk endapan yang semakin lama mengeras. Endapan ini biasanya mengandung banyak lemak dan protein. Beberapa jenis masih menyisakan cairan di dalamnya. D. Manfaat Palem Raja Palem raja mempunyai beberapa manfaat antara lain sebagai berikut: 1. Sebagai tanam hias taman. Sering kita lihat di taman-taman kota. 2. Sebagai penghias pekarangan rumah 3. Sebagai kayu bakar (pelepah) di daerah pedesaan 4. Sebagai pohon penyejuk udara 5. Sebagai pekakas bangun Berbagai jenis palem termasuk jenis serbaguna. Dari kegunaan, jenis-jenis palem dalat dikelompokkan sebagia berikut : 1. Sumber karbohidrat, baik dalam bentuk pati maupun gula contoh aren 2. Sumber minyak. Sudah sejak lama masyarakat Indonesia memanfaatkan kelapa untuk minyak goring 3. Sumber bahan anyaman. rotan merupakan bahan anyaman yang berkulit tinggi. Beberapa jenis palem juga menghasilkan daun yang dapat dianyam. 4. Sumber bahan bangunan. Ada jenis-jenis palem yang mempunyai batang yang kuat untuk pengganti kayu. 5. Sumber bahan penyegar. Ada tempat-tempat di Indonesia yang masyarakatnya masih menyirih 6. Sebagai tanaman hias. Banyakjenis palem yang sudah dimanfaatkan untuk tanaman hias jalan. Nazaruddin, S. Angkasa. 1997. Palem Hias. Jakarta : Penebar Swadaya Witono, J.R.A, Suhatman, N, dkk. 2000. Koleksi Palem Kebun Raya Cibodas. Seri Koleksi Kebun Raya-LIPI Vol. II, No. I, Sindang Laya-Cianjur Divisio Subdivisio Classis Ordo Familia` Genus Spesies : Spermatophyta : Gymnospermae : Coniferae : Pinales : Pinaceae : Pinus : Pinus merkusii

Deskripsi http://haniifiyyah.blogspot.com/2012/05/deskripsi-pinus-merkusii-pinus.html Habitus : Tanaman pinus (Pinus merkusii) berperawakan pohon dengan ketinggian 1-40 meter. Akar : Sistem perekaran dari Pinus merkusii berupa akar tunggang (radix primaria). Batang : Batang pada Pinus merkusii berupa batang berkayu berbentuk bulat (teres) dengan permukaan batang beralur (sulcatus). Arah tumbuh tegak lurus (erectus) dengan percabangan monopodial. Daun : Daun berbentuk jarum dalam berkas terdiri dari 2 daun, pada pangkal berkas dikelilingi oleh sarung sisik berupa selaput tipis. Duduk daun tersebar (folia sparsa)

