Anda di halaman 1dari 4

DAMPAK PENDIRIAN PABRIK GULA

PROSES PENCEMARAN Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, sedangkan yang tidak langsung secara bertahap tanpa disadari akan merusak kesehatan manusia juga. Salah satu masalah pencemaran yang mendapat perhatian besar adalah pencemaran lingkungan hidup oleh perusahaan-perusahaan industri. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Misalnya, karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan, tetapi jika keberadaannya berlebihan akan merugikan. Karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi jika lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak. Jadi, suatu zat dapat disebut polutan apabila memenuhi kondisi di bawah ini : 1. Jumlahnya melebihi jumlah normal 2. Berada pada waktu yang tidak tepat 3. Berada pada tempat yang tidak tepat Pencemaran ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut) atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). A. Pencemaran Air Air merupakan salah satu sumber kekayaan alam yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menopang kelangsungan hidupnya. Selain itu air dibutuhkan untuk kelangsungan proses industri, kegiatan perikanan, pertanian dan peternakan. Oleh karena itu, apabila air tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan maupun kehancuran bagi makhluk hidup.

Secara alami sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan mempunyai daya regenerasi. Regenerasi air mengikuti suatu daur ulang yang disebut daur hidrologi (siklus air). 1. Jenis Pencemaran Air a. Kebutuhan oksigen untuk proses biologi (BOD) b. Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) c. Lemah dan Minyak d. Nitroge e. Suspended Solids (SS) f. Total Disolved Solid (TDS) 2. Sumber Pencemaran Air a. Effluent industri pengolahan b. Sumber domestik / buangan rumah tangga 3. Dampak Pencemara Air Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, kerusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya.

B. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini dapat terjadi karena : kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri. 1. Penyebab Pencemaran Tanah a. Limbah domestik Limbah domestik dapat berasal dari pemukiman penduduk, pasar/tempat usaha hotel, kantor-kantor, dan lain-lain. Limbah domestik dapat berupa limbah padat dan cair. b. Limbah Industri Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri. Limbah tersebut dapat berupa padatan, Lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan.

2.

Dampak Pencemaran Tanah a. Dampak pada kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh, dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida, dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak karena dapat menyebabkan kerusakan otak serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. b. Dampak pada ekosistem Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun / berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Akibatnya dapat memusnahka beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.

C. Pencemaran Udara Secara umum terdapat dua sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran oleh sumber alamiah, seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari manusia, seperti yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. 1. Zat-zat Pencemar Udara a. CO2 (Karbon dioksida) b. CO (Karbon monoksida) c. CFC (Gas chloro carbon) d. SO, SO2 (Gas belerang oksida) e. Asap rokok 2. Akibat Pencemaran Udara a. Hujan Asam b. Penipisan Lapisan Ozon c. Efek Rumah Kaca Seperti yang kita ketahui efek samping dari tindakan industri yang saat ini sedang berkembang pesat adalah semakin meningkatnya limbah yang dihasilkan oleh industri-industri tersebut. Untuk itu perlu diadakaan pengolahan kembali limbahlimbah tersebut sebelom dibuang ke badan air ataupun ke masyarakat. Pencemarpencemar tersebut terbagi menjadi beberapa pokok bahasan, seperti pencemar dalam

bentuk asap atau gas, dalam bentuk padatan dan dalam bentuk cairan. Berikut adalah penjelasan dari dampak yang akan timbul dari pendirian pabrik gula : 1. Pencemaran dalam bentuk asap dan debu merugikan masyarakat dalam segi kesehatan, baik itu kesehatan paru-paru dan sitem pernapasan serta bagi indra yang lain seperti kulit, mata, dan lain sebagainya. Abu tebu merugikan masyarakat dalam segi pertanian, hal ini dapat di lihat dari keberadaan abu tebu yang menurunkan tingkat kesuburan tanah. 2. Pencemaran air sungai dapat berupa bau yang menusuk dan pengurangan oksigen dalam air, sedang blotong yang ditumpuk dalam keadaan basah dapat menimbulkan bau yang menusuk dan sangat mengganggu masyarakat sekitar. 3. Dalam bentuk cairan, limbah industri ini berbahaya karena merusak ekosistem air. Untuk itu perlu diadakannya pemanfaatan dari pada limbah cair itu sendiri untuk mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat. 4. Selain itu dapat dilihat pada limbah industry gula, tetes merupakan salah satunya yang apabila langsung dibuang ke badan air akan memberikan dampak bau yang sangat tidak sedap sehingga menimbulkan keresahan serta protes-protes yang timbul di masyarakat sehingga tercipta ketidak selarasan antara pembangunan industry dengan keadaan di sekitar industry. Tidak hanya itu, limbah tetes ini sendiri dapat memberikan efek naiknya COD dan BOD di dalam air sehingga O2 di dalam air pun menjadi turun. Sehingga kualitas air di sekitar industry ini pun menjadi memburuk dan banyak biota air di sekitarnya yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu jika ini terus berlanjut akan menaikkan tingkat nutrien di dalam air.