Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Asma adalah penyakit saluran nafas kronis yang penting dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius diberbagai Negara di seluruh dunia. Meskipun penyakit ini bukan merupakan penyebab kematian yang utama tetapi penyakit ini mempunyai dampak sosial yang cukup besar terhadap produktifitas kerja dan kehilangan angka sekolah yang tinggi serta angka kejadiannya meningkat terus dari waktu ke waktu. Asma dapat terjadi pada segala usia dengan menifestasi yang sangat bervariasi dan berbeda-beda antara satu individu dengan anak bervariasi antara 0-30%, sedangkan pada dewasa secara umum berdasarkan beberapa survei sekitar 6% pada beberapa negara yang berbeda. Di Indonesia berdasarkan survei tulisan ini akan dibicarakan tentang peranan Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1992, asma, bronkhitis kronis dan emfisiema pada asma dan aspek patogenesanya serta pendekatan terapi. Merupakan penyebab kematian ke - 4

di Indonesia atau sebesar 5.6%. Pada tahun 1995, prevalensi asma diseluruh Indonesia sebesar 13 dari 1000 penderita. Asma adalah gangguan inflamasi kronik saluran nafas yang melibatkan banyak sel dan elemennya. Inflamasi yang terjadi pada asma adalah inflamasi yang khas yaitu inflamasi yang disertai infiltrasi eosinofil, hal ini yang membedakan asma dari gangguan inflamasi jalan napas lainnya. Pengobatan asma dengan dasar mempelajari faktoormediator

maupun sitokin yang berperan pada proses asma, saat ini sedang dalam tahap pengembangan yang intensif. Pendekatan terapi didasarkan pada penghambatan sitokin, contohnya Ranitidin

1.2

Rumusan Masalah 1. Bagaimana reaksi inflamasi pada pasien asma ? 2. Bagaimana reaksi vaskuler pada pasien asma ? 3. Bagaimana hiperaktivitas bronkus yang disebabkan oleh degranulasi sel mast ? 4. Bagaimana pelepasan mediator histamin yang dihambat oleh ranitidin pada pasien asma ? 5. Bagaimana pengaruh ranitidin terhadap penghambat proses inflamasi pada pasien asma?

1.3

Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Menjelaskan terapi anti histamin (ranitidin) banyak digunakan pada penderita asma. 1.3.2 Tujuan Khusus a. Menjelaskan reaksi inflamasi pada pasien asma

b. Menjelaskan reaksi vaskuler pada pasien asma c. Menjelaskan hiperaktivitas bronkus yang disebabkan oleh degranulasi sel mast d. Menjelaskan pelepasan mediator histamin yang dihambat oleh ranitidin pada pasien asma e. Menjelaskan pengaruh ranitidin terhadap penghambat proses inflamasi pada pasien asma

1.4

Manfaat Penelitian 1.4.1 Teoritis 1) Praktek Keperawatan Sebagai bahan masukan dan tambahan informasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan 2) Untuk Penelitian Memberikan sumber data yang baru bagi penelitian lain 1.4.2 Praktis 1. Institusi Diharapkan dapat digunakan oleh institusi untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa atau tenaga kesehatan dalam pengaruh ranitidin terhadap penghambat asma 2. Masyarakat Masyarakat terutama orang tua dapat mengetahui pentingnya pengaruh ranitidin terhadap penghambat proses inflamasi pada pasien asma. proses inflamasi pada pasien

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL

Pasien Asma

Reaksi Inflamasi

Reaksi Vaskuler

Hiperaktivitas Bronkus

Degranulasi Sel Mast

Pelepasan mediator histamin

Penghambat Inflamasi

Ranitidin