Bunga : Bunga pada Pinus merkusii berkelamin satu (uniseksualis) berumah satu (monoecus). Bunga jantan dan betina dalam satu tunas. Bunga jantan berbentuk strobilus (silindris). Strobilus betina berbentuk kerucut, tumbuh di ujung dahan. Ujungnya runcing, bersisik dan biasanya berwarna coklat. Pada tiap bakal bijinya terdapat dua sayap. Biji : Biji pada Pinus merkusii terletak pada dasar setiap sisik buah, setiap sisik menghasilkan dua biji, bulat telur dan pipih serta bersayap. Sayap melekat pada biji. Pohon besar dengan tinggi mencapai 50(70) m, berbatang lurus dan bulat, berdiamater rata-rata 55 cm tapi terkadang dapat mencapai hingga 140 cm; daun-daun berbentuk jarum, ramping namun kaku, dan tersusun berpasangan (needles in pairs), panjang daun 1625 cm, strobilus muncul soliter atau berpasangan dan posisinya terhadap batang hampir duduk, strobilus berbentuk silinder dengan panjang 511 cm, strobilus segera gugur setelah merekah hingga mencapai bentuk bulat telur; sisik-sisik strobilus berbentuk persegi panjang dengan permukaan yang halus sedangkan bagian ujung strobilus agak bulat pejal; biji kecil bersayap mudah gugur dengan panjang sekitar 2.5 cm. Pinus merkusii memiliki daerah penyebaran mulai dari bagian timur Burma, Indo-China, China Selatan, bagian utara Thailand, Filippina (Mindoro, Luzon barat), Sumatra (Aceh, Tapanuli, gunung Kerintji); umumnya ditanam di kawasan Asia Tenggara. Pohon Pinus umumnya digunakan sebagai sumber bahan bangunan, pulp dan juga campuran dalam pembuatan kertas. Penanaman pohon Pinus dapat menghambat pertumbuhan alang-alang dengan baik. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan yang dapat digunakan untuk memulihkan kembali lahan-lahan kritis. Harahap, R. M. S. 2002. Keragaman Sifat dan Uji Asal Benih Pinus merkusii di Sumatera. Buletin Penelitian Kehutanan Pematang Siantar: Siantar. Klasifikasi tanaman sawo kecik,menurut Sugati dan Johny (1991) adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Dilleniidae Ordo : Ebenales Famili : Sapotaceae Genus : Manilkara Spesies : Manilkara kauki; Mimusops kauki, Manilkara kaukii Sawo Kecik (Manilkara kauki Dubard) dari keluarga Sapotaceae. Tumbuhan ini biasanyaberfungsi sebagai tanaman hias dan pelindung.Pohon yang mudah hidup di dataran rendah hingga sedang.Sawo kecik pohon terpilih terbaik untuk tanaman hias, pelindung dan penjaga kehidupan. Dijuluki sebagai pohonProsperous, Providential dan Progressive (Kemakmuran, Keberuntungan dan Kemajuan)(Sari,2010). Meskipun Sawo Kecik merupakan pohon penghasil buah, namun tidak hanya buahnya saja yang dapat dimafaatkan. Batangnya banyak dipergunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, dan karya-karya seni seperti patung, ukiran, bahkan peralatan musik seperti rebana dan badan biola. Pohon Sawo Kecik mampu tumbuh di daerah bertanah kurang subur bahkan mampu berfungsi sebagai pohon perintis dan tanaman pemulih areal-areal yang kurang subur dan kritis. Karena itu banyak yang menjadikan pohon Sawo Kecik sebagai batang bawah untuk okulasi atau penyambungan dengan pohon Sawo Manila (Manilkara zapota).

Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Fabales Famili: Fabaceae (suku polong-polongan) Genus: Delonix Spesies: Delonix regia Deskripsi

Tanaman ini berbunga sekali dalam setahun. Persisnya terjadi pada masa pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Saat itulah, bunganya bermekaran. Namun, karena tampilannya yang luar biasa menawan, orang selalu menanti dan merindukan kehadiran bunganya. Apalagi, setiap kali bunga bermekaran, akan tercipta suasana romantis, saat yang tepat untuk rendezvous. Itulah flamboyan, pohon legendaris yang oleh kalangan pencinta tanaman hias dikenal sebagai tanaman terindah di dunia. Flamboyan adalah tanaman hias berbentuk pohon dengan perilaku unik dan penuh warna. Tingginya bervariasi dengan paling tinggi mencapai 12 meter. Ia menyukai tempat terbuka dan cukup sinar matahari. Batangnya licin, berwarna cokelat kelabu dengan teras sangat keras, berat, dan tahan air atau serangga. Akarnya cukup kuat sehingga jika ditanam di trotoar bisa mengangkat permukaan trotoar atau jalan. Bentuk pohonnya yang bercabang banyak dan melebar seolah membentuk payung raksasa. Dengan bentuk daun majemuk dan rapat, menciptakan kerimbunan yang khas dan memberikan kerindangan, serta kenyamanan bagi siapa pun yang berteduh di bawahnya. Bunga flamboyan berukuran cukup besar, berbentuk seperti anggrek dan mekar dalam sebuah kumpulan yang padat dan rapat. Warnanya antara merah jingga hingga merah tua (scarlet). Dalam satu kumpulan terdapat lima helai mahkota bunga yang menyebar, di mana salah satunya tampak berbeda dari empat mahkota lainnya. Rata-rata panjang tiap helai mahkota bunga 8 cm. Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Casuarinales Famili: Casuarinaceae Genus: Casuarina Spesies: Casuarina sp. (hutan kota Malabar. 2012) (Plantamor, 2012) b. Habitat Pohon cemara atau pine (pinus ) merupakan pohon dari family Pinaceae yang bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja asalkan daerah itu tanahnya berpasir berkapur , banyak air ataupun yang mempunyai kadar keasaman cukup tinggi. c. Habitus habitus atau perawakan dari pohon cemara (Casuarina sp.) adalah Pohon d. Deskripsi Tumbuhan cemara termasuk dalam klasifikasi tumbuhan berbiji. Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyer bukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan. (Dadang ,2012) e. Manfaat mempunyai daya jual yang sangat tinggi dalam industri perkayuan. Semua bagian pohon cemara bisa dimanfaatkan mulai dari kayu,getah , ranting,biji hingga daunnya mempunyai kegunaan yang bernilai ekonomi tinggi. Pohon cemara juga banyak digunakan sebagai tanaman hias di taman atau di halaman rumah. Plantamor. 2012. http://www.plantamor.com Kerajaan : Plantae Filum : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Sapindales Famili : Anacardiaceae Genus : Mangifera Spesies : M.indica Pohon tegak banyak percabangannya. Tinggi pohon mencapai 45 m, diameter cabang-cabangnya 60 - 120 cm. Pepagan berwarna coklat keabuan. Daun berbentuk bundar telur sampai lanset, panjang tangkai daun 10 cm. Duduk daun melingkar seperti spiral. Perbungaan terdapat di ujung cabang, malai, warna kuning kehijauan. Bentuk buah bulat agak memanjang dengan salah satu sisinya agak melengkung ke dalam. Lengkungan, ukuran dan warna buah sangat bervariasi antara hijau kekuningan sampai mendekati merah. Demikian juga warna daging buahnya dan rasanya (manis, asam). Permukaan biji kasar seperti ada serabut halus, warna putih kecoklatan.

Mangga diduga berasal dari India dan Burma (Myanmar), namun saat ini telah dibudidayakan di seluruh daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia tumbuh tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1200 m dpl. Kayu Mangga digunakan sebagai bahan bangunan. Selain itu, berfungsi pula sebagai arang atau media pembiakan jamur. Mangga biasa dibudidayakan untuk diambil buahnya. Buah yang ranum enak dimakan segar, demikian pula buah yang mentah dapat dibuat manisan. Pohon Mangga merupakan salah satu jenis tumbuhan buah yang dapt ditanam untuk memulihkan kembali areal-areal kritis. Warna hijau muda diperoleh dari kain dicelup dahulu dalam larutan tom, kain menjadi berwarna biru kemudian dicelupkan lagi dalam larutan yang terdiri atas pepagan mangga dan daun dandang gula.

http://www.proseanet.org
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Enzim menyusun sebagian besar dari protein total dalam sel. Suatu sel dapat memuat 3.000 jenis molekul enzim dan sejumlah besar molekul dari tiap jenis. Enzim dapat mempercepat reaksi kimia, sedangkan protein lain tak dapat. Oleh karena itu, enzim adalah katalis. Selain mampu meningkatkan reaksi, enzim memiliki dua sifat lainsebagai katalis sejati. Pertama, enzim tak ubah oleh reaksi yang dikatalisnya. Kedua (dan yang penting), walaupun dapat mempercepat reaksi, enzim tidak mengubah kedudukan normal dari kesetimbangan kimia. Dengan kata lain, enzim dapat membantu mempercepat pembentukan produk, tetapi akhirnya jumlah produk tetap sama dengan produk yang diperoleh tanpa enzim (Lehninger, 1982). Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. Kekhasan inilah ciri suatu enzim. Ini sangat berbeda debgan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja terhadap berbagai macam reaksi. Enzim urase hanya bekerja terhadap urea sebagai substratnya namun enziim tersebut mempunyai kekhasan tertentu. Misalnya enzim esterase dapat menghidrolisis beberapa ester asam lemak, tetapi tidak dapat menghidrolisis substral lain yang bukan ester. Kekhasan enzim terhadap suatu reaksi disebut kekhasan reaksi (Poedjiadi & Supryatin, 1994). Untuk dapat bekerja terhadap suatu zat atau substrat harus ada hubungannya atau kontak antara enzim dengan substratnya suatu enzim mempunyai ukuran lebih besar daripada substratnya. Oleh karena itu tidak seluruh bagian enzim dapat berhubungan dengan substra. Hubungan antara substrat dengan enzim hanya terjadi pada bagian tertentu saja. Tempat atau bagian enzim yang mengadakan hubungan atau kontak dengan substrat dinamai bagian aktif (active sita). Hubungan hanya mungkin terjadi apabila bagian aktif mempunyai ruang yang tepat dapat menampung substrat. Hubungan atau kontak antara enzim dengan substrat menyebabkan terjadinya kompleks enzim substra, kompleks ini merupakan kompleks yang aktif, yang bersifat sementara dan akan terurai lagi apabila reaksi yang diinginkan tealah terjadi (Lehninger, 1982). Hal yang sangat penting bagi enzim ialah kerjanya yang sangat spesifik. Suatu enzim dapat mengkatalisis satu atau beberapa reaksi saja. Meskipun jumlah enzim ada ribuan yang bersumber dari mahluk hidup, reaksi reaksi yang dikatalisis oleh enzim enzim ini ternyata dapat digolongkan ke dalam 6 golongan, sesuai dengan jenis reaksi yang dikatalisisnya yaiitu : 1. Oksidareduktase, kelompok enzim ini mengkatalisasinya reaksi reaksi oksidasi reduksi. 2. Transferase, Kelompok enzim ini mengkatalisis reaksi pemindahan berbagai gugus. 3. Hidrolase, Kelompok enzim ini mengkatalisis pemutusan ikatan kovalen sambil mengikat air. 4. Liase, Kelompok enzim ini mengkatalisis pemutusan ikatan kovalen tanpa mengikat air. 5. Isomerase, Kelompok enzim ini mengkatalisis reaksi isomerisasi. 6. Ligase (sintase), Kelompok enzim ini mengkatalisis pembentukkan ikatan kovalen (Hawab, 2000). Faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim : Konsentrasi Enzim Seperti pada katalis alin, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada konsentrasienzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim (Poedjiadi & Supriatin, 1994). Konsentrasi Substrat Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikan kecepatan reaksi. Akan tetapi pada batas konsentrasi tertentu, tidak terjadi kenaikan kecepatan reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar. Keadaan ini telah diterangkan oleh Michaelis Menten dengan hipotesis mereka tentang terjadinya kompleks enzim substrat (Poedjiadi & Supriatin, 1994). Suhu

Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat , sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat (Poedjiadi, 1994). Disamping itu, karena enzim adalah suatu protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun. Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikan kecepatan reaksi (Poedjiadi & Supriatin, 1994).

Pengaruh pH Enzim dapat berbentuk ion positif, ion negatif atau ion bermuatan ganda (zwitter ion). Dengan demikian perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks enzim substrat (Poedjiadi & Supriatin, 1994). Disamping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim, pH rendah atau pH tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktivitas enzim (Poedjiadi & Supriatin, 1994). Pengaruh Inhibitor Hambatan yang dilakukan oleh inhibitor dapat berupa hambatan tidak reversibel. Hambatan tidak reversibel pada umumnya disebabkan oleh terjadinya proses destruksi atau modifikasi sebuah gugus fungsi atau lebih yang terdapat pada molekul enzim. Hambatan reversibel dapat berupa hambatan bersaing atau habatan tidak bersaing (Poedjiadi & Supriatin, 1994). Semua enzim adalah protein. Beberapa mempunyai struktur yang agak sederhana, namun sebagiaan besar enzim mempunyai struktur yang rumiit,. Banyak enzim yang strukturnya belum diketahui. Untuk aktifitas biologis, beberapa enzim memerlukan guugus gugus prostetik, atau kofaktor. Kofaktor ini merupakan bagian non protein dari enzim itu. Suatu kofaktor dapat berupa ion logam sederhana, ion tembaga misalnya merupakan kofaktor bagi enzim asam askorbat aksidase. Enzim lain mengandung molekul organik non protein sebagai kofaktor. Gugus prostetik organik seringkali dirujuk sebagai suatu koenzim (Fessenden & Fessenden, 1999). 2. Ciri umum enzim 1. Enzim terbina daripada protein yang dihasilkan oleh sel hidup. 2. Tindakan enzim spesifik. Setiap jenis enzim hanya bertindak balas dengan substrat tertentu sahaja. Contoh: enzim sukrase hanya boleh berindak balas dengan sukrosa tetapi tidak boleh bertindak balas dengan maltosa walaupun kedua-duanya adalah gula. 3. Tindak balas enzim boleh berbalik. Arah tindak balas bergantung kepada jumlah substrat dan hasil yang ada. Tindak balas penguraian lemak akan berlaku dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri sehingga keseimbangan tercapai antara kedua-dua substrat. 4. Enzim diperlukan dalam kuantiti yang kecil. Sedikit enzim akan memangkinkan satu bilangan besar tindak balas biokimia yang sama. 5. nzim tidak boleh dimusnahkan selepas tindak balas biokimia selesai. Oleh itu, enzim boleh digunakan berulang kali. 6. Suhu optimum bagi tindak balas enzim ialah pada 37oC. 3. Tapak sintesis enzim 1. Maklumat bagi sintesis enzim terdapat di DNA. 2. Heliks ganda dua DNA membuka dan satu bebenang tunggal molekul RNA yang mengandungi maklumat sintesis enzim dibentuk.Proses ini dikenali sebagai proses transkipsi. 3. Bebenang RNA meninggalkan nukleus dan bercantum dengan ribosom di dalam sitoplasma. 4. Ribosom merupakan tapak di mana maklumat yang dibawa oleh RNA digunakan untuk membentuk molekul enzim. Proses ini dikenali sebagai proses penterjemahan. (protein) kang duw fungsi Enzim iku siji utawa saprangan gugus polipeptida minangka katalis (senyawa kang nyepetak pross raksi tanpa entk ngraksi) ing sawijining raksi kimia. Caran kerja enzim yaiku nmpl ing sanjaban molekul dat-dat kang lagi raksi lan kanthi mangkono nambah cepeting pross raksi. Panyepetan dumadi amarga enzim ngedhunak energi pangaktifan kang banjur nggampangak dumadin raksi. Sabagyan gedh enzim kerja kanthi cara khas, kang ateges saben jinis enzim mung bisa kerja ing samacem senyawa utawa raksi kimia. Iki amarga bdaning struktur kimia saben enzim sing sifat tetep. Minangka conto, enzim -amilase mung bisa dipigunaak ing pross pangrombakan pathi dadi glukosa. Perkara sing gegandhngan karo enzim disinaoni ing enzimologi. Ing donya pendhidhikan dhuwur, enzimologi ora disinaoni dhw minangka sajurusan dhw nanging sagunggungan program studi maringak mata kuliah iki. Enzimologi utaman disinaoni ing kadhokteran, lmu pangan, tknologi pangolahan pangan, lan cawang-cawang lmu tetann. Kerja enzim dipangaruhi dning saprangan faktor, utaman yaiku substrat, suhu, kaasaman, kofaktor lan inhibitor. Saben

enzim merlokak suhu lan pH (tingkat kaasaman) optimum kang bda-bda amarga enzim iku protin, kang bisa ngalami owah-owahan wangun yn suhu lan kaasaman owah. Ing sanjabaning suhu utawa pH sing selaras, enzim ora bisa kerja sacara optimal utawa struktur bakal ngalami karusakan. Iki bakal njalari enzim klangan fungsin babar pisan. Kerja enzim uga dipangaruhi dning kofaktor lan inhibitor. Saiki, enzim iku senyawa sing umum dipigunaak ing pross prodhuksi. Enzim kang dipigunaak umum asal saka enzim sing diisolasi saka bakteri. Panggunaan enzim ing pross prodhuksi bisa ningkatak fisinsi sing bakal ningkatak cacahing prodhuksi. Fessenden, J. dan Fessenden, R., 1999, Kimia Organik, Jilid II, Erlangga, Jakarta. Hawab, HM., 2000, Dasar-Dasar Biokimia umum, Bagian pertama, Akademi Kimia Analisis. Bogor. Lehninger, A. L., 1982, Dasar-Dasar Biokimia, Erlangga, Jakarta. Poedjiadi, A. dan Supriyanti, T., 2005, Dasar-Dasar Biokimia, UI Press, Jakarta. Tim Dosen Biokimia, 2008, Penuntun Praktikum Biokimia, Lab. Biokimia FMIPA Unhas, Makassar. http://jv.wikipedia.org/wiki/Enzim